Kekerasan Anak di Banjarmasin Meningkat Saat Libur Sekolah

BANJARMASIN – Kekerasan pada anak di Kota Banjarmasin mengalami peningkatan pada saat libur sekolah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhani menjelaskan, berdasarkan catatan dari pihaknya, untuk kejadian kekerasan pada anak tertinggi pada saat libur sekolah.

Kepala DP3K Banjarmasin M Ramadhani

“Hal tersebut terlihat dalam lima tahun berturut turut di Kota Banjarmasin. Terjadi peningkatan kasus kekerasan terhadap anak,” ungkap Ramadhan, kepada sejumlah wartawan, Selasa (31/12).

Pihaknya memberikan apresiasi terhadap meningkatnya laporan kejadian kekerasan pada anak ini kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan menghimbau, kepada orang tua selama libur sekolah untuk memantau keberadaan anaknya.

“Peran penting orangtua dalam menjaga anak anaknya selama sekolah diperlukan saat ini,” ucapnya.

“Sehingga, Pemerintah Kota Banjarmasin meminta agar orangtua dapat menjaga anak anak selama libur sekolah tersebut,” ucapnya.

Ramadhan berharap, orangtua dapat melaksanakan permintaan dari Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut. (SRI/RDM/RH)

DPRD Kalsel dan TAPD Matangkan Pembahasan APBD 2025

BANJARMASIN – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat pembahasan hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, dan dihadiri oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar, Senin (30/12).

Suasana Rapat Banggar DPRD Kalsel dan TAPD Kalsel

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, menyoroti tentang pentingnya penyusunan anggaran yang efisien dan tepat sasaran, terutama untuk mendukung program makan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah pusat. Menurutnya, program ini harus dijalankan secara terukur agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Efisiensi anggaran bukan hanya soal penghematan, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar memberikan dampak nyata. Untuk program makan bergizi gratis, kami berharap anggaran ini bisa terarah hingga ke pelosok dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua TAPD Kalsel, Roy Rizali Anwar menyambut baik masukan dari Ketua DPRD. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan perencanaan anggaran secara cermat agar program-program prioritas dapat terealisasi secara optimal.

“Arahan dari Ketua DPRD sangat sejalan dengan prinsip kami di TAPD. Kami akan memastikan bahwa anggaran untuk program makan bergizi gratis ini disusun secara matang dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga target efisiensi dan efektivitas dapat tercapai,” ungkap Roy.

DPRD bersama Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan. (NRH/RDM/RH)

Sidak ke Pasar Banjarbaru, TPID Kalsel Pastikan Harga Bapok Masih Terjangkau

BANJARBARU – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan sidak harga kebutuhan pokok di pasar Bauntung Banjarbaru, Selasa (31/12).

TPID Kalsel mengecek kenaikan harga minyak goreng di pasar Bauntung Banjarbaru

Sidak dilakukan untuk memastikan kenaikan harga bahan pokok saat libur natal dan tahun baru (nataru).

Sekretaris TPID Kalsel, Fadjar Majardi mengatakan, saat libur nataru kenaikan harga bahan pokok memang sering terjadi, seiring kebutuhannya yang tinggi.

“Apalagi di Kalsel ada momen Haul Sekumpul yang momennya berdekatan dengan nataru. Akhirnya kebutuhan semakin meningkat,” katanya.

Meski mengalami kenaikan, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan (KPw BI Kalsel) itu menyebut harga bahan pokok di Kalsel masih terjangkau.

“Misalnya tadi telur dan daging ayam memang naik, tetapi kenaikannya tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Menjelang pergantian tahun, TPID Kalsel memastikan bahan pokok di Kalsel masih tercukupi. Terlebih beras yang ketersediaannya cukup melimpah karena masa panen.

“Mungkin tadi cabai rawit yang jumlah ketersediaannya sedikit. Kalau ada pun harganya pasti mahal,” ungkapnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan menyampaikan kenaikan harga bahan pokok pada libur nataru terjadi secara nasional.

Di Kalimantan Selatan, kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu. Dimana dalam sepekan terakhir, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Tanah Bumbu meningkat sebesar 2,3 persen.

“Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu harus melakukan operasi pasar murah,” pintanya.

Melihat ketersediaan yang masih mencukupi, Sulkan mengimbau masyarakat agar tidak membeli barang pokok secara berlebihan.

“Aksi borong tidak perlu dilakukan agar terkendali Indeks Harga Pangan. Sebab, stok barang pokok tersedia dengan baik di seluruh daerah Kalsel,” pesannya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Apel Gabungan Akhir Tahun 2024, SKPD Dituntut Lebih Aktif Sukseskan Berbagai Program Pusat

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar apel gabungan di halaman kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (30/12) pagi.

Suasana apel gabungan lingkup Pemprov Kalsel

Apel dipimpin Gubernur Kalsel Muhidin diwakili Sekda Kalsel Roy Rizali Anwar, serta diikuti oleh ASN dan tenaga kontrak, termasuk Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, Inspektur Kalsel, Sekretaris DPRD Kalsel, Kepala SKPD, Kepala Badan, Kepala Dirut RS, dan Kepala Biro di lingkungan Pemprov Kalsel.

Selain itu hadir pula Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin yang bertindak sebagai pemba

Dalam amanatnya, Roy Rizali Anwar menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Kalsel, atas upaya yang telah dilakukan dalam menggerakan roda pemerintahan sepanjang tahun 2024.

Meski melalui banyak tantangan, Roy mengaku bersyukur karena rencana pembangunan yang telah disusun pada tahun ini dapat berjalan dengan baik. Termasuk menghadirkan pelayanan yang baik terhadap masyarakat.

“Perjalanan kita dalam membangun Banua belum selesai dan selalu berlanjut,” katanya.

Beberapa SKPD dituntutnya untuk lebih aktif dalam mensukseskan berbagai program pusat. Salah satunya program Makan Bergizi Gratis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kita sudah menyiapkan anggaran yang tidak sedikit. Saya harap SKPD terkait lebih aktif lagi untuk mengkomunikasikan ke pusat tentang juknis pelaksanaan MBG. Jika tidak memakai APBD, segera alihkan anggaran itu untuk kebutuhan lain,” tegasnya.

Di sisi lain, Roy juga menekankan pentingnya pengembangan industri hilirisasi batubara dan transformasi energi.

Ia menuntut SKPD terkait agar lebih memperhatikan peluang-peluang investasi pada sektor hilirisasi yang bisa dikembangkan.

“Jadi bagaimana agar batubara itu tidak dijual mentah, tetapi bisa dikembangkan lagi untuk meningkatkan harga jual,” pintanya.

Dalam acara penutupan, diserahkan pula hadiah kepada para pemenang undian Simpeda ASN periode X tahun 2024, oleh Sekda Kalsel didampingi Dirut Bank Kalsel yang juga hadir pada kegiatan tersebut. (SYA/RDM/RH)

Hadiri Apel Gabungan Pemprov Kalsel, Muhidin Akan Berantas Pegawai Pelaku Judol dan Pengguna Narkoba

BANJARBARU – Gubernur Kalsel Muhidin menyampaikan beberapa arahan saat apel gabungan SKPD lingkup Pemprov Kalsel, di halaman kantor Gubernur Kalsel, di Banjarbaru, Senin (30/12) pagi.

Pertama, terkait gaji tenaga kontrak (honorer) Pemprov Kalsel yang akan naik dari Rp 2,6 juta menjadi Rp 3,1 juta tahun 2025 nanti, sebagai wujud apresiasi terhadap para honorer yang turut terlibat dalam menggerakkan roda pemerintahan.

“Pada anggaran perubahan tahun 2025 akan kita naikkan lagi menjadi Rp 3,3 juta,” katanya.

Selanjutnya, terkait pemilihan Kepala SKPD yang benar-benar diambil dari hasil asesmen di Jakarta pada 13-14 Januari nanti.

“Kita ingin mengukur kompetensi dan kinerja para pejabat sebagai dasar dalam penempatan dan pengembangan karir,” ucapnya.

Gubernur Kalsel Muhidin saat memberikan keterangan kepada wartawan

Keinginan Muhidin dalam mewujudkan roda pemerintahan yang berintegritas dan optimal, rupanya tidak cukup sampai disitu.

Muhidin dengan tegas akan memberantas para pegawai Pemprov Kalsel yang terlibat dalam praktek judi online dan narkoba.

Melalui kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muhidin siap mengungkap keterlibatan ASN dalam praktik judi online.

“Untuk kasus narkoba kita akan lakukan sidak langsung ke setiap SKPD tanpa ada informasi apapun sebelumnya. Tidak ada toleransi bagi yang melanggar hukum,” tegasnya.

Tak kalah penting, Muhidin juga mengingatkan agar SKPD menyiapkan segala keperluan untuk peringatan Haul Sekumpul pada 5 Rajab 1446 Hijriah nanti.

“Haul Guru Sekumpul itu agenda besar yang memiliki dampak signifikan terhadap masyarakat Kalimantan Selatan, sehingga perlu dipersiapkan dengan matang,” pesannya. (SYA/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Gelar Rapat Evaluasi dan Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda 2024

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Bidang Kebudayaan Kalsel menggelar Rapat Evaluasi Kebudayaan dan Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2024, bertempat di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Jumat (27/12) sore.

Dalam sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Muhammadun, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel Hadeli Rosyadi mengatakan, Rapat Evaluasi Kebudayaan ini sangat penting untuk mensinegrisitaskan pemikiran-pemikiran tentang kemajuan budaya Kalsel, agar dapat terjaga dengan baik dan semakin lestari budaya di Banua. Dimana, perkembangan zaman saat ini, sebagian adat budaya hilang akibat tergerus modernisasi dan perkembangan teknologi.

Sekretaris Disdikbud Kalsel Hadeli Rosyadi, saat memberikan sambutan

“Penerus bangsa dapat melakukan berbagai upaya, agar nilai-nilai adat dan budaya tetap ada dan terjaga,” ucapnya

Disampaikan Hadeli, selain Rapat Evaluasi Kebudayaan, pihaknya juga menggelar Penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Kalsel, yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda (WBTb) Indonesia Tahun 2024, yakni kepada Kabupaten Tapin dan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Kami berharap, ini menjadi pelestarian adat budaya dan warisan budaya di Banua,” pintanya

Foto bersama : Sekretaris Disdikbud Kalsel dan peserta Rapat Evaluasi Kebudayaan 2024

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati menambahkan, 5 Warisan Budaya Tak benda (WBTb) milik Kalsel telah ditetapkan dan menjadi dalam Warisan Budaya Tak benda Indonesia 2024 yakni Kalangkang Mantit berupa adat istiadat ritus, Wayang Topeng Carita merupakan perayaan seni pertunjukan, Batimung berupa pengetahuan dan kebiasaan alam semesta, dan Layang-Layang Dandang merupakan adat istiadat dari Kabupaten Tapin. Sedangkan Pembuatan Jukung berupa kemahiran dari Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Warisan Budaya bukan sekedar Peninggalan dari masa lalu, tetapi aset tak ternilai yang menjadi identitas dan jati diri bangsa,” tutupnya.

Untuk diketahui, Rapat Evaluasi Kebudayaan digelar selama dua hari mulai 27-28 Desember 2024, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan Muhammadun, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel Hadeli Rosyadi, didampingi Kabid Kebudayaan Disdikbud Kalsel Raudati Hildayati. Dihadiri Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Suharyanti, seluruh Dinas Kebudayaan Kabupaten dan Kota, Dewan Kesenian Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Program Dinas PMD Kalsel Tahun 2024, Telah Dirampungkan

BANJARBARU – Berbagai Program, bidang Pengembangan Ekonomi Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalsel, rampung dilaksanakan pada tahun 2024 ini. Seperti, pemberian dana hibah kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), Bimbingan Teknis bagi pengurus BUMDesa, serta Expo BUMDesa sukses digelar ditahun 2024 ini.

Kepala Dinas PMD Kalsel Faried Fakhmansyah, melalui Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari, menyampaikan, dengan terlaksananya seluruh program bidang Pengembangan Ekonomi Desa, Dinas PMD Kalsel, seluruhnya bertujuan untuk meningkatkan perkembangan Desa yang ada di Kalimantan Selatan. Apalagi ditahun 2024 ini, pihaknya berkomitmen, untuk meningkatkan sektor ketahanan pangan desa, untuk masyarakat desa.

Kasi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa, Indah Novita Purnamasari

“Berbagai program sukses terlaksana, yang semua tujuannya adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan diseluruh desa di Kalimantan Selatan,” ungkap Novi, kepada Abdi Persada FM, baru – baru tadi.

Dilanjutkan Novi, Setiap tahunnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalsel bekerja sama dengan tenaga pendamping berupaya untuk melakukan peningkatan jumlah BUMdesa maju, baik melalui pembinaan lapangan, peningkatan kapasitas SDM BUMDesa maupun pemberian bantuan permodalan.

“Banyak potensi – potensi desa yang belum dikembangkan secara optimal. Oleh karena itu, Dinas PMD Kalsel terus mengupayakan pengembangan ekonomi di desa,” tutup Novi. (MRF/RDM/RH)

Sinergikan Penurunan Stunting, DPPPA KB Kalsel Terima Kunjungan TPPS Kaltim

BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB) Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan studi banding dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (27/12).

Suasana kunjungan TPPS Kaltim ke DPPPA-KB Kalsel

Kegiatan ini menjadi tindak lanjut atas implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Kepala DPPPA-KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni, menyampaikan rasa syukur dan menyambut baik atas kunjungan yang dilakukan, sehingga diharapkan kerjasama antarprovinsi ini tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan kesejahteraan keluarga.

“Kami merasa senang menerima TPPS Kaltim yang ingin mempelajari upaya penurunan stunting yang telah dilakukan di Kalimantan Selatan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk kunjungan ke UPTD PPA Kalsel terkait pemberdayaan dan perlindungan anak,” ungkapnya.

Foto bersama DPPPA-KB Kalsel dan TPPS Kaltim usai kunjungan

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPPPA-KB Kalsel, Musyridyansyah, mengapresiasi atas kolaborasi ini. Menurutnya, kerjasama seperti ini dapat berdampak positif bagi keberhasilan upaya penurunan stunting di kedua provinsi tersebut.

“Kegiatan bersama seperti ini membuka peluang untuk saling belajar dan mengembangkan praktik terbaik. Hal-hal positif bisa dikembangkan, dan jika ada kekurangan, dapat kita perbaiki, baik dalam program TPPS maupun urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Provinsi Kaltim, Noryani Sorayalita, menyebutkan bahwa fokus kunjungan ini adalah bertukar pengalaman dan mencari solusi inovatif dalam menurunkan angka stunting.

“Praktik terbaik yang kami dapatkan dari Kalsel akan menjadi inspirasi untuk diterapkan di Kaltim, begitu juga sebaliknya. Dengan kolaborasi ini, kami berharap ada sinergi positif yang dapat meningkatkan kesejahteraan anak dan mempercepat target penurunan stunting,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Pelaksanaan Ibadah Natal di Kalsel Aman dan Lancar

BANJARMASIN – Pelaksanaan Ibadah Natal di Provinsi Kalimantan Selatan berjalan lancar dan aman, hal ini berdasarkan pantauan Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kalimantan Selatan yang terjun langsung melakukan pemantauan gereja gereja pada malam tersebut.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan, selama pelaksanaan natal di Provinsi Kalimantan Selatan berjalan aman dan kondusif.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan

“Polda bersama Forkopimda Kalsel pada malam peringatan Natal tersebut melakukan peninjauan terhadap gereja gereja yang ada di Kota Banjarmasin,” ungkapnya, belum lama tadi.

Kapolda menjelaskan, tidak hanya di Kota Banjarmasin, pengamanan perayaan Natal juga dilakukan di 255 gereja dari 279 gereja yang melaksanakan perayaan Natal di wilayah Kalimantan Selatan.

“Pada saat pelaksanaan ibadah Natal tersebut, hal pertama untuk mendukung kelancaran ibadah tersebut, yaitu kemacetan lalu lintas, serta pengamanan tempat ibadah yang dilakukan personel Polri dan TNI,” ujarnya.

Lancarnya pelaksanaan Natal ini juga, adanya sinergi antara aparat keamanan, pengelola gereja, dan masyarakat dalam menciptakan situasi yang kondusif selama perayaan Natal tersebut.

“Kami juga memastikan semua jemaat dapat melaksanakan ibadah Natal dengan tenang dan aman,” ucapnya.

Kapolda juga mengapresiasi kinerja aparat yang bertugas serta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan selamat perayaan Natal tahun ini. (SRI/RDM/RH)

DPRD dan Diskominfo Kalsel Bahas Persiapan Pembentukan Tim Seleksi KPID

BANJARMASIN – Dalam rangka mempersiapkan pembentukan tim seleksi (timsel) Calon Anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan (Kalsel) Periode 2024 – 2027, Komisi I DPRD Kalsel melakukan rapat pembahasan secara mendalam dengan Kepala Dinas Komunikasi Dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Kalsel beserta jajaran, Selasa (24/12), di Gedung DPRD Provinsi Kalsel.

Rapat berlangsung dinamis dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat, yang salah satunya membahas penjadwalan tahapan pelaksanaan pengusulan nama-nama calon timsel. Namun, sebelumnya Komisi I akan mengusulkan surat pencabutan surat keputusan (SK) Tim Seleksi terdahulu Nomor 7 Tahun 2024.

“Karena timsel terdahulu SK nya ditetapkan melalui rapat paripurna, maka Insya Allah akan kita masukan usul pencabutannya melalui rapat paripurna juga”, ujar Rais.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, Ilham Noor. Ia mengatakan, Komisi I DPRD Kalsel sudah membuatkan time line yang dimulai dengan membuat surat kepada Ketua DPRD Kalsel terkait usulan pencabutan SK timsel terdahulu.

“Intinya setelah disetujui oleh Ketua DPRD nanti pencabutannya akan dilakukan didalam paripurna tanggal 31 Desember (2024). Selanjutnya Komisi I akan membentuk tim seleksi, tanggal 9 (Januari 2025) sudah selesai, sudah keluar SK Gubernurnya,” jelasnya.

Sementara, Anggota Komisi I DPRD Kalsel, M. Syarifuddin mengusulkan, masing-masing calon timsel hendaknya menyertakan CV (Curriculum Vitae) agar diketahui latar belakangnya.

“Kita ingin tahu latar belakangnya, apakah berpengalaman, cocok apa tidak jadi timsel, jangan sampai salah pilih,” tegas legislator yang akrab disapa Bang Dhin.

Sedangkan Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim menyatakan, menerima segala usulan dan arahan dari Komisi I dan berharap dapat berjalan sesuai harapan. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version