BANJARBARU – Pemko Banjarbaru melalui Bakesbangpol menggelar Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2024, di Lapangan Murdjani, Selasa (28/11).
Deklarasi ini digelar untuk menyatukan komitmen kuat dari seluruh jajaran, agar penyelenggaraan pemilu 2024 di Kota Banjarbaru bisa berjalan dengan sukses, aman dan lancar.
Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin, usai acara mengatakan, seluruh jajaran harus bisa bersatu dan berkomitmen melaksanakan kampanye secara fair, dan tidak melakukan pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan hal lainnya yang bisa menimbulkan situasi tidak kondusif.
“Semua partai, semua caleg, semua tim sukses capres cawapres, bisa bersatu dalam satu keseragaman dalam satu komitmen kampanye secara fail play, tidak nyogok, pencemaran nama baik, politik uang, dan lain-lain,” katanya.
Lebih lanjut, Aditya ingin, melalui deklarasi ini bisa menjaga kondusifitas, keamanan, rasa nyaman, dan mengutamakan persatuan masyarakat.
Untuk diketahui, Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2024 dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para pimpinan parpol, para ketua tim pemenangan Capres-Cawapres, Asisten, Staf Ahli, Kepala SKPD Lingkup Pemerintah Kota Banjarbaru, Camat se-Kota Banjarbaru, Lurah se-Kota Banjarbaru beserta Ketua Forum RT/RW Kelurahan. (MedCenBJB-RDM
BANJARBARU – Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru meraih penghargaan dengan nilai tertinggi di antara 12 Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Kalsel atas Hasil Pengelolaan Kearsipan Tahun 2023.
Penghargaan itu diserahkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel, Nurliani Dardie di salah satu hotel di Banjarbaru pada Selasa (28/11).
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Paman Birin itu mengucapkan selamat dan sukses kepada para pemenang Apresiasi Kearsipan Tahun 2023 oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel.
“Terima kasih atas upaya dalam meningkatkan indeks dan kualitas kearsipan di Provinsi Kalsel. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi SKPD di Kalsel untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan,” ucapnya.
Dalam hasil pengawasan eksternal yang dilakukan Pemprov Kalsel terhadap lembaga kearsipan daerah pada tahun 2023, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru meraih peringkat pertama dengan nilai 66,04.
Disusul oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar di peringkat kedua dengan perolehan nilai 65,15, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu meraih peringkat ketiga.
Wali Kota Banjarbaru, HM Aditya Mufti Ariffin saat dikonfirmasi turut bersyukur atas diraihnya penghargaan tersebut. Ia mengatakan pentingnya pengelolaan arsip yang mengacu pada nilai, standar, prosedur, dan kriteria kearsipan.
“Apalagi arsip menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan dengan cepat, menjadi dokumentasi kekayaan daerah termasuk seni dan budaya. Jadi pengelolaannya harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang tepat,” ucapnya.
Disamping itu, Aditya juga mengungkapkan pengelolaan arsip kekinian harus dilakukan dengan cara-cara baru, khususnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Salah satunya yang saat ini telah diberlakukan di lingkungan Pemko Banjarbaru yakni melalui aplikasi Srikandi.
“Pengarsiapan di Pemko Banjarbaru saat ini sedang bertransisi lewat penggunaan aplikasi Srikandi. Ini kita terapakan juga di setiap SKPD lain. Karena dengan kemajuan teknolofi pengelolaan arsip dinamis akan lebih terintegrasi, efisien dan efektif,“ tuntasnya. (RILIS-RDM/YS)
BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalimantan Selatan, menggelar sosialisasi Pergub Kalsel, Nomor 073 Tahun 2023, Jadwal Retensi Arsip dan Sistem klarfikasi Keamanan akses arsip serta Pergub Kalsel Nomor 057 th 2023 tentang kode klarifikasi arsip dilingkungan Pemprov Kalsel. Sekaligus apresiasi hasil pengawasan kearsipan dan penghargaan penerapan aplikasi srikandi bagi SKPD dilingkup Pemprov Kalsel, dan apresiasi hasil pengawasan kearsipan lembaga kearsipan daerah Kabupaten dan Kota se-Kalsel, bertempat di salah satu Hotel Berbintang Kota Banjarbaru, Selasa (28/11).
Kepada wartawan, disela kegiatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel, Nurliani Dardie mengatakan ada tiga SKPD penerima apresiasi implementasi Aplikasi SRIKANDI, yaitu Juara pertama Biro Organisasi Setda Provinsi Kalsel, Juara kedua Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel, dan Juara ketiga Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel.
“Kami berharap, seluruh SKPD di lingkup Pemprov Kalsel, dapat menerapkan penggunaan aplikasi SRIKANDI, karena menjadi salah satu penilaian kinerja organisasi di bidang kearsipan,” ucapnya
Disampaikan Nurliani, penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh SKPD di seluruh Kabupaten dan Kota untuk mewujudkan tata kelola arsip yang tertib dan baik. Saat ini untuk kabupaten/kota penerima Apresiasi Pengawasan Eksternal yakni, Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar, serta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu.
“Dispersip Provinsi Kalsel sudah melakukan evaluasi dan monitoring, terkait tata kelola kearsipan, Alhamdulillah berjalan dengan baik meski masih ada sedikit kendala,” jelasnya
Sementara itu, Ketua Tim Pembinaan Wilayah Timur 1/Arsiparis Madya Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Prihatni Wuryatmini, menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalsel yang memberikan apresiasi kepada SKPD atau LKD degan tata kelola arsip dan implementasi Aplikasi SRIKANDI yang baik. Ia menilai, ini menunjukkan keberhasilan pembinaan implementasi Aplikasi SRIKANDI di Provinsi Kalimantan Selatan telah berjalan bagus.
“Provinsi Kalsel menempati peringkat ke tiga besar Nasional dalam implementasi Aplikasi SRIKANDI. Sedangkan untuk pembinaan implementasi Aplikasi SRIKANDI, ada tiga kabupaten/kota yang mendapatkan penghargaan dari ANRI, yakni Kabupaten Tabalong, Tanah Bumbu, dan Kabupaten Banjar,” tutupnya. (NHF/RDM/YS)
BANJARMASIN – Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Suparmi mewakili Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menghadiri Sidang Terbuka Senat Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Banua Banjarmasin, Wisuda Program Sarjans (SI) ke XXXVI, dan Program Magister (S2) ke XIX Tahun 2023, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Selasa (28/11).
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi atas terlaksananya wisuda sarjana dan pasca sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bina Banua Banjarmasin,” ungkap Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Suparmi.
Semangat perjuangan yang tinggi demi terintegrasinya kualitas ilmu dan keterampilan akhirnya telah membawa para mahasiswa pada titik sekarang, menjadi sarjana.
“Diharapkan para sarjana ini dapat membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk bersama sama membangun Banua ini,” ujar Gubernur.
Untuk itu, lanjutnya, sebagai institusi pendidikan, perguruan tinggi memiliki peran untuk memberikan bimbingan dan tuntunan sesuai dengan kompetensi yang ada.
“Sehingga perkembangan peradaban dapat direspon dengan bijak dan baik sesuai dengan harkat dan martabat kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Gubernur.
Kampus ini, tambahnya, telah memberikan warna dan berkontribusi bagi dunia pendidikan sebagai pendukung suksesnya proses pembangunan, pembaharuan, dan perubahan yang baik di Kalimantan Selatan.
“Saya mengharapkan para alumni dapat membuktikan diri sebagai bentuk tanggung jawab terhadap almamater dan masyarakat bahwa dirinya layak, pantas, dan patut dalam mencapai derajat ilmiah atau insan intelektual, baik secara pribadi maupun sosial,” tuturnya.
Gubernur mengajak, seluruh sarjana baru tersebut untuk bersama bergerak membangun banua ini, melakukan usaha dan memberikan karya terbaik demi masa depan yang cemerlang.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Bina Banua Banjarmasin Zairullah Azhar mengatakan, dalam menghadapi tantangan dunia kerja saat ini, maka para sarjana baru lulusan STIA Bina Banua Banjarmasin dapat menghadapi tantangan tersebut. Dengan bekal ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan.
“Pengaruh Revolusi Industri 4.0 ini tidak bisa dibendung lagi, para wisuda saat ini sudah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan tersebut,” ucap Zairullah. (SRI/RDM/YS)
BANJARBARU – Bertempat di Rindam VI/Mulawarman, telah dilaksanakan penutupan pelatihan bela negara, bagi resimen mahasiswa suryanata Kalsel tahun 2023. Penutupan tersebut juga dirangkai dengan kegiatan pembukaan pelatihan Kursus Kader Pelaksana Nasional (SUSKALAKNAS) Rindam VI/Mulawarman Banjarbaru, Selasa (28/11).
Resimen mahasiswa (Menwa) yang telah melaksanakan pelatihan bela negara diharapkan dapat mengamalkan ilmu ilmu yang didapat, untuk kesatuan Negara Indonesia.
Dalam sambutan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang dibacakan Danrindam VI/Mulawarman, Kolonel Inf Robby Suryadi, disampaikan bahwa Kegiatan pelatihan bela negara bukan hanya sebagai momentum bagi mahasiswa, tetapi menjadi bukti nyata untuk memperkuat dan menjaga kedaulatan negara. Kegiatan pelatihan bela negara sangat penting sebagai sarana pengembangan kapasitas dan kesiapan anggota resimen mahasiswa, untuk membentuk karakter, disiplin, dan keterampilan yang akan menjadi modal berharga bagi para mahasiswa penerus bangsa.
“Mudah-mudahan menwa dapat mengamalkan pembentukan karakter di kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Selaras dengan pelatihan bela negara, pelatihan Kursus Kader Pelaksana Nasional (SUSKALAKNAS), tahun 2023 yang baru saja dilaksanakan, diharapkan dapat membentuk kader kader resimen mahawiswa (MENWA) yang memiliki sikap disiplin, mental, pengetahuan dan keterampilan.
“Pelatihan SUSKALAKNAS bertujuan, untuk membentuk kader kader resimen mahawiswa (MENWA) yang memiliki sikap disiplin, mental, pengetahuan dan keterampilan,” lanjutnya.
Menwa tidak hanya dituntut untuk menambah pengetahuan, skill dan pengalaman. Namun juga untuk membentuk disiplin, keberanian, sikap dan mental. (MRF/RDM
BANJARBARU – Museum Lambung Mangkurat Kalsel kembali menggelar pameran temporer untuk keempat kalinya tahun 2023. Tema yang diusung tentang pendidikan muatan lokal.
Pameran dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel melalui Kabid Kebudayaan Raudati Hildayati, pada Selasa (28/11). Hadir pada kegiatan ratusan pelajar SMK 3 Banjarmasjn sekaligus para guru pendamping.
“Kami menyambut baik upaya museum menampilkan muatan lokal dalam materi pameran pada hari ini. Semoga mendorong semangat peserta didik untuk terus mencintai dengan seruan ayo belajar muatan lokal di Museum Lambung Mangkurat Kalsel,” seru Hildayati
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati (tengah) saat memotong tali bunga tanda pembukaan pameran
Menurut Hildayati , museum didirikan untuk kepentingan pelestarian sejarah peradaban. Selain itu juga dalam rangka pembinaan serta sebagai sarana pendidikan dan kebudayaan.
“Museum juga merupakan salah satu tempat belajar,” kata Hildayati.
Museum yang erat kaitannya dengan pendidikan generasi muda saat ini adalah muatan lokal. Berdasarkan Permendikbud no 79 Tahun 2014 muatan lokal adalah kajian atau mata pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan dan keunikan lokal.
“Hal ini dimaksudkan agar peserta didik terbentuk pengalamaannya terhadap keunggulan dan kearifan di tempat daerah dia tinggal,” ungkapnya.
Muatan Lokal di Kalsel, lanjut Hildayati, meliputi bahan kajian, bahasa dan sastra Banjar. Ragam kesenian budaya daerah Banjar bisa dilihat langsung melalui koleksi benda budaya yang dimiliki Museum Lambung Mangkurat Kalsel.
“Jadi museum ini bisa menjadi alternatif peraga dalam proses belajar mengajar di sekolah dalam mata pelajaran muatan lokal,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel Muhammad Taufik Akbar, mengaku bersyukur bisa melaksanakan pameran temporer ke empat tahun 2023.
“Mudah-mudahan apa yang kami tampilkan dalam pameran ini bisa menambah ilmu tentang budaya khususnya muatan lokal bagi pelajar yang datang,” harap Taufik.(SYA)
BANJARBARU – Potensi hujan dan cuaca ekstrem dalam masa peralihan musim kemarau ke hujan (pancaroba) seperti yang terjadi di wilayah Banjarbaru saat ini, kerap mendatangkan berbagai jenis penyakit. Mulai dari demam berdarah, batu pilek, hingga serangan asma.
Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, memberikan tips untuk terhindar dari berbagai penyakit tersebut. Salah satu yang utama ialah menjaga daya tahan tubuh.
“Pada prinsipnya tentu harus menjaga daya tahan tubuh. Diimbangi juga dengan makanan yang sehat dan kalau perlu mengkonsumsi vitamin,” ucapnya, Selasa (28/11).
Selain itu masyarakat juga diimbau untuk menyediakan waktu istirahat yang cukup serta banyak meminum air putih. Sebab diterangkannya, apabila daya tahan tubuh menurun maka virus atau penyakit akan cepat masuk.
Diakui Danny, untuk di RSD Idaman Banjarbaru sendiri saat ini memang terjadi peningkatan pasien yang mengalami gangguan pernafasan pasca memasuki peralihan musim. Kendati demikian, ia memastikan situasi tersebut masih sangat terkontrol.
“Memang ada peningkatan terkait keluhan pernafasan di Instalasi Gawat Darurat. Namun ini masih terkontrol. Kami juga mengingatkan agar masyarakat yang mengalami gangguan pernafasan segera gunakan masker,” ucapnya.
Lantas, apa yang harus dilakukan apabila sudah mengalami gejala penyakit? Dalam hal ini Danny menyarankan untuk lebih dulu melakukan pengecekan kesehatan di fasilitas Kesehatan terdekat, baik itu puskemas maupun klinik. Namun ia mengingatkan apabila gejala tersebut semakin parah dan tidak kunjung sembuh, ia menyarakankan untuk segera berobat di RSD Idaman Banjarbaru. Apalagi saat ini RSD Idaman digawangi oleh banyak dokter spesialis yang tentunya sangat kompenten dan profesional.
“Kalau gangguan pernafasan ini sudah semakin parah, tolong jangan dibiarkan. Karena akan berpotensi radang paru. Kami imbau untuk segera melakukan pengobatan,” tuntasnya. (RSDI.BJB-RDM)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mengapresiasi atas dilaksanakannya musyawarah wilayah ke-3, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Kalimantan Selatan. Forum yang dilaksanakan di Gedung Islamic Center Anang Jazuli Semman, pada Senin (27/11) ini, dihadiri Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, yang diwakili Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Setdaprov Kalsel Husnul Khatimah.
Husnul menyampaikan, Diniyah Takmiliyah memiliki peran penting, dalam membentuk karakter dan moral para penerus bangsa. pendidikan agama yang bersumber dari nilai-nilai keagamaan dan kebenaran, adalah pondasi utama dalam membentuk generasi yang berkualitas.
“Dengan dilaksanakannya musyawarah ini, dapat semakin memperkokoh tekad dan semangat, dalam merumuskan langkah-langkah strategis, agar keberadaan DPW FKDT kalsel, semakin maju dan berkembang kedepannya,” ungkap Husnul.
Ia melanjutkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, berkomitmen terus mendukung dan memajukan pendidikan, diniyah takmiliyah yang ada di wilayah Kalimantan Selatan. Program-program pembinaan dan pemberdayaan guru-guru di berbagai lembaga pendidikan agama, harus terus di tingkatkan. Sebab, guru yang berkualitas, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mentransfer nilai-nilai agama kepada peserta didik. oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru Diniyah Takmiliyah, akan menjadi prioritas Provinsi Kalimantan Selatan.
“Pengembangan kurikulum pendidikan Diniyah Takmiliyah menjadi perhatian serius bagi Provinsi Kalsel. kurikulum yang relevan dan responsif terhadap perkembangan zaman akan memberikan daya tarik tersendiri bagi peserta didik,” tutup Husnul. (MRF/RDM/APR)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar apel kesiapsiagaan, dalam penanganan banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor (Batingsor) di lapangan Institut Agama Islam Darussalam Martapura, Senin (27/11), yang dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.
Gubernur menyampaikan, kegiatan apel merupakan bagian penting dari langkah antisipatif dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang kemungkinan terjadi saat ini. Melalui apel kesiapsiagaan, diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan sinergitas yang baik, antar unsur Pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, Organisasi Kemasyarakatan, hingga para relawan.
“Dalam menghadapi risiko bencana kita tidak boleh lengah, dan harus berada dalam keadaan waspada yang tinggi,” ungkap Sahbirin Noor.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, telah mengeluarkan surat edaran gubernur, terkait antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, tahun 2024. Berdasarkan proyeksi dari BMKG, puncak musim hujan di Kalimantan Selatan diperkirakan, terjadi pada januari 2024 mendatang. Menghadapi periode peralihan musim ini, diperlukan adanya peningkatan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang merayap, mulai dari hujan lebat hingga angin kencang atau puting beliung.
“Saya menekankan pentingnya partisipasi aktif, kerja sama dan kolaborasi dari semua pihak dalam upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana di Kalimantan Selatan,” lanjut Sahbirin Noor.
Mengenai kesiapsiagaan dan upaya antisipasi menghadapi risiko bencana di penghujung tahun ini dan juga di awal tahun depan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sedang dan terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah kabupaten/kota. Beberapa upaya tersebut seperti pemetaan wilayah yang dipandang rentan terhadap bencana, perumusan skenario kontijensi dan evakuasi, pembentukan tim siaga bencana, serta pengaktifan posko penanganan bencana.
“Dengan berbekal personil dan relawan yang terlatih, peralatan dan logistik yang memadai, serta koordinasi lintas sektoral yang kuat, saya yakin kita mampu meminimalkan dampak buruk dari bencana alam,” tutup Paman Birin (sapaan akrabnya)
Sementara itu, Kepala BPBD Kalsel Suria Fadliansyah menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah antisipasi dari sisi petugas hingga peralatan untuk siaga menghadapi banjir, puting beliung dan tanah longsor.
“BPBD Kalssl telah membuat peta rawan bencana dan berkoordinasi dengan kabupaten kota untuk kesiapsiagaan jika terjadi bencana, ” ungkapnya.
Ia melanjutkan, BPBD Kalsel sudah siap siaga dengan stake holder terkait sesuai arahan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, jika terjadi bencana, bisa dengan cepat menangani dengan efektif dan efisien. (MRF/RDM/APR)
BANJARMASIN – Kalangan Legislatif bersama Pemerintah Kota telah menyetujui, Raperda APBD 2024 menjadi Perda, melalui Rapat Paripurna yang digelar pada akhir pekan tadi.
Hal itu disampaikan, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, kepada sejumlah wartawan, baru-baru tadi.
Matnor menjelaskan, pada APBD tahun 2024 mendatang, telah disahkan sebesar Rp2,6 Triliun. Jumlah itu naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,5 Triliun. Namun, kenaikan ini terjadi defisit sekitar Rp125 Miliar, yaitu setelah TAPD berkoordinasi untuk dilakukan pemangkasan anggaran beberapa program SKPD dilingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.
Suasana Rapat Paripurna
“Sebelumnya hampir Rp400 Miliar, tetapi disepakati dipangkas dengan pertimbangan dan tidak mengesampingkan program, kegiatan pokok dan dasar serta belanja wajib di SKPD,” ucapnya
Disampaikan Matnor, defisit anggaran yang terjadi, dapat diatasi oleh Pemerintah Kota Banjarmasin. Dimana, bisa tertutupi oleh adanya Silpa, dan SKPD penghasil PAD dapat bekerja lebih maksimal lagi dalam mencapai target. Terkait program kesehatan, infrastruktur, dan pendidikan tetap diprioritaskan.
“Kami berharap, APBD ini mampu direalisasikan guna meningkatkan pencapaian pembangunan warga seribu sungai,” pintanya
Lebih lanjut Matnor menambahkan, selain pengesahan APBD 2024, pihaknya juga mensahkan empat buah Raperda menjadi Perda, yaitu penetapan Pajak dan Retribusi Daerah, Pemberdayaan dan Perlindungan Lanjut Usia, Fasilitasi Penyelenggaran Pesantren dan Pengembangan Budaya Literasi.
“Rapur juga menyetuju Program Pembentukan Perda (Propemperda) tahun 2024,” tutup Matnor.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali
Untuk diketahui, DPRD Banjarmasin menggelar Rapat Paripurna, di pimpin Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya, didampingi Wakilnya Matnor Ali, dihadiri Wakil Walikota Banjarmasin, Arifin Noor, Sekda Banjarmasin, Ikhsan Budiman, kalangan legislatif dan eksekutif, bertempat di ruang Rapat Paripurna pada Jumat (24/11) petang. (NHF/ RDM/APR)