Bank Kalsel Borong 10 Penghargaan Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026

Jakarta – Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih 10 penghargaan dalam ajang 23rd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026 yang diselenggarakan Infobank Media Group bekerja sama dengan Marketing Research Indonesia (MRI).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Mid-Year Economic Outlook 2026 bertajuk “The New Rules of Survival in Uncertain Times: Kapan Ketidakpastian Berlalu?” yang berlangsung di Jakarta, Jumat (26/6).

Pada kesempatan tersebut, penghargaan mewakili Bank Kalsel diterima Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti.

Penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian independen yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI) terhadap kualitas pelayanan perbankan melalui berbagai kanal layanan, baik layanan tatap muka (walk-in channel) maupun layanan digital (digital channel).

Penilaian dilakukan komprehensif terhadap pengalaman nasabah pada berbagai titik interaksi layanan, mulai dari kantor cabang, ATM, call center, website, email, live chat, SMS Banking, hingga kanal digital lainnya.

Pada ajang tersebut, Bank Kalsel berhasil meraih penghargaan The Best Region Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2021–2025) – Golden Award• The 2nd Best Region Bank in Service Excellence 2026 – Overall Walk In Channel and Digital Channel• The Best Region Bank in Excellence Website• The 2nd Best Region Bank in Excellence Satpam• The 2nd Best Region Bank in Excellence Convenient Branch Experience• The 2nd Best Region Bank in Excellence ATM• The 2nd Best Region Bank in Excellence Email• The 2nd Best Region Bank in Excellence Live Chat• The 2nd Best Region Bank in Excellence Call Center• The 2nd Best Region Bank in Excellence SMS Banking.

Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas komitmen seluruh insan Bank Kalsel menghadirkan layanan berkualitas serta berorientasi pada kebutuhan nasabah.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh insan Bank Kalsel dalam menjaga kualitas pelayanan kepada nasabah. Bagi kami, pelayanan prima bukan sekadar memenuhi standar, tetapi bagaimana membangun kepercayaan melalui pengalaman layanan yang mudah, aman, nyaman, dan konsisten di setiap titik layanan Bank Kalsel,” ujar Mitra.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan Golden Award sebagai The Best Region Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2021–2025) menjadi bukti konsistensi Bank Kalsel melakukan perbaikan berkelanjutan ditengah perkembangan teknologi dan perubahan ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya service excellence, mengembangkan inovasi digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh nasabah,” tambahnya.

Mitra menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari pencapaian, melainkan menjadi penyemangat bagi Bank Kalsel untuk terus menghadirkan layanan yang semakin responsif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel akan terus berkomitmen memperkuat transformasi layanan, baik melalui peningkatan kualitas frontliner maupun pengembangan berbagai kanal digital, sehingga mampu memberikan pengalaman perbankan yang semakin baik serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/EPS)

Dorong Pelestarian Warisan Budaya Banua, Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Anyaman Purun kepada Masyarakat

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi seni dan budaya melalui kegiatan Belajar Bersama III bertema “Dari Rawa Menjadi Karya”, yang mengangkat kerajinan anyaman purun khas Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Selasa (30/6).

Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan menganyam purun yang dipandu langsung narasumber berpengalaman.

Foto bersama saat pembukaan kegiatan Belajar Bersama III Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Banua sekaligus mempraktikkan teknik dasar mengolah purun menjadi produk kerajinan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, pemilihan purun sebagai tema kegiatan merupakan bagian dari upaya museum menjalankan fungsi edukasi sekaligus melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Purun sebelumnya memang sudah mulai tersisih dalam kehidupan masyarakat modern. Karena itu kami ingin mengangkat kembali kerajinan ini agar dikenal generasi muda dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut Ady, selain sebagai media pelestarian budaya, kerajinan purun juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pemantik tumbuhnya minat masyarakat untuk kembali mengembangkan kerajinan purun, dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Hasilnya diharapkan bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui produk-produk kerajinan purun,” katanya.

Setiap peserta diperbolehkan membawa pulang hasil anyaman yang dibuat selama pelatihan. Museum juga akan menampilkan karya-karya peserta melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi terhadap kerajinan tradisional Banua.

Ady menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan edukasi museum kini menggunakan sistem pendaftaran secara daring sebagai bagian dari upaya mewujudkan museum yang lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tersebut mendapat respons positif. Seluruh kuota peserta pada beberapa kegiatan Belajar Bersama selalu terpenuhi, bahkan diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Tadi ada peserta yang datang dari Tanah Bumbu. Ini menunjukkan minat masyarakat cukup tinggi terhadap kegiatan edukasi di museum,” ujarnya.

Ke depan, Ady mengaku Museum Lambung Mangkurat akan terus memperluas jangkauan promosi sehingga masyarakat dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan memiliki kesempatan lebih besar mengikuti program edukasi yang mengangkat kekayaan seni dan budaya daerah. (SYA/RIW/EPS)

Wali Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Pengelolaan APBD Transparan dan Akuntabel

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarbaru dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah, tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, sekaligus Jawaban Wali Kota Banjarbaru terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, yang digelar di Ruang Graha Paripurna Lantai 3, Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (30/6).

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta pengelolaan keuangan daerah.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Banjarbaru mengapresiasi pandangan, saran, serta masukan yang disampaikan seluruh fraksi DPRD.

Menurutnya, berbagai masukan tersebut merupakan bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menanggapi berbagai pandangan fraksi, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah melalui penguatan sektor ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta optimalisasi program – program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut juga didukung dengan evaluasi pembangunan secara berkelanjutan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan kualitas produk, legalitas dan sertifikasi, pemanfaatan teknologi digital, perluasan jaringan pemasaran, hingga peningkatan akses permodalan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Banjarbaru hingga pasar nasional.

Wali Kota juga berharap seluruh proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga menghasilkan kebijakan yang semakin berkualitas, akuntabel, serta mampu mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kota Banjarbaru. (MCBanjarbaru-RIW/EPS)

Jadikan Tanah Laut Sentra Jagung, Muhidin: Perkuat Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

Tanah Laut – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian melalui pencanangan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi jagung, tetapi juga menjaga stabilitas harga di tingkat petani serta memperkuat ketahanan pangan dan industri peternakan di daerah.

Gubernur Kalsel, Muhidin

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, penetapan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung merupakan langkah strategis mengingat jagung memiliki peran penting, baik sebagai komoditas pangan maupun bahan baku utama industri pakan ternak yang berkontribusi besar terhadap stabilitas sektor peternakan dan industri pangan.

Menurutnya, pengembangan kawasan sentra jagung juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan tata niaga yang lebih sehat.

Dengan rantai pasok yang tertata baik, harga jagung di tingkat petani diharapkan lebih stabil dan tidak lagi dipengaruhi praktik permainan harga yang merugikan petani.

“Kita pastikan rantai pasok teratur sehingga harga tidak lagi diatur pihak tertentu. Dengan demikian, petani dapat menikmati harga jual yang lebih menguntungkan dan memperoleh kepastian dalam memasarkan hasil panennya,” ujar Muhidin, usai menghadiri pencanangan sentra jagung di lahan panen raya jagung, Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (29/6) siang.

Selain menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga berkomitmen mempercepat pengembangan kawasan jagung melalui optimalisasi berbagai potensi lahan yang tersedia.

Pemanfaatan lahan perkebunan, lahan tidur, hingga penerapan pola tanam tumpang sari akan terus didorong untuk meningkatkan luas tanam dan produksi jagung di Banua.

“Lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif apabila didukung penerapan teknologi budidaya yang tepat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” lanjutnya.

Ia optimis, langkah tersebut akan meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung kebutuhan industri pakan ternak yang terus berkembang.

Lebih lanjut, Muhidin menegaskan bahwa kesejahteraan petani menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait akan terus diperkuat agar pengembangan sektor jagung mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Dengan meningkatnya produksi, stabilitas harga yang terjaga, dan dukungan terhadap petani, kami berharap Kalimantan Selatan mampu menjadi salah satu daerah penghasil jagung yang kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/EPS)

Dinsos Banjarmasin Salurkan Bantuan Santunan Kematian Kemensos RI

Banjarmasin – Dinas Sosial Kota Banjarmasin menyalurkan bantuan santunan kematian dari Kementerian Sosial, kepada ahli waris 4 warga Kampung Gedang, serta Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, di Aula Kantor Dinsos Banjarmasin, Selasa (30/6).

Bantuan sosial ini diserahkan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin diwakili Sekda Kota Banjarmasin Ichroom Muftezar, Kadinsos Banjarmasin Jefri Fransyah, serta Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Dinsos Kalsel Yopie.

“Pemerintah Kota Banjarmasin mengapresiasi atas dukungan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan, sehingga Kementerian Sosial memberikan bantuan santunan kematian bencana sosial ini kepada warga Kota Banjarmasin,” ungkap Sekdako Banjarmasin Ichroom Muftezar.

Pemko Banjarmasin, lanjutnya, mendoakan kepada almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan.

“Adapun bantuan yang diserahkan ini sebagai wujud kepedulian serta perhatian pemerintah, kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ucap Tezar.

Meskipun, lanjutnya, bantuan yang diberikan ini tidak dapat mengantikan rasa kehilangan. Namun diharapkan dapat meringankan beban keluarga atas kehilangan tersebut.

“Kami berharap, bantuan santunan kematian ini dapat membantu para ahli waris, selain juga sebagai bentuk perhatian dari hadirnya pemerintah ditengah masyarakat yang mendapatkan musibah,” tutur Tezar.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banjarmasin juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu.

“Kami berterimakasih kepada Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memberikan perhatiannya sehingga bantuan dapat diberikan,” ujar Tezar.

Sementara itu Plt Kadinsos Kota Banjarmasin Jefri Fransyah menyampaikan, bantuan yang diserahkan ini untuk ahli waris kejadian kebakaran yang menyebabkan korban jiwa tahun 2025 lalu.

“Bantuan yang disalurkan, berupa santunan kematian sebesar 15 juta rupiah per jiwa, dengan total bantuan sebesar 60 juta,” ucapnya.

Sedangkan, Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Dinsos Kalsel Yopie mengatakan, pada saat Dinsos Kota Banjarmasin meminta bantuan santunan kematian bencana sosial tahun 2025 lalu, saat itu anggaran Dinsos Provinsi Kalsel untuk bantuan santunan kematian bencana sosial telah habis digunakan.

“Kami membantu untuk menyalurkan atau meminta bantuan kepada Kementerian Sosial,” ujarnya.

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan bersyukur bantuan yang diminta tersebut disetujui Kementerian Sosial RI, untuk warga Kota Banjarmasin.

“Dinsos Kalsel mengapresiasi kesabaran para ahli waris, yang mau menunggu hingga bantuan tersebut disalurkan saat ini,” ucap Yopie. (SRI/RIW/EPS)

Penambahan Penerbangan Internasional, Bandara Syamsudin Noor Perkuat Konektivitas Kalsel ke Malaysia

Banjarbaru – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor menyambut beroperasinya penerbangan perdana (inaugural flight) Lion Air rute internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur, pada Senin (29/6) bertempat di Ruang Tunggu Keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Penambahan penerbangan ini menjadi tonggak penting memperkuat konektivitas internasional Kalsel, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga hubungan sosial masyarakat.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana
menyampaikan, bahwa pembukaan rute internasional ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah, regulator, operator bandara, maskapai penerbangan, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Atas nama manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, kami menyambut baik adanya penambahan rute internasional Lion Air rute Banjarmasin–Kuala Lumpur. Ini menambah pilihan daripada masyarakat dan menambah peluang pertumbuhan ekonomi Ini dan merupakan momentum yang sangat membanggakan bagi masyarakat Kalimantan Selatan karena semakin memperluas akses konektivitas internasional dari Bandara Syamsudin Noor,” ungkap Milyas.

Menurutnya, kehadiran rute ini menjadi bukti bahwa Bandara Internasional Syamsudin Noor terus berkembang sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Selatan yang mampu melayani kebutuhan mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi internasional.

“Kami berharap kehadiran rute ini tidak hanya memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan arus wisatawan mancanegara, memperkuat hubungan bisnis, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Milyas.

Bandara merupakan penghubung berbagai aktivitas ekonomi dan sosial, sehingga setiap pembukaan rute baru akan memberikan multiplier effect yang sangat positif, dan saat ini Lion Air telah memiliki jaringan koneksi ke berbagai negara sehingga masyarakat Kalsel memiliki pilihan untuk bepergian ke berbagai kota di mancanegara.

Lion Air melayani rute Banjarmasin–Kuala Lumpur mulai 29 Juni 2026 dengan frekuensi penerbangan dua kali setiap minggu, yakni setiap Senin dan Kamis. Rute ini juga membuka akses konektivitas lanjutan menuju berbagai kota di Malaysia, Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, Australia, serta berbagai destinasi internasional lainnya melalui Kuala Lumpur.

Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dengan memastikan kesiapan fasilitas, keamanan, keselamatan, serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menghadirkan pelayanan bandar udara yang berstandar internasional. Harapan kami, ke depan semakin banyak rute internasional yang dapat dibuka dari Bandara Syamsudin Noor sehingga konektivitas Kalimantan Selatan semakin kuat dan daya saing daerah semakin meningkat,” jelas Milyas.

Acara inaugural flight ditandai dengan seremoni pelepasan penumpang perdana yang dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi regulator, TNI/Polri, komunitas kebandarudaraan, mitra kerja, serta manajemen Lion Air dan PT Angkasa Pura Indonesia.

Melalui pembukaan rute internasional ini, Bandara Internasional Syamsudin Noor semakin mempertegas perannya sebagai gerbang udara strategis Kalimantan Selatan yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas Indonesia dengan kawasan regional maupun global. (APSyamsudinNoor-RIW/EPS)

Lulus Program Rehabilitasi, 81 Klien Angkatan IX PRSTS BCB Kalsel Dibekali Keterampilan dan Modal Usaha

Banjarbaru – Sebanyak 81 penerima manfaat menyelesaikan Program Rehabilitasi Sosial Angkatan IX Tahun 2026 di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari (PRSTS BCB) Provinsi Kalimantan Selatan.

Para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga bantuan peralatan usaha sebagai bekal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala PRSTS BCB Kalsel saat menyampaikan sambutan

Penutupan program berlangsung di PRSTS BCB Kalimantan Selatan, Senin (29/6), dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Wildan Akhyar serta jajaran panti.

Dalam sambutan Kepala Dinas Sosial Kalsel, yang dibacakan Sekretaris Dinas Sosial Wildan Akhyar, pemerintah berharap seluruh penerima manfaat mampu memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Program rehabilitasi tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan vokasional, tetapi juga bimbingan fisik, mental, sosial, dan spiritual selama enam bulan.

“Harapannya, para penerima manfaat mampu mengembangkan diri, membuka usaha ataupun menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Wildan.

Ia juga berpesan agar para lulusan terus menjaga etika, mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki, serta memanfaatkan bantuan peralatan usaha yang diberikan sesuai bidang keterampilan masing – masing.

Menurutnya, keberhasilan program rehabilitasi tidak hanya diukur dari selesainya masa pembinaan, tetapi juga dari kemampuan para lulusan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan taraf hidup mereka di masyarakat.

Sementara itu, Kepala PRSTS BCB Kalimantan Selatan Noor Yanti mengatakan, sebanyak 81 klien mengikuti penutupan program tahun ini, terdiri atas 55 perempuan dan 26 laki – laki.

Selama mengikuti pembinaan, para peserta memperoleh pelatihan pada lima bidang keterampilan, yakni tata boga, tata rias, tata busana, bengkel motor, dan barbershop.

“Kami berharap mereka bisa mengembangkan apa yang telah dipelajari selama di sini sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Harganas ke-33, Pemprov Kalsel Tekankan Peran Ayah Membangun Keluarga Berkualitas

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, melalui upacara yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (29/6). Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin.

Peringatan Harganas tahun ini mengangkat pentingnya penguatan peran keluarga, khususnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sebagai fondasi membangun generasi yang berkualitas.

Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33

Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin mengatakan pesan utama yang disampaikan pemerintah melalui peringatan Harganas adalah memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak.

Menurutnya, rumah merupakan tempat terbaik untuk membentuk karakter anak, sehingga orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan.

“Rumah adalah tempat pendidikan terbaik. Harapan kita, orang tua benar-benar memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak. Menurutnya, sosok ayah tidak hanya berfungsi sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir mendampingi anak agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.

“Semoga melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ini, semua orang tua dapat memberikan yang terbaik bagi anak – anaknya sehingga mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang kurang baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Lisna Prihantini, mengatakan Harganas ke-33 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara ayah dan ibu, membangun keluarga yang tangguh.

Ia menjelaskan, tema tahun ini menekankan pentingnya kehadiran ayah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan psikologis dalam kehidupan anak.

“Peran ayah wajib hadir. Kehadiran itu bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis. Keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa sehingga penguatan peran kedua orang tua menjadi sangat penting,” ujarnya.

Lisna menambahkan, melalui momentum Harganas, BKKBN juga mengampanyekan gerakan ayah meluangkan waktu sedikitnya 15 menit setiap hari untuk berinteraksi dan membangun kedekatan dengan anak sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting berupa bantuan pembangunan fasilitas sanitasi dan paket nutrisi.

Menurut Lisna, bantuan tersebut merupakan salah satu strategi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung keluarga berisiko stunting sehingga anak – anak dapat tumbuh lebih sehat dan angka stunting terus menurun,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Ajang Pembibitan Atlet Domino Banua, Orado Kalsel Apresiasi Kejuaraan Domino Cup 2026

Banjarmasin – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Domino Indonesia (Orado) Kalimantan Selatan mengapresiasi, Kejuaraan Domino Banteng Cup, untuk menjaring bibit-bibit atlet domino berbakat di Banua terus digalakkan, baru baru tadi.

Ketua Pengprov Orado Kalsel, Muhammad Rizwan Arifin, mengatakan komitmennya untuk mengawal dan mendukung penuh setiap agenda yang berorientasi pada pengembangan olahraga otak ini.

Keberadaan kompetisi berkala dinilai menjadi momentum krusial untuk mengikis stigma negatif dan memperkenalkan domino yang kini telah resmi bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

“Orado siap mendukung setiap kegiatan yang bertujuan memasyarakatkan olahraga domino. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen seperti ini juga sangat membantu proses pembibitan atlet dan sosialisasi olahraga domino kepada masyarakat,” tegas Rizwan.

Rizwan menambahkan, gerak cepat organisasi saat ini tengah berfokus pada penguatan internal daerah.

Pengprov Orado Kalsel kini sedang menunggu ketukan palu pengesahan sebagai anggota resmi KONI Kalsel setelah melayangkan permohonan formal beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah Orado sudah resmi menjadi anggota KONI Pusat. Untuk di Kalsel, kami tinggal menunggu proses pengesahan. Setelah itu kami akan mempersiapkan pembinaan atlet agar dapat mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk menargetkan bisa tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang,” cetusnya.

Senada, Ketua Pelaksana sekaligus Dewan Pembina Orado Kalsel, Muhammad Syaripuddin memaparkan, bahwa domino memiliki keunggulan komparatif karena sangat melekat dengan kultur masyarakat lintas kultural dan struktural.

Pria yang akrab disapa Bang Dhin ini berambisi mengonversi kedekatan emosional tersebut menjadi prestasi konkret di level nasional.

Meskipun kuota kepesertaan pada edisi perdana ini terpaksa dibatasi demi efektivitas kompetisi, Bang Dhin mengaku terkejut dengan ledakan animo para pencinta domino di Kalsel.

“Animo masyarakat sangat luar biasa. Ke depan, turnamen ini akan terus kami laksanakan dan kami jadikan agenda tahunan sebagai bagian dari pembinaan atlet domino di Kalsel,” beber Bang Dhin.

Pertarungan di atas meja berjalan sengit hingga larut malam. Pada kategori senior, ketangguhan Tim WWCD tak terbendung dan sukses mengunci gelar juara pertama.

Mereka disusul oleh Tim HMD di posisi kedua, Tim SEROJA di peringkat ketiga, dan Tim KEJORA sebagai juru kunci empat besar.

Sementara itu, tensi tinggi juga tersaji di kategori junior. Tim Hantak Tarus tampil beringas dan keluar sebagai jawara utama.

Posisi runner-up diamankan Tanah Abanh Jr, disusul skuad Jtujuh di tempat ketiga, dan Ridho yang harus puas di peringkat keempat.

Melalui gelaran berkala ini, Orado Kalsel optimis rantai pembinaan atlet domino di Banua dapat bergulir secara berkelanjutan dan melahirkan talenta – talenta emas yang siap mengharumkan nama daerah di kancah nasional.(OradoKalsel-SRI/RIW/EPS)

All-Stars Kudus Pertahankan Gelar Juara Milklife Soccer Challenge All-Stars a

Kudus – Tim Sepak Bola Putri Kota Banjarmasin janjikan peningkatan teknik bermain bola, usai mengikuti, rangkaian kejuaraan sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026, yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, pada 23 hingga 28 Juni 2026.

Tahun ini, All-Stars Kudus berhasil mempertahankan gelar kampiun setelah melakoni pertarungan sengit di partai final kontra All-Stars Jakarta dengan skor akhir 0-0 (4-3) lewat drama adu penalti.

Sementara All-Stars Surabaya menempati podium ketiga usai mengalahkan All-Stars Yogyakarta 1-0.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengapresiasi seluruh pihak yang telah menghadirkan MilkLife Soccer Challenge sebagai wadah pembinaan sepak bola putri di Indonesia.

Menurutnya turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tapi langkah nyata membangun masa depan sepak bola putri yang lebih inklusif dan berprestasi.

“PSSI telah menyiapkan blueprint 10 tahun menuju Piala Dunia Wanita 2035. Sekarang, kita tidak lagi hanya bicara rencana, tapi sudah bergerak dengan aksi nyata melalui program dan kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge. Kemajuan ini hanya bisa tercapai lewat kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, sekolah, dan orang tua. MilkLife Soccer Challenge
sudah jadi contoh nyata kolaborasi tersebut,” ujar Erick.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, sengitnya pertandingan dari fase grup hingga babak puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 menandakan perkembangan kemampuan pesepakbola putri usia dini yang kian merata.

Hal ini tak lepas dari upaya untuk terus menumbuhkan ekosistem sepak bola putri Indonesia agar terus bergeliat melalui turnamen yang diselenggarakan secara berjenjang dan berkesinambungan.

Untuk menyaring lebih banyak lagi talenta pesepakbola putri Tanah Air, musim depan MilkLife Soccer Challenge melakukan ekspansi dengan penambahan kota penyelenggara, yakni Jayapura, Garut, serta Jakarta yang dibagi dua regional (Jakarta Timur dan Jakarta Utara).

“Musim ini kami melihat perkembangan yang sangat positif yang terlihat dari pertandingan berlangsung lebih kompetitif mulai fase grup hingga final, kualitas permainan, semangat dan
mental mereka meningkat, kemampuan antar peserta pun kian berimbang. Bersamaan dengan itu, dukungan dari orangtua, sekolah, dan stakeholder terkait juga semakin besar. Banyak pemain yang kini rutin berlatih di SSB karena ingin lebih menekuni sepak bola. Perkembangan ini memberikan keyakinan kepada kami untuk memperluas jangkauan pembinaan dengan menambah tiga kota penyelenggara mulai musim depan,” kata Teddy.

Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife kembali memberikan kesempatan bagi atlet belia untuk merasakan atmosfer kompetisi di level internasional.

Setelah sukses mengirim dua tim ke JSSL Singapore 7’s 2025 dan menjadi runner-up, tahun ini sebanyak 34 pemain terbaik MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026
diterbangkan ke SingaCup 2026 yang berlangsung pada 31 Oktober – 7 November mendatang.

Sementara itu, Pelatih Sepak Bola Putri Kota Banjarmasin Pelatih Kepala Tim All-Stars Banjarmasin, Indra Syafruddin mengatakan, Tim sepak bola Putri Kota Banjarmasin saat ini sudah memiliki pengalaman bertanding pada tingkat nasional.

“Setelah ini kami akan melakukan peningkatan keterampilan Tim sepak bola Putri Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Bahkan, pihaknya mengimbau, agar pemain sepak bola Putri Kota Banjarmasin agar bisa masuk Sekolah Sepak Bola (SSB), agar memiliki teknik bermain bola yang lebih baik lagi kedepannya.

“Tim sepak bola Putri Kota Banjarmasin ini, terdiri dari hasil seleksi di sekolah sekolah, yang memiliki bakat alami, belum tersentuh di SSB,” ujarnya. (Rilis-SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version