Peringati Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, Gubernur Muhidin: Momen Tingkatkan Takwa

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bekerjasama dengan Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin menggelar peringatan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah, pada Kamis (10/7) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin tersebut, diikuti ribuan jemaah dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Acara diisi dengan tausiyah agama oleh penceramah Ustadz Ilham Humaidi yang mengangkat tema hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, melalui Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mengajak seluruh masyarakat muslim di Banua, untuk menjadikan momen pergantian tahun baru Islam sebagai waktu untuk muhasabah diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat membacakan sambutan Gubernur

“Tahun Baru Hijriah bukan sekadar penanda waktu, tapi juga momen penting untuk meninggalkan keburukan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna, dan lebih diridhai Allah SWT,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi, Gubernur juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.

“Mudah-mudahan tahun baru ini membawa keberkahan, kedamaian, dan harapan baru bagi Banua,” harapnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Ilham Humaidi menyampaikan bahwa Tahun Baru Hijriah erat kaitannya dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Ia menjelaskan pentingnya memahami makna hijrah secara utuh, tidak hanya dalam konteks sejarah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

“Tinggalkan hal-hal yang tidak ada manfaatnya,” pesan Ustadz Ilham.

Ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan yang baik, termasuk sahabat yang mendorong dalam kebaikan, dan menjauh dari pergaulan yang dapat menjauhkan seseorang dari Allah SWT.

“Pilihlah teman yang membawa kita lebih dekat kepada Allah, bukan sebaliknya,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Apresiasi Para Penyuluh Agama, Subdirektorat Bina PAI Gelar Pembinaan, Evaluasi dan Serap Aspirasi PAI Kalsel

BANJARBARU – Subdirektorat Bina Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag RI, menyelenggarakan kegiatan pembinaan, evaluasi kinerja dan menyerap aspirasi para PAI di Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan tersebut diselenggarakan berkolaborasi dengan Kanwil Kemenag Kalsel di Gedung Jabal Rahmah UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin di Banjarbaru, Jumat (11/7).

Panitia pelaksana kegiatan Heru Susanto selaku Kasubtim Evaluasi Kinerja Penyuluh mengungkapkan, kegiatan diikuti 100 peserta, dengan komposisi unsur PAI 80 orang, Bidang Penais 16 orang, Kasi Bimas Islam 2 orang dan Ormas 2 orang dari NU dan Muhammadiyah.

“Kegiatan ini kami laksanakan di Kalsel sebagai bentuk apresiasi kami kepada Bidang Penais Kemenag Kalel yang konsen dan aktif terhadap PAI, sehingga diharapkan melalui kegiatan ini kinerja PAI di Kalsel dapat terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, pihaknya melibatkan Narasumber Dosen Fakultas Dakwah dari UIN Antasari serta praktisi Media Sosial.

Selanjutnya, Kepala Subdirektorat Bina PAI Direktorat Penerangan Agama Islam, Jamaluddin M Marki mengungkapkan, kegiatan tersebut dilaksanakan atas inisiasi Direktorat Bina PAI. Dilaksanakan di daerah dengan harapan dapat diikuti lebih banyak penyuluh.

“Walaupun singkat tetapi padat dan bermanfaat, dapat lebih banyak menyapa para penyuluh yang ada di daerah yang jarang dapat kita sapa,” katanya.

Dalam kegiatan ini ada pembinaan, evaluasi kinerja dan juga serap aspirasi.

“Ini nanti mungkin yang sangat dinanti teman teman penyuluh silakan nanti pada waktunya kita akan buka ruang diskusi dan informasi-informasi yang bisa kita sampaikan,” katanya.

Kegiatan dibuka Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, yang dalam sambutannya menyampaikan, jumlah penyuluh agama islam di Kalsel sampai Juli 2025 berjumlah 549 orang.

Dengan rincian 131 orang penyuluh PNS, 261 orang penyuluh PPPK, 114 orang Penyuluh Non PNS, dan 43 orang penyuluh CPNS.

“Saya berharap melalui pertemuan hari ini akan memberikan pencerahan dan semangat bagi penyuluh dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Kegiatan pembinaan dan evaluasi kinerja yang kita lakukan pada hari ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas tugas serta peran penyuluh agama Islam dalam masyarakat sekaligus menggali potensi dan gagasan baru dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan umat,” ujarnya.

Tambrin selanjutnya menilai, serap aspirasi dalam kegiatan tersebut sangat penting untuk mendengarkan langsung suara dari para penyuluh agama Islam yang berada di lapangan.

“Bersama-sama akan kita dengarkan apa yang menjadi tantangan, harapan, dan kebutuhan yang dihadapi oleh para penyuluh agama Islam di Kalimantan Selatan agar dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat guna dan lebih responsif terhadap dinamika yang ada.,” ujarnya.

Tambrin mengungkapkan, di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, tantangan dakwah dan dunia penyuluhan agama juga semakin kompleks. Oleh karena itu, evaluasi dan serap aspirasi yang kita adakan hari ini sangatlah penting dan strategis.

“Saya berharap, forum ini tidak hanya menjadi ajang formalitas, namun benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan merumuskan langkah – langkah konkret dalam menjalankan tugas kepenyuluhan,” harapnya. (KanwilKemenagKalsel-RIW/RH)

Dislutkan Bersama Forikan Kalsel, Dukung Pencegahan Stunting Dengan Konsumsi Ikan

BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan bersama Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Kalsel, menggelar Rapat Koordinasi se-kabupaten dan kota, di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel, di Banjarbaru, Kamis (10/7). Rakor dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan Rusdi Hartono.

Rusdi mengatakan, FORIKAN ini sebagai wadah koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam edukasi dan kampanye makan ikan.

“Sehingga forum ini bukan hanya sekedar wadah formal, tetapi menjadi penggerak utama dalam meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat,” ucap Rusdi.

Mengingat, lanjut Rusdi, ikan adalah sumber protein hewani yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak, terutama bagi balita dan ibu hamil yang rentan risiko stunting.

“Mengkonsumsi ikan secara rutin terbukti dapat mencukupi kebutuhan gizi masyarakat,” ujarnya.

Rusdi berharap, melalui rakor ini seluruh FORIKAN di kabupaten dan kota semakin aktif dan terarah. Dapat berkomitmen bersama agar konsumsi ikan terus mengalami peningkatan.

“Masyarakat semakin sadar gizi, dan angka stunting dapat ditekan sesuai target nasional,” ucap Rusdi.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakor Forikan Tahun 2025 Martiah Akhdianti menjelaskan, Rakor FORIKAN ini digelar, dalam rangka persiapan mendukung pencegahan stunting di Provinsi Kalimantan Selatan.

FORIKAN di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya memperkuat peran dan fungsi kelembagaan, tercipta komitmen bersama, peningkatan pemahaman, serta rumusan langkah langkah strategis yang dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan di daerah masing masing.

Peserta Rakor FORIKAN ini berasal dari perwalian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam pemenuhan gizi masyarakat. FORIKAN sebagai wadah koordinasi dan sinergi antara pemangku kepentingan, memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat, dan mendorong peningkatan konsumsi ikan secara berkelanjutan. (SRI/RIW/RH)

Sukses Gelar Audisi, Kalsel Tempatkan 4 Wakilnya di Paduan Suara Gita Bahana Nusantara 2025

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sukses menggelar audisi paduan suara Gita Bahana Nusantara 2025. Audisi yang digelar dari 9 hingga 10 Juli 2025 itu, dibuka langsung Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha.

Kepada sejumlah wartawan, usai audisi hari kedua Kamis (10/7) Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Raudati Hildayati mengatakan, audisi paduan Gita Bahana Nusantara ini, merupakan kegiatan tahunan, untuk menjaring bakat di kalangan generasi muda khususnya seni musik.

Foto bersama

Setelah terpilih 4 peserta yang memiliki jenis suara alto, bass, tenor dan sopran, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan tim Purwacaraka, untuk memberikan pembinaan.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati

“Kami ingin mereka siap tampil di tingkat nasional pada 17 Agustus mendatang, atau bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ucapnya

Disampaikan Raudati, audisi paduan suara Gita Bahana Nusantara 2025, diikuti sebanyak 52 peserta yang tersebar dari kabupaten dan kota. Ada lima juri berkompeten yang memberikan penilaian,
Yakni, Sirajudin sebagai musisi dan pencinta lagu, Sabransyah pengajar vokal dan piano Dosen FKIP ULM Banjarmasin, Sinta Sinaga sebagai Pianis, serta Maryanto Dosen Seni Musik FKIP ULM Banjarmasin, dan satu juri tamu, musisi nasional kenamaan, Purwa Tjaraka.

“Juri satu ini dari Pemerintah Pusat, empat dari Kalsel,” jelasnya

Sementara itu, Dewan juri Gita Bahana Nusantara Purwa Tjaraka, mengapresiasi pelaksanaan audisi. Ia berharap segala kekurangan peserta yang ditemukan selama audisi bisa diperbaiki sebelum tampil di Jakarta. Diantaranya tidak bisa membaca not lagu.

“Gelaran GBN ini mempunyai arti penting bagi anak-anak muda,” tutupnya

Dari 52 peserta audisi, dipastikan sudah ada empat pemenang yang akan mewakili Kalsel untuk tampil di tingkat nasional, sebagai bagian dari paduan Gita Bahana Nusantara. Yakni Wisnu Hadi dari Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat, Maycella Chantiqa Wijaya dari SMA Negeri 2 Banjarbaru Hesekiel Redi Partomuan Tobing dari SMA Negeri 1 Banjarbaru, dan Yolanda Yemima Fasenga dari SMA Negeri 1 Tanjung. (NHF/RIW/RH)

Bangun Wisata Berkelanjutan, Dispar Kalsel Lanjutkan Bimtek Story Telling Ke HSS

HULU SUNGAI SELATAN – Demi membangun wisata berlanjutan, Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan melalui Bidang Pengembangan Destinasi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat, kembali melanjutkan Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kamis (10/7).

Suasana Bimtek Story Telling sumber (HumasDisparKalsel)

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, melalui Kabid Pengembangan Destinasi, Mugeni, dalam sambutannya mengatakan, dipilihnya Kabupaten HSS Kecamatan Loksado, karena pernah menjadi salah satu destinasi wisata Kalsel yang mendunia pada zamannya. Selain itu, juga sering dikunjungi wisatawan mancanegara.

“Lewat Bimtek ini kita bangun wisata berkelanjutan dan mengembangkan kejayaan destinasi tersebut,” ucapnya

Disampaikan Mugeni, pelaksanaan
Bimbingan Teknis Story Telling Destinasi Pariwisata Kalsel 2025, menggandeng praktisi story telling asli Banua, Novyandi Saputra sebagai narasumber utama, menyampaikan materi bertemakan “Narasi Lokal, Impact Global”. Ia berharap, hasil dari kegiatan dapat meningkatkan SDM untuk menjual destinasi wisata.

“Loksado ini dikenal masih kental dengan adat dan budaya Dayak Meratusnya” ungkapnya

Mugeni menjelaskan, pihaknya juga
memberikan bantuan hibah kepada Pokdarwis di daerah. Untuk di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tahun 2025 ini, diberikan berupa gazebo kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) destinasi Kilat Api. Guna mengembangkan wisata dan potensi ekonomi kreatifnya.

“Bagi Pokdarwis yang lain bisa mengajukan proposal bantuan hibah ke Disporapar setempat, agar nanti bisa diteruskan ke Dispar Kalsel,” jelasnya

Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Salapudin mengapresiasi pelaksanaan Bimtek Story Telling yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kalsel.

Plt. Kepala Bidang Pariwisata Disporapar HSS (ditengah) didamping Kabid Bidang Pengembangan Destinasi, dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Dispar Kalsel, (ki-ka)

Ia mengakui, kompetensi SDM Pokdarwis di Kabupaten Hulu Sungai Selatan masih kurang, oleh karena itu dengan pelatihan sangat penting meningkatkan kemampuan dan membagikan ilmunya kepada rekan yang lain, agar bersama-sama untuk mengembangkan potensi pariwisata yang ada di desanya.

“Para peserta memperoleh pemahaman menyampaikan narasi tentang destinasi wisata. Dalam membangun pariwisata berkelanjutan, karena keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya dari pemerintah. Namun, peran serta aktif di masyarakat, khususnya Pokdarwis menjadi ujung tombak di lapangan,” tutupnya. (DISPARKALSEL-NHF/RIW/RH)

Realisasikan Sekolah Rakyat, Pemprov Kalsel Buka Kuota Tambahan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial mulai merealisasikan Program Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Sebanyak 225 peserta didik telah diterima pada tahap awal. Mereka ditempatkan di dua lokasi, yakni Balai Besar Pelatihan dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) sebanyak 125 siswa, dan Sentra Budi Luhur sebanyak 100 siswa.

Plt. Kepala Dinas Sosial Prov Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai menyebutkan, bahwa pemerintah kembali membuka pendaftaran tahap 1C untuk 100 siswa tambahan.

Mereka akan belajar di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalsel, dengan rincian 50 jenjang SD dan 50 jenjang SMA.

Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai

“Program ini mencakup jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dijadwalkan dimulai pada bulan Agustus 2025, sementara pembukaan program berlangsung pada Juli 2025 ini,” kata Rifai, Kamis (10/7).

Dijelaskan Rifai, bahwa gedung permanen Sekolah Rakyat sendiri saat ini masih dalam proses pembangunan dan berlokasi di sekitar kawasan RSJ Sambang Lihum. Sambil menunggu penyelesaiannya, pembelajaran akan dilakukan di BBPPKS, Panti Sentra Budi Luhur, serta BLK Provinsi Kalsel.

“Mayoritas peserta berasal dari keluarga kategori desil 1 dan 2 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTKS). Mereka benar-benar masuk kategori miskin yang berhak mendapatkan dukungan,” ujarnya.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang mendorong agar kuota terus ditambah agar lebih banyak anak dari keluarga miskin bisa mendapatkan akses pendidikan.

Pendaftaran dibuka hingga 12 Juli 2025. Syaratnya antara lain terdaftar dalam desil 1 atau 2 DTKS (atau menyertakan SKTM), siap tinggal di asrama, dan untuk jenjang SD boleh dari kelas yang sedang dijalani saat ini. Seluruh biaya pendidikan dan kebutuhan ditanggung negara.

“Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, diharapkan dapat memperluas akses pendidikan dan memutus rantai kemiskinan, khususnya di wilayah Kalsel,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Efektifkan Dana Hibah Keagamaan, Pemprov Kalsel Luncurkan SIABAH

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimanatan Selatan meluncurkan aplikasi Sistem Informasi Administasi Hibah atau disebut “SIABAH”.

Aplikasi ini dikembangkan untuk memudahkan proses pengajuan proposal, penyaluran, serta pelaporan hibah secara digital.

Sosialisasi Monev dan Kinerja Hibah Tahun 2025

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, Muhammad Syarifuddin mengatakan, dengan aplikasi tersebut, sistem hibah daerah menjadi lebih transparan, tertib, dan efisien, serta mempermudah proses administrasi. Baik bagi pemerintah daerah maupun para penerima hibah.

“Pemprov Kalsel terus berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola keuangan daerah, termasuk dalam hal pemberian hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), agar tetap sesuai prinsip efektif, efisien, dan akuntabel,” ungkap Syarifuddin, usai menghadiri sosialisasi Monev dan Kinerja Hibah Tahun 2025, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (10/7).

Syarifuddin menambahkan, dana hibah merupakan bentuk bantuan yang harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan. Sebab dana hibah juga akan diperiksa BPK, karena itu setiap lembaga harus hati-hati dan teliti dalam menggunakan agar tidak terjadi penyimpangan.

“Dana hibah merupakan bagian dari belanja pemerintah yang diperuntukkan untuk mendorong partisipasi masyarakat, dalam pembangunan dan juga melayani masyarakat,” tutup Syarifuddin.

Sementara itu, Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesra, Fahrurazi, mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya bagi penerima hibah dana keagamaan, berbagai lembaga dan organisasi di Kalsel.

“Kita mengundang para penerima hibah sekaligus memberikan pemahaman melalui sosialisasi, melakukan monitoring, dan evaluasi penggunaan dana hibah. Ini bagian dari upaya kita untuk memastikan akuntabilitas penggunaan dana pemerintah,” ucap Fahrurazi.

Adapun hibah akan diberikan Pemprov Kalsel melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Birokesra) Setdaprov Kalsel kepada sarana prasarana spiritual, seperti rumah ibadah, hingga kelembagaan seperti tsanawiah dan madrasah ibtidaiyah. (MRF/RIW/RH)

Pulihkan Sumber Daya Perikanan, Dislutkan Kalsel Laksanakan Pembuatan dan Penenggelaman Rumah Ikan

TANAH BUMBU – Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan pemulihan sumber daya ikan melalui Pembuatan dan Penenggelaman Rumah Ikan, di wilayah perairan Desa Setarap, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, sejak 7 hingga 9 Juli 2025.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono menjelaskan, kegiatan Penenggelaman Rumah Ikan sebagai upaya dalam nyata pemulihan sumber daya ikan, akibat pemanfaatan ikan yang tidak ramah lingkungan.

“Pemanfaatan tidak ramah lingkungan mengakibatkan rusaknya ekosistem perairan, terutama kerusakan habitat ikan seperti terumbu karang,” ungkap Rusdi.

Rusaknya terumbu karang dapat mengakibatkan penurunan sumber daya ikan. Hal tersebut dikarenakan, terumbu karang memiliki fungsi sebagai daerah pemijahan (spawning ground), sebagai areal pengasuhan serta pertumbuhan (nursery ground), dan mencari makan (feeding ground).

“Penurunan sumber daya ikan dapat dilihat dari menurunnya hasil tangkapan nelayan,” ujarnya.

Selain itu, semakin mengecilnya ukuran ikan yang tertangkap, sulit dan jauhnya mencari daerah penangkapan (fishing ground) dan langkanya beberapa spesies ikan.

“Salah satu upaya untuk pemulihan sumber daya ikan di perairan yang rusak dan mulai terlihat berkurangnya sumber daya ikan di tempat tersebut, salah satunya dengan pembuatan dan penenggelaman fish apartment atau rumah ikan ini,” tutur Rusdi.

Seperti diketahui, apartemen ikan atau yang di kenal dengan nama ‘Rumah Ikan” adalah hasil rekayasa teknologi penangkapan ikan, yang dirancang dengan menggunakan komponen partisi plastik jenis polypropylene yang ramah lingkungan.

Rumah ikan ini dirancang dengan mempunyai banyak celah atau sekat seperti layaknya bangunan menyerupai apartemen atau sebuah rumah, yang terdiri atas 123 partisi yang bermanfaat untuk melindungi telur dan larva serta anak-anak ikan, sekaligus menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis ikan. Sehingga memudahkan para nelayan untuk menangkap ikan pada radius 100-200 meter di luar areal rumah ikan, dan daya tahan rumah ikan ini diperkirakan mencapai 30-50 tahun.

Rumah Ikan (Fish Apartement) sendiri sudah terbukti menjadi salah satu solusi dalam memperbaiki ekosistem perairan yang rusak hal ini dapat dilihat dari pertambahan jenis ikan, meningkatnya hasil tangkapan hingga, jarak penangkapan yang dekat dan efisien dalam waktu penangkapan. Dengan adanya Rumah Ikan ini menjadikan wilayah perairan tersebut sebagai sentra ekonomi perikanan wisata bahari. (DislutkanKalsel-SRI/RIW/RH)

Kuatkan Sinergitas, Gubernur Muhidin Bersama Forkopimda Silaturahmi ke Pangdam VI/ Mulawarman

BALIKPAPAN – Menguatkan sinergitas, Gubernur, Muhidin bersama jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, silaturahmi ke Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha pada Rabu (9/7).

Gubernur dan Forkopimda Kalsel melihat alutsista milik Kodam VI/Mulawarman

Dalam silaturahmi yang berlangsung di Markas Kodam VI/Mulawarman itu, tampak mendampingi Gubernur, Muhidin diantaranya Kepala BINDA Kalsel Brigjen Pol Nurullah, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI ilham Yunus, Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Wisnu Andayana, dan Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan.

Gubernur Kalsel menerima cinderamata dari Pangdam VI/Mulawarman

Tiba di Makodam VI/Mulawarman, Gubernur Muhidin dan Forkopimda Kalsel, disambut para prajurit TNI, dan diterima langsung Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha.

Mendapat kunjungan Gubernur Kalsel dan Forkopimda, Pangdam Rudy Rachmat Nugraha menyampaikan ucapan selamat datang, dan apresiasi setinggi-tingginya atas silaturahmi ini.

Mendapatkan sambutan istimewa dari Pangdam dan jajarannya, Gubernur, Muhidin pun juga menyampaikan rasa bangga dan terkesan.

“Alhamdulilah. Kami bersama jajaran Forkopimda Kalsel hari ini disambut dengan sangat istimewa dan penuh rasa kebersamaan,” ujar Muhidin.

Gubernur, Muhidin pun menyampaikan, dirinya bersama jajaran Forkopimda Kalsel selalu bersama-sama dan solid dalam berbagai kegiatan di Banua.

“Semoga jalinan silaturahmi ini semakin memperkuat sinergitas kita bersama dalam membangun Banua untuk kemajuan masyarakat,” ungkap Muhidin.

Pada kesempatan itu pula, Gubernur, Muhidin beserta jajaran Forkopimda Kalsel bersama Pangdam meninjau Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) di Kodam Mulawarman. Dengan lokasi strategis adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kaltim, maka peralatan Alutsista Kodam kini semakin canggih dan lengkap. Mulai dari kendaraan taktis TNI, alat komunikasi dan sebagainya.

Tak lama, Gubernur, Muhidin diajak Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, untuk latihan menembak.

Pada akhir silaturahmi itu, Gubernur, Muhidin menerima cinderamata dari Pangdam VI Mulawarman dan dilanjutkan dengan melakukan foto bersama. (Biroadpim-RIW/RH)

Ketua Dekranasda Kalsel Fathul Jannah Bangga, Kain Sasirangan Diborong di Expo Dekranas ke-45

BALIKPAPAN – Ketua Dekranasda Kalsel, Fathul Jannah dan Wakilnya, drg. Ellyana Trisya, menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan, Rabu (9/7).

Puncak HUT Dekranas itu dibuka langsung Selvi Gibran Rakabuming, istri Wakil Presiden RI yang juga Penasihat Utama Dekranas.

Rombongan Ketua Dekranasda Kalsel, Fathul Jannah dan Wakil Dekranasda Kalsel, drg. Ellyana Trisya beserta Ketua DWP Provinsi Kalsel, Masrupah, tiba di lokasi acara pada pukul 08.20 WITA.

Mengusung tema “Perajin Berdaya, Mendunia”, yang akan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan budaya. Sehingga, kegiatan ini menampilkan banyak rangkaian yaitu Pameran Kerajinan Nusantara, Gelar Budaya, Pagelaran Seni, Talkshow bersama perajin inspiratif dan pelaku industri kreatif, demo kerajinan serta Fashion Show Wastra Nusantara, yang menggambarkan kekayaan busana tradisional dan daerah.

Produk-produk unggulan Dekranasda seperti manik-manik, tas, batik khas daerah, tenun, kalung, hingga pernak-pernik lainnya dipamerkan dan tampil dalam sesi fashion show bertema kearifan lokal.

Cinderamata khas seperti amplang, batik, souvenir dari kentang, hingga tas manik-manik akan dibagikan kepada tamu kehormatan.

“Alhamdulillah, hari ini ditanggal 9 Juli memperingati Hari Dekranas ke-45 di Balikpapan. Harapan kita, Kalimantan Selatan bisa berdaya saing dengan kabupaten/kota lain dan mendunia,” ujar Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah usai kunjungan di Expo Dekranas.

Seusai pembukaan Expo Dekranas ke-45, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah bersama wakilnya drg. Ellyana Trisya, mengunjungi sejumlah stand Kabupaten/Kota. Diantaranya Kota Banjarbaru, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Dalam momentum itu, Fathul Jannah bersyukur, bahwa kain sasirangan di Expo Dekranas ke-45 kali ini diborong pengurus Dekranas Pusat. Sejumlah pengunjung juga sempat bertanya – tanya soal jualan kerajinan khas Banjar tersebut.

Ketua Dekranasda Kalsel saat menghadiri Expo Dekranas di Balikpapan

“Buhan kita (Dekranasda Kalsel) terkait kain sasirangan khas Banjar di borong pengurus Dekranas Pusat. Laris manis untuk semuanya, UMKM berkembang maju mendunia,” harap Fathul Jannah.

Sementara itu, Penasihat Utama Dekranas Pusat Selvi menyampaikan, bahwa pihaknya ingin mempromosikan kerajinan Dekranasda seluruh Indonesia yang belum tersentuh di Nasional. Sehingga, isteri Wakil Presiden RI itu berjanji, satu per satu UMKM lokal yang belum terkenal akan dikembangkan Dekranasda di masing – masing daerah.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur yang telah menjadi tuan rumah tahun ini. Dan seluruh pihak yang terlibat dalam membantu dan menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Selvie.

Selama 45 tahun ini, Selvie melihat banyak tantangan yang telah dilewati dalam mendorong pengembangan kerajinan daerah. Dia meyakini ke depan, Dekranasda semakin maju selama berkomitmen untuk menguatkan pelaku ekonomi kreatifnya.

“Semakin hari Dekranasna mampu terus menguatkan perannya sebagai mitra pemerintah. Tentunya dalam mengembangkan industri kerajinan Indonesia serta mendorong UMKM lokal, sehingga ini telah berkontribusi untuk kemajuan perekonomian Nasional,” harap Selvie.

Dalam kesempatan itu, Selvie berharap, Dekranasda di seluruh Indonesia dapat menjadi motor penggerak dan penyemangat bagi UMKM lokal di daerah, serta bekerja keras yang penuh dedikasi.

Berdasarkan laporan data Dekranas Pusat bahwa terdapat 60.000.000 UMKM di Indonesia, terdiri 18.000.000 bidang fashion dan craft binaan pemerintah daerah.

Sebagai informasi bahwa Perayaan HUT ke-45 Dekranas ini menampilkan kegiatan pameran kriya dan fashion yang menghadirkan 170 stan berasal dari 38 provinsi. Ditambah 118 dari kabupaten/kota, kemudian juga ada dari tiga kementerian yang bergabung.

Sejak didirikan pada 3 Maret tahun 1980, Dekranas memiliki semangat untuk terus melestarikan budaya bangsa, mendorong inovasi kerajinan, serta memperkuat peran perajin lokal dalam membangun ekonomi nasional. Rangkaian akhir acara, dihibur penyanyi Indonesia, Charly Van Houten yang membius para peserta ibu-ibu PKK daerah. (Biroadpim-RIW/RH)

Exit mobile version