Sampah Jadi Energi, Inovasi Pemprov Kalsel Untuk Banua Bersih Dan Berkelanjutan

BANJARBARU – Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), selama ini kerap menjadi pemandangan yang tak sedap. Namun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tidak ingin kondisi itu terus berlarut.

Dengan berbagai inovasi, sampah kini dipandang bukan lagi sekadar masalah, melainkan dapat menjadi peluang dan sumber energi baru bagi masyarakat Banua.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Fatimatuzzahra, menyampaikan, bahwa pihaknya tengah mendorong pemanfaatan teknologi pengolahan sampah. Salah satu yang kini dikembangkan adalah penggunaan alat pemilah atau gibrik, di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R. Dengan teknologi ini, sampah dapat dipilah sejak awal, sehingga lebih mudah dimanfaatkan kembali.

Plt Kepala DlH Kalsel, Fatimatuzzahra

“Untuk sampah organik, hasilnya bisa diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan bagi kebutuhan pertanian. Sedangkan sampah anorganik yang bernilai ekonomi dapat disetor ke bank sampah,” ungkap Fatimatuzzahra.

Tidak berhenti sampai di situ, Pemprov Kalsel melalui DLH Kalsel juga menyiapkan langkah yang lebih besar. Sampah anorganik yang selama ini sulit terurai, kini dapat diolah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel), bahan bakar alternatif yang berpotensi menggantikan batubara. RDF dinilai lebih ramah lingkungan dan menjadi bagian dari transisi menuju energi bersih.

“Tentu ini menjadi kebanggaan, dimana permasalahan sampah dapat terpecahkan,” lanjut Fatimatuzzahra.

Sebagai tindak lanjut, DLH Kalsel telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan industri. Di antaranya adalah PT Indocement Tunggal Prakarsa dan PT KOR di Kabupaten Tabalong. Kedua perusahaan tersebut akan menjadi mitra dalam pemanfaatan RDF, sehingga sampah benar-benar dapat dikonversi menjadi energi.

Menurut Fatimatuzzahra, kerja sama ini merupakan langkah penting untuk mengurangi timbunan sampah di TPA sekaligus memberikan manfaat bagi dunia industri.

“Dengan pengolahan sampah menjadi RDF, kita tidak hanya menekan masalah sampah, tapi juga mendukung program energi bersih dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” sahut Fatimatuzzahra.

Inovasi ini membuka harapan baru bagi Banua. Sampah yang biasanya hanya dianggap beban, kini bisa memberi nilai tambah. Masyarakat bisa ikut berperan melalui bank sampah, petani dapat memanfaatkan kompos, sementara industri mendapat energi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Dengan langkah nyata ini, Pemprov Kalsel berharap Banua bisa menjadi contoh bagaimana sampah diubah menjadi peluang. Sebuah bukti bahwa masalah lingkungan, jika dikelola dengan baik, justru bisa menjadi sumber keberlanjutan bagi generasi mendatang. (MRF/RIW/RH)

Bapemperda DPRD Kalsel Gelar Rapat Harmonisasi Naskah Akademik

BANJARMASIN – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), bersama komisi inisiator Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemrakarsa Raperda, menggelar rapat harmonisasi konsepsi naskah akademik dan naskah rancangan Raperda, Jumat (22/8)

Dalam rapat tersebut, beberapa Raperda yang dibahas antara lain. Raperda tentang Penyelenggaraan Perdagangan (prakarsa Komisi II), Raperda tentang Penyelenggaraan Kesehatan (prakarsa Komisi IV), Raperda tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah (prakarsa BPKAD), Raperda tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Provinsi Kalsel, kepada Perseroan Terbatas Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (prakarsa BPKAD).

Ketua Bapemperda DPRD Kalsel saat memimpin rapat

Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menyampaikan, bahwa rapat harmonisasi ini penting sebagai forum diskusi bersama terkait penyusunan naskah akademik agar lebih matang sebelum masuk pada proses pembahasan di tingkat selanjutnya.

“Alhamdulillah, hari ini rapat juga dihadiri oleh tim ahli dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) serta Biro Hukum. Hal ini tentu sangat membantu agar dalam pembahasan Raperda tidak ada hal-hal yang tertinggal, termasuk pasal-pasal mengenai sanksi hukum maupun aspek penting lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran tenaga ahli dalam rapat juga berfungsi untuk melakukan kajian lebih mendalam sekaligus menguji naskah akademik yang telah disusun. Dengan demikian, setiap Raperda yang dihasilkan diharapkan benar-benar berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan serta kepentingan masyarakat Kalsel.

“Harapan kita, setiap produk hukum daerah yang dilahirkan betul-betul berkualitas, implementatif, dan bermanfaat bagi masyarakat serta pembangunan Kalimantan Selatan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Dispora dan Dishub Kalsel, Gelar Family Gathering Kemerdekaan RI

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Family Gathering dalam rangka HUT ke-80 RI serta Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan, di Lapangan SKB Mulawarman, Jumat (22/8).

Salah satu lomba yang dipertandingkan mancing makan kerupuk mendapatkan antusias dari peserta

Kepala Dishub sekaligus Plt Kadispora Kalsel, M. Fitri Hernandi mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan, untuk menjalin silaturahmi, serta memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI, dengan melaksanakan lomba lomba Agustusan.

“Lomba yang dilaksanakan diantaranya tarik tambang, mancing makan kerupuk, sepakbola berjalan, domino, serta memasukan benang dalam botol,” ujar Fitri.

Lomba Memasukan paku dalam botol

Kegiatan ini diikuti seluruh pegawai Dispora serta Dishub Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami bersyukur seluruh karyawan mengikuti dengan antusias serta gembira,” ujarnya.

Dikatakan Fitri, dalam memaknai HUT ke 80 Kemerdekaan RI Tahun 2025, seluruh pegawai di Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, diminta meningkatkan kinerjanya.

“Lomba Kemerdekaan laksanakan secara tim, sehingga kerjasama dan kekompakan dapat terjaga,” ujarnya.

Diharapkan, kerjasama tim dan kekompakan ini dapat diimplementasikan dalam pekerjaan sehari hari.

“Kami berharap, seluruh karyawan baik di Dispora serta Dishub Kalsel, dapat memaknai Hari Kemerdekaan ini, dengan meningkatkan kualitas kinerja masing masing, untuk membangun Banua,” ucap Fitri.

Meski, lanjutnya, berada di daerah namun dapat memberikan karya, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

Dukung Gerakan Pangan Murah Polda Kalsel, Dislutkan Kalsel Bagikan 1 Ton Ikan Segar Gratis

BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, berpartisipasi dalam Gerakan Pangan Murah yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel, dengan menyalurkan 1 ton ikan segar gratis kepada masyarakat, di halaman Kantor Polda Kalsel, Banjarbaru, Kamis (21/8) sore.

Kepala Dislutkan Kalsel Rusdi Hartono menyampaikan, turut sertanya Dislutkan Kalsel ini, tidak hanya sekadar aksi berbagi, tetapi juga bentuk kepedulian bersama dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Syukur Alhamdulillah, hari ini kami dapat turut serta dalam gerakan pangan murah dengan menyalurkan 1.000 kilogram ikan segar kepada masyarakat secara gratis,” ungkap Rusdi, kepada awak media.

Pembagian Ikan Segar Gratis Dislutkan Kalsel

Lebih lanjut, Ia menegaskan, bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong masyarakat agar semakin gemar mengonsumsi ikan melalui program Gemar Makan Ikan (Gemarikan).

“Sesuai arahan Gubernur Kalsel Muhidin, kami terus menggelorakan Gemarikan demi terwujudnya generasi yang sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas,” ucap Rusdi.

Adapun ikan yang dibagikan berupa ikan Peda dan Patin, masing-masing paket berisi 1 kilogram. Ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi, kaya gizi, dan sangat penting untuk tumbuh kembang anak, menjaga kesehatan orang dewasa, serta meningkatkan daya tahan tubuh keluarga.

“Dengan mengonsumsi ikan segar berkualitas, kita sedang berinvestasi untuk masa depan yang lebih sehat dan sejahtera,” tambahnya.

Rusdi mengajak seluruh masyarakat Kalsel untuk bersama-sama mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan bahagia melalui pangan bergizi dari laut daerah sendiri.

Diketahui pada kegiatan tersebut, juga turut dihadiri Kapolri, Jenderal Polisi, Listyo Sigit Prabowo. Diharapkan dengan kegiatan ini, terjalin hubungan yang kondusif antara masyarakat dan Polri khususnya Polda Kalsel. (DISLUTKANKALSEL-SRI/RIW/RH)

Sambut HUT ke-80 RI dan HMKG ke-78, BMKG Kalsel Gelar Seminar Kegempaan

BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan, menggelar seminar kegempaan bertajuk Memahami Potensi Gempa Bumi di Kalimantan Selatan, di Aula Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, Kamis (21/8).

Suasana Seminar Kegempaan BMKG Kalsel

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus Hari Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (HMKG) ke-75.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat, Daryono, Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, Klaus Johannes Damanik, serta akademisi ULM, Sri Cahyono Wahyono.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim, diwakili Plt. Kepala Bidang Aptika, Tarwin Patik Mustafa, perwakilan Basarnas Kalsel, mahasiswa, hingga tamu undangan lainnya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kalsel, Klaus Johannes Damanik, menuturkan, bahwa seminar ini bertujuan memberikan pemahaman lebih mendalam kepada masyarakat mengenai potensi gempa bumi yang mungkin terjadi di Kalimantan Selatan.

“Melalui seminar ini, kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat dan mahasiswa agar lebih memahami potensi gempa di Kalsel. Pemahaman ini penting agar kesiapsiagaan dapat ditingkatkan sejak dini,” ungkap Klaus.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pihak, khususnya dengan perguruan tinggi, untuk mendukung penelitian lanjutan terkait kegempaan.

“Selain edukasi, kami berharap adanya kolaborasi lebih erat antara BMKG, pemerintah daerah, serta akademisi untuk memperdalam riset kegempaan di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pusat, Daryono mengingatkan, bahwa meskipun aktivitas kegempaan di Kalimantan relatif rendah dibanding kawasan lain di Indonesia, bukan berarti wilayah ini bebas dari ancaman gempa.

“Kalimantan memang relatif lebih aman dibanding daerah lain, namun bukan berarti tidak ada potensi gempa. Terdapat sumber gempa yang bisa berpengaruh di wilayah ini, salah satunya sesar Meratus yang merupakan sesar aktif dan berpotensi memicu gempa bumi,” jelas Daryono.

Ia mengungkapkan, catatan sejarah menunjukkan bahwa Kalimantan Selatan pernah mengalami beberapa kejadian gempa yang cukup signifikan. Hal ini membuktikan bahwa potensi gempa di wilayah tersebut nyata adanya.

“Sejarah mencatat, Kalimantan Selatan juga pernah diguncang gempa, sehingga masyarakat perlu menyadari bahwa ancaman itu ada. Kita tidak boleh abai,” katanya.

Lebih lanjut, Daryono menekankan pentingnya upaya mitigasi serta kesiapsiagaan masyarakat maupun pemerintah daerah untuk menghadapi potensi bencana.

“Kita tidak bisa mencegah gempa, tetapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Oleh karena itu, edukasi, kesiapsiagaan, dan mitigasi bencana harus terus ditingkatkan,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Kapolri Resmikan SPPG di Kalsel, Supian HK: Investasi Jangka Panjang untuk Masa Depan Bangsa

BANJARBARU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK sampaikan apresiasi dan dukungannya, terhadap langkah Polisi Republik Indonesia (Polri) yang menghadirkan layanan kesehatan berbasis gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Foto : sumber (HumasDPRDKalsel)

Hal tersebut Ia sampaikan, saat menghadiri peresmian dua unit layanan SPPG di Mapolda Kalsel, pada Kamis (21/8), yang diresmikan langsung Kapolriz Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Supian HK meyakini, bahwa keberadaan SPPG dapat menjadi salah satu langkah utama untuk meningkatkan kualitas gizi terutama bagi anak-anak dan generasi muda, serta menjadi modal penting untuk mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing di Kalsel.

“Kami menyambut baik kehadiran SPPG ini yang merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Semoga program ini tidak berhenti sebatas peresmian, tetapi benar-benar dapat dioptimalkan dan tepat sasaran agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.” ujar Supian HK

Selain meresmikan unit layanan SPPG, Kapolri juga secara resmi meresmikan gedung perkantoran baru Mapolda Kalsel, dan melaksanakan Gerakan Pangan Murah di lingkungan Polda Kalsel.

Supian HK berharap, dengan diresmikannya gedung baru ini, Polda Kalsel mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta menunjang efektivitas kerja jajaran Polda Kalsel dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Banua. (ADV-NHF/RIW/RH)

Museum Lambung Mangkurat Hadirkan Program Museum Keliling II di Kotabaru

KOTABARU – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar program Museum Keliling tahun 2025. Kali ini, kegiatan berlangsung di SMK Negeri 1 Kotabaru dengan tema “Mengenal 10 Jenis Koleksi Museum”, Rabu (20/8).

Foto bersama saat kegiatan Museum Keliling di SMKN 1 Kotabaru.(foto: MuslamKalsel)

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar, yang diwakili Pamong Budaya Museum, Darmanto, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa program ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan gerakan bersama untuk mengenalkan sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai luhur bangsa kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Museum adalah cermin perjalanan peradaban. Namun, tidak semua orang berkesempatan datang langsung ke museum di Banjarbaru. Karena itu, program Museum Keliling hadir untuk menjembatani agar koleksi museum bisa lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Darmanto menjelaskan, tahun ini Museum Keliling memperkenalkan sepuluh jenis koleksi museum, mulai dari geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika dan heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, hingga teknologika.

Melalui pengenalan ini, diharapkan peserta dapat memahami bahwa museum tidak hanya menyimpan benda kuno, tetapi juga pengetahuan yang relevan untuk kehidupan masa kini dan masa depan.

“Jangan hanya melihat koleksi sebagai benda mati, tetapi renungkan nilai, cerita, dan makna di dalamnya. Dari sini, kita bisa belajar mencintai sejarah sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” imbuhnya.

Kegiatan Museum Keliling II turut dihadiri Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Plt Kepala SMK Negeri 1 Kotabaru, dewan guru, serta sekitar 900 siswa-siswi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 siswa mengikuti langsung sosialisasi tentang permuseuman dan koleksinya. Antusiasme peserta terlihat tinggi karena mereka dapat melihat secara langsung koleksi-koleksi yang dibawa oleh pihak museum.

Plt Kepala SMK Negeri 1 Kotabaru mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa menjalin kerja sama lebih lanjut dengan Museum Lambung Mangkurat.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini. Kalau bisa, kerja sama terus dilakukan agar siswa-siswi dapat lebih mengenal sejarah dan kebudayaan Kalimantan Selatan, khususnya koleksi-koleksi yang ada di museum,” ungkapnya. (MuslamKalsel-SYA/RIW/RH)

Resmi Dikukuhkan, KPID Kalsel Komitmen Wujudkan Penyiaran Sehat dan Adaptif

BANJARBARU – Ketua KPID Kalimantan Selatan, Muhammad Leoni Hermawan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada jajaran Komisioner KPID periode 2025–2028. Ia menegaskan, KPID Kalsel berkomitmen menghadirkan penyiaran yang sehat, berimbang, mendidik, serta adaptif di tengah disrupsi digital yang kian masif.

“Kami siap menjaga narasi baik sebagai penyeimbang, menjadi garda terdepan melawan hoaks, dan mendorong literasi digital di masyarakat,” ucap Leo.

Sebagai langkah awal, Leo menekankan pentingnya mempererat komunikasi internal antar-komisioner dan staf.

“Kami semua berasal dari latar belakang yang berbeda, sehingga soliditas dan kerja sama menjadi kunci dalam menghadapi tantangan besar ke depan,” tambahnya.

Wakil Ketua KPID Kalsel, Muhammad Saufi, menambahkan, lembaganya juga akan segera menjalin silaturahmi dan audiensi dengan stakeholder terkait, seperti Diskominfo, Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, serta lembaga lainnya.

“Yang utama, kami akan segera memohon waktu bertemu Gubernur Kalsel, Bapak Haji Muhidin, untuk meminta arahan dan nasihat demi kelancaran tugas KPID,” ujarnya.

Melalui rapat pleno pada 19 Agustus 2025, KPID Kalsel menetapkan susunan organisasi sebagai berikut:

Bidang Kelembagaan: Koordinator Nanik Hayati, S.Sos, didampingi Wakil Koordinator Ir. Iwan Setiawan, M.P.

Bidang Pengawasan Isi Siaran : Koordinator Agus Suprapto, S.Pd., M.Med.Kom, bersama anggota Muhammad Saufi dan Muhammad Leoni Hermawan.

Bidang Pengelolaan Struktur dan Sistem Penyiaran (PKSP): Koordinator Analisa, SE., M.Ak, didampingi Wakil Koordinator Muhammad Luthfi Rahman, S.H.

Adapun penetapan Komisioner KPID Kalsel periode 2025–2028 dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 100.3.3.1/0746/KUM/2025 tertanggal 12 Agustus 2025.

Prosesi pelantikan digelar Selasa (19/8) di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, oleh Gubernur, Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin. (KPIDKalsel-RIW/RH)

Pamor Borneo 2025, Menuju Kalimantan Baru Melalui Investasi, Perdagangan dan Pariwisata

BANJARMASIN – Pamor Borneo 2025 resmi dibuka di Banjarmasin, pada Kamis (21/8). Dimana pelaksanaannya tahun ini, menjadi rangkaian perayaan HUT ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan. Acara ini merupakan program kolaborasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Sekdaprov, Ketua DPRD Kalsel dan Kepala KPw BI Kalsel melihat pameran UMKM Pamor Borneo

Pamor Borneo tahun ini, mengangkat tema “The New Kalimantan: Accelerating Growth through Investment, Trade, and Tourism”. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan dan Kalimantan yang tinggi, sebagai daerah yang kaya potensi dan peluang.

Pamor Borneo berlangsung pada 21-24 Agustus 2025 melalui beberapa event untuk mendukung penguatan tiga pilar utama sumber pertumbuhan baru ekonomi Kalimantan. Yakni perdagangan yang berdaya saing, investasi yang bernilai tambah tinggi, dan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.

Acara dibuka dengan sambutan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang menekankan bahwa Kalimantan memiliki modal besar, untuk menjadi pusat pertumbuhan baru.

“Dengan potensi energi terbarukan, perdagangan lintas batas, serta keindahan budaya dan alam, Kalimantan tidak hanya berperan bagi Indonesia, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. Momentum Pamor Borneo harus kita gunakan untuk memastikan transformasi ini benar – benar terwujud,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Pamor Borneo 2025. Ia menilai forum ini menjadi sarana penting untuk memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi UMKM dan investasi daerah.

“Kegiatan ini adalah momentum bagi kita semua untuk memperbesar akses pasar, memperkenalkan pesona Kalimantan Selatan ke dunia, dan menunjukkan bahwa daerah kita siap bersaing,” tegasnya dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin.

Senada disampaikan Kepala Perwakilan BI Kalsel, Fadjar Majardi. Ia menyebut bahwa Pamor Borneo adalah bentuk nyata sinergi.

“Pamor Borneo bukan sekadar event tahunan, melainkan sebuah ekosistem yang dapat berkontribusi nyata dalam memperluas akses pasar UMKM ke mancanegara, meningkatkan peluang investasi, mendorong pariwisata berkelanjutan, dan mengangkat citra budaya Kalimantan serta Indonesia di kancah internasional,” jelasnya.

Untuk mendorong daya saing perdagangan sekaligus memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, Pamor Borneo melaksanakan business matching dan showcasing UMKM unggulan Kalimantan Selatan di Atrium Duta Mall Banjarmasin yang dirangkaikan dengan lomba, hingga workshop kreatif.

Yakni Tourism and Craft pada Kamis (21/8), berupa talkshow pariwisata, workshop sasirangan, ecoprint, dan purun. Kemudian Fashion pada Jumat (22/8), berupa beauty class, talkshow fashion, fashion show, dan permainan interaktif berhadiah bersama RURI Repvblik. Berlanjut program FnB and Agro pada Sabtu (23/8), berupa demo masak, workshop kopi, lomba brewing, semifinal Mobile Legend, hingga dance competition. Selanjutnya Ekraf dan Digital pada Minggu (24/8), yang diisi lomba mewarnai, final Mobile Legend, pengumuman pemenang lomba, sosialisasi Bank Indonesia, kompetisi menyanyi, dan fun closing ceremony.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pamor Borneo, dorongan terhadap investasi yang bernilai tambah tinggi diwujudkan melalui Borneo Business and Investment Forum (BBIF) 2025, mengangkat tema “Beyond Black Earth: Transforming Kalimantan’s Richness through Advanced Sustainable Investment” dengan 2 (dua) kegiatan utama.

Pertama, diskusi panel dengan kesimpulan,
pertama, transformasi ekonomi Kalimantan dapat ditempuh melalui upaya hilirisasi sumber daya alam di Kalimantan, khususnya mineral dan batu bara.
Kedua, berbagai tantangan perlu diatasi bersama, diantaranya keterbatasan infrastruktur, insentif, teknologi, serta kompleksitas perizinan dan koordinasi pusat-daerah.

Kesimpulan ketiga, sinergi kebijakan pemerintah, peran kawasan industri, serta dukungan akademisi dan investor menjadi kunci dalam mengatasi bottleneck investasi dan mempercepat realisasi hilirisasi. Kemudian one-on-one meeting antara pemilik proyek dan investor potensial untuk menjajaki peluang kerja sama langsung yang dilanjutkan dengan site visit proyek investasi yang ditawarkan, guna merealisasikan minat investasi daerah.

Tidak hanya soal perdagangan dan investasi, Pamor Borneo juga memberi ruang luas untuk memperkuat pariwisata Kalimantan. Melalui pameran wisata, pengunjung dapat menjelajahi ragam potensi destinasi unggulan, sekaligus merasakan pengalaman langsung lewat kunjungan ke Geopark Meratus yang kini satu dari dua belas UNESCO Global Geoparks di Indonesia.

Menjelang digelarnya Pamor Borneo 2025, sejumlah capaian penting telah lebih dulu diraih melalui rangkaian kegiatan pre-event di dua pilar Utama yaitu perdagangan dan investasi.

Dari pilar perdagangan, penguatan daya saing UMKM telah diinisiasi sejak pertengahan tahun 2025 lewat business matching. Upaya ini membuahkan hasil nyata berupa kerja sama ekspor dengan perusahaan Singapura senilai Rp8,1 miliar di sektor makanan dan minuman, serta Letter of Intent (LoI) dengan perusahaan Thailand senilai Rp6,3 miliar untuk sektor fesyen. Capaian tersebut membuktikan bahwa produk unggulan Banua telah mampu menembus pasar global dengan kualitas yang kompetitif.

Sementara itu, pada pilar investasi, langkah memperluas basis investor luar negeri juga menghasilkan peluang signifikan. RIRU Intan Kalsel berhasil mengamankan LoI senilai Rp152 miliar dalam ajang World Expo Osaka 2025 untuk proyek pengolahan limbah medis dan budidaya ikan bandeng terintegrasi.

Momentum positif ini berlanjut dengan penandatanganan LoI oleh Atoll Bay Partners, perusahaan asal Singapura, pada 20 Agustus 2025. Proyek yang difokuskan pada pengolahan limbah medis di TPAS Regional Banjarbakula tersebut berpotensi menyerap investasi sebesar Rp12,57 miliar.

Rangkaian capaian pra-event ini menjadi fondasi kokoh sekaligus sinyal optimisme bahwa selama pelaksanaan Pamor Borneo 2025, peluang yang lebih besar dapat terus terwujud. Dengan daya saing produk UMKM yang terbukti menembus pasar internasional, serta meningkatnya minat investor terhadap potensi Kalimantan Selatan.

Pamor Borneo diharapkan menjadi katalis akselerasi perdagangan dan investasi Banua di kancah global.
Pamor Borneo 2025 menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang semakin solid dan komitmen kuat dari berbagai pihak untuk meningkatkan daya saing perdagangan, menyelesaikan hambatan investasi dan mengembangkan pariwisata, maka harapan Kalimantan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mewujudkan Asta Cita dapat tercapai. (BIKalsel-RIW/RH)

Pemprov Kalsel, Dukung KPK Perluas Keterlibatan Responden SPI

BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, yang telah berpartisipasi dalam kegiatan Survei Penilaian Integritas (SPI).

Menurutnya, forum ini sangat penting untuk memperluas wawasan, menumbuhkan inisiatif, serta mendorong kerja bersama demi pelaksanaan Survei Penilaian Integritas (SPI) yang lebih optimal di Kalimantan Selatan.

Syarifuddin menegaskan, hasil SPI merupakan cerminan kualitas tata kelola Pemerintahan dan pelayanan publik. Melalui SPI, pemerintah dapat melihat risiko korupsi, sekaligus mengukur tingkat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan Pemerintahan.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalsel memandang peningkatan indeks SPI akan memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang serius berkomitmen menjalankan reformasi birokrasi, menjunjung transparansi, dan menegakkan tata kelola lemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ungkap Syarifuddin, saat membuka Rapat Koordinasi Optimalisasi SPI, di gedung Idham Chalid, Selasa (19/8).

Syarifuddin juga menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung penuh langkah KPK, memperluas keterlibatan responden SPI. Bukan hanya dari kalangan ASN dan birokrasi, namun juga melibatkan pengguna layanan, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat sipil.

“Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen terus memperkuat integritas aparatur melalui pembinaan, pelatihan, dan penegakan aturan,” lanjut Syarifuddin.

Syarifuddin juga mengakui masih ada tantangan, khususnya dalam pengadaan barang dan jasa, serta pelayanan dasar masyarakat.

“Oleh karena itu, melalui koordinasi dan forum ini, kami berharap akan muncul rekomendasi yang terarah dan dapat diaplikasikan untuk perbaikan ke depan,” tutup Syarifuddin. (MRF/RIW/EYN)

Exit mobile version