Dispersip Kalsel Dorong Percepatan Transformasi Perpustakaan Digital

BANJARMASIN – Seiring dengan berkembangnya era digitalisasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel terus mendorong percepatan transformasi perpustakan digital.

Suasana Sosialisasi Transformasi Perpustakaan Digital

Kepala Dispersip Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Akhyar menyampaikan sampai saat ini pihaknya terus berupaya menambah jumlah koleksi buku di aplikasi i-Kalsel, namun ada beberapa tantangan yang perlu dibenahi dan dikembangkan

“Saat ini aplikasi i-Kalsel memiliki judul buku sebanyak 6.221 atau 52.948 eksemplar dengan pengunjung sebanyak 2.028. Meskipun banyak kendala untuk membeli buku digital, kita upayakan koleksi perpustakaan digital Kalsel bertambah setiap tahun,” jelasnya kepada wartawan, usai membuka kegiatan sosialisasi Transformasi Perpustakaan Digital sebagai Media Peningkatan Literasi Masyarakat melalui Aplikasi i-Kalsel, di Aula Dispersip Provinsi Kalsel, Rabu (27/9).

Meskipun pemerintah daerah memiliki perpustakaan tradisional, menurut Wildan, hal tersebut belum cukup mengingat saat ini perpustakaan sudah mulai berkembang dan bertransformasi menuju perpustakaan digital seperti aplikasi i-Kalsel.

“Kita juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, agar perpustakan bisa di jangkau oleh siapa saja dan dimana saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Business to Government Partnership Officer Aksaramaya, Ferdy Firsyah selaku pengembang platform teknologi sekaligus narasumber sosialisasi mengatakan kegiatan tersebut fokus pada pengembangan aplikasi perpustakaan digital.

Ferdy menyebutkan pengembangan aplikasi tersebut memungkinkan buku digital milik pemerintah setempat hanya dapat dibaca di aplikasi i-Kalsel tanpa bisa diunduh untuk kepentingan apapun

“Hal itu perlu dikembangkan agar aset buku digital milik Pemprov Kalsel tidak dapat diperoleh secara ilegal ataupun dibajak pihak manapun,” tuturnya.

Ferdy juga menegaskan bahwa pemerintah harus mengutamakan hak cipta penulis dan penerbit dalam hal pengembangan aplikasi perpustakaan digital.

“Semua pihak harus mendapatkan haknya masing-masing, karena perpustakaan hadir untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi yang melibatkan para pelajar, mahasiswa dan pengelola perpustakaan se-Kalsel itu mengangkat tema “Perpustakaan Digital Berbasis Sosial Media untuk Mencerdaskan Anak Bangsa”. (NRH/RDM/RH)

Membanggakan! Ramli, Seniman Komedi Tradisional Kalsel, Raih ANUKOM 2023

JAKARTA – Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) kembali menggelar Anugerah Komedi Indonesia (ANUKOM) 2023, pada Rabu (27/9) malam di Jakarta. Disiarkan langsung salah satu televisi swasta nasional, sejumlah seniman komedi (pelawak) yang sudah dikenal luas masyarakat, mendapatkan penghargaan bergengsi tahunan bagi para seniman, yang menghibur dengan lawakannya.

Sebut saja Wendy Cagur yang mendapatkan penghargaan sebagai seniman komedi pria terfavorit. Sedangkan Ayu Ting Ting mendapatkan penghargaan seniman komedi wanita terpilih dan terfavorit.

Tahun ini merupakan penghargaan yang ke-3 kalinya, dimana Anugerah Komedi Indonesia 2023 ini terdiri dari dua sistem penilaian. Yaitu kategori ‘Terpilih’ yang merupakan hasil dari penilaian juri dan kategori ‘Terfavorit’ hasil dari voting pemirsa.

Juri yang menilai kategori ‘Terpilih’ ini, ada komedian Indro Warkop, komedian Maman dan beberapa anggota PaSKI.

Tahun ini, pertama kalinya diberikan penghargaan untuk 4 kategori khusus.  Yaitu Seniman Komedi Terpilih Kategori Pengabdian Seumur Hidup PaSKI, Program Seni Komedi Televisi Terpilih, Seniman Komedi Terpilih Kategori Legenda Pilihan PaSKI dan Seniman Komedi Tradisional Terpilih.

Kabar gembiranya, dari 4 penghargaan kategori khusus yang diberikan Anugerah Komedi Indonesia tahun ini, salah satunya diraih seniman komedi tradisional asal Kalimantan Selatan.

Melalui Sitkom Acil Mardub episode “Kisah Sang Mantan”, Ramli dipilih para juri menjadi Seniman Komedi Tradisional Terpilih tahun 2023.

Saat menerima penghargaan di panggung, Ramli mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak, termasuk PaSKI Kalimantan Selatan dan juga sang pelatih. Terima kasih juga dihaturkan kepada Anugerah Komedi Indonesia, yang memberikan penghargaan kepada para seniman tradisional.

“Dulu kami seniman komedi daerah sulit untuk mendapatkan wadah untuk berkarya. 

Bahkan mungkin jarang mendapatkan perhatian, tapi berkat adanya PASKI, sekarang kami mudah untuk berkarya dan kami juga lebih mendapatkan perhatian”, ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

Pada kategori ini, Ramli bersaing dengan 6 seniman lainnya. Yakni Suparmi, seni Randai Kuantan dari Riau,  Ti Pakuni, komedian lawas asal Gorontalo, Kelakar Palembang, Sumatera Selatan, grup lawak Garundang, Sumatera Barat, dan grup lawak Tolay Banten, serta grup lawak Oke Jawa Barat. (RIW/RDM/RH)

Tangkal Peretasan Data Informasi, Pemprov Kalsel Maksimalkan CSIRT

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel berupaya untuk menjaga data informasi agar tak mudah diretas. Apalagi, Computer Security Insedent Response Team (CSIRT) siap melakukan pengamanan 24 jam.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Muhamad Muslim, menjelaskan, keberadaan tim CSIRT tentu sangat membantu. Apalagi, anomali negatif seperti peretas (hacker) dapat dengan mudah terdeteksi.

Kadis Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim, saat menjelaskan peran CSIRT dalam menanggulangi ancaman peretasan data informasi

“Kemudian ada serangan ini segera cepat ditanggulangi. Nah, sesuai dengan SOP dan teknisnya tentu juga melibatkan stakeholder terkait agar dapat teratasi,” ujarnya, dalam sosialisasi Indeks Keamanan Informasi (KAMI) bersama kabupaten/kota, di ruang H Maksid Setdaprov Kalsel, baru-baru tadi.

Pemda kabupaten/kota yang ikut dalam sosialisasi ini lebih membahas cara menangkal peretasan data informasi

Antisipasi ini, dikatakan dia, tak hanya sebatas mendeteksi. Melainkan juga memberikan informasi terperinci langkah apa saja yang bisa dilakukan agar peretasan tak terjadi.

“Itu upaya yang kita lakukan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Terlebih lagi, Muslim menyebut, sudah bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN) dalam melakukan upaya pencegahan peretasan data informasi penting yang dimiliki pemerintah daerah.

“Karena mereka yang memberikan fasilitasi serta dukungan dalam upaya pencegahan sekaligus melakukan tindakan (proteksi) dan perbaikan,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Upayakan Perlindungan dan Pemberdayaan Konsumen, DPRD Kalsel Apresiasi BPSK Banjarmasin

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan audiensi bersama Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Banjarmasin dalam rangka penyampaian laporan pelaksanaan kegiatan dan operasional selama tahun 2023.

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Imam Suprastowo didampingi Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi dan anggota komisi II lainnya bertempat di ruang Komisi II DPRD Kalsel, Rabu (27/9) dihadiri oleh perwakilan BPSK Banjarmasin didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira beserta jajarannya.

Perwakilan BPSK Banjarmasin, Syahrani, menyampaikan bahwa di Kalsel, terhitung sejak 2018 hingga 2023, rata-rata ada 20 kasus yang mereka tangani. Kasus paling banyak, ungkapnya, ialah dari lembaga pembiayaan. Namun, 90 persen dari kasus-kasus tersebut dapat terselesaikan.

“Pada prinsipnya, BPSK ini tugasnya ialah melaksanakan penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen, dengan cara melalui mediasi atau arbitrase atau konsiliasi. Meski begitu, lembaga ini belum terlalu familiar di masyarakat dikarenakan sosialisasi kami yang masih kurang masif dan intens,” katanya.

Lebih lanjut, Syahrani mengutarakan kurangnya sosialisasi dan promosi dari BPSK ini terjadi akibat terbatasnya anggaran. Karenanya, ia meminta dukungan dari perwakilan rakyat “Rumah Banjar” untuk ikut serta mendukung kinerja dari BPSK ini.

Hal senada juga disampaikan Plt Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Nurul Fajar Desira. Menurutnya, BPSK ini masih perlu dukungan dari pihak-pihak pemangku kebijakan agar dapat bekerja secara maksimal. Ia mengatakan, dari 2018 hingga 2023, total ada Rp6 miliar lebih dana yang terselamatkan.

“Melalui pertemuan yang berharga ini, kami dengan hormat memohon BPSK ini bisa mendapatkan bisa menjadi perhatian, sehingga mendapatkan dukungan, baik dari segi publikasi dan dukungan-dukungan lainnya,” harapnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengapresiasi kinerja BPSK selama ini meski penuh dengan keterbatasan. Terkait publikasi, ia menyarankan agar bekerja sama dengan pihak-pihak media yang dimiliki oleh pemerintah daerah.

Suasana Audiensi BPSK Banjarmasin dengan Komisi II DPRD Kalsel

“Selain itu, kita nanti juga dari Komisi II, akan mencoba memperjuangkan peningkatan anggaran BPSK, sehingga mampu mengakomodir segala tantangan yang ada. BPSK ini ternyata begitu luas cakupannya, barangkali dari kita baru saja mengetahui ini. Tapi yang saya yakini BPSK ini sangat bermanfaat untuk masyarakat dalam hal perlindungan dan pemberdayaan konsumen,” jelas Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani tersebut. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Optimis Geopark Meratus Menjadi UNESCO Global Geopark

BANJARBARU – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan untuk merealisasikan Geopark Meratus menjadi UNESCO Global Geopark (UGGp) ke-11 di Indonesia. Mulai dari kajian, pemenuhan visibilitas, infrastruktur, fasilitas, dokumen hingga serangkaian promosi dan publikasi telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk menjadikan Geopark yang sejak tahun 2018 lalu, sudah mendapatkan status sebagai Geopark Nasional.

Ketua Harian Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana menyampaikan, akselerasi menuju penilaian UNESCO Global Geopark (UGGp) terus dilakukan. Dengan terwujudnya Geopark Meratus sebagai UGGp, diharapkan dapat mendorong terciptanya usaha lokal inovatif serta dapat digunakan sebagai sumber pendapatan yang dihasilkan melalui geowisata dan geoproduk, dengan sumber geologi tetap terlindungi.

Ketua BPGM Kalsel Hanifah Dwi Nirwana (kiri) bersama Wakil Ketua BPGM Kalsel Nurul Fajar Desira (kanan)

“2023 ini kita melengkapi rambu penunjuk jalan menuju situs, papan informasi yang akan bercerita sejarah dan perkembangan situs,” ungkap Hanifah saat menghadiri kegiatan Coffe Talk, oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, baru-baru tadi.

Ia menambahkan, Pemberdayaan masyarakat juga terus diupayakan, terkait bagaimana masyarakat mengelola situs, melestarikan lingkungan termasuk warisan geologi, biodiversity, budaya, juga ekonomi masyarakat yang menjadi kunci penting tumbuh bersama geopark.

“Kemudian terdapat keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan tentunya dikelola untuk keperluan konservasi, edukasi dan pembangunan berkelanjutan” tutup Hanifah.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalsel Nurul Fajar Desira menyampaikan, Pemerintah Daerah menginginkan Geopark Meratus menjadi sumber pendapatan masyarakat berbasis pariwisata, sehingga pendapatan ekonomi di Kalimantan Selatan tidak selalu bergantung pada pertambangan, tetapi dapat beralih ke ekonomi hijau yang lebih ramah lingkungan seperti Geopark Meratus.

“Langkah itu untuk mengubah pola pikir masyarakat bahwa sumber perekonomian utama tidak selalu tentang pertambangan batu bara saja, tetapi melalui pariwisata juga dapat membuka peluang besar berbagai sektor yang menjanjikan,” ucap Fajar.

Dilanjutkan Fajar, pada Oktober nanti pihaknya bersama Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI) untuk menyerahkan berkas ke UNESCO untuk mengajukan Geopark Meratus agar ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark.

“Sejak 2018 Geopark Meratus sudah mendapatkan status sebagai Geopark Nasional sehingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melakukan berbagai upaya agar situs warisan budaya tersebut mendapat pengakuan secara internasional,” tutup Fajar.

Untuk diketahui, Geopark Meratus mempunyai luas wilayah sekitar 3.645,01 km² meliputi enam kabupaten/kota, yaitu Banjarbaru, Banjarmasin, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Barito Kuala, yang terbagi empat rute, yakni rute utara, timur, selatan, dan barat dengan total 54 situs yang bisa dijelajahi. (MRF/RDM/RH)

191 Petinju Bertanding di Kejurprov Danrem CUP

BANJARMASIN – Sebanyak 191 Atlet Petinju tengah bertanding dalam Kejuaraan Provinsi Danrem CUP, bertempat di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin, Rabu (27/9)

Kejurprov Danrem CUP dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Pertina Kalsel, Ari Ariyanto, yang juga sebagai Danrem 101 Antasari, dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik serta unsur Forkopimda Kalsel.

Foto bersama : Ketua Umum Pertina Kalsel, sekaligus Danrem 101 Antasari Kalsel (ditengah), bersama jajaran Korem Antasari 101 Kalsel

Kepada sejumlah wartawan, Ketua Umum Pertina Kalsel, Ari Ariyanto, setelah menyaksikan pertandingan Tinju mengatakan, Kejuaraan Tinju ini dalam rangkaian memperingati HUT Ke – 78 TNI Tahun 2023, guna memajukan olahraga khususnya cabang Tinju, untuk mencari bibit-bibit berbakat yang mampu mengusung Prestasi Tinju Amatir Nasional.

Ketua Umum Pertina Kalsel, Ari Ariyanto, saat diwancara awak media

“Kita ingin melahirkan petinju berbakat, untuk kejuaraan yang lebih tinggi yaitu PON XXI Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara,” ucapnya

Disampaikan Ari, untuk menghasilkan petinju berbakat dan berprestasi, diperlukan pembinaan atlet sejak dini atau diusia muda, secara terpadu dan berkesinambungan. Salah satunya melalui peningkatan intensitas latihan dan frekuensi pertandingan. Sehingga digelar Kejurprov Tinju Danrem CUP Tahun 2023.

“Para Pengurus, Pelatih, dan Pendukung seluruh petinju, saya berharap dalam berlaga dikejuaraan ini penuh semangat dan sportivitas yang tinggi,” pintanya

Lebih lanjut Ari menambahkan, dalam Kejurprov Tinju Danrem CUP, telah diikuti peserta dari Kabupaten dan Kota ada sebanyak 191 atlet, terdiri dari putra 146 atlet dan putri 45 atlet. Adapun kelas yang dipertandingkan untuk putra yaitu Kadet 3 Kelas, Junior 9 Kelas, Youth 9 Kelas dan Senior 11 Kelas, memperebutkan 32 Medali Emas, 32 Perak dan 64 Medali Perunggu.

“Sedangkan untuk putri kelas yang dipertandingkan yaitu Junior 10 Kelas, Youth 9 Kelas dan Senior 9 Kelas, memperebutkan 28 Medali Emas, 28 Perak dan 56 Medali Perunggu,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

DPRD Kalteng Belajar RTRWP ke DPRD Kalsel

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berkunjung ke DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Suasana Kunker DPRD Kalteng ke DPRD Kalsel

Rombongan DPRD Kalteng yang dipimpin oleh Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Tentang RTRWP Kalteng Tahun 2023-2043, Yohannes Freddy Ering diterima oleh Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, Suwardi Sarlan dan Agus Mawardi di gedung DPRD Kalsel, Rabu (27/9).

Ketua Pansus Raperda RTRWP Kalteng, Y. Freddy Ering menjelaskan pihaknya memilih Kalsel sebagai tujuan komparasi karena Kalsel sendiri sudah memiliki Raperda RTRWP sehingga Pansus berharap mendapatkan banyak masukan dari hasil pertemuan tersebut.

“Kita belajar adanya koordinasi yang bagus antara DPRD dan Pemprov Kalsel termasuk kabupaten/kota karena pembahasan RTRWP ini sangat luas dan komprehensif serta memerlukan pengkajian yang mendalam,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Suwardi Sarlan menambahkan penyusunan RTRWP ini dapat berjalan optimal untuk kepentingan masyarakat.

“Karena RTRWP ini menata wilayah hingga 10 sampai 20 tahun ke depan, sehingga diharapkan bisa optimal untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.

Untuk diketahui, Provinsi Kalsel Kalimantan Selatan telah memiliki Peraturan Daerah tentang RTRWP Tahun 2023-2043 yang disahkan pada rapat paripurna DPRD Kalsel pada Juli 2023 lalu. (NRH/RDM/RH)

Dispersip Kalsel Kolaborasi Dengan Dispersip Banjarmasin Gelar Bimtek Pendataan Perpustakaan

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkolaborasi bersama Dispersip Kota Banjarmasin menggelar Bimbingan Teknis Pendataan Perpustakaan yang dilaksanakan di gedung Menara Pandang Banjarmasin, Rabu (27/9).

Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani yang diwakili Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Perpustakaan, Wildan Akhyar mengatakan bimtek ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait pendataan perpustakaan dan pembuatan laporan perkembangan perpustakaan.

Kabid Pelayanan dan Pembinaan Dispersip Kalsel, Wildan Akhyar (kiri) dan Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, M. Ikhsan Al-Haq (kanan)

“Melalui kegiatan ini, diharapkan akan semakin banyak perpustakaan yang ada di Kalsel memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dan dapat mengisi data perpustakaan dengan benar,” jelasnya.

Wildan mengungkapkan pendataan ini sangat penting untuk menggambarkan kondisi yang ada di lapangan yang akan menjadi masukan untuk menetapkan kebijakan di level provinsi maupun nasional.

“Ada sekitar 1.978 perpustakaan yang sudah memiliki NPP dari 4.781 perpustakaan yang ada di Kalsel. Data ini sesuai dengan Aplikasi Pendataan Perpustakaan Berbasis Wilayah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kota Banjarmasin, Muhammad Ikhsan Al-Haq menjelaskan dari 498 perpustakaan yang ada di kota Banjarmasin, sebesar 50 persen atau 250 perpustakaan diantaranya sudah memiliki NPP. Menurutnya, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam pendataan ini, diantaranya permasalahan sumber daya manusia.

“Seperti kekurangan jumlah pustakawan dan tidak ada petugas khusus perpustakaan yang mengelola perpustakaan, jadi sebagian dikerjakan oleh tenaga honorer,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Ikhsan menyatakan bimbingan teknis pendataan perpustakaan ini sangat berarti agar ke depan perkembangan perpustakaan semakin baik.

“Melalui kegiatan ini diharapkan target semua perpustakaan di Banjarmasin memiliki NPP pada tahun 2025 mendatang bisa terealisasi,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Lagi, UPZ Bank Kalsel Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Banjarmasin

BANJARMASIN – Sebagai bentuk kepedulian sosial khususnya terhadap warga yang terdampak akibat kebakaran yang sering terjadi akhir-akhir ini, Bank Kalsel melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kembali menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp46 juta rupiah, kepada 23 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak akibat kebakaran di belakang Masjid Jami. Yakni warga Gang Syukuri dan Gang Suka Damai, Kelurahan Antasan Kecil Timur Kecamatan Banjarmasin Utara, pada Selasa (26/9).

Bantuan diserahkan Direktur UPZ Bank Kalsel, M. Fajri Muhtadi kepada Haris Fadillah selaku perwakilan warga yang terdampak, dengan disaksikan Ahmad Fakhrudy Lurah Antasan Kecil Timur dan Ketua RT setempat.

Ahmad Fakhrudy mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan UPZ Bank Kalsel kepada warganya, yang terkena musibah kebakaran pada Kamis malam pekan lalu.

“Saya mewakili warga yang terkena musibah kebakaran mengucapkan terima kasih kepada Bank Kalsel dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang telah menyalurkan bantuan uang tunai. Saya juga mengimbau warga agar memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik mungkin, baik untuk menyewa rumah sementara atau membelikan beragam hal yang penting dan keperluan hidup sehari-hari,” ungkap Fakhrudy.

Pada kesempatan yang sama, Direktur UPZ Bank Kalsel, M Fajri Muhtadi mengungkapkan, bahwa bantuan yang disalurkan ini berasal dari zakat penghasilan pegawai Bank Kalsel yang dipotong setiap bulannya maupun sumbangan lainnya.

“Unit Pengumpul Zakat (UPZ) merupakan wadah untuk kami menyalurkan segala bentuk kepedulian di bidang pendidikan, kesehatan dan aktivitas sosial lainnya. Kali ini kami memberikan bantuan kepada warga Gang Syukuri dan Gang Suka Damai yang terkena musibah kebakaran. Berharap dengan bantuan yang diserahkan hari ini dapat digunakan sebagaimana mestinya dan semoga warga yang terdampak diberikan kesabaran dan ketabahan serta kita sama-sama berdoa agar tidak terjadi lagi musibah lainnya,” pungkas Fajri. (ADV-RIW/RDM/RH)

Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Sukses Gelar Lomba Maulid Habsyi

BANJARMASIN – Taman Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, sukses menggelar Lomba Maulid Habsyi untuk Pelajar.

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Suharyanti, setelah memberikan piala kepada para pemenang, pada Selasa (26/9) mengatakan, guna memberikan ruang kreativitas bagi kalangan peserta didik di Banua, pihaknya menggelar perdana Lomba Maulid Habsyi Kategori Pelajar, selama satu hari dan telah berjalan sukses. Ia berupaya, kegiatan ini akan dilaksanakan kembali pada tahun 2024 mendatang.

Kepala UPTD Taman Budaya didampingi Kasi Promosi dan Dokumentasi Taman Budaya Disdikbud Kalsel, saat diwancara

“Lomba ini sangat tepat digelar karena masih dalam bulan Rabiul Awal Tahun Hijriyah,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, Lomba Maulid Habsyi Kategori Pelajar ini, telah diikuti sebanyak 34 group yang tersebar di tiga belas Kabupaten dan Kota, satu group ada sekitar 10 hingga 15 orang, dengan dua kategori yaitu perempuan dan laki-laki. Selain itu ada satu group khusus yang mengikuti yaitu dari Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan.

“Kami apresiasi mereka turut serta tampil dan memiliki kreativitas,” jelasnya

Sementara itu, Kasi Promosi dan Dokumentasi Taman Budaya Disdikbud Kalsel, Nita Aulia, menambahkan, Lomba Maulid Habsyi Kategori Pelajar ini, ada tiga juri yang berkompeten dalam memberikan penilaian, yaitu Normansyah, M Husnul Yakin, dan Lita Ariani Thamrin. Kriteria penilaian ada tiga, vocal, musik dan adab syair.

“Untuk vokal diantaranya, keutuhan dan power suara, kesesuaian dan backing, kemudian musik, irama dasar, akurasi pukulan dan adab syair seperti keserasian busana, ekspresi serta penghayatan,” tutupnya

Foto bersama para pemenang Lomba Maulid Habsyi Kategori Pelajar

Untuk diketahui, Lomba Maulid Habsyi Kategori Pelajar, terpilih Juara Pertama untuk Kategori Putra dari MA Darul Ilmi dengan nilai 824, dan Juara Pertama Kategori Putri dari MAN 3 Banjarmasin dengan Nilai 832, dan penampil dengan bertalenta khusus, dari Group Nurul Qolbi, Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan, yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) A Negeri 3 Martapura. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version