KPP Pratama Palangkaraya Perkuat Pemahaman Perpajakan Koperasi Desa Merah Putih

Palangkaraya – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Palangkaraya bersinergi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Palangka Raya l, memberikan edukasi kewajiban perpajakan kepada Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di wilayah Kota Palangka Raya.

Kegiatan yang diikuti 42 unit Kopdes Merah Putih tersebut dilaksanakan di Aula KPP Pratama Palangkaraya, Rabu (23/9).

Edukasi perpajakan diberikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman pengelola Kopdes Merah Putih mengenai aspek perpajakan dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Selain materi mengenai kewajiban perpajakan, peserta juga diperkenalkan dengan Coretax sebagai platform utama yang digunakan Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan 42 Kopdes Merah Putih bersama perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Palangka Raya.

Dari KPP Pratama Palangkaraya, kegiatan disampaikan Kepala Seksi Pelayanan Andrie Lesmana bersama tim penyuluh.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Yunita Andrie menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan edukasi perpajakan bagi Kopdes Merah Putih.

Sinergi antara pemerintah daerah dan KPP Pratama Palangkaraya tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman yang memadai kepada pengelola koperasi dalam menjalankan kegiatan usahanya, termasuk dalam memenuhi kewajiban perpajakan.

Kopdes Merah Putih merupakan salah satu program pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan koperasi.

Dalam pelaksanaannya, pengelola Kopdes perlu memahami aspek perpajakan yang berkaitan dengan kegiatan usaha serta tata cara pemenuhan kewajiban perpajakan.

Melalui kegiatan ini, KPP Pratama Palangkaraya tidak hanya memberikan pemahaman mengenai ketentuan perpajakan, tetapi juga mengenalkan penggunaan Coretax kepada pengelola Kopdes.

Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu Kopdes Merah Putih menjalankan administrasi perpajakan secara lebih baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

KPP Pratama Palangkaraya berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi dan asistensi perpajakan kepada masyarakat dan pelaku usaha di wilayah kerjanya.

Sinergi dengan instansi pemerintah daerah juga akan terus dilakukan untuk mendukung peningkatan kesadaran dan kepatuhan perpajakan, termasuk bagi Kopdes Merah Putih sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat. (DJPKalselteng-RIW/EPS)

Hari ke-13, Tim SAR Gabungan Evakuasi 10 Korban KM Virgo Transport 8

Jakarta – Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan Operasi SAR Virgo Transport-8 di wilayah Laut Jawa, Jumat (25/9).

Hingga pukul 12.00 Wita, sebanyak 160 korban telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan selamat dan 52 orang meninggal dunia,

Dalam perkembangan operasi, Tim Penyelam Gabungan Basarnas berhasil mengevakuasi 5 korban. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke KN SAR Kamajaya dan KRI Gusti Ngurah Rai dan dievakuasi melalui udara menggunakan Helly HR-3601 ke Lanud Syamsudin Nooer

Selain itu, Tim SAR Gabungan juga menemukan 3 korban di sekitar Sungai Cabang PT Kumai Sentosa, Kabupaten Sukamara, dan 2 korban lainnya ditemukan di Sandurian Kabupaten Seruyan. Korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Sukamara dan akan dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk penanganan lebih lanjut.

Pencarian masih terus dilakukan melalui penyelaman, penyisiran permukaan, serta dukungan udara dengan mengerahkan seluruh sumber daya SAR yang tersedia.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii menyampaikan, bahwa seluruh unsur SAR akan terus mengoptimalkan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.

“Kami terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Setiap informasi dan temuan di lapangan akan segera ditindaklanjuti. Fokus utama kami adalah menemukan korban yang masih dalam pencarian serta memberikan kepastian kepada keluarga,” ujar Kepala Basarnas. (Basarnas-RIW/EPS)

Bara Masih Tersimpan di Bawah Gambut, Satgas Karhutla Kalsel Bagi Blok Penanganan

Banjarbaru – Satgas Karhutla Kalimantan Selatan akan memperkuat penanganan kebakaran gambut dengan membagi wilayah kerja ke sejumlah blok. Langkah ini dilakukan setelah pemeriksaan menemukan bara masih tersimpan di bawah permukaan gambut meski api tidak lagi terlihat.

Pembagian tugas tersebut disepakati dalam rapat koordinasi Satgas Karhutla dan Kekeringan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Kamis (17/9).

Rakor pembagian tugas karhutla dan kekeringan dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, kondisi itu salah satunya ditemukan di kawasan Guntung Damar. Asap masih muncul meski secara kasatmata tidak ditemukan api di permukaan.

“Di daerah Guntung Damar itu masih ada asap. Padahal apinya sudah tidak ada, tapi asap ada. Setelah diuji oleh kepolisian, ternyata api tersebut masih ada. Apinya di bawah, karena kita ini gambut,” ujar Muhidin.

Untuk memastikan bara benar-benar padam, penanganan akan dilakukan bersama dengan membagi kawasan menjadi beberapa blok yang ditangani unsur Polri, TNI, BPBD dan instansi terkait.

“Jadi kita bagi tugas supaya menangani api yang ada di dalam gambut ini benar-benar mati,” katanya.

Penanganan akan menggunakan metode penyuntikan ke lapisan gambut. Tim juga akan menguji penggunaan cairan surfaktan yang sebelumnya telah dicoba dalam skala terbatas.

Menurut Muhidin, pengujian tidak hanya untuk melihat kemampuan cairan tersebut memadamkan bara, tetapi juga mengetahui berapa lama kondisi gambut dapat bertahan setelah penanganan.

“Ini akan kita coba kembali untuk mematikan api yang ada di dalam gambut,” ujarnya.

Meski penanganan diperkuat, Muhidin memastikan status karhutla Kalsel belum ditingkatkan menjadi tanggap darurat dan tetap berada pada Siaga Darurat.

Menurutnya, perkembangan kebakaran di sejumlah wilayah mulai menunjukkan penurunan sehingga peningkatan status harus mempertimbangkan kondisi keseluruhan daerah.

“Status tetap kita Siaga. Kalau Tanggap Darurat berarti statusnya lebih tinggi. Jadi ini harus kita sesuaikan,” jelasnya.

Selain karhutla, pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap ketersediaan air selama kemarau. Muhidin berencana meninjau Riam Kanan menyusul laporan penurunan debit air.

Peninjauan diperlukan untuk memastikan kemampuan sumber air tersebut tetap menopang kebutuhan selama kemarau.

“Kita harus memastikan sampai kapan bisa bertahan saluran yang ada di Riam Kanan mengalirkan air. Mudah – mudahan dalam waktu dekat ini ada hujan,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan, cairan surfaktan tersebut dikembangkan melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalsel untuk meningkatkan efisiensi pemadaman.

Penggunaannya diarahkan untuk menghemat air, mempercepat waktu penanganan serta mengurangi kebutuhan tenaga ketika menghadapi kebakaran gambut.

“Kami melalui Biddokkes mengembangkan cairan surfaktan. Tujuannya supaya efisiensi pemadaman, baik efisiensi air, waktu, termasuk tenaga,” jelasnya.

Menurut Kapolda, tim gabungan telah berjibaku menangani karhutla selama sekitar dua bulan. Dengan periode kemarau yang masih berlangsung, inovasi penanganan diperlukan untuk membantu mengendalikan api dan asap.

Cairan surfaktan tersebut kini telah dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan akan dibagikan kepada instansi yang terlibat dalam operasi karhutla di Kalsel.

“Alhamdulillah hari ini cairan surfaktan tersebut sudah bisa kita perbanyak dan akan kita bagikan kepada semua instansi yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Dukung Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan, Bank Kalsel Salurkan CSR Budidaya Lele di Bank Sampah “Bahe’mart”

Banjarmasin – Bank Kalsel memperkuat komitmennya mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui penyaluran program Corporate Social Responsibility (CSR).

Kali ini, Bank Kalsel menyerahkan bantuan CSR Program Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah Organik melalui Budidaya Ikan Lele, kepada Pusat Daur Ulang (PDU) skala RT, Bank Sampah “Bahe’mart”, di Komplek Herlina Perkasa, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, Rabu (16/9).

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Kehadiran para pimpinan ini disambut hangat Pengurus Bank Sampah “Bahe’mart” yang diketuai Istiqomah bersama Ardiansyah, beserta warga setempat.

Sinergi ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara Bank Kalsel, Pemerintah Kota Banjarmasin, dan penggerak lingkungan, menciptakan kawasan permukiman mandiri dan berwawasan lingkungan. Dukungan ini merupakan keberlanjutan dari kolaborasi sukses sebelumnya.

Pada program awal, Bank Kalsel telah menyalurkan 20 unit Tempat Sampah Sedekah Botol Plastik yang tersebar di 13 titik strategis Kota Banjarmasin—meliputi 7 titik di lembaga pendidikan, 3 titik di masjid, 1 titik di kantor pemerintahan, serta 2 titik di lingkungan RT.

Dalam kurun waktu 7 bulan, program tersebut berhasil mengumpulkan 2.380 kilogram sampah botol plastik, di mana hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk pembuatan komposter pengurai sampah organik.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa integrasi antara pengelolaan sampah organik dan budidaya ikan lele ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi sirkular yang nyata bagi warga setempat.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi Ibu Istiqomah, Bapak Ardiansyah, beserta seluruh pengurus Bank Sampah ‘Bahe’mart’ yang konsisten sejak berdiri tahun 2019 mengelola sampah rumah tangga. Melalui bantuan budidaya ikan lele yang terintegrasi dengan pengelolaan sampah organik ini, kami ingin memastikan bahwa program CSR Bank Kalsel tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan warga secara mandiri,” ujar Fachrudin.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi dan kepedulian Bank Kalsel terhadap masyarakat melalui program CSR tersebut.

“Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, program seperti ini sangat berarti karena menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Komposter sampah memberikan solusi untuk mengurangi sampah dari sumbernya, sekaligus mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal ini sejalan dengan upaya kita bersama untuk mendorong masyarakat agar memulai kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari sumber, sementara budidaya ikan lele dapat menjadi kegiatan produktif yang membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tutur Muhammad Yamin.

Wali Kota juga menekankan pentingnya keberlanjutan fasilitas yang telah diserahkan.

“Peresmian hari ini bukanlah akhir dari sebuah program, yang paling penting adalah bagaimana fasilitas yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan, dijaga, dan dikelola dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat. Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan,” tambahnya.

Melalui program CSR terpadu ini, Bank Kalsel terus membuktikan peran aktifnya sebagai mitra pembangunan daerah yang berfokus pada kesejahteraan sosial, keberlanjutan lingkungan, serta kemandirian ekonomi masyarakat. (ADV-RIW/EPS)

KP2KP Puruk Cahu Hadirkan TGTC bagi Perguruan Tinggi Pertama di Murung Raya

Kalimantan Tengah – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Puruk Cahu, terus memperluas edukasi perpajakan kepada generasi muda.

Kali ini, edukasi melalui program Tax Goes to Campus(TGTC) menyambangi Akademi Kebidanan (Akbid) Murung Raya, perguruan tinggi pertama di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (15/9).

Kegiatan yang diikuti 37 mahasiswi serta civitas akademika Akbid Murung Raya ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan inklusi kesadaran pajak kepada generasi muda.

Edukasi mencakup pemahaman mengenai pajak, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta pemanfaatan penerimaan pajak dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran tim KP2KP Puruk Cahu disambut antusias oleh civitas akademika Akbid Murung Raya. Kegiatan ini juga berlangsung di tengah momentum Akbid Murung Raya yang sedang menyambut mahasiswi baru dan bersiap meluluskan angkatan pertamanya tahun depan.

Dalam kegiatan tersebut, tim KP2KP Puruk Cahu menyampaikan materi dasar perpajakan secara interaktif dan komunikatif. Materi yang diberikan meliputi hak dan kewajiban perpajakan, fungsi APBN, hingga pemanfaatan nyata uang pajak dalam kehidupan sehari-hari, khususnya penyediaan pelayanan kesehatan dan pembangunan fasilitas publik.

Selain pemahaman mengenai perpajakan, para peserta juga diajak melihat peran generasi muda dalam membangun bangsa melalui pajak.

Sebagai calon bidan dan tenaga kesehatan, para mahasiswi diharapkan dapat memahami keterkaitan antara kontribusi pajak dengan berbagai fasilitas yang mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Kepala KP2KP Puruk Cahu, Haris Fuad Alasyhari mengatakan, bahwa edukasi perpajakan kepada generasi muda merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun kesadaran dan kemandirian bangsa.

Kegiatan ini merupakan salah satu bekal agar generasi muda siap melangkah tidak hanya sebagai profesional di bidangnya, tetapi juga sebagai pahlawan pembangunan di era modern melalui pajak.

“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, melainkan wujud gotong royong kita bersama untuk membangun sarana kesehatan, pendidikan, dan fasilitas publik yang dinikmati masyarakat luas,” ujar Haris.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai pajak penting untuk dikenalkan sejak dini, termasuk kepada mahasiswa yang kelak akan berperan langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.

Salah satu mahasiswi Akbid Murung Raya, Nur Naila Kartini, menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan dikemas secara menarik.

“Sangat seru dan edukatif, pembicaranya komunikatif, dan materi perpajakan yang awalnya terasa rumit jadi lebih mudah dipahami. Semoga kegiatan ini bisa diadakan secara rutin,” ujar Nur Naila.

Melalui kegiatan TGTC, DJP terus mendorong perluasan edukasi perpajakan kepada generasi muda. Pemahaman perpajakan yang ditanamkan sejak di bangku pendidikan diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki kesadaran akan peran pajak dalam pembangunan dan mampu berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (DJPKalselteng-RIW/EPS)

BK DPRD Kalsel Tingkatkan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi ke DPRD Bali

Denpasar – Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Bali, Senin (14/9). Kegiatan ini dalam rangka penguatan tugas dan fungsi sekaligus sharing terkait pelaksanaan tugas Badan Kehormatan DPRD.

Kunjungan tersebut diikuti Anggota BK DPRD Kalsel, Nor Fajri dan Habib Umar Hasan Alie Bahasyim. Rombongan diterima Kepala Bagian Umum DPRD Provinsi Bali, I Kadek Putra Suantara.

Anggota BK DPRD Kalsel, Nor Fajri dan Habib Umar Hasan Alie Bahasyim

Kegiatan ini menjadi ruang bertukar informasi dan pengalaman mengenai pelaksanaan tugas Badan Kehormatan, khususnya dalam menjaga kehormatan, kedisiplinan, serta kepatuhan anggota DPRD terhadap tata tertib dan kode etik.

Anggota BK DPRD Kalsel, Nor Fajri mengatakan, sharing yang dilakukan memberikan sejumlah masukan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan tugas BK di Kalsel.

“Banyak hal positif yang kami dapat dari diskusi ini. Pengalaman dan mekanisme yang sudah berjalan di sini bisa menjadi bahan untuk kita terapkan dan sesuaikan dengan kebutuhan di DPRD Kalsel, terutama dalam pembahasan kembali tata tertib DPRD,” ujarnya.

Sementara itu, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim menyampaikan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam diskusi adalah penerapan penggunaan pakaian adat dalam lingkungan DPRD.

Menurutnya, gagasan tersebut dapat menjadi bagian dari usulan dalam tata tertib DPRD Kalsel, sekaligus menjadi upaya mendukung pelestarian budaya daerah dan menggerakkan sektor UMKM lokal.

“Salah satu hasil diskusi yang kami dapat adalah terkait penerapan pakaian adat. Ini bisa kita usulkan dalam tata tertib DPRD Kalimantan Selatan. Selain menjaga identitas dan budaya daerah, penggunaan sasirangan juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi UMKM sasirangan di Banjarmasin,” jelasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas BK DPRD Kalsel serta menjadi bahan evaluasi dan masukan dalam penyempurnaan tata tertib DPRD ke depan. (ADV-NHF/RIW/APR)

Pelindo Bantu Siapkan Posko Pencarian KM Virgo Transport 8

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan membantu menyiapkan posko pencarian KM Virgo Transport 8, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencarian kapal yang diketahui melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Berdasarkan informasi yang diterima, kapal tersebut dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada Minggu (13/9) sekitar pukul 07.00 WITA dan hingga saat ini proses pencarian masih berlangsung.

Dalam mendukung upaya tersebut, Pelindo membantu instansi terkait melalui penyediaan fasilitas posko pencarian yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung koordinasi dan kebutuhan operasional selama proses pencarian berlangsung.

Sejumlah fasilitas yang turut disiapkan antara lain kursi, meja, televisi, kipas angin, papan informasi, serta perangkat dan instalasi komputer.

Selain itu, Pelindo juga menyiapkan ruangan pemeriksaan kesehatan yang dilengkapi dengan velbed untuk mendukung kebutuhan pemeriksaan kesehatan.

General Manager Pelabuhan Banjarmasin, Ari Sudarono menyampaikan, bahwa dukungan tersebut merupakan bentuk kesiapan Pelindo membantu instansi terkait selama proses pencarian berlangsung.

“Pelindo membantu menyiapkan posko pencarian KM Virgo Transport 8 sebagai bentuk dukungan bagi upaya pencarian. Kami juga siap berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Ari.

Dukungan Pelindo difokuskan pada penyediaan fasilitas dan kebutuhan pendukung di area pelabuhan agar koordinasi antarinstansi dapat berjalan dengan baik.

Keberadaan posko pencarian dan ruangan pemeriksaan kesehatan tersebut diharapkan dapat membantu mendukung kebutuhan instansi terkait selama pelaksanaan upaya pencarian KM Virgo Transport 8.

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan berharap seluruh rangkaian upaya pencarian KM Virgo Transport 8 berjalan lancar dan segera memperoleh hasil yang diharapkan.

Pelindo akan terus memberikan dukungan yang diperlukan serta menjaga koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung aspek keselamatan dan kemanusiaan. (Pelindo-RIW/EPS)

Kunjungi SRT 9 Banjarbaru, Wapres Gibran Tekankan Kesehatan Siswa di Tengah Kabut Asap

Banjarbaru – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menaruh perhatian terhadap kondisi kesehatan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Perhatian tersebut disampaikan saat Wapres Gibran mengunjungi SRT 9 Banjarbaru, Kamis (10/9). Dalam kunjungan itu, pihak sekolah melaporkan empat siswa mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim mengatakan, kondisi kesehatan siswa menjadi salah satu hal yang menjadi perhatian Wapres dalam kunjungannya.

“Memang ada beberapa siswa kami yang terdampak. Ada empat anak yang memang kena ISPA, tapi dalam perawatannya hanya rawat jalan. Jadi tadi itu menjadi konsen beliau,” ujar Rifki.

Dari empat siswa tersebut, satu merupakan siswa SMP dan tiga lainnya siswa SMA. Salah seorang siswa juga memiliki riwayat asma sehingga lebih sensitif terhadap paparan asap karhutla.

“Kalau memang yang empat orang, satu orang itu memang sudah punya riwayat asma. Jadi dengan pemicu sedikit saja akan langsung efeknya terasa. Kami bersama tim memang memberikan perhatian yang lebih terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.

Meski kondisi kabut asap masih terjadi, proses pembelajaran di SRT 9 Banjarbaru tetap berjalan. Pihak sekolah melakukan sejumlah upaya dan penyesuaian dengan tetap memperhatikan kesehatan serta keselamatan siswa.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Wapres Gibran. Rifki mengatakan, Wapres meminta sekolah mempertahankan keberlangsungan pembelajaran dan terus meningkatkan kegiatan positif bagi siswa.

“Beliau sangat mengapresiasi dan memang harus ditingkatkan. Yang seperti ini harapan beliau untuk dipertahankan,” katanya.

Selain kesehatan dan pembelajaran, Wapres Gibran juga menaruh perhatian terhadap kegiatan ekstrakurikuler siswa. Kegiatan tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan prestasi siswa.

Rifki menuturkan, pesan Wapres kepada pihak sekolah adalah menjaga kesehatan siswa sekaligus terus mengarahkan mereka mengembangkan prestasi yang telah dimiliki.

“Beliau hanya menitipkan anak-anak, tolong dijaga kesehatannya, terus diarahkan untuk prestasi-prestasi yang memang sudah ada untuk diteruskan,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga mengetahui adanya seorang siswa yang rumahnya terdampak kebakaran. Wapres meminta pihak sekolah menyiapkan data siswa tersebut agar dapat ditelusuri dan ditindaklanjuti timnya.

“Beliau tadi minta data untuk segera ditelusuri. Kemudian sarana prasarana di sini juga mendapatkan perhatian dari beliau untuk nanti Insyaallah akan diberikan,” tutur Rifki.

Pihak sekolah selanjutnya akan menyampaikan data tersebut kepada tim Wapres untuk ditindaklanjuti. Rifki berharap perhatian tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan siswa yang terdampak bencana.

Kunjungan Wapres Gibran menjadi dorongan bagi SRT 9 Banjarbaru untuk terus menjaga kualitas pendidikan di tengah kondisi karhutla. Sekolah berkomitmen memastikan proses pembelajaran tetap berjalan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, sekaligus mendorong pengembangan potensi serta prestasi mereka. (BDR/RIW/EPS)

Pastikan Kesiapan Layanan Kesehatan Hadapi Dampak Karhutla, Wapres Tekankan Prioritas Perlindungan Kelompok Rentan

Banjarbaru – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau kesiapan layanan kesehatan menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan di Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kamis (10/9).

Peninjauan ini untuk memastikan fasilitas dan layanan kesehatan siap merespons kebutuhan masyarakat, terutama di tengah kondisi karhutla yang berpotensi memengaruhi kesehatan dan keselamatan warga.

Kondisi karhutla di Kalsel masih menjadi perhatian, seiring tingginya frekuensi kejadian dan luas wilayah terdampak.

Dalam periode 1 Januari hingga 10 September 2026, tercatat 2.963 kali kejadian karhutla dengan perkiraan luasan lahan terbakar mencapai 20.206,06 hektare.

Banjarbaru termasuk dalam tiga kabupaten/kota dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 588 kali, dan perkiraan lahan terdampak mencapai 2.539,97 hektare.

Wapres memberikan perhatian khusus pada kesiapan fasilitas dan layanan kesehatan agar mampu merespons dampak karhutla secara cepat dan tepat, terutama dalam memberikan penanganan bagi kelompok rentan.

“Dalam penanganan karhutla, menjaga keselamatan dan kesehatan warga, terutama kelompok rentan, seperti anak – anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas adalah penting,” tegasnya.

Untuk itu, Wapres meminta kesiapan rumah sakit menjadi perhatian, termasuk ketersediaan obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, serta sistem rujukan.

Menurutnya, kesiapan tersebut penting guna memastikan masyarakat terdampak dapat memperoleh penanganan secara cepat ketika membutuhkan layanan kesehatan.

“Rumah sakit harus siap, terutama untuk anak-anak dan kelompok rentan. Obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, dan sistem rujukan harus dipastikan tersedia ketika dibutuhkan,” paparnya.

Selain kesiapan fasilitas kesehatan, Wapres juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Edukasi, khususnya mengenai penggunaan masker, perlu terus diperkuat agar masyarakat memahami langkah perlindungan diri yang dapat dilakukan selama kualitas udara memburuk akibat asap.

“Tolong tingkatkan edukasi masyarakat, utamanya dalam menggunakan masker,” pintanya.

Pada kesempatan ini, Wapres juga menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi karhutla.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dalam penanganan karhutla yang tidak hanya berorientasi pada pemadaman titik api, tetapi juga pada perlindungan masyarakat.

“Terima kasih untuk Bapak-Ibu dokter, perawat, dan tenaga kesehatan yang terus melayani masyarakat selama kondisi karhutla,” ucap Wapres.

Pada kesempatan tersebut Wapres pun berbincang dengan pasien maupun keluarga pasien. Siti Fatimah, seorang Ibu yang anaknya sedang mengalami sakit batuk dan pilek dampak asap, menyampaikan kepada Wapres bahwa kesiapan fasilitas kesehatan di RSD Idaman sangat baik. Ia pun mendapatkan penanganan yang baik saat berobat di fasilitas kesehatan ini.

“Di sini bagus penanganan pasiennya], karena saya juga lahirnya disini, kan. Jadi anak – anak disini juga kalau sakit,” papar Siti.

Sementara Puji Lestari, seorang Ibu hamil yang berbincang dengan Wapres, menyampaikan bahwa dalam keadaan asap tebal ini, sebagai tindakan preventif agar tidak terkena infeksi pernapasan, Ia membatasi kegiatan di luar rumah dan meminum vitamin secara rutin.

“Jadi saya tidak kemana-mana, minum vitamin saja dari puskesmas. Sudah periksa hamil rutin. Minum kalsium juga dari puskesmas,” imbuh Puji.

Puji pun mengungkapkan rasa harunya dapat berbincang langsung dengan Wapres.

“Tadi ditanya-tanya sama Pak Wakil Presiden Gibran, Pak Gibran. Tidak nyangka, di depan mata,” ungkapnya haru.

Dampak paparan asap karhutla turut dirasakan pasien anak yang menjalani perawatan di RSDI. Salah satunya Aira, pelajar asal Martapura, yang telah dua hari menjalani perawatan setelah mengalami batuk, pilek, dan demam.

Ia menuturkan keluhan tersebut muncul setelah terpapar asap yang cukup tebal saat hendak berangkat sekolah.

Kepala Staf Medis Fungsional Anak RSDI, Dr. dr. Harapan Parlindungan Ringoringo berharap, penanganan karhutla dapat segera mengatasi sumber kebakaran serta memperkuat langkah mitigasi untuk mencegah dampak asap yang lebih luas.

“Bagaimana caranya ini asap segera berhenti, entah pakai hujan buatan, entah pakai apa, karena sumber utamanya kan kebakarannya. berikutnya, harapannya ya mitigasi. Kalau saya pribadi, di sini sudah 30 tahun. Sekitar 3-4 tahun sekali kayak begini. Tidak setiap tahun, tapi yang saat ini memang luar biasa dibandingkan tahun lalu,” harapnya. (BiroPersWapres-RIW/EPS)

Kunjungi 3 Provinsi Kalimantan, Wapres Kawal Optimalisasi Penanganan Karhutla

Banjarbaru – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di tiga provinsi di Kalimantan, Kamis (10/9). Peninjauan dilakukan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan Kubu Raya, Kalimantan Barat, untuk melihat langsung perkembangan penanganan serta berbagai kebutuhan di lapangan.

Wapres menegaskan, karhutla harus ditangani menyeluruh dengan memastikan pemadaman berjalan efektif sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta satwa dan habitatnya.

Kehadiran Wapres di tiga wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya mengawal agar seluruh aspek penanganan karhutla berjalan optimal di lapangan, sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Dalam penanganan karhutla, Wapres mengingatkan agar upaya pemadaman berjalan beriringan dengan perlindungan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Kebutuhan warga terdampak, termasuk layanan kesehatan, pendidikan, dan dukungan logistik, juga perlu dipastikan tetap terpenuhi selama kondisi karhutla berlangsung.

“Pemadaman titik api dan pelayanan warga harus berjalan bersamaan, termasuk pemenuhan kebutuhan pengobatan, akses pendidikan, ketersediaan masker, vitamin, air dan logistik,” tegas Wapres.

Selain itu, Wapres menekankan bahwa penanganan karhutla perlu terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan termasuk penerapan berbagai inovasi yang dibutuhkan.

Namun menurut Wapres, setiap inovasi yang diterapkan harus dapat memberikan manfaat nyata, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan petugas.

“Inovasi harus terukur, efektif, dan menjawab kebutuhan lapangan. Inovasi harus kita lihat hasilnya di lapangan. Saya ingin tahu indikator keberhasilannya, aspek keselamatannya, dan kebutuhan petugas. Yang penting inovasi membantu pemadaman dan digunakan sesuai prosedur,” imbuh Wapres.

Adapun salah satu pemanfaatan inovasi yang langsung ditinjau Wapres dan diterapkan khususnya di Kalimantan Selatan, adalah formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk pemadaman kebakaran pada lahan gambut.

Inovasi ini dikembangkan melalui kajian dan analisis laboratorium terhadap cairan pembentuk busa, yang kemudian direformulasi agar sesuai untuk pemadaman lahan gambut.

Formulasi tersebut membantu air menembus lapisan gambut sekaligus membentuk busa di permukaan, sehingga pendinginan dan pemadaman bara di bawah permukaan lebih efektif serta penggunaan air lebih efisien.

Dalam pengujian menggunakan drone thermal, suhu area gambut yang semula mencapai sekitar 130°C turun hingga sekitar 30°C dalam waktu kurang lebih satu menit setelah aplikasi.

Saat meninjau Posko Penanggulangan Karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Wapres juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kalimantan, karena kondisi udara yang belum pulih.

Namun pemerintah terus berusaha melakukan yang terbaik dalam penanganan sesuai arahan Presiden.

“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar – besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden,” ungkap Wapres.

Menutup arahannya, Wapres kembali mengingatkan agar penanganan terus berjalan efektif. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi serta memastikan setiap kendala di lapangan memiliki tindak lanjut yang jelas dan terukur.

Kewaspadaan jangka panjang juga perlu dijaga, mengingat kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027, sehingga langkah pencegahan dan kesiapsiagaan perlu terus diperkuat.

“Tingkatkan kewaspadaan El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027. Lakukan patroli pencegahan lebih intens. Tingkatkan koordinasi dan rangkul semua elemen. Pastikan setiap kendala lapangan ditangani dengan cepat dan terukur. Tingkatkan juga sosialisasi dan edukasi publik,” pungkas Wapres. (BiroPersWapres-RIW/EPS)

Exit mobile version