Terima Audiensi PINSAR, DPRD Siap Cari Solusi Gejolak Iklim Perunggasan

Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan merespons berbagai keluhan yang disampaikan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR) Kalimantan Selatan terkait kondisi sektor perunggasan yang tengah menghadapi berbagai tantangan.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi yang diterima Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, didampingi Sekretaris Komisi II, Jahrian, di Gedung DPRD Kalsel, Rabu (5/8).

Ketua DPRD Kalsel Supian HK

Audiensi digelar sebagai tindak lanjut surat permohonan yang diajukan PINSAR Kalsel. Dalam pertemuan tersebut, para peternak menyampaikan berbagai persoalan yang sedang dihadapi, mulai dari harga ayam hidup dan telur yang dinilai belum memberikan keuntungan bagi peternak hingga dampak pemadaman listrik bergilir yang mengganggu operasional usaha peternakan.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menegaskan, pihaknya menyambut baik aspirasi yang disampaikan para pelaku usaha perunggasan. Menurutnya, sektor perunggasan memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan protein hewani bagi masyarakat sekaligus menopang perekonomian ribuan peternak dan pelaku UMKM di Kalimantan Selatan.

“Atas nama DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kami menerima dengan baik aspirasi dari PINSAR Kalsel. Dunia perunggasan ini sangat penting karena menyangkut kebutuhan pangan masyarakat sekaligus keberlangsungan usaha para peternak di Banua,” katanya.

Sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi, DPRD Kalsel berkomitmen segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan menghadirkan seluruh pemangku kepentingan.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah mencari solusi komprehensif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi sektor perunggasan.

RDP nantinya akan melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Perdagangan, Balai Karantina, Bulog, asosiasi peternak, serta instansi terkait lainnya agar penanganan permasalahan dapat dilakukan secara terpadu.

Foto bersama sumber humas DPRD Kalsel

“Kami tidak ingin persoalan ini berlarut – larut. Dalam waktu dekat DPRD akan menggelar RDP dengan menghadirkan seluruh stakeholder untuk mencari solusi konkret agar harga kembali stabil dan aktivitas peternakan tidak terus terganggu,” tegas Supian HK.

Menurutnya, terdapat dua fokus utama yang akan menjadi pembahasan dalam RDP tersebut. Pertama, upaya stabilisasi harga ayam dan telur agar mampu memberikan keuntungan yang wajar bagi peternak tanpa memberatkan masyarakat sebagai konsumen.

Kedua, memperkuat koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh stakeholder agar setiap persoalan di sektor perunggasan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

DPRD Kalsel juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan tersebut melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Stabilitas sektor perunggasan dinilai memiliki pengaruh besar terhadap ketahanan pangan daerah serta daya beli masyarakat.

“Jika sektor perunggasan terganggu, dampaknya akan meluas terhadap harga pangan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, diperlukan sinergi semua pihak untuk menghasilkan solusi yang berpihak kepada peternak sekaligus menjaga kepentingan masyarakat,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Anggota UP2K Banjarmasin Diajak Melek Digital

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus bergerak mendorong penguatan ekonomi berbasis keluarga. Langkah ini kembali difasilitasi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota UP2K PKK, yang digelar selama dua hari di Aula Rumah Kemasan.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan kader UP2K PKK dari 5 kecamatan dan 52 kelurahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar usai membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya kehati-hatian, efektivitas serta kualitas olahan produk yang dihasilkan ibu-ibu kader PKK agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Tidak sekadar teori, menurut Tezar, pelatihan kali ini dirancang lebih interaktif dengan menggaet narasumber dari berbagai sektor strategis di antaranya perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banjarmasin, Wetland Square, serta Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin.

Sekdako Banjarmasin Ichrom Muftezar didampingi Kadisperdagin Ignasius Rizki Perdana

“Kader UP2K PKK adalah ujung tombak ekonomi berbasis rumah tangga. Makanya pelatihan ini tidak hanya soal memenuhi kewajiban administrasi kesiapan lomba UP2K, tetapi juga untuk memperkuat branding produk dan daya tarik promosi mereka,” tekan Ichrom, Selasa (4/8).

Dijelaskannya lagi, konsep pemasaran suatu produk saat ini tidak lagi bergantung dari apa yang ditawarkan, melainkan bagaimana para produsen dapat jemput bola dan mengeksplor apa yang menjadi kebutuhan pasar.

“Produk bukan lagi soal apa yang kita inginkan tapi apa yang dibutuhkan pasar. Ini harus jadi perhatian kita bersama,” bebernya dihadapan seluruh kader UP2K.

Dirinya juga berharap, anggota UP2K se – Kota Banjarmasin dapat belajar dan menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat dari pelatihan ini.

“Artinya bukan sekedar ikut pelatihan. Tetapi setelah dari sini ada pemahaman dan hasil yang dapat langsung diaplikasikan untuk menunjang kesejahteraan dan pendapatan keluarga serta kelompok kerja (Pokja) anggota,” tutupnya.

Senada, Kepala Disperdagin Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana menyebut, tujuan dari program peningkatan kapasitas anggota UP2K ini, di samping untuk memberi pemahaman mendalam soal tertib administrasi, juga untuk membuka akses pasar lebih luas bagi produk unggulan UP2K.

“Pemasaran masa kini sudah berubah polanya dari yang konvensional menjadi digital, makanya kita mendorong mereka untuk dapat mengasah keterampilan dengan materi-materi fresh seperti pemanfaatan Artificial Intelligence (Ai), kemudian kemampuan praktik foto produk hingga konten video promosi menggunakan gawai,” tukasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)

Kembali Digelar Tahun 2026, Job Fair Kalsel Tawarkan 2.000 Lowongan Kerja

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melaksanakan Job Fair 2026, di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin, 4 – 6 Agustus 2026.

Pameran ketenagakerjaan ini dibuka Gubernur Muhidin, diwakili Sekda Provinsi Muhammad Syarifuddin, pada Selasa (4/8).

“Job fair adalah bentuk kesungguhan pemerintah provinsi, dunia usaha dan dunia pendidikan, untuk bergerak dalam satu arah yang sama, yaitu memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” ungkap Sekda Syarifuddin kepada wartawan.

Job Fair, lanjutnya, juga merupakan potensi untuk mempertemukan para pencari kerja dengan kebutuhan dunia kerja.

Pemerintah provinsi berharap, pencari kerja dapat memanfaatkan Job Fair Tahun 2026 yang menawarkan ribuan lowongan. Baik tawaran kerja dalam negeri maupun luar negeri, serta bagi disabilitas.

Selain itu, Syarifuddin berpesan agar pencari kerja memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Para tenaga kerja hendaknya mempersiapkan diri dengan baik, tunjukkan kemampuan dan kepercayaan diri serta terus tingkatkan kompetensi. Jangan pernah berhenti belajar, karena kesempatan akan lebih mudah datang kepada mereka yang siap,” ujarnya.

Kepada perusahaan yang berpartisipasi, Syarifuddin menyampaikan penghargaan atas komitmennya membuka peluang kerja bagi masyarakat Kalsel.

Mengingat, kemitraan yang erat antara pemerintah dan dunia usaha merupakan kunci menciptakan iklim ketenagakerjaan yang sehat dan produktif.

“Saya berharap kegiatan job fair ini tidak hanya menghasilkan penempatan tenaga kerja, tetapi juga menjadi ruang membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan lembaga pelantikan dalam menyiapkan tenaga kerja yang unggul dan berdaya saing dengan sumber daya manusia yang ada,” ujar Syarifuddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti mengatakan, job fair tahun ini menyediakan 2 ribu lebih lowongan kerja, terdiri dari kesempatan kerja penempatan dalam negeri, kesempatan kerja untuk disabilitas, serta penempatan kerja ke luar negeri.

“Selama Job Fair berlangsung pada 4 sampai 6 Agustus 2026, saya berharap para pencari kerja dapat memanfaatkan peluang lowongan yang tersedia,” ucapnya.

Job Fair tahun ini, lanjutnya, meningkat dibanding tahun sebelumnya, baik dari sisi jumlah lowongan kerja dan perusahaan yang menawarkan posisi bagi pencari kerja. (SRI/RIW/APR)

Lantik 7 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Pesan Wali Kota Yamin

Banjarmasin – Suasana khidmat menyelimuti Aula Kayu Baimbai Balaikota Banjarmasin, Senin (3/8), seiring digelarnya pelantikan sejumlah pimpinan SKPD, yang sempat kosong. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, secara resmi melantik dan mengambil sumpah janji jabatan sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tersebut.

Dalam prosesi pelantikan kali ini, tujuh pejabat Eselon II resmi menduduki posisi strategis. Di mulai dari Ashadi Himawan yang mengemban amanah baru sebagai Sekretaris DPRD Kota Banjarmasin.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Kemudian ada Yanuar Diansyah, sebelumnya menjabat Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes, kini menduduki jabatan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin Febpry Ghara Utama dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik.

Lalu Sekretaris Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Ignasius Rizki Perdana isi posisi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Sekretaris Satpol PP, Hendra naik sebagai Kasatpol PP Kota Banjarmasin. Eka Rahayu Normasari yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Organisasi kini mengisi jabatan Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin, serta Jefrie Fransyah, sebelumnya Kepala Bagian Hukum Setdako, kini definitif sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin.

Dalam arahannya, Wali Kota Yamin menegaskan, bahwa pelantikan ini bukan sekadar untuk mengisi kekosongan kursi kepala dinas, namun menjadi langkah nyata untuk mengawal jalannya efektivitas program pembangunan dan memastikan setiap langkah birokrasi dan pelayanan publik dapat berjalan stabil.

Selain itu, dirinya juga memberi catatan khusus terhadap seluruh pejabat yang baru dilantik agar dapat berkoordinasi dengan baik serta mampu menjawab setiap tantangan yang tengah di hadapi kota.

“Saya minta seluruh pejabat yang baru dilantik agar bisa langsung beradaptasi dengan instansi yang dipimpin. Kita ingin mereka tidak hanya bekerja di balik meja tapi terjun langsung ke lapangan memastikan apa yang dirasakan dan menjadi keresahan masyarakat itu benar – benar digali,” tekannya.

Ia juga mengimbau seluruh Kepala SKPD di lingkungan pemerintah Kota Banjarmasin agar dapat menyatukan persepsi dalam setiap target capaian program maupun terhadap persoalan daerah yang beredar luas di masyarakat.

“Kita ingin tiap SKPD harus saling merangkul, berkoordinasi dan berkolaborasi menggali apa yang menjadi permasalahan di Banjarmasin. Di bawah komando Pak Sekda agar ini semua dapat diawasi dengan sebaik-baiknya, apa yang mereka kerjakan itu berdampak bagi kesejahteraan masyarakat dan kota Banjarmasin,” lugasnya.

Prosesi pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari Wali Kota Banjarmasin, Sekretaris Daerah, serta jajaran pejabat lingkup Pemko Banjarmasin.

Dengan dilantiknya para pejabat pimpinan tinggi pratama ini, Pemko optimis tata kelola pemerintahan akan berjalan semakin responsif, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Dorong Peningkatan IPP, Dispora Kalsel Gelar FGD Penyusunan RAD Pelayanan Kepemudaan

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Laporan Rencana Aksi Daerah (RAD), Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, di Banjarmasin, Senin (3/8).

Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz melalui Kabid Pemberdayaan Pemuda, Budiono menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ket foto : Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Budiono

“Dimana saat ini, penyusunan RAD Kepemudaan sudah memasuki tahap kedua,” ungkap Budiono.

Sedangkan, penyusunan tahap pertama sudah dilaksanakan pada tahun 2023,hingga Maret 2026 lalu.

“Saat ini untuk kelanjutan penyusunan tahap kedua,” ucap Budiono lebih lanjut.

Dalam penyusunan RAD tersebut, terdapat berbagai upaya peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda Kalimantan Selatan.

“Dalan penyusunan IPP, terdapat 5 domain dan 16 indikator, yang ditargetkan mengalami peningkatan,” ujar Budiono.

Selain itu, terdapat juga beragam kegiatan dalam upaya peningkatan IPP di Kalsel.

“Terdapat 8 daerah di kabupaten kota telah melaksanakan RAD tersebut,” jelas Budiono.

Sedangkan, 6 daerah lainnya masih belum melaksanakan RAD.

Tujuan dari penyusunan RAD ini, adalah sebagai pedoman peningkatan pelayanan kepemudaan di Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.

“Harapannya ketika RAD ini disusun, tentunya pihak SKPD terkait, memiliki agenda dalam memberikan pelayanan kepemudaan,” tutur Budiono.

Dalam kesempatan tersebut, Budiono juga mengungkapkan, IPP Provinsi Kalimantan Selatan berada di peringkat 25 nasional.

“Posisi IPP Kalimantan Selatan saat ini masih berada di tengah atau sedang, karena itu Dispora perlu melakukan peningkatan,” ucapnya.

Diantaranya dengan mewujudkan pemuda yang aktif dibeberapa organisasi, aktif dalam kegiatan sosial masyarakat, serta kewirausahaan pemuda.

“Peranan tersebut diharapkan dapat menjadi tolak ukur Dispora meningkatkan IPP Kalsel,” ucap Budiono. (SRI/RIW/EPS)

Nanang Galuh Cilik 2026, Tonggak Lahirnya Generasi Penjaga Warisan Budaya Banua

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah dengan melibatkan generasi muda sejak usia dini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pemilihan Nanang Galuh (Naga) Cilik Kalimantan Selatan Tahun 2026, yang babak finalnya digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Minggu (2/8).

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, mengapresiasi seluruh finalis yang telah menunjukkan semangat melestarikan budaya sejak usia dini.

Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Juri Kehormatan, Afrizaldi, saat diwancara

Ajang tahunan ini tidak hanya menjadi kompetisi untuk memilih duta budaya cilik, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter, pembentukan rasa percaya diri, serta penanaman kecintaan terhadap adat, bahasa, seni, dan tradisi Banua kepada anak-anak.

“Seluruh peserta merupakan anak-anak terbaik yang telah melewati proses pembinaan dan seleksi di daerah masing – masing. Karena itu, mereka layak menjadi contoh bagi generasi muda lainnya dalam menjaga identitas budaya Banua,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Disdikbud Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwarto. Menurutnya tujuan utama penyelenggaraan Nanang Galuh Cilik bukan sekadar mencari pemenang, tetapi
merupakan bagian dari strategi pembinaan karakter generasi muda melalui pengenalan budaya lokal sejak usia dini.

Saat ini, Kalimantan Selatan memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari bahasa daerah, adat istiadat, kesenian, pakaian adat, permainan tradisional, kuliner khas hingga berbagai warisan budaya yang harus terus dijaga keberlangsungannya.

“Budaya tidak akan tetap hidup jika hanya dikenang atau disimpan, tetapi harus dipraktikkan, dikenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Kepala Bidang Kebudayaan, Disdikbud Kalsel, Eddy Suwarto

Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan sekaligus Juri Kehormatan, Afrizaldi menilai, Pemilihan Nanang Galuh Cilik menjadi investasi penting menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Banua.

Menurutnya, anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini merupakan aset daerah yang kelak dapat menjadi duta budaya di berbagai kesempatan, baik di tingkat regional maupun nasional.

“Kami berharap kegiatan ini terus dilaksanakan berkesinambungan agar semakin banyak anak – anak Kalimantan Selatan yang mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri,” tutupnya.

Adapun sebanyak 40 finalis dari 11 kabupaten dan kota tampil pada babak grand final setelah melalui proses seleksi di daerah masing – masing.

Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik melalui penampilan seni budaya, wawasan tentang Kalimantan Selatan, kemampuan berbahasa Banjar, hingga etika dan kepribadian.

Dari hasil penilaian dewan juri, Afrizaldi, Sri Herminan, Feri Yansah, Cahaya Kencana, Yudianor, Desty Nisariyani dan Ismail Iskandar, terpilih Muhammad Fatih Anwari dari Kabupaten Banjar sebagai Nanang Cilik Kalimantan Selatan 2026. Sedangkan Galuh Cilik Kalimantan Selatan 2026 diraih Misha Adeeva Azzahra dari Kabupaten Tabalong. (NHF/RIW/EPS)

RSGM Gusti Hasan Aman Dorong Transformasi Layanan Kedokteran Gigi Lewat Teknologi Laser

Banjarmasin – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman memperkuat perannya sebagai pusat pelayanan sekaligus pengembangan ilmu kedokteran gigi di Kalimantan Selatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar dan Hands On Laser Safety Protocol with Clinical Case yang digelar di Aula Lantai 5 Gedung Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman, Minggu (2/8).

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-13 RSGM Gusti Hasan Aman, sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan ini, diikuti dokter gigi, perwakilan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), klinik, puskesmas, hingga Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Mashuda, dalam sambutannya mengatakan, seminar tersebut merupakan seminar kedokteran gigi berskala nasional pertama yang diselenggarakan di RSGM Gusti Hasan Aman dengan mengangkat tema teknologi laser dalam praktik kedokteran gigi.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi tonggak penting bagi rumah sakit dalam memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan transformasi teknologi kedokteran gigi di daerah.

“Ini bukan sekadar kegiatan ilmiah, tetapi menjadi bukti kesiapan RSGM Gusti Hasan Aman untuk terus berkembang sebagai pusat pendidikan, penelitian, serta pengembangan teknologi kedokteran gigi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Mashuda menjelaskan, perkembangan teknologi kesehatan yang semakin pesat menuntut tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kompetensi.

Melalui seminar yang dipadukan dengan praktik langsung tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi ilmiah, tetapi juga pengalaman mengoperasikan teknologi laser sesuai standar keselamatan pasien.

“Teknologi laser kini telah menjadi bagian penting dalam berbagai layanan di RSGM Gusti Hasan Aman, mulai dari bedah mulut, tindakan gingivektomi, konservasi gigi, hingga sejumlah prosedur kedokteran gigi lainnya,” ungkapnya.

Foto bersama

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan RSGM Gusti Hasan Aman, drg. Suparni Puji Lestari menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi kepada seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama yang selama ini menjadi mitra rumah sakit.

Ia mengatakan peserta berasal dari 28 puskesmas di Kota Banjarmasin, klinik pemerintah maupun swasta, serta PDGI dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, seminar ini juga menjadi langkah strategis mempersiapkan RSGM Gusti Hasan Aman menuju lembaga pendidikan dan pelatihan rumah sakit terakreditasi melalui kerja sama dengan PT Integra dan Perdokgi Kalimantan Timur.

“Kami berharap para peserta dapat meneruskan informasi kepada masyarakat bahwa penggunaan teknologi laser dalam kedokteran gigi aman, nyaman, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi,” pungkasnya.

Seminar menghadirkan narasumber Anggota DPR RI, Endang Agustina yang menekankan pentingnya penerapan keselamatan kerja dalam penggunaan teknologi laser, dan drg. Norman Tri Kusumo, yang membahas teori dasar laser, pertimbangan penggunaan berdasarkan bukti ilmiah dalam perawatan kedokteran gigi. (NHF/RIW/EPS)

Supian HK: Gubernur Cup Jadi Ajang Cetak Talenta Sepak Bola Banua dan Perkuat Sinergi Daerah

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama jajaran TNI kembali menunjukkan komitmennya mendorong pembinaan olahraga melalui penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Road to Pangdam XXII/Tambun Bungai Cup Tahun 2026.

Kegiatan yang resmi dibuka di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kamis (30/7) sore itu, mendapat dukungan penuh dari Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK.

Menurut Supian HK, turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah strategis membina generasi muda, memperkuat kebersamaan, serta mempererat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengapresiasi kolaborasi Kodim 1007/Banjarmasin, Korem 101/Antasari, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan turnamen.

Pembukaan Turnamen Sepak Bola Gubernur Cup Road to Pangdam XXII/Tambun Bungai Cup Tahun 2026

“Sinergi lintas sektor seperti ini menjadi modal penting dalam menciptakan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat,” katanya.

Supian HK menegaskan, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh berbagai kegiatan yang mampu menumbuhkan prestasi olahraga sekaligus membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama.

Menurutnya, kejuaraan ini juga menjadi kesempatan bagi para atlet muda Banua menunjukkan kemampuan terbaiknya sehingga dapat terjaring menjadi pemain berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Selain aspek pembinaan atlet, penyelenggaraan turnamen juga diyakini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Foto bersama sumber humas DPRD Kalsel

Kehadiran peserta, ofisial, maupun penonton diperkirakan mampu menggerakkan aktivitas pelaku usaha kecil di lingkungan Stadion 17 Mei, mulai dari pedagang kuliner hingga pelaku usaha jasa.

“DPRD Kalsel mendukung penuh kegiatan yang membangun kebersamaan, menumbuhkan prestasi, dan menjauhkan generasi muda dari hal-hal negatif. Semoga turnamen ini melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Selatan di tingkat nasional,” ungkap Supian HK.

Melalui momentum Turnamen Gubernur Cup Road to Pangdam XXII/Tambun Bungai Cup Tahun 2026, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, organisasi olahraga, dan masyarakat terus terjalin dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Dengan pembinaan yang konsisten, Kalimantan Selatan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta sepak bola yang membanggakan Banua di berbagai ajang kompetisi,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Wujudkan Pemuda Peduli Lingkungan, Dispora Kalsel Gelar Youth Meratus Geopark

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Youth Meratus Geopark Tahun 2026, di Banjarmasin, Kamis (30/7). Kegiatan dibuka Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz diwakili Kabid Pemberdayaan Pemuda Budiono.

Budiono menyampaikan, kegiatan ini merupakan langkah strategis membangun kapasitas generasi muda sebagai agen perubahan, yang memiliki kepemimpinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan berkolaborasi dalam pembangunan berkelanjutan.

“Sebagaimana diketahui Geopark Meratus bukan hanya sekadar kawasan yang memiliki kekayaan geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya yang luar biasa, tetapi juga identitas dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan,” jelas Budiono.

Karena itu, lanjutnya, status Geopark Meratus harus terus dijaga melalui keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, yang merupakan pewaris serta penggerak pembangunan di masa depan.

“Kegiatan ini diikuti 60 peserta perwakilan pemuda 13 kabupaten kota,” ujar Budiono.

Dispora Kalsel berharap, melalui kegiatan ini peserta tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan mengenai Geopark Meratus, tetapi juga dapat mengembangkan karakter kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerjasama tim, serta semangat inovasi merancang aksi nyata pelestarian lingkungan.

Pada kegiatan ini, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang dimulai dengan pelatihan kepemimpinan, diskusi pengenalan Geopark Meratus, eksplorasi lapangan, hingga penyusunan rencana aksi kolaborasi.

“Sehingga kami berharap, dapat melahirkan pemuda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian alam dan pembangunan daerah,” ucap Budiono.

Dengan itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen mendorong lahirnya pemuda yang berdaya saing, berkarakter, adaptif, terhadap perubahan serta mampu memberikan kontribusi nyata, bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa pembangunan daerah tidak akan berhasil, tanpa keterlibatan aktif generasi muda,” ujarnya lagi.

Oleh karena itu, Dispora berpesan agar para peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini, membangun jejaring, bertukar pengalaman, berdiskusi secara terbuka, serta dapat menjadikan setiap materi serta pengalaman selama pelatihan, sebagai bekal untuk menghadirkan berbagai inovasi di daerah masing masing.

“Saya berharap setelah kegiatan ini berakhir akan lahir, komunitas komunitas pemuda yang secara konsisten, mengampanyekan pelestarian Geopark Meratus, mengembangkan potensi wisata berbasis masyarakat, serta menginisiasi berbagai aksi lingkungan yang berkelanjutan,” ucap Budiono. (SRI/RIW/APR)

Buka Pertandingan Sepakbola Gubernur Cup Road To Pangdam Cup, Ini Harapan Gubernur Muhidin

Banjarmasin – Pertandingan sepakbola Gubernur Cup Road To Pangdam Cup resmi digelar, setelah dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, bersama Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI, Zainul Arifin, di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Kamis (30/7) sore.

Gubernur Muhidin menyampaikan, pertandingan sepakbola ini digelar untuk memeringati HUT Kodam XXII/Tambun Bungai yang pertama.

Gubernur Kalsel Muhidin saat menyampaikan dukungan

“Pada HUT Kodam Tambun Bungai ke 1 ini digelar pertandingan sepakbola ini,” ujar Muhidin.

Pertandingan digelar, lanjutnya, untuk mempererat kerjasama antara Pemprov Kalsel dengan Kodam XXII/Tambun Bungai.

“Dengan adanya pertandingan ini akan semakin mempererat silaturrahmi antara Kalsel dengan Kalteng,” ucap Gubernur Muhidin.

Pihaknya berharap hubungan tersebut akan terus berlanjut, meski nantinya Kodam baru ada di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kegiatan pertandingan sepakbola ini akan terus berlanjut,” ujar Muhidin lagi.

Gubernur Kalsel juga menyampaikan terimakasih kepada Kodam XXII/Tambun Bungai, yang telah melaksanakan kegiatan ini.

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan, pertandingan diikuti perwakilan kabupaten kota dari 2 provinsi, yang ada di bawah kewenangan Kodam/XXII Tambun Bungai. Yakni Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

“Pertandingan ini selain mempererat silaturrahmi, juga untuk mencari bibit-bibit atlet muda sepakbola dari Kalsel dan Kalteng, yang nantinya dapat membawa nama harum kedua provinsi di kancah nasional maupun internasional,” ucapnya. (SRI/RIW/APR)

Exit mobile version