Perlindungan Anak Tak Lagi Dipandang Sepele, Temukan Kekerasan Laporkan

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar kegiatan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Perlindungan Khusus Anak di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (30/9).

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 70 peserta yang berasal dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kelurahan, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), pengelola daycare, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP).

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak, memberikan perlindungan kepada anak.

“Upaya pencegahan kekerasan kepada anak ini kan tidak mungkin dilakukan pemerintah saja, tetapi membutuhkan kepedulian dan keberanian masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungan sekitar”, ujar Yamin.

Yamin juga mengingatkan agar setiap persoalan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak tidak ditutup – tutupi.

“Apabila ditemukan adanya dugaan kekerasan, masyarakat segera menyampaikan informasi kepada pihak yang berwenang agar dapat ditangani dengan cepat,” lanjutnya.

Hal tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Banjarmasin, untuk memastikan anak mendapatkan lingkungan yang aman dan terlindungi.

Penanganan yang cepat juga dinilai penting untuk mencegah kekerasan berulang serta membantu proses pemulihan korban.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Banjarmasin, M Ramadhan mengatakan, edukasi tersebut diikuti 70 peserta yang terdiri dari LPM, unsur kelurahan, LKSA, pengelola daycare, dan sebagian pengurus DWP.

Menurutnya, kegiatan itu tersebut menjadi bagian dari langkah promotif dan preventif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai perlindungan anak.

“Harapannya masyarakat bisa menjadi pelopor terhadap pencegahan kekerasan terhadap anak dan menjadi pelapor apabila terjadi kekerasan terhadap anak,” ujarnya.

Ramadhan menyebut, meningkatnya angka kasus dalam tiga tahun terakhir salah satunya dipengaruhi semakin tingginya keberanian masyarakat untuk melapor dan kepercayaan terhadap UPTD PPA. Ia menegaskan, laporan yang masuk akan ditangani secara maksimal.

“Kalau memang ada permasalahan, segera informasikan, sehingga semakin mengurangi kekerasan yang berulang dan semakin cepat tertangani korban sehingga mental health-nya semakin recovery kembali,” tutupnya. (PEMKOBJM-SRI/RIWEPS)

TPK Banjarmasin Catat 388.823 TEUs hingga Agustus, Jaga Keandalan Layanan Logistik

Banjarmasin – PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin mencatat pelayanan 388.823 TEUs atau setara 326.308 box hingga Agustus 2026, seiring dengan aktivitas distribusi barang melalui wilayah Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Capaian tersebut mendorong TPK Banjarmasin terus menjaga kesiapan operasional guna memastikan kegiatan pelayanan berjalan aman, lancar, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa.

Terminal Head Terminal Petikemas Banjarmasin, Sirin Purnomo mengatakan, volume pelayanan yang ditangani terminal perlu diimbangi dengan kesiapan operasional, baik dari sisi peralatan, sumber daya manusia, maupun proses perencanaan kegiatan.

“Volume pelayanan yang kami tangani menjadi bagian dari tanggung jawab kami untuk memastikan setiap proses di terminal tetap berjalan aman dan lancar. Karena itu, kesiapan peralatan, kompetensi personel, perencanaan operasional, dan koordinasi dengan pengguna jasa terus kami jaga secara beriringan,” ujar Sirin.

Menurutnya, kelancaran kegiatan di terminal tidak hanya ditentukan satu fungsi, tetapi merupakan hasil dari keterhubungan berbagai proses dan pihak dalam rantai logistik.

Karena itu, TPK Banjarmasin terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan operasional sekaligus memperkuat komunikasi dengan pengguna jasa untuk mengantisipasi dinamika pelayanan di lapangan.

“Masukan dari pengguna jasa menjadi bagian penting dalam evaluasi kami. Dengan komunikasi yang baik, kebutuhan operasional dapat dipahami lebih cepat dan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Sirin menambahkan, aspek keselamatan juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga keandalan pelayanan.

“Produktivitas harus berjalan seiring dengan keselamatan. Setiap proses harus dilakukan sesuai prosedur agar kelancaran operasional tetap terjaga tanpa mengesampingkan aspek safety,” ujarnya.

Dari sisi pengguna jasa, Kepala Cabang PT Tanto Banjarmasin Rifqi Novega Dwi Putra mengatakan, bahwa dalam menjaga keandalan layanan, TPK Banjarmasin juga terus mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia, kesiapan peralatan, penguatan perencanaan dan pengendalian operasional, serta penerapan standar keselamatan dalam kegiatan terminal.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan tetap mampu mengikuti kebutuhan pengguna jasa sekaligus mendukung kelancaran distribusi barang melalui Kalimantan Selatan.

TPK Banjarmasin berkomitmen menjaga konsistensi kualitas layanan melalui penguatan kesiapan operasional dan komunikasi dengan seluruh pihak dalam rantai logistik.

Dengan pendekatan tersebut, aktivitas terminal diharapkan dapat terus memberikan dukungan terhadap kelancaran distribusi barang, konektivitas logistik, dan kegiatan ekonomi di Kalimantan Selatan serta wilayah sekitarnya. (Pelindo-RIW/EPS)

Tinjau IPA 2 Bandarmasih, Ini Pesan Wali Kota Hadapi Krisis Air Bersih

Banjarmasin – Wali Kota, Muhammad Yamin, bersama Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, didampingi Direktur Utama PT PAM Bandarmasih Zulbadi, meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Bandarmasih di kawasan Jalan Pramuka, Selasa (29/9).

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan, kunjungan ini untuk melihat langsung pengolahan serta ketersediaan air baku di PT PAM Bandarmasih.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Mengingat, saat ini Kota Banjarmasin sedang mengalami kekurangan air baku, akibat musim kemarau panjang tahun ini.

“Peninjauan ini untuk memastikan pengolahan air bersih oleh PT PAM Bandarmasih,” ungkap Yamin.

Selain itu, lanjut Yamin, kunjungan ini juga untuk memastikan ketersediaan air baku memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Kota Banjarmasin.

“Air baku di IPA 2 ini berasal dari Sungai Tabuk,” ucapnya.

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin terus berusaha mengatasi permasalahan air baku yang terjadi saat ini.

“Permasalahan kurangnya air baku ini hendaknya tidak terjadi lagi tahun tahun berikutnya, apabila kemarau panjang terjadi kembali,” jelas Yamin.

Menurut Yamin, untuk selanjutnya Pemko Banjarmasin akan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berencana membangun embung.

“Baru baru tadi kami dipanggil Gubernur Kalsel Muhidin untuk membicarakan rencana awal pembangunan embung tersebut,” ucap Yamin.

Oleh karena itu, pihaknya meminta jajaran PT PAM Bandarmasih dan Pemko Banjarmasin untuk menindaklanjuti arahan gubernur tersebut.

Sementara itu, Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin mengatakan, Polresta Banjarmasin ikut mengantisipasi kurangnya air baku IPA 2 akibat musim kemarau panjang.

“Kepolisian mengantisipasi munculnya persoalan, khususnya terkait kamtibmas, akibat kurang air baku,” ungkap Riza.

Mengingat, lanjutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat, yang perlu diantisipasi bersama sama dengan pemerintah daerah.

“Polresta Banjarmasin juga turut serta menyediakan air bersih di kawasan yang terkena dampak kekeringan,” ucap Riza. (SRI/RIWEPS)

Perkuat Prestasi Atlet, Dispora Hadirkan Tenaga Ahli dan Terapis Olahraga

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) terus memperkuat sistem pendampingan atlet, tidak hanya dari sisi latihan, tetapi juga pemulihan dan dukungan tenaga ahli.

Langkah tersebut dilakukan melalui Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan dengan memfasilitasi tenaga ahli untuk mendukung kegiatan pemusatan latihan daerah (Pelatda) maupun pendampingan atlet saat menghadapi berbagai kejuaraan.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hafiz, melalui Kepala Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, Zulhaidir mengatakanz saat ini pihaknya telah menyiapkan 20 terapis yang menjadi bagian dari sistem pendampingan atlet.

“Untuk saat ini kami memfasilitasi tenaga ahli yang mensupport kegiatan pemusatan latihan daerah atau pendampingan. Ada 20 terapis, kemudian ada strength and conditioning konsultan dari PPFI serta beberapa pelatih nasional yang mendampingi sejumlah cabang olahraga,” ujar Zulhaidir, Selasa (29/9).

Menurutnya, keberadaan tenaga ahli menjadi bagian penting untuk menjaga kondisi atlet, terutama ketika menjalani latihan intensif maupun pertandingan.

Terapis, misalnya, berperan membantu proses pemulihan atlet setelah menjalani latihan maupun pertandingan.

Sementara konsultan olahraga memberikan pendampingan kepada pelatih daerah agar program latihan dapat dilakukan secara lebih terukur.

Dispora Kalsel juga menyiapkan penguatan dukungan dengan menargetkan penambahan tenaga profesional lainnya, seperti psikolog olahraga, fisioterapis dan dokter olahraga.

“Kita berharap ke depan sport science ini bisa dilengkapi dengan psikolog olahraga, fisioterapi dan juga dokter,” jelasnya.

Zulhaidir menyebut, pendampingan tenaga ahli tersebut telah dilakukan selama kurang lebih empat tahun. Pendampingan tidak hanya diberikan ketika atlet bertanding, tetapi juga sejak menjalani latihan di daerah.

Dampaknya, kata dia, mulai terlihat dari kemampuan atlet menjaga kebugaran selama mengikuti kompetisi, termasuk dalam menghadapi pertandingan multi-event maupun single-event.

“Di setiap kegiatan kejuaraan nasional mereka melakukan pendampingan, baik saat atlet latihan maupun pertandingan. Bagaimana atlet saat bertanding dan setelah bertanding bisa kembali bugar dengan dilakukan terapi. Itu kelihatan dari perolehan medali yang kita raih selama ini, baik multi-event maupun single-event,” katanya.

Saat ini, setiap single-event umumnya didampingi satu hingga dua terapis, sedangkan pada multi-event seluruh terapis dikerahkan untuk mendukung kebutuhan atlet.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan awal program pendampingan. Dari sebelumnya hanya dua terapis, kini Dispora Kalsel telah memiliki 20 terapis.

Meski demikian, Zulhaidir mengakui kebutuhan tenaga pendamping masih cukup besar. Mengingat, terdapat 21 cabang olahraga dalam program pemusatan latihan daerah yang membutuhkan dukungan tenaga profesional secara berkelanjutan.

Untuk tenaga dokter, idealnya diperlukan sedikitnya 2 hingga 4 orang. Sementara kebutuhan psikolog olahraga diperkirakan dapat mencapai 6 hingga 10 orang.

“Harapannya memang ada tambahan, tetapi dengan efisiensi anggaran kita memaklumi. Paling tidak kita optimalkan yang ada dulu. Kita berharap ada tambahan psikolog olahraga dan dokter ke depan kalau anggaran mencukupi,” pungkasnya.

Penguatan tenaga pendamping tersebut menjadi bagian dari upaya Dispora Kalsel membangun pembinaan olahraga yang tidak hanya berorientasi pada pertandingan, tetapi juga memastikan atlet memperoleh dukungan menyeluruh sejak latihan, kompetisi hingga proses pemulihan. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EPS)

Komitmen TPK Banjarmasin Dukung Operasional Aman dan Nyaman bagi Pengemudi

Banjarmasin – Terminal Petikemas Banjarmasin terus memperkuat transformasi operasional melalui pengembangan fasilitas dan tata kelola layanan yang mendukung terciptanya kegiatan kepelabuhanan yang aman, tertib, efisien, dan nyaman, termasuk bagi para pengemudi truk sebagai bagian penting dalam rantai logistik.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyediaan Shelter Waiting Area, fasilitas ruang tunggu khusus bagi pengemudi truk yang menunggu giliran atau jadwal pelayanan bongkar muat.

Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya penataan alur kendaraan di dalam kawasan terminal agar proses pelayanan dapat berlangsung lebih teratur sekaligus mendukung aspek keselamatan operasional.

Melalui Shelter Waiting Area, pengemudi memiliki ruang yang lebih layak dan nyaman untuk beristirahat selama menunggu pelayanan.

Penataan ini juga membantu mengurangi potensi antrean kendaraan di area yang tidak diperuntukkan sebagai tempat menunggu, sehingga pergerakan kendaraan di lingkungan terminal dapat berlangsung lebih tertib.

Shelter Waiting Area dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung, antara lain tempat istirahat, mushala, toilet, air minum, serta kopi gratis yang dapat dimanfaatkan pengemudi selama menunggu giliran pelayanan.

Selain itu di shelter waiting area juga terdapat fasilitas Post Gate untuk menyelesaikan kendala saat pelayanan di Main Gate seperti, adanya ketidaksesuaian data antara fisik container dan sistem permohonan, adanya temuan kerusakan container dan juga kendala atau pemasangan stiker Truck Identifcation Number (TID).

Terminal Head TPK Banjarmasin Sirin Purnomo mengatakan, penyediaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya terminal untuk meningkatkan kualitas layanan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

“Kami ingin memastikan bahwa peningkatan operasional dan produktivitas terminal berjalan seiring dengan peningkatan kenyamanan bagi para pengemudi. Shelter Waiting Area ini merupakan salah satu bentuk perhatian kami terhadap pengguna jasa, sekaligus bagian dari penataan alur kendaraan agar lebih tertib, aman, dan nyaman selama berada di kawasan terminal,” ujar Sirin Purnomo.

Menurut Sirin, pengemudi truk memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran rantai logistik, sehingga pengalaman mereka selama berada di terminal juga menjadi bagian dari kualitas pelayanan secara keseluruhan.

“Bagi kami, pelayanan bukan hanya tentang proses bongkar muat, tetapi juga bagaimana setiap orang yang terlibat di dalamnya mendapatkan lingkungan kerja dan pelayanan yang aman serta nyaman. Kami akan terus melakukan penyempurnaan terhadap fasilitas maupun proses operasional sesuai kebutuhan di lapangan,” tambah Sirin.

Sementara itu, Yudi, salah seorang pengemudi truk eksternal yang menggunakan fasilitas terminal, menyampaikan bahwa keberadaan Shelter Waiting Area memberikan ruang yang lebih nyaman bagi pengemudi ketika menunggu jadwal pelayanan.

“Sekarang kalau menunggu tidak perlu lama-lama di dalam truk. Ada tempat untuk istirahat, bisa minum, ada kopi, toilet dan mushala juga. Jadi lebih nyaman dan tidak terlalu khawatir mengganggu jalur kendaraan lain,” ujar Yudi.

Menurutnya, fasilitas tersebut juga memberikan ruang bagi pengemudi untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan sebelum kembali melanjutkan aktivitas.

“Yang paling terasa itu tempat menunggunya lebih nyaman dan tertata. Jadi kita bisa istirahat sambil menunggu panggilan untuk pelayanan berikutnya,” tambahnya.

Kehadiran Shelter Waiting Area menjadi salah satu bagian dari transformasi Terminal Petikemas Banjarmasin dalam meningkatkan pengelolaan alur kendaraan, mulai dari akses masuk hingga proses pelayanan bongkar muat.

Penataan tersebut diharapkan dapat menciptakan pergerakan kendaraan yang lebih teratur sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi para pengemudi.

Terminal Petikemas Banjarmasin akan terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan layanan dengan mengedepankan keselamatan, efisiensi operasional, serta kenyamanan pengguna jasa, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kepelabuhanan yang semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan. (Pelindo-RIW/EPS)

Menuju akreditasi, RSGM Gusti Hasan Aman Tingkatkan Kompetensi Pegawai

Banjarmasin – Rumah Sakit Gigi dan Mulut atau RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, terus memperkuat kompetensi dan kualitas sumber daya manusia, sebagai bagian dari persiapan menghadapi akreditasi rumah sakit.

Upaya tersebut dilakukan melalui workshop Pendidikan dan Pelatihan atau Diklat, yang kali ini mengangkat materi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atau PPI di lingkungan rumah sakit.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, drg Mashuda (kiri)

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, drg Mashuda, usai membuka kegiatan Senin (28/9, mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi pegawai, baik tenaga medis maupun nonmedis.

Menurutnya, akreditasi tidak hanya berkaitan dengan rumah sakit maupun institusi pendidikan, tetapi juga mencakup akreditasi bidang pendidikan dan pelatihan.

drg Mashuda menjelaskan, bagi tenaga medis, pendidikan dan pelatihan sangat penting karena menjadi salah satu bagian dalam pemenuhan Satuan Kredit Profesi atau SKP, yang dibutuhkan untuk pengembangan kompetensi dan pemenuhan persyaratan perpanjangan izin praktik sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi akreditasi itu tidak hanya akreditasi rumah sakit dan pendidikan, tetapi ada juga akreditasi diklat. Diklat ini pendidikan dan pelatihan yang nantinya dapat memberikan SKP Kementerian Kesehatan bagi tenaga medis,” katanya.

Ia menyampaikan, pengembangan kompetensi juga berlaku bagi tenaga nonmedis. Dalam pengembangan mutu sumber daya manusia rumah sakit, setiap pegawai didorong memenuhi pendidikan dan pelatihan secara berkelanjutan, termasuk pemenuhan 20 jam pelajaran atau 20 JP dalam satu tahun.

Workshop kali ini secara khusus membahas Pencegahan dan Pengendalian Infeksi atau PPI. drg Mashuda menilai materi tersebut penting karena lingkungan rumah sakit memiliki risiko paparan infeksi yang berbeda dengan lingkungan kerja pada umumnya.

Melalui kegiatan ini, seluruh pegawai diharapkan memahami cara melindungi diri saat bekerja, termasuk penerapan kebersihan tangan yang benar serta langkah yang harus dilakukan ketika terjadi kontak dengan darah maupun cairan tubuh pasien.

“Harapannya tidak hanya staf medis, tetapi staf nonmedis dan seluruh pegawai bisa memahami bagaimana melindungi dirinya sendiri, mulai dari cara mencuci tangan yang baik hingga apa yang dilakukan ketika terkontak dengan cairan tubuh atau darah,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan workshop tersebut, RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel juga mendapatkan pendampingan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

drg Mashuda menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut, terutama karena RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel tengah mempersiapkan penguatan bidang diklat sekaligus menghadapi proses akreditasi pada tahun mendatang.

Selain meningkatkan pemahaman pegawai terkait PPI, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal bagi RSGM Gusti Hasan Aman untuk mengembangkan penyelenggaraan workshop secara mandiri.

Mashuda mengatakan, pihaknya juga mendapatkan pendampingan terkait akun Satu Sehat. Ke depan, bidang diklat RSGM Gusti Hasan Aman diharapkan dapat memperoleh akreditasi dari Kementerian Kesehatan sehingga mampu menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan secara mandiri serta menghasilkan kegiatan yang memiliki SKP Kemenkes.

“Dengan kemampuan tersebut, workshop tidak hanya ditujukan bagi pegawai internal RSGM, tetapi juga berpotensi dibuka bagi stakeholder maupun tenaga kesehatan dari luar rumah sakit,” harapnya.

Khusus sebagai rumah sakit yang bergerak di bidang pelayanan gigi dan mulut, RSGM Gusti Hasan Aman juga akan mengembangkan berbagai pelatihan yang berkaitan dengan kedokteran gigi dan mulut, termasuk pelatihan bagi dokter spesialis maupun tenaga kesehatan lainnya.

drg Mashuda menambahkan, dengan pengembangan pendidikan dan pelatihan dapat dilakukan secara berkelanjutan, sehingga kompetensi seluruh pegawai terus meningkat.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat kesiapan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel dalam menghadapi proses akreditasi serta meningkatkan penerapan standar keselamatan dan pencegahan infeksi di lingkungan rumah sakit.

“Pegawai kita sudah siap dalam menjalankan tugas dan menghadapi akreditasi, serta seluruh pegawai, agar mampu menjaga diri dan mencegah terjadinya infeksi di rumah sakit,” pungkasnya. (NHF/RIW/EPS)

Kebutuhan Dasar Warga Jadi Perhatian, Dinsos Kalsel Salurkan Bantuan Air Bersih

Banjarmasin – Keterbatasan akses air bersih yang dialami sebagian masyarakat di Kota Banjarmasin mendapat respons melalui penyaluran bantuan air bersih oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Memasuki hari kedua penanganan, Dinas Sosial Provinsi Kalsel bersama sejumlah pihak terkait kembali mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di beberapa titik yang membutuhkan.

Penyaluran dilakukan di Masjid Miftahul Janah, Jalan HKSN Kompleks AMD Permai, Perumahan Pemprov Abdi Persada, kawasan HKSN dekat SMP 13 Banjarmasin, serta di samping Musholla Mahallul Khair, kawasan Pelabuhan Lama.

Kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi Dinas Sosial Provinsi Kalsel, TP PKK Provinsi Kalsel dan PDAM Bandarmasih, dengan melibatkan unsur Pramuka Kwarda Provinsi Kalsel.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Muhammad Farhanie melalui Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Bidang Penanggulangan Bencana, Yoefi Fahromi mengatakan, penyaluran air bersih merupakan bentuk respons pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.

Menurutnya, air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat sehingga bantuan didistribusikan langsung ke sejumlah lokasi yang mengalami keterbatasan akses.

“Penyaluran ini merupakan bagian dari penanganan krisis air bersih untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar. Kami bersama pihak terkait berupaya agar bantuan dapat diterima langsung warga yang membutuhkan,” ujar Yoefi.

Dalam proses pendistribusian, air bersih diangkut menggunakan mobil tangki menuju lokasi yang telah ditentukan. Warga kemudian mengambil air dengan membawa wadah masing-masing.

Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Staf Ahli TP PKK Provinsi Kalsel Gusti Muhammad dan Ketua Bidang II TP PKK Provinsi Kalsel Anie Hanisyah.

Keterlibatan TP PKK, PDAM Bandarmasih dan unsur Pramuka Kwarda Provinsi Kalsel menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk mendukung masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.

Dinsos Kalsel memastikan distribusi bantuan terus memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi krisis air bersih.

Penyaluran bantuan air bersih ini sekaligus menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, TP PKK, PDAM Bandarmasih dan unsur masyarakat dalam merespons kebutuhan dasar warga di sejumlah wilayah Kota Banjarmasin. (BDR/RIW/EPS)

Awal Oktober, Kalsel Siap Luncurkan BRT Listrik

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan siap meluncurkan bus angkutan umum bertenaga listrik pada 1 Oktober 2026 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel Fitri Hernadi mengatakan, peluncuran layanan bus listrik tersebut, berdasarkan arahan Gubernur Kalsel, untuk membentuk layanan angkutan umum kepada masyarakat.

Ket foto : Kadishub Kalsel Fitri Hernadi

Sebelumnya, bus Tayo khusus penumpang perempuan, Trans Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut), disusul peluncuran armada berbahan bakar listrik.

“Bus Banjarbakula dijadwalkan mulai dioperasikan pada 1 Oktober 2026. Dengan 1 unit listrik untuk tahap awal uji coba layanan,” ungkap Fitri, Senin (28/9).

Total yang disiapkan sebanyak tiga unit bus listrik untuk mendukung layanan Trans Banjarbakula tersebut.

“Untuk operasional pertama akan menjadi bahan evaluasi sebelum armada tambahan dijalankan. Evaluasi tersebut mencakup pelaksanaan layanan dan kesesuaian rute yang dilalui bus berukuran lebih besar,” jelas Fitri.

Dalam persiapannya, lanjutnya, Dishub Kalsel melakukan penyesuaian rute yang sebelumnya akan diarahkan melalui sejumlah ruas di dalam kota, termasuk kawasan GOR Hasanuddin HM Banjarmasin.

Namun, rencana tersebut berubah setelah mempertimbangkan kondisi sejumlah jembatan yang akan dilalui, yang dinilai belum memadai untuk dilalui bus berukuran besar. Sehingga, layanan rute hanya di Jalan Ahmad Yani saja, untuk uji coba ini.

“Bus akan bergerak dari kawasan terminal kilometer 6 Banjarmasin melalui Jalan Ahmad Yani menuju arah Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, selama masa uji coba tersebut,” ucap Fitri.

Kehadiran bus listrik ini untuk menambah kapasitas angkutan umum yang melayani rute Banjarbakula.

“Kehadiran bus listrik ini diharapkan untuk menambah kapasitas angkutan, terutama pada jam dan koridor dengan kepadatan penumpang, yang selama ini pada kondisi tertentu harus menunggu bus sebelum dapat tersangkut,” ucap Fitri.

Sedangkan, untuk tarif bus listrik ini tetap dikenakan tarif Rp5.000, pada tahap awal operasional, selanjutnya Dishub Kalsel menyediakan tarif papadaan yang terdiri dari tarif terintegrasi dan tarif berlangganan.

“Tarif terintegrasi tersebut menghubungkan layanan Trans Kota Banjarmasin, Trans Banjarbaru, dan Trans Banjarbakula, sehingga dalam skema tersebut, penumpang yang berpindah dari Trans Banjarbakula ke Trans Kota Banjarmasin atau sebaliknya cukup membayar satu kali dengan tarif cukup Rp5.000 saja,” jelas Fitri. (SRI/RIW/EPS)

Pemko Banjarmasin Lestarikan Sajian Kuliner Wadai 41 Macam

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Bagian Umum Setdako Banjarmasin melestarikan sajian kuliner wadai 41 macam, seperti yang terlihat pada kegiatan ziarah Makam Sultan Suriansyah, dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, belum lama tadi.

Selain menjadi momentum mengenang sejarah Kesultanan Banjar, kegiatan yang berlangsung di Kompleks Makam Sultan Suriansyah, itu juga diramaikan dengan sajian kuliner tradisional Banjar berupa wadai 41 macam.

Ket foto : Sajian wadai 41 macam dilestarikan Pemko Banjarmasin

Tradisi tersebut disajikan Bagian Umum Setdako Banjarmasin. Sebanyak lima nampan atau nyiru berisi aneka kue tradisional Banjar disiapkan untuk kemudian dibagikan dan disantap bersama warga di sekitar kompleks makam.

Beragam wadai khas Banjar tersaji dalam nyiru tersebut, di antaranya wadai untuk, cincin, bingka, serta berbagai jenis kue tradisional lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli mengatakan, penyediaan wadai 41 macam tersebut bagian dari upaya menghadirkan nuansa budaya Banjar dalam momentum bersejarah bagi Kota Banjarmasin.

“Sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin sebagai bentuk bagian mengangkat budaya dan tradisi Banjar. Dalam momentum ziarah Makam Sultan Suriansyah ini, kita menyediakan lima nyiru yang berisi wadai 41 macam,” ujar Ahmad Zazuli, usai mengikuti prosesi ziarah makam.

Menurutnya, keberadaan wadai tradisional tersebut juga menjadi bentuk kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan ziarah.

Zazuli menilai tradisi kuliner khas Banjar memiliki nilai penting untuk terus dikenalkan, terutama di tengah momentum Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin.

“Harapannya tradisi seperti ini tetap terjaga dan bisa terus dikenalkan kepada generasi berikutnya. Apalagi kita sedang memperingati 500 tahun Banjarmasin, tentu budaya dan kuliner khas Banjar menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Penyajian wadai 41 macam itu pun menambah suasana kekeluargaan di tengah rangkaian ziarah. Warga yang berada di sekitar kompleks makam tampak ikut menikmati sajian tradisional tersebut setelah prosesi ziarah berlangsung. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/EPS)

Gubernur Dukung Pemko Banjarmasin Bangun Embung

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin memanggil Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, untuk bersama sama membicarakan tahap awal rencana pembangunan embung untuk ketersediaan cadangan air baku.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menjelaskan, untuk pembicaraan awal rencana tersebut, Gubernur Kalsel mengapresiasi rencana pembangunan embung, dengan melihat keadaan saat ini. Dimana Kota Banjarmasin mengalami kekurangan bahan baku pengolahan air bersih PAM Bandarmasih.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

“Sebelum kejadian adanya penyaluran air bersih khusus MCK tersebut, kami diundang Gubernur Muhidin ke kediaman beliau, untuk membicarakan langkah kedepan apa yang akan diambil dalam mengatasi kekurangan bahan baku air di Kota Banjarmasin,” ungkap Yamin.

Pemko Banjarmasin bersyurkur dengan adanya perhatian dari Gubernur Muhidin ini. Dimana kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemko Banjarmasin, akan mempermudah rencana pembangunan embung. Yakni dengan meminta bantuan pemerintah pusat, mengingat anggaran yang diperlukan sebesar 200 miliar rupiah.

Sedangkan, lanjut Yamin, rencana dari lokasi pembangunan embung berada di lahan milik Pemerintah Kota Banjarmasin di kawasan Pematang Panjang, Kabupaten Banjar.

“PT PAM Banjarmasih sendiri sudah memiliki lahan yang cukup luas di daerah Pematang Panjang, hal ini sudah disampaikan ke Gubernur Kalsel, beliau sangat merespon untuk Kota Banjarmasin memiliki cadangan air baku melalui embung tersebut,” tutur Yamin lebih lanjut.

Sedangkan, untuk kelanjutan rencana pembangunan embung ini, akan dibicarakan lebih lanjut.

“Kami berharap dengan adanya embung di Kota Banjarmasin, apabila terjadi kemarau panjang seperti ini lagi, kejadian kekurangan bahan baku air bersih tidak terjadi lagi kedepannya,” ucap Yamin. (SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version