Buka Education and Job Fair SMKN 2 Simpang Empat, Paman Yani : Ini Kurangi Pengangguran di Kalsel

TANAH BUMBU – Education and Job Fair SMK Negeri 2 Simpang Empat, Tanah Bumbu, resmi dibuka Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Yani Helmi, Senin (25/9). Puluhan stand berbagai perusahaan turut serta dalam kegiatan, untuk mencari pekerja sesuai kriteria mereka.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel (dua kanan) saat memukul gong tanda dibukanya Education and Job Fair di SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu

Education and Job Fair berlangsung selama dua hari, yakni 25 – 26 September 2023. Di sana juga didirikan belasan stand yang menjual berbagai hasil produksi dari pelajar. Mulai dari makanan, minuman serta berbagai snack dan olahan lainnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (kanan) saat bertanya kepada pelajar tentang produk yang mereka jual

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel akrab disapa Paman Yani mengapresiasi job fair (bursa kerja) yang bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Mikro (Dinakertrans) setempat.

“Kegiatan ini sangat bagus, karena akan membantu mengurangi tingkat pengangguran di Kalsel khususnya Kabupaten Tanah Bumbu,” tutur Paman Yani.

Terlebih, legislator Dapil VI Tanah Bumbu dan Kotabaru ini menilai, kegiatan yang dipusatkan di sekolah membuat para pelajar mempunyai gambaran tentang bagaimana etika dalam melamar kerja. Sekaligus melihat langsung proses wawancara kerja.

“Kegiatan ini juga menguntungkan bagi mereka (pelajar). Karena hasil industri mereka tentu akan menarik pengunjung yang datang. Akhirnya mereka juga punya pengalaman tentang bagaimana menjadi wirausaha,” imbuh Paman Yani.

Usai membuka kegiatan, wakil rakyat bidang keuangan dan ekonomi itu, meresmikan dan meninjau Business Center (sentra bisnis) SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu, yang didalamnya terdapat berbagai unit produksi sekolah seperti salon, minibank, studio foto, sewa kostum adat, pemeriksaan kesehatan, apotek dan minimarket.

Menurut Paman Yani, adanya sentra bisnis di sekolah jelas sangat menguntungkan. Apalagi dengan peralatan yang lengkap, SMKN 2 Simpang Empat tentu akan banyak mendapat pelanggan dari luar sekolah.

“Tinggal bagaimana promosinya, lalu agar hasil pendapatan tidak menjadi pungli (pungutan liar), maka kita harus mengupayakan agar sekolah ini menjadi BLUD ( Badan Layanan Umum Daerah),” kata Paman Yani.

Dengan menjadi BLUD, Paman Yani yang juga Ketua Pansus Pajak dan Pendapatan Retribusi Daerah mengaku, bisnis yang dijalankan oleh sekolah akan memiliki payung hukum, sehingga setiap pelanggaran seperti pungli bisa diproses ke jalur hukum.

“Semua usaha jadi legal, sehingga setiap pendapatan yang masuk juga akan jadi pemasukan bagi sekolah. Dan jelas bisa dipergunakan kembali untuk perkembangan sekolah,” beber Paman Yani.

Di tempat sama, Sekretaris Disnakertrans Tanah Bumbu Muhammad Yamani, mengaku bangga atas kemauan Paman Yani untuk membuka dan meninjau langsung job fair serta Business Center di SMKN 2 Simpang Empat.

“Suatu kehormatan Paman Yani hadir disini. Semoga kegiatan ini bisa mengurangi angka pengangguran di Tanah Bumbu,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala SMKN 2 Simpang Empat Tanah Bumbu Ika Yuliana. Ia turut mengapresiasi kehadiran Paman Yani di sekolah yang dipimpinnya. Ia berharap, kedatangan Paman Yani bisa memberi semangat perubahan bagi warga sekolah.

“Saya mewakili seluruh warga sekolah mengucapkan terimakasih atas kehadiran Paman Yani disini,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Tour De Loksado 2023, Ajak Goweser Nasional Ikut Kenalkan Wisata Banua

BANJAR – Tour De Loksado tahun 2023 sukses digelar. Sebanyak 447 goweser dari 11 provinsi secara nasional ikut berpartisipasi dan meramaikan kegiatan tersebut.

Tercatat ada 447 goweser dari 11 provinsi di Indonesia yang turut berpartisipasi dalam rangkaian Tour De Loksado Tahun 2023

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Nurul Fajar Desira, mengungkapkan, dengan digelarnya Tour De Loksado secara tak langsung juga mengenalkan Geopark Meratus.

“Penyelenggaraannya tentu berdampak sangat positif terhadap promosi wisata banua. Termasuk, bisa mengangkat perekonomian di daerah lebih baik lagi,” ujarnya, usai membuka rangkaian acara Tour De Loksado, di objek wisata alam Kiram Park, Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sabtu (23/9).

Pengangkatan bendera start yang dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, dalam gelaran Tour De Loksado 2023, di Objek Wisata Kiram Park, Kabupaten Banjar, Sabtu (23/9) pagi.

Dirinya berharap, gelaran tersebut dapat dinaikan statusnya dari ‘Tour De Loksado’ tahun depan bisa berganti Tour De Meratus. Tujuannya, agar lebih merekatkan Geopark Meratus yang tinggal selangkah lagi menuju pengakuan warisan dunia.

“Ini kan bisa lebih luas lagi mengenalkan wisata banua di mata dunia. Apalagi, Geopark Meratus selangkah lagi menjajaki pengakuan dari UNESCO Global Geopark,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengungkapkan, gelaran acara goweser ini, peserta tak hanya menikmati keindahan yang disuguhkan oleh pegunungan Meratus saja. Melainkan, acara tersebut juga dirangkai dengan adu kecepatan.

“Terbagi ada beberapa kategori, yakni perempuan, kategori laki-laki menjadi tiga berdasarkan umur,” ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, total jarak tempuh keseluruhan ‘Tour De Loksado’ mencapai 154 Kilo Meter (KM) melewati 4 kabupaten/kota. Dihitung mulai dari Kiram Park, Kabupaten Banjar, menuju Objek wisata Loksado, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HSS).

“Melintasi jalan A Yani, dari Banjarbaru sampai Kabupaten Banjar, Tapin hingga garis finishnya di kawasan strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di kandangan (HSS),” jelasnya.

Menanggapi pernyataan asisten, Syarifuddin pun merespon positif. Bahkan, menyambut baik atas usulan itu. Sehingga, ini juga tak hanya dikenal nasional melainkan juga dunia.

“Kita tentu berupaya agar wisata di Kalsel ini mampu diminati turis asing. Apalagi, awal Oktober ruter Bali – Banjarmasin kan dibuka jadi ini bisa lebih mengenalkan lagi Geopark Meratus di mata dunia,” pungkasnya.

Tercatat sebelas provinsi di Indonesia yang berpartisipasi pada balap sepeda tingkat nasional itu di antaranya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Timur (Kaltim), Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng), Jawa Barat (Jabar), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), Jakarta, Yogyakarta dan Kepulauan Riau (Kepri). (RHS/RDM/RH)

Peringatan Harjad Kota Banjarmasin ke 497, Berlangsung Meriah

BANJARMASIN – Pemko Banjarmasin merayakan puncak peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497, di Halaman Balaikota Banjarmasin, Sabtu (23/9).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, didampingi Wakil Walikota Banjarmasin Arifin Noor, dalam sambutannya mengklaim, pihaknya saat ini hampir menyelesaikan 20 janji politiknya. Untuk Pembangunan Kota Banjarmasin.

“Dengan 6 misi dan 3 program prioritas dan 20 program unggulan,” ungkap Ibnu.

Sehingga, lanjutnya, diharapkan pembangunan di Kota Banjarmasin semakin maju lagi kedepannya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Sulkan mengucapkan Selamat Hari Jadi Kota Banjarmasin, untuk seluruh elemen masyarakat di Kota ini.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kami mengucapkan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497,” ucapnya.

Dan, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan serta apresiasi atas peningkatan pembangunan di Kota Banjarmasin.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap, Kota Banjarmasin menjadi contoh bagi daerah lainnya di Banua, dalam menerapkan Kota Terbuka, untuk semua keanekaragaman budaya.

“Peran penting dalam berkolaborasi antar pemerintah, alim ulama, serta masyarakat harus tetap terjaga di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Agar, tambahnya, pembangunan di Kota Banjarmasin semakin maju lagi kedepannya.

“Sesuai dengan tema Hari Jadi Kota Banjarmasin, yaitu Banjarmasin Baiman adalah kita, mencerminkan semangat kolaborasi, kreatifitas, dan partisipasi yang telah membentuk Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kota Banjarmasin dikenal dengan keberadaan budayanya, dimana setiap warganya memiliki peran, dalam pembangunan di Kota ini.

Acara Puncak Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke 497 kali ini dihadiri Wakil Ketua Komisi III DPR RI Sultan Khairul Saleh, Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha, perwakilan Bupati dan Wakil Bupati di 13 Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Yang juga dimeriahkan dengan tarian tradisional Kota Banjarmasin, serta stand 41 macam kue tradisional Banjar. (ADV/SRI/RDM/RH)

Sambut HUT ke-78 TNI, Korem 101/Antasari Gelar Olahraga Bersama dan Bakti Sosial Kesehatan

BANJARMASIN – Olahraga bersama Forkopimda Kalimantan Selatan yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-78 Tentara Nasional Indonesia tahun 2023, berlangsung sangat meriah dan antusias.

Peserta senam SKJ 88 dalam rangka HUT ke-78 TNI

Kegiatan yang dilaksanakan di Makorem 101/Antasari, pada Minggu (24/9) ini, menggelar berbagai macam olahraga mulai dari gowes, jalan santai, senam SKJ 88, senam aerobik, bola voli, dan juga panahan.

Gowes dilepas langsung Gubernur Kalimantan Selatan yang di wakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira, didampingi Danrem 101/Antasari, Wakapolda Kalsel, Danlanal Banjarmasin dan juga Danlanud Syamsudin Noor.

Dengan rute yang dilewati untuk jarak pendek start dari Korem 101/Antasari menuju Jalan Ahmad Yani Kilometer 10 dan kembali menuju finish di Korem 101/Antasari. Sedangkan untuk jarak jauh, rute dari Korem 101/Antasari menuju Kilometef 17 dan kembali finish di Korem 101/Antasari.

Sedangkan untuk jalan santai, juga tidak kalah menarik diikuti peserta dari berbagai kalangan, dengan menempuh jarak kurang lebih 2,5 kilometer dengan rute mengelilingi Siring 0 Kilometer Banjarmasin.

Selain olahraga bersama, juga dilaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan yang dilaksanakan diseluruh jajaran Korem 101/Antasari. Yakni berupa donor darah yang berhasil mengumpulkan sebanyak 1.490 kantong darah, sunatan massal 289 orang, dan operasi katarak 50 orang, serta pelayanan kesehatan sebanyak 651 orang.

Para peserta sunatan massal dalam rangka HUT ke-78 TNI

Perlu diketahui bahwa, olahraga bersama dan bakti sosial kesehatan dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia, diikuti seluruh jajaran TNl baik TNl AD, TNl AL dan TNl AU yang terkoneksi melalui Vicon yang dipimpin langsung Panglima TNI Laksamana TNl Yudo Margono.

“Kegiatan hari ini dilaksanakan secara serentak di seluruh lndonesia, dalam rangka HUT ke-78 TNl. Kegiatan ini berlanjut sampai 5 Oktober, pada hari H nya dilaksanakan upacara parade,” katanya dalam video conference.

Pada kesempatannya yang sama, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ari Aryanto, mengatakan bahwa kegiatan olahraga bersama ini, dilaksanakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-78 Tentara Nasional Indonesia tahun 2023.

“Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT TNI, khusus hari ini kita melaksanakan olahraga bersama TNI, Polri dan masyarakat melaksanakan olahraga gowes, jalan santai, senam SKJ, senam aerobik, bola voli dan panahan,” ucapnya.

Sebagai informasi, rangkaian kegiatan ke depan masih akan dilanjutkan seperti olahraga bersama lanjutan, kejuaraan tinju, kari 6K, ziarah ke makam pahlawan, rally mobil, pagelaran wayang kulit, do’a bersama dan kegiatan puncak pelaksanaan upacara, parade dan defile pada 5 Oktober mendatang.

“Saya berharap, diusianya yang ke-78 ini, TNI semakin dekat dengan rakyat, semakin professional, dan kompak antara TNI, Polri dan masyarakat bersama-sama dalam membangun Kalimantan Selatan,” harapnya.

Sementara itu, Siti Amanah, warga Banjarmasin yang datang bersama anaknya turut sebagai peserta bakti sosial kesehatan sunatan massal, mengucapkan terimakasih kepada TNI dengan diadakannya kegiatan tersebut.

“Terimakasih adanya kegiatan sunatan massal ini, dan sangat membantu masyarakat, semoga ke depan TNI semakin jaya selalu,” ucapnya. (Penrem-RIW/RDM/RH)

Terapkan Ideologi Pancasila, Paman Yani Kagumi Toleransi Warga Desa Madu Retno

TANAH BUMBU – Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sedari dulu menjadi eksodus bagi transmigran. Meski begitu, tidak pernah terjadi permusuhan antara penduduk asli dan para pendatang.

Di Desa Madu Retno, Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu misalnya. Mayoritas penduduk desa itu merupakan transmigran asal Bali, dan diterima dengan baik oleh penduduk lokal (Suku Banjar).

Sejumlah warga terlihat fokus mendengarkan sosialisasi yang disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi

Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, sikap toleransi yang diterapkan warga desa itu merupakan sebuah rahmat sekaligus membuktikan bahwa Pancasila benar-benar bisa mempersatukan bangsa.

“Ini patut kita apresiasi dan kita syukuri. Karena apa, meski berbeda suku, berbeda agama, tetapi mereka bisa hidup damai,” ucap Paman Yani (sapaan akrab), usai menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila, di Desa Madu Retno, Jumat (22/9).

Foto bersama Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (peci) dengan beberapa warga Desa Madu Retno

Kendati begitu, lanjut Paman Yani, ideologi Pancasila harus terus ditekankan kepada mereka. Agar tidak mudah terhasut oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah bangsa dengan mengatasnamakan suku, ras dan agama.

“Sikap toleransi seperti ini penting kita jaga, agar di masa akan datang kita bisa menjadi bangsa yang besar. Di awali dari Desa Madu Retno ini,” tutur wakil rakyat dari fraksi partai Golkar itu.

Di samping itu, legislator Dapil VI Tanah Bumbu dan Kotabaru ini, menyebut, apa yang dilakukan dan diterapkan warga desa Madu Retno sudah sepatutnya menjadi contoh bagi daerah lain. Terlebih dalam kegiatan keagamaan dan dukungan terhadap kearifan lokal masing-masing suku.

“Mereka disini saling gotong royong. Ketika ada acara keagamaan Islam misalnya, warga yang beragama Hindu ikut bergotong royong mendukung. Sama halnya ketika Hari Raya Nyepi, warga muslim menghormati dengan tidak membunyikan suara musik yang keras dan sebagainya,” imbuh Paman Yani.

Paman Yani berharap toleransi itu akan berdampak terhadap kemajuan dan kesejahteraan ekonomi warga desa Madu Retno.

“Tentu dukungan dari Pemerintah dan DPRD juga tidak ketinggalan. Kehadiran saya disini pun tentu saja untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka membangun Kalsel yang lebih maju kedepannya,” tutupnya.

Sementara itu, Kasubbid Politik Bakesbangpol Kalsel Harry Widhiatmoko mengatakan, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas semua lapisan masyarakat.

“Terlebih menjelang tahapan Pemilu saat ini. Masyarakat jangan mudah terprovokasi dan di adu domba. Jangan pula mudah tertipu oleh politik uang dan berita hoax. Kita harus bijak dalam menggunakan media sosial,” katanya.

Menurutnya, nilai-nilai Pancasila demi meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa yang disampaikan Paman Yani di desa itu patut diacungi jempol.

“Bentuk perhatian Paman Yani terhadap persatuan bangsa khususnya di desa ini patut diapresiasi, karena ini merupakan tugas yang tidak semua dewan bisa lakukan,” cetusnya.

Senada, tokoh masyarakat setempat, I Nengah Sudira, menyampaikan apresiasinya kepada Paman Yani. Lantaran ia menilai, sangat jarang unsur pimpinan yang mau terjun langsung ke desa walaupun hanya sekedar berkunjung.

“Apalagi sampai mau duduk bersama dengan warga dan menyampaikan wawasan tentang kebangsaan seperti yang dilakukan Paman Yani. Ini suatu kebanggaan bagi kami warga Desa Madu Retno,” ungkapnya.

Terlebih, lanjut Nengah, warga Desa Madu Retno terdiri dari tiga suku yakni Bali, Banjar dan Jawa. Wawasan kebangsaan menurutnya sangat diperlukan bagi warga agar tidak menimbulkan perpecahan.

“Melalui wawasan kebangsaan dari Paman Yani, saya berharap perbedaan yang ada di desa ini dapat menjadi suatu keanekaragaman dalam satu wadah yakni Bhinneka Tunggal Ika,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Persiapkan Sidang 10 ODCB

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tengah mempersiapkan sidang Pemeringkatan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB)

Kepada wartawan, Kepala Bidang Kebudayaan, melalui Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, pada Rabu (20/9) mengatakan, dari hasil konfirmasi dan rapat google meat, pada Senin (18/9) tadi, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan sidang sebanyak 10 usulan Objek Diduga Cagar Budaya, dengan empat Kabupaten, yaitu Kabupaten Kotabaru, Tanah Bumbu, Tapin dan Kabupaten Banjar. Ia mengapresiasi peran dari Pemerintah Daerah yang antusias untuk mengusulkan, Pemeringkatan ODCG dari tingkat Kabupaten, hingga dinaikkan ke Provinsi Kalsel.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Tiga Kabupaten seperti Kotabaru, Tanah Bumbu, Tapin masih belum memiliki Tim Ahli Cagar Budaya Bersertifikasi. Sehingga, akan dibantu sepenuhnya oleh Tim Ahli Cagar Budaya Sertifikasi Kalsel. Sedangkan dari Kabupaten Banjar sudah lama memiliki TACB Bersertifikasi,” katanya panjang lebar

Disampaikan Arry, untuk persyaratan yang harus disiapkan dalam mengusulkan menjadi Objek Diduga Cagar Budaya, ada beberapa dilengkapi diantaranya sejarah objek itu, kajian ilmiah, dan kelengkapan naskah akademik, karena akan dibahas secara detail bersama Tim Ahli Cagar Budaya Sertifikasi Kalsel.

“Sidang Pemeringkatan Cagar Budaya di tingkat Provinsi, kami rencanakan dalam waktu dekat ini,” katanya

Lebih lanjut Arry menambahkan, saat ini total sementara Cagar Budaya Pemeringkatan Provinsi ada sebanyak 10 buah yang tersebar di Kabupaten dan Kota, diantaranya Rumah Gudang, Makam Surgi Mufti, berlokasi di Jalan Sungai Jingah Banjarmasin, kemudian Rumah Balai Bini di Kelurahan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, dan dua Rumah adat Khas Banjar di Telok Selong, Kabupaten Banjar.

“Adanya Pemeringkatan CB ini, dari sebelumnya di tingkat Kabupaten/Kota, dinaikkan menjadi peringkat Provinsi Kalsel, ke depannya dapat memberikan perlindungan dan pelestarian terhadap Cagar Budaya,” tutupnya

Untuk diketahui, Cagar Budaya di Kalimantan Selatan, secara keseluruhan ada sebanyak 600 lebih, baik yang bergerak maupun tidak bergerak, tersebar di Kabupaten dan Kota. Sedangkan untuk di Museum Perjuangan (Wasaka) ada sekitar 448 buah benda koleksi bersejarah. (NHF/RDM/RH)

Pemprov dan TVRI Kalsel Tandatangani MoU Untuk Penayangan Film di Gedung Layanan Teater

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding) tentang pinjam pakai materi audio visual dengan TVRI Kalsel.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani (kiri) dan Kepala TVRI Kalsel, Hari Setiya (kanan)

Penandatanganan tersebut dilakukan langsung oleh Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie dan Kepala TVRI Stasiun Kalsel, Hari Satya di Gedung Teater Perpustakaan Palnam, Banjarmasin, Jum’at (22/9).

Suasana Nobar Film Aluh Idut di Gedung Teater Perpustakaan Palnam

Tidak hanya melakukan penandatanganan nota kesepahaman, pada kesempatan tersebut Kepala Dispersip Kalsel dan Kepala TVRI Stasiun Kalsel beserta jajarannya juga melaksanakan nonton bersama film dokumenter Pahlawan Kalsel “Aluh Idut”.

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani mengucapkan terimakasih atas kesediaan TVRI Kalsel untuk bekerjasama pinjam pakaikan produksi audio visualnya untuk diputarkan di Gedung Teater Perpustakaan Palnam.

Ia meyakini film-film tersebut akan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan khususnya tentang kebudayaan Kalsel kepada generasi muda di masa sekarang.

“Alhamdulillah hari ini kita laksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan TVRI Kalsel, ada 17 film yang dipinjam pakaikan ke kita dengan berbagai macam kategori seperti film anak, dokumenter, dan features” katanya.

Lebih lanjut, menurut Nurliani, pemutaran film produksi TVRI Kasel ini rencananya akan dilakukan bersamaan dengan pemutaran film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Mengingat jadwal pemutaran film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Gedung Teater Perpustakaan Palnam ini sangat padat dimana tercatat sebanyak 5.400 pendaftar hingga Desember mendatang.

“Sebenarnya kita ingin menjadwalkan pemutaran film dari TRVI ini seperti film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, tetapi karena jadwal pemutaran Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sangat padat sampai Desember, jadi kita sisipkan saja pemutaran film dari TRVI sebelum pemutaran film Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari” jelasnya.

Sementara itu, Kepala TVRI Kalsel, Hari Satya menambahkan bahwa kerjasama dengan Dispersip Provinsi Kalsel ini menjadi kebanggaan bagi TVRI Kalsel. Apalagi film-film tersebut akan diputar untuk anak usia sekolah, sehingga sangat bagus bagi perkembangan mereka.

“Kerjasama ini merupakan yang pertama hingga Desember mendatang. Meskipun begitu kami pasti akan evaluasi, dan kami selalu bersedia mambantu Dispersip Kasel untuk meningkatkan literasi generasi muda kita,” tuturnya.

Tidak hanya kerjasama pinjam pakai produksi audio visual, Hari juga berharap ke depan pihak bisa berkerjasama dengan Dispersip Kalsel dalam hal produksi film.

“Karena format kita dengan Dispersip Kalsel berbeda, akan lebih bagus jika ke depan bisa bekerjasama dalam tahap produksi sehingga kita bisa menentukan tema bersama-sama, film seperti apa yang cocok untuk di putar di Dispersip Kalsel,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Kualitas Udara di Banjarbaru Mulai Tidak Sehat, DLH Kalsel Himbau Gunakan Masker

BANJARBARU – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini masih terjadi membuat kualitas udara di Banjarbaru masuk kategori sangat tidak sehat. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan angka 245 dan indikator Particulate Matter (PM) sudah tercatat 2,5 sejak 18 September 2023.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, mengungkapkan, meski sempat dinyatakan membaik. Namun, hasil pemantauan yang dilakukan pihaknya pada 18 September lalu tercatat sangat tidak sehat.

Kepala DLH Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, saat menjelaskan kualitas udara di Banjarbaru

“Sempat pada 14 September lalu dari hasil yang kami dapatkan sekitar jam 12 siang udara terpantau sangat tidak sehat,” ujarnya, usai mengikuti FGD bersama Ombudsman RI di ruang Command Center Setdaprov Kalsel, Kamis (21/9) siang.

Ia menjelaskan, dari pencermatan yang mereka lakukan setiap pergantian waktu kategori pencemaran udara selalu berubah-ubah mulai sangat tidak sehat menjadi sedang.

“Data-data dari hasil pemantauan kami tangkap melalui Air Quality Monitoring System (AQMS) secara realtime terus kami informasikan ke Dinas Kesehatan Kalsel,” tuturnya.

Melihat kondisi ini, ia menghimbau, supaya masyarakat di Banjarbaru yang beraktivitas di luar rumah dapat menjaga kesehatan. Termasuk, wajib menggunakan masker.

“Ini perlu menjadi perhatian kita bersama dalam upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat termasuk sosialisasi penggunaan masker,” imbaunya.

Upaya yang dilakukan, kata dia, Dinas Lingkungan Hidup Kalsel juga baru mendapat bantuan sarana prasarana dari Badan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove (BRGRM) dalam rangka keikutsertaannya terjun melakukan pembasahan lahan.

“Kami mendapatkan tandon air portabel sebanyak 6 unit dengan kapasitas 3.000 liter dan pompanya 2 unit, selang dan konektornya ini merupakan wujud bantuan nyata dari BRGRM dalam situasi karhutla saat ini,” pungkasnya.

Sedang Banjarmasin, data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel menunjukkan masuk kualitas kategori sedang. Indeks Standar Pada Udara (ISPU) hanya diangka 62 dan Particulate Matter (PM) 2,5. (RHS/RDM/RH)

Upayakan Kinerja Pembangunan Industri Kalsel, Disperin Kalsel Selaraskan RPIP dan RPIK

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perindustrian (Disperin) Provinsi Kalsel menyelaraskan Rencana Pembangunan Industri Provinsi dan Kabupaten/Kota (RPIP dan RPIK) melalui Rapat Koordinasi (Rakor). Rakor dilaksanakan di Aula Disperin Provinsi Kalsel pada Kamis (21/9).

Kepala Disperin Provinsi Kalsel menyampaikan, sesuai program prioritas Gubernur Kalsel Tahun 2021-2024, yaitu hilirisasi industri diawali dengan penyusunan dokumen kajian hilirisasi industri dan rantai pasok bahan baku industri yang telah dilaksanakan di tahun 2022.

“Maka dari itu, hasil kajian dari perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2018 tentang RPIP Kalsel 2018-2038 menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dan pelaku industri dalam perencanaan pembangunan industri,” ucap Mahyuni kepada Abdi Persada FM, Kamis (22/9).

Industri unggulan provinsi Kalsel, seperti industri hulu agro, pengolahan karet, pengolahan logam, pengolahan hasil tambang, pengolahan hasil hutan, dan lainnya. Namun, ada juga komoditi unggulan kabupaten/kota, diantaranya dari Hulu Sungai Selatan industri hulu agro, Hulu Sungai Tengah industri pangan, Hulu Sungai Utara industri agro, Tabalong industri sandang, Balangan industri hasil hutan dan perkebunan karet, Tapin kerajinan dan aneka, Kotabaru industri logam dasar, Tanah Laut industri pengolahan hasil tambang, Barito Kuala industri hasil perkebunan, Banjar industri pengolahan lainnya, Banjarmasin industri sandang, kulit dan kerajinan serta Banjarbaru industri logam.

“Dalam memulihkan dan meningkatkan kinerja pembangunan industri, perlu disusun perencanaan pembangunan industri yang sistematis, komprehensif, solutif dan futuristik, ” lanjut Mahyuni.

Mahyuni melanjutkan, pihaknya akan terus mengupayakan pembangunan industri, seperti pemanfaatan sumber daya alam, standardisasi, P3DN, pembinaan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

“Proyeksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di sektor industri dari pengolahan migas atau non migas di tahun 2028 sebesar 20 persen lebih dan itu sebagai indikator bahwa Kalsel kedepannya akan menjadi daerah industri,” sahut Mahyuni.

Dengan hal tersebut, kedepannya diharapkan dari berbasis industri agro bisa berkembang pemanfaatan hasil tambang menjadi investasi di Kalsel, dan akan ada tumbuh kembang industri smelter mineral, baik itu biji besi dan nikel bisa menjadi sumber daya alam serta pertumbuhan tenaga kerja di sektor industri lebih besar dibandingkan kondisi sekarang. (MRF/RDM/RH)

PPLIPI Kalsel Harapkan Kehadiran Menteri PPPA Mampu Motivasi Peran Perempuan dan Anak

BANJARBARU – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, akhirnya tiba di Banjarbaru, Kamis (21/9) malam.

Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati (kiri), saat bersama Kepala Dinas PPPA dan KB Kalsel, Adi Santoso (tengah) dan Ketua Komisi Hukum dan HAM DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayanti saat berdiskusi soal program peningkatan kualitas perempuan dan anak

Kedatangannya itu disambut Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, diwakili Kepala Dinas PPPA dan KB Kalsel, Adi Santoso, yang turut didampingi sejumlah penggiat organisasi profesi lintas kesejahteraan perempuan dan anak.

Mewakili DPW Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) Kalsel, Nawang Wijayanti, mengungkapkan, kehadiran Menteri PPPA RI ke Kalsel setidaknya sudah memberikan motivasi terhadap peran perempuan di provinsi ini. Apalagi, banyak masukan yang telah diberikan.

Ketua Komisi Hukum dan HAM DPW PPLIPI Kalsel, Nawang Wijayati, saat menjelaskan terkait program peningkatan kualitas perempuan dan anak

“Kami juga sangat bangga dan termotivasi atas kehadiran Menteri PPPA menyempatkan waktunya untuk datang ke Kalsel,” ujarnya.

Ia yang juga menjabat Ketua Komisi Hukum dan HAM di PPLIPI itu berharap, program yang sudah dicanangkan bisa lebih meningkatkan peran perempuan yang tergabung dalam organisasi ataupun dari binaannya.

“Kami lebih mengenalkan kebudayaan di banua dengan meningkatkan peran serta perempuan dalam pembangunan,” ungkapnya.

Tak hanya menonjolkan peran perempuan, dia menjelaskan, PPLIPI yang juga dinaungi dan didukung Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA dan KB) Kalsel itu turut berkolaborasi memberikan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak.

“Pembinaan terus kita laksanakan termasuk kolaborasi dengan Pemprov Kalsel agar tetap berakhlak dan mempunyai budi pekerti yang baik,” papar Nawang.

Sementara itu, Ketua Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kalsel, Mariani, menyampaikan, turut mendukung sejumlah program pemerintah dalam merealisasikan peningkatan peran perempuan dan anak untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Tentu kami juga ikut membantu percepatan dalam penyelesaian yang dihadapi perempuan dan anak sampai sekarang ini masalah-masalah mereka masih menjadi PR kita bersama,” ucapnya.

Usai tiba di VIP Room bersama rombongan, Menteri PPPA Ayu Bintang Darmawati langsung dijamu Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPA dan KB) Kalsel yang turut dihadiri Pemerintah Provinsi Kalteng. (RHS/RDM/RH)

Exit mobile version