Resmi Dimulai 14 Februari, BPIH Embarkasi Banjarmasin Ditetapkan Kisaran 59 Juta Rupiah

BANJARMASIN – Tahap pertama pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bagi jemaah haji reguler tahun 2025, resmi dibuka mulai Jumat (14/2) hingga 14 Maret 2025 mendatang. Tahapan pelunasan dimulai, setelah Presiden, Prabowo Subianto menandatangani Keppres Nomor 6 tahun 2025, tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi, pada Rabu (12/2) lalu.

“Untuk Embarkasi Banjarmasin, Bipih ditetapkan sebesar 59 juta 331 ribu 751 rupiah. Besaran Bipih jemaah haji ini dipergunakan untuk biaya penerbangan haji, sebagian biaya akomodasi di Makkah, dan sebagian biaya akomodasi di Madinah, serta biaya hidup atau living cost,” ujar Kakanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, saat dikonfirmasi Abdi Persada FM pada Jumat (14/2).

Jemaah haji yang gagal melunasi tepat waktu, akan masuk dalam daftar tunggu dan tetap memiliki prioritas keberangkatan pada musim haji mendatang, sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kecuali yang gagal sistem atau belum istitaah akan melunasi ke tahap 2 dari 24 Maret sampai 17 April 2025,” tambah Tambrin.

Tambrin juga memastikan, bahwa pihaknya sudah menerima daftar jemaah haji reguler yang masuk alokasi kuota tahun 1446 Hijriah atau 2025 Masehi. Dimana kriteria jemaah haji dimaksud, diantaranya adalah sudah masuk alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan dan berusia minimal 18 tahun, serta prioritas jemaah haji reguler lanjut usia yang ditentukan secara sistem, berdasarkan urutan usia tertua. Selain itu, jemaah haji setidaknya telah terdaftar sebelum 3 Mei 2020.

Kuota embarkasi Banjarmasin tahun ini, menurut Tambrin, masih sama dengan tahun lalu, yakni sebanyak 3.818 jemaah.

“Dengan rincian 3.590 jemaah haji reguler lunas tunda dan sesuai nomor urut, dan jemaah haji lansia 191 orang. Sisanya adalah petugas pembimbing dan petugas haji daerah,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Monitoring Pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Kebun Raya Banua

BANJARBARU – Rombongan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja spesifik untuk memonitoring pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang terletak di area perkantoran Gubernur Kalsel.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah Monitoring Pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, bersama dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel. Rombongan meninjau langsung perkembangan proyek masjid yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2025 mendatang.

“Pengerjaannya terus berproses, terutama pada sejumlah sarana penunjang. Untuk ruang induk masjid sudah bisa digunakan untuk kegiatan ibadah. Semoga semua proses bisa selesai tepat waktu,” ujar Mustaqimah, kepada wartawan, Kamis (13/2).

Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Kalsel Berfoto di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Setelah meninjau Masjid Raya, rombongan beralih menuju Kebun Raya Banua yang terletak tidak jauh dari lokasi perkantoran Gubernur Kalsel. Kedatangan mereka disambut langsung oleh pihak Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel.

Setelah berkeliling, Mustaqimah mengapresiasi pengelolaan Kebun Raya Banua dan menyarankan kepada masyarakat untuk mengunjungi lokasi tersebut. Ia menilai Kebun Raya Banua tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen Komisi III DPRD Kalsel dalam memastikan kelancaran proyek pembangunan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat, baik dalam aspek ibadah maupun pengembangan ilmu pengetahuan. (NRH/RDM/RH)

Malam Nisfu Syaban, Gubernur, Muhidin Berbaur Dengan Jamaah Masjid Raya Sabilal Muhtadin

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin didampingi istri Fathul Jannah, bersama ribuan jamaah ikuti ibadah malam Nisfu Sya’ban 1446 Hijriah di Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Kamis (13/2) malam.

Gubernur Muhidin saat tiba di masjid raya Sabilal Muhtadin

Kegiatan dimulai dari pukul 18.00 WITA dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah, sholat hajat dan pembacaan surat Yasin yang dipimpin Ustadz, Ilham Humaidi.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengajak para jamaah yang hadir dan seluruh masyarakat yang menjalankan ibadah di malam nisfu Sya’ban untuk memanjatkan dan memohon do’a kepada Allah SWT.

”Marilah dalam kesempatan yang berbahagia ini, kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Mudah-mudahan di malam Nisfu Sya’ban ini apa yang kita inginkan pada malam ini Allah akan kabulkan niat kita tersebut,” ucapnya.

Gubernur saat memberikan sambutan

Muhidin juga menyampaikan agar pada saat ingin membaca surat Yasin para jamaah dapat meniatkan dengan meminta dipanjangkan umur, dihindarkan dari segala musibah, wabah penyakit, keluasan rejeki yang halal, diperkaya hati serta diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah.

”Saat membaca Yasin kita niatkan agar dipanjangkan umur dalam beribadah, berdoa untuk keselamatan Kalimantan Selatan dan diri kita masing-masing serta jangan didatangkan bala dan penyakit, minta rezeki yang halal seluas-luasnya, kemudian minta perkaya hati sehingga kita semua Insya Allah husnul khotimah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, melihat jamaah yang hadir begitu banyak, dirinya menuturkan akan memperbaiki dan merenovasi masjid kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan tersebut.

”Ulun mengharapkan dukungan dan doa semuanya, untuk kelancaran dalam merenovasi mesjid raya, berapapun biayanya akan kita laksanakan Insya Allah, tempat ibadah kita perbaiki dengan sebaik-baiknya. Melihat jamaah seperti ini perlu kita benahi masjid kita,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin mengatakan, dalam kegiatan malam Nisfu Sya’ban ini untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT.

”Nisfu sya’ban adalah hari peringatan islam pada pertengahan bulan Sya’ban, dan di malam Nisfu Sya’ban ini diisi dengan amalan-amalan, dan munajat kepada Allah SWT,” katanya.

Ia menuturkan, malam Nisfu Sya’ban bisa disebut dengan Lailatul Maghfirah yaitu malam pengampunan, dan bisa juga disebut Lailatul Do’a yaitu malam berdoa kepada Allah SWT.

“Ibadah malam Nisfu Sya’ban ini tidak hanya dilakukan di Kalimantan Selatan, tetapi juga diseluruh tanah air bahkan diseluruh dunia,” pungkasnya.

Malam Nisfu Syaban ini, turut dihadiri Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, jajaran pimpinan SKPD Provinsi Kalimantan Selatan, serta Forkopimda Kalsel. Kegiatan malam Nisfu Sya’ban ditutup dengan Sholat Isya dan sholat Tasbih berjamaah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Dukung UMKM dan Ekonomi Daerah, Bank Kalsel Berpartisipasi dalam Bazar UMKM HPN 2025

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-79 tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Diskop UKM) menggelar Bazar UMKM yang melibatkan berbagai pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Kalimantan Selatan.

Bazar UMKM ini menjadi ajang bagi para pelaku usaha lokal untuk mempromosikan dan menjual produk unggulan UMKM Banua, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Kalimantan Selatan kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 8-9 Februari 2025, di depan Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Dharma Praja, Kota Banjarbaru. Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM dan pertumbuhan ekonomi daerah,

Bank Kalsel turut berpartisipasi dengan memberikan bantuan berupa 50 unit stan atau tenda yang dimanfaatkan para pelaku UMKM, untuk memamerkan dan menjual produk mereka. Dukungan ini merupakan wujud nyata komitmen Bank Kalsel dalam mendorong kemajuan sektor usaha kecil dan menengah di Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyatakan bahwa Bank Kalsel akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM.

“Kami selalu berkomitmen untuk mendukung setiap langkah pembangunan daerah, termasuk penguatan sektor UMKM. Melalui partisipasi dalam Bazar UMKM HPN 2025 ini, kami ingin menunjukkan bahwa Bank Kalsel hadir untuk bekerja bersama, merangkul semua pihak demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Banua. Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, UMKM dapat berkembang lebih pesat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/EYN)

Tingkatkan Layanan Informasi dan Digitalisasi, Diskominfo Kalsel Gelar Forum Perangkat Daerah

BANJARBARU – Dalam rangka meningkatkan layanan informasi dan digitalisasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Perangkat Daerah, bertempat di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, pada Rabu (12/2).

Suasana Forum Perangkat Daerah Diskominfo Kalsel

Forum ini dibuka langsung oleh Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, dan dihadiri Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor, perwakilan Diskominfo dari 13 kabupaten/kota serta berbagai stakeholder terkait.

Kepala Diskominfo Kalsel, M. Muslim mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Strategis Diskominfo Kalsel untuk tahun 2025-2029.

“Forum ini bertujuan untuk merumuskan isu strategis di bidang komunikasi dan informatika, statistik, serta persandian, yang nantinya akan menjadi program sesuai tugas dan tanggung jawab Diskominfo Kalsel,” katanya.

Lebih lanjut, Muslim menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjalankan program yang berorientasi pada pelayanan masyarakat di tahun 2025.

“Sesuai arahan Gubernur Kalsel, Muhidin menginginkan setiap program dapat meningkatkan sumber daya manusia dan pelayanan publik, dimana hal tersebut sangat berkaitan dengan peran Diskominfo Kalsel,” ucapnya.

Muslim juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota yang menjadi kunci utama dalam keberhasilan dalam setiap program yang dijalankan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang kami rancang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, oleh karena itu, melalui forum ini dapat menjadi acuan untuk melaksanakan program selama 5 tahun ke depan,” tutupnya. (BDR/RDM/EYN)

Resmikan Kapal Wisata Pinisi, Gubernur Muhidin Rasakan Sensasi Barito River Cruise

BANJARMASIN – Setelah kurang lebih satu bulan bersandar di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kapal Wisata Pinisi akhirnya resmi diluncurkan pengoperasiannya pada Rabu (12/2) sore. Pengoperasian Kapal Wisata Pinisi bertajuk Borneo River Cruise ini, dilakukan langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dan disaksikan unsur Forkopimda Provinsi, Ketua TP PKK Provinsi, serta tamu undangan lainnya.

Gubernur Kalsel saat membeli tiket perdana Kapal Wisata Pinisi.

Peluncuran Kapal Wisata Pinisi ini, ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, antara Direktur Utama PT Ambang Barito Nusa Persada (AMBAPERS), Zulfadli Gazali, dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, terkait pembelian tiket kapal wisata.

Selanjutnya, Gubernur, Muhidin menjadi orang pertama yang melakukan transaksi pembelian tiket Kapal Wisata Pinisi, di aplikasi Aksel dari Bank Kalsel. Tak lama berselang, Gubernur juga menarik tali tiang kapal, sebagai pertanda diresmikannya Kapal Wisata Pinisi.

Kepada wartawan, sebelum memulai perjalanan perdana menyusuri sungai Barito menaiki Kapal Wisata Pinisi, Gubernur, Muhidin memastikan, bahwa kapal ini dapat dinikmati masyarakat umum, dengan sejumlah pilihan jarak tempuh. Mulai dari jarak pendek, sekitar 2 jam, jarak panjang hingga 3 jam, dan jarak khusus atas permintaan masyarakat.

“Kapal ini berlayar setiap hari, melayani umum dengan membeli tiket melalui aplikasi Aksel dari Bank Kalsel. Setiap penumpang akan mendapatkan jatah makan selama pelayaran,” ujar Muhidin.

Ke depan, menurut Muhidin, layanan kapal wisata ini akan ditingkatkan, dengan menggandeng lebih banyak investor. Sehingga wisata susur sungai dengan cara baru ini, akan semakin menarik wisatawan datang ke Kalimantan Selatan.

“Saya dulu pernah naik kapal semacam ini di Vietnam. Di sana pelayanan nya bagus, tali sayang perjalanan nya hanya menyusuri sungai saja, tidak ada yang dikunjungi. Sementara di sini, kita memiliki lokasi yang dapat disinggahi kapal wisata. Contohnya Pulau Kembang dan Jembatan Barito,” tutupnya.

Sementara itu, Dirut PT Ambapers, Zulfadli Gazali memastikan, selama Februari ini, pihaknya menawarkan harga tiket promo, untuk Kapal Wisata Pinisi. Yakni sebesar 230 ribu rupiah per penumpang.

“Harga sudah termasuk makan di kapal, dan menikmati sensasi menyusuri sungai Barito, sambil menikmati sunset,” jelasnya.

Kapal Wisata Pinisi ini, merupakan terobosan PT Ambapers untuk memajukan dunia pariwisata, terutama di perairan Barito. Pengoperasian kapal ini juga untuk mendukung Geopark Meratus, dimana perairan sungai Barito termasuk didalamnya. (RIW/RDM/EYN)

Peringati Bulan K3 Nasional, Lab K3 Kalsel Gelar Baksos

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional, Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Bakti Sosial.

Kepada wartawan, Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kalsel Noorlianisyah, disela kegiatan Rabu (12/2) menyampaikan, Bulan K3 Nasional adalah peringatan yang diadakan setiap tahun pada tanggal 12 Januari – 12 Februari. Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan prinsip K3. Dengan demikian, pihaknya menggelar Bakti Sosial ini dalam bentuk pemeriksaan kesehatan kerja secara gratis bagi pekerja.

“Alhamdulillah sasaran Baksos kita sebanyak 150 orang lebih, telah tercapai,” ucapnya

Disampaikan Noorlianisyah, dalam Bakti Sosial ini dari berbagai sektor diantaranya Industri, Hospitality serta Wirausahawan yang berada di Kota Banjarmasin. Terkait

Parameternya seperti Pemeriksaan Gula Darah Sewaktu, Hemoglobin Darah, Tekanan Darah, Indeks Masa Tubuh (IMT), Golongan Darah dan Kelelahan Kerja.

“Ini perdana kami laksanakan, insya Allah tahun depan akan ditambah parameternya sepertinkolesterol dan asam urat,” jelas Lily

Sekretaris Disnakertrans Kalsel, didampingi Kepala Lab K3 Kalsel, saat diwancara.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Disnakertrans Kalsel Hasnan Ash Shiddieqy menilai, gelaran pertama kalinya dilaksanakan oleh Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kalsel sangatlah diapresiasi, karena secara langsung mengenalkan Lab K3 Kalsel. Dimana, fungsi utamanya memeriksakan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan – perusahaan. Sehingga, ini tentu harus berkelanjutan ke depan, agar para pekerja mengetahui sejak dini kesehatan masing-masing.

“Kita mendorong bakti sosial ini dapat menjadi agenda rutin tahunan di Lab K3 Kalsel,” pintanya

Lebih lanjut Hasnan menambahkan, melalui Baksos ini, para pekerja yang telah mengetahui hasilnya ada gejala penyakit sejak dini, dapat segera mendatangi pusat layanan kesehatan terdekat dan juga  memperbaiki pola hidup untuk lebih sehat.

Sekretaris Disnakertrans Kalsel, saat diberikan pemeriksaan tekanan darah

“Edukasi kepada para pekerja untuk menciptakan kesehatan dan produktif dalam bekerja,” tutup Hasnan.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kalsel, menggelar Bakti Sosial dalam rangka memperingati bulan K3 Nasional tahun 2025, dibuka secara resmi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalimantan Selatan Irfan Sayuti, melalui Sekretaris Disnakertrans Kalsel Hasnan Ash Shiddieqy, didampingi Kepala Laboratorium Kesehatan dan Keselamatan Kerja Kalsel, Kepala Tata Usaha, Kepala Seksi Kesehatan Kerja, Kepala Seksi Ergonomi dan seluruh jajaran Lab K3 Kalsel, gelaran dipusatkan di Aula Lab K3 Kalsel Jalan Hasan Basri Kayu Tangi Banjarmasin. (NHF/RDM/EYN)

Pemprov Kalsel Targetkan Panen Gabah Petani Sebesar 6.350 Ton

BANJARBARU – Sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian bangsa, terutama dalam mewujudkan ketersedian pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. Para petani telah bekerja keras menghasilkan gabah dan beras sebagai komoditas utama yang harus terus dijaga keberlanjutannya.

Sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, melalu Kementerian Pertanian, dimana Kementerian Pertanian berkomitmen dengan melakukan kerjasama atau MoU bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menyerah gabah hasil panen petani, dengan target yaitu 3 juta ton gabah setara beras hingga bulan April tahun 2025. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional, dan kesejahteraan petani. Sehingga dari MoU tersebut menghasilkan kesempakatan menyerap beras hingga April 2025 sebanyak 3 juta ton beras se – Indonesia.

Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Rahmawati.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, melalui Kabid Tanaman Pangan, Rahmawati, menyampaikan bahwa untuk daerah Kalsel, mendapat target untuk menyerap gabah petani setara beras dengan jumlah sebesar 6.350 ton sampai dengan April 2025.

“Ini juga salah satu upaya untuk menyukseskan program swasembada pangan karena swasembada pangan ini tidak hanya untuk meningkatkan produksi pertanian saja tetapi juga mensejahterakan petani,” ungkap Rahmawati, Rabu (12/2).

Dengan adanya penyerapan gabah petani ini, Rahmawati mengharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini tentu saja dapat dicapai apabila seluruh pemangku kepentingan, baik Kementerian Pertanian maupun lembaga disektor pangan, dapat bergerak cepat dan bersama-sama mencapai target.

“Sebagai upaya mempercepat penyerapan gabah para petani, Pemerintah juga telah menyetujui penyesuaian derajat sosok beras dari 100 persen menjadi 95 persen, sehingga mempermudah proses pengolahan dan distribusi,” lanjut Rahmawati.

Ditahun 2025 ini Bulog diberi amanah besar untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional, dengan menyerap gabah petani. Maka penyerahan gabah dan beras dalam Negeri tentunya saja mengacu pada kebijakan Badan Pangan Nasional dan peraturan Menteri Pertanian, yang mengatur mekanisme penyerapan gabah, sehingga dapat mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras pada musim panen pertama ini.

“Tekad pemerintah untuk melindungi petani sebagai elemen penting dalam rangka percepatan swasembada pangan, tentu saja tanpak kebijakan yang telah diterapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen atau GKP ditingkat petani sebesar Rp6.500 kg,” lanjut Rahmawati.

Pemerintah Provinsi Kalsel, melalui dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan, menghimbau dan menyebar luaskan kepada Balai Penyuluh Pertanian (BPP), penyuluh lapangan, dan Dinas Pertanian Kabupaten – Kota, untuk menyebar luaskan target serapan gabah dan beras Kalsel ini ke masing-masing wilayah, khususnya menyebarluaskan ke para petani, bahwa Bulog akan membeli gabah petani seharga 6.500 per kg.

“Ini tentu saja sangat memberikan kemudahan kepada petani dan petani juga mendapatkan harga tinggi dari Bulog yang akan membeli harga gabah tersebut,” tutup Rahmawati. (MRF/RDM/EYN)

Tujuh Anggota DPRD Provinsi Kalsel Terima BK Award

BANJARMASIN – Tujuh orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan penghargaan dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalsel bertajuk “BK Award” pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (12/2).

Ketujuh orang anggota DPRD Provinsi Kalsel tersebut yakni Athaillah Hasbi dan Rahimullah dari Fraksi Golkar, Ilham Nor dari Fraksi Gerindra, Rais Ruhayat dan Adrizal dari Fraksi PAN, Taufik Rahman dari Fraksi PKS dan Suripno Sumas dari Fraksi PKB.

Dalam sambutannya, Ketua BK DPRD Provinsi Kalsel, M. Rosehan Noor Bahri mengatakan bahwa BK Award ini merupakan upaya bersama untuk menghadirkan akuntabilitas politik dalam kerangka pencapaian demokrasi substantif di DPRD Provinsi Kalsel.

“BK Award boleh jadi hanya sesuatu yang sederhana, tapi kami berharap dari hal kecil ini kita bisa menumbuhkan semangat yang berkali-kali lipat dalam menjalankan tugas konstitusional kita sebagai anggota DPRD Provinsi Kalsel,” ujar Rosehan.

Atas nama pimpinan dan seluruh Anggota BK, Rosehan mengucapkan selamat kepada seluruh penerima anugerah BK Award. Ia berharal penghargaan ini menjadi manfaat untuk seluruh anggota wakil rakyat “Rumah Banjar” untuk terus meningkatkan kedisiplinan. (NRH/RDM/EYN)

DPRD Kalsel Sepakati Raperda tentang Pedoman Pembentukan Produk Hukum Daerah Jadi Inisiatif Dewan

BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyepakati usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pedoman Pembentukan Produk Hukum Daerah yang merupakan inisiatif dari Komisi I DPRD Kalsel menjadi raperda inisiatif DPRD Provinsi Kalsel.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Paripurna Internal pada Rabu (12/2) yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo.

Sebelumnya, Komisi I DPRD Provinsi Kalsel melalui perwakilannya, Rahimullah, memberikan penjelasan atas usulan raperda tersebut di hadapan para peserta rapat. Ia menyatakan bahwa raperda ini penting untuk dihadirkan dalam pemerintahan di Banua.

“Raperda ini mampu memberikan pedoman yang baku dan standar untuk mengikat semua pihak, baik DPRD, pemerintah daerah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan lainnya agar tertib administrasi, terpadu, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Selanjutnya, masing-masing fraksi di DPRD Provinsi Kalsel menyampaikan pandangan umum terhadap usulan raperda tersebut. Secara keseluruhan, fraksi-fraksi di DPRD Provinsi Kalsel menyepakati pentingnya raperda ini sebagai pedoman untuk menciptakan keselarasan administrasi di lingkungan pemerintahan daerah.

Tahapan berikutnya, Panitia Khusus (Pansus) yang akan segera dibentuk diharapkan mulai bekerja dengan merumuskan draf raperda secara lebih rinci. Pansus juga diharapkan melakukan konsultasi publik dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan bahwa raperda ini sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. (ADV-NRH/RDM/EYN)

Exit mobile version