PWI Kalsel, Kembali Gelar Uji Kompetensi Wartawan

BANJARMASIN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke-14, pada 25-26 Juli 2022. Pembukaan UKW dilakukan Gubernur Kalimantan Selatan, yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Subhan Noor Yaumil.

Suasana UKW di gedung PWI

Kepada sejumlah wartawan, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie, mengatakan, sebanyak 30 peserta dari berbagai media, seperti media cetak, online dan elektronik mengikuti UKW, selama 2 hari, mulai Senin hingga Selasa, bertempat di gedung di PWI Kalimantan Selatan.

“Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan ini, bertujuan meningkatkan profesionalitas wartawan, menjaga harkat dan martabat kewartawanan,” katanya.

Sementara itu, disampaikan Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi PWI Kalsel, yang kembali menggelar UKW.

Foto bersama Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil, Kepala Diskominfo Kalsel, dan Ketua PWI Kalsel dan PWI Kalsel, serta penguji UKW

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya berpesan, agar Uji Kompetensi Wartawan dapat semakin meningkatkan kompetensi para jurnalis, dengan tetap memerhatikan demokrasi dalam setiap pemberitaan.

“Boleh bebas, tapi tetap junjung etika dan berkualitas,” ungkapnya.

Senada ditambahkan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim. Uji Kompetensi Wartawan, dinilai mampu meningkatkan profesionalitas para wartawan di lapangan, karena turut berkontribusi dalam membangun dan memajukan di Banua.

“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh media,” tutupnya.

Perlu diketahui, UKW ini terdiri dari 5 kelas, yaitu 4 kelas jenjang wartawan muda, dan 1 kelas jenjang wartawan madya. Setiap kelas dipandu seorang penguji bersertifikat nasional dari Dewan Pers. Kegiatan ini diikuti 4 penguji magang, termasuk Ketua PWI Kalteng. Hadir pula pimpinan sejumlah media di Kalimantan Selatan, baik media cetak, online dan elektronik. (NHF/RIW/RH)

Luncurkan “Suluh Rindu”, Kang Abik Sampaikan Pesan Ini

BANJARMASIN – Dalam rangka mempromosikan perpustakaan, sekaligus promosi minat baca, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menghadirkan Novelis Indonesia, Habiburrahman El Shirazy yang akrab disapa Kang Abik.

Kehadiran Kang Abik dengan novel barunya berjudul Suluh Rindu ini l, disambut antusias pustakawan, penulis, mahasiswa dan masyarakat Kalsel, yang hadir langsung di aula Dispersip Kalsel, Senin (25/7).

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin menyampaikan pesan-pesan pembangun jiwa yang terdapat di dalam novel-novel Kang Abik ini.

“Semoga hikmah yang terkandung di dalam novel Kang Abik tentang pembangunan jiwa ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat Kalsel,” katanya.

Selain mempromosikan perpustakaan dan minat baca, lanjut Nurliani, kedatangan Kang Abik dengan novel barunya ini, juga untuk mengobati rasa penasaran terhadap lanjutan novel Kembara Rindu.

Sementara itu, Kang Abik mengatakan, melalui buku Suluh Rindu, dirinya ingin mengingatkan kepada para pemuda untuk turut serta membangun daerah, mengingat banyak fenomena anak muda saat ini yang berkarir di kota besar.

“Padahal di desa juga memiliki potensi yang besar, anak muda harus berani mengambil langkah untuk membangun daerahnya,” jelasnya

Tidak hanya itu, melalui buku Suluh Rindu ini, Kang Abik ingin meningkatkan kualitas literasi terhadap pembaca novelnya.

“Saya ada semacam misi untuk meningkatkan kualitas literasi pembaca saya,” ucapnya.

Lebih jauh Kang Abik menilai, Kalsel memiliki potensi yang besar, karena memiliki tradisi keilmuan yang sangat matang, dan harus terus ditingkatkan.

Pada kesempatan ini Kang Abik juga mengingatkan, kesempatan untuk sukses adalah milik semua orang, apalagi bagi mereka yang belajar sungguh-sungguh, berkerja keras serta pandai berkomunikasi. (NRH/RIW/RH)

176 Siswa Jalani Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Kalsel

BANJARBARU – Sebanyak 176 siswa mengikuti Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2022 di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Kalsel, Banjarbaru, Senin (25/7).

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rikwanto, saat memimpin Upacara Diktuk Bintara di SPN Polda Kalsel

Dipimpin Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel) Irjen Pol Rikwanto, upacara pembukaan Diktuk Bintara ini dihadiri Ketua DPRD Kalsel, Danlanal Banjarmasin, Danlanud Syamsuddin Noor, Wakajati Kalsel, Kasi Log Korem 101/Antasari, Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, Pengurus Bhayangkari, Kapolres Banjarbaru serta tamu undangan lainnya.

Membacakan amanat Kalemdiklat Polri Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Kapolda Kalsel mengucapkan selamat atas keberhasilan para peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi dan ditetapkan menjadi peserta didik pada program pendidikan pembentukan Bintara Polri gelombang II TA.2022.

“Selamat datang di lembaga pendidikan dan pelatihan Polri, tempat para siswa sekalian akan dididik, ditempa dan dilatih untuk menjadi insan Tribrata yang profesional, bermoral serta memiliki mental dan integritas yang baik,” ucapnya.

Keberhasilan dalam menempuh pendidikan ini, lanjutnya, merupakan berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, serta hasil dari perjuangan panjang dan buah ketekunan, keuletan, dan kesungguhan yang juga tentunya tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua serta keluarga.

“Manfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu dengan belajar dan berlatih secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab, dengan tekad yang kuat saya meyakini, bahwa kalian dapat mengikuti dan menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pendidikan ini dengan baik,” lanjutnya.

Kebijakan Kapolri dalam Transformasi Polri yang Presisi, membuat pendidikan menjadi aspek penting dalam mempersiapkan SDM Polri yang unggul di Era Police 4.0.

Oleh karena itu, menurutnya pendidikan pembentukan ini menjadi penting karena para Bintara Polri merupakan garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kemampuan dan perilaku para Bintara di lapangan akan menentukan wajah Polri dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada polisinya,” tuturnya.

Kapolda juga berharap seluruh siswa dapat bersih dari COVID-19 dan segala penyakit lainnya saat mengikuti pendidikan pembentukan, karena menurutnya mereka semua merupakan putra-putra Kalsel yang telah melalui berbagai macam tahapan seleksi.

“Kita dukung mereka, untuk nanti bisa menyelesaikan pendidikan dan menjadi Polisi yang baik dalam mengabdi untuk daerah Kalsel,” tutupnya

Program pendidikan pembentukan Bintara dan Tamtama Polri akan diselenggarakan dalam 2 gelombang dengan lama pendidikan setiap gelombang selama 5 bulan. Untuk Gelombang II TA.2022 yang dibuka hari ini di SPN Polda Kalsel, diikuti sebanyak 176 siswa, sementara Gelombang I TA 2023 mendatang diikuti sebanyak 268 siswa. (BIDHUMASPOLDAKALSEL-SYA/RIW/RH)

Ini Penjelasan Garuda Indonesia, Soal Penyesuaian Jadwal Penerbangan Kepulangan Jemaah Haji Debarkasi Banjarmasin

JAKARTA – “Sehubungan dengan informasi terkait penyesuaian jadwal penerbangan kepulangan kloter 1 jemaah haji asal debarkasi Banjarmasin pada Minggu (24/7), dapat kami sampaikan bahwa penyesuaian jadwal penerbangan tersebut dikarenakan adanya kendala teknis pada kondisi pesawat A330-300, pada penerbangan GA 8201 yang melayani penerbangan dari Jeddah menuju Banjarmasin, yang mengharuskan dilakukannya prosedur perbaikan secara komprehensif”, demikian disampaikan Direktur Layanan dan Niaga Garuda Indonesia, Ade R. Susardi, dalam rilisnya pada Senin (25/7).

Ade menambahkan, penyesuaian pengoperasian layanan penerbangan tersebut dilakukan setelah petugas melakukan inspeksi secara menyeluruh dalam persiapan operasional penerbangan. Dimana dalam proses inspeksi tersebut, petugas menemukan komponen pesawat yang perlu dilakukan perbaikan sebelum dioperasikan, termasuk melalui assessment, kebutuhan penggantian suku cadang komponen penunjang pada mesin pesawat.

“Hal tersebut tentunya dilakukan dengan senantiasa mengedepankan fokus penerapan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan pada seluruh lini, guna memastikan bahwa keseluruhan komponen kelayakan pesawat selalu dalam keadaan optimal ketika akan dioperasikan,” ujarnya lagi.

Sehubungan dengan penyesuaian jadwal tersebut, maka penerbangan jemaah haji kloter 1 embarkasi Banjarmasin akan diberangkatkan kembali pada Senin (25/7) pukul 12.00 waktu setempat.

Terkait dengan tindak lanjut penyesuaian jadwal tersebut, Garuda Indonesia juga telah menyampaikan sejumlah kebijakan service recovery kepada penumpang melalui pemberian fasilitas akomodasi hingga penginapan bagi keseluruhan penumpang yang terdampak.

“Melalui kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf sebesar sebarnya kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi. Tentunya hal ini menjadi catatan penting bagi kami untuk terus mengoptimalkan upaya peningkatan kualitas layanan khususnya melalui layanan penerbangan haji yang pada tahun ini kembali diberlakukan setelah lebih dari dua tahun lamanya tertunda,” tutupnya. (RIW/RH)

Gandeng 2 Rumah Sakit Gelar Baksos, Paman Yani Pastikan Pemprov Kalsel Hadir Hingga Pelosok

KOTABARU – Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat di wilayah pesisir. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi menggelar Bakti Sosial (Baksos) berupa Sunatan massal dan pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan gigi pada anak serta sikat gigi bersama di Kabupaten Kotabaru, Sabtu (23/7).

Pelaksanaan Baksos ini bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan ke-72 dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77.

Tiga tempat yakni di SDN Sarang Tiung, SDN Gedambaan serta Pantai Gedambaan Kecamatan Pulau laut Utara kabupaten Kotabaru menjadi sasaran pelaksanaan Baksos ini.

“Penyuluhan kesehatan gigi ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Karena dapat memberikan edukasi kepada anak-anak untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut,” ujar Paman Yani -sapaan akrabnya Muhammad Yani Helmi- usai membuka kegiatan Baksos di titik pertama.

Kerusakan gigi menurut Paman Yani, telah banyak menjadi penyebab terhentinya cita-cita anak-anak di Banua. Sebut saja keinginan untuk menjadi seorang polisi, tentara atau profesi lainnya harus terhenti hanya karena kerusakan pada gigi.

“Kalau SDM atau skill anak Banua dijamin bersaing,” ucapnya.

Senada dengan Yani Helmi, Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Teguh Hadianto menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini sebagai bentuk pelayanan terhadap masyarakat.

“Bidang kami tentu ingin memberikan pelayanan berupa menyehatkan gigi dan mulut masyarakat,” katanya.

Teguh menegaskan akan pentingnya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut sebagai investasi jangka panjang dari sisi kesehatan.

“Kesehatan Gigi dan Mulut merupakan cerminan kesehatan tubuh. Karena apabila kesehatan gigi dan mulut jelek, otomatis kesehatannya juga jelek. Karena makanan akan melewati mulut,” tegasnya.

Kebahagiaan semakin nampak di wajah Paman Yani saat dimulainya aksi bakti sosial berupa sunatan massal. Ia menyebut kegiatan ini akan menjadi sejarah bagi anak-anak yang tidak lama lagi akan beranjak dewasa. Sehingga sangat diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kita minta Pemprov Kalsel memikirkan untuk melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan. Kalau diperlukan dukungan dari Komisi II DPRD Kalsel. Kami siap membantu,” paparnya.

Terlaksananya kegiatan ini juga ujar Paman Yani, membuktikan Pemprov Kalsel tidak hanya terpusat di kota saja, tetapi hingga pelosok. Karena kegiatan ini sudah sering dilaksanakan dan menjadi komitmen oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin, Muhammad Aini mengaku sangat mendukung kegiatan ini, terbukti pihaknya menurunkan banyak personel, yakni 2 orang dokter. Apoteker 1 orang. Tenaga Paramedis Kamar operasi 8 orang. Tenaga kedaruratan 4 orang serta staf lainnya.

“Sebagai bagian dari Pemprov Kalsel yang selalu memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Maka kami juga ambil bagian untuk memberikan pelayanan kesehatan hingga kabupaten yang berada di pelosok di Kalsel,” ucapnya.

Baksos dengan tema Saijaan (Semufakat, Satu Hati dan Seiya Sekata) ini kemudian dilanjutkan di SDN Gedambaan. Dalam kegiatan ini Paman Yani berharap agar edukasi ini dapat dipahami dengan baik sedini mungkin.

Untuk diketahui kegiatan sunatan massal ini diikuti sebanyak 118 peserta di sekitar Pantai Gedambaan. 76 orang peserta pengobatan gratis serta ratusan siswa-siswi di dua sekolah yang mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan gigi pada anak serta sikat gigi bersama.

Selain memberikan pelayanan berupa Baksos, Paman Yani juga membagikan bingkisan serta uang tunai untuk para peserta. (ASC-TIM/RDM/RH)

Tim Sepakbola Kotabaru Berhasil Melaju ke Babak Semifinal Popda

BANJARMASIN – Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kalsel di Kota Banjarmasin, pada cabang olahraga sepakbola, saat ini memasuki babak semifinal, dan tim sepakbola Kotabaru berhasil melaju ke babak tersebut.

Ketua Kontingen Popda Kotabaru Kamaruddin mengatakan, pihaknya bersyukur saat ini tim sepakbola mereka, dapat melaju ke babak semifinal.

“Kami tidak menyangka tim sepakbola pelajar Kotabaru dapat masuk ke babak semifinal. Mengingat, tim lawan menampilkan permainan yang bagus,” ungkapnya.

Kamaruddin mengaku, untuk menghadapi babak semifinal tersebut, pihaknya akan memaksimalkan permainan timnya.

“Tentu kami berharap tim. Sepakbola Kotabaru dapat kembali melaju ke babak final,” ucapnya.

Sementara itu, pada cabang olahraga Sepak Takraw hanya diikuti sebanyak 11 daerah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Sepak Takraw Popda Tingkat Provinsi di Banjarmasin

Seperti yang disampaikan, Anggota Kepengurusan Persatuan Sepak Takraw Kalimantan Selatan Zainal Abidin.

“Pada kejuaraan sepak takraw pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, hanya diikuti 11 kabupaten/kota,” ucapnya.

Dua daerah tersebut, lanjutnya, yaitu, Kabupaten Batola dan Tabalong

Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah tingkat Provinsi, sepak takraw mempertandingkan nomer tim dengan sistem gugur. (SRI/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Gali Aset Pemprov Untuk Tingkatkan PAD

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus berupaya menggali aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo kepada wartawan, Kamis (21/7).

“Salah satunya dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) terkait Aset Pemprov Kalsel pada Rabu (20/7),” katanya.

Dalam rapat tersebut, lanjut Imam, pihaknya berfokus pada aset-aset apa saja yang bisa dikelola dan berpotensi menjadi peluang untuk meningkatkan PAD.

Suasana rapat Komisi II DPRD Kalsel dan Bakeuda Kalsel

“Kita ingin agar Bidang Aset bisa memberikan gambaran mengenai aset atau barang milik daerah apa saja yang bisa kita jadikan pendapatan, baik dikerjasamakan ataupun dikelola sendiri untuk meningkatkan PAD,” katanya.

Sebelumnya, dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi menambahkan agar bidang aset lebih jeli lagi untuk membedakan aset mana saja yang bisa menghasilkan pendapatan maupun tidak.

Untuk diketahui, rapat bersama Komisi II DPRD Kalsel dihadiri Kepala Bagian Aset Bakeuda Kalsel Kusnan Amin. (NRH/RDM/RH)

Pansus Mulai Bahas Raperda Pengendalian Banjir di Kalsel

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase dan Pengendalian Banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketua Pansus Raperda tersebut, Agus Mulia Husin mengatakan pihaknya menggelar rapat pembahasan yang dihadiri diantaranya Biro Hukum Provinsi Kalsel, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR), Balai Wilayah Sungai Kalimantan Selatan, serta Tenaga Ahli, Rabu (20/7).

Menurut Agus, Raperda inisiatif Komisi III tersebut dilatarbelakangi peristiwa banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kalsel pada tahun 2021 yang lalu yang merupakan fenomena yang sangat mungkin terulang kembali.

“Bahkan beberapa daerah di Kalsel, seperti Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Kotabaru, hampir setiap tahun menghadapi masalah banjir,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/7).

Selain faktor alam, banjir yang melanda Kalsel juga akibat pertumbuhan penduduk dan pengembangan wilayah yang cenderung kurang terkendali. Kondisi ini tampaknya berkaitan pula dengan pola penanganan banjir yang umumnya masih bersifat parsial sehingga tidak menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan secara tuntas.

“Oleh karena itu, guna mendapatkan pola penanganan banjir yang komprehensif dipandang perlu dilakukan penyusunan Raperda tersebut sebagai payung hukum penanganan banjir di Kalsel sesuai dengan asas otonomi dan tugas pembantuan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Agus juga mengajak untuk bersama-sama bagaimana penyelenggaraan sistem drainase dan pengendalian banjir di Kalsel bisa berjalan dengan baik.

“Bagaimana kita bersama-sama untuk mengatasi masalah banjir, mudah-mudahan kita bisa ikat dalam payung hukum supaya peran serta Provinsi terhadap wilayah Kabupaten Kota itu bisa jalan bersama-sama,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Gali Potensi Wisata, Mahasiswa Toraja Kunjungi Kalsel

BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa Toraja menggelar pertemuan nasional yang difasilitasi DPRD Kalimantan Selatan yang bertempat di aula kantor DPRD Kalsel, Kamis (21/7). Kemudian dilanjutkan dengan perjalanan wisata lokal di kota Banjarmasin hingga Minggu (25/7).

Rombongan mahasiswa Toraja tersebut disambut Ketua DPRD Kalsel, Supian HK didampingi Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini beserta jajarannya dan Staf Ahli DPRD Kalsel, Puar Junaidi.

Suasana Pembukaan acara pertemuan nasional mahasiswa Toraja Indonesia dan perjalanan wisata lokal di kota Banjarmasin.

Ketua Rombongan Pengurus Mahasiswa Toraja Agustinus Tambing mengatakan, saat ini wisata Toraja sedang berbenah diri dalam wisata Nasional. Sehingga perlu menggali masukan untuk perbandingan, terutama menyangkut kondisi wilayah yangmana potensi wisata di Toraja adalah pegunungan. Sementara di daerah Kalimantan khususnya Kalsel ini identik dengan sungai sebagai potensi wisatanya.

“Kebanyakan wisata di Toraja merupakan daerah pegunungan sementara kalsel merupakan identik dengan sungainya,” katanya.

Perbedaan kondisi alam inilah lanjut dia, yang menjadi acuan para mahasiswa Toraja melakukan perjalanannya ke Kalsel.

Sementara, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, memberikan apresiasi adanya kunjungan mahasiswa dari Pulau Sulawesi ini. Kegiatan ini, menurutnya, sebagai wujud memperkuat silaturahmi serta mengenal wisata dan kesenian khas Kalsel.

Adanya kuniungan tersebut, merupakan salah satu kebanggaan bagi Kalsel dimana provinsi lain mengenal lebih jauh budaya dan wisata yang ada di kalsel.

“Ini merupakan kebanggaan karena wisata Kalsel bisa dikenal luas hingga ke provinsi lain,”ucapnya.

Rencananya, rombongan akan mengunjungi sejumlah wisata yang berada dikalsel seperti Pasar Terapung, Pulau Kembang, Pantai Batakan. (NRH/RDM/RH)

Satgas Distribusikan 43.000 Dosis Vaksin PMK Tahap II

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah mendistribusikan vaksin PMK dan peralatan pendukungnya ke 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, pada Kamis (21/7).

Kementrian Pertanian RI telah mengirimkan bantuan vaksin PMK tahap II sebanyak 43.000 dosis untuk wilayah Kalimantan Selatan, yang diterima pada Rabu (20/7) di Balai Veteriner Banjarbaru. Selain bantuan vaksin, Kalimantan Selatan juga mendapatkan 600 botol obat hewan, untuk penanganan PMK dan juga sarana pendukung vaksinasi berupa syringe sebanyak 27.000 buah.

Sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, Tim Disbunnak bergerak cepat mendistribusikan 43.000 dosis vaksin PMK, ke seluruh Kabupaten/ Kota dengan rincian Kota Banjarmasin 100 dosis, Kota Banjarbaru 1.000 dosis, Kabupaten Banjar 6.000 dosis, Tapin 4.000 dosis, HSS 2.000 dosis, HST 3.000 dosis, HSU 1.000 dosis, Balangan 1.000 dosis, Tabalong 1.500 dosis, Tanah Laut 13.400 dosis, Tanah Bumbu 6.000 dosis, Kotabaru 2.500 dosis, dan Barito Kuala 1.500 dosis.

Selain vaksin PMK juga di distribusikan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, berupa hazmat, disinfektan dan handsanitizer untuk mendukung pelaksanaan kegiatan vaksinasi tahap II, yang secara serentak akan dilaksanakan mulai 25 Juli 2022 sampai dengan 7 Agustus 2022 di wilayah Kalimantan Selatan.

Langkah cepat yang diambil Satgas Penanganan PMK Kalsel ini, merupakan wujud aksi pemerintah daerah dalam melindungi ternak ternak masyarakat melalui peningkatan kekebalan terhadap virus PMK, hal ini sesuai dengan arahan Paman Birin, agar vaksinasi PMK tahap kedua dapat direalisasikan 100 persen secara cepat, tepat dan maksimal sebagai upaya percepatan pembebasan Kalsel dari PMK, seiring dengan langkah langkah lainnya yang dilakukan oleh Satgas Penanganan PMK Kalsel, agar Kalsel segera menjadi Zona Hijau.

Tentunya hal ini perlu komitmen dari semua kepala daerah yang ditindaklanjuti dengan gerak cepat semua jajaran Satgas Penanganan PMK Kabupaten/ Kota.

Kadisbunnak, Suparmi, pada saat pengarahan melalui Zoom Meeting meminta Kabupaten / Kota yang telah menerima vaksin agar segera melaksanakan vaksinasi pada HRP untuk vaksinasi ulang sesuai dengan waktu pelaksanaan vaksinasi tahap I yaitu 25 hingga 30 Juli. Sedangkan vaksinasi pada target HRP baru sesuai komitmen masing- masing Kabupaten/ Kota dan melaporkan seluruh kegiatan vaksinasi melalui Sistem Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) paling lambat pada 10 Agustus 2022.

“Selain itu dengan memperketat pengawasan lalu lintas HRP antar Kabupaten/Kota, meningkatkan daya tahan tubuh HRP dengan pemberian obat-obatan dan vitamin, memperketat biosekuriti pada lokus lokus HRP melalui desinfeksi secara rutin mengingat sejak 14 Juli sudah tidak ada lagi penambahan kasus baru atau nol kasus,” tutupnya. (DISBUNNAK-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version