RSUD Ulin Banjarmasin, Komitmen Tingkatkan Inovasi Layanan

Banjarmasin – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin, terus meningkatkan inovasi layanan kepada masyarakat.

Wadir Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Ulin Banjarmasin Alfian Yusuf menyampaikan, RSUD Ulin Banjarmasin terus mengajak seluruh karyawan, meningkatkan kemampuan dalam hal pemberian layanan kesehatan, kepada masyarakat.

“Kami baru saja menggelar Expo Inovasi RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2025,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, belum lama tadi.

Wadir Administrasi Umum dan Keuangan RSUD Ulin Banjarmasin Alfian Yusuf

Pada Expo Inovasi tersebut, lanjut Alfian, pihaknya tidak menyangka, peserta antusias mengikutinya.

“Dimana peserta tahun ini, jumlahnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 25 peserta,” ucapnya.

Selain itu, tambah Alfian, pihaknya menilai, karya inovasi karyawan RSUD Ulin Banjarmasin ini, juga lebih berkembang dari tahun sebelumnya.

“Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil karya inovasi yang dihasilkan, terdapat inovasi baru, serta peningkatan dari inovasi tahun sebelumnya,” jelasnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Alfian mengatakan, alasan mengapa karyawan di RSUD Ulin Banjarmasin, agar dapat terus meningkatkan inovasi layanannya. Karena, saat ini telah terjadi kemajuan pemberian layanan kesehatan.

“Dalam menghadapi tantangan tersebut, maka Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin harus siap menghadapi tantangan kemajuan pelayanan kesehatan tersebut,” ungkapnya.

Alfian menjelaskan, tantangan layanan yang dihadapi, seperti adanya perubahan endemi penyakit, kemajuan teknologi, serta kurangnya SDM Tenaga Kesehatan.

“Untuk mengatasi tantangan tersebut, maka RSUD Ulin Banjarmasin, terus berusaha melakukan peningkatan pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Alfian berharap, RSUD Ulin Banjarmasin dapat mengatasi tantangan tersebut, sehingga pelayanan dapat terus mengalami perbaikannya kedepannya. (SRI/RIW/APR)

Buka Musyawarah Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan, Ini Harapan Gubernur Muhidin

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus menegaskan komitmennya, dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, terutama di wilayah terpencil yang masih terbatas fasilitas dan tenaga medis.

Komitmen ini disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, saat membuka Musyawarah Perencanaan dan Evaluasi Kesehatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, yang digelar di salah satu hotel di Kota Banjarmasin, Selasa (11/11).

Gubernur Muhidin menyebutkan, forum musyawarah ini menjadi wadah penting dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang tepat antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, agar program kesehatan di daerah sejalan dengan arah pembangunan nasional serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Gubernur Kalsel, Muhidin saat membuka musyawarah perencanaan dan evaluasi kesehatan 2025

“Saya berharap evaluasi seperti ini benar-benar menjadi momen untuk memperkuat pelayanan kesehatan, terutama hingga ke pelosok daerah. Saya minta seluruh kepala daerah menjadikan sektor kesehatan sebagai program prioritas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muhidin menekankan pentingnya perencanaan dan alokasi anggaran yang matang, agar seluruh program kesehatan, termasuk penanganan stunting dan peningkatan pelayanan dasar, dapat dirasakan merata, masyarakat di Banua.

Suasana Musyawarah Perencanaan dan Evaluasi kesehatan 2025

“Rencanakan dengan baik anggaran di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, supaya pelayanan kesehatan tidak hanya terpusat di perkotaan, tapi juga menjangkau masyarakat di pedesaan,” tambahnya.

Sebagai wujud keseriusan, kegiatan tersebut juga diisi dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh kepala daerah se-Kalimantan Selatan, yang menandai tekad bersama memperkuat sistem kesehatan daerah.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur Muhidin turut memberikan penghargaan kepada kabupaten kota berprestasi di bidang pelayanan kesehatan, sebagai bentuk apresiasi atas upaya nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (BDR/RIW/APR)

Guru SD dan SMP se-Banjarmasin, Dapat Pembekalan Antikorupsi dan Etika Profesi

Banjarmasin – Pemerintah kota Banjarmasin melalui Inspektorat Kota Banjarmasin, melaksanakan Sosialisasi Antikorupsi, Benturan Kepentingan, Penegakan Kode Etik, serta Sosialisasi Sarana Pengaduan Masyarakat, bagi guru SD dan SMP negeri maupun swasta se-Kota Banjarmasin, di Aula Kayuh Baimbai, Selasa (11/11).

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda mengatakan, bahwa praktik korupsi tidak hanya berkaitan dengan penyalahgunaan uang atau materi, tetapi juga menyangkut perilaku dan budaya kerja di lingkungan institusi.

Wakil Walikota Banjarmasin Ananda

“Korupsi itu tidak selalu soal uang, tetapi juga termasuk dalam budaya kerja. Misalnya, menghabiskan waktu kerja untuk hal hal di luar pekerjaan. Hal-hal kecil seperti itu dapat merusak etika dan profesionalisme kerja. Sehingga, korupsi sekecil apa pun bentuknya, dapat menghancurkan kecerdasan kolektif dan integritas organisasi,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan.

Ananda menegaskan, langkah sosialisasi seperti ini penting dilakukan sebagai upaya mitigasi dan pencegahan dini terhadap perilaku koruptif, terutama di lingkungan pendidikan.

“Kita tidak ingin korupsi menjadi budaya yang menular. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal pencegahan dini agar nilai-nilai integritas terus tumbuh di dunia pendidikan,” ucapnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para pendidik, untuk memperkuat komitmen dalam menegakkan kode etik profesi guru, menghindari benturan kepentingan, serta memahami mekanisme sarana pengaduan masyarakat yang disediakan pemerintah.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap tercipta lingkungan pendidikan yang bersih, berintegritas, dan bebas dari praktik koruptif, sejalan dengan visi mewujudkan Banjarmasin Maju dan Sejahtera,” ujarnya.

Turut hadir pada sosialisasi ini, Kepala BKD Diklat Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto, serta para guru dari berbagai sekolah dasar dan menengah di Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/APR)

PWI- Adaro Cup 2025, Sarana Gali Bibit Futsal dari Kalangan Wartawan

Banjarmasin – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalsel, bekerjasama dengan PT Adaro Indonesia, kembali menggelar turnamen futsal antar wartawan. Kegiatan yang akan melibatkan wartawan dari seluruh penjuru Kalsel itu, bertajuk PWI-Adaro Cup 2025.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie mengatakan, kegiatan ini menjadi kalender rutin antara PWI Kalsel dan PT Adaro sejak 2016 lalu.

“Artinya turnamen ini sudah digelar kali ke sembilan,” ucapnya, Senin (10/11).

Kegiatan yang didukung PT Adaro Indonesia, PT SIS, PT BUMA serta Alam Tri Geo ini akan digelar pada 15 dan 16 November 2025.

Helmie pun memberikan apresiasi yang tinggi untuk Adaro dan mitra lainnya, yang terus mendukung kegiatan ini. Selain untuk menumbuhkan semangat berolah raga di kalangan wartawan, turnamen ini juga sebagai wadah mencari bibit-bibit atlet futsal, khususnya dari kalangan wartawan.

“Hasilnya bisa kita lihat, Tim Futsal PWI Kalsel berhasil mengamankan dua medali emas dałam Porwanas 2024 lalu,” ungkapnya.

Hasil membanggakan ini, ujarnya, tak lepas dari kontribusi besar PT Adaro Indonesia yang memberikan dukungan terhadap PWI Kalsel.

Ia berharap ke depan, kerjasama ini akan terus terjalin dan memberikan dampak lebih besar terhadap perkembangan pers serta pembangunan di daerah.

Turnamen ini rencananya akan diikuti sebanyak 16 Tim Futsal wartawan dari seluruh Kalsel. (PWIKalsel-RIW/APR)

Masuki Musim Hujan, Dinkes Banjarmasin Imbau Warga Waspadai Sejumlah Penyakit

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan mengimbau warga Kota Banjarmasin, agar waspada terhadap penyakit di musim hujan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Ramadhan mengatakan, memasuki musim hujan dan masa pancaroba, Dinas Kesehatan mengimbau seluruh warga kota meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang sering muncul pada periode ini.

Kadinkes Banjarmasin Ramadhan

“Kami imbau warga agar waspada terhadap berbagai penyakit, di musim hujan, seperti Demam Berdarah, Influenza, ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut, diare, serta penyakit kulit dan leptospirosis,” ungkap Ramadhan, kepada sejumlah wartawan, Jumat (31/10).

foto : net

Karena itu, lanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mengingatkan masyarakat, agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menerapkan 3M Plus.

“Masyarakat di Kota Banjarmasin agar menerapkan 3M Plus, diantaranya dengan menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas, yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ucapnya.

Dinkes juga meminta, agar warga dapat menggunakan lotion anti-nyamuk, memasang kelambu, dan menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

“Masyarakat juga harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, apabila mengalami demam tinggi, batuk, pilek berat, diare, atau gejala lain yang tidak biasa,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Ramadhan, di musim hujan ini, warga Kota Banjarmasin diminta untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Saat musim hujan seperti saat ini, masyarakat perlu untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan perbanyak sayur serta buah untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” ucapnya.

Selain itu, pastikan air minum bersih dan matang, serta jaga kebersihan tangan sebelum makan.

“Kami berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif, menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan, demi mencegah munculnya wabah penyakit di musim hujan dan pancaroba ini,” ucap Ramadhan.

Ramadhan juga mengajak warga Kota Banjarmasin, untuk bersama mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan bebas penyakit. (SRI/RIW/RH)

Peringati HKG ke-53, TP PKK Banjarmasin Komitmen Dukung 10 Program Pokok PKK

BANJARMASIN – Tim Penggerak (TP) PKK bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 PKK, di Aula Kayuh Baimbai, Kamis (30/10). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin.

Dalam sambutannya Yamin menyampaikan, apresiasi kepada seluruh kader Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, atas dedikasi dan kiprahnya selama ini dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di bidang pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tema tahun ini mengandung makna mendalam, bahwa PKK bukan sekadar mitra strategis pemerintah, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu mendorong terwujudnya kesejahteraan keluarga dan kemajuan bangsa,” ujar Yamin.

Ia juga memberi apresiasi kepada Ketua TP PKK Kota Banjarmasin beserta seluruh kader, yang telah aktif melaksanakan 10 Program Pokok PKK. Diantaranya Stop Boros Pangan, Pemilahan Sampah Keluarga, Pembinaan Industri Rumahan (UP2K), hingga Program Makanan Bergizi Gratis bagi sasaran 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD).

Wali Kota menegaskan, bahwa peran kader PKK sangat strategis sebagai motor penggerak, pengawas, sekaligus pelaksana, agar seluruh program dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga mendorong seluruh kader di tingkat kota, kecamatan, maupun kelurahan untuk terus menyusun strategi, memperkuat sinergi, dan mengaktifkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di setiap dasawisma.

“Apabila berbagai program PKK dapat berjalan hingga tingkat dasawisma, maka keberhasilan pembangunan akan semakin nyata. PKK sejatinya adalah wadah pemberdayaan masyarakat yang memandirikan keluarga agar hidup lebih sejahtera,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peringatan HKG ke-53 PKK. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan sekaligus menegaskan peran PKK, sebagai mitra strategis pemerintah.

Ketua TP PKK Banjarmasin Neli Listriani

“Alhamdulillah, pada hari ini kami memperingati Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53 Tahun 2025 dengan tema Bergerak Bersama PKK, Mewujudkan Asta Cita Indonesia Emas,” ucapnya.

Sesuai pesan Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian, lanjut Neli, agar seluruh daerah diharapkan dapat menjalankan 10 Program Pokok PKK secara konsisten.

“Regulasi dan dukungan penganggarannya telah diatur dalam Perpres dan Permendagri, sehingga menjadi acuan kami dalam berkegiatan bersama Pemerintah Kota Banjarmasin,” jelas Neli.

Ia menambahkan, salah satu fokus utama PKK adalah mendukung penurunan angka stunting, yang menjadi bagian dari 10 Program Pokok PKK.

“Penurunan angka stunting sudah termasuk dalam tugas dan fungsi PKK itu sendiri. Karena itu, PKK tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus bersinergi dengan Pemerintah Kota Banjarmasin. Kami siap mendukung penuh visi dan misi Wali Kota dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan, baik di bidang kesehatan, perekonomian, maupun kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Neli berharap, melalui semangat Hari Kesatuan Gerak ke-53 PKK, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama TP PKK berkomitmen untuk terus bergerak, bersinergi, dan berinovasi dalam membangun ketahanan keluarga yang mandiri, berdaya, dan sejahtera, menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, sejumlah Kepala SKPD, Forkopimda, para Camat dan Lurah, serta jajaran Kader PKK se-Kota Banjarmasin. (SRI/RIW/RH)

Jalankan Fungsi Pengawasan, Legislatif Banjarmasin Agendakan Tinjau SPPG MBG

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif Banjarmasin, akan meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia program Makanan Bergizi Gratis – MBG, pekan depan.

Kepada sejumlah wartawan, Senin (27/10), Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Nelly Listriani menyampaikan, peninjauan ini
merupakan bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian DPRD terhadap kesehatan peserta didik. Sekaligus memastikan pelaksanaan program makan bergizi yang merupakan program pemerintah pusat, berjalan aman dan sesuai standar.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin, Nelly Listriani

“Hasil rapat Badan Musyawarah tadi, kita agendakan untuk meninjau SPPG penyedia MBG, mulai dari proses pengolahan makanan, standar kebersihan dan keamanan harus terpenuhi,” ucapnya

Nelly mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi program yang digagas pemerintah pusat ini, karena sangat membantu pemenuhan gizi anak-anak di sekolah. Namun evaluasi tetap perlu dilakukan agar keamanan dan kualitas makanan terjamin, dengan cara melakukan pemeriksaan menyeluruh, untuk memastikan keamanan dan kualitas bahan makanan yang disajikan. Sehingga, dapat membantu terpenuhi gizi anak-anak di sekolah tersebut.

“Kita ingin pihak sekolah dan penyedia makanan harus melakukan pengecekan menyeluruh distribusi makanan untuk memastikan tidak ada faktor pencetus lain yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan,” pintanya

Lebih lanjut Nelly menambahkan, Komisi IV DPRD Banjarmasin berencana akan kembali turun ke lapangan pekan depan, untuk melihat secara langsung proses pengolahan makanan di beberapa sekolah.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan serta menjamin pelaksanaan program makan bergizi berjalan sesuai harapan dan aman bagi seluruh peserta didik di Kota Banjarmasin.

“Kami sebagai fungsi pengawasan secara berkelanjutan, pelaksanaan program ini harus berjalan maksimal, aman, dan memberi manfaat nyata khususnya bagi peserta didik,” tutupnya. (NHF/RIW/RH)

Dorong Kesadaran Politik Berbasis Nilai Keagamaan, Bakesbangpol Kalsel Gelar Pendidikan Politik Bagi Masyarakat

Banjarmasin – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pendidikan Politik bagi Masyarakat, yang dilaksanakan di salah satu hotel di Banjarmasin, pada Rabu (22/10).

Kegiatan yang digelar dengan mengangkat tema Membangun Kesadaran Politik Berbasis Nilai-Nilai Keagamaan ini, dibuka Kepala Bakesbangpol Provinsi Kalsel, Heriansyah diwakili Sekretaris, Sri Rahmah.

Sekretaris Bakesbangpol Kalsel, Sri Rahmah saat membuka kegiatan sosialisasi pendidikan politik

Pendidikan Politik bagi Masyarakat tersebut diikuti berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Sri Rahmah menegaskan pentingnya pendidikan politik, yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan, sebagai fondasi dalam membentuk karakter warga negara yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.

“Dengan memahami nilai-nilai keagamaan, kita dapat membangun kesadaran politik yang kuat dan berlandaskan prinsip moral yang baik. Nilai seperti keadilan, kesetaraan, dan kasih sayang dapat menjadi dasar membangun kesadaran politik yang sehat,” ujarnya.

Ia menilai, tema kegiatan tersebut sangat relevan dengan situasi bangsa saat ini. Dimana masyarakat perlu terus didorong untuk aktif berpartisipasi dalam kehidupan politik tanpa mengabaikan nilai moral dan spiritual.

Lebih lanjut, Sri Rahmah berharap, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran politik masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta serta memperkuat silaturahmi dan kesadaran kolektif dalam membangun masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar para peserta dapat menjadi agen perubahan yang menularkan semangat politik yang santun, toleran, dan beretika di lingkungan masing-masing.

“Politik bukan ajang permusuhan, tetapi wadah untuk memperkuat persaudaraan dan kerukunan,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Wujudkan Keamanan Pangan Siap Saji, Dinkes Banjarmasin Latih SPPG

Banjarmasin – Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, melalui Bidang Kesehatan Masyarakat Kelompok Kerja Kesehatan Lingkungan, menggelar Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji, bagi Pengolah Pangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), belum lama tadi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Ramadhan menjelaskan, digelarnya pelatihan ini, untuk mendorong terciptanya pelayanan pangan yang lebih higienis, sehat, dan layak konsumsi.

“Dinkes Banjarmasin bekerjasama dengan SPPG di Kota Banjarmasin, untuk dilatih oleh Kemenkes RI,” ungkap Ramadhan, pada Rabu (22/10).

Di kota Banjarmasin, lanjutnya, terdapat 1.000 SPPG. Dimana yang mengikuti secara langsung sebanyak 100, sedangkan 900 mengikuti melalui daring.

“Pelatihan ini diikuti sebanyak seratus peserta dari seribu SPPG yang ada di Banjarmasin, mengikuti secara langsung pelatihan, dan akan menyusul sembilan ratus lainnya melalui daring,” ucap Ramadhan.

Plt Kadinkes Banjarmasin Ramadhan

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama seluruh pelaku usaha kuliner, terutama bagi yang bergerak di sektor makanan siap saji.

“Pelatihan ini merupakan transfer ilmu, bagaimana cara mengolah makanan yang higienis, kemudian tidak terkontaminasi udara, serta bakteri,” tuturnya.

Pelatihan ini diajarkan langsung tenaga profesional, ahli gizi, serta lainnya.

“Pelatihan ini dilaksanakan selama satu hari pada Sabtu 18 Oktober lalu, dan peserta telah mendapatkan sertifikatnya,” ucap Ramadhan.

Dengan adanya pelatihan ini dapat menambah kompetensi, profesional para SPPG di Kota Banjarmasin.

“Meningkatnya profesional SPPG dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis di Kota Banjarmasin,” ujar Ramadhan.

Dalam kesempatan tersebut, Ramadhan mengatakan, dukungan Dinkes Banjarmasin terhadap keamanan pada dapur MBG, yang ditunjukkan dengan dilaksanakannya pelatihan pengolahan dapur yang bersih dan higienis. Dimana ini merupakan tata laksana pengolahan makanan dari program pemerintah pusat.

“Melalui pelatihan ini, Dinkes Kota Banjarmasin ingin memastikan seluruh pengolah pangan di Banjarmasin, memahami pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan dalam pengolahan makanan,” jelas Ramadhan.

Karena, lanjutnya, makanan yang sehat dan higienis adalah fondasi utama kesehatan masyarakat. (SRI/RIW/APR)

Kalsel Sukses Bina Atlet Pelajar, Prestasi Meningkat

Banjarmasin – Sepanjang tahun 2025, prestasi atlet pelajar pencak silat yang tergabung pada Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional (SPOBNAS) Provinsi Kalimantan Selatan, terus mengalami peningkatan.

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Dispora Kalsel Asfia Urrahman mengatakan, peningkatan prestasi atlet pelajar pencak silat ini, merupakan hasil pembinaan yang telah dilakukan bersama antara Dispora Kalsel, pelatih, serta atlet.

“Hasil prestasi pencak silat cukup baik, ini menandakan atlet pelajar kita sudah siap baik secara mental maupun fisik,” ungkap Asfia, kepada sejumlah wartawan, Selasa (21/10).

Kasi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Dispora Kalsel Asfia Urrahman

Prestasi tersebut, lanjutnya, dibuktikan dengan raihan lima medali emas pada ajang Kejuaraan Internasional Moslem Pencak Silat Tahun 2025, serta dua medali lainnya.

“Pada tingkat internasional atlet pelajar pencak silat berhasil meraih total tujuh medali,” ucapnya.

Raihan prestasi ini, tambah Asfia, diluar dugaan Dispora Kalsel.

“Mengingat, pada saat keberangkatan kami tidak menargetkan untuk mendapatkan medali,” ujarnya.

Prestasi yang berhasil dicapai ini, merupakan program latihan dari pembinaan fisik, mental, serta pendampingan dari konsultan.

“Alhamdulillah menghasilkan prestasi yang luar biasa,” ucap Asfia.

Dispora Kalsel berharap, prestasi atlet pelajar pencak silat ini, dapat diikuti cabang olahraga lainnya yang tergabung pada SPOBNAS dan SPOBDA Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Asfia juga menyampaikan kesiapan atlet pelajar, untuk turut meramaikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Tahun 2025 di Kabupaten Tanah Laut.

“Atlet pelajar yang tergabung pada Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Nasional dan Daerah, siap untuk mengikuti Porprov mendatang,” ungkapnya.

Asfia menjelaskan, secara fisik dan mental para atlet pelajar ini siap untuk turut menyukseskan, pelaksanaan Porprov Tahun 2025 di Tala, yang akan dilaksanakan pada November mendatang.

“Dimana ditargetkan para atlet pelajar ini, mampu meraih medali pada ajang Porprov tersebut,” ucapnya.

Para atlet pelajar ini, lanjutnya, dipersiapkan untuk mengikuti berbagai kegiatan kejuaraan tingkat nasional di Tanah Air.

“Selain Porprov, atlet pelajar Kalsel ini dipersiapkan untuk event nasional lainnya,” ujar Asfia. (SRI/RIW/APR)

Exit mobile version