Presiden Jokowi Akan Resmikan Jembatan Alalak, Kalsel 21 Oktober Mendatang

BANJARMASIN – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan jembatan Alalak 1 pada Kamis 21 Oktober 2021 nanti dalam kunjungan kerjanya ke Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kalsel Supian HK kepada wartawan, belum lama tadi.

“Insyaallah akan datang untuk meresmikan jembatan sekaligus meresmikan pabrik biodiesel yang dikelola PT Jhonlin Agro Raya, serta meninjau vaksinasi massal di ULM Banjarmasin,” ujarnya saat ditemui di DPRD Kalsel.

Rencana kedatangan ke tujuh kali Jokowi ke Kalsel ini, menurut Supian, tentu sesuatu yang membanggakan bagi masyarakat karena Jokowi termasuk Presiden yang mendengarkan suara masyarakat Kalsel.

Ditanya mengenai sumber informasi terkait kunjungan Jokowi ke Kalsel, Supian mengatakan mendapatkan informasi dari sekretariat negara.

Dengan diresmikannya jembatan maka kata Supian, semua kendaraan bisa melintas di jembatan tersebut atau tak ada pembatasan kendaraan sehingga diharapkan perekonomian di Kalimantan Selatan bisa lebih meningkatkan. Termasuk peresmian biodiesel di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, diharapkan juga akan meningkatkan PAD Kalsel.

“Kita berterimakasih kepada pengusaha yang mau menanamkan modalnya di Kalsel,” sebutnya.

Selain meresmikan jembatan, rencananya dalam peresmian tersebut juga akan menyebutkan nama baru bagi jembatan tersebut. Lima nama tokoh yang diusulkan DPRD Kalsel yakni Aberani Sulaiman, Ir HM Said, Zaini Azhar Maulani, Sulaiman HB dan Hasan Basri.

“Harapannya nanti seperti itu, karena kita sudah mengusulkan lima nama jembatan itu ke Pemprov Kalsel,” harapnya.

Menurut Supian HK nama nama tersebut akan dikirim ke eksekutif yang menentukan, namun bila eksekutif menyerahkan kembali ke Dewan maka pihaknya akan menentukan sesuai dengan Perda No. 8 tahun 2008 tentang Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan, Nilai Tradisional Dan Permuseuman

“Kita juga bisa mengusulkan satu nama sesuai dengan perda tersebut,” ujarnya.

Pemilihan nama tokoh tersebut jelas Supian sebagai bukti penghormatan atas jasa para tokoh. (NRH/RDM/RH)

Dukung Pemerataan Vaksinasi di Kalsel, Yani Helmi Sediakan 1.000 Vaksin Untuk Warga Pesisir Daratan di Kotabaru

KOTABARU – Untuk memaksimalkan pemerataan program vaksinasi sebagai langkah kongkrit memutus dalam mata rantai penyebaran COVID-19 di Kabupaten Kotabaru, Anggota Komisi II DPRD Kalsel dari fraksi Partai Golkar, Muhammad Yani Helmi, menyediakan 1.000 dosis vaksin untuk warga pesisir daratan di Kelumpang Selatan.

Kegiatan reses dititik ketiga yang juga diikuti oleh pemerintah desa, Senin (18/10).

Menurut anggota yang duduk membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel, kalau penyelenggaraan program vaksinasi ini merupakan bentuk ikhtiar untuk membangkitkan kembali perekonomian warga di daerah yang sempat mengalami kemerosotan akibat pandemi virus Corona.

M. Yani Helmi saat memberikan penyampaian kegiatan resesnya kepada puluhan masyarakat di Balai Desa Sukamaju.

“Sepeti yang saat ini kami ketahui, mau sekolah, naik haji, pemulihan perekonomian ke awal dan sebagainya harus mendapatkan suntikan vaksin. Bahkan, vaksin jadi rebutan dan ini adalah salah satu moment langka untuk bisa diikuti oleh warga di Kecamatan Kelumpang Selatan,” ujarnya usai bersilaturahmi di Balai Desa Sukamaju, Kelumpang Selatan, Kotabaru, Senin (18/10) siang.

Terlebih, program itu juga merupakan bentuk dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang saat ini dosisnya juga telah dipersiapkan dengan berkoordinasi dengan pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru.

“Kemarin saya sudah berbicara dengan paman Birin selaku Gubernur Kalsel dan Alhmadulillah disetujui. Disamping itu, vaksin yang disediakan tidak tanggung-tanggung,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari pengawas khusus Satgas COVID-19 Kalsel, Yani Helmi menyebut, terkait mempercepat pemulihan ekonomi di daerah tersebut perlu ditingkatkannya program vaksinasi secara merata hingga ke pelosok desa pesisir.

“Maka dari itu, kami mengharapkan agar warga yang ada di Kecamatan Kelumpang Selatan bisa ikut berpartisipasi dalam rangka mendukung program pemerintah sebagai upaya memutus sampa ke akar penularan COVID-19. Kita ketahui, saat ini tidak ada lagi alias nihil pasien yang dirawat di rumah sakit baik di RSUD Ulin maupun Anshari Saleh,” beber kader dari fraksi Partai Golkar itu.

Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju, Sudarto saat ditemui di ruang kerjanya, mengungkapkan mendukung dengan adanya program vaksinasi massal yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Ia juga mengharapkan, pelaksanaan sebagai bentuk memutus penularan COVID-19 bisa berjalan sukses serta lancar meski sebagian warga sudah mendapatkan suntikan vaksin.

“Kami sangat mengapresiasi dengan langkah yang dilakukan oleh paman Yani selaku anggota DPRD Kalsel dalam rangka memutus mata rantai COVID-19. Tentunya, silaturahmi ini tetap terjaga dan berjalan baik secara berkelanjutan,” ucapnya.

Untuk diketahui, pelaksanaan program vaksinasi massal yang dipastikan jadwal penyelenggaraannya, Selasa, 19 Oktober besok, berada di Desa Sungai Kupang Jaya, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, bakal diikuti ribuan lebih warga sekitar. Bahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru telah menyiapkan tim vaksinator guna mensukseskan kegiatan tersebut. (RHS/RDM/RH)

Paman Yani Sosialisasikan Perda Pajak Daerah Hingga Pelosok Pesisir Kotabaru Daratan

KOTABARU – Sosialisasi Perundang-undangan (Sosper) melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah ditingkat Provinsi Kalimantan Selatan mendapat apresiasi dari masyarakat pesisir di Desa Tanjung Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru.

Suasana kegiatan Sopers terkait Pajak Daerah di aula utama Desa Tanjunh Pangga, Kelumpang Selatan, Kotabaru.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan, dengan adanya pelaksanaan sosialisasi yang digelar bersama dengan Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) di dua Kabupaten yakni Batulicin dan Kotabaru tersebut dapat mengedukasi masyarakat pesisir, meski penyelenggaraannya dimalam hari.

Kegiatan sosper terkait pajak daerah juga diikuti oleh ibu rumah tangga

“Yang seharusnya mendapatkan edukasi dan sangat layak terkait perda ini ya di daerah yang jauh dari perkotaan tepatnya di desa terpencil. Karena apa, mereka juga perlu mengetahui pemanfaatan dan penggunaan retribusi tersebut, baik dari hasilnya dipergunakan untuk apa dan sebagainya mereka harus jauh lebih tahu,” ujarnya usai menyelenggarakan Sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2011 terkait Pajak Daerah di desa pesisir Kotabaru daratan, Sabtu (16/10) kemarin.

Orang yang duduk sebagai anggota dari Dapil IV DPRD tingkat provinsi Kalsel yang sekaligus membidangi ekonomi dan keuangan itu menyebut, meski status pekerjaan mereka adalah mayoritas nelayan, petani dan pekebun kelapa. Namun, keingintahuan para warga yang mengikuti kegiatan tersebut diakui sungguh membuat dirinya sebagai perwakilan rakyat merasa takjub.

“Saya katakan ini sangat luar biasa, bahkan seharusnya kita apresiasi. Yang mana, rasa keingintahuan lebih dari masyarakat pesisir pantai terhadap isi di dalam Peraturan daerah (perda) beserta pemanfaatannya terkait pajak daerah harus benar-benar dipahami,” ungkapnya.

Kendati begitu, kegiatan yang dilaksanakan oleh anggota DPRD Kalimantan Selatan dari fraksi Golkar itu ternyata disambut antusias oleh ratusan warga yang mengikutinya. Bahkan, mayoritas dihadiri oleh kepala dan ibu rumah tangga.

“Saya pun tidak menyangka bahwa ratusan masyarakat berkumpul hanya untuk mengetahui seperti apa sosialisasi perda yang sudah disahkan dan dijalankan itu, seperti halnya dalam penerimaan Pajak Daerah ditingkat Pemprov Kalsel untuk pelaksananya adalah Badan Keuangan Daerah melalui UPPD Samsat yang tersebar di kabupaten/kota yang ada di provinsi ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Pangga, Hendra Jainal Rahmadi, turut mengucapkan terima kasih kepada anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi itu yang rela datang jauh untuk mensosialisasikan perda tersebut.

“Tentunya salinan perda terkait pajak daerah yang diberikan oleh paman Yani kepada kami di Desa Tanjung Pangga akan dipelajari. Bahkan, diharapkan kedepan mampu dipahami oleh seluruh masyarakat pesisir di daerah ini,” tuturnya. (RHS/RDM/RH)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Tabalong; Didik Anak dengan Literasi Digital di Era Pandemi

TABALONG – Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Didik Anak dengan Literasi Digital di Era Pandemi” di Kabupaten Tabalong, Sabtu (15/10) pukul 10.00 WITA. 

Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc dan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Ronald Andretti yang menghadirkan narasumber pertama yakni, Dr H M Dimyati Huda yang membahas tentang “Budaya Digital”

“Apa yang kita posting ke media sosial harus bisa kita pertanggungjawabkan, kalau nantinya kita tidak bisa mempertanggung jawabkan apa yang kita sebarkan maka nanti akan berakhir dengan hukum, kita harus cerdas, bijak, dan sopan dalam bermedia sosial,” tuturnya.

“Konten yang kita sebarkan sebelumnya kita harus berpikir, apakah konten yang kita sebar itu bermanfaat bagi orang lain, hal ini sangat penting untuk diperhatikan,” tegasnya.

Narasumber kedua, Awiek Hadi Widodo yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

Ia memaparkan, beberapa kemampuan dalam berkomunikasi, yaitu;

1.Mengenali kebutuhan informasi

2.Mengatur informasi secara logis dan lengkap

3.Menyampaikan ide secara koheren

4.Menggunakan bahasa berstandar tinggi

5.Bersikap santun dan etis

6.Mengelola waktu dan sumber daya secara efisien

7.Berpikir kritis

Narasumber ketiga yaitu Farras Ardiana yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Keamanan Digital”

Ia memaparkan, kerugian menggunakan fitur paylater yaitu berpotensi pemborosan, menambah utang, dan denda yang berlaku.

Adapun cara mencegah ancaman keamanan identitas, yaitu jangan posting identitas pribadi, jangan pernah bagikan omkode otp, dan rajin mengganti password.

Terakhir, narasumber Genta Pramadhana yang meyampaikan materi tentang “Etika Digital”.

“Didik anak kita sejak dini untuk menjadi pengusaha, jangan sampai anak kita merasakan sulit sama seperti kita dulu. Ajarkan anak mulai dari cara mengelola uang, latih jiwa kepemimpinannya, latih kemandiriannya agar anak bisa melihat peluang,” pungkasnya. (RILIS)

Tour De Loksado Dipastikan Dapat Tingkatkan Sektor Pariwisata Banua Kalsel

BANJAR – Salah satu event yang diagendakan Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel yakni Tour De Loksado resmi dibuka pada Sabtu (16/10) di Kiram Park Kabupaten Banjar.

Pembukaan event balap sepeda ini dilakukan langsung oleh Gubernur kalsel Sahbirin Noor dengan mengibaskan bendera tanda dimulainya event balap sepeda tahunan milik Pemprov Kalsel tersebut.

Dari 250 Peserta yang mendaftar, 217 Peserta berhadir di Kiram Park untuk mengikuti Tour De Loksado. Event lomba balap sepeda ini akan menempuh jarak mulai dari Kota Banjarbaru, hingga Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Kepada sejumlah wartawan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengucapka selamat kepada para peserta yang mengikuti kegiatan Tour De Loksado. Ia bangga melihat antusias para peserta yang datang dari berbagai daerah, bahkan terdapat peserta yang berasal dari luar Kalsel, seperti Kalteng, Kaltim, hingga DKI Jakarta.

“Ini merupakan event kedua yang diadakan provinsi Kalsel, mengingat ditahun 2020 dulu, event ini ditiadakan akibat meningkatnya kasus pandemi COVID-19,” ungkap Sahbirin Noor.

Swab antigen bagi para peserta lomba tour de loksado

Gubernur yang akrab disapa paman Birin ini menambahkan, dengan masih adanya Pandemi COVID-19 maka semua event wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat, bahkan untuk lomba sepeda ini.

Selain itu disampaikan paman Birin, dengan adanya event tour de loksado, maka akan dapat menciptakan perpaduan antara olahraga dan promosi pariwisata. Salah satu keunggulan dan potensi pariwisata di kalsel adalah bentang alam yg menyimpan keindahan luar bisa, dan bahkan diakui secara nasional, melalui penetapan pegunungan meratus menjadi geoprak nasional.

“Dengan adanya kegiatan lomba sepeda tour de loksado, maka akan memperkenalkan sektor pariwisata yang dilalui para peserta, mulai dari Kota Banjarbaru, kabupaten Banjar, kabupaten Tapin, hingga kabupaten Hulu Sungai Selatan,” tutupnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin. Kepada Abdi Persada FM ia menyampaikan, Tour De Loksado juga bertujuan untuk memperkenalkan pariwisata alam milik Pemprov Kalsel.

“Jadi kita mulai Start perlombaan dari Kiram Park, kemudian ada beberapa tempat pemberhentian dan Finish nya nanti langsung di lokasi Pariwisata Kecamatan Loksado,” ungkap syarifuddin.

Syarifuddin menambahkan, sebelum memulai lomba, para peserta diwajibkan melakukan Swab Antigen yang disediakan pihaknya, sehingga pada event Tour De Loksado diharapkan tidak terjadi peningkatan pandemi COVID-19.

“Selain swab antigen, para peserta juga wajib mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama,” tutup Syarifuddin. (MRF/RDM/RH)

UPP Kintap Berhasil Juarai Sepak Bola Usia Dini U-14 Piala Paman Birin Cup

BANJARMASIN – Setelah melewati pertandingan cukup sengit pada babak final antar UPP Kintap melawan SBB Bakti Husada HSU, berhasil dimenangkan oleh UPP Kintap.

Pertandingan Final Sepakbola Usia Dini U-14 Piala Paman Birin Cup

UPP Kintap berhasil mengalahkan Tim Bakti Husada HSU dengan babak finalti, di lapangan Sepakbola Kayutangi Banjarmasin, Jumat Sore (15/10).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah mengatakan, dengan digelar pertandingan ini, pihaknya melihat di Provinsi Kalsel ternyata banyak ditemukan potensi potensi pemain sepakbola usia dini yang cukup bagus.

“Dapat dilihat pemain pemain usia dini U-14 Piala Paman Birin Cup ini cukup bagus,” ucap Hermansyah.

Terbukti, lanjutnya, dengan penampilan sengit pada babak final sepak bola yang dimainkan oleh kedua tim sepak bola usia dini dari UPP Kintap melawan SBB Bakti Husada HSU.

“Tentunya para pemain muda berbakat ini, akan dimasukkan pada pembinaan PPLP Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Hermansyah mengatakan, kedepannya pertandingan sepak bola usia dini akan terus dilangsungkan, oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pertandingan sepak bola usia dini piala Paman Birin Cup ini tidak hanya pada U-14, tetapi juga pada U-16, serta U-19,” ungkapnya.

Para pemenang berhak mendapatkan hadiah tropi, uang pembinaan, serta lainnya.

Pada pertandingan sebelumnya, SSB Junior 2000 Banjarmasin berhasil mengalahkan SSB Batu Alam dari Banjarbaru dengan skor 5-0 pada perebutan juara ketiga. Sementara untuk gelar top skorer jatuh pada Muhammad Yusuf Herdiman dari SSB Junior 2000 dengan 13 gol. (SRI/RDM/RH)

PWI Kalsel Gelar UKW Angkatan XIII, Ini Harapan Gubernur

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor menyambut baik penyelanggaran Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XIII, di Banjarmasin, pada 15 – 16 Oktober 2021. UKW digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel.

Pemerintah Provinsi Kalsel,ujarnya, mendorong pengembangan kemampuan wartawan dengan cara apapun, termasuk melalui UKW seperti ini.

Pers ujar gubernur, merupakan sahabat pemerintah yang diharapkan memberikan solusi, menyampaikan aspirasi masyarakat, dan mendorong kesuksesan pembangunan di Banua ini.

“Saya mengharapkan para wartawan terus belajar, berkarya, membangun jejaring atau kemitraan yang seluas-luasnya, sehingga profesi yang digeluti bisa bermanfaat bagi diri sendiri, Banua dan bangsa ini,” tulis gubernur dalam pidato sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Faried Fakhmansyah.

Disebutkan, UKW sangat penting karena akan melahirkan wartawan yang kompeten dan profesional. Terpenting la lagi, dapat menambah pengetahuan para wartawan, mengukur kemampuan sebagai jurnalis serta dapat memahami profesi yang ditekuni.

Sertifikasi sudah menjadi keharusan bagi wartawan sebagaimana profesi lain,  seperti dokter, bidan, guru, ASN dan lainnya.

“Dimasa sekarang, masyarakat dengan cepat mengakses informasi melalui berbagai media, mulai media cetak, televise, elektronik, hingga online. Oleh karena itu, kita sepatutnya mendorong UKW, terlebih sekarang semakin banyak media online, akan semakin banyak wartawan,” ujarnya.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Ketua DPRD Kalsel H Supian HK yang turut hadir dalam pembukaan acara.

Menurutnya, UKW juga sebagai sarana pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kalangan wartawan.

“Wartawan adalah salah satu pilar penting yang menjadi penyokong kebijakan pembangunan Banua,” katanya.

Ia melanjutkan, wartawan juga sebagai corong pembangunan serta kontrol sosial dalam masyarakat. Peran media juga turut serta dan berkontribusi dalam memajukan bangsa.

Ia menyatakan, kiprahnya yang duduk di parlemen selama kurang lebih 7 tahun, komunikasi dengan wartawan terjalin sangat baik.

“Saya berharap kedepannya jalinan yang sudah terbina kepada wartawan-wartawan menjadikan suatu ujung tombak pembangunan yang bisa memberitakan informasi seimbang dan transparan. Para jurnalis adalah pilar terdepan dalam membangun,” ucapnya.

UKW Angkatan XIII  diikuti 36 wartawan dari berbagai media online, cetak dan elektronik yang ada di Kalsel.

Ketua PWI Kalsel M Zainal Helmie, mengatakan, uji kompetensi terbagi tiga kelas, yakni UKW Muda diikuti 24 orang, kemudian Madya dengan peserta 6 orang dan Utama ada 6 orang.

Menurut dia, tahun ini pihaknya hanya bisa menggelar satu kali UKM. Sebab, keterbatasan anggaran.

“Mudahan saja di 2022 mendatang, kita dapat melaksanakannya setidaknya tiga kali. Sehingga jumlah wartawan yang kompeten terealisasi, khususnya wartawan muda dan beberapa media yang belum terverifikasi,” ucap Helmi, usai acara pembukaan, Jumat (15/10). (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

Pertashop Mulai Bertebaran di Kalsel, Terbanyak di Balangan

BANJARBARU – Bisnis usaha Pertashop (Pertamina Shop) atau POM mini kini mulai diminati di Kalimantan Selatan. Tercatat hingga saat ini, sudah ada 62 Pertashop yang tersebar di 11 kabupaten di Banua.

Peluang bisnis dibidang bahan bakar non subsidi ini terbuka bagi siapa saja. Mulai dari perorangan hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“BUMDes bisa, perorangan bisa asalkan memiliki badan hukum,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria, melalui sambungan telepon, Kamis (14/10).

Dari 62 Pertashop, lanjut Satria, terbanyak ada di Kabupaten Balangan dengan 11 Pertashop. Sedangkan sisanya tersebar di 10 daerah di Kalsel kecuali Kota Banjarbaru dan Banjarmasin.

“Tidak adanya Pertashop di dua Kota tersebut, karena akses SPBU sudah banyak dan terjangkau,” katanya.

Sedangkan katanya, untuk kabupaten lainnya masih sangat memungkinkan untuk dibangun Pertashop, karena jarangnya ada SPBU, seperti daerah Hulu Sungai.

Ia menjelaskan terkait kemitraan, hanya cukup mengakses melalui online di https//Kemitraan.Pertamina.com

“Disitu sudah ada cara, dan Persyaratannya,” jelasnya

Kemitraan ini lanjut Satria, dipastikan sangat menguntungkan dan mempunyai banyak manfaat, baik dari sisi bisnis maupun pengembangan desa. Karena sasaran utama adalah wilayah pedesaan yang jauh dari SPBU. Dengan catatan masih bisa diakses oleh mobil tangki.

“Intinya pembukaan Pertashop itu saling menguntungkan antara Pertamina dan investor,” sebutnya.

Soal ketentuan minimal jarak Pertashop itu sejauh 10 km dari SPBU. Dan terkait permodalan yang dibutuhkan urainya, investor diharuskan menyediakan modal awal sedikitnya Rp250 juta.

“Sejauh ini hanya ada dua jenis bahan bakar di Pertashop, Pertamax dan Dexlite,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa Kalsel, Zulkifli, mengaku gembira dengan banyaknya Pertashop di Kalsel. Namun secara bersamaan, ia juga menyayangkan peluang ini tidak sepenuhnya dimanfaatkan oleh BUMDes.

“Harapan kita dikelola BUMDes, sehingga menjadi pendapatan tambahan bagi desa,” harapnya.

Zulkifli menyebut, secara umum, Pemprov Kalsel sangat mendukung dengan adanya Pertashop, terutama di daerah terpencil yang aksesnya jauh dari kota. Mengingat, secara tidak langsung akan meningkatkan derajat perekonomian masyarakat.

“Kita selalu melakukan komunikasi dengan pihak Pertamina agar membantu memperlancar usulan-usulan itu. Terlebih bidang usaha ini menjadi alternatif yang sangat bagus ditengah BUMDes yang kebingungan memilih jenis usaha” pungkasnya. (ASC/RDM/RH)

Hampir 50 Persen Pedagang di Pasar Batuah Martapura Telah Divaksin

BANJAR – PD Pasar Bauntung Batuah bekerjasama dengan Polres Banjar melaksanakan vaksinasi COVID-19 di Aula PD Pasar Bauntung , Jumat (15/10).

Pelaksanaan vaksinasi ini menargetkan para pedagang dan masyarakat yang masih membutuhkan vaksin untuk dosis 2, dan dari pantauan warga cukup antusias mengikuti kegiatan dan disiplin prokes.

Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah mengatakan, pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap kedua ini diharapkan bisa melindungi dan mencegah penyebaran COVID-19, sehingga mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi pedagang maupun pengunjung pasar.

Direktur PD Pasar Bauntung Batuah Rusdiansyah

“Kami hari ini dengan dibantu oleh Polres Banjar dan tenaga kesehatan melaksanakan vaksinasi bagi pedagang maupun pengunjung pasar sebanyak 374 dosis. Alhamdulillah masyarakat semakin sadar akan penting nya suntik vaksin. Buktinya mereka terlihat antusias untuk di vaksin hari ini,” ucap Rusdiansyah.

Rusdiansyah menambahkan, hingga saat ini sudah sekitar 50 persen lebih para pedagang di pasar sudah melakukan suntik vaksin. Dan pada akhir tahun nanti sudah mencapai target 100 persen,  sehingga bisa berdampak positif pada pemulihan kesehatan dan ekonomi warga.

Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di PD Pasar Martapura

“Kami mewanti-wanti warga agar yang sudah melaksanakan vaksin untuk tidak terbawa euforia dan abai terhadap protokol kesehatan COVID-19. Menurut data Dinkes Banjar, penyebaran COVID-19 masih terjadi, itu sebabnya kalau warga abai terhadap prokes bisa membuat penyebaran COVID-19 semakin tidak terkendali, terlebih pasar merupakan area yang cukup krusial,” tutup Rusdiansyah. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

DPR RI Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Banjar

BANJAR – Anggota  DPR RI Dapil Kalsel, Rifqinizamy Karsayuda didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Diauddin melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi di Aula Wisma Sultan Sulaiman Martapura pada Jumat (15/10).

Pemantauan Vaksinasi Covid-19 di Wisma Atlet Sultan Sulaiman.

Rifqy mengatakan, pelaksanaan vaksinasi ini sebagai stimulan untuk vaksinasi tahap selanjutnya. menurutnya,  pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan RI dalam menyediakan puluhan ribu dosis vaksin untuk kemudian disalurkan ke Puskesmas dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Banjar. 

“Saat ini pihak kami menyediakan 4000 dosis vaksin Sinovac untuk masyarakat yang memerlukan vaksin  khususnya di wilayah Kabupaten Banjar. Ini merupakan langkah awal dari pihak kami dalam percepatan program vaksinasi. Kemudian kita akan melakukan koordinasi dengan Menteri Kesehatan untuk memastikan bahwa jumlah vaksin yang belum tersalurkan bisa terpenuhi 100 persen,” ucap Rifky.

Rifky menambahkan, ia mengaku dirinya juga ingin memberikan pesan bahwa vaksin ini halal dan aman sesuai rekomendasi MUI dan BPOM. Melakukan vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk keluar dari pandemi COVID-19.

“Semoga dengan dilaksanakannya vaksinasi COVID-19 ini, maka dapat menambah numlah angka masyarakat Kabupaten Banjar yang sudah divaksin, demi menuju peningkatan ekonomi Kabupaten Banjar,” tutup Rifky. (HUMASBANJAR-MRF/RDM/RH)

Exit mobile version