Di Kotabaru, Vaksinasi Bergerak Diserbu Warga

Kotabaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengupayakan capaian vaksinasi COVID-19 dosis kedua dan ketiga, guna meningkatkan kekebalan masyarakat.

Melalui Vaksinasi Bergerak yang dicanangkan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, diharapkan dapat menjangkau seluruh penjuru Banua, termasuk di Kabupaten Kotabaru, Jumat pagi (8/4).

Bertempat di Pasar Ramadhan Limbur Raya Kotabaru, vaksinasi dosis pertama, kedua dan ketiga itu pun langsung diserbu warga.

Selain ingin divaksin agar kekebalan tubuh tercipta, warga juga antusias mendapatkan paket sembako dan takjil untuk berbuka puasa.

Pada Vaksinasi Bergerak di Kotabaru itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Roy Rizali Anwar hadir mewakili Gubernur Sahbirin Noor.

Roy yang hadir meninjau pelaksanaan vaksinasi mengatakan, Vaksinasi Bergerak ini merupakan usaha atau ikhtiar bersama untuk mewujudkan kekebalan rakyat Banua dari COVID-19.

Roy mengatakan,  dengan gerakan ini pihaknya ingin mendorong dan memotivasi warga untuk melakukan vaksin ini hingga tuntas.

“Target sasaran kita vaksinasi kedua dan ketiga atau booster, Alhamdulillah informasinya vaksinasi kedua di Kotabaru sudah 69 persen, kemudian vaksin ketiga baru 7 persen ini akan terus kita tingkatkan,” kata Roy.

Sehari sebelumnya Vaksinasi Bergerak digelar di kota Banjarmasin dan Batola.

Roy berharap kekebalan kelompok semakin meningkat sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru Said Akhmad mendukung Vaksinasi Bergerak, dalam rangka memutus penyebaran COVID-19 hingga pelosok.

“Program yang dicanangkan Paman Birin sangat berperan penting menekan  paparan COVID-19 hingga ke pelosok, terima kasih yang telah memberikan perhatian begitu besar kepada masyarakat Kotabaru,” ucapnya.

Disampaikanya, vaksinasi kali ini menargetkan 1.000 orang. Sedangkan untuk capaian vaksinasi pertama mencapai 94 persen, vaksinasi kedua 69 persen dan vaksinasi ketiga atau booster sudah 7 persen.

Salah satu penerima vaksin, Masniah mengucapkan terima kasih karena dapat melakukan vaksinasi. Dirinya mengaku sudah menjalani vaksinasi ketiga atau booster.

Perempuan 35 tahun ini berharap, ekonomi akan semakin pulih seiring meningkatnya kekebalan tubuh.

“Alhamdulilah, ulun sudah divaksin lengkap ketiga dan dapat sembako. Terima kasih Paman Birin,” ungkap Masniah dengan raut wajah gembira. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Raudatul Jannah Buka Pasar Murah Pertama TP PKK Kalsel Di Kotabaru

Kotabaru – Tim Penggerak PKK Kalimantan Selatan bersama TP PKK Kabupaten Kotabaru menggelar pasar murah di halaman kantor Desa Hilir Muara, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kotabaru, Rabu (6/4).

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj Raudatul Jannah Sahbirin mengatakan, pihaknya akan selalu berikhtiar dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti bakti sosial yang saat ini dilaksanakan.

“Alhamdulillah, setelah 2 tahun karena adanya pandemi COVID-19 kita tidak bisa melaksanakan kegiatan seperti ini. Akhirnya di tahun 2022 inilah baru bisa melaksanakan karena kasus COVID-19 yang sedikit mereda, namun tetap dengan prokes yang ketat karena COVID-19 belum hilang,” ujar Acil Odah, sapaan akrab Istri Gubernur Kalsel ini.

Lebih lanjut, kata Acil Odah, ini merupakan awal dari rangkaian TP PKK Kalsel melaksanakan kegiatan di bulan Ramadhan.

“Ini adalah awalnya TP PKK Kalsel melakukan kegiatan di bulan Ramadhan tahun 2022. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama TP PKK Kabupaten Kotabaru bersama dengan dinas terkait dan stakeholder lainnya. Insya Allah akan dilaksanakan juga di 13 Kabupaten/Kota. Tujunnya agar bisa membantu meringankan beban masyarakat disaat menjelang hari besar yang biasanya bahan pokok bisa melonjak harganya,” jelas Acil Odah.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kotabaru, Fatma Idiana Sayed Jafar mengatakan, kegiatan ini khususnya pasar murah dinilai sangat membantu masyarakat Kotabaru.

“Harapannya bisa sering-sering diadakan minimal nanti sekali lagi saat menjelang Idul Fitri, mudah-mudahan bisa terlaksana dan Ibu Ketua TP PKK Kalsel bisa hadir kembali ke sini,” harapnya.

Sementara itu, Camat Pulau Laut Sigam, Slamad Riadi mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Kalsel yang sudah memilih desanya menjadi kunjungan yang pertama.

“Alhamdulillah respon masyarakat sangat baik dan terimakasih sudah menjadikan Desa Hilir Muara menjadi kunjungan pertama beliau, karena kecamatan Pulau Laut Sigam ini juga kecamatan baru atau baru pemekaran, tentu saja ini menjadi sejarah bagi kecamatan dan masyarakat Pulau Laut Sigam,” ujarnya.

Adapun Rusanto, masyarakat Desa Hilir Muara mengungkapkan rasa syukurnya karena diadakannya pasar murah ini. Sehingga dirinya dan masyarakat Desa Hilir Muara bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.

“Ditambah dengan kegiatan sunatan massal dan pengobatan gratis tentu saja sengat membantu kami masyarakat Desa Hilir Muara,” pungkasnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

Peduli Masyarakat Stagen, Yani Helmi Sebarluaskan Perda Penyelenggaraan Kesehatan di Kotabaru

KOTABARU – Hak untuk mendapatkan kesehatan merupakan amanah dari Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Maka dari itu, penyebarluasan aturan ini kepada masyarakat perlu dilakukan. Bahkan, Pemprov Kalsel telah menuangkannya kedalam Perda Nomor 1 Tahun 2021 lengkap beserta dengan penyelenggaraannya.

Terkait hal itu, anggota DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Kesehatan bersama Dinkes dan RSUD Ulin Banjarmasin, di Desa Stagen, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru.

Pelaksanaan swab antigen yang dilakukan oleh Dinkes Kalsel dan RSUD Ulin Banjarmasin dalam penyelenggaraan Sosper Penyelenggaraan Kesehatan

“Kegiatan ini juga disambut antusias oleh warga disini dan tentu menerapkan protokol kesehatan. Dimana, sosialisasi tersebut penting disampaikan kepada mereka sebagai keterjaminan dari pemerintah dalam penyelenggaraan kesehatan dan itu sebagai payung pemerintah untuk melaksanakan kegiatan kesehatan,” ujar Wakil Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kalimantan Selatan usai menyelenggarakan kegiatan Sosper Penyelenggaraan Kesehatan, Jumat (25/2) sore.

Ia mengharapkan, dengan diketahuinya sosialisasi Perda ini masyarakat dapat dengan mudah memahami secara keseluruhan keberadaan terkait aturan yang dimiliki tersebut.

“Tata cara kelolanya juga telah diatur untuk dilaksanakan oleh eksekutif. Kalau tidak disosialisasikan, maka, masyarakat jelas tidak tahu dengan adanya Perda Nomor 1 Tahun 2021 tersebut, dan selaku anggota DPRD bersama Pemprov Kalsel tentu kami mempunyai berkewajiban memberikan edukasi dan pemahaman terkait aturan yang dibuat itu,” ungkapnya.

Keberadaan Perda yang telah disahkan itu, ungkap Yani Helmi, merupakan keterjaminan masyarakat untuk bisa mendapatkan hak kesehatan yang sama dari pemerintah.

“Sehingga apa yang masyarakat tidak ketahui akhirnya tahu dengan adanya peraturan ini, dari sebelum lahir hingga tumbuh dewasa sudah terpikirkan oleh kami dan pemerintah,” papar anggota dari Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru yang merupakan anggota Komisi II DPRD Kalsel.

Sejumlah warga Stagen yang ikut dalam pelaksanaan Sosper Penyelenggaraan Kesehatan

Sementara itu, Kasi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kalsel, Heru, mengungkapkan, dibentuknya Perda Nomor 1 Tahun 2021 tersebut tidak lain tujuannya hanya untuk mengingatkan agar masyarakat bisa tetap menjaga kesehatan sehingga aturan ini juga berjalan sesuai perencanaan yang baik.

“Terutama bagi pemerintah daerah bersama-sama masyarakat mengembangkan dan membangun serta meningkat kesadaran untuk hidup sehat,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan tersebut juga diisi pengambilan sampel swab test dari salah satu warga yang hadir dalam kegiatan sosialisasi ini. Selain menghindari penularan, bahkan, pola itu sebagai bentuk memproteksi adanya klaster baru. (RHS/RDM/APR)

Paman Yani Berhasil Selesaikan Reses 16 Titik di Awal Tahun 2022

KOTABARU – Anggota DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, akhirnya menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan reses yang digelar selama 8 hari di 16 titik di sejumlah desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Kegiatan yang dimulai dari tanggal 13 – 20 Februari 2022 tersebut yang secara keseluruhan juga dinyatakan berjalan cukup lancar. Terlebih sebelumnya, para rombongan juga telah melaksanakan swab antigen massal sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Terlebih, sepanjang perjalanan yang dilalui mulai dari titik pertama sampai terakhir ini kami bersama dengan rombongan justru mendapat tantangan dan keunikan tersendiri,” ungkapnya usai menyelesaikan rangkaian kegiatan reses hari terakhir di Desa Sarang Tiung, baru-baru tadi.

Ia juga bangga dengan penduduk yang tinggal di Desa Maju Sejahtera, di Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, yang mayoritas beragama Hindu. Menanamkan rasa kekeluargaan, bahkan, sangat menjunjung tinggi toleransi terhadap agam lain disekitarnya.

“Inilah yang harus kita contoh bersatu kita pasti kuat. Kebudayaan di Kalsel tak hanya menggambarkan hal-hal lainnya. Melainkan, keunikan menjunjung tinggi toleransi antar agama terlihat disana,” ucap Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalimantan Selatan.

Sepanjang perjalanan reses kali ini, dirinya tentu banyak menjumpai warga yang cukup ramah serta antusias dalam mengikuti kegiatan reses selama pelaksanaan 8 hari itu.

“Alhamdulillah, seluruh warga yang kami datangi semuanya semangat meski dalam kondisi pandemi yang masih membatasi kita,” ujar Paman Yani (sapaan akrabnya).

Meski akses jalan yang sering dijumpai adalah hutan dan perkebunan. Namun, upaya melelahkan tersebut hilang setelah melihat warga yang dikunjunginya semangat dalam mengikuti setiap kegiatan.

“Baik yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru sama saja, perkebunan dan pegunungan yang indah. Seluruhnya telah terbayarkan dengan antusias mereka dan tak lupa menyampaikan aspirasi,” jelas anggota legislatif dari Dapil VI yang juga duduk di Komisi DPRD Kalsel.

Bahkan, Yani Helmi menceritakan, hal unik yang sempat ia temui adalah disaat menghadiri acara perkawinan di Desa Tirawan yang dilakukan secara dadakan bahkan kedua mempelai meminta foto bersama. 

“Padahal itu sedikit lagi kami sampai ke tempat reses yang di tuju loh. Tiba-tiba mobil terhenti karena warga meminta untuk saya hadir di acaranya dan langsung memberikan sambutan tidak lupa pula mengucapkan terima kasih banyak kepada mereka,” ungkapnya.

Sebagai rangkaian penutup, adik kandung orang nomor satu di Kalsel ini juga menyempatkan diri bersilaturahmi di kediaman salah satu habaib, Sayyid Reza Faisal Al Badud, di Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru.

Selain sudah mempunyai ikatan silaturahmi yang baik, kunjungan Yani Helmi ini juga bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam memperoleh safa’at sembari melaksanakan tugasnya sebagai wakil dari rakyat di Kalsel.

“Tentu saya sangat bersyukur bisa bertemu kembali, dan ia merupakan sosok yang bijaksana dan dapat membuka pikiran secara lebih luas tapi bukan hanya soal agama, tetapi, bagaimana menjalankan kepercayaan orang lain dari amanah menjadi suatu nilai ibadah dan mendapat keridhoanNya,” bebernya.

Habib Faisal disampaikannya, juga berpesan, agar tetap menjalankan amanah rakyat secara jujur dengan sebaik-baiknya agar kelak pelaksanaan itu mampu menjadi nilai dan ladang amal ibadah yang barokah.

“Banyak tadi pesan-pesan yang disampaikan oleh beliau dan tentu ini suatu pelajaran yang saya katakan bermanfaat bagi kita semua,” pungkas anggota legislatif dari daerah pemilihan Tanbu dan Kotabaru itu.

Adapun titik lokasi kegiatan yang dikunjungi selama 8 hari khusus di Kabupaten Tanah Bumbu diantaranya Desa Barokah, Desa Bersujud, Desa Rantau Panjang Hulu, Desa Batulicin Irigasi, Desa Maju Sejahtera dan Kelurahan Kampung Baru.

Sedangkan titik pelaksanaan menjaring aspirasi (reses) di Kabupaten Kotabaru adalah Desa Stagen, Desa Gunung Ulin, Kelurahan Baharu Selatan, Desa Baharu, Desa Tirawan dan Desa  Sarang Tiung. (RHS/RDM/APR)

Yani Helmi Minta Pemda di Kalsel Tingkatkan Sinergitas Tanggulangi Wabah Omicron

KOTABARU – Anggota legislatif di DPRD Kalimantan Selatan Muhammad Yani Helmi, meminta agar pemerintah daerah bisa lebih meningkatkan sinerginya dalam menanggulangi penyebaran varian baru COVID-19, Omicron.

“Selain menjaring aspirasi dari warga setempat, saya harapkan masyarakat disini bisa menjaga kesehatannya baik secara pribadi maupun keluarga. Perlu diketahui wabah COVID-19 di Kalsel luar biasa merebaknya,” ujarnya usai melaksanakan kegiatan reses, di RT 01 Desa Gunung Ulin, Pulau Laut Utara, Kotabaru, Jumat (18/2).

Terlebih lagi, adanya mutasi varian baru Omicron menjadi bukti bahwa pelaksanaan tracing, tracking dan treatment (3T) harus digencar. Tentu, langkah itu dimaksudkan agar angka penyebaran serta penularan tidak terus mengalami penambahan.

“Saya berharap kepada pemerintah, baik Pemprov Kalsel terutama Pemkab Kotabaru terus meningkatkan 3T ini sehingga apa yang diperintahkan oleh Presiden kita pak Jokowi pada Vidcon kemarin dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Yani Helmi, anggota Komisi II yang juga membidangi ekonomi dan keuangan di DPRD Kalsel tersebut.

Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Kalsel juga, menyebutkan, selama satu pekan sedikitnya tercatat sudah ada 4.410 orang di provinsi ini yang terinfeksi COVID-19.

“Kalau ini dianggap biasa saja dikarenakan COVID-19 kemarin sempat mulai menurun secara siginifikan tetapi kalau kita hari ini kembali mengalami kenaikan bahkan varian baru Omicron juga menjadi perhatian. Tentu, kami menginginkan pemerintah setempat bersama jajaran bisa bersinergi kembali dalam menanggulangi wabah pandemi ini,” paparnya.

Selain meminta sinergitas antara Pemprov Kalsel dan Pemkab Kotabaru diperkuat, anggota legislatif yang merupakan Dapil VI Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru juga menginginkan agar keberadaan Kampung Tangguh Banua (KTB) kembali dihidupkan.

“Ini himbauan saya kepada Pemprov Kalsel dan kabupaten/kota di provinsi ini terutama di Dapil VI Tanbu dan Kotabaru. Tentu, ini bagus dilaksanakan segera mungkin karena kita harus bersiap,” ucapnya.

Sebagai antisipasi lain, Paman Yani (sapaan akrab) sebelumnya juga telah melakukan rapat khusus bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel beserta RSUD Ulin dan Ansari Saleh Banjarmasin dalam mengantisipasi lonjakan kasus penyebaran COVID-19.

“Pihaknya juga sudah mempersiapkan tempat tidur yang jumlahnya cukup banyak kemarin, kami sudah mendapatkan laporan langsung dari Direktur RSUD Ulin Banjarmasin beserta dengan pendukung lainnya seperti ketersediaan oksigen dan kesiapannya cukup besar. Berdasarkan hasil informasi ada dua vendor yang akan melayani Kalsel khususnya untuk rumah sakit itu sendiri terlebih ini menjadi rujukan utama bagi kabupaten/kota,” paparnya.

Bahkan, adik kandung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor itu, juga meminta seluruh elemen TNI/Polri, pemerintah desa dan masyarakat di Kalsel khususnya di Kabupaten Kotabaru agar bersama-sama ikut memerangi penyebaran dari wabah ini.

“Jadi, saya berharap kepada rekan-rekan keamanan bisa kembali ikut bekerja keras terutama kehadiran para pejabat Pemprov Kalsel yang hadir mengikuti kegiatan ini juga bersama-sama menanggulanginya, sehingga, ini akan baik untuk masyarakat ketika varian Omicron kembali merebak di Indonesia hingga di Kalsel setidaknya kita sudah bisa bersiap diri,” tuturnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Gunung Ulun, Bripka Yasin, menyampaikan, selama melaksanakan tugas dirinya bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI terus mengingatkan warganya untuk tetap memperketat protokol kesehatan (prokes) dengan harapan selain mencegah penyebaran diyakini juga mampu menangkal penularan dari wabah COVID-19.

“Tentu, kami bersama TNI dari Babinsa menghimbau masyarakat khususnya Desa Gunung Ulin ini supaya tetap mematuhi serta menjaga protokol kesehatan, dari situlah kita dianjurkan pemerintah untuk menyekat atau pengurangi penyebaran COVID-19 dan diharapkan bisa segera berakhir,” ungkapnya. (RHS/RDM/APR)

Webinar Literasi Digital Kotabaru; Ruang Digital di Era Pandemi, Kenali Aturan Mainnya

KOTABARU – Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) meluncurkan program Literasi Digital Nasional dengan tema “Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 kali ini menyasar ke daerah Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan dengan topik pembahasannya: Mengenal Aturan Main di Era Digital Keynote Speech kali ini adalah Dirjen Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. Kamis (11/11) pagi.

Rio Brama yang memandu webinar literasi digital ini dengan para narasumber : Grandika Primadani Oil & Gas Professionap, M. Syaqif Co Founder Pemikirancu, Shelly Noor Azzahra, Co Founder Moom River Jewelry dan Key Opinion Leader Jihan Novitasari – News Presenter & Producer TV.

Melalui literasi digital nasional diharapkan kita bisa mengembangkan literasi dan kecakapan digital dalam, seperti copywriting, public speaking, dan berbagai bidang kreatif lainnya yang bersifat produktif (menghasilkan), maka hendaknya peran literasi digital ini bisa mengubah mindset konsumtif menjadi produktif ungkap Grandika Primadani.

Grandika menjelaskan generasi milenial kerap dinilai sebagai generasi yang kreatif dan berani mengambil resiko, mereka banyak memiliki ide-ide menarik dan memiliki karakter yang produktif, namun disisi lain mereka juga konsumtif. Hal ini dipengaruhi oleh budaya digital dan intensitas pengguna internet.

Pengguna internet yang dikategorikan konsumtif adalah mereka yang biasanya berperilaku konsumtif seperti ketika seseorang membeli berdasarkan keinginan saja bukan kebutuhan. Sehingga hidup konsumtif pun sepertinya sudah menjadi budaya di Indonesia.

“ Mulailah mengatur mindset konsumtif menjadi lebih produktif, dengan cara lakukanlah dan belilah barang atau hal yang bermanfaat untuk jangka panjang dan jangka pendek, maka pikirkanlah terlebih dahulu.” Tambahnya.

Cara berfikir produktif dalam literasi digital, yaitu : personal branding, digital mastering, business networking dan product marketing.

Grandika juga membagikan lima pedoman berinternet yang mampu meningkatkan perilaku kreatif dan produktif di dunia digital, seperti : content creator, copy writer, public speaker, pelajar dan mahasiswa yang bisa mencari informasi dan berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat, dan masyarakat yang bisa menciptakan ekosistem digital yang produktif. (RILIS)

Webinar Literasi Digital Kotabaru; Lawan Balik Perundungan Digital di Era 4.0

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI bekerjasama dengan Siberkreasi menggelar webinar literasi digital dengan topik pembahasan Lawan Balik Perundungan Digital di Era 4.0 untuk Kabupaten Kotabaru,sebagai Moderator Ronald Andretti,Senin (8/11) pagi.

Webinar ini menghadirkan Narasumber berkompeten antara lain M.Aliansyah-Programmer,Iflahah Zuhriyaten,S.Ag,M.Pd-Dosen UHAMKA Jakarta dan Siti Safwati Putri Mawardi-Co Founder Jalanan Kita.

Salah satu Narasumber Iflahah Zuhriyaten menyampaikan materinya dengan tema Peran Orang Tua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet untuk anak.Ia mengatakan yang dimaksud orang tua adalah pendidik yang pertama karena orang tualah yang pertama kali melakukan kegiatan pendidikan untuk memberikan pengaruh positif atau negatif,bahkan semenjak dalam kandungan.

“Orang tua juga sebagai pendidik yang utama karena anak menjalin hubungan yang sangat kuat dalam waktu yang panjang dan dalam ikatan emosional yang kuat dengan orang tuanya”katanya.

Iflahah menjelaskan saat ini orang tua banyak terjangkit penyakit orang tua seperti memanjakan anak dalam arti memberikan apa yang tidak dibutuhkan anak dan melakukan berbagai hal buat anak yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri sehingga membuat anak malas seperti mengambil makan sendiri.

“Tidak konsisten juga merupakan penyakit orang tua maksudnya adalah mengikuti semua kemauan anak,aturan sangat longgar dan tidak ada punishment ketika anak melakukan kesalahan”ujarnya.

Iflahah mengungkapkan akibat pandemi Covid-19 waktu yang dihabiskan anak-anak di dunia maya sangat mungkin meningkat drastis.Untuk itu keamanan anak di dunia maya penting untuk dilindungi oleh orang tua.

“Adapun dalam menjaga anak di internet antara lain dengan cara batasi waktu berinternet, manfaatkan fitur perlindungan teknologi,beritahu anak internet yang aman,jaga data pribadi anak,berikan anak ruang untuk berkreasi dan dampingi anak berinternet”ungkapnya.

Ia menambahkan ada lima tips agar anak tidak kecanduan internet yaitu buat aturan batasan waktu,berdiskusi dengan anak,membuat pengalihan artinya mengerjakan hobi lain dari anak selain internet,bawa anak bermain di luar rumah dan mengajak anak membuat kegiatan positif.(*)

Webinar Literasi Digital Kabupaten Kotabaru: Menjadi Sultan di Era Pandemi bersama Literasi Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan webinar dengan tema “Menjadi Sultan di Era Pandemi bersama Literasi Digital” di Kabupaten Kotabaru, Jumat (05/11/2021) pukul 15.00 Wita.

KOTABARU – Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan B Sc ini menampilkan sejumlah pembicara kompeten.

Dalam diskusi ini dipandu oleh moderator Dika Putra Wijaya yang menghadirkan narasumber Narasumber pertama yakni, M Islam dengan materi tentang “Produktif bersama Literasi Digital”.

“Saat ini pandemi covid-19 menjadi polemik bagi masyarakat Indonesia dan juga dunia, peningkatan jumlah kasus corona terjadi dalam waktu singkat dan membutuhkan penanganan segera. Hal tersebyt membuat beberapa negara memberlakukan lockdown dengan menutup semua akses fasilitas publik,” tuturnya

Adapun lima kanal pemfokusan bidang menuju literasi produktif berbasis IT, nasional, yakni:
1.Kanal pembelajaran menggunakan media komik digital
2.Kanal server edukasi
3.Kanal optimalisasi guru dalam penggunaan website
4.Kanal penggunaan aplikasi android
5.Pemahiran guru dalam penulisan karya ilmiah

Narasumber kedua, Dwiki Ari Setiawan yang membahas materi tentang “Kecakapan Digital”

“Menjadi pengguna yang cerdas di era sekarang ini sangat penting untuk mampu menggunakan perangkat digital secara efektif, baik untuk segala kebutuhan segari-haru, untuk kebutuhan belajar, maupun untuk kebutuhan beroeganisasi. Perangkat dan aplikasi terus berkembang, tanpa adanya kecerdasan digital akan sulit untuk memanfaatkan perangkat yang ada secara efektif,” pungkasnya

Narasumber ketiga yaitu Indi Arisa yang sekaligus Key Opinion Leader dalam acara ini menjelaskan materi tentang “Media Sosial sebagai Sarana Meningkatkan Demokrasi dan Toleransi”

“Media Sosial sebagai strategi komunikasi politik merupakan alternatif baru dan menjadi fenomena yang hangat hingga kini, kebebasan dalam sebuah negara demokrasi bukanlah kebebasan yang terjadi seperti saat ini. Dimana kita bebas melontarkan hujatan, celaan, atau provokasi terhadap pihak lain. Internet dijadikan sebagai alat dalam menyebarluaskan kebencian, hasutan, dan radikalisme, khususnya media sosial,” jelasnya

Terakhir, narasumber Sherly Firdha Levia yang meyampaikan materi tentang “Menjadi Pengguna Internet yang Beradab”

“Perlu adanya etika dalam bermedia sosial, yakni etika dalam berkomunikasi, menghindaru penyebaran SARA. kroscek kebenaran berita, menghargai hasil karya orang lain, dan jangan terlalu mengumbar informasi pribadi,” pungkasnya.(*)

Kunjungi Vaksinasi COVID-19 di Kotabaru, Paman Birin Kumandangkan Sholawat

Kotabaru – Usai melakukan peninjauan Vaksinasi Bergerak di Kabupaten Tanah Bumbu, rombongan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor (Paman Birin) kembali bergerak menuju Kabupaten Kotabaru tepatnya di Markas Komando Lanal Kotabaru, Jum’at (5/11).

Pelaksanaan Vaksinasi Bergerak ini juga diikuti oleh Anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) bersama keluarga besar Sekenceng Kalsel.

Kehadiran Paman Birin bersama rombongan disambut oleh Bupati Kotabaru yang diwakili oleh Sekda Kotabaru Said Akhmad.

“3.000 dosis telah disiapkan untuk pelaksanaan Vaksinasi kali ini,” ujar Said Akhmad saat memberikan sambutannya.

Said Akhmad mengungkapkan betapa tingginya antusias masyarakat dalam menerima vaksin hingga saat ini sudah 45 persen.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat tinggi, namun sering terkendala vaksin yang tidak tersedia,” ungkapnya

Sementara itu, Paman Birin dalam sambutannya menyampaikan, vaksinasi merupakan langkah efektif untuk melawan COVID-19 dengan membentuk kekebalan tubuh.

“Ini adalah ikhtiar dan usaha kita untuk menghadapi COVID-19. Terimakasih kepada Bupati dan jajaran Pemkab Kotabaru yang telah menggelorakan vaksin di masyarakat,” ujarnya.

Paman Birin juga menyoroti capaian target vaksinasi di Kotabaru, yang mana ia memberikan apresiasi atas capaian vaksinasi yang sudah dilaksanakan serta berharap agar target pada desember mendatang dapat tercapai yakni 70 persen sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat meninjau vaksinasi di Kotabaru

“Arahan ini saya terima langsung dari bapak Presiden sebelum naik pesawat usai meresmikan jembatan Sungai Alalak beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Terkait kekurangan dosis vaksin lanjutnya, Paman Birin berpesan agar Pemkab Kotabaru segera memberikan laporan, agar bisa langsung diberikan.

Menutup sambutannya, Paman Birin pun mengajak kepada seluruh yang hadir untuk bersholawat kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

“Semoga dengan berkah sholawat ini, kita semua diberikan kedamaian, kesejukan, serta kesehatan lahir dan batin,” harapnya. (ASC/RDM/HDR)

Webinar Literasi Digital Kotabaru; Menjaga Ruang Digital dengan Literasi Yang Tepat

KOTABARU – Dengan tema “ Menjaga Ruang Digital dengan Literasi yang Tepat “ Kabupaten Kotabaru menggelar kembali Webinar Literasi Digital kerjasama antara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI dengan Siberkreasi. Rabu, (03/11/2021) Siang.

Keynote Speech Samuel Abrijani Pangerapan, B.Sc  Direktur Jenderal Aplikasi Informafika
dipandu Moderator Ovi Darin, Key Opinion Leader Novi Andriaty Miss Indonesia Gorontalo 2017 dengan Narasumber Alvi Syahrin Founder Yutaka Fotografi, Dr. Andiek Widodo, M.M. Widyaiswara Kemenag, M. Satria Ayubkhan IT Consultant of neuhost.co.id.

Media sosial adalah sebuah media daring yang digunakan satu sama lain yang para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berinteraksi, berbagi, dan menciptakan dunia virtual tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.

Seperti yang kita ketahui literasi digital merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya.

Menurut salah satu narasumber Dr. Andiek Widodo mengatakan bahwa jika seseorang yang tidak mengerti arti sebenarnya literasi digital, maka penggunaan internetpun menjadi salah dipergunakan.

“Sebagai pengguna dalam memanfaatkan media digital, kita harus lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi tersebut seperti sebagai alat komunikasi, maka berinteraksilah secara bijak dan cerdas. ” tambahnya.

Kemudian Alvi Syahrin narasumber lainnya menambahkan etika adalah suatu ucapan dan tindakan mengenai baik dan buruk, dan mengapa menggunakan internet itu harus bijak dan beretika, karena. masyarakat semakin pluralistik, transformasi masyarakat, perubahan sosial budaya dan moral dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menegaskan etika adalah akhlak, di mana ilmu itu ujungnya berbuah akhlakmulia. Karena kalau berilmu saja tapi akhlak tidak bagus, bisa-bisa menyulut konflik, pertengkaran dengan pihak lain.

Alvi juga menyampaikan beberapa etika dan norma dalam menggunakan media sosial diantaranya : hindari penyebaran SARA, hindari penyebaran pornografi dan kekerasan, hindari menggunakan identitas palsu dan teliti kebenaran suatu berita.

“ Jika kita paham etika dalam menggunakan media sosial, maka segala bentuk kejahatan dan ujaran kebencian dari pengguna lain tidak akan tejadi, manfaatkan media sosial kalian dengan baik” tutupnya. (RILIS)

Exit mobile version