13 Februari 2026

Status Siaga Darurat Karhutla Dicabut, BPBD Kalsel Bersiap Hadapi Musim Penghujan

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi mencabut status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), setelah hampir dua bulan penuh seluruh jajaran bekerja keras melakukan pengendalian titik api di berbagai wilayah.

Berakhirnya status darurat ini menjadi tanda bahwa kondisi cuaca mulai membaik, curah hujan perlahan turun, serta potensi kebakaran dapat ditekan secara signifikan.

Namun, tantangan baru kini menanti, sebab Kalimantan Selatan akan segera memasuki musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, hingga angin kencang.

Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel menegaskan kesiapan mereka dalam menghadapi perubahan musim ini dengan langkah – langkah pencegahan yang lebih terarah.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa status siaga darurat karhutla yang diberlakukan sejak 4 Agustus hingga 30 September 2025 telah resmi dicabut.

“Kondisi cuaca di Kalsel sudah mulai membaik dan titik api yang sebelumnya muncul sudah bisa dikendalikan dengan baik. Apalagi curah hujan sudah turun sejak akhir September, sehingga potensi kebakaran bisa ditekan,” ucap Bambang, saat ditemui dikantornya pada Rabu (1/10) sore.

Lebih lanjut, Bambang menambahkan, meskipun status darurat telah dicabut, kewaspadaan masyarakat tetap dibutuhkan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, meski saat ini sudah memasuki musim hujan,” panjut Bambang.

Di sisi lain, BPBD juga mulai mengalihkan fokus ke antisipasi bencana di musim penghujan. Menurut Bambang, pihaknya telah menyiapkan personel siaga, memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, serta menyiagakan posko darurat dan logistik kebutuhan dasar.

“Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang menjadi perhatian utama kami. Untuk itu, berbagai langkah pencegahan sudah mulai dipersiapkan,” tutup Bambang.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kalimantan Selatan mampu melalui pergantian musim dengan dampak bencana yang bisa diminimalisir. (MRF/RIW/RH)

Tinggalkan Balasan

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.