Diikuti 700 Peserta, Jambore Pokdarwis Kalsel 2025 Resmi Dibuka
Penyerahan cinderamata dari Pemprov Kalsel kepada perwakilan Kementerian Pariwisata
BANJARBARU – Ratusan pegiat wisata dari seluruh Kalimantan Selatan berkumpul di Amanah Borneo Park Banjarbaru, untuk mengikuti Jambore Pokdarwis Kalsel 2025, Rabu (1/10).
Dengan tema “Bekerja Bersama Merangkul Semua Menuju Transformasi Pariwisata Kalsel yang Berkelanjutan dan Mendunia”, kegiatan yang berlangsung hingga Kamis (2/10) ini diikuti sekitar 700 peserta.
Gubernur Kalsel Muhidin, melalui Sekretaris Daerah, Muhammad Syarifuddin, menegaskan pentingnya kiprah Pokdarwis dalam menjaga kelestarian alam dan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

“Pokdarwis adalah ujung tombak pengembangan pariwisata. Bukan hanya menggerakkan destinasi wisata, tetapi juga menjadi penjaga budaya, lingkungan, dan pemberdaya ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Syarifuddin menyebut Kalsel memiliki potensi wisata beragam, mulai dari Geopark Meratus yang mendunia, deretan pantai di Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru, hingga wisata pasar terapung, religi, kuliner, serta bamboo rafting. Namun, Ia menilai potensi ini masih perlu digarap lebih serius.
“Kita harus melahirkan destinasi baru yang lebih menarik. Dengan kreativitas, jejaring, dan penerapan standar CHSE, kita optimis pariwisata Kalsel bisa bersaing dengan daerah lain bahkan mendunia,” tambahnya.
Ia juga menekankan peluang besar pada wisata halal dan ramah muslim yang saat ini semakin berkembang. Menurutnya, Pokdarwis perlu menyesuaikan layanan wisata dengan kebutuhan pasar global yang makin inklusif.
“Melalui jambore ini, mari kita bulatkan tekad bersama. Bangun reputasi terbaik agar pariwisata Kalsel bisa bertransformasi secara berkelanjutan dan percaya diri mendunia,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)
