RSUD Ulin Usung 9 Program Prioritas Dari Kemenkes RI

BANJARMASIN – Kementerian Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit Pengampu Layanan Program Prioritas melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Ulin Banjarmasin, di Aula Gedung Ulin Tower Banjarmasin, Selasa (20/6).

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Yudhi Riswandi Nora menjelaskan, kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka peningkatan layanan prioritas yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan, diantaranya RSUD Ulin Banjarmasin.

Wadir Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin Yudhi Riswandi Nora didampingi Direktur Utama RSAB Harapan Kita Ockti Palupi

Selain itu, lanjut Yudhi, kunjungan ini untuk mendukung transformasi layanan kesehatan rujukan Pengampu 10 Layanan prioritas dari Kementerian Kesehatan.

“Dan, 9 layanan prioritas tersebut terdapat di RSUD Ulin Banjarmasin,” ungkapnya.

10 layanan prioritas tersebut, yaitu,
Kanker, kardiovaskular, gastrohepatologi, stroke, uronefrologi, kesehatan ibu dan anak, respirasi, tuberculosis, diabetes melitus, penyakit infeksi dan Emerging, serta kesehatan jiwa.

“Dengan adanya tambahan prioritas tersebut, maka saat ini RSUD Ulin Banjarmasin, meminta dukungan dari semua pihak, agar 9 layanan prioritas tersebut, dapat dilaksanakan dengan baik,” ujar Yudhi.

Dengan adanya 10 Layanan Prioritas tersebut, tambahnya, maka RSUD Ulin Banjarmasin bekerjasama dengan 10 rumah sakit pengampu lainnya di Tanah Air.

Salah satunya dengan RSAB Harapan Kita, untuk layanan prioritas kesehatan ibu dan anak.

“Sedangkan kedepannya RSUD Ulin Banjarmasin akan menjadi Rumah Sakit Pengampu untuk Rumah Sakit di daerah yang ada di Kabupaten dan Kota di Kalsel,” ucap Yudhi.

Sementara itu Direktur Utama RSAB Harapan Kita Ockti Palupi mengatakan, Rumah Sakit Pengampu ini tentunya, untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari rumah sakit yang diampu tersebut. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi ke rumah sakit lainnya.

Salah satunya, untuk peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di RSUD Ulin Banjarmasin setelah bekerjasama dengan RSAB Harapan Kita Jakarta, akan terus mengalami peningkatan. Sehingga, angka kematian ibu dan anak dapat terus mengalami penurunan.

“Tujuan dari Kementerian Kesehatan dengan adanya rumah sakit pengampu ini, untuk pemerataan pelayanan kesehatan di Tanah Air, salah satunya di Provinsi Kalsel ini,” ucap Ockti. (SRI/RDM/RH)

Gelar Expo, Bukti Kemenkeu Satu Kalsel Mendukung UMKM Tumbuh dan Berdaya

BANJARMASIN – Tercatat lebih 150 UMKM mengikuti Expo UMKM Kemenkeu Satu, yang digelar di halaman kantor Ditjen Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan, di jalan Ahmad Yani kilometer 2,5 Banjarmasin, mulai 20-22 Juni 2023. Expo ini digelar Perwakilan Kementerian Keuangan Satu Kalimantan Selatan (Kemenkeu Satu Kalsel), berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Tujuan dari expo ini, adalah untuk mendukung peningkatan kapasitas dan memberdayakan UMKM, juga turut serta melaksanakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Khususnya di Kalimantan Selatan.

Perwakilan Kemenkeu Satu Kalsel, terdiri dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Selatan dan Tengah, Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Selatan, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalsel, dan Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kalimantan Selatan dan Tengah.

Gubernur Kalsel saat berbelanja disalah satu stand Expo UMKM Kemenkeu Satu

Acara ini dibuka langsung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, dan dihadiri Staf Ahli Menteri Keuangan RI Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Oza Olavia, Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana Plt. Direktur Kemitraan BPDP KS Kabul Wijayanto. Turut hadir Forkopimda Provinsi Kalsel, Bupati Tanah Laut, Sukamta, serta Kepala Perwakilan Kemenkeu Kalsel Ferdinan Lengkong.

Dalam sambutannya, Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana – Plt. Direktur Kemitraan BPDP KS Kabul Wijayanto mengatakan, sinergi antara BPDPKS dengan Kemenkeu Satu, telah menghasilkan kolaborasi kegiatan yang mendukung UMKM di beberapa wilayah. Diantaranya berupa pameran dan talkshow Sinergi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu di Pontianak dan Palangkaraya, BLU Expo di Jakarta, Dukungan Sawit Learning Centre BPPK Riau, Partisipasi UKM Sawit mitra BPDPKS dalam Asean Finance Minister Meeting di Bali dan PAStival Fair di Jakarta.

“Kami berharap kegiatan ini semakin mempercepat upaya membangun sinergi dalam pengembangan UMKM. Para pelaku UMKM, peserta kegiatan dapat memanfaatkan beragam layanan dalam Sinergi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu satu untuk menunjang dan meningkatkan kapasitas bisnisnya,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Staf Ahli Menteri Keuangan RI Bidang Kebijakan Penerimaan Negara Oza Olavia, Kemenkeu Satu didorong untuk langsung menyentuh dunia usaha dan masyarakat, melalui sejumlah proses analisis yang lebih baik.

“Kemenkeu satu tidak hanya terkait dengan fiskal APBN, namun lebih kepada memahami bagaimana cara mendorong perkembangan perekonomian,” tambahnya.

Selain itu, sesuai arahan Menteri Keuangan, Kemenkeu Satu di daerah diminta untuk dapat lebih dekat dengan pemerintah provinsi/kabupaten/kota, universitas, lembaga penelitian, dan mitra strategis lainnya untuk berdiskusi tentang perekonomian regional, sesuai dengan peran Kemenkeu Satu di daerah sebagai Regional Chief Economist (RCE), yang menjadikan Kemenkeu Satu sebagai advisor sektor keuangan maupun perekonomian di daerah.

Dalam sambutannya saat membuka Expo UMKM bertajuk “Kemenkeu Satu Mendukung UMKM Tumbuh melalui Digitalisasi dan Globalisasi Menuju Indonesia Maju”, Gubernur, Sahbirin Noor sangat mengapresiasi expo yang digagas Kementrian Keuangan ini. Apalagi kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi, untuk memajukan sejumlah sektor ekonomi, untuk menggantikan sektor pertambangan batubara, sebagai sumber penopang ekonomi Kalsel.

“Pengembangan UMKM naik kelas, saat ini menjadi prioritas pembangunan di Kalsel. Dimana diharapkan UMKM akan memberikan kontribusi cukup besar terhadap perekonomian Kalimantan Selatan,” tutupnya.

Prosesi pembukaan Expo UMKM ini dilakukan dengan pemukulan rebana, oleh Gubernur Kalsel, didampingi Staf Ahli Menteri Keuangan RI Bidang Kebijakan Penerimaan Negara, Ketua DPRD Provinsi, Kepala Perwakilan Kemenkeu Provinsi Kalsel, dan juga Bupati Tanah Laut. (RIW/RDM/RH)

Coffee Talk Bersama Awak Media, Diskominfo Kalsel Angkat Tema Konektivitas Gerbang IKN

BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali menggelar Coffe Talk bersama belasan awak media, di salah satu kedai kopi, di Banjarbaru, Selasa (20/6).

Dalam Coffee Talk kali ini, tema yang diangkat yakni Kalsel Membangun Konektivitas Gerbang IKN. Hadir sebagai narasumber yakni Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Kalsel, Agung Rahmadi, dan Kepala Seksi Jalan Dinas PUPR Kalsel, Wahid Ramadhan.

Dalam paparannya, Agung menjelaskan tentang rencana transportasi pendukung menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim. Seperti Kereta Api, Kapal Laut, Pesawat serta transportasi umum lainnya.

“Yang jelas Dishub Kalsel mendukung segala moda transportasi menuju IKN. Kita juga bekerjasama dengan pemerintah Pusat serta Kaltim untuk merancang trayeknya,” ungkapnya.

Sementara itu Wahid Ramadhan, lebih menekankan kepada proyek prioritas Dinas PUPR Kalsel khususnya di bidang infrastruktur jalan menuju IKN.

“Kita punya enam prioritas infrastruktur jalan, diantaranya jalan akses menuju Bandara Syamsudin Noor serta jalan bebas hambatan Banjarbaru ke Batulicin,” terangnya.

Wahid menerangkan, pentingnya pembangunan jalan itu salah satunya agar seluruh distribusi Kalsel menuju IKN atau sebaliknya dapat berjalan lancar.

“Apalagi kita juga dinobatkan sebagai Pintu Gerbang IKN, tentu infrastruktur jalan harus maksimal,” tuturnya.

Salah satu jurnalis saat memberikan pertanyaan kepada narasumber dalam Coffee Talk Diskominfo Kalsel

Untuk diketahui, Coffe Talk Dinas Kominfo Kalsel bersama awak media ini rutin digelar setiap bulan. Setiap pertemuan diselenggarakan dengan berbagai tema dan narasumber dari SKPD Pemprov Kalsel.

Diharapkan, dengan kegiatan ini sinergitas antar pemerintah dan media menjadi lebih meningkat. Terlebih, dalam kegiatan selalu dirangkai dengan tanya jawab antar para jurnalis dan narasumber.(SYA/RDM/RH)

Paman Yani: Pembebasan Denda Pajak Adalah Kebijakan Yang Sangat Tepat

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) kembali menyapa konstituennya, guna melaksanakan Sosialisasi Propem, Perda, Rancangan Perda dan Peraturan Perundang-undangan (Sosper), bertempat di Kelurahan Tungkaran Pangeran, Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (20/6).

Paman Yani saat memberikan pemaparan pada kegiatan Sosper, Selasa (20/6)

Menjadi bahan sosialisasi kali ini adalah Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2011 tentang pajak daerah provinsi Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah hari ini kita berada di tengah masyarakat. Ini merupakan bentuk konsistensi sebagai wakil ketua komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan untuk menyampaikan perda nomor 5 tahun 2011 tentang pajak daerah,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel dari fraksi Golkar Daerah Pemilihan VI (Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu) ini.

Selain itu, Paman Yani juga menyampaikan kabar gembira bagi masyarakat wajib pajak tentang adanya pembebasan denda pajak oleh pemerintah provinsi dari Juli hingga September mendatang.

“Adanya pembebasan denda pajak ini merupakan kebijakan tepat yang diambil oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor. Karena ini akan menjadi hadiah bagi masyarakat secara keseluruhan. Karena hampir semua masyarakat mempunyai kendaraan bermotor,” paparnya.

Adapun bagi wajib pajak yang taat, lanjutnya, juga akan mendapat pengurangan antara 2 hingga 4 persen.

Yani Helmi menyampaikan tentang banyaknya manfaat dari pembayaran pajak yang diwajibkan kepada masyarakat ini.

“Pajak ini tidak lain untuk membangun daerah. Jadi jalan, bangunan serta fasilitas umum lainnya,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Pelayanan PKB/BBNKB Hariyadi, menjelaskan tentang pembebasan denda pajak ini, yakni pembayaran sebelum tanggal jatuh tempo sampai dengan 30 hari mendapatkan pengurangan 2 persen dari pokok pajak. Adapun pembayaran yang dilakukan dalam jangka waktu 31 hari sampai dengan 60 hari sebelum jatuh tempo mendapatkan pengurangan 4 persen dari pokok pajak.

“Sementara pajak kendaraan motor yang tertunggak 11 tahun ke atas mendapatkan pengurangan menjadi 10 tahun pokok pajak tertunggak ditambah pokok pajak berjalan. Sedangkan pajak kendaraan motor yang tertunggak 6-10 tahun mendapatkan pengurangan menjadi 5 tahun pokok pajak tertunggak ditambah pokok pajak berjalan,” jelasnya

Adapun pajak kendaraan motor yang tertunggak 5 tahun, lanjut Hariyadi, mendapatkan pengurangan menjadi 3 tahun pokok pajak tertunggak ditambah pokok pajak berjalan. Kemudian pajak kendaraan motor yang tertunggak 4 tahun mendapatkan pengurangan menjadi 2 tahun pokok pajak tertunggak ditambah pokok pajak berjalan.

“Sedangkan pajak kendaraan motor yang tertunggak 3 tahun mendapatkan pengurangan menjadi 1 tahun pokok pajak tertunggak ditambah pokok pajak berjalan,” terangnya.

Hariyadi pun mengaku optimis dengan adanya program ini untuk bisa meningkatkan minat masyarakat membayarkan pajak kendaraan bermotor nya. Terlebih dengan adanya bantuan dari Paman Yani selaku wakil rakyat yang membantu dalam sosialisasinya. (ASC/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Prioritaskan Infrastruktur Pendukung IKN

BANJARBARU – Dalam rangka mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam, Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus mempersiapkan infrastruktur penunjang sebagai “Pintu Gerbang” IKN.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Ariadi Noor,  mengatakan ada beberapa program prioritas yang sudah disampaikannya ke Menteri Perekonomian dan PUPR. Diantaranya yakni pembangunan jalan bebas hambatan (bypass) Banjarbaru-Batulicin.

Jalan yang mampu memangkas hingga separuh waktu perjalanan itu, menurutnya akan sangat dibutuhkan untuk menunjang distribusi logistik dari kawasan Metropolitan Banjarbakula ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanah Bumbu.

“Jalan itu jelas juga akan menunjang percepatan logistik ke IKN,” ujarnya.

Ariadi menginginkan agar pembangunan bypass mendapat bantuan dari Pusat. Sebab selama tiga tahun terakhir, ABPD yang dikeluarkan oleh Pemprov Kalsel diakuinya sudah lebih dari Rp 1 triliun untuk proses pembangunan jalan itu.

“Masih ada sekitar 50 Kilometer lagi, total biaya yang dibutuhkan untuk penyelesaiannya diperkirakan sekitar Rp 700 M,” ungkapnya, Senin (19/6).

Selain bypass itu, Ariadi menyebut, jembatan penghubung antara Pulau Laut dan Pulau Kalimantan juga jadi prioritas Pemprov Kalsel untuk mendukung distribusi perdagangan.

Jembatan yang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 2 triliun itu, rencananya akan dibangun setinggi 21,45 meter dari permukaan laut.

“Kita sudah sampaikan pembangunan itu dalam Musrenbangnas. Semoga ada bantuan APBN supaya pembangunannya bisa dilanjutkan tahun 2024,” ucapnya. (SYA/RDM/RH)

Legislatif Siap Fasilitasi Aspirasi Forum Guru Madrasah di Banjarmasin

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif siap melakukan fasilitasi, terkait aspirasi yang disampaikan oleh Forum Guru Madrasah di kota ini. Hal itu disampaikan, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Arufah Arif, kepada sejumlah wartawan, pada Senin (19/6).

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Arufah Arif

Arufah menjelaskan, audiensi yang digelar dengan Pengurus Daerah Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia Banjarmasin, mereka mengusulkan diberi insentif oleh Pemerintah kota, seperti para Guru yang mengajar di BKPRMI. Hasil pertemuan ini akan segera difasilitasi melalui Rapat Kerja bersama Bagian Kesra dan Hukum Banjarmasin.

“Kami jadwalkan dalam waktu dekat ini, untuk mengakomodir aspirasinya,” kata Arufah

Disampaikan Politisi PPP DPRD Banjarmasin, selain insentif, aspirasinya juga agar diberikan BPJS kesehatan, dan diangkat sebagai Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Semoga ada solusi, kita akan perjuangkan,” jelasnya

Sementara itu, Ketua Forum Guru Madrasah Banjarmasin, Ahmad Bakir, mengatakan, saat ini ada sekitar 1.000 lebih Guru madrasah yang tergabung Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM-I) Kota Banjarmasin, dan meminta untuk nantinya diberikan insentif oleh Pemerintah kota, mengingat mereka mengajar selama ini 7 jam perhari, yaitu mulai jam 08.00 – 14.00 WITA.

Ketua Forum Guru Madrasah Banjarmasin, Ahmad Bakir

“Meski di bawah Kementerian Agama, Pemko hendaklah tetap memberikan perhatian,” ungkapnya

Lebih lanjut Bakir menambahkan, selama ini memang Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama, sudah memberikan insentif kepada para Guru Madrasah sebesar Rp250 ribu per bulan, yang pihaknya terima setiap enam bulan. Namun, aspirasi ini disampaikan berdasarkan Permendagri Nomor 84 Tahun 2022, bahwa pemerintah daerah itu bisa menganggarkan dana hibah untuk madrasah dan pesantren.

“Semoga ada perhatian, guna kesejahteraan para guru Madrasah,” tutup Bakir.

Untuk diketahui, Komisi IV DPRD Banjarmasin menggelar Audiensi Pengurus Daerah Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia Kota Banjarmasin. Rapat dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Saut Nathan Samosir, didampingi Wakilnya Arufah Arif, bersama Anggota Komisi, bertempat di ruang Komisi IV DPRD Banjarmasin. (NHF/RDM/RH)

Jelang Puncak Haji, PPIH Siapkan 100 Kursi Roda dan 15 Mobil Golf untuk Lansia

JAKARTA – Puncak haji tinggal hitungan hari, sejumlah persiapan terus dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, khususnya terkait pelayanan jemaah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

“Pada momen puncak haji khususnya pada fase Mina, jemaah harus jalan kaki ke Jamarat untuk lempar jumrah. Jarak tempuh terdekat antara tenda ke jamarat sekitar 3 kilometer, kalau pergi pulang berarti 6 kilometer. Sementara jarak terjauh mencapai 7 kilometer, kalau pergi pulang 14 kilometer,” terang Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat, Dodo Murtado dalam keterangan persnya di asrama haji Pondok Gede, Jakarta pada Senin (19/6).

Pada rute tenda Mina – Jamarat tersebut, jelas Dodo, PPIH menyiapkan petugas layanan lansia yang ditempatkan di setiap titik. Mereka akan dibekali dengan sejumlah perangkat, termasuk 100 kursi roda.

“Dan selama di Mina, pihak Masyarik akan menyiapkan 15 mobil golf untuk layanan lansia, juga bagi jemaah risti serta penyandang disabilitas,” jelasnya.

Jemaah haji berkursi roda dibantu petugas haji

Fasillitasi kursi roda dengan jumlah signifikan serta mobil golf di Mina menjadi salah satu terobosan baru dan ikhtiar PPIH melayani jemaah, khususnya jemaah lansia yang jumlahnya tahun ini mencapai kurang lebih 67 ribu jemaah.

Selama di Makkah, kata Dodo, jemaah mendapatkan 3 kali makan, makan pagi, makan siang dan makan malam. Tahun ini, PPIH Arab Saudi mengganti menu sarapan untuk jemaah haji. Menu yang awalnya akan disajikan dalam bentuk roti, tahun ini diberikan berupa sarapan nasi, lauk, dan air mineral.

“Sarapan pagi berupa roti atau snack sudah dievaluasi. Hal itu, tidak sesuai dengan kebiasaan jemaah haji Indonesia yang umumnya sarapan dengan nasi,” katanya.

Penetapan menu makanan, termasuk sarapan jemaah haji, Dodo mengatakan, sejak awal melibatkan tim pengawas katering. Mereka adalah ahli gizi yang juga dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung. Pembahasan menunya juga melihatkan ahli gizi dari Kementerian Kesehatan.

“Berdasarkan penjelasan tim pengawas katering, menu sarapan yang disajikan ini setidaknya sudah memenuhi karbohidrat dan protein yang dibutuhkan jemaah untuk mendapatkan tenaga. Menu ini juga sudah melalui pembahasan dengan ahli gizi dari Kementerian Kesehatan,” terang dia.

Pada hari ke-28 operasional penyelenggaraan haji, Dodo menyampaikan, berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga 18 Juni 2023, pukul 24.00 WIB, jumlah jemaah gelombang II yang telah tiba di Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah berjumlah 76.121 orang atau 198 kelompok terbang.

“Kedatangan jemaah haji kuota tambahan di Bandara AMAA Madinah sebanyak 1.777 orang atau 6 kloter. Hingga total kedatangan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi berjumlah 179.211 orang atau 466 kelompok terbang,” tambahnya.

Sementara jemaah haji khusus yang telah tiba di Madinah berjumlah 8.360 orang yang tergabung dalam 92 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Dia menambahkan, jemaah yang wafat bertambah 5 orang yaitu atas nama Hasan Basri (85) KNO 22, Enoh Aja Ramain (58) JKG 23, Eni Jahar Asim (59) JKG 44, Satiyem Murngali Abdullah (86) KNO 12, dan Yenni Artati Raja Yoesoef (63) BTH 13.

“Sampai hari ini, total jemaah yang wafat di Arab Saudi sebanyak 83 orang, dengan rincian jemaah yang wafat di Makkah sebanyak 49 orang, di Madinah sebanyak 31 orang, dan di Jeddah sebanyak 3 orang,” ungkapnya. (PPIHPusat-RIW/RDM/RH)

Polda Kalsel Lakukan Bedah Rumah dan Bagikan Paket Sembako Untuk Warga

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 77, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan bakti sosial peresmian Program Bedah Rumah dan Bantuan Sosial 500 paket sembako, untuk warga Kelurahan Pangeran, Kota Banjarmasin, Senin (19/6).

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke 77, yang dilaksanakan secara serentak di Tanah Air. Termasuk di Kota Banjarmasin.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Andi Rian

“Bantuan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan, dan saat ini di Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Andi, bakti dan Bantuan Sosial ini merupakan bentuk keperdulian Polri terhadap, masyarakat yang kurang mampu.

“Dipilihnya Kota Banjarmasin, karena didaerah ini tercatat memiliki kawasan ekstrim miskin,” ucapnya.

Sehingga, tambah Andi, dengan adanya kegiatan yang berdasarkan arahan Kapolri ini, dapat membantu warga kurang mampu di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan, apresiasi terhadap bantuan bedah rumah kepada warga di Banua ini.

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Kemasyarakatan dan SDM Setdaprov Kalsel Husnul Khatimah mengatakan, dengan adanya bakti sosial yang digelar oleh pihak Kepolisian ini, tentunya program tersebut mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Staf Ahli Gubernur Setdaprov Kalsel Husnul Khatimah

“Dukungan yang diberikan dalam bentuk koordinasi, bersinergi, dalam pemberian data data warga yang layak, mendapat bantuan tersebut,” ujarnya.

Data yang diberikan tersebut, diambil dari Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada kegiatan di Kota Banjarmasin ini, diberikan bantuan sosial untuk 10 rumah warga, yang diperbaiki. Hingga menjadi layak huni. Serta 500 paket sembako kepada warga kurang di Kelurahan Pangeran. (SRI/RDM/RH)

22 Juni, Deklarasi Konsorsium Pers Banua dan Dialog Nasional Akan Digelar

BANJARMASIN – Mencermati maraknya praktik jurnalisme yang mengabaikan kode etik dan code of conduct atau kode perilaku, maka diperlukan kesepahaman dan kesepakatan bersama dalam mengawal dan menjaga marwah serta martabat pers oleh kalangan masyarakat pers sendiri.

Karena itu, para pimpinan/ketua organisasi perusahaan pers dan organisasi profesi wartawan yang menjadi konstituen Dewan Pers di Kalsel bersepakat membentuk satu wadah bersama. Kesepakatan itu dirumuskan dalam pertemuan bersama yang dilaksanakan pada Kamis, 29 Desember 2022.
Pertemuan tersebut menyepakati pembentukan sebuah wadah bersama bernama Konsorsium Pers Banua.

“Kami ingin menyatukan visi dan misi yang dirumuskan menjadi kesepahaman bersama. Karena itu, para ketua organisasi konstituten Dewan Pers di Kalsel bersepakat membentuk satu wadah bersama yaitu Konsorsium Pers Banua,” ujar Ketua Serikat Media Siber (SMSI) Kalsel, Anang Fadillah, dalam rilis yang diterima Abdi Persada FM, Senin (19/6),

Adapun organisasi pers yang tergabung dalam Konsorsium Pers Banua adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalsel, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Persatuan Radio Siaran Swasta Nasiona Indonesia (PRSSNI) Kalsel. Rencananya Konsorsium Pers Banua akan dideklarasikan pada Kamis, 22 Juni 2023, bertempat di ruang seminar Gedung FISIP ULM.

Kegiatan deklarasi ini juga ditandai dengan Dialog Nasional dengan tema “Pemilu Cerdas dan Pers Bermartabat, Melawan Hoax dan Disinformasi untuk Marwah Banua.” Hadir sebagai keynote speaker Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, dan narasumber Ketua KPU Kalsel Andi Tenri serta Dekan FISIP ULM Prof Budi Suryadi.

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalsel, Milhan, berharap hadirnya Konsorsium Pers Banua bisa menjaga kemerdekaan pers dengan menjunjung tinggi prinsip aturan UU Pers dan kode etik serta kode perilaku.

“Sebagai masyarakat pers, kita harus membangun kebersamaan di kalangan jurnalis dan perusahaan pers dari berbagai platform media dalam satu wadah bersama,” ujar Milhan.

Jurnalis senior di Kalsel ini menambahkan, diperlukan peningkatan kapasitas, integritas, dan intelektualitas masyarakat pers di Kalsel melalui penguatan program pendidikan dan pelatihan bersama.

“Semua itu bisa diwujudkan secara bersama melalui wadah ini,” katanya.

Kepengurusan Konsorisum Pers Banua ini sendiri bersifat kolektif dengan status yang setara. Karena itu, bentuk kepengurusan berupa presidium yang dibantu oleh pelaksana fungsi administrasi.

“Kami bersepakat tidak ada aturan yang sifatnya tertulis seperti aturan dasar organisasi. Kepengurusannya kolektif dengan keputusan tertinggi adalah musyawarah. Semua ikut terlibat, karena ini merupakan wadah bersama,” jelas Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie.

Sementara Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalsel, Dina Qomariah, berharap hadirnya Konsorsium Pers Banua bisa memperkuat peran masyarakat pers di Kalsel untuk memberikan kontribusi melalui pemberitaan yang berkualitas.

“Semoga pers di Kalsel bisa menjadi pilar demokrasi dalam menjalankan fungsi kontrol dan penyeimbang, serta menjadi mitra bagi semua stakeholder dalam mewujudkan Kalsel yang lebih sejahtera,” katanya.

Ketua PRSSNI Kalsel, Sukma HA juga berharap hadirnya wadah bersama ini bisa saling melengkapi dari semua platform media pers di Kalsel.

“Sehingga tak ada lagi yang merasa lebih baik dari yang lain. Semua sama, apapun medianya adalah masyarakat pers. Jadi, dari pers dan untuk masyarakat pers sendiri,” ujarnya.
(PWI.KALSEL-RDM/RH)

Paman Yani Pastikan Tindak Lanjuti Aspirasi Masyarakat Hasil Reses

TANAH BUMBU – Guna menjaring aspirasi masyarakat serta mengetahui secara pasti keinginan konstituen nya, Minggu (18/6) Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) kembali melaksanakan reses di Kabupaten Tanah Bumbu, kali ini di RT 02 di Desa Gunung Besar serta di RT. 07 Desa Gunung Besar Kecamatan Simpang Empat.

Beberapa hal menjadi bahan yang disampaikan Paman Yani, seperti menjaga persatuan menjelang pemilihan umum serta kriteria memilih pemimpin yang mengerti dan mau mendengarkan aspirasi masyarakat.

“Hari ini kita kembali berada di tengah masyarakat. Terasa lebih bermakna karena hari ini berasa bersama perkumpulan keluarga besar Manggarai atau PKBM,” ujarnya.

Paman Yani menyebut, PKBM merupakan keluarga, mengingat jalinan kebersamaan sudah terpatri sejak lama secara sosial kemasyarakatan.

“Domisili saya kan di sini, sehingga setiap kegiatan baik sosial maupun keagamaan saya sering hadir. Bagi saya PKBM adalah bagian dari solusi dan keberagaman budaya dan etnis di daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua PKBM, Rudy mengatakan Paman Yani sudah menjadi bagian dari keluarga jauh sebelum menjabat. Hal ini berdasarkan kebersamaan yang terjalin baik sejak lama.

“Beliau ini tinggal disini, dekat dengan kita. Sehingga sudah menjadi saudara bagi kami secara prinsip. Apalagi Paman Yani sering membantu kami saat ada kesulitan,” tuturnya.

Rudy menambahkan, akan terus mendukung setiap langkah Paman Yani, karena kinerjanya yang sudah terlihat dan selalu hadir di tengah masyarakat. Terutama yang selama ini dirasakan masyarakat Manggarai yang ada di Tanah Bumbu.

Menutup kegiatan reses yang dilaksanakan selama delapan hari, Paman Yani menyampaikan akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah terserap. Terlebih menurutnya masih ada infrastruktur di Kabupaten Kotabaru yang belum memadai.

“Aspirasi masyarakat akan saya bawa dan suarakan. Karena reses adalah berkeliling, berkumpul, menyerap dan yang paling utama adalah ditindaklanjuti,” terangnya. (ASC/RDM/RH)

Exit mobile version