Audensi dengan Mendagri Tito Karnavian, Plt Gubernur, Muhidin Terima Izin Asesmen Pejabat Pemprov Kalsel

JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian menyambut kedatangan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kalsel, Muhidin di Kementerian Dalam Negeri pada Kamis (12/12).

Kehadiran Plt Gubernur Kalsel ini, dalam rangkaian audensi terkait rencana asesmen pejabat Pemprov Kalsel.

Dalam penyambutan itu, Mendagri Tito Karnavian didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk dan Bima Arya Sugiarto.

Suasana audiensi Plt Gubernur Kalsel bersama Mendagri, Tito Karnavian di Jakarta

Sementara Muhidin didampingi Sekretaris Daerah Roy Rizal Anwar, Kepala Bapenda, Subhan Nor Yaumil, Kepala Dinas ESDM, Isharwanto dan Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Berkatullah.

Keakraban audensi antara Mendagri dan Plt. Gubernur Kalsel pun sangat terlihat. Dimana, dalan pertemuan itu, Muhidin menyampaikan permohonan izin asesmen pejabat Eselon II lingkup Pemprov Kalsel.

Menerima permohonan usulan asesmen itu, Mendagri Tito menyambut positif dan dipersilahkan kepada kepala daerah untuk melakukan asesmen.

Setelah audensi, Mendagri dan Muhidin pun menyempatkan untuk berfoto bersama.

Ditemui usai audiensi, Muhidin menyampaikan bahwa Mendagri Tito merestui usulan pelaksanaan asesmen di lingkup Pemprov Kalsel yang rencananya akan dilaksanakan Januari 2025 mendatang, di Jakarta.

“Hari ini kita, Alhamdulillah bisa menemui Pak Menteri untuk meminta izin melaksanakan asesmen. Dan alhamdulillah Pak Menteri Tito menyampaikan bahwa untuk kepala daerah yang sudah terpilih, diizinkan untuk melaksanakan asesmen,” sampainya.

Muhidin juga menyampaikan ucapan terima kasihnya karena Mendagri bersedia untuk menemui dan melakukan audiensi dengan dirinya terkait rencana pelaksanaan pemerintahan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah Pak Mendagri menyambut baik kunjungan ulun hari ini,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Muhidin juga menyampaikan bahwa dirinya sudah bertukar nomor ponsel dengan Mendagri Tito, demi kelancaran koordinasi di masa mendatang.

“Tadi juga berkesempatan bertukar nomor handphone dengan Pak Mendagri, untuk kemudahan koordinasi. Beliau juga menyatakan siap apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk berkunjung ke Provinsi Kalsel,” sampainya. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Lewat Program Padi Apung, Imam Subarkah Raih Penghargaan Anugerah ASN Tahun 2024

BANJARBARU – Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalimantan Selatan, berhasil meraih sertifikat penghargaan anugerah ASN tahun 2024, sebagai juara II kategori pejabat administrator terbaik. Ia adalah Imam Subarkah, Plh kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel. Penghargaan diserahkan dalam penganugerahan yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Kalsel, di hotel berbintang di Banjarbaru, Kamis (12/12).

Salah satu program yang membuat Plh Kadis PKP ini berhasil meraih penghargaan anugerah ASN tahun 2024, adalah program padi apung.

Kepada Abdi Persada FM, Imam menyampaikan bahwa budidaya padi apung adalah metode pertanian yang unik, dimana padi tumbuh diatas permukaan air dengan menggunakan sterofoam, rakit atau media apung lain. Budidaya padi apung merupakan salah satu metode budidaya padi yang sudah dilakukan sejab berabad-abad lalu di beberapan negara seperti china, myanmar dan thailand.

Plh Kadis PKP Kalsel Imam Subarkah

“Anugerah ini merupakan salah satu penerimaan yang luar biasa. Anugerah ini juga menjadi salah satu dukungan para petani di Kalimantan Selatan, yang selalu turut serta dalam meningkatkan ketahanan pangan di banua ini,” ungkap Imam.

Dilanjutkan Imam, program padi apung, sangat membantu para petani terlebih khususnya untuk peningkatan produksi tani dilahan – lahan yang terendam air.

“Program padi apung diharapkan dapat membawa Kalimantan Selatan, menjadi lumbung pangan nasional,” ungkap Imam.

Budidaya padi apung mulai dikenal di Indonesia pada awal abad ke-20, ketika orang-orang Tionghoa membawa teknologi budidaya apung dari Tiongkok ke Sumatera Utara.

Plh Kadis PKP Kalsel Imam Subarkah, yang juga merupakan Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, memandang bahwa budidaya padi apung dapat menjadi solusi untuk banyaknya luasan lahan rawa yang tidak termanfaatkan.

“Oleh karena itu, saya berinisiatif melakukan inovasi pengembangan dan modernisasi teknologi budidaya padi apung dengan menggunakan bahan-bahan yang lebih tahan lama dan bisa digunakan beberapa kali tanam (munculkan foto-foto proses pembuatan media tanam padi apung seperti sterofoam, dll), ” lanjut Imam.

Dari tahun 2020 hingga saat ini, terus dilakukan program padi apung di beberapa daerah di Kalimantan Selatan seperti Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tabalong, Tanah Laut, Banjar, Tapin dan Banjarbaru serta Barito Kuala.

Pada tahap awal pengembangan inovasi ini, Kecamatan Daha Kabupaten Hulu sungai selatan menjadi salah satu Kabupaten sebagai uji coba untuk budidaya padi apung hingga akhirnya menjadi salah satu pengembangan dalam skala luas dan berhasil panen raya budidaya padi apung.

“Metode ini terus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen serta mengatasi berbagai kendala yang muncul seperti masalah sampah dan polusi air. Selain itu, budidaya padi apung juga menjadi alternatif bagi petani yang memiliki lahan yang terbatas dan sulit diolah,” tutup Imam.

Salah satu kelebihan budidaya padi apung adalah dapat menghasilkan produksi padi yang lebih tinggi dibandingkan dengan cara budidaya padi pada umumnya. Hal ini disebabkan karena tanaman padi apung tidak terkenan serangan hama dan penyakit yang begitu besar yang biasanya menyerang tanaman padi yang ditanam di lahan biasa.

Selain itu, budidaya padi apung juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena metode ini tidak memerlukan lahan yang luas, dan petani yang sebelumnya tidak bisa menanam karena lahannya rawa, akhirnya bisa tanam dan menghasilkan padi melalui teknik budidaya ini. Dan lahan rawa juga bisa lebih maksimal dimanfaatkan.

Selain Imam Subarkah, dalam kategori Pejabat Administrator Terbaik, penghargaan juara pertama diraih oleh Adi Maulana dari Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Posisi kedua ditempati oleh Imam Subarkah dari Dinas PKP Kalsel, sementara Bambang Dedi Mulyadi dari BPBD Kalsel berhasil meraih juara ketiga.(MRF/RDM/RH)

HUT Korpri, Dispora Kalsel Gelar Lomba Bulutangkis

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan HUT Korpri Tahun 2024 ini, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menggelar lomba Bulutangkis, di Kota Banjarmasin, pada Selasa 12 sampai Rabu 11 Desember 2024.

Kabid Pembudayaan Dispora Kalsel Budiono mengatakan, pertandingan bulutangkis telah berjalan lancar dan sukses serta telah menghasilkan juara.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Alhamdulillah pertandingan berjalan lancar dan menghasilan juara,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, Rabu (11/12).

Pertandingan bulutangkis ini, lanjutnya, sebagai sarana mempererat silaturahmi dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pertandingan ini bukan hanya ajang kompetisi tetapi juga untuk menjadi semangat kebersamaan dan persaudaraan diantara sesama pegawai negeri dan tenaga kontrak,” ujarnya lebih lanjut.

Budiono berharap, meski begitu ajang pertandingan bulutangkis ini juga merupakan olahraga yang digemari dilingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Cabang olahraga Bulutangkis merupakan salah satu unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pada Pekan Olahraga Korpri Tingkat Nasional,” ucapnya.

“Tahun 2025 mendatang akan diadakan Pekan Olahraga Korpri Tingkat Nasional di Sumatera Selatan,” ungkapnya.

Cabang olahraga Bulutangkis sebagai salah satu cabang olahraga unggulan untuk Provinsi Kalimantan Selatan.

“Saat ini Dispora Kalimantan Selatan telah mempersiapkan atlet terbaik untuk mewakili Kalimantan Selatan pada pertandingan nasional tersebut,” ucap Budiono.

Seperti diketahui, pada Tahun 2023 lalu Cabang Bulutangkis Provinsi Kalimantan Selatan mampu memberikan prestasi terbaiknya pada Pekan Olahraga Korpri Tingkat Nasional. (SRI/RDM/RH)

DPRD Kalsel Terima Audiensi Konfederasi Serikat Buruh Terkait Penetapan UMSP

BANJARMASIN – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menerima audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSBSI) bersama KSBSI Provinsi Kalsel, di Gedung B DPRD Kalsel, Rabu (11/12).

Suasana audiensi organisasi buruh dan pihak-pihak terkait di DPRD Kalsel

Rombongan organisasi buruh tersebut diterima oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Kartoyo bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel, Irfan Sayuti, dan Sekretaris DPRD Kalsel, Muhammad Jaini, beserta jajaran masing-masing.

Dalam kegiatan itu, DPRD Kalsel juga turut menghadirkan perwakilan dari Dewan Pengupahan (DP) Provinsi Kalsel dan DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kalsel.

Kartoyo mengatakan, pertemuan ini untuk memfasilitasi organisasi buruh dengan pihak-pihak terkait yang membahas terkait Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) Tahun 2025.

“Karena pembahasan UMSP ini belum rampung pada rapat di Dewan Pengupahan pada 9 Desember 2024. Jadi hari ini mereka minta difasilitasi bertemu dengan pihak-pihak terkait agar UMSP ditinjau ulang,” katanya.

Kartoyo mengungkapkan pada pertemuan ini, disepakati bahwa UMSP ditinjau ulang dan mekanisme pembahasannya diserahkan kepada pihak-pihak terkait. Ia berharap, selaku fasilitator atau mediator pada pertemuan kali ini, UMPS Kalsel 2025 bisa ditetapkan dengan memperhatikan kesejahteraan pekerja serta nilainya tidak memberatkan perusahaan.

“Ibaratnya “Ular tidak kekenyangan, kodok tidak mati”, artinya kedua pihak yang ingin menyelesaikan suatu masalah dengan prinsip saling menguntungkan dan masing-masing pihak merasa puas atas keputusannya yang diambil,” harapnya. (NRH/RDM/RH)

Penyerahan DIPA dan TKD 2025, Plt. Gubernur Kalsel, Muhidin, Simak Arahan Presiden Prabowo Subianto

TAPIN – Plt Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyimak arahan Presiden, Prabowo Subianto, saat mengikuti penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan buku alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2025 secara daring. Muhidin mengikuti daring, saat peringatan HUT ke-59 Kabupaten Tapin.

DIPA dan TKD Tahun Anggaran 2025 ini diserahkan langsung Presiden RI Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (10/12).

Muhidin dalam kegiatan daring itu didampingi Syafriadi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan dan Subhan Nor Yaumil, Kepala Bapenda Provinsi Kalsel.

Suasana saat plt Gubernur Kalsel mengikuti penyerahan DIPA dan TKA 2025 secara daring

Sementara Muhidin mengikuti secara daring, Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar hadir langsung di Istana Negara bersama kepala daerah se-Indonesia.

Plt. Gubernur Kalsel, Muhidin tampak seksama menyimak dan mendengarkan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengatakan penyerahan ini merupakan momen penting dalam pemerintahan, karena DIPA dan TKD ini merupakan simbol pelaksanaan APBN 2025.

“Setelah hampir dua bulan Kabinet Merah Putih menjabat, hari ini kita memasuki tahap penting dalam pemerintahan kita, yaitu acara penyerahan DIPA dan TKD tahun anggaran 2025. Hal ini merupakan simbol dimulainya pelaksanaan APBN 2025,” jelas Presiden.

Prabowo juga meminta agar penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 dilaksanakan secara fokus dan efisien dengan mengurangi pemborosan terhadap kegiatan yang tidak perlu.

“Kita harus jamin setiap rupiah sampai ke rakyat yang memerlukan. Kita tidak boleh lagi toleransi terhadap kebocoran pengeluaran yang boros, hal-hal yang tidak langsung mengatasi kesulitan rakyat,” kata Prabowo.

Lebih lanjut Prabowo menjelaskan, pemerintahannya bertekad untuk melaksanakan pembangunan nasional dalam rangka melanjutkan transformasi bangsa menuju Indonesia Maju dan makmur.

APBN tahun depan, kata Prabowo, dirancang untuk menjaga stabilitas, inklusivitas, keberlanjutan, dengan kehati-hatian.

Pada kegiatan ini, Presiden RI, Prabowo Subianto hadir didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, juga menteri Kabinet Merah Putih dan sejumlah perwakilan kepala daerah.

Usai daring, Kepala Kanwil DJPB Kalsel Syafriadi menyebutkan, untuk Kalsel tahun 2025 mendapatkan pagu Transfer ke Daerah (TKD) sebesar 27,89 triliun. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Wisuda Sarjana ke-XXVIII STAI Al Jami Banjarmasin, Pemprov Kalsel Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

BANJARMASIN – Plt. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Fatkhan menghadiri Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-XXVIII Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Jami Banjarmasin Tahun 2024, yang dilaksanakan disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Rabu (11/12).

Suasana Wisuda Ke-XXXVIII STAI Al Jami Banjarmasin Tahun 2024

Dalam sambutannya, Fatkhan menyampaikan pesan Plt Gubernur Kalsel yang mengatakan bahwa pendidikan berkualitas adalah kunci utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Pendidikan, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk mendorong kemajuan dan perubahan positif dalam berbagai aspek kehidupan.

Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, Fatkhan saat membacakan sambutan Plt Gubernur Kalsel

“Sejarah telah mencatat, kemajuan dan keunggulan suatu bangsa, selalu diawali dengan kesuksesan dalam membangun pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Fatkhan.

Pemprov Kalsel, lanjutnya, terus memberikan perhatian dan mendorong agar pendidikan di Kalsel lebih berkualitas, berdaya saing, serta memberikan bekal untuk perwujudan masyarakat yang hidup dalam kemuliaan akhlak dan berpengetahuan yang luas, termasuk menghadirkan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut Fatkhan kini tantangan lulusan dunia pendidikan tinggi cukup berat. Selain tuntutan perubahan dunia kerja yang sudah bergeser ke era masyarakat informasi, juga semakin banyaknya sarjana yang dilahirkan oleh perguruan tinggi.

“Sebagai akibatnya, tidak semua lulusan perguruan tinggi dapat terserap oleh dunia kerja. Jika paradigma kita masih berfikir sarjana berarti mudah mencari kerja, maka bersiap-siaplah untuk kecewa,” ucapnya.

Ia meyakini STAI Al Jami Banjarmasin mempunyai kemampuan untuk melahirkan sarjana yang berkualitas serta memiliki potensi besar untuk menjadi tenaga pendidik yang unggul dan profesional.

“Atas nama pribadi dan juga pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan selamat kepada mahasiswa atas gelar yang didapat, sehingga diharapkan lulusan dari STAI Jami Banjarmasin ini dapat memberikan bakti terbaik bagi almamater, masyarakat dan Banua Kalimantan Selatan khususnya di bidang pendidikan Agama Islam,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua STAI Al Jami Banjarmasin, Akhyar Rasyidi menyebutkan jumlah wisudawan kali ini sebanyak 152 orang yang terdiri dari 88 perempuan dan 64 laki-laki dengan gelar sarjana pendidikan atau S.Pd pada jurusan Pendidikan Agama Islam.

“Harapan besar kami agar para lulusan dapat menjadi generasi muda yang berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa dan Banua Kalsel, terlebih lagi di bidang keagamaan dan sosial,” tukasnya. (BDR/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Apresiasi Kick Off Program TAMASYA dan GATE dari BKKBN RI

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, turut menghadiri Kick Off taman asuh anak (Tamasya) dan gerakan ayah teladan (GATE) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kick Off Tamasya dan GATE, dilaksanakan serentak diseluruh Provinsi se – Indonesia, dan Di Kalimantan Selatan, program tersebut diikuti secara daring, bertempat di BPKP Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (11/12).

Dalam sambutannya, Plt Gubernur Kalsel Muhidin, yang diwakili Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AKB Kalsel, Musyridyansyah menyampaikan, dengan adanya program ini diharapkan dapat memberikan dorongan, terkait penanganan anak anak mulai dari Bayi baru lahir, hingga Balita, agar generasi penerus bangsa, dapat bersaing menuju Indonesia Emas 2045.

Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AKB Kalsel, Musyridyansyah

“Dengan adanya program ini semakin yakin bahwa relevansi taman asuh anak (Tamasya) dan gerakan ayah teladan (GATE) akan memberikan dorongan bahwa kita tidak hanya menangani anak – anak yang baru lahir, namun juga menangani anak – anak di tataran balita,” ungkap Musyridyansyah.

Plt Gubernur Kalsel Muhidin menilai, anak – anak harus memiliki masa depan yang cerah. Terlebih di era globalisasi seperti sekarang ini, pola asuh anak tidak hanya menjadi urusan ibu semata, namun juga menjadi urusan ayah.

“Jadi program ayah teladan diyakini kedepannya dapat membuat anak – anak akan memiliki semangat luar biasa untuk menghadapi saingan dunia yang semakin berat,” tutupnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Farah Adibah menyampaikan, kedua program tersebut, bertujuan dalam rangka pengembangan layanan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas, serta mendorong penguatan peran ayah dalam pengasuhan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan Farah Adibah

“Launcing program taman asuh anak (Tamasya) dan gerakan ayah teladan (GATE) dilaksanakan serentak di Indonesia, dan di Kalimantan Selatan, kami berkerjasa bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Selatan,” tutup Adibah.

Untuk diketahui, selain dihadiri Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Provinsi Kalsel, Kick Off taman asuh anak dan gerakan ayah teladan, juga dihadiri Wakil Walikota Banjarbaru Wartono, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Selatan Ayi Riyanto, beserta satgas Stunting Kabupaten – Kota. (MRF/RDM/RH)

Peringati Hari Disabilitas Internasional, PLDPI Kalsel Gelar Lomba dan Senam Bersama

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Pusat Layananan dan Disabilitas Pendidikan Inklusi (PLDPI) Provinsi Kalimantan Selatan, memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan menggelar Senam Bersama dan Berbagai Lomba, bagi para peserta didik.

Kepada wartawan Kepala Seksi Intervensi Terpadu PLDPI Kalsel Slamet Riadi, disela kegiatan pada Rabu (11/12) mengatakan, peringatan Hari Disabilitas Internasional 2024 ini mengangkat tema “Memperkuat Kepemimpinan Penyandang Disabilitas untuk Masa Depan yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Dimana, bertujuan tentang pentingnya peran aktif penyandang disabilitas untuk terlibat langsung dalam setiap aspek kehidupan.

Kepala Seksi Intervensi Terpadu PLDPI Kalsel Slamet Riadi, saat memberikan komentarnya

“Ini merupakan momen untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas serta memperjuangkan hak-hak mereka,” ucapnya

Disampaikan Slamet, Hari Disabilitas Internasional memiliki latar belakang yang kuat, diantaranya tercermin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 yang mengatur tentang penyandang disabilitas di Indonesia. Mengajarkan untuk tidak melihat fisik seseorang, karena setiap orang memiliki peran masing-masing.

“Tugas kita bersama untuk mengasah potensi, agar menjadi pribadi mandiri dan produktif,” pinta Slamet

Sementara itu, Sekretaris Forum Orang Tua Anak PLDPI Kalsel Amalia Karinah menambahkan, kegiatan ini tentu sangat menyenangkan seluruh orang tua karena anak-anak ini diberikan hak yang sama dengan anak pada umumnya, tanpa ada perbedaan. Pihaknya bersama orang tua lain sangat berterimakasih dan bersyukur dengan pelayanan yang diberikan oleh PLDPI Kalsel, melalui berbagai terapis yang diberikan selama ini.

Sekretaris Forum Orang Tua Anak PLDPI Kalsel Amalia Karinah, saat diwancara

“Kegiatan diawali senam bersama peserta didik, orang tua dan seluruh Jajaran PLDPI Kalsel. Dilanjutkan peserta didik mengikuti berbagai lomba diantaranya memasukkan bola ke dalam keranjang, mewarnai dan memasang puzzle estafet,” tutupnya

Untuk diketahui, pemenang Lomba memasukan bola dalam keranjang Juara Satu Raisa Putri Adhany, sedangkan memasang puzzle estafet Juara Pertama dari Qolbun Salim Al Musawa dan Nadine Nur Aulia Putri dan untuk mewarna Juara Satu Alisa Nurmedina, gelaran dipusatkan bertempat di halaman kantor PLDPI Kalsel berlokasi Jalan Perdagangan Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Plt Gubernur Kalsel Minta ASN Kembangkan Potensi Demi Dukung Pelayanan Publik

BANJARBARU – Plt Gubernur Kalsel Muhidin berpesan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingungan Pemprov Kalsel, untuk selalu mengembangkan potensi demi mendukung pelayanan publik yang maksimal.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Ahmad Bagiawan melepaskan tanda keikutsertaan peserta

Pernyataan itu disampaikan Muhidin melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Ahmad Bagiawan, saat memimpin upacara penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XII Lingkup Pemprov Kalsel, di Aula BPSDMD Kalsel, Banjarbaru, Rabu (11/12).

“Seluruh aksi perubahan yang dipelajari selama pelatihan setiap peserta harus dikelola secara berkelanjutan dan memberikan terobosan serta manfaat,” katanya.

Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Ahmad Bagiawan memberikan selamat kepada peserta PKP Angkatan XII

Ia juga meminta seluruh peserta untuk menjadi pemimpin yang lebih baik secara gagasan dan kedisiplinan. Sebab sebagai Pintu Gerbang IKN, Kalsel menurutnya sangat memerlukan peningkatan kinerja organisasi. Baik dari aspek perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan.

“Semoga dari seluruh peserta PKP lahir pejabat-pejabat yang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, sekaligus dapat diandalkan untuk memantaskan provinsi kita sebagai gerbang IKN,” harapnya.

Diketahui peserta PKP Angkatan XII lingkup Pemprov Kalsel tahun 2024, menjalani pelatihan mulai 13 Agustus hingga 11 Desember 2024.

Dari sebanyak 40 orang peserta, 1 diantaranya masih ditunda kelulusan akibat mengalami sakit parah saat pelatihan. Sementara 39 orang lainnya dinyatakan lulus dengan hasil memuaskan. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Minta Pemerintah Daerah Waspada Bencana La Nina

BANJARMASIN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan meminta Pemerintah Daerah untuk waspada ancaman La Nina dengan melakukan mitigasi bencana di daerah masing masing.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Bambang Dedi Mulyadi menjelaskan, saat ini Provinsi Kalimantan Selatan tengah menghadapi ancaman musibah La Nina, seperti angin kencang atau puting beliung, banjir, serta tanah longsor.

Kabid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Bambang Dedi Mulyadi

“Karena itu BPBD Provinsi Kalimantan Selatan mengeluarkan himbauan kepada Bupati dan Walikota, agar waspada didaerah masing masing terhadap ancaman musibah La Nina tersebut,” ungkap Bambang, pada saat menjadi narasumber Topik Kita Hari Ini (TKHI) di Radio Abdi Persada FM, edisi Selasa (10/12).

Menurutnya kondisi curah hujan tinggi berpotensi membawa bencana, diprediksi berlangsung hingga April 2025 mendatang.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta kepada Pemerintah Daerah untuk melakukan mitigasi bencana di daerah masing masing,” ujarnya.

Masyarakat juga diingatkan agar turut waspada terhadap ancaman bencana La Nina tersebut. Dengan menyiapkan tas siaga bencana.

“Pada saat menghadapi prediksi adanya ancaman musibah La Nina di Provinsi Kalimantan Selatan khususnya pada rawan bencana banjir, angin puting beliung, serta tanah longsor,” tuturnya.

Masyarakat diminta untuk mempersiapkan tas siaga bencana di tempat tinggal masing masing.

“Tas siaga bencana tersebut, dapat berisi surat surat penting, makanan ringan secukup, minuman, obat obatan, serta lainnya,” ucapnya.

Sehingga pada saat bencana terjadi maka warga tinggal mengangkat tas siaga bencana tersebut. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version