Dukung Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah, Bank Kalsel Terus Kembangkan Layanan

BANJARMASIN – Untuk mendukung program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD), Bank Kalsel terus memperkuat kontribusinya melalui berbagai inovasi layanan digital. Dukungan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mempercepat digitalisasi transaksi keuangan dan mendukung inklusi keuangan di masyarakat.

Tentunya hal ini tidak terlepas dari arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor (Paman Birin), yang selalu menekankan pentingnya digitalisasi dalam sistem pembayaran masyarakat.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menegaskan, bahwa Bank Kalsel siap mendukung setiap inisiatif yang mendorong percepatan digitalisasi di berbagai sektor.

“Sebagai mitra pemerintah daerah, Bank Kalsel berkomitmen menyediakan solusi pembayaran yang lebih cepat, aman, dan efisien melalui berbagai kanal digital yang telah kami kembangkan,” ujar Fachrudin.

Berikut adalah berbagai layanan digital yang telah dikembangkan Bank Kalsel sebagai wujud nyata dukungan terhadap P2DD. Yakni fasilitas penerimaan pembayaran pemerintah daerah (Pemda) melalui loket teller, baik dalam bentuk tunai maupun non-tunai (pinbuk dan cek/giro).

Mobile Banking “AKSEL”, fasilitas mobile banking ini mendukung berbagai pembayaran seperti E-Samsat, PBB, PDAM, perizinan, pajak daerah, BPHTB, KIR, hingga retribusi daerah. Bank Kalsel juga bekerja sama dengan platform e-commerce seperti GoPay, Tokopedia, LinkAja, OVO, BliBli, DANA, Indomart, serta perbankan lainnya seperti UOB, BTN, dan Signal (e-Samsat), guna memudahkan masyarakat dalam pembayaran PBB dan pajak kendaraan.

Saat ini terdapat 291 unit mesin ATM dan CRM Bank Kalsel yang tersebar diseluruh wilayah Kalimantan Selatan untuk memfasilitasi pembayaran non-tunai. Kemudian EDC Bank Kalsel dioptimalkan untuk mendukung pencatatan pajak Horeca (hotel, restoran, cafe) serta penerimaan retribusi (parkir, pasar, sampah, tiket, dan lainnya).

Bank Kalsel menggunakan kode QR dari semua bank dan lembaga non-bank, termasuk untuk transaksi non-tunai oleh Pemda. Aksel Card Bank Kalsel, produk uang elektronik co-branding dengan Brizzi ini memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran non-tunai, seperti parkir, penyeberangan, dan transportasi umum. Bank Kalsel juga memiliki fasilitas virtual account yang terintegrasi dengan aplikasi milik Pemda, memungkinkan pelaporan pembayaran diterima secara real-time dan dapat dibayarkan melalui kanal transfer bank manapun.

PPOB Bank Kalsel, mendukung pembayaran untuk E-Samsat, PBB, PDAM, perizinan, pajak daerah, BPHTB, KIR, serta retribusi daerah. Internet Banking Bisnis (IBB), aplikasi yang digunakan Pemda untuk melakukan pengeluaran secara non-tunai dan real-time ini telah diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Cash Management System Pemda, dimana Bank Kalsel menyediakan sistem yang terhubung dengan sistem pengelolaan keuangan Pemda untuk pencairan SP2D dan pembayaran pajak.

CMSP DESA, aplikasi ini terintegrasi dengan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes Link) milik Kemendagri Ditjen Bina Pemerintahan Desa, mendukung tata kelola keuangan desa yang lebih efektif. SIPD, Bank Kalsel mengembangkan integrasi Host to Host dengan aplikasi SIPD milik Kemendagri untuk pengelolaan pengeluaran Pemda secara real-time. Bank Kalsel bekerjasama dengan Bank BUMN dalam mendukung transaksi non-tunai pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah.

Menurut Fachrudin, keberhasilan digitalisasi di Kalimantan Selatan tidak hanya mempercepat arus transaksi, tetapi juga mendukung inklusi keuangan, memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat yang belum terlayani perbankan.

“Penghargaan sebagai TP2DD Provinsi Terbaik Wilayah Kalimantan yang diterima Gubernur Kalsel dalam Rakornas P2DD 2024 di Jakarta pada 23 September 2024 lalu, adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi dan Bank Kalsel dalam mempercepat digitalisasi daerah dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Banua,” tukas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)

Buka Konferwil ke-XV, Paman Birin : Kader Ansor Diharapkan Jadi Garda Perdamaian dan Toleransi

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso secara resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-XV Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Selatan Tahun 2024 yang dilaksanakan di Aula Embarkasi Banjarmasin, di Banjarbaru, Senin (30/9).

Suasana pembukaan Konferwil ke-XV GP Ansor Kalsel 2024

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan kader Ansor dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setda Provinsi Kalsel, Adi Santoso menyampaikan pentingnya peran GP Ansor sebagai salah satu organisasi kepemudaan Islam terbesar di Indonesia. Ansor, yang lahir sebagai sayap organisasi Nahdlatul Ulama, telah berperan signifikan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

“Ansor tidak hanya memperjuangkan nilai-nilai Islam moderat, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Di Kalimantan Selatan, GP Ansor telah menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang, baik dalam aspek keagamaan, sosial, maupun kemasyarakatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengapresiasi kontribusi GP Ansor di Kalimantan Selatan, khususnya dalam menjaga kerukunan umat beragama dan terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial.

“Di bawah bimbingan para ulama dan tokoh masyarakat, Ansor akan terus menjadi kekuatan penting dalam pembangunan daerah dan nasional di masa depan,” katanya.

Konferwil GP Ansor ke-XI ini, menurut Paman Birin (sapaan gubernur), menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi program-program yang telah berjalan, serta merumuskan kebijakan baru yang relevan dengan tantangan zaman.

“GP Ansor harus mampu beradaptasi dengan perubahan sosial dan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, sambil tetap teguh menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman yang moderat,” jelasnya.

Adi menambahkan tantangan besar lainnya yang dihadapi saat ini adalah munculnya paham radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam kerukunan umat beragama di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, GP Ansor diharapkan terus menyebarkan pesan-pesan perdamaian, toleransi, dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Sehingga Konferwil ke-XV GP Ansor ini juga diharapkan menjadi ajang evaluasi dan pembaharuan program yang mampu menjawab tantangan zaman, terutama dalam konteks menjaga keutuhan NKRI dan memperkuat moderasi beragama.

“Semoga konferensi wilayah ke-XV GP Ansor ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang bermanfaat, tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga masyarakat Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Kalimantan Selatan, Teddy Suryana, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa momentum Konferwil ke-XI ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat peran kader GP Ansor dalam pembangunan daerah.

“Kader GP Ansor akan terus berperan aktif dalam membangun Kalimantan Selatan. Melalui momen ini, kita bersama-sama melakukan penataan organisasi ke arah yang lebih baik dan menjawab tantangan zaman,” pungkas Teddy.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, Ketua Umum GP Ansor Pusat, Addin Jauharuddin, Rais Syuriyah PW NU Kalsel, TG M. Wildan Salman, dan Penasehat GP Ansor Kalsel, Akhmad Rozanie Himawan Nugraha serta tamu undangan lainnya. (BDR/RDM/RH)

Percepat Pembentukan AKD, Pansus Tatib Minta Arahan Kemendagri

BANJARMASIN – Panitia Khusus (Pansus) Tata Tertib (Tatib) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta arahan dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai upaya percepatan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Arahan tersebut juga menjadi dasar penyelarasan pembentukan AKD dengan tatib yang baru.

Ketua Pansus Tatib DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengatakan bahwa pihaknya ingin agar tatib DPRD Kalsel yang baru, dapat lebih responsif dalam menyesuaikan tugas anggota dewan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, tantangan kedepan semakin kompleks, sehingga regulasi internal DPRD harus disusun lebih maksimal.

“Setelah konsultasi tadi, banyak pasal-pasal yang bisa kita perbaiki sesuai kondisi kebutuhan ke depan, sehingga kita dalam mensinkronisasi kemudian mengkompilasi pasal-pasal tadi, tidak berbenturan dengan peraturan perundang-undangan diatasnya,” jelasnya, baru-baru tadi.

Anggota Pansus Tatib DPRD Kalsel

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus Agus Mulia Husin menegaskan pentingnya sinkronisasi dalam pembentukan alat kelengkapan dewan, sebagai langkah awal untuk meningkatkan efektivitas kerja DPRD. Ia mengungkapkan bahwa pengesahan tatib akan segera dilanjutkan ke tahap penyelarasan melalui aplikasi I-perda.

“Mudah-mudahan di awal Oktober sudah clear semua pembahasan di tingkat pansus sampai kita ajukan ke Kemendagri,” harapnya.

Sementara itu, dari hasil pertemuan ini, Kepala Direktorat Produk Hukum Daerah Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri RI, Slamet Endarto memastikan siap membantu memfasilitasi pengesahan tatib tersebut melalui proses I-Perda.

Perwakilan Kemendagri, Slamet Endarto (kiri) dan Wakil Ketua Pansus Tatib, Agus Mulia Husin

Pansus tatib DPRD Kalsel berharap seluruh proses ini dapat selesai tepat waktu, sehingga pelaksanaan tugas anggota dewan periode 2024-2029 berjalan dengan lebih efektif dan terstruktur. (ADV-NRH/RDM/RH)

Berdayakan Disabilitas, Disnakertrans Kalsel Bentuk ULD Ketenagakerjaan

BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Transmigrasi) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) ketenagakerjaan untuk memberdayakan mereka yang mengalami keterbatasan.

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti melalui Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK), Indah Fajarwati mengatakan pembentukan Unit Layanan Disabilitas ini berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Kabid P4TK Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati

ULD ini bertujuan untuk menyediakan layanan dan fasilitas untuk penyandang disabilitas termasuk diantaranya memberikan memberikan informasi, pengembangan karier untuk penyandang disabilitas, penyediaan pelatihan keterampilan hingga pendampingan.

“Kita akan melayani tenaga kerja, baik pencari kerja maupun tenaga kerja yang sudah bekerja, yang ada hubungan kerja, baik itu ada pelanggaran normatif di pengawasan tenaga kerja maupun ada perselisihan hubungan kerja ataupun PHK, kita tetap melayani tenaga kerja difabel,” jelasnya, Senin (30/9).

Indah menerangkan dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, baru tiga kabupaten yang telah membentuk Unit Layanan Disabilitas ketenagakerjaan, yaitu kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Sisanya nanti akan kita inisiasi di tahun ini. Kita akan lakukan asistensi untuk membentuk layanan disabilitas di setiap Disnaketrans di kabupaten/kota karena pelayanannya sangat menyentuh ke pencaker,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Indah, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait pembentukan unit layanan disabilitas di 13 kabupaten/kota di Kalsel dan meminta komitmen Pemerintah Daerah untuk segera membentuk ULD.

“Walaupun mengingat anggaran yang minim, tetapi yang langkah pertama yang kita lakukan adalah menetapkan petugas-petugas melalui Surat Keputusan, baru kemudian dilengkapi sarana prasarananya,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Gema Maulid 40 Malam di Kalsel, Diharapkan Dapat Perkokoh Persatuan

BANJARMASIN – Gema Maulid 40 Malam di Kalimantan Selatan, dapat semakin memperkokoh Persatuan dan Kesatuan di Banua.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang dibacakan, Pj Bupati Tanah Laut yang juga sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman, disela kegiatan pada Jumat malam (27/9) mengatakan, dengan diselenggarakan Gema Maulid 40 Malam 1446 Hijriah hari ke 24 yang diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, maka dapat dijadikan sebagai momen berharga untuk mengenang, mempelajari, dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW, dalam bentuk memperkokoh persatuan dan kesatuan di Banua.

Pj Bupati Tanah Laut yang juga sebagai Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel Syamsir Rahman

“Momentum ini untuk melakukan refleksi diri serta merekatkan tali persaudaraan, agar secara kokoh nilai persatuan dan kesatuan,” pintanya

Sementara itu, tausiyah yang disampaikan Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Musthofa menambahkan, Nabi Besar Muhammad SAW merupakan manusia pilihan yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, beliau memiliki teladan dalam segala aspek kehidupan, mulai dari akhlak, kepemimpinan. hingga perjuangan dakwah yang penuh kesabaran dan kasih sayang.

Wakil Ketua PBNU KH Zulfa Musthofa, saat memberikan tausiyah

“Rasullulah SAW menjadi pelita dan suri teladan bagi seluruh umat mengajarkan nilai-nilai tentang kebaikan, dan toleransi,” tutupnya

Turut Hadir para ASN lingkup Pemprov Kalsel diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas PMD, Dinas ESDM, Satpol PP Damkar, Biro Organisasi dan Biro Administrasi Pembangunan, serta jamaah dari Banjarmasin dan Desa Pasangan Utara Kabupaten Banjar.

Untuk diketahui, Gema Maulid 40 Malam 1446 H hari ke 24 diinisiasi oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, bertempat di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin menghadirkan group Miftahul Musthofa Banjarmasin yang membacakan syair Maulid serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ahmad Bugdadi. (NHF/RDM/RH)

Paman Birin Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Warga Basirih Banjarmasin

BANJARMASIN – Warga Kelurahan Basirih dan Teluk Tiram serta Telawang Kecamatan Banjarmasin Barat Kota Banjarmasin, melangsungkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW pada 26 Rabiul Awal tahun 1446 Hijriah atau Minggu (29/9). Warga terlihat suka cita, karena acara mereka dihadiri Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor atau Paman Birin bersama Ketua TP PKK Kalsel, Raudatul Jannah atau Acil Odah.

Turut hadir, Lurah Basirih Fadli Aulia, anggota DPRD Kalsel, Ahmad Maulana, tokoh agama, dan para sesepuh warga, serta para ketua RT/RW Basirih dan sekitarnya.

Prosesi peringatan diawali lantunan syair maulid Grup Maulid Al-Firdaus dari Banjar Indah Permai Banjarmasin, dan pengajian ayat suci Al Quran oleh Qori Rizki.

Ketua RT setempat, Aidil Fitri selaku tuan rumah, mengatakan apa yang dihajatkan warga setempat untuk bertemu langsung Paman Birin dan Acil Odah pada kesempatan ini terkabulkan.

Dia bersama warga berharap, kegiatan seperti ini bisa berlanjut pada kesempatan lain.

“Alhamdulilah. Terimakasih Gubernur Paman Birin dan Acil Odah atas kehadiran di tengah-tengah warga,” kata Aidil Fitri.

Sementara itu, saat menyampaikan sambutannya, Paman Birin juga memanggil tujuh anak-anak dan meminta salah satunya menyebutkan lafaz Iqamah atau Qamat yaitu bacaan yang biasa diserukan sebelum shalat berjamaah.

Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad yang dihadiri Paman Birin dan Acil Odah

Antusias anak-anak pun terlihat saat menjawab seraya melafazkan Iqamah atau qamat.

Tausiyah seputar kelahiran Nabi Muhammad SAW di lapangan Kantor Basirih Jalan Intan Sari RT 18 Kecamatan Banjarmasin Barat ini, disampaikan Guru Ahmad Supian Al-Banjari.

Dikisahkan bagaimana proses kelahiran Nabi Muhammad SAW yang memiliki keistimewaan yang luar biasa dibanding manusia lainnya.

Keistimewaan dimaksud antara lain, lahir tanpa menyebabkan rasa sakit ibunya yang melahirkan, tidak ada darah yang keluar, kondisi sudah disunat atau berkhitan, dan kejadian aneh lainnya di tempat lain.

Selain memiliki sifat mulia dan bijak sehingga disenangi orang lain, secara fisik, Nabi Muhammad SAW memiliki keindahan yang sukar diungkapkan dengan kata-kata.

Sifat mulia nabi itulah ujar Guru Supian, seperti pemurah, selalu sangka baik, kasih sayang kepada manusia bahkan hewan, sepatutnya jadi teladan bagi umat muslim.

Terakhir disampaikan tentang penyakit batin yang dibenci Allah SWT seperti kikir, namun bisa diobati dengan sering membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW diakhiri dengan pembacaan tahlil dan doa. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Raudatul Jannah Terpilih Sebagai Tokoh Perempuan Kreatif dan Berpengaruh di Kalimantan Selatan

JAKARTA – Ketua TP PKK Kalimantan Selatan Raudatul Jannah, terpilih sebagai Tokoh Perempuan Kreatif dan Berpengaruh di Kalimantan Selatan pada malam penganugerahan IDeaward 2024 di Jakarta, Jumat (27/9) malam.

IDeaward merupakan ajang penghargaan ide terbaik paling bergengsi di Indonesia. Acara ini mempertemukan para pemimpin nasional, tokoh kreatif, dan instansi pemerintahan yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui ide-ide kreatif dan inovatif.

Penghargaan diberikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno kepada lima pemenang di sesi pertama. Yaitu Gubernur Sulawesi Utara, Direktur BTN, Kepala Kejaksaan Agung, Ketua TP PKK Kalimantan Selatan, dan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.

Raudatul Jannah mengucapkan syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, seraya berjanji untuk semakin kreatif dan inovatif agar dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat Banua.

“Alhamdulillah wal syukurillah, terima kasih atas kepercayaannya, mari kita terus bergerak, perkokoh banua maju dengan kekuatan rakyat,” tegasnya saat menyampaikan pidato usai menerima penghargaan.

Adapun Dewan Juri pada pelaksanaan IDeaward tahun ini yaitu Andy F.Noya, Trivet Sembel, Afutami dan Riel Tasmaya. Raudatul Jannah dinilai sebagai sosok inspiratif yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi masyarakat Kalimantan Selatan melalui berbagai program inovatif di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, serta pemberdayaan perempuan.

Penyelenggara IDeaward 2024, Riel Tasmaya menilai, Raudatul Jannah sangat pantas dan layak terpilih dalam kategori Tokoh Perempuan Kreatif dan Berpengaruh, terutama karena inisiatifnya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat serta peduli lingkungan hidup dan kesehatan.

“Dedikasi beliau sebagai Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda telah membawa perubahan positif bagi masyarakat, serta keberanian Ibu Raudatul Jannah maju sebagai Calon Gubernur Kalimantan Selatan semakin mengukuhkan beliau sebagai sosok yang patut diteladani,” terangnya.

Oleh karena itu, wajar jika Raudatul Jannah menjadi salah satu top person dan influencer di wilayah Kalimantan Selatan berdasarkan jumlah pemberitaan dan pernyataan di berbagai media, baik lokal maupun nasional.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kalsel Muhamad Muslim membenarkan data tersebut, bahwa Raudatul Jannah atau akrab disapa Acil Odah telah menjadi salah satu keyword yang paling banyak diberitakan setelah Gubernur, Sahbirin Noor atau Paman Birin.

Sepanjang 2024, ada sekitar 3.700 pemberitaan dengan kata kunci Acil odah dan menerima sentimen positif sebanyak 65.67%, netral 31.16% dan negatif hanya 3,17%,” terangnya saat ditemui secara terpisah.

Tentunya data tersebut mengkonfirmasi Raudatul Jannah sebagai tokoh yang berpengaruh di Kalimantan Selatan dan mampu membuat perubahan positif bagi masyarakat Banua.

Semoga prestasi yang telah dicapai mampu menginspirasi ide-ide kreatif dan inovatif selanjutnya bagi pembangunan daerah kita tercinta. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Siapkan Bantuan Stimulan UEP-P Sebanyak 1.275 KPM pada APBD-P 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel menyiapkan 1.275 bantuan stimulan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Perorangan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2024.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kalsel, Gusnanda Effendi mengatakan tahun ini, program UEP-P menyasar sebanyak 1.275 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalsel.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kalsel, Gusnanda Effendi

“Sebanyak 1.275 bantuan stimulan UEP Perorangan tersebut dibagi rata untuk 13 kabupaten/kota di Kalsel. Jadi setiap kabupaten/kota akan mendapatkan 98 bantuan UEP-P,” jelasnya, di ruang kerjanya, Jum’at (27/09).

Menurut Gusnanda, pihaknya sudah mengirimkan surat terkait program UEP-P tersebut kepada Dinsos Kabupaten/Kota se Kalsel untuk mengusulkan nama-nama KPM dengan jenis usaha yang akan menerima bantuan stimulan UEP-P.

Mereka yang menerima bantuan adalah yang terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (DTKS) dan Data Terpadu Sosial Banua (Datu Soban).

“Usulan tersebut dikirimkan ke Dinsos Kalsel paling lambat tanggal 30 September 2024 dengan lampiran lengkap KTP, Kartu Keluarga dan Foto. Setelah itu, kami akan seleksi pada bulan Oktober nanti,” terangnya

Adapun jenis usaha yang akan mendapatkan bantuan UEP-P yaitu makanan dan minuman serta jasa seperti potong rambut, pijat, bengkel sepeda motor, pencucian sepeda motor dan tukang bangunan.

“Bantuan UEP-P ini berupa barang dan bahan-bahan untuk usaha dengan nilai sekitar Rp3 juta/orang,” ungkapnya.

Gusnanda mengharapkan melalui pelaksanaan bantuan stimulan UEP-P ini, usaha para KPM bisa lebih berkembang sehingga terjadi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan mereka.

“Program ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Kalsel,” harapnya.

Ditambahkan Gusnanda, pihaknya juga akan menyelenggarakan bimbingan teknis bagi penerima bantuan UEP-P sesuai dengan jenis usaha masing-masing untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam berwirausaha.

“Bimtek ini untuk memberikan pengarahan, informasi, dan kiat-kiat berwirausaha yang mandiri bagi penerima bantuan UEP-P,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Jalani Orientasi Kedewanan, DPRD Provinsi Kalsel Siap Implementasikan Ilmu yang Didapatkan

JAKARTA – Setelah menyelesaikan orientasi dan pendalaman materi pimpinan dan anggota DPRD angkatan XII, Wakil Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan siap untuk mengimplementasikan pengetahuan serta ilmu yang telah didapatkan.

Suasana Kegiatan Orientasi Anggota DPRD Kalsel di Jakarta

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Alpiya Rakhman, usai mengikuti penutupan kegiatan orientasi kedewanan tersebut, pada Kamis (26/9).

“Alhamdulillah, hari ini kami sudah melakukan penutuan, yang mana orientasi ini dilaksanakan selama tiga hari, dari Selasa, Rabu, hingga Kamis hari ini. Kebersaman para peserta sangat luar biasa, yang mana juga pada orientasi kali ini bersama-sama dengan kawan-kawan DPRD Gorontalo,” kata politisi Gerindra tersebut.

Alpiya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) itu. Menurutnya, narasumber yang dihadirkan sangat berkompeten dan bahan materi yang disampaikan pun mampu memotivasi dan menggugah semangat para anggota dewan yang ada.

“Apalagi lebih banyak berdiskusi sehingga lebih interaktif,” terangnya.

Anggota DPRD Kalsel berfoto dengan salah satu pemateri, Rocky Gerung

Setelah ini, lanjut Alpiya, pihaknya akan lebih mantap untuk melaksanakan fungsi-fungsi kedewanan. Sebab, materi-materi yang disampaikan menurutnya sangat relevan, mengupas hal-hal mendasar dari tugas dan fungsi, hingga hal-hal menyangkut isu-isu global lainnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota DPRD Kalsel, Desy Oktavia Sari. Ia mengaku materi-materi yang disampaikan dalam kegiatan ini sangat penting karena membahas inti dari tugas pokok dan fungsi DPRD. Menurutnya, pemahaman yang baik tentang hal ini akan memperkuat kapasitas Anggota DPRD provinsi Kalsel sebagai wakil rakyat untuk menjalankan peran legislasi, anggaran, dan pengawasan secara optimal

“Ini memberi kami perspektif baru tentang bagaimana memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program pemerintah. Langkah ke depan adalah menerapkan pemahaman yang didapat hari ini dalam tugas sehari-hari, terutama dalam memperkuat fungsi pengawasan dan legislasi. Kami juga akan memperbanyak diskusi dan koordinasi dengan pihak eksekutif untuk memastikan kebijakan daerah berjalan efektif sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Selama 8 Hari, Pemprov Kalsel Gelar Pameran Tunggal dengan Perupa Umar Sidik

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Taman Budaya Kalsel, menggelar Pameran Tunggal dengan Perupa Umar Sidik, selama delapan hari yang dipusatkan Gedung Warga Sari Taman Budaya Kalimantan Selatan Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, saat melihat lukisan

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, disela kegiatan pada Jumat (27/9) mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi setiap lukisan yang dipamerkan merupakan hasil karya langsung seniman Perupa Umar Sidik, yang lama terjun di dunia seni rupa. Dimana, sudah berkeliling Indonesia memamerkan karya lukisnya di event Nasional, kecuali yang belum di Provinsi Bali.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel (ditengah) didampingi Perupa Umar Sidik dan Badri Hurmansyah (ki-ka)

“Pameran tunggal bertajuk “RE-RUNS SOLO EXHIBITON” konsepnya membuat penasaran dan ingin terus menikmati karyanya,” ungkap Yanti

Disampaikan Suharyanti, pameran tunggal ini merupakan pertama kali diselenggarakan sebagai bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan seniman – seniman di Banua. Yanti berharap, masyarakat dapat memanfaatkan dengan berkunjung apalagi secara gratis, mulai tanggal 27 September hingga 4 Oktober 2024 mendatang, pukul 12.00 siang – 22.00 Wita.

“Kerjasama ini dilakukan sebagai upaya dalam melestarikan dan mengembangkan karya – karya seniman di Banua,” jelasnya

Sementara itu, Perupa Umar Sidik menambahkan, Pameran tunggal bertajuk “RE-RUNS SOLO EXHIBITON” ada sebanyak 23 lukisan yang dipamerkan, diantaranya diskripsi menceritakan keberlangsungan hidup ikan arwana sebagai ikan dewa. Selain itu, pihaknya memamerkan tentang dunia lokal seperti kebudayaan pasar terapung, tradisi menginang nenek moyang serta adat dayak lainnya.

“Kami pamerankan 23 lukisan realisme dan kontemporer,” tutupnya.

Untuk diketahui, Pameran Tunggal dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Muhammadun, diwakili Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, didampingi Kepala Seksi Promosi dan Dokumentasi Taman Budaya Kalsel Nitta Aulia, serta Perupa Umar Sidik dan Badri Hurmansyah, diikuti dari kalangan Mahasiswa dan Mahasiswi Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan FKIP ULM Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version