Pemprov Kalsel Berikan Anugerah Kepada Para Pemenang KIA 2023

BANJARBARU – Penganugerahan Kalsel Inivation Award (KIA) 2023 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dilaksanakan, di Gedung Idham Chalid Setdaprov Kalsel, Kamis (31/8).

Salah seorang pemenang KIA 2023 asal Tabalong dengan Inovasi Alfektan (kiri) saat mendemonstrasikan alatnya di hadapan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel Nurul Fajar Desira (tengah)

Penganugerahaan ini merupakan rangkaian akhir dari sosialisasi dan pengukuran inovasi daerah yang dilakukan sejak 7 Maret silam.

Kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kalsel dimenangkan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan dengan program Siska Ku Intip.

Sementara pemenang kategori Kabupaten/Kota yakni  Bappeda Hulu Sungai Selatan dengan inovasi Satu NIK. Terakhir kategori masyarakat umum dimenangkan Kabupaten Tabalong dengan inovasi Alat Pengukur Kesuburan Tanah (Alfektan).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Nurul Fajar Desira mengatakan, KIA 2023 ini bertujuan agar setiap OPD mampu menghasilkan suatu terobosan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Inovasi itu kan membuat yang sulit jadi mudah, yang mahal jadi murah dan yang lambat jadi cepat,” tuturnya.

Melalui KIA 2023, Fajar Desira berharap akan semakin banyak muncul terobosan-terobosan yang berdampak baik bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala BRIDA Kalsel Muhammad Amin mengungkapkan, ada 64 inovasi daerah yang ikut serta pada gelaran KIA 2023. Terdiri dari 21 proposal inovasi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) OPD Kalsel, 24 OPD Kabupaten/Kota, serta dari masyarakat unum sebanyak 19 proposal inovasi.

“Alhamdulillah jika diakumulasikan dengan tahun lalu, peserta naik hampir dua kali lipat,” ujarnya.

Amin juga mengingatkan kepada OPD khususnya Pemprov Kalsel agar segera membuat minimal satu inovasi dalam satu tahun, sesuai dengan instruksi Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

“Masih ada 38 OPD Pemprov Kalsel yang belum melalukan inovasi. Sementara itu yang paling banyak yakni RSUD Ulin dengan jumlah 4 jenis inovasi,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Buka Kalsel Expo, Paman Birin Harapkan UMKM Naik Kelas

BANJARBARU – Even tahunan Kalsel Expo, yang menjadi program andalan pemerintah provinsi Kalimantan Selatan untuk memeriahkan hari jadi provinsi dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, akhirnya resmi dimulai pada Rabu (30/8) hingga Minggu (3/9). Pembukaan dilakukan langsung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, pada Rabu (30/8) sore, yang ditandai dengan pemotongan untaian bunga.

Hadir pada pembukaan di lapangan Murjani Banjarbaru ini, unsur Forkopimda Kalsel. Diantaranya Ketua DPRD Provinsi, yang diwakili Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi, Muhammad Yani Helmi, Kapolda Kalsel, Andi Rian Djajadi dan Danrem 101/Antasari, Ari Aryanto.

Dalam sambutannya, Gubernur yang biasa disapa Paman Birin itu berharap, hadirnya Kalsel Expo tahun ini, benar-benar berdampak bagi masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM yang ada di Kalimantan Selatan.

“Sehingga, Kalsel Expo ini tidak hanya sekadar acara tahunan semata, tetapi masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Paman Birin.

Apalagi tahun ini, Kalsel Expo 2023 tidak hanya diikuti peserta dari provinsi lain, tetapi juga dari luar negeri, yakni Belanda.

“Pada kesempatan ini, saya juga meminta do’a seluruh masyarakat Banua, agar perjuangan pemerintah menjadikan Geopark Meratus sebagai bagian dari warisan dunia oleh UNESCO, dapat terwujud,” tambahnya.

Setelah nanti ada pengakuan dari dunia internasional, bukan tidak mungkin Kalsel akan menjadi destinasi wisata dari berbagai negara. Terlebih saat ini, Kalsel.

“Kalsel Babussalam berarti Kalimantan Selatan pintu keselamatan. Yang artinya, Kalsel siap menjadi gerbang Ibu Kota Negara, dan siap menjadi garda terdepan dalam membangun Indonesia,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Kalsel Expo 2023, yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira, juga berharap masyarakat dapat ikut serta mensukseskan gelaran Kalsel Expo kali ini.

Apalagi salah satu tujuan Kalsel Expo, adalah untuk memberikan gambaran hasil pembangunan yang telah dicapai pemerintah saat ini. Termasuk untuk memajukan sektor UMKM di Banua.

“Melalui Kalsel Expo ini, kita juga mempromosikan produk-produk unggulan dan potensi daerah serta produk baru dalam negeri khususnya produk UMKM yang ada di Kalimantan Selatan,” ungkap Fajar.

Tahun ini, Kalsel Expo diikuti 251stand dari dinas/badan lingkup pemerintah Kalsel, pemerintah kabupaten/kota se Kalsel, instansi pusat, dan dari provinsi lain seperti Provinsi Jawa Barat.

Setiap harinya ada berbagai hiburan, lomba-lomba, musik, dan tari budaya Kalsel. Sementara pada malam penutupan akan menghadirkan artis ibu kota, Mario G Klau.

Gubernur Kalsel saat mengunjungi stand DPKP Kalsel

Usia membuka Kalsel Expo 2023, Paman Birin menyempatkan mengunjungi sejumlah stand. Mulai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel hingga stand Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalsel. (RIW-BIROADPIM/RDM/RH)

Job Fair Disnakertrans Kalsel Juga Tawarkan Loker ke Luar Negeri

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) menggelar Job Fair Tahun 2023 yang dirangkai dengan kegiatan Pameran Kalsel Expo di lapangan dr. Murdjani selama lima hari yaitu 30 Agustus – 3 September 2023.

Suasana Job Fair di Stand Disnakertrans Kalsel pada Pameran Kalsel Expo 2023

Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti mengatakan pada kegiatan kali ini sebanyak 30 perusahaan ikut berpartisipasi sebagai fasilitator yaitu dari sektor pertambangan, jasa keuangan, perdagangan, perhotelan dan perkebunaan.

“Kami bersyukur dapat memfasilitasi pencari kerja agar segera mendapatkan pekerjaan,” katanya kepada wartawan, Rabu (30/8).

Menurut Irfan, Job Fair ini merupakan salah satu langkah Pemprov Kalsel dalam menurunkan dan menekan angka pengangguran untuk penduduk yang sudah berusia kerja saat ini.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan pada Februari tahun 2023 sebanyak 80 ribu atau 3,95 persen Tingkat Pengangguran Terbuka. Jumlah ini menurun dari tahun 2022 bulan Februari sebanyak 4.20 persen,” jelasnya.

“Dengan pelaksanaan Job Fair 2023, kami berharap bisa memberikan wadah untuk penduduk yang sudah berusia kerja dengan memfasilitasi mereka untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat mereka,” terangnya.

Ditambahkan Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Bidang Pembinaan Pelatihan Produktivitas dan Penempatan Tenaga Kerja, Humaidi Sya’ban Salam, selama lima hari ke depan, perusahaan yang berpartisipasi akan dibagi menjadi dua sesi yaitu bagian pertama 30 Agustus sampai 1 September 2023 untuk 15 perusahaan dan dilanjutkan dengan 15 perusahaan lainnya pada 2 dan 3 September 2023 dari jam 09.00-17.00 wita.

“Jadi, bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan diri untuk mencari lapangan pekerjaan bisa langsung datang ke stand Job Fair pada kegiatan kalsel expo 2023 di halaman lapangan Dr. Murdjani,” tuturnya.

Sementara, Plt Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Kalimantan Selatan, Fachrizal mengungkapkan pihaknya membuka beberapa lowongan pekerjaan ke luar negeri, yaitu Jerman, Jepang dan Korea Selatan.

“Untuk Jerman ada sekitar 40 loker dengan posisi perawat. Untuk Jepang ada 500an loker dengan posisi perawat dan perawat jompo. Sedangkan Korea Selatan ada tiga ribuan loker di sektor manufactur dan perikanan yang ditawarkan,” terangnya.

Fachrizal menambahkan pihaknya juga sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Pemprov Kalsel. Karena pelaksanaan seperti ini sangat membantu untuk mempertemukan para pencari kerja dan perusahaan-perusahaan.

Selain itu, salah satu warga yang baru lulus kuliah, Novia Theana Anggraeni mengungkapkan pihaknya sangat terbantu dengan kegiatan Job Fair 2023. Karena membantu dirinya untuk melihat langsung perusahaan – perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan dengan berbagai kompetensi.

“Perusahaan yang ada kali ini cukup variatif, sehingga bagi saya yang baru saja lulus kuliah menjadi bahan referensi untuk menaruh lamaran kerja di beberapa perusahaan yang ada. (NRH/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Meriahkan Kalsel Expo Dengan Penampilan Kesenian dan Atraksi

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, memeriahkan Kalsel Expo 2023, dengan menampilkan berbagai kesenian dan atraksi.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, setelah dibuka secara resmi Kalsel Expo 2023, pada Rabu (30/8) petang menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya mengangkat tema “Kulturasi budaya Banjar dan Jawa”, dimana menampilkan berbagai atraksi dan hiburan oleh para pemusik, salah satunya dari subsektor musik.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin

“Kita tampilkan musik panting hingga 3 September 2023, guna menghibur dan mempromosikan keindahan budaya,” jelasnya

Disampaikan Syarifuddin, untuk distand Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya menampilkan informasi dan foto-foto pesona wisata andalan di Kalimantan Selatan. Ia berharap, geliat pelaku ekonomi kreatif di sektor pariwisata lebih ramai dan maju lagi ke depannya.

“Kami sangat apresiasi atas digelarnya Kalsel Expo 2023,” katanya

Lebih lanjut Syarifuddin menambahkan, selama Kalsel Expo 2023, para pengunjung yang mengunjungi stand Dinas Pariwisata Kalsel, dan mengikuti games, maka akan mendapat pertanyaan seputar pariwisata dan ekonomi kreatif, ada berbagai hadiah doorprize yang disediakan diantaranya kulkas, televisi, mesin cuci, sepeda dan hadiah menarik lainnya.

“Games ini terbuka untuk umum,” tutupnya

Untuk diketahui, pameran Kalsel Expo 2023 ini berlangsung selama lima hari mulai tanggal 30 Agustus hingga 3 September, dengan mengangkat tema “Kalsel Maju Gerbang Ibukota Negara”, dipusatkan di lapangan Murjani Kota Banjarbaru. (NHF/RDM/RH)

Disdag Kalsel Gandeng 4 Pelaku Usaha di Pameran Kalsel Expo 2023

BANJARMASIN – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, telah menggandeng 4 pelaku usaha, dalam Pameran Kalsel Expo 2023.

Salah satu produk dari stand Disdag Kalsel

Kepada Abdi Persada FM, Kasi Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri, Disdag Kalsel Suhrawardi, pada Rabu (30/8) mengatakan, dalam rangka memeriahkan Kalsel Expo 2023 ini untuk di stand Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya menggandeng empat pelaku usaha dari produk ekonomi kreatif, yaitu diantaranya pelaku usaha kain sasirangan dan tas ecoprin, kemudian makanan ringan, dan air mineral produksi Kalimantan Selatan.

“Kita terus perkenalkan produk usaha di Banua,” ucapnya

Salah satu produk dari stand Disdag Kalsel

Disampaikan Suhrawardi, untuk harganya bervariasi, seperti kain sasirangan dan tas ecoprin dikisaran Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta rupiah, sedangkan makanan ringan, seperti kacang, amplang dan kue kering antara Rp 15 ribu sampai dengan Rp 20 ribu rupiah, juga terdapat ikan sepat kering, abon ikan gabus, serta air mineral produksi Kalimantan Selatan.

“Ayo warga kunjungi dan ramaikan kegiatan tahunan ini,” tutupnya

Untuk diketahui, pameran Kalsel Expo 2023 ini, diikuti sebanyak 251 peserta, mulai dari
kalangan instansi SKPD pemerintah provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia, unsur pemerintah pusat kementerian atau lembaga, BUMN, BUMD dan perusahaan swasta, para pelaku usaha baik lokal maupun nasional, bahkan dari Negara Belanda, buka mulai Jam 10.00 – 22.00 WITA. (NHF/RDM/RH)

Kalsel Expo 2023, RSUD Ulin Perkenalan Layanan Baru Kateterisasi Otak

BANJARMASIN – Pada Pameran Kalsel Expo Tahun 2023 ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin memperkenalkan layanan baru. Yakni, Layanan Kateterisasi Otak (Neurointervensi),

“Stand RSUD Ulin Banjarmasin pada Pameran Kalsel Ekpo Tahun 2023 ini, memperkenalkan layanan terbaru Kateterisa Otak,” ungkap Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Banjarmasin dr Yuddy Riswandhy Noora Mkes, kepada sejumlah wartawan, pada Rabu (30/8).

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Ulin Yudhi Riswandhy Noora

Yudhi mengatakan, pelayanan terbaru tersebut untuk penanganan kasus penyakit stroke dengan sumbatan.

“Sumbatan tersebut saat ini sudah bisa diobati dengan cara tindakan terbaru,” jelas Yudhi

Sedangkan, lanjutnya, untuk sarana dan prasarana seperti peralatan dan tenaga ahlinya sudah dimiliki oleh RSUD Ulin Banjarmasin.

“Saat ini RSUD Ulin Banjarmasin telah memberikan perawatan terhadap pasien dan telah mengalami penyembuhan,” ujarnya.

Sehingga, dengan begitu diharapkan pasien rujukan ke Rumah Sakit Ulin seminimal mungkin tidak dirujuk lagi ke rumah sakit di Pulau Jawa, serta lainnya.

Sementara itu, Dokter Spesialis Saraf & Ahli Neurologi Intervensi Staf KSM Ilmu Penyakit Saraf RSUD Ulin Banjarmasin dr. Muhammad Welly Dafif menjelaskan, layanan Kateterisaai otak ini, merupakan baru yang dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Layanan tersebut, hampir sama dengan pemeriksaan Kateterisaai jantung. Namun, jika di jantung dipasang di lengan, sedangkan Kateterisasi Otak di pasang di paha,” jelasnya.

Alatnya di pasang pun hanya jarum kecil saja, alat kateter tersebut untuk melihat apakah di otak terdapat sumbatan atau tidak.

“Sehingga, dari hasil tersebut maka dapat dilakukan penyembuhan, serta dapat mencegah kecacatan pasien stroke,” ucapnya. (SRI/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Apresiasi Capaian Pembangunan Kabupaten Banjar

BANJAR – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor mengapresiasi capaian pembangunan yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar sejak beberapa tahun terakhir.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor (tengah) saat sesi foto bersama Bupati Banjar Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Said Idrus Al-Habsyie beserta istri

Apresiasi itu disampaikan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Pamam Birin saat menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-73, di Alun-Alun Ratu Zaleha Martapura, Rabu (30/8).

“Kita harap Pemkab Banjar dibawah kepemimpinan Bupati Saidi Mansyur, dapat terus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Paman Birin.

Begitu pula dengan Pemprov Kalsel. Di penghujung masa jabatannya, Paman Birin mengaku terus bekerja keras dan berusaha agar bisa lebih memajukan pembangunan di Banua.

“Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai dengan harapan pemerintah juga rakyat Kalsel,” ucap Paman Birin.

Sementara itu, Bupati Banjar Saidi Mansyur didampingi Wakil Bupati Said Idrus Al-Habsyie, berkomitmen untuk mengupayakan pembangunan yang berkelanjutan dan merata, demi kesejahteraan masyarakat.

“Komitmen untuk bangkit dari berbagai tantangan dan menghadapinya dengan ketangguhan yang signifikan bersama seluruh masyarakat Kabupaten Banjar,” tutur Bupati.

Saidi mengungkapkan sejumlah capaian yang ia hasilkan bersama wakilnya dan jajaran Pemkab Banjar. Diantaranya pertumbuhan ekonomi secara makro tahun 2022 mencapai 4,48 persen, perbaikan jalan sepanjang 1.194 kilometer, hingga pengurangan kawasan kumuh seluas 45,03 hektare sejak tahun 2020-2022.

“Presentase kemiskinan Kabupaten Banjar juga terendah se-Kalsel yaitu di angka 2,79 persen,” ungkapnya.

Bupati menambahkan, pihaknya akan terus bekerjasama dengan Pemprov Kalsel demi mewujudkan pembangunan yang lebih baik lagi.

“Dukungan dari seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Banjar juga diperlukan, guna mewujudkan visi misi kami,” tutupnya. (SYA/RDM/RH)

Provinsi Kalsel Mendapat Predikat Provinsi Layak Anak

BANJARBARU – 13 Kabupaten-Kota di Kalimantan Selatan telah mendapatkan predikat Kota layak anak, sehingga Provinsi Kalimantan Selatan layak mendapatkan predikat, pada tahun 2023 ini sebagai Provinsi Layak anak. Predikat tersebut menjadikan Provinsi Kalimantan Selatan menjadi Provinsi terbeik se-Kalimantan, karena menjadi satu-satunya provinsi penerima penghargaan ini di Pulau Kalimantan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan Adi Santoso menyampaikan, Provinsi Kalimantan Selatan mendapat predikat Provinsi Layak Anak ditahun 2023 ini. Layak anak didapatkan karena 13 Kabupaten-Kota di Kalimantan Selatan telah mendapatkan predikat Kota layak anak pada tahun 2023 ini. Predikat tersebut menjadikan Provinsi Kalimantan Selatan menjadi Provinsi terbeik se-Kalimantan, karena menjadi satu-satunya provinsi penerima penghargaan ini di Pulau Kalimantan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Kalimantan Selatan Adi Santoso

“Alhamdulillah 2023 kita sukses mendapat Provinsi layak anak, mudah-mudahan dengan predikat tersebut, kita (Provinsi Kalsel) dapat mengindikasi upaya pemenuhan hak anak dna perlindungan anak di Kalsel dapat bersinergi antar stakeholder dan seluruh organisasi di Kalsel,” ungkap Adi.

Adi menambahkan, Kota Banjarmasin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tabalong, menjadi Kabupaten-Kota dengan nilai tertinggi Kota layak anak di Kalsel. Hal ini dikarenakan ketiga Kabupaten-Kota tersebut mendapat predikat Kota layak anak (KLA) pada ketegori nindya.

“Ditahun depat kami harapkan, 3 Kabupaten-Kota tersebut dapat meningkatkan predikat layak anak mereka dari nindya ke utama, dan saran kami Kabupaten-Kota yang sudah mendapat predikat layak anak kategori pratama, juga dapat menaikkan menjadi nindya,”tutup Adi. (MRF/RDM/RH)

Pajak Bahan Bakar di Kalsel Tertinggi Sebagai PAD

BANJARBARU – Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) di Kalsel terealisasi di atas 80 persen. Angka ini merupakan capaian tertinggi dari pendapatan lainnya.

Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kalsel, Riandy Hidayat, mengatakan, dari persentase 80 persen lebih setidaknya Pemerintah Provinsi Kalsel sudah mengumpulkan Rp1,4 triliun.

Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kalsel, Riandy Hidayat, saat menjelaskan realisasi penerimaan PBB-KB di Kalsel

“Selain kita memiliki kewenangan untuk penerimaan PKB dan BBN-KB, angka realisasi yang tinggi pada Agustus 2023 itu terdapat pada komponen PBB-KB,” ujarnya, baru-baru tadi.

Menurutnya, perekonomian di Kalsel saat ini sudah mulai membaik. Bahkan, tingginya konsumsi bahan bakar baik secara nasional dan internasional cukup meningkat.

“Tentu, ini sudah melampaui target yang ditetapkan,” bebernya.

Akhir tahun 2023 nanti, realisasi penerimaan sektor PBB-KB diharapkan dapat mencapai angka maksimal sebesar Rp2 triliun.

“Nanti kita rasionalisasikan agar dapat tercapai,” tutupnya. (RHS/RDM/RH)

Bank Kalsel Raih Golden Trophy Pada 28th Infobank Banking Appreciation 2023

JAKARTA – Bank Kalsel kembali meraih penghargaan prestisius atas kemampuannya mengelola bisnis perbankan dengan sangat baik dan terus mampu menjaga pertumbuhan bisnis disertai kinerja keuangan yang baik di tengah disrupsi ekonomi.

Penghargaan yang diterima Bank Kalsel dari Info Bank

Kali ini, Bank Kalsel berhasil meraih spesial trophy, yakni “Golden Trophy” Excellent Performance In 5 Concecutive Years dalam ajang 28th Infobank Banking Apreciation 2023. Special trophy ini didapatkan karena Bank Kalsel konsisten berpredikat kinerja “sangat bagus” selama 5 tahun berturut-turut (2018-2022).

Penghargaan diterima langsung Pgs. Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Shah Rizky Kurniawan yang mewakili manajemen Bank Kalsel dalam kegiatan Banking Mastery Forum 2023 bertema Finding Your Bank’S Purpose: Penguatan dan Pengembangan Sektor Perbankan, yang diselenggarakan Infobank dan The Asian Post, akhir pekan lalu di Jakarta.

Di kesempatan yang berbeda Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin mengatakan, bahwa Bank Kalsel berhasil terus tumbuh dan siap menghadapi berbagai tantangan perekonomian melalui inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak mulai daripemerintah, pengusaha, UMKM dan lembaga jasa keuangan lainnya. Selain itu, Bank Kalsel juga fokus melakukan pengembangan digitalisasi, terbaru Bank Kalsel telah melakukan soft launching Smart Hybrid Branch dan terus melakukan pengembangan fitur pada Mobile Banking Aksel by Bank Kalsel demi memberikan layanan yang cepat, mudah, aman dan nyaman kepada nasabah.

“Bank Kalsel terus melakukan inovasi berkelanjutan melalui digitalisasi sebagaisalah satu kunci dan strategi keberhasilan,” pungkas Fachrudin. (ADV-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version