Lepas 44 ASN Korpri Purna Tugas, Gubernur Kalsel Apresiasi Pengabdian untuk Banua

BANJARMASIN – Sebanyak 44 Aparatur Sipil Negara (ASN) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Provinsi Kalimantan Selatan resmi memasuki masa purna tugas.

Suasana Pelepasan Purna Tugas ASN Korpri Pemprov Kalsel

Pelepasan purna tugas dilangsungkan di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Jumat (2/5), dan dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin diwakili Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan piagam penghargaan dan uang santunan kepada perwakilan ASN yang telah menyelesaikan masa tugasnya ini. Kegiatan ini turut dihadiri para Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Pj. Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin saat menyampaikan sambutan Gubernur Kalsel

Dalam sambutannya yang dibacakan Muhammad Syarifuddin, Gubernur Muhidin menyampaikan, bahwa masa purna tugas merupakan jenjang akhir dalam karir setiap ASN, yang menjadi bagian dari siklus alami dalam dunia kepegawaian.

“Setiap pegawai negeri, jenjang karir tertingginya adalah purna tugas atau pensiun. Suka atau tidak, masa pensiun akan dihadapi oleh setiap PNS. Oleh karena itu, masa purna tugas adalah proses yang alami dalam dunia kepegawaian, dan tidak perlu kita khawatirkan,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak para ASN yang telah purna tugas untuk menikmati masa pensiun sebagai buah dari perjuangan dan pengabdian mereka selama menjadi abdi negara.

“Mudah-mudahan, di hari-hari ke depan, Bapak/Ibu lebih banyak menikmati ketenangan, waktu luang, dan berkumpul bersama keluarga, serta tentunya lebih banyak waktu untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tambahnya.

Di akhir sambutan, atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Gubernur Muhidin menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi – tingginya kepada seluruh ASN yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian terbaik.

“Mudah-mudahan, pengabdian Bapak/Ibu tercatat sebagai perbuatan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT, membawa kebaikan dan manfaat bagi masyarakat. Teruslah mengabdi untuk negeri dan Banua Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Mudahkan Wisatawan Temukan Informasi Wisata, Pemprov Kalsel Upayakan Sidapakase Diakses Semua Platfrom

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengupayakan, Sistem Data Pariwisata Kalimantan Selatan atau SIDAPAKASE, dapat diakses semua kalangan dari berbagai platform.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan – Muhammad Noor mengatakan, Sistem Data Pariwisata Kalimantan Selatan atau SIDAPAKASE ini, merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan, untuk memuat berbagai informasi seputar pariwisata di 13 kabupaten/kota. Dimana, aplikasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan menemukan informasi tentang destinasi wisata, hotel, kuliner, dan travel agen yang tersebar di seluruh Kalsel.

“Sistem Data Pariwisata Kalimantan Selatan atau SIDAPAKASE, menjadi pintu gerbang utama untuk memperkenalkan pesona Kalimantan Selatan kepada dunia,” ucapnya

Disampaikan Muhammad Noor, aplikasi ini harus memiliki kelengkapan dan keakuratan data. Sehingga, Dinas Pariwisata 13 kabupaten/kota, dapat mensinkronkan data-data kepariwisataan yang ada di daerahnya masing-masing.

“Wisatawan dapat melakukan akses Informasi Pariwisata Kalsel, berdampak
mendorong perekonomian daerah melalui kemajuan sektor pariwisata,” jelasnya

Lebih lanjut Muhammad Noor menambahkan, saat ini pihaknya akan terus berkoodinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, agar SIDAPAKASE dapat diakses melalui platform IOS. Khususnya generasi muda yang banyak menggunakan gawai pintar.

“Aplikasi SIDAPAKASE telah tersinkronisasi dengan Sistem Informasi Indikator Kepariwisataan Nasional (SISPARNAS) milik Kementerian Pariwisata RI,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Pantau Kesiapan Atlet Menembak, Perbakin Kalsel Gelar Kejurprov 2025

BANJARMASIN – Pengurus Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kalimantan Selatan, menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), di Kota Banjarmasin, mulai 29 April hingga 3 Mei 2025.

Ketua Panitia Kejurprov Menembak Harianto menjelaskan, Kejurprov menembak tahun ini diikuti sebanyak 217 atlet dari 12 kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua Panitia Kejurprov Menembak Kalsel Harianto

“Untuk peserta Kejurprov Menembak Tahun 2025 ini diikuti peserta cukup banyak,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Dengan rincian, lanjut Harianto, kejuaraan ini mempertandingkan 8 kelas indoor putra dan putri/ kemudian 9 kelas outdoor putra dan putri.

“Kejurprov menembak ini menjadi tolak ukur untuk kesiapan atlet menembak Provinsi Kalimantan Selatan, pada Pekan Olahraga Provinsi Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut mendatang,” ucapnya.

Pada Porprov tersebut, cabor menembak akan mempertandingkan tembak sasaran, berburu, serta reaksi yang terdiri dari 12 kelas tanding.

Sementara itu, Sekretaris Umum Perbakin Kalsel Sudirno menyampaikan, pada Kejurprov Menembak Tahun 2025 di Kota Banjarmasin ini, pihaknya melibatkan kelompok usia dini. Mengingat saat ini Perbakin Kalsel memberikan perhatian kepada pembinaan atlet usia dini tersebut.

Sekretaris Umum Perbakin Kalsel Sudirno

Tentunya, lanjut Sudirno, pembinaan atlet usia dini ini, untuk mencari bibit bibit atlet menembak berpotensial agar kedepannya dapat memberikan prestasi pada cabang olahraga menembak.

“Saat ini terjadi penurunan kualitas latihan yang berdampak pada penurunan prestasi serta lainnya,” ucapnya.

Namun, tambah Sudirmo, Perbakin Kalsel saat ini terus melakukan upaya peningkatan prestasi atlet kembali di Provinsi Kalimantan Selatan. (SRI/RIW/RH)

Buka Kios Pangan, DPKP Kalsel Pastikan Kecukupan Pangan Banua

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi, terus memastikan ketersediaan pangan di Banua. Berbagai program terus dibuat untuk mendukung hal tersebut, salah satunya Kios Pangan yang terletak di area kantor Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel di Banjarbaru.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengungkapkan, bahwa keberadaan Kios Pangan ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan kemudahan aksesibilitas pangan yang terjangkau bagi masyarakat.

“Kios pangan ini kita siapkan untuk memasok produk – produk pertanian dan bahan – bahan pokok agar tidak terjadi kelangkaan komoditas tertentu,” ungkap Syamsir, baru – baru tadi.

Kios Pangan Milik Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel ini, juga menyediakan berbagai macam pasokan sayur – sayuran yang diambil langsung dari para petani. Sehingga Kios Pangan ini bukan hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari – hari, tetapi juga membantu para petani di Kalimantan Selatan.

“Mudah – mudahan dengan adanya Kios Pangan ini dapat membantu masyarakat,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Raih Penghargaan Prestisius, Bank Kalsel Dikukuhkan Sebagai Penerima Golden Trophy TOP BUMD Awards 2025

JAKARTA – Bank Kalsel kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan dalam ajang TOP BUMD Awards 2025 kategori BUMD Perbankan, yang diselenggarakan majalah Top Business mengangkat topik : Tata Kelola dan Digitalisasi dalam Membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD.

Tahun ini penghargaan yang diterima lebih prestisius, dimana Bank Kalsel dikukuhkan sebagai penerima Golden Trophy karena selama 3 (tiga) tahun berturut-turut menerima penghargaan Top BUMD Award dengan predikat Bintang 5.

Tak hanya itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin berhasil dinobatkan sebagai TOP Pembina BUMD 2025, sementara Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dinobatkan sebagai TOP CEO BUMD 2025.

Untuk mendapatkan penghargaan tersebut, setiap BUMD harus melewati proses penilaian yang tidak mudah oleh Dewan Juri Top BUMD Awards 2025. Proses itu terbagi dalam beberapa tahap, dari pengisian kuesioner, wawancara penjurian, dan sidang pleno dewan juri.

Berlangsung di salah satu hotel berbintang di Jakarta, pada Senin (28/4), acara puncak Top BUMD Awards 2025 dihadiri 800-an orang yang berasal dari berbagai kalangan. Seperti petinggi BUMD, Kepala Daerah penerima penghargaan, pakar/konsultan bisnis, media massa, dan lain-lain.

Saat berada di atas podium usai menerima penghargaan, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterima.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, kolaborasi, dedikasi semua pihak, khususnya binaan dan bimbingan Bapak Gubernur selaku Pemegang Saham Pengendali serta seluruh pemegang saham Bank Kalsel se-Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja terbaiknya, memperkuat inovasi layanan, dan menjalankan perannya secara maksimal sebagai lokomotif pembangunan ekonomi Banua.

Penghargaan ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh insan Bank Kalsel untuk selalu beradaptasi dengan disrupsi digital yang terjadi di dunia perbankan dan berharap agar seluruh insan Bank Kalsel tidak cepat berpuas diri.

“Kami memahami bahwa tantangan perbankan ke depan semakin kompetitif. Oleh karena itu, kami akan terus mendorong penguatan digital, memperluas jaringan, serta meningkatkan kualitas SDM agar Bank Kalsel mampu tumbuh lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” tegasnya.

Diwawancarai seusai acara, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Isharwanto mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, menyampaikan rasa syukur, apresiasi dan terima kasih atas penghargaan prestisius yang diterima Gubernur Kalsel, Muhidin dan Bank Kalsel.

“Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi, meningkatkan tata kelola, dan memperkuat kontribusi nyata dalam mewujudkan Kalimantan Selatan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan”, pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Biro Ekonomi, Farhani, Tenaga Ahli Gubernur Tim Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Muhammad Amin, serta Tenaga Ahli Gubernur Tim Kebijakan Pembangunan Daerah Nurul Fajar Desira. (ADV-RIW/RH)

Lawan Hoaks Lewat Literasi Media, KPID Kalsel Gandeng Pelajar

BANJARBARU – Dalam rangka meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya informasi palsu di era digital, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Literasi Media di SMK Telkom Banjarbaru, Selasa (29/4).

Suasana sosialisasi Literasi Media KPID Kalsel

Dengan mengusung tema “Cegah Hoaks, Selamatkan Masa Depan”, kegiatan ini menghadirkan narasumber di antaranya Euniken Zalukhu dari Polda Kalsel, Abdul Ghofur dari Akademisi serta Ketua KPID Kalsel, Muhammad Faried Soufian.

Sejumlah narasumber saat menyampaikan materi literasi media KPID Kalsel

Ketua KPID Kalsel, M. Faried Soufian, mengatakan pentingnya peran pelajar dalam menangkal penyebaran berita bohong yang marak beredar di dunia digital. Menurutnya, generasi muda harus tampil sebagai garda terdepan dalam memverifikasi informasi sebelum disebarluaskan.

“Jangan sampai justru anak muda menjadi bagian dari penyebar hoaks. Budaya memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikan harus menjadi kebiasaan baru,” tegas Faried.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman hukum terkait penyebaran informasi palsu, terutama yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Dijelaskan, penyebaran hoaks dapat berujung pada sanksi berat, yakni pidana penjara hingga 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar.

Faried menambahkan, tujuan dari kegiatan ini bukan semata memberi peringatan, tetapi membentuk kesadaran hukum di era digital yang serba terbuka.

“Kami berharap para pelajar ini nantinya bisa menjadi agen perubahan dan menyebarkan semangat literasi media di lingkungan sekolah maupun pergaulan mereka,” ujarnya.

Ia juga mendorong siswa yang mengikuti sosialisasi agar berperan sebagai duta literasi, minimal di organisasi seperti OSIS, agar nilai-nilai kritis terhadap informasi dapat menyebar lebih luas.

“Kami ingin para pelajar ini menjadi duta literasi media di lingkungan mereka. Karena membiasakan berpikir sebelum membagikan informasi adalah langkah kecil yang berdampak besar,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Pelantikan Rektor Mohammad Zainul, Wagub Hasnuryadi Dorong UNISKA Berkontribusi Untuk Pembangunan Banua

BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Rektor Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari periode 2025–2030, yang digelar di Banjarmasin, pada Selasa (29/4) pagi.

Prosesi pelantikan Rektor UNISKA

Pada acara tersebut, Mohammad Zainul resmi dilantik sebagai Rektor UNISKA menggantikan Abd. Malik. Pelantikan dilakukan langsung Ketua Yayasan UNISKA MAB Banjarmasin, Budiman Mustofa, dan turut disaksikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XI Kalimantan, Muhammad Akbar, serta Pembina Yayasan UNISKA, Rahmi Tajuddin Noor.

Wagub Kalsel berfoto bersama rektor UNISKA yang baru dilantik

Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, dalam sambutannya mengucapkan selamat atas pelantikan Rektor baru dan mengapresiasi kontribusi UNISKA yang tahun ini genap berusia 45 tahun.

Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap dunia pendidikan, termasuk UNISKA, merupakan amanah khusus dari almarhum ayahandanya, Haji Sulaiman HB (Haji Leman).

“Alhamdulillah, UNISKA sudah 45 tahun berdiri. Selain menjalankan tugas kami di pemerintahan, ini juga bagian dari tanggung jawab moral dan amanah keluarga kami untuk terus mendukung dunia pendidikan,” ungkapnya.

Wagub juga mendorong UNISKA untuk terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

“Pemprov Kalsel akan terus mendukung pendidikan. Mari kita jadikan UNISKA sebagai tempat lahirnya para pemimpin masa depan dan pelopor pembangunan, demi Banua yang lebih baik dan Indonesia yang semakin maju,” tutup Hasnuryadi.

Prosesi pelantikan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, pembacaan surat keputusan, serta penandatanganan berita acara serah terima jabatan antara rektor lama dan rektor baru.

Dalam kesempatan itu, Abd. Malik menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya selama dua periode kepemimpinan.

“Semua kesuksesan UNISKA dalam delapan tahun terakhir tidak akan tercapai tanpa kerja sama tim. Saya berharap di bawah kepemimpinan Rektor yang baru, UNISKA mampu bersaing di tingkat ASEAN,” ujar Malik.

Sementara itu, Rektor baru, Mohammad Zainul, menyampaikan rasa terima kasih atas amanah yang telah diberikan kepadanya, dan menyatakan kesiapan untuk melanjutkan visi besar UNISKA.

“Kami siap berkolaborasi demi mewujudkan visi UNISKA tahun 2031 sebagai perguruan tinggi yang mampu bersaing di tingkat ASEAN,” tegasnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah XI, Muhammad Akbar, juga menyampaikan harapan agar pelantikan ini menjadi awal dari semangat dan visi baru dalam memajukan UNISKA, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini.

“Teruslah menjalin kerja sama yang baik. Semoga UNISKA semakin dipercaya masyarakat untuk menimba ilmu yang berkualitas,” tutupnya. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Monitoring Realisasi Anggaran dan Kinerja Badan Penghubung di Jakarta

JAKARTA — Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja ke Badan Penghubung Provinsi Kalsel di Jakarta, Senin (28/4). Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan monitoring terhadap realisasi anggaran Triwulan I Tahun Anggaran 2025 serta memperkuat fungsi pengawasan terhadap kinerja perangkat daerah.

Pertemuan Komisi I DPRD Kalsel dan Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan di Jakarta

Rombongan Komisi I dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Habib Hamid Bahasyim. Dalam kunjungan tersebut, Komisi I ingin memastikan bahwa pelaksanaan program dan penggunaan anggaran di Badan Penghubung berjalan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan.

“Kegiatan monitoring ini penting untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi penggunaan anggaran, sekaligus memastikan program-program pemerintah benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Habib Hamid.

Rombongan DPRD Kalsel disambut oleh Kasubbag Tata Usaha Badan Penghubung Provinsi Kalsel, Hendra Saputera. Dalam pertemuan itu, Hendra menyampaikan berbagai informasi mengenai capaian program serta progres penggunaan anggaran selama tiga bulan pertama tahun ini.

Dalam diskusi yang berlangsung, Komisi I menyoroti peran penting Badan Penghubung sebagai representasi daerah di tingkat nasional. Menurut Komisi I, fungsi Badan Penghubung tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dalam memperkenalkan potensi daerah, khususnya pariwisata dan budaya Kalsel.

“Peran Badan Penghubung sangat strategis. Kami ingin keberadaannya menjadi wajah Kalimantan Selatan di ibu kota, dan jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya serta pariwisata kita secara lebih luas,” ujar Habib Hamid.

Komisi I turut mengapresiasi prestasi Badan Penghubung yang sukses membawa Anjungan Kalimantan Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) meraih predikat sebagai anjungan terbaik se-Indonesia dalam ajang Apresiasi Anjungan Daerah Terbaik 2025.

Komisi I menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Badan Penghubung dalam membangun citra positif daerah, meningkatkan daya tarik wisata, serta memperkuat jaringan kerja sama lintas daerah.

Kunjungan ini juga menjadi ajang untuk menggali kendala yang dihadapi Badan Penghubung dalam pelaksanaan tugasnya. Komisi I memberikan sejumlah masukan guna mendukung peningkatan kinerja dan optimalisasi fungsi Badan Penghubung ke depan. (ADV-NRH/RDM/RH)

DPRD Kalsel Studi ke DPRD Bali, Cari Terobosan Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

DENPASAR — Dalam upaya menekan angka kemiskinan dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Selatan, Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Bali, Senin (28/4). Studi komparasi ini juga melibatkan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel.

Rombongan dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, dan diterima oleh perwakilan Sekretariat DPRD Bali, Ni Ketut Alit Suryatni, SE, MAP, serta perwakilan Biro Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bali, Ida Bagus Buddha.

Menurut Gusti Iskandar, Bali dipilih sebagai lokasi studi karena memiliki sejumlah kesamaan dengan Kalsel, seperti jumlah penduduk, komposisi DPRD, dan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini menjadikan Bali sebagai daerah pembanding yang relevan dalam mencari referensi kebijakan peningkatan kesejahteraan.

“Ternyata banyak program terobosan yang dilakukan oleh Pemprov Bali, dan itu bisa jadi inspirasi. Mulai dari pengelolaan dana hibah hingga sinergi antar-lembaga untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkap Gusti Iskandar.

Salah satu poin menarik yang dipelajari dalam pertemuan ini adalah keberadaan petunjuk teknis (juknis) dari Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bali, yang memungkinkan pengalokasian dana hibah berdasarkan usulan masyarakat yang disampaikan melalui anggota DPRD.

“Juknis ini memudahkan pemerintah dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang disalurkan oleh dewan, sehingga kebutuhan riil warga bisa terakomodir dengan baik dalam APBD,” tambahnya.

Sekretaris Komisi IV, Bambang Yanto Permono, menambahkan bahwa pengelolaan dana hibah di Bali tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga infrastruktur. Bahkan, Pemprov Bali menempatkan staf Kesra di DPRD untuk membantu memilah dan mengelola permohonan hibah secara lebih efisien.

“Hibahnya menyentuh banyak bidang, bahkan ditangani langsung oleh Dinas PU. Ini menunjukkan koordinasi yang kuat antara legislatif dan eksekutif,” ujar Bambang.

Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, Fakthan, menyatakan bahwa pihaknya siap untuk mengadopsi pola-pola kebijakan yang dinilai efektif dari Bali. Ia menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan pemerintah provinsi dalam merancang program berbasis aspirasi masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana usulan masyarakat bisa direspons secara sinergis oleh DPRD dan Pemprov, agar dampaknya terasa langsung bagi kesejahteraan rakyat Kalsel,” pungkas Fakthan. (ADV-NRH/RDM/RH)

Dukung Visi Misi Gubernur dan Wagub Kalsel, Dispar Gelar Forum Betukar Ekraf

BANJARMASIN – Dalam rangka mendukung Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Dinas Pariwisata Kalsel menggelar Forum Betukar Ekraf 2025, Selasa (29/4) bertempat disalah satu Hotel Berbintang di Banjarmasin.

Suasana Forum Betukar Ekraf 2025

Dalam sambutan Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, yang dibacakan Kabid Ekonomi Kreatif Kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Fasial Amir, mengatakan, Forum Bersama Tukar Wawasan Ekonomi Kreatif (Batukar Ekraf) ini mengangkat tema Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kreatif di Kalsel. Guna membangun kemitraan strategis dan memperkuat kompetensi pelaku ekonomi kreatif di Banua, serta mewujudkan percepatan pertumbuhan usaha kreatif yang berdaya saing.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kelembagaan dan Pengembangan SDM Pariwisata Fasial Amir, saat menyampaikan sambutan

“Semua program dan inisiatif ini selaras dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan terpilih, yakni Mewujudkan Kalimantan Selatan yang Maju, Sejahtera dan Berdaya Saing Berbasis Keunggulan Lokal dan Ekonomi Kreatif,” ucapnya

Faisal menyampaikan, berdasarkan data kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari 4,89 persen pada tahun 2022 menjadi 5,02 persen di tahun 2023. Dimana, Sub sektor kuliner, fesyen dan kriya menjadi sektor unggulan yang menopang pertumbuhan tersebut. Yakni telah berkontribusi lebih dari 54 persen terhadap ekonomi kreatif di Kalimantan Selatan. Sehingga sektor ini memiliki masa depan cerah.

“Kami akan terus dikembangkan melalui beberapa program strategis diantaranya, seleksi dan pembinaan talenta kreatif potensial di subsektor kulinerfesyen, dan kriya yang berlangsung selama enam bulan dengan pendekatan kurasi, pelatihan dan pendampingan berkelanjutan,” jelasnya

Lebih lanjut Faisal menambahkan, untuk tantangan ke depan tentu tidak ringan, yaitu masih dihadapkan pada isu-isu strategis seperti rendahnya daya saing SDM kreatif dalam komersialisasi kekayaan intelektual, ekosistem KI yang belum optimal, serta belum meratanya rantai pasok ekonomi kreatif di daerah. Namun, dengan kolaborasi kuat, inovasi berkelanjutan, serta komitmen bersama, semua tantangan dapat dilalui.

“Mari kita bangun ekosistem ekonomi kreatif Banua ini dengan semangat sinergi, inovasi, dan keberlanjutan” tutupnya.

Forum Betukar Ekraf 2025 menghadirkan Narasumber Direktur Manajemen Strategis Kemenekraf RI, Dekan Fakultas Ekonomi ULM, Managing Direktor Wetland Box, Forum Sineas Banua, Founder Ruang Actor Acting Class, dan Ketua DPW Gekrafs Kalsel. Turut hadir Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, diwakili Kabid Kebudayaan Kalsel Raudati Hildayati, Dinas Perdagangan Kalsel serta Dinas Pariwisata 13 Kabupaten dan Kota.

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata Kalsel, menggelar Forum
Betukar Ekraf 2025, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata Kalsel Muhammad Syarifuddin, diwakili Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Kelembagaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Fasial Amir, didampingi Kasi Pengembangan Ekonomi Kreatif Faturrahman serta jajaran Dispar Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Exit mobile version