Pemuda Kalsel, Raih 3 Medali Pekan Kreativesia Tingkat Nasional

Banjarmasin – Kontingen Pemuda Provinsi Kalimantan Selatan, berhasil meraih tiga medali, pada Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (Kreativesia) Tahun 2025 di Palembang.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi menyampaikan,
rasa syukurnya atas keberhasilan tersebut.

“Kami bangga dengan perolehan prestasi pemuda berprestasi Kalsel, pada ajang Pekan Kreativesia 2025 di Palembang,” ungkap Rokhyatin, kepada sejumlah wartawan, pada Senin (20/10).

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi

Dikatakannya, pada Pekan Kretivesia Tahun 2025 di Palembang ini, Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti sebelas cabang lomba yang dipertandingkan.

“Kontingen Kalsel mengikuti seluruh cabang yang dilombakan, dengan mengirim 8 pemuda yang berhasil menjadi juara 1 pada Pekan Kreativesia Tingkat Provinsi,” jelasnya.

Dari sebelas cabang ini, lanjut Rokhyatin, Kalsel berhasil meraih medali pada tiga cabang lomba. Yaitu medali emas berhasil diraih Aminullah pada lomba fashion, medali perak Muhammad Abi pada lomba hardware, serta meraih medali perunggu Siti Umaroh pada lomba kuliner.

“Keberhasilan ini mengulang raihan yang sama pada tahun sebelumnya,” ucapnya.

Rokhyatin berharap, keberhasilan ini dapat memacu semangat para generasi muda di Provinsi Kalimantan Selatan. untuk meningkatkan prestasinya di kancah daerah, nasional, bahkan internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Rokhyatin mengatakan, belum dapat memastikan reward apa yang akan diberikan pemerintah, kepada pemuda berprestasi, yang telah membawa nama harum, Provinsi Kalimantan Selatan dikancah nasional tersebut.

“Namun, kami masih memiliki kegiatan peningkatan wawasan pemuda kreatif, yang akan dilaksanakan di Jawa Timur,” ungkapnya lagi.

Sehingga, lanjut Rokhyatin, para pemenang Pekan Kreativesia Tahun 2025 asal Provinsi Kalimantan Selatan, akan mengikuti kegiatan Peningkatan Wawasan Pemuda Kreatif tersebut.

“Keikutsertaan pada Peningkatan Wawasan Pemuda Kreatif ini, sebagai salah satu bentuk apresiasi dari Pemprov Kalsel melalui Dispora,” tutur Rokhyatin.

Para pemenang, tambahnya, akan dikumpulkan dengan pemenang lomba pemuda lainnya, untuk mengikuti peningkatan wawasan tersebut.

“Kami berharap, dengan adanya peningkatan wawasan ini, dapat meningkatkan kualitas pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan,” ucap Rokhyatin. (SRI/RIW/APR)

Perkuat Program Kerja, Sekretariat DPRD Banjarmasin Studi Komparasi ke Sekretariat DPRD Malang

MALANG – Dalam rangka meningkatkan kinerja institusi, Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin melaksanakan studi komparasi ke Sekretariat DPRD Kota Malang, Jumat (10/10).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat program kerja dewan, agar dapat menghasilkan produk kerja lebih berkualitas di bidang kesekretariatan, dan pelayanan umum.

Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin, Ashadi Himawan menjelaskan, studi komparasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Sekretariat DPRD dalam memberikan dukungan fasilitasi yang optimal, terhadap seluruh kegiatan dan program kerja DPRD Kota Banjarmasin.

Kabag Umum Sekretariat DPRD Banjarmasin, Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Kota Malang (ki-ka)

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menggali praktik terbaik dalam pengelolaan administrasi dan pelayanan kesekretariatan di DPRD Kota Malang. Diharapkan hasilnya dapat diterapkan di lingkungan Sekretariat DPRD Banjarmasin demi peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan,” ujar Ashadi.

Sementara itu, Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Kota Malang, Adi Andrianto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.

Ia menilai studi komparasi ini merupakan langkah positif untuk memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan media.

“Kerja sama yang baik antara sekretariat dewan dan rekan-rekan media sangat penting dalam menyampaikan aspirasi, serta kinerja wakil rakyat kepada masyarakat secara cepat, benar, dan terpercaya,” ungkapnya.

Ketua Forum Wartawan Dewan Kota, Bambang Santoso menambahkan,
kegiatan ini merupakan kesempatan berharga untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam hal pengelolaan kehumasan dan publikasi kegiatan dewan, serta peningkatan kapasitas komunikasi publik lembaga legislatif.

Humas menjadi jembatan antara lembaga dewan dengan masyarakat, media, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Melalui fungsi kehumasan yang kuat dan profesional, citra lembaga dapat terbentuk secara positif dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan lebih baik,” tutupnya

Kasubbag Humas dan Protokol (ditengah)

Rombongan Sekretariat DPRD Kota Banjarmasin dalam kunjungan ini, dipimpin Sekretaris DPRD, Iwan Ristianto, yang diwakili Kabag Umum Ashadi Himawan, didampingi Kasubbag Humas dan Protokol Erwin Arizona, serta jajaran staf Sekretariat DPRD Banjarmasin. Turut mendampingi pula para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Dewan Kota (FWDK), diketuai Bambang Santoso. (NHF/RIW/RH)

Anjangsana Ke Jakarta, Pemko Banjarmasin bersama Press Room Kunjungi Anjungan Kalsel TMII

JAKARTA – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik (Diskominfotik) bersama Pressroom Balai Kota Banjarmasin, mengunjungi anjungan Kalimantan Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta, Kamis Sore (9/10). Kunjungan dipimpin langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Sekdako Banjarmasin Iksan Budiman.

Yamin menyampaikan, selain kunjungan, rombongan juga melaksanakan outbound. Sehingga tidak hanya sekadar rekreasi, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi dan penguatan hubungan strategis, antara pemerintah daerah dan media, yang selama ini menjadi mitra penyebarluasan informasi publik, di Pemko Banjarmasin.

“Kegiatan ini bertemakan Work Together In Harmony, sehingga kegiatan ini menjadi penguat hubungan strategis antara pemerintah daerah dan media,” ungkap Yamin, kepada sejumlah wartawan.

Outbound ini, lanjutnya, bukan hanya soal permainan tim, tetapi tentang bagaimana memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pers, agar sama sama tumbuh dalam semangat keterbukaan informasi.

Menurut Yamin, pemilihan Anjungan Kalsel TMII ini sebagai lokasi kegiatan, bukan tanpa alasan. Langkah ini sebagai bentuk dukungan penuh terhadap arahan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, yang mendoakan agar Anjungan Kalsel tidak sekadar menjadi pajangan budaya, melainkan juga sebagai pusat aktivitas yang hidup dan menarik.

“Kami ingin Anjungan Kalsel kembali aktif, ramai dikunjungi, dan berfungsi sebagai etalase budaya serta pontensi daerah,” ucapnya.

Dengan membawa kegiatan ke Anjungan Kalsel di Taman Mini ini, Pemko Banjarmasin membantu memperkenalkan Kalsel kepada masyarakat luas.

“Kegiatan outbound ini menjadi wujud apresiasi Pemko Banjarmasin terhadap kontribusi FWB dalam menyebarluaskan informasi pembayaran Kota,” ujar Yamin.

Sementara itu, Kadiskominfotik Kota Banjarmasin, Windiasti Kartika menjelaskan, bahwa kegiatan bersama jurnalis FWB Balai Kota ini, merupakan agenda tahunan yang kini dikemas lebih dinamis.

“Jika sebelumnya hanya berupa kunjungan kerja, tahun ini konsepnya dikembangkan agar lebih interaktif dan bermakna,” ujarnya.

Melalui outbound ini, pihaknya ingin memperkuat rasa kebersamaan dan membangun semangat baru untuk kolaborasi komunikasi publik yang lebih sehat, dan produktif.

“Tahun ini kami ingin lebih dari sekadar silaturahim, melalui outbound ini, kami ingin memperkirakan rasa kebersamaan,” tutup Windi. (SRI/RIW/RH)

Banjarmasin Kembali Gelar Lomba Ketangkasan Damkar

BANJARMASIN – Pemerintahan Kota Banjarmasin kembali menggelar, lomba ketangkasan pemadam kebakaran (Damkar) Piala Wali Kota Fire Fighter Competition 2025.

foto : net

Pelaksana Lomba, Gusti Taufik Qurrahman menyampaikan, kompetisi ini bukan sekadar adu ketangkasan, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antar relawan pemadam kebakaran di Kota Banjarmasin.

Panitia Lomba Gusti Taufik Qurrahman

“Dilaksanakannya kembali lomba ketangkasan Damkar tersebut, masih dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin,” ungkap Taufik, kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/10).

Selain itu, lanjutnya, lomba ketangkasan ini merupakan bagian dari visi dan misi Wali Kota Muhammad Yamin dan Wakil Wali Kota Ananda, untuk memperkuat solidaritas relawan pemadam.

“Lomba akan digelar pada Minggu 12 Oktober 2025 di Taman Kamboja,” ucapnya.

Sampai saat ini, tambah Taufik, sebanyak 96 tim putra serta 8 tim putri sudah mendaftar, pada lomba ketangkasan damkar tersebut. Dengan kategori class vacuum serta cylinder, yang menuntut kecepatan, kekompakan, serta teknik tinggi.

“Para peserta akan memperebutkan Piala Wali Kota bergilir dan total hadiah puluhan juta rupiah,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia lomba mengingatkan kepada peserta agar dapat menjaga kebersihan area lomba.

“Kami imbau peserta dapat menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, agar Taman Kamboja tetap bersih,” ujarnya.

Untuk itu, tutur Taufik, panitia akan menyiapkan kantong kantong sampah dijumlah titik, menjaga ketertiban dan keberhasilan selama acara berlangsung.

“Kami berharap pada kegiatan tersebut tidak hanya sukses pelaksanaan tapi dapat menjadi contoh baik dalam menjaga lingkungan,” ucap Taufik.

Untuk diketahui, Fire Fighter Competition adalah sebuah lomba atau kompetisi yang mengadu ketangkasan, kecepatan, dan kekompakan tim pemadam kebakaran dalam berbagai skenario dan tantangan simulasi penanganan kebakaran dan penyelamatan.

Kompetisi ini bertujuan, untuk meningkatkan keterampilan, keberanian, dan kecepatan petugas pemadam kebakaran, serta menjadi ajang silaturahmi dan pembinaan. (SRI/RIW/RH)

Serap Aspirasi Warga Kuin Cerucuk, Ketua Komisi I DPRD Kalsel Jalani Reses Masa Sidang III Tahun 2025

Banjarmasin – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan,
terus menyerap Aspirasi warga melalui kegiatan reses. Kali ini, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel Rais Ruhayat, melaksanakan reses masa sidang III tahun 2025 di daerah pemilihannya, Kelurahan Kuin Cerucuk, Kota Banjarmasin, baru-baru tadi.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel Rais Ruhayat, (kemeja hitam)

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Rais Ruhayat, menyampaikan, dalam masa reses ini pihaknya menyerap aspirasi masyarakat sekaligus meninjau langsung kondisi lingkungan warga. Salah satu bentuk kepeduliannya diwujudkan dengan penyerahan bantuan program bedah rumah secara simbolis kepada warga yang dinilai layak menerima bantuan.

“Program bedah rumah ini berasal dari Disperkim Kalsel dan merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang kami sampaikan sebelumnya,” ucapnya

Rais menjelaskan, kawasan padat penduduk seperti Kuin Cerucuk masih banyak dihuni masyarakat dengan kondisi rumah yang tidak layak, sehingga perlu dukungan pemerintah, agar mereka dapat tinggal dengan aman dan sehat.

“Kita tidak hanya datang untuk menyampaikan program, tetapi juga memberikan bukti nyata melalui bantuan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Rais

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Lebih lanjut Rais menambahkan, selain menyerahkan bantuan, pihaknya juga mendengarkan secara langsung berbagai keluhan warga terkait infrastruktur lingkungan, seperti kondisi jalan, gang yang rusak dan drainase tersumbat. Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi tersebut, agar segera ditindaklanjuti pemerintah daerah melalui dinas terkait.

“Kegiatan reses bukan hanya sekadar agenda rutin anggota dewan, melainkan wahana penting untuk memastikan program pembangunan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/APR)

Cegah Stroke, RSUD Ulin Banjarmasin Imbau Warga Banua Jalankan Gaya Hidup Sehat

Banjarmasin – Tingginya angka penderita hipertensi di Provinsi Kalimantan Selatan, membuat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin turut serta mendukung penurunan angka kasus penyakit mematikan ini.

Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin menjelaskan, Kalimantan Selatan pernah menjadi provinsi nomor satu penderita hipertensi secara nasional, namun saat ini mulai mengalami penurunan.

“Sering kami sampaikan bahwa hipertensi ini merupakan penyakit nomor satu di Indonesia, terbanyak di Kalimantan Selatan,” ungkap Diauddin, belum lama tadi.

Angkanya, lanjut Diauddin, mencapai 50 persen sehingga Kalsel pernah menjadi peringkat pertama.

“Tingginya penderita hipertensi di Kalsel ini, mengakibatkan banyak kasus stroke, jantung, serta gagal ginjal,” ucapnya.

Dari kasus stroke, tambah Diauddin, yang terbanyak disebabkan oleh sumbatan.

“Sumbatan ini sebenarnya bisa diperbaiki asalkan cepat ditangani, dalam waktu 4,5 jam dari serangan stroke,” jelas Diauddin.

Sehingga, lanjutnya, dapat mengurangi kecacatan pada penderita stroke tersebut.

“RSUD Ulin sudah mendapatkan sertifikat penghargaan dari Word Stroke Organisasion, untuk penanganan kurang dari 4,5 jam pada penderita stroke,” tutur Diauddin.

Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

Dikatakannya, penghargaan tersebut tidak banyak diterima oleh rumah sakit lainnya, di Indonesia. Di Kalimantan hanya dua rumah sakit yang mendapatkannya.

“Pada intinya apabila terserang stroke harus cepat cepat dibawah ke rumah sakit, jika terlambat maka akan terjadi kecacatan yang permanen,” ucap Diauddin.

Karena itu, RSUD Ulin Banjarmasin terus berusaha dalam penurunan angka hipertensi tersebut, dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat, mengenai bahaya hipertensi, yang dapat memicu stroke serta gagal ginjal.

“RSUD Ulin Banjarmasin saat ini juga terus melakukan, peningkatan pelayanan kesehatan terhadap penderita hipertensi di Banua, selain melakukan pencegahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Diauddin mengimbau, warga Banua untuk menjalankan gaya hidup sehat untuk mencegah penyakit stroke.

“Masyarakat di Kalimantan Selatan, diimbau untuk dapat mengubah gaya hidup ke arah lebih sehat, termasuk menjaga pola makan, agar terhindar dari penyakit stroke,” ungkapnya.

Penyakit stroke ini, lanjut Diauddin, merupakan penyakit yang tidak menular, yang kebanyakan disebabkan dari gaya hidup yang tidak sehat. Salah satunya dengan mengomsumsi makanan yang asin, atau banyak mengandung pengawet.

“Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hidup sehat, dapat langsung berkonsultasi ke ahli gizi yang ada di RSUD Ulin Banjarmasin atau puskesmas terdekat,” ucap Diauddin. (SRI/RIW/APR)

Menyapa Mahasiswa di Masa Reses, Dirham Zein Hadiri Law Festival XIV: Dorong Mahasiswa Siapkan Karier Hukum Berintegritas

Banjarmasin – Di tengah agenda masa resesnya, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Dirham Zein, menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan, dengan menghadiri Opening Talkshow “Lambung Mangkurat Law Festival XIV” yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akhir pekan tadi.

Kegiatan tahunan mahasiswa hukum ini mengangkat tema “Seni Menentukan Arah: Meniti Karier Hukum di Tengah Idealisme dan Realisme”, yang mengajak peserta untuk memahami dinamika profesi hukum di era digital dan perubahan sosial yang cepat.

Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kemeja hitam

Dalam paparannya, Dirham Zein menekankan bahwa dunia hukum modern tidak dapat lagi dilepaskan dari pengaruh kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Namun, Ia mengingatkan bahwa teknologi seharusnya menjadi alat bantu yang memperkuat nalar hukum, bukan menggantikan peran manusia sebagai pelaku utama dalam menegakkan keadilan.

“Seni dalam hukum adalah kemampuan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan di atas logika sistem. AI bisa membantu menganalisis data, tetapi yang memberi makna dan keadilan tetap manusia,” ujarnya

Dirham menambahkan, hukum sejatinya memiliki dimensi estetika tersendiri, yakni keseimbangan antara rasionalitas, empati, dan nilai moral. Ia menilai bahwa generasi muda, terutama calon-calon sarjana hukum, harus mampu menjaga keseimbangan tersebut agar tidak kehilangan arah ketika berhadapan dengan realitas dunia kerja dan sistem hukum yang kompleks.

Menurut Dirham, kolaborasi antara kecerdasan buatan dan kecerdasan manusia perlu diatur secara proporsional agar tidak menggerus nilai-nilai dasar hukum itu sendiri. Harapannya, acara seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun. Penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga melatih cara berpikir kritis dan idealis.

“Teknologi memang penting, namun kemampuan berpikir rasional dan beretika jauh lebih penting,” pungkasnya.

Selain menjadi wadah diskusi akademik, kegiatan Law Festival XIV juga diisi dengan berbagai agenda seperti lomba debat hukum, seminar nasional, dan pameran karya ilmiah mahasiswa. Acara ini menjadi salah satu kegiatan terbesar Fakultas Hukum ULM yang rutin digelar setiap tahun dan selalu menghadirkan tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai bidang. (ADV-NHF/RIW/APR)

Hadiri Puncak Harjad Ke-499, Ini Doa Gubernur Muhidin Untuk Kota Banjarmasin

BANJARMASIN – Meski hujan sempat mengguyur deras, Malam Puncak Peringatan Hari Jadi ke 499 Kota Banjarmasin dengan mengusung tema “Gawi Sabumi untuk Banjarmasin Maju dan Sejahtera” tetap berlangsung meriah, di halaman Balai Kota Banjarmasin, Selasa (30/9) malam.

Gubernur Kalsel Muhidin, didampingi Wakil Gubernur Hasnuryadi, Sekdaprov M. Syarifuddin, masing – masing beserta Isteri turut hadir bersama unsur-unsur Forkopimda, dan pejabat daerah se- Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin, didampingi Wagub Hasnuryadi Sulaiman, mengucapkan selamat dan rasa syukur yang mendalam di usia ke 499 Kota Banjarmasin.

Dalam momentum tersebut, mereka berharap, kemajuan dan kesejahteraan warga kota dapat terwujud melalui pembangunan kolaboratif dan penuh aksi nyata.

“Kemajuan tidak bisa diraih jika tidak dengan kebersamaan, termasuk rasa toleransi dan gotong royong antara pemerintah dan warganya. Kami harap di bawah kepemimpinan Pak Yamin dan Ibu Ananda, Banjarmasin dapat berdaya saing, maju dan sejahtera,” kata mereka.

Selaku tuan rumah, Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi, kepada seluruh pihak sehingga seluruh rangkaian hari jadi kota Banjarmasin dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Ia menekankan, semangat Gawi Sabumi mengandung makna mendalam tentang hadirnya gotong royong, rasa kebersamaan, dan persatuan dari seluruh elemen masyarakat yang saling bergandengan tangan dalam merajut pembangunan.

“Hal ini tergambar jelas, bagaimana hampir sebulan penuh pemerintah mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan langsung komunitas dan elemen masyarakat,” ucap Yamin.

Wali kota juga melaporkan, dalam rangkaian Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, pemerintah kota telah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang menyentuh seluruh aspek. Diantaranya Festival Jukung Hias Tanglong, Banjarmasin Bersholawat Bersama Habib Syech, Baayun Maulid, Banjarmasin Art Week, Job Fair, Phoria Band Competition, berbagai lomba dan turnamen olahraga, Bamara Fair serta ajang penggerak ekonomi berupa Bakul Fest, yang total transaksinya per Selasa (30/9) sore, telah terkumpul kurang lebih Rp2,5 Miliar.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengingatkan kembali tentang perjalanan dan program yang telah Pemerintah Kota Banjarmasin laksanakan di bawah duet kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ananda, dalam kurun waktu 8 bulan terakhir. Khususnya dalam hal penanganan sampah yang berkelanjutan.

“Mulai dari perlengkapan sekolah gratis, layanan ambulans dan gawat darurat 24 jam, pembebasan biaya parkir di Puskesmas, penertiban kawasan parkir liar, pengembangan Culture Hub serta pembenahan kawasan Siring, dan normalisasi sungai,” ungkapnya lagi.

Ia pun berharap, seruan aksi Gawi Sabumi dapat terus hadir, terjaga dan tercermin di setiap perilaku hidup masyarakat dan warga Kota Banjarmasin.

“Keberhasilan ini tentu tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali,” tambah Yamin.

Terakhir, dirinya ingin ikhtiar dan semangat kolaborasi nyata untuk pembangunan kota dapat terus diwujudkan, agar visi Banjarmasin Maju dan Sejahtera tidak sekadar menjadi slogan semata.

Pada kesempatan itu, sebagai ungkapan rasa syukur juga dilaksanakan pemotongan Nasi Astakona oleh Gubernur Kalsel bersama Wali Kota Banjarmasin.

Momentum ini sekaligus menandai ditutupnya serangkaian Hari Jadi Kota berjuluk Seribu Sungai yang selangkah lagi genap berusia 5 abad. Berbagai atraksi seni budaya hingga sederet penampilan artis lokal serta talenta Banua berprestasi, turut mewarnai acara.

Puncaknya para tamu undangan dan masyarakat yang hadir dihibur Angie Carvalho (jebolan Finalis Indonesian Idol 2025). (ADV/SRI/RIW/RH)

Gelar Diklat, Pemko Banjarmasin Libatkan Guru Dalam Penanganan Stunting

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Stunting, sekaligus Penyerahan Bantuan bagi anak-anak Stunting, di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (29/09). Diklat dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, didampingi Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani.

Ikhsan menyampaikan apresiasi, kepada Dinas Pendidikan, khususnya bidang Pembinaan PAUD dan PNF, para narasumber serta tenaga pendidik PAUD yang terus berkomitmen membangun generasi sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Usia dini adalah masa emas (golden age) bagi anak-anak yang sangat menentukan tumbuh kembang generasi penerus,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Ikhsan, penanganan stunting serta penguatan pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif menjadi sangat penting.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga menyangkut pola asuh, stimulasi perkembangan anak, layanan kesehatan hingga lingkungan belajar yang kondusif,” ucapnya.

Oleh sebab itu, tambah Ikhsan, pendekatan holistik integratif yang melibatkan aspek gizi, kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak harus menjadi perhatian bersama.

Melalui diklat ini, diharapkan para pendidik PAUD dapat memperoleh pemahaman lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosional anak.

“Semoga lahir sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah stunting serta mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan holistik di Kota Banjarmasin,” ujar Ikhsan.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani menyampaikan, bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menguatkan langkah menuju target zero stunting.di tahun 2026.

“Dengan adanya diklat stunting dan pemberian makanan tambahan bagi anak-anak, harapannya angka stunting di Kota Banjarmasin dapat berkurang hingga mencapai zero stunting di tahun 2026, sesuai visi dan misi Wali Kota yang ingin mewujudkan kota maju dan sejahtera,” jelasnya.

Ia menegaskan, upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus dikerjakan bersama-sama, baik oleh pemerintah, tenaga pendidik, PKK, posyandu, maupun masyarakat.

“Kami berkolaborasi, khususnya melalui PKK dan posyandu, agar kesehatan anak-anak dapat terus dipantau dan diberikan layanan terbaik. Semoga cita-cita kita bersama menuju zero stunting Insya Allah dapat tercapai,” ucap Neli.

Neli mengatakan, dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam penanganan stunting, sehingga tercipta generasi emas Banjarmasin yang sehat, tangguh dan berdaya saing.

“Semoga penanganan stunting dapat terlaksana sehingga mencapai zero stunting,” ujar Neli. (SRI/RIW/RH)

Berlangsung 4 Hari, Bamara Fair 2025 Suguhkan Pameran Produk Lokal dan Pasar Murah

BANJARMASIN – Memperingati Hari Jadi ke-499, Kota Banjarmasin kembali melaksanakan Bamara Fair 2025, yang menampilkan produk lokal hasil kerajinan pelaku UMKM serta Pasar Murah. Kegiatan ini resmi dibuka Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, diwakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Rahim, didampingi Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, di kawasan eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Sabtu (27/9).

Bamara Fair 2025 resmi digelar ditandai pemukulan gong

Abdul Rahim menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi, terhadap kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut.

“Dimana pameran ini juga menghadirkan pasar murah, untuk pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok warga Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Abdul Rahim, pameran ini juga untuk mendukung pasar produk UMKM di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, bahwa Bamara Fair bukan sekadar pameran, melainkan wadah promosi, edukasi, sekaligus hiburan bagi masyarakat.

Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pameran produk IKM dan UMKM unggulan seperti kain sasirangan, kriya, dan olahan pangan lokal, hingga pojok pelayanan publik, pasar murah, fashion show, talkshow, serta hiburan rakyat.

“Yang lebih membanggakan, kegiatan ini melibatkan kolaborasi pentahelix. Ada pemerintah, BUMD, perbankan, pelaku usaha, komunitas, hingga Dekranasda se Kalimantan Selatan, bahkan Dekranasda dari Kalimantan Tengah juga ikut hadir,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan adalah kunci pembangunan, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini, Gawi Sabumi Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Bamara Fair adalah mendorong peningkatan transaksi perdagangan, memperluas pasar, dan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok melalui program pasar murah.

“Program ini diharapkan mampu mendukung pengendalian inflasi serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan itu juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendorong tumbuhnya investasi, memperkuat penggunaan produk dalam negeri, serta mengangkat UMKM Banjarmasin agar semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Wali Kota Yamin berpesan, agar seluruh pihak menjaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh bupati, wali kota, serta Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dan Kabupaten Seruyan yang telah mendukung penuh terselenggaranya Bamara Fair 2025,” ucap Yamin.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Icrom Muftezar mengatakan, kegiatan Bamara Fair tidak hanya menghadirkan stand Dekranasda, tetapi juga ada hiburan bagi pengunjung selama kegiatan tersebut berlangsung.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dari 27 hingga 30 September. Ada sekitar 130 IKM dan UMKM yang ikut serta, termasuk Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan serta Kabupaten Seruyan dari Kalimantan Tengah. Tak lupa juga hiburan sore hari kita hadirkan,” ungkapnya.

Selain pameran produk unggulan, Bamara Fair juga menghadirkan program tebus murah sembako.

“Setiap hari disediakan 1.500 paket sembako, totalnya 6.000 paket selama kegiatan berlangsung. Antusias masyarakat luar biasa, sejak pukul 08.30 WITA mereka sudah hadir di lokasi,” jelas Icrom.

Kegiatan pembukaan pada Sabtu (27/9), juga diisi penyerahan 25 sertifikat hak cipta motif sasirangan dari Kementerian Hukum kepada Wali Kota Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Exit mobile version