Pansus II DPRD Kalsel Siapkan Rekomendasi Strategis, Soroti Serapan Anggaran hingga Asuransi Nelayan

Banjarmasin – Panitia Khusus (Pansus) II LKPj Gubernur Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2025, mulai merumuskan sejumlah rekomendasi strategis bagi mitra kerja. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi serapan anggaran yang dinilai masih belum maksimal.

Ketua Pansus II, Muhammad Yani Helmi, menegaskan pentingnya keseriusan seluruh SKPD dalam merealisasikan anggaran. Hal itu disampaikannya usai rapat bersama mitra kerja di Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (21/4).

Suasana Rapat Pansus II LKPj Gubernur Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2025

Yani Helmi mengatakan, apabila pola serapan seperti ini terulang lagi di 2026, maka akan dilakukan evaluasi pada 2027. Oleh karena itu, anggaran harus benar – benar terserap secara optimal.

Selain serapan anggaran, Pansus II juga menyoroti belum tuntasnya proses serah terima aset, khususnya, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kotabaru SMKN di Taluk Tamiang, Kotabaru. Permasalahan ini muncul akibat peralihan kewenangan dari pemerintah kabupaten ke pemerintah provinsi, sesuai regulasi yang berlaku.

“Ini harus segera clear. Tidak boleh berlarut – larut,” tegasnya.

Disampaikan Yani Helmi, dalam rekomendasi, Pansus II juga mendorong kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, terutama sektor produktif seperti, Nelayan, Petani, dan Pekebun. Salah satunya melalui pemberian asuransi usaha, guna melindungi dari risiko gagal panen atau kerugian usaha. Selain itu, subsidi solar bagi nelayan juga menjadi perhatian penting.

“Ketahanan pangan jangan sampai merugikan petani. Mereka harus dilindungi,” tegasnya.

Sumber Humas DPRD Kalsel

Lebih lanjut Yani Helmi menambahkan,
realisasi anggaran 2025 harus menjadi evaluasi bersama, agar tidak terulang di tahun berikutnya. Ia menyoroti masih adanya proyek yang belum berjalan optimal meski sudah mendekati pertengahan tahun. Beberapa kegiatan masih tahap lelang, padahal sudah mendekati Mei.

Rekomendasi yang disusun Pansus II ini akan menjadi bahan penting dalam perbaikan kinerja pemerintah daerah ke depan, khususnya dalam, Percepatan realisasi anggaran, Penyelesaian administrasi aset, Perlindungan sektor ekonomi masyarakat.

“Dengan begitu, pelaksanaan program di tahun 2026 diharapkan lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

TMMD Ke-128 Resmi Dimulai di Banjarmasin

Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin bersama TNI menegaskan arah pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota, tetapi juga menjangkau kebutuhan riil masyarakat. Hal itu terlihat saat pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 oleh Wali Kota Muhammad Yamin, Rabu (22/4) di halaman Balai Kota Banjarmasin.

“TMMD ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi bagaimana kita menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung dan berkelanjutan,” ungkap Yamin.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Program yang digelar Kodim 1007/Banjarmasin ini, berlangsung selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan sasaran fisik dan non fisik.

Kegiatan ini menjadi jawaban atas persoalan klasik yakni masih adanya wilayah yang membutuhkan percepatan pembangunan dan penguatan ketahanan sosial.

“Kita ingin pembangunan ini tepat sasaran, bukan hanya selesai secara proyek, tapi dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel (Czi) Slamet Riyadi menjelaskan, bahwa program ini telah diawali dengan pra – TMMD sejak 9 April lalu.

“Pelaksanaan inti dimulai 22 April sampai 21 Mei. Sekitar 60 personel kami turunkan, dan kami tidak bisa bekerja sendiri. Kunci keberhasilan ada pada kolaborasi lintas sektor, termasuk masyarakat,” ungkapnya.

Slamet menambahkan, sinergi dengan kepolisian serta keterlibatan warga menjadi kekuatan utama agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.

Namun, dibalik potensi besar program ini, terdapat tantangan yang tidak dapat diabaikan. Koordinasi antarinstansi, partisipasi aktif masyarakat, hingga konsistensi pelaksanaan di lapangan menjadi faktor penentu keberhasilan.

Jika sinergi terbangun kuat, TMMD berpeluang menjadi model percepatan pembangunan berbasis kolaborasi. Di sini pemerintah mencoba mengambil peran sebagai penggerak, bukan sekadar fasilitator.

Uniknya lagi, pendekatan humanis juga terlihat dalam kegiatan pendukung seperti pasar murah yang digelar di lokasi acara. Wali Kota bahkan secara langsung mengarahkan agar ibu hamil mendapat prioritas antrean.

Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara soal infrastruktur, tetapi juga kepekaan terhadap kondisi sosial masyarakat.

Dengan melibatkan berbagai pihak TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat TMMD ke-128 menjadi momentum strategis untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkuat hubungan negara dengan rakyat. (PEMKOBJM-SRI-RIW/EPS)

Gelar Pekan AKSEL 2026, Bank Kalsel Ajak Warga Nikmati Hiburan dan Promo Digital

Banjarmasin – Selama tiga hari berturut – turut, mulai 24-26 April 2026, Bank Kalsel menggelar Pekan AKSEL 2026, di halaman kantornya jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin. Kegiatan yang memberikan suguhan kuliner, budaya, aktivitas olahraga, hingga beragam hiburan dan promo digital ini, terbuka untuk umum dari pukul 07.00 hingga 22.30 WITA.

Selama acara berlangsung, warga dapat menikmati Expo Kuliner, serta hiburan musik dan DJ performance. Selain itu, warga Banjarmasin dan sekitarnya, juga dapat mengikuti Aksel Fun Night Run, Fun Walk Family, serta Zumba.

Anak-anak juga difasilitasi melalui Kids Fashion Show dan lomba mewarnai, sementara nuansa budaya lokal dihadirkan lewat Malam Karasminan Budaya serta permainan tradisional seperti balogo, dan bagasing challenge. Selain itu, tersedia Hot Wheels Fun Race yang menambah keseruan bagi keluarga.

Dalam kegiatan ini, Bank Kalsel juga mendorong pengunjung memanfaatkan layanan digital melalui aplikasi AKSEL by Bank Kalsel. Pengguna aplikasi berkesempatan memperoleh berbagai promo menarik selama acara berlangsung. (ADV-RIW/EPS)

Kartini 2026, Perempuan Banjarmasin Perkuat Kolaborasi dan Inspirasi

Banjarmasin – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Pemerintah Kota Banjarmasin melalui kolaborasi tiga organisasi perempuan, yakni Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin, menggelar kegiatan yang sarat makna dan inspirasi bagi kaum perempuan, di salah satu hotel, di Banjarmasin, Rabu (22/4).

Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani menyampaikan, bahwa peringatan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarorganisasi perempuan, untuk mendorong perempuan terus berkarya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ket foto : Ketua TP PKK Banjarmasin Neli Listriani

“Alhamdulillah, di tahun ini kita merayakan Hari Kartini bersama tiga organisasi perempuan, yaitu TP PKK, GOW, dan DWP Kota Banjarmasin. Ini menjadi bentuk sinergi bagi perempuan – perempuan di Kota Banjarmasin agar terus berkarya dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, turut dihadirkan berbagai sosok perempuan inspiratif, mulai dari tokoh perempuan sukses seperti Sunarti (istri pemilik Amanah Group) hingga seniman senior yang sebelumnya dikenal sebagai penyanyi Japin.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan semangat dan motivasi bagi perempuan lainnya.

“Kita juga mengundang perempuan-perempuan hebat yang dapat menginspirasi, sehingga mampu memberikan semangat bagi perempuan di Kota Banjarmasin untuk terus maju dan berkembang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Neli menegaskan, bahwa semangat yang diusung tetap sejalan dengan motto R.A. Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang dimaknai sebagai perjalanan menuju perubahan yang lebih baik.

“Pesan yang kita sampaikan tentu sejalan dengan motto Ibu Kartini, dari kegelapan menuju terang, dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Artinya, perempuan harus terus menjalankan emansipasi agar dapat berdaya, berkarya, dan memberikan dampak bagi Kota Banjarmasin,” jelasnya.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan pegiat lingkungan, khususnya agen bank sampah yang telah lama berkontribusi dalam pengelolaan sampah. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi perempuan untuk turut berperan dalam menjaga lingkungan.

Selain itu, berbagai komunitas perempuan muda serta anak-anak PAUD juga dilibatkan sebagai bagian dari generasi penerus.

“Kita juga mengundang komunitas perempuan muda dan anak-anak PAUD, karena mereka merupakan generasi penerus kita di masa yang akan datang,” ucap Neli. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

520 ribu Wajib Pajak Sudah Aktivasi Coretax, DJP Kalselteng Dorong Pelaporan SPT Tahunan

Banjarmasin – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Selatan dan Tengah, terus mendorong peningkatan kepatuhan perpajakan melalui optimalisasi pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, dengan memanfaatkan sistem administrasi perpajakan terbaru, yaitu Coretax.

Berdasarkan data per 19 April 2026, tercatat sebanyak 476.238 wajib pajak di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah memiliki kewajiban untuk menyampaikan SPT Tahunan. Hingga saat ini, sebanyak 366.259 wajib pajak telah menyampaikan SPT Tahunan.

Sementara itu, jumlah wajib pajak yang telah melakukan aktivasi akun Coretax mencapai 520.501 wajib pajak. Data tersebut menunjukkan bahwa penyampaian SPT Tahunan masih perlu terus dioptimalkan, karena masih terdapat selisih antara wajib pajak yang telah memiliki akun Coretax tetapi belum menyampaikan SPT Tahunan.

Oleh karena itu, Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah mengimbau seluruh wajib pajak yang telah terdaftar agar segera memenuhi kewajiban pelaporan SPT Tahunan.

Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah, Moch. Luqman Hakim menyampaikan, bahwa Coretax merupakan bagian dari transformasi layanan perpajakan yang dirancang untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi bagi wajib pajak.

“Melalui Coretax, proses pelaporan SPT Tahunan dapat dilakukan secara lebih mudah, cepat, aman, dan transparan. Wajib pajak juga dapat mengakses layanan ini kapan saja dan dari mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor pajak,” ujar Luqman.

Ia menambahkan, bahwa pemanfaatan layanan digital diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk melaksanakan kewajiban perpajakan secara tepat waktu, sekaligus meningkatkan kualitas administrasi perpajakan secara keseluruhan.

Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah juga mengingatkan bahwa batas akhir relaksasi penyampaian SPT Tahunan bagi Wajib Pajak Orang Pribadi adalah 30 April 2026.

Sementara itu, batas waktu penyampaian SPT Tahunan bagi Wajib Pajak Badan juga jatuh pada 30 April 2026.

Oleh karenanya, wajib pajak diimbau untuk tidak menunda pelaporan, untuk menghindari potensi sanksi administrasi serta kendala teknis yang dapat terjadi menjelang batas akhir pelaporan.

“Kami mengajak seluruh wajib pajak untuk segera menyampaikan SPT Tahunan lebih awal. Pelaporan yang dilakukan sejak dini akan memberikan kenyamanan bagi wajib pajak dan membantu kelancaran proses administrasi perpajakan,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen untuk memberikan pelayanan, seluruh kantor pajak di lingkungan Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah siap memberikan asistensi kepada wajib pajak yang mengalami kendala dalam penggunaan Coretax maupun dalam proses pelaporan SPT Tahunan.

Layanan pendampingan tersebut dapat diperoleh melalui kunjungan langsung ke kantor pajak, saluran konsultasi resmi, maupun kanal layanan perpajakan yang telah disediakan. Petugas pajak siap memberikan penjelasan dan bantuan hingga proses pelaporan dapat diselesaikan dengan baik.

Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah berharap pemanfaatan Coretax yang semakin luas, disertai dukungan layanan yang optimal, dapat mendorong kelancaran penyampaian SPT Tahunan serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan perpajakan masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. (DJPKalselteng-RIW/EPS)

Hadiri Pembinaan dan Pemberian Proteksi Asuransi Bagi UMKM, Ini Harapan Wamen UMKM RI

Banjarmasin – Wakil Menteri UMKM RI Helvi Moraza, menghadiri Pembinaan dan Pemberian Proteksi Asuransi Kerusakan Tempat Usaha Bagi Pelaku UMKM di Kota Banjarmasin, yang digelar di Pasar Antasari, Selasa (21/4).

Kegiatan ini juga dihadiri Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, serta Dinas Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Machli Riyadi.

Ket foto : Wamen UMKM RI Helvi Moraza saat memberikan keterangan

Wamen Helvi menyampaikan apresiasi, atas dilaksanakannya kegiatan ini, dalam rangka menaikkan kelas UMKM, berdasarkan arahan Presiden RI, agar pemerintah memberikan dukungan terhadap peningkatan pelaku usaha UMKM di daerah masing masing.

“Berbahagia kita hari ini bersama Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, dalam menjalankan amanat dari Presiden RI,” ungkap Wamen Helvi.

Pemerintah Pusat, lanjutnya, menitikberatkan dua hal utama dalam pengembangan UMKM. Yakni pembukaan akses pasar dan fasilitasi permodalan.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Banjarmasin, yang telah berinisiatif mengakomodir perlindungan kepada pelaku UMKM, khususnya di kawasan Pasar Sentra Antasari.

“Alhamdulillah, Wali Kota Banjarmasin telah menginisiasi perlindungan bagi teman teman UMKM di Pasar Sentra Antasari, sehingga memberikan rasa tenang dalam menjalankan usaha,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia berharap berbagai fasilitas yang telah diberikan pemerintah daerah dapat menjadi motivasi bagi pelaku UMKM, untuk terus berkembang dan naik kelas.

Dalam arahannya, Wamen UMKM juga menekankan pentingnya pengelompokan atau klasterisasi UMKM di Banjarmasin.

Menurutnya, langkah ini akan mempermudah akses terhadap pembiayaan maupun pasar.

“Banjarmasin perlu mulai mengelompokkan UMKM ke dalam beberapa sektor. Dengan begitu, akan lebih mudah membuka akses permodalan dan pasar,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan UMKM akan diarahkan sebagai penunjang ekosistem industri nasional. Pemerintah pusat pun telah menyiapkan berbagai program strategis yang melibatkan UMKM, seperti program makan bergizi gratis, koperasi Merah Putih, sektor perikanan nelayan, hingga program perumahan.

“Semua program tersebut membutuhkan peran UMKM sebagai penyedia bahan pokok, baik makanan, material, maupun kebutuhan lainnya,” katanya.

Selain itu, Kementerian UMKM juga tengah mendorong peningkatan sektor produksi dalam pengembangan UMKM nasional.

“Saat ini kami terus mendorong sektor produksi, yang sudah mencapai 61 persen pada tahun 2025. Karena sektor ini mampu membuka lapangan pekerjaan yang sangat besar,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Banjarmasin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Rakyat Indonesia, atas inisiatif dan kontribusinya memberikan bantuan polis asuransi kepada pelaku UMKM di Kota Banjarmasin.

“Pemerintah Kota Banjarmasin menyambut baik dan memberikan apresiasi tukasnya tingginya atas bantuan polis asuransi ini. Ini adalah langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi serta keberlanjutan usaha UMKM di Banjarmasin,” ujar Yamin.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wakil Menteri UMKM RI, Helvi Yuni Moraza, yang telah hadir dan memberikan perhatian terhadap pembinaan serta pengembangan UMKM di Banjarmasin.

Lebih lanjut, Wali Kota berharap bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk perlindungan usaha, tetapi juga mampu mendorong semangat pelaku UMKM untuk terus berkembang.

“Kami berharap bantuan ini menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas usahanya,” tutup Yamin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Perkuat Rekomendasi LKPj 2025, Pansus I DPRD Kalsel Gali Data dari Mitra Kerja

Banjarmasin – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menggelar rapat bersama mitra kerja, untuk memperdalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung bertempat di Ruang Komisi I Lantai IV Gedung A Banjarmasin, Selasa (21/4).

Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Ilham Noor, (kiri)

Rapat dipimpin Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Ilham Noor, bersama tiga mitra kerja yang hadir yakni Biro Administrasi Pimpinan, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah, serta Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalsel.

Ilham mengatakan, rapat difokuskan untuk menggali target, capaian, kendala, serta langkah strategis yang telah dan akan dilakukan pemerintah daerah. Dari pembahasan ini pihaknya menggali target, capaian, kendala, serta langkah strategis dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah.

“Rapat ini untuk memperkuat sinergi legislatif dan eksekutif, meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat, menyoroti tindak lanjut rekomendasi LKPj Tahun Anggaran 2024.

Suasana Rapat Pansus I DPRD Kalsel

Menurutnya, penting mengetahui sejauh mana rekomendasi legislatif ditindaklanjuti eksekutif.

Melalui pendalaman yang komprehensif dan terukur, rekomendasi yang dihasilkan nantinya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kinerja pemerintah daerah serta pelayanan kepada masyarakat di Banua

“Dengan mengetahui tindak lanjut dari LKPj 2024, kita melihat sejauh mana mereka merealisasikan dari apa-apa yang kita rekomendasikan tahun lalu. Apa yang dilaksanakan, dan apa yang belum dilaksanakan,” tutup Rais. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Ribuan Goweser Semarakkan Gowes Hari Kartini di Banjarmasin

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel, menggelar Gowes Sepeda Hari Kartini di Kota Banjarmasin, diikuti sebanyak 1.500 goweser dari berbagai komunitas yang memadati kawasan GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, Minggu (19/4).

Gowes dilepas Sekretaris Dispora Kalsel, Deny Saputra, yang mewakili Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz, didampingi Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel, Muhammad Anugrah.

Ket foto : Sekretaris Dispora Kalsel Denny Saputra

Dalam sambutannya, Deny Saputra mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut, Gowes Starling menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar komunitas sepeda sekaligus sarana rekreasi olahraga di akhir pekan.

“Alhamdulillah kegiatan gowes dalam rangka Hari Kartini ini diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai komunitas, tidak hanya dari Banjarmasin tetapi juga dari luar kota. Harapannya kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi antar goweser serta membudayakan olahraga di masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan bersepeda santai seperti ini juga menjadi alternatif rekreasi sehat bagi masyarakat, dengan mengelilingi kawasan Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga, Muhammad Anugrah mengungkapkan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda gowes pertama Dispora Kalsel di tahun 2026. Di luar dugaan, jumlah peserta yang mendaftar jauh melampaui target awal.

“Kami awalnya hanya menargetkan sekitar 300 hingga 400 peserta, namun yang mendaftar mencapai kurang lebih 1.500 orang. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat luar biasa terhadap kegiatan olahraga,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi pentingnya pola hidup sehat bagi masyarakat, khususnya di Kota Banjarmasin.

Untuk rute, para peserta menempuh jarak kurang lebih 23 kilometer yang mengelilingi kawasan Kota Banjarmasin. Rute tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua jam.

Kegiatan Gowes Starling juga turut dihadiri istri Wali Kota Banjarmasin yang ikut berbaur bersama masyarakat. Kehadirannya semakin menambah semarak kegiatan.

Lebih lanjut, Anugrah menilai tingginya partisipasi peserta dari berbagai kalangan, mulai dari komunitas sepeda ontel, MTB hingga road bike, menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga.

“Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat, dari usia muda hingga dewasa, untuk berolahraga sudah sangat baik. Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus kami dorong agar semakin banyak masyarakat yang hidup sehat dan aktif,” tutup Anugrah. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EPS)

Atlet Gulat Pelajar, Wakili Kalsel di Kejurnas Jakarta

Banjarmasin – Pengurus Provinsi Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Provinsi Kalimantan Selatan, akan memberangkatkan atlet gulat pelajar, untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Gulat Tingkat Pelajar Tahun 2026 di DKI Jakarta, pada 28 sampai 30 April 2026.

Sekretaris Umum Pengprov PGSI Kalsel, Rijal Hamid mengatakan, pada kejurnas gulat tingkat pelajar ini, Kalsel mengirim 5 orang atlet pelajar terbaik.

Ket foto : Sekretaris Umum Pengprov PGSI Kalsel Rijal Hamid

“Pada kejuaraan ini, atlet gulat pelajar Kalsel akan bertanding pada gaya bebas,” ujarnya.

Kejuaraan Gulat Tingkat Pelajar di Jakarta akan dilaksanakan di GOR Pusat Pelatihan Pelajar di Jakarta Selatan.

Diharapkan, mereka mampu membanggakan Kalsel, dan meraih medali pada kejurnas gulat tingkat pelajar tahun 2026 di DKI Jakarta.

“Kami berharap atlet gulat pelajar Kalsel ini mampu mendapatkan medali, sehingga kedepannya para atlet muda ini mampu mendampingi atlet senior mereka yang kini sudah menjadi atlet elit,” ucap Rijal.

Sementara itu, Pelatih Gulat Kalsel, Zulkhaidir menambahkan, atlet pelajar gulat yang akan dikirim ke Kejurnas, saat ini menjalani latihan persiapan jelang pertandingan.

Ket foto : Pelatih Gulat Kalsel Zulkhaidir

“Mereka akan mengikuti nomor lomba Kelompok Umur 13 serta Kelompok Umur 15 Tahun,” ujarnya.

Dengan keikutsertaan atlet pelajar gulat Kalsel ke ajang kejurnas ini, akan menambah pengalaman para atlet usia muda, serta memperkuat mental tanding.

“Keikutsertaan mereka ini diharapkan dapat menambah jam terbang, serta mengasah mental tanding atlet akan semakin baik kedepannya,” ucap Zulkhaidir. (SRI/RIW/EPS)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan, Perkuat Keamanan Pangan Melalui Sosialisasi Cemaran dan Penyakit Bawaan Pangan

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin menyelenggarakan kegiatan sosialisasi, terkait cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung penerapan standar kesehatan lingkungan dan keamanan pangan, di kawasan pelabuhan.

Sosialisasi ini menghadirkan Elfia N. Normayanti, selaku Ketua Tim Kerja III – Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banjarmasin, sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini juga dihadiri para penjamah makanan, pengelola kantin, serta pihak terkait di lingkungan pelabuhan.

Acara dibuka secara resmi Yoga Arya Kuswanto, selaku Junior Manager HSSE yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pengelolaan higiene dan sanitasi pangan, sebagai bagian dari upaya pencegahan risiko kesehatan di area pelabuhan.

“Kegiatan ini menjadi langkah konkret kami dalam memastikan seluruh aktivitas penyediaan pangan di lingkungan pelabuhan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan. Kami berharap seluruh penjamah makanan dapat menerapkan prinsip higiene dan sanitasi secara konsisten guna mencegah risiko penyakit bawaan pangan,” ujar Yoga Arya Kuswanto.

Dalam pemaparannya, Elfia N. Normayanti menjelaskan, bahwa cemaran pangan terdiri dari beberapa jenis, yaitu cemaran fisik, cemaran biologi, cemaran kimia, serta alergen.

“Penjamah pangan memiliki peran yang sangat penting dalam mencegah terjadinya penyakit bawaan pangan. Dengan memahami jenis cemaran serta cara pencegahannya, diharapkan setiap individu yang terlibat dalam pengolahan pangan dapat menjaga keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat,” jelas Elfia N. Normayanti.

Dijelaskan, bahwa cemaran fisik merupakan benda asing yang tidak seharusnya terdapat dalam makanan, seperti rambut, logam, atau benda kecil lainnya, yang dapat menyebabkan cedera atau gangguan kesehatan bagi konsumen.

Cemaran biologi menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit bawaan pangan, yang berasal dari bakteri, virus, parasit, maupun mikroorganisme lainnya.

Selain cemaran fisik dan biologi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai cemaran kimia yang dapat berasal dari bahan alami maupun bahan kimia berbahaya, seperti formalin, boraks, dan logam berat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat meningkatkan pemahaman serta menerapkan praktik higiene dan sanitasi pangan yang baik dalam aktivitas sehari-hari. (Pelindo-RIW/EPS)

Exit mobile version