Tiga Penjabat Bupati Resmi Dilantik Gubernur Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalsel resmi melantik tiga Penjabat (Pj) Bupati di gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel pada Rabu (20/9). Adapun tuga Pj Bupati yang dilantik tersebut, yakni Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel Syamsir Rahman menjadi Pj Bupati Tanah Laut, Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Kalsel Hermansyah menjadi Pj Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Syarifuddin menjadi Pj Bupati Tapin.

Dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengucapkan selamat atas pelantikan tiga Penjabat Bupati. Jabatan tersebut merupakan suatu amanah yang yang harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya.

“Penjabat Bupati yang diangkat berasal dari jabatan pimpinan tinggi pratama, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Hal ini mencerminkan komitmen kita untuk memilih individu yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan integritas yang sesuai untuk mengemban tugas ini, ” ungkap Sahbirin Noor.

Pj Bupati yang baru saja dilantik diharapkan, agar segera bergerak, bekerja pada amanah barunya untuk menyejahterakan masyarakat.

“Kita doakan bersama penjabat yang baru dilantik selalu diberikan Allah kemudahan dan sukses hingga akhir jabatan,” tutup Sahbirin Noor.

Sementara itu, usai Pelantikan Pj Bupati, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin selaku Pj Bupati Kabupaten Tapin mengatakan, sesuai dengan arahan Gubernur Provinsi Kalsel selama menjabat sebagai Pj Bupati Kabupaten Tapin, dirinya akan fokus pada penurunan angka stunting, kemiskinan, pengangguran, karhutla, dan lainnya.

“Sesuai dengan arahan Gubernur setelah kita turun ke daerah kita akan menyesuaikan dengan tugas yang diberikan kepada kita,” ucap Syarifuddin.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kalsel Syamsir Rahman selaku Pj Bupati Kabupaten Tala, yang menyebutkan bahwa dirinya sudah Bergerak sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel, bahkan sebelumnya pihaknya telah menyalurkan air bersih ke beberapa titik untuk menanggulangi dampak dari musim kemarau.

Gubernur Kalsel (kanan) bersama Pj Bupati Tala

“Menghadapi kekeringan akibat kemarau ini kami telah mendistribusikan air bersih. Dan agar kekeringan ini tidak terulang, di tahun depan kita akan memprioritaskan ketersediaan air bersih utamanya di daerah Takisung, Panyipatan, dan Kurau” Sahut Syamsir Rahman.

Syamsir juga mengaku telah memetakan apa saja yang perlu di lakukan selama menjabat sebagai Pj Bupati Kabupaten Tala, untuk itu dalam waktu dekat ini dirinya akan melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Tala.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel Hermansyah selaku Pj Bupati Kabupaten HSS mengungkapkan, pihaknya siap melaksanakan amanah yang diberikan dengan sebaik mungkin. Dia menjelaskan bahwa dirinya akan fokus untuk melaksanakan program pengentasan stunting, pengendalian inflasi, pembangunan infrastruktur, dan pencegahan karhutla di Kabupaten HSS.

Gubernur Kalsel (kanan) bersama Pj Bupati HSS

“Kita akan sinergikan visi misi Gubernur Kalsel dengan pemerintah pusat khususnya berkaitan dengan program yang menjadi fokus kita. Besok saya akan laksanakan Rapat Koordinasi dengan Kepala SKPD dan Forkompimda setempat terkait dengan program kerja ke depan, semoga apa yang kita lakukan bisa menjadi yang terbaik bagi Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” tutup Hermansyah. (MRF/RDM/RH)

DPRD Kalsel Apresiasi Penjelasan Gubernur Kalsel Atas Rancangan APBD 2024

BANJARMASIN – Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memberikan apresiasi terhadap penjelasan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kalsel

Hal itu sebagaimana yang disampaikan salah satu fraksi DPRD Kalsel, yaitu Fraksi Golkar dalam pemandangan umumnya yang dibacakan Muhammad Yani Helmi, pada rapat paripurna DPRD Kalsel, Rabu (20/9).

Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini mengharapkan kepada Pemprov dan DPRD Kalsel bersama-sama terus berjuang di pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan terhadap pelaksanaan program yang dapat dibiayai pemerintah pusat sehingga meringankan beban yang bertumpu pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Lebih-lebih Provinsi Kalsel sebagai pintu gerbang Ibukota Nusantara sehingga mampu menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat, khususnga mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan perbaikan sumber daya manusia serta seluruh urusan wajib yang menjadi tanggungjawab penyelenggaraan pemerintah di daerah,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Fraksi PKS DPRD Kalsel dalam pemandangan umumnya yang dibacakan Gusti Rosyadi Elmi, yang mana Fraksi PKS mengapresiasi atas struktur/postur Pendapatan Daerah pada Rancangan APBD Kalsel 2024, yang disampaikan oleh Gubernur Kalsel sebesar Rp10,048 trilyun rupiah. Sedangkan Belanja Daerah pada Rancangan APBD 2024 yang dianggarkan sebesar Rp10,3 trilyun. Pada posisi penerimaan pembiayaan, yaitu pada jenis pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya, dianggarkan sebesar Rp108,7 milyar dan pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp57,4 milyar.

“Semoga apa yang dianggarkan semuanya menjadi sarana fokus untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat banua,” harapnya.

Setelah pembacaan pandangan umum Fraksi-fraksi DPRD Kalsel, rapat dilanjutkan dengan agenda tanggapan/jawaban Gubernur Kalsel yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suparmi.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel menyampaikan bahwa saran dan masukan dari Fraksi-fraksi DPRD Kalsel akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan dalam penyusunan Rancangan APBD 2024 yang berorientasi untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Untuk diketahui, rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Syaripudin didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Mariana serta dihadiri anggota DPRD Kalsel, pejabat SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan Forkopimda. (NRH/RDM/RH)

Sebulan Vakum, Operasi Pasar Murah TPID Provinsi Diserbu Antrean Warga Banjarmasin

BANJARMASIN – Setelah sebulan vakum, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar Operasi Pasar Murah pada September 2023 ini. Kota Banjarmasin menjadi lokasi kedua pelaksanaan Operasi Pasar, Rabu (20/9) di Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

Suasana antrean Operasi Pasar Murah TPID Provinsi Kalsel

Hari pertama Operasi Pasar Murah ini, langsung disambut antusias warga kota Banjarmasin, yang sudah mengantre sejak pukul 07.00 WITA. Tidak hanya di satu stand saja, antrean panjang terjadi pada semua stand SKPD lingkup pemerintah provinsi, yang mengikuti kegiatan ini. Antrean paling panjang, adalah untuk pembelian beras Bulog.

Dari sekian banyak produk pangan yang dijual pada Operasi Pasar Murah kali ini, daging sapi segar menjadi primadona pembeli. Terbukti, hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam saja, daging segar langsung habis terjual.

“Ulun (saya) datang sekitar jam setengah 7 tadi, tidak lama sudah habis saja 100 kilogram,” papar Fitriani, pedagang daging Sentra Antasari Banjarmasin, yang diminta berdagang selama 3 hari di Operasi Pasar Murah TPID Provinsi.

Antrean pembelian daging ayam pada Operasi Pasar Murah

Kepada Abdi Persada FM Fitriani menuturkan, daging sapi yang Ia bawa, dijual dengan harga 110 ribu rupiah per kilogram, atau 40 ribu rupiah lebih murah dibanding pasar.

“Dapat subsidi 40 ribu dari Dinas Perkebunan dan Peternakan,” ujarnya lagi.

Karena tidak ada pembatasan pembelian, Fitriani mengaku menjual daging sesuai permintaan pembeli. Termasuk mereka yang memborong hingga 20 kilogram.

Selain daging sapi, komoditas telur ayam juga menjadi favorit pembeli di stand Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel. Harga yang ditawarkan, adalah 40 ribu rupiah per rak atau sebanyak 30 butir telur. Dalam sekejap, produk pangan inipun langsung habis terjual.

Sementara itu, di stand Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, produk ikan segar menjadi incaran para pembeli. Hal itu karena subsidi yang diberikan terbilang besar, sehingga harganya jauh lebih murah dibanding pasar.

“Subsidi paling besar 25 ribu rupiah untuk ikan Haruan. Di pasar harganya sudah 40 ribu, di sini kami jual seharga 15 ribu rupiah per kilogram,” ujar plt Kasi P2HP Dislutkan Provinsi Kalsel, Arif Indrajaya.

Untuk memudahkan pembeli ikan segar, pada Operasi Pasar Murah kali ini, Dislutkan Provinsi menyiapkan 2 orang yang bertugas membersihkan ikan. Mereka berdua sudah dibayar 100 ribu rupiah per orang per hari.

“Kalau ada yang mau memberi lagi, silahkan saja, seikhlasnya,” tambah Arif.

Antrean panjang juga terlihat di stand Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi serta Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel. Keduanya menjual paket sembako, dengan harga subsidi.

Contohnya paket sembako yang dijual Dinas Perdagangan, dibanderol dengan harga 66 ribu rupiah. Dengan harga itu, pembeli sudah mendapatkan 2 liter minyak goreng, dan masing – masing 2 kilogram gula pasir dan tepung terigu. (RIW/RDM/RH)

Kabar Gembira, Pemkab HSS Bersama Bank Kalsel Luncurkan Program “Bunga Numasera”

HULU SUNGAI SELATAN – Dalam mewujudkan peningkatan ekonomi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), khususnya pengembangan pada Usaha Mikro, Bank Kalsel lakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten HSS meluncurkan Program Bunga Numasera pada Senin (18/9) di Pendopo, Hulu Sungai Selatan. 

Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Program Bunga Numasera oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian, Siti Erma dengan Kepala Cabang Kandangan, M. Louthfi Rahmany, yang disaksikan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dengan Bupati HSS, H. Achmad Fikry.

Bupati Hulu Sungai Selatan, H. Achmad Fikry mengucapan terima kasih atas dukungan Bank Kalsel terhadap Pemkab HSS dalam meningkatkan perekonomian daerah melalui para pelaku usaha kecil dan menengah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel atas dukungan untuk para pelaku UMKM di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam mengembangkan usahanya. Dan kabar gembira untuk Masyarakat yang berdomisili di daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan pada hari ini telah diluncurkan Program Bunga Numasera atau pinjaman tanpa bunga. Berharap dengan adanya program ini benar-benar bisa dimanfaatkan, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat akan meningkat” ungkap Fikry.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan, pada hari ini telah dilaksanakan penandatanganan Kerjasama Program Bunga Numasera dengan Pemkab, dalam rangka penguatan modal usaha mikro dan usaha kecildi Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Alhamdulillah dengan adanya Program Bunga Numasera ini, diharapkan para pelaku usaha di Kabupaten Hulu Sungai Selatan agar memanfaatkan program ini dan segera datang langsung ke kantor Bank Kalsel terdekat untuk permohonan pinjamannya, ”ucap Fachrudin. (ADV-RIW/RDN/RH)

Pemprov Kalsel Yakini Panen Padi Tahun Ini Seluas 100 Ribu Hektare

BANJAR – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu lumbung pangan Nasional. Sebabnya, target panen padi Kalsel tahun 2023 ditambah menjadi 100.000 hektare.

Hasil produksi padi di Kalsel sudah hampir mencapai 800 ribu ton dari satu juta ton target tahun ini

Menanggapi hal itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, mengaku siap mewujudkan keinginan Mentan. Apalagi, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, panen padi sejak Juli lalu hingga sekarang sudah seluas 65 ribu hektare.

“Tinggal 35 ribu hektare lagi. Target Oktober nanti bisa separuhnya dan mudah-mudahan akhir Desember sudah tercapai,” harapnya saat syukuran panen padi sekaligus memimpin Gerakan Nasional Tanam Padi, di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Selasa (19/9).

Di sisi lain, Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman, mengatakan capaian tanam dan panen padi Kalsel merupakan yang tertinggi se-Indonesia.

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman (khaki) saat memberi keterangan kepada wartawan

“Alhamdulillah, ini juga berkat pengawalan dari TNI dan Polri,” tuturnya.

Hasil capaian ini, lanjut Syamsir, menunjukkan Pemprov Kalsel tidak lengah menjaga ketahanan pangan khususnya beras dan padi. Terbukti, sampai hari ini produksi padi sudah hampir menncapai 800 ribu ton. Sementara kebutuhan di Kalsel hanya 350 ton.

“Secara regional Kalimantan, hanya Kalsel yang surplus. Saya targetkan produksi padi bisa tembus satu juta ton tahun ini,” imbuhnya.

Demi mewujudkannya, Syamsir menyebut, pihaknya telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 3miliar untuk membantu segala kebutuhan petani. Seperti bibit, pupuk dan obat-obatan tanaman padi.

“Semua kita berikan gratis kepada para petani,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Paman Birin Pimpin Gerakan Nasional Tanam Padi di Desa Sungai Rangas Hambuku

BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar syukuran panen padi dan Gerakan Nasional Tanam Padi, dalam rangka penanganan dampak El Nino, di Desa Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Selasa (19/9).

Dipimpin Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, panen dilanjutkan penanaman bibit padi di Desa itu, juga diikuti oleh Forkopimda Kalsel, Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsyie, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel Syamsir Rahman.

Sahbirin mengaku bersyukur meski kemarau dan El Nino terjadi di Kalsel, petani tetap bisa panen dan menanam padi mereka. Sehingga Gubernur akrab disapa Paman Birin optimis, hasil panen petani tahun ini bisa surplus.

“Kita patut bersyukur petani kita masih bisa panen dan menanam meski kemarau dan El Nino ini. Petani Kalsel memang luar biasa,” ujarnya.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (tengah) didampingi para tamu VVIP saat menyerahkan bantuan kepada petani Desa Sungai Rangas Hambuku

Dalam kesempatan itu, Paman Birin turut menyerahkan beberapa bantuan berupa Alat Mesin (Alsin) Pasca Panen, Lahan Budidaya Padi Biofortifikasi, Budidaya Padi Biopresisi, serta Benih Padi Inbrida Sawah.

Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al-Habsyie, menyampaikan apresiasinya kepada Kementrian Pertanian, Pemprov Kalsel, serta instansi vertikal lainnya, karena telah peduli terhadap petani di Kabupaten Banjar.

“Tahun 2023 jadi tahun yang menggembirakan bagi petani Kabupaten Banjar, karena hasil panen tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Di tengah kemarau panjang saat ini, Wabup mengaku, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan DPKP Kalsel untuk mencari solusi lahan pertanian tidak mengalami kekeringan.

“Salah satunya seperti kegiatan hari ini. Yaitu Gerakan Nasional Tanam Padi sebagai antisipasi dalam menangani El Nino,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pameran Foto Seni Budaya di Kalsel Resmi Dibuka

BANJARMASIN – Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, resmi membuka Pameran Foto Seni Budaya.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, pada Selasa (19/9) dalam sambutannya mengatakan, Pameran Foto Seni Budaya ini pertama kalinya digelar, guna menyalurkan bakat dan kreativitas, yaitu setiap Foto telah memiliki makna dan cerita, agar menjadi edukasi terutama dari kalangan peserta didik di Banua.

Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, menyerahkan Piala dan Uang Pembinaan kepada Juara I Pemenang Lomba Fotografi

“Sebelum digelar Pameran Foto Seni Budaya, kami telah melaksanakan Lomba Fotografi,” ungkapnya

Foto bersama : Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Dewan Juri dan Pemenang Lomba Fotografi

Disampaikan Suharyanti, dari kegiatan Lomba Fotografi ini diikuti sebanyak 35 peserta dan 69 Foto, karena masing-masing boleh mengirimkan 2 foto, yaitu setiap peserta wajib meng-upload di media sosial tidak boleh diprivasi. Terkait materi tentang karasminan dan pergelaran di Taman Budaya Kalsel.

“Kami sangat apresiasi para peserta yang mengikuti lomba ini,” jelasnya

Sementara itu, Kasi Promosi dan Dokumentasi Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, menambahkan, Pameran Foto Seni Budaya akan digelar selama tiga hari mulai Selasa – Kamis, pada Jam 09.00 – 21.00 WITA, bertempat di Gedung Warga Sari Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

“Mari manfaatkan waktu untuk berkunjung, melihat secara langsung hasil karya Fotografer,” tutupnya

Dalam rangkaian Pameran Foto Seni Budaya, sebelumnya juga diumumkan Pemenang Lomba Fotografi yaitu Juara I berjudul Kemeriahan Acara Festival Budaya, Juara II Seni Tari dan Juara II Semarak Festival Budaya, Juara Harapan I, Harapan II serta Favorit.

Untuk diketahui, Pameran Foto Seni Budaya, dibuka secara resmi Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, dihadiri jajaran Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Tiga Juri yaitu Latu Baskoro dari DKI Jogjakarta, Kaspul Anwar, Donny Sophandi dari Banjarmasin, dan puluhan Peserta Didik SMKN 2 dan SMKN 4 di Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Dispora Kalsel Susun DBON Daerah

BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel saat ini melakukan penyusunan, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Daerah Provinsi Kalsel.

Kepala Bagian Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto menjelaskan, dalam penyusunan tersebut Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melibatkan, daerah yang ada di 13 kabupaten dan kota yang ada di Banua.

“Dalam pelaksanaannya DBON Daerah, Provinsi mempertimbangkan cabor unggulan daerah yang tidak masuk pada DBON,” jelas Heru.

Cabor unggulan di Kalsel, tambahnya, yang tidak masuk dalam DBON seperti gulat dan tinju.

“Kedepannya, untuk pembinaan prestasi olahraga mengacu pada pembinaan olahraga unggulan di daerah masing masing,” ucap Heru.

Untuk di Provinsi Kalimantan Selatan ini, masing masing daerah memiliki cabang olahraga unggulan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menunggu penyusunan desain besar olahraga nasional daerah dari Pemerintah Kabupaten dan Kota di Banua.

“Dalam desain itu akan disusun Rencana Aksi Daerah (RAD) bagaimana pelibatan stakeholder terkait karena olahraga ini terdiri dari beberapa macam ada pendidikan, prestasi dan masyarakat,” tutur Heru lebih lanjut.

Kedepannya, kata Heru, hasil dari penyusunan ini akan ditetapkan dan dituangkan dalam bentuk Peraturan Gubernur (Pergub).

“Dengan adanya Pergub tersebut, maka pembinaan olahraga terus menerus dilakukan,” ucap Heru.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mendorong Pemerintah Daerah di 13 Kabupaten/Kota memiliki cabang olahraga unggulan minimal dua cabor sehingga dapat fokus dalam melakukan pembinaan. (SRI/RDM/RH)

Komisi III DPRD Kalsel Pelajari Pengelolaan Sampah di Jatim

BANJARMASIN – Persoalan sampah di provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) merupakan permasalahan yang serius dan semakin memperihatinkan. Hal ini menjadi perhatian khusus Komisi III DPRD Provinsi Kalsel.

Perhatian tersebut diwujudkan oleh komisi yang membidangi pembangunan dan infrastruktur itu dengan terus memperdalam materi terkait pengelolaan sampah, bahkan hingga ke luar daerah.

Suasana Studi Komparasi Komisi III DPRD Kalsel ke DPRD Jatim

Salah satunya, rombongan Komisi III DPRD Provinsi Kalsel yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah berkunjung ke DPRD Provinsi Jawa Timur untuk melakukan studi komparasi terkait pengendalian limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

“Kami angkat masalah penanganan sampah dan limbah medis atau rumah sakit,” katanya, kepada wartawan, melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (19/9).

Gusti Abidinsyah menjelaskan dalam pertemuan tersebut, diungkapkan bahwa ada beberapa hal yang dilakukan di Jawa Timur khususnya terkait pengendalian limbah bahan berbahaya dan beracun, diantaranya melakukan pembinaan pengelolaan sampah. Selain itu, Jatim juga membangun tempat khusus untuk mengelola sampah medis di kota Mojokerto.

“Nah ini yang belum ada. Nanti kita akan bicarakan apakah bisa dibangun tempat khusus untuk limbah medis di Kalsel,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Abidinsyah, Jatim juga bekerjasama pihak ketiga dimana Pemprov Jatim selaku koordinator dan pengawas pengelolaan sampah.

“Kita akan mencoba untuk mengkaji lagi bersama sesama anggota komisi ataupun mitra kerja terkait dengan segala langkah yang telah dilaksanakan di Jawa Timur untuk kemudian harapannya bisa diadopsi di Kalsel,” terangnya.

Untuk diketahui, rombongan Komisi III DPRD Kalsel diterima oleh Anggota DPRD Jatim, Hadi Dediansyah beserta jajaran Sekretariat DPRD Jatim, Senin (18/9). (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Siapkan 75 Unit PJU di 2024 Untuk Jalan Baru Menuju Bandara

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mencanangkan 75 unit Penerangan Jalan Umum (PJU) bakal terpasang disejumlah titik di lokasi jalan baru menuju Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel, Muhammad Fitri Hernadi, mengungkapkan, tentu Pemprov Kalsel juga menyiapkan fasilitas penunjang agar memudahkan masyarakat melewati jalan tersebut nantinya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalsel, M Fitri Hernadi, saat menjelaskan terkait PJU untuk jalan baru menuju Bandara Syamsudin Noor

“Jalur baru yang dibuka oleh Kementerian PUPR rencananya 2024 sudah kita siapkan. Kalau tak salah, 75 unit dan mudah-mudahan bisa membantu menerangi supaya tak ada lagi keluhan jalan utama gelap,” ujarnya, usai mengikuti peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas), di Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, baru-baru tadi.

Selain itu, ia menjelaskan, untuk jalan lama menuju bandara seluruhnya sudah diperbaiki, terlebih dilakukan penambahan.

“Kalau di sana sedang kita perbaiki dan ditambah,” bebernya.

Sebelumnya, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalsel, Azan Syariful Muaz, menyebut, memang pemasangan PJU disejumlah titik harus dilakukan seusai proyek jalan alternatif baru ini rampung dan dihibahkan penuh oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

“Tentu kita koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan setelah jalan itu rampung dibangun serta proses hibah selesai dilakukan,” ungkapnya.

Trayek dengan skema multi years tersebut, bakal menyelesaikan kurang lebih 3,2 kilo meter (KM) dari Guntung Payung ke Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Nantinya akan dikelola Pemprov Kalsel termasuk pemeliharaannya. Kita juga berharap, apabila jalan tersebut berhasil dibangun tentu tujuannya dapat memudahkan masyarakat menuju bandara,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version