Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Kalsel Pastikan Ketersediaan Stok Bahan Pokok

BANJARMASIN – Keresahan masyarakat akan kelangkaan dan kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjadi perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, terkhusus Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan.

Salah satunya dibuktikan oleh Komisi II DPRD Provinsi Kalsel dengan mengundang sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mitra kerjanya untuk mengikuti rapat kerja, antara lain, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalsel dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, pada Rabu (15/3).

Suasana Kegiatan Rapat Komisi II DPRD Kalsel dengan Mitra Kerja

Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, selaku pimpinan rapat, mengatakan kegiatan ini untuk mempertanyakan perkembangan harga dan stok sejumlah bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat Kalsel secara khusus.

“Menjelang Ramadan, kita menanyakan stok pangan. Tidak hanya itu, pada hari raya Idul Fitri-pun juga masyarakat kita membutuhkan banyak kebutuhan bahan pokok. Inilah yang betul-betul menjadi konsentrasi kita, yaitu ketersediaan pangan,” katanya.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Imam, melihat tahun-tahun sebelumnya akan akan ada kenaikan harga sejumlah bahan pokok menjelang hari-hari besar, termasuk juga Ramadan dan hari raya Idul Fitri ini.

Hal tersebut menurut Imam sulit untuk dihindari, mengingat kebutuhan masyarakat yang besar, terkadang tidak sebanding dengan stok yang tersedia, terutama untuk saat ini ia mengakui bahwa stok beras termasuk yang mengkhawatirkan.

“Terutama perihal beras, sangat minim. Karena, beberapa daerah hasil panennya juga belum optimas. Sampai dengan bulan Februari 2023 kemarin data-datanya masih minim sekali untuk hasil panennya,” ungkapnya.

Selain beras, menurut Imam, stok yang mengkhawatirkan dan berpotensi kelangkaan yakni ayam dan telur. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi, yakni perubahan harga khusus yang disebabkan oleh mekanisme pasar. Sehingga, harus ada perencanaan secara khusus. Imam berharap adanya ketersediaan sehingga tidak ada kelangkaan dan kekurangan pasokan.

“Mengenai harga, sepanjang stok ada, saya kira masih aman. Kalau tidak ada stok, sama saja masyarakat kita tidak bisa berbuat apa-apa,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Sekwapres RI Apresiasi Penyelenggaraan Workshop Penyusunan Pidato Pimpinan

BANJARBARU – Tim Pidato Sekretariat Wakil Presiden RI menyambut baik atas terselenggaranya pelaksanaan workshop penyusunan naskah sambutan/pidato yang digelar Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel.

Peserta yang terdiri dari seluruh SKPD dilingkup Pemprov Kalsel

Kegiatan yang digelar di aula kantor Bappeda Kalsel, Rabu (15/3) tercatat diikuti ratusan peserta dari seluruh SKPD Pemerintah Provinsi.

Penyerahan cenderamata dari Stafsus Gubernur Kalsel Rizal Akbar kepada Notulis Wapres RI M Zulkarnain didampingi Kabiro Adpim Berkatullah

Notulis Wapres RI, Muchammad Zulkarnain, mengungkapkan, untuk bisa meningkatkan nilai isi di dalam naskah pidato. Tentu, yang perlu menjadi perhatian serius adalah akurasi data.

“Tetapi perlu juga up to date alias tidak bisa, ini juga sangat penting dalam penyusunan pembuatan naskah sambutan pimpinan,” ungkap penulis senior naskah pidato Wapres RI periode 2014 – 2016.

Zulkarnain yang juga menjabat Asisten Deputi Industri, Perdagangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut mengingatkan, dalam mengembangkan pidato pimpinan agar bisa lebih baik lagi perlu diasah supaya ketajaman penyusunannya dapat dipamahami.

“Saya kira ini adalah kegiatan yang sangat bagus. Tentu, harus terus kembangkan dan ditingkatkan karena teori dalam pemberian materi saja tidak cukup tanpa melakukan praktik. Terus itu, kemampuan untuk mengasah ketajaman susunan naskah sambutan/pidato juga perlu ditingkatkan,” tuturnya.

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur Kalsel, Rizal Akbar, turut pula memberikan dukungan dan dorongan kepada para peserta untuk bisa meningkatkan kapasitasnya dalam rangka penyusunan naskah sambutan/pidato.

“Harapan kita tadi, tentu kaidah-kaidah penulisan dan penyusunan juga menjadi perhatian. Sehingga, tahapannya bisa tertata dan bagus. Kalau keinginan gubernur jelas tadi up to date, clear and clean. Jangan sampai nanti data main ambil saja yang ujungnya membuat salah dan berbahaya,” ungkap dia.

Disamping itu, dirinya juga mengharapkan lagi dengan adanya rangkaian yang digelar Adpim tentu dapat menumbuhkan generasi baru dalam keahlian menyusun naskah sambutan/pidato.

“Yang tentunya dapat melahirkan kader-kader baru lagi agar keberlangsungan ahli dalam menata sambutan untuk pimpinan bisa berjalan secara berkelanjutan,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, usai membuka workshop pelatihan penyusunan naskah/pidato pimpinan, Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Kalsel, Berkatullah, membeberkan, sebagai tindaklanjut agar dapat lebih mempertajam penyusunan naskah pidato pimpinan. Salah satu langkah nyatanya adalah menggelar kegiatan serupa namun dilakukan secara berkelanjutan.

“Kita akan lanjutkan pengembangan berikutnya Focus Group Discussion (FGD) atau workshop yang skala lingkupnya lebih besar lagi,” bebernya.

Tekait akurasi data dalam menyusun sambutan pimpinan, dirinya membeberkan, harus berasal dari dinas terkait yang menggelar kegiatan. Agar dalam penyusunan pidato bisa menyesuaikan.

“Sumber data itu memang ada pada SKPD. Jadi, kita tidak hanya menerima surat permohonan sambutannya saja, tetapi, bagaimana makna dan isi dari kegiatan tersebut. Tentu sambutan yang disampaikan bisa menjadi rujukan berbagai media makanya perlu disusun dengan baik,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Dispar Kalsel Gelar Pemilihan Putra Putri Pariwisata

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan, di ruang kerjanya, pada Rabu (15/3) menjelaskan, saat ini pihaknya telah melaksanakan tahapan pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalimantan Selatan. Selama dua hari sudah digelar karantina terbuka pada tanggal 13 – 14 Maret.

Ada sebanyak 40 orang peserta mewakili Kabupaten dan Kota, dan pada Kamis hingga Sabtu akan dilanjutkan karantina tertutup, mereka akan diberikan berbagai materi diantaranya tentang Geopark Meratus.

“Pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalsel, akan kami gelar pada Sabtu Malam tanggal 18 Maret 2023 ini, di salah satu Hotel Banjarmasin,” katanya

Syarifuddin mengatakan, dengan adanya pemilihan Putra – Putri Pariwisata Kalimantan Selatan, dimaksudkan sebagai upaya untuk semakin meningkatkan promosi wisata di Banua. Terutama kemajuan destinasi wisata di tiga belas kabupaten dan kota, dan salah satunya tentang Geopark Meratus.

“Kita ingin Putra Putri Pariwisata Kalsel, dapat memahami dan menjelaskan keindahan Geopark Meratus,” pintanya.

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, setelah nanti terpilih pasangan Putra Putri Pariwisata Kalsel tahun 2023, para pemenang akan dipersiapkan mengikuti ajang lomba ke tingkat nasional. Sehingga, dengan waktu yang panjang dapat mempersiapkan secara maksimal dalam kompetisi tersebut.

“Kami sangat bangga Putri Pariwisata Kalsel, telah menorehkan Prestasi pada pemilihan Putri Pariwisata Indonesia tahun 2022 lalu, yaitu berhasil meraih gelar Putri Pariwisata Intelegensia,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Kukuhkan dan Lantik 808 Pejabat Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengukuhkan dan melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di Lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Rabu (15/3).

Sebanyak 40 Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II), 206 Pejabat Administrator (Eselon III) serta 562 Pejabat Pengawas (Eselon IV), dengan total 808 yang hadir saat itu.

Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini menyampaikan bahwa melalui kegiatan pengukuhan dan pelantikan kali ini, diharapkan ada perbaikan di dalam organisasi, menuju kemajuan. Setiap pelaksanaan pelantikan diharapkan dapat memberikan kemajuan, demi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

“Lain kepala lain pemikiran, untuk menyatukan pemikiran yg berbeda, diperlukan sinergi dan kolaborasi, dengan satu tujuan, yaitu kemajuan bersama,” ungkap Paman Birin.

Paman Birin menambahkan, dirinya juga mengingatkan pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk menyatukan pemikiran-pemikiran yang berbeda. Baik antar individu maupun antar SKPD.

“Pemerintah daerah baik itu pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota di Kalsel, seyogyanya memiliki tujuan yang sama, yaitu rakyat sejahtera,” lanjutnya.

Dirinya juga mengingatkan agar para pejabat yang dikukuhkan dan dilantik memiliki hidup yang seimbang dunia dan akhirat. Karena menurutnya, jabatan hanyalah titipan, dan merupakan amanah yang dipercayakan, yang harus dijaga.

“Jabatan hanya sekedar titipan. Jabatan adalah amanah yang dipercayakan. Agar selalu ingat bahwa surga adalah tujuan abadi. Kita sama-sama menjalankan amanah sebaik-baiknya dengan selalu berharap agar mendapatkan ridho Allah SWT,” ucapnya. (MRF/RDM/RH)

RSUD Ansari Saleh Siap Tangani Pasien Gagal Ginjal

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin terus berupaya melakukan upaya persiapan penanganan bagi pasien dengan gangguan gagal ginjal.

Direktur RSUD dr H Moch Ansari Saleh Banjarmasin, Among Wibowo mengatakan selama ini penanganan pasien dengan gangguan gagal ginjal dapat ditangani dengan baik.

“Alhamdulillah, selama ini penanganan pasien gagal ginjal ditangani dengan baik oleh tenaga kesehatan di RSUD Moch Ansari Saleh, yaitu dokter penyakit dalam dan dokter penyakit anak, serta berkolaborasi dengan dokter-dokter terkait seperti dokter spesialis urulogi dan tindakan-tindakan lainnya,” katanya kepada wartawan, Senin (13/3).

Namun, lanjut Among, untuk sementara, penanganan khusus seperti hemodialisa atau cuci darah dilaksanakan dengan rujukan ke RSUD Ulin Banjarmasin. Lantaran, saat ini di RSUD Ansari Saleh masih dalam proses penyiapan kegiatan tersebut.

Among menjelaskan penyebab penyakit gagal ginjal akut itu ada tiga faktor, diantaranya faktor prerenal, renal dan post renal.

“Faktor prerenal itu faktor yang menyebabkan perburukan fungsi ginjal sebelum organ ginjal, contohnya penyakit jantung, luka bakar, dan reaksi alergi hebat”, jelasnya.

Sedangkan faktor renal itu, lanjut Among, gagal ginjal terjadi akibat kerusakan pada ginjal, contohnya kondisi infeksi berat (sepsis), scleroderma, dan keganasan myeloma multiple.

“Untuk faktor post renal itu suatu keadaan dimana ginjal dapat membentuk urin dengan cukup baik, tapi alirannya dalam saluran kemih terhambat, contohnya seperti batu ginjal,” tuturnya.

Lebih lanjut, Among menerangkan, menurut Kementerian Kesehatan, gejala awal gagal ginjal akut yang perlu diwaspadai adalah gangguan pencernaan seperti diare, mual dan muntah, serta batuk dan pilek. Gejala bisa datang tiba-tiba, selama berjam-jam atau berhari-hari dari 3-5 hari.

“Gejala gagal ginjal pada anak dan dewasa yang dialami seperti nyeri punggung bawah, cepat lelah, perubahan suhu tubuh yang tidak stabil, sesak napas, kulit pucat, kasar dan gatal, pembengkakan pada tangan, kaki dan wajah, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan lainnya, ” katanya.

Ditambahkan Among, untuk meminimalkan kerusakan pada ginjal harus dilakukan diagnosis gagal ginjal akut sejak dini, seperti pemeriksaan laboratorium darah dan urin, tes pencitraan dan biopsi ginjal.

“Sehingga penanganannya tergantung dari penyebab gangguan ginjal dan pengobatan gagal ginjal akut umumnya memerlukan perawatan rumah sakit atau rawat inap,” terangnya.

Among pun mengimbau, dalam pencegahan gagal ginjal akut agar segera mungkin berkonsultasi ke dokter di rumah sakit atau ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. (NRH/RDM/RH)

Paman Birin Resmikan Musholla Induk Ponpes Sirajul Huda Abdurrahman

TANAH LAUT – Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor atau Paman Birin, meresmikan musholla induk Pondok Pesantren Sirajul Huda Abdurrahman, di Kabupaten Tanah Laut, Rabu (15/3) siang.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, didampingi Ketua DPRD Kalsel Supian HK, KH Wildan Salman, mantan Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan, Bupati Tanah Laut Sukamta, dan Pimpinan Ponpes Pondok Pesantren Sirajul Huda Abdurrahman Husein.

Gubernur Kalsel menggunting pita menandai diresmikannya musholla

Paman Birin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat membantu kelancaran pembangunan musholla ini, sehingga musholla ini dapat digunakan oleh masyarakat maupun para santri.

Gubernur Kalsel (kiri) tampak akrab dengan Wakil Gubernur periode sebelumnya, Rudy Resnawan (kanan)

Menurut Paman Birin, selain untuk pendidikan, pesantren dalam sejarahnya juga berperan untuk menggalang kekuatan dalam rangka merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.

“Pondok pesantren turut berkontribusi terhadap Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.

Dikatakan Paman Birin, keberadaan mushola sebagai tempat ibadah umat Islam, memiliki peran strategis dalam menumbuh kembangkan peradaban umat.

“Kita tidak ingin menjadi bangsa yang tertinggal, kita membangun secara fisik, bukannya hanya untuk kepentingan dunia tapi juga akhirat,” katanya.

Paman Birin berpesan kepada pengurus pesantren, agar musholla ini dikelola dengan manajemen yang baik, sehingga musholla ini kedepannya menjadi indah, terawat, serta dapat mengundang orang ramai untuk berkunjung dan melakukan aktivitas keagamaan di sini.

Sementara itu, Bupati Tanah Laut, Sukamta mengucapkan syukur, karena Ponpes Sirajul Huda telah menyelesaikan pembangunan musholla sejak dibangun 2 tahun lalu.

Menurutnya, perkembangan ponpes di Tanah Laut menunjukkan hasil yang menggembirakan. Jumlah ponpes meningkat dari 25 menjadi 38.

“Dulu ketika dilantik menjadi bupati, jumlah ponpes sekitar 25, Alhamdulillah sekarang menjadi 38,” katanya.

Dirinya berharap peningkatan jumlah ponpes tersebut dapat membawa keberkahan dan terhindarnya Tanah Laut dari bencana. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Ajak Masyarakat Lestarikan Olahraga Tradisional

BANJARMASIN – Dalam rangka melestarikan olahraga tradisional di Provinsi Kalimantan Selatan, maka digelar Pekan Olahraga Tradisional Daerah (Portada) Tingkat Provinsi, di Kota Banjarmasin.

Dibuka oleh Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil mewakili Gubernur Sahbirin Noor, di Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hassanudin HM, Rabu (15/3).

Plt Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil membacakan sambutan Gubernur

Dalam sambutannya Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bernostalgia, dengan permainan tradisional pada Portada ini.

“Digelarnya Portada di Kalimantan Selatan sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah Provinsi,” jelasnya.

Serta, lanjutnya, sebagai upaya pelestarian terhadap olahraga tradisional di banua.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, pihaknya tentu memberikan apresiasi kepada seluruh penggiat olahraga tradisional yang mengikuti Portada di Kota Banjarmasin.

“Peserta Portada sebanyak 900 lebih,” ungkapnya.

Menurut Hermansyah, jumlah tersebut tidaklah sedikit, tetapi sudah luar biasa.

“Animo masyarakat yang mengikuti Portada ini, tentunya sangat membanggakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Hermansyah.

Portada ini dilombakan dalam lima induk olahraga (Indorga) yakni, Sumpitan, Enggrang, Balogo, Terompah Panjang serta Hadang. Digelar Rabu 15 sampai 18 Maret 2023. (SRI/RDM/RH)

6 Hari Lagi, Siaran TV Analog Akan Dihentikan

BANJARMASIN – Hanya tersisa waktu enam hari lagi, siaran televisi analog untuk wilayah Kalimantan 1 akan dihentikan.

Suasana Rapat Koordinasi Teknis Digitalisasi Penyiaran Televisi

Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, setelah Rapat Koordinasi Teknis Digitalisasi Penyiaran Televisi, pada Selasa (14/3) di salah satu Hotel Berbintang Banjarmasin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim

Muslim menjelaskan, Rakor Teknis Digitalisasi Penyiaran Televisi Wilayah ini digelar, terkait persiapan penghentian siaran televisi analog pada pekan depan.

Penghentian siaran televisi analog bermigrasi ke digital di Kalsel 1, bersamaan dengan Bali 1 dan Sumatra Selatan 1 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

“Penghentian siaran televisi analog Wilayah Kalimantan 1 meliputi Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut,” ucapnya

Disampaikan Muslim, saat ini sudah dilakukan distribusi untuk warga tidak mampu Set Top Bok (STB) sekitar 78 persen. Ia optimis dapat terpenuhi, dan pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Pusat.

“Syarat utama menerima alat bantu siaran digital itu bagi rumah tangga miskin,” katanya

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, diwakili Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel, Subhan Noor Yaumil, mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menggapresiasi digelarnya Rapat Koordinasi Teknis Digitalisasi Penyiaran Televisi Kalimantan 1. Dengan harapan kegiatan ini dapat mewujudkan transformasi digital, guna memberikan kualitas siaran yang lebih baik kepada masyarakat.

“TV ini merupakan salah satu media elektronik, sebagai sarana informasi dan hiburan bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut Subhan menambahkan, peralihan televisi analog digital tentu memerlukan banyak persiapan, salah satunya sosialisasi kepada masyarakat. Ia meminta para distributor tidak menaikkan harga Set Top Bok (STB) di pasaran, sebagai alat pendukung siaran TV digital.

“Harga STB sekarang ini masih berkisar sekitar Rp170 ribu,” tutupnya.

Rapat koordinasi Teknis Digitalisasi Penyiaran Televisi Wilayah Kalimantan 1, juga diberikan Set Top Bok (STB) simbolis secara gratis bagi warga tidak mampu.

Staf Khusus Menkominfo, Rosarita Niken Widiastuti, menyerahkan STB untuk warga

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), menggelar Rapat Koordinasi Teknis Digitalisasi Penyiaran Televisi, dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diwakili Plt. Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Kalsel Subhan Noor Yaumil, didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel Muhamad Muslim, dihadiri Staf Khusus Menkominfo Rosarita Niken Widiastuti, Direktur Penyiaran Kominfo Geryantika Kurnia Komisioner KPI Pusat Reza, Ketua KPID Kalsel Farid Soufian, Kepala Diskominfotik Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika, beberapa Perwakilan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten dan Kota serta Media Massa. (NHF/RDM/RH)

Sambut Ramadhan, BI Kalsel Uji Coba Layanan Tukar Uang Lantatur

BANJARMASIN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menerapkan inovasi baru, berupa layanan penukaran uang Rupiah secara lantatur (layanan tanpa turun). Uji coba terhadap layanan itu akan dilaksanakan di kantor BI Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, pada Kamis (16/3) mendatang.

Dalam keterangan yang dirilis Humas BI Kalsel, Kepala Perwakilan BI Kalsel, Wahyu Pratomo mengatakan, inovasi yang dilakukan pihaknya ini, adalah wujud nyata upaya BI untuk memenuhi kebutuhan uang kartal bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kualitas yang layak edar (clean money policy).

“Inovasi ini juga dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Karena berdasarkan data historis, kebutuhan uang kartal pada momen tersebut cenderung meningkat,” tutur Wahyu.

Jika uji coba tersebut dinilai berhasil, lanjut Wahyu, maka pada Ramadhan mendatang, BI Kalsel akan membuka layanan tukar uang Rupiah lantatur secara reguler dan terjadwal. Pengumuman jadwal penukaran uang lantatur sepanjang bulan Ramadhan akan disampaikan dalam waktu dekat ini secara terpisah.

Di samping penukaran uang Rupiah secara lantatur, selama bulan Ramadhan, BI Kalsel juga menggelar layanan kas keliling susur sungai. Layanan ini terbuka bagi masyarakat umum, khususnya yang bermukim di sekitar sungai.

Berbeda dari kas keliling biasa yang menggunakan mobil khusus, kas layanan keliling susur sungai akan menggunakan kelotok (perahu bermotor) sebagai moda transportasinya.

“Kas keliling susur sungai sengaja kami sediakan untuk melayani kebutuhan penukaran uang Rupiah bagi masyarakat di pinggiran sungai, yang aksesnya sulit dijangkau oleh moda transportasi darat,” kata Wahyu.

Masyarakat yang ingin menukarkan uangnya dapat terlebih dahulu mempelajari syarat penukaran uang Rupiah melalui kas keliling yang dapat diakses pada tautan https://pintar.bi.go.id/Order/SyaratPenukaranKasKeliling maupun syarat penukaran uang rusak/uang cacat pada tautan https://pintar.bi.go.id/Order/SyaratPenukaran.

“Ke depan, BI Kalsel akan terus berkomitmen memberikan layanan kas yang prima agar masyarakat semakin mudah untuk memperoleh uang Rupiah layak edar, dalam jumlah yang cukup, dan pecahan yang sesuai”, tutup Wahyu. (BIKalsel-RIW/RDM/RH)

Sebarkan Kebahagiaan, UPZ Bank Kalsel Berbagi Paket Sembako Ramadhan

BANJARMASIN – Menyambut Ramadhan 1444 Hijriyah yang tinggal 9 hari lagi, UPZ Bank Kalsel menebarkan kebahagiaan kepada warga pra sejahtera yang bermukim di sekitar kantor pusatnya di kelurahan Kertak Baru Ilir Banjarmasin Tengah. Yakni dengan membagikan 182 paket sembako, kepada warga Belasung, dan Gang Kembang serta Gang Paripurna, pada Selasa (14/3). Penyerahan bantuan dilakukan langsung Direktur UPZ Bank Kalsel, Muhammad Fajri Muhtadi.

Senyum bahagia warga penerima bantuan paket sembako

Ditemui Abdi Persada FM usai menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga Gang Kembang dan Gang Paripurna, Direktur UPZ Bank Kalsel, Muhammad Fajri Muhtadi menjelaskan, pembagian paket sembako ini bertujuan untuk membantu warga pra sejahtera, memenuhi kebutuhan jelang Ramadhan. Selain itu, juga untuk berbagi kebahagiaan, memasuki usia Bank Kalsel yang ke-59 tahun ini.

“Pembagian paket ini juga kita laksanakan diseluruh Kalimantan Selatan, terutama bagi warga yang bermukim disekitar kantor cabang Bank Kalsel,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 4 Gang Kembang Kertak Baru Ilir, Wahdah Hana Sari mengatakan, ada 106 warga dari RT 4 dan RT 6 yang mendapatkan paket sembako UPZ Bank Kalsel ini.

“Ini pertama kalinya kami dapat paket sembako dari Bank Kalsel. Sebelumnya hanya dapat kupon daging kurban setiap Hari Raya Idul Adha. Kami berharap Bank Kalsel selalu sukses, dan mendapatkan berkah. Kami sangat berterima kasih dengan bantuan ini,” tutupnya.

Paket sembako yang dibagikan UPZ Bank Kalsel ini, terdiri dari sejumlah bahan kebutuhan pokok, yang diperlukan masyarakat mempersiapkan Ramadhan. Diantaranya beras, gula pasir, minyak goreng, ikan kaleng, serta mie instan. Para penerima paket sembako yang kebanyakan ibu – ibu ini, rela mengantre selama kurang lebih satu jam, untuk mendapatkan paket dari UPZ Bank Kalsel tersebut. (RIW/RDM/RH)

Exit mobile version