Gelar Diklat, Pemko Banjarmasin Libatkan Guru Dalam Penanganan Stunting

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Stunting, sekaligus Penyerahan Bantuan bagi anak-anak Stunting, di salah satu hotel di Banjarmasin, Senin (29/09). Diklat dibuka Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, didampingi Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani.

Ikhsan menyampaikan apresiasi, kepada Dinas Pendidikan, khususnya bidang Pembinaan PAUD dan PNF, para narasumber serta tenaga pendidik PAUD yang terus berkomitmen membangun generasi sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Usia dini adalah masa emas (golden age) bagi anak-anak yang sangat menentukan tumbuh kembang generasi penerus,” ungkapnya.

Karena itu, lanjut Ikhsan, penanganan stunting serta penguatan pendidikan anak usia dini yang holistik dan integratif menjadi sangat penting.

“Stunting bukan hanya persoalan gizi, tetapi juga menyangkut pola asuh, stimulasi perkembangan anak, layanan kesehatan hingga lingkungan belajar yang kondusif,” ucapnya.

Oleh sebab itu, tambah Ikhsan, pendekatan holistik integratif yang melibatkan aspek gizi, kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan anak harus menjadi perhatian bersama.

Melalui diklat ini, diharapkan para pendidik PAUD dapat memperoleh pemahaman lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosional anak.

“Semoga lahir sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, pendidik, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah stunting serta mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, dan holistik di Kota Banjarmasin,” ujar Ikhsan.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Banjarmasin Neli Listriani menyampaikan, bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk menguatkan langkah menuju target zero stunting.di tahun 2026.

“Dengan adanya diklat stunting dan pemberian makanan tambahan bagi anak-anak, harapannya angka stunting di Kota Banjarmasin dapat berkurang hingga mencapai zero stunting di tahun 2026, sesuai visi dan misi Wali Kota yang ingin mewujudkan kota maju dan sejahtera,” jelasnya.

Ia menegaskan, upaya menurunkan angka stunting tidak dapat dilakukan sendiri, tetapi harus dikerjakan bersama-sama, baik oleh pemerintah, tenaga pendidik, PKK, posyandu, maupun masyarakat.

“Kami berkolaborasi, khususnya melalui PKK dan posyandu, agar kesehatan anak-anak dapat terus dipantau dan diberikan layanan terbaik. Semoga cita-cita kita bersama menuju zero stunting Insya Allah dapat tercapai,” ucap Neli.

Neli mengatakan, dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap semakin banyak pihak yang terlibat aktif dalam penanganan stunting, sehingga tercipta generasi emas Banjarmasin yang sehat, tangguh dan berdaya saing.

“Semoga penanganan stunting dapat terlaksana sehingga mencapai zero stunting,” ujar Neli. (SRI/RIW/RH)

Berlangsung 4 Hari, Bamara Fair 2025 Suguhkan Pameran Produk Lokal dan Pasar Murah

BANJARMASIN – Memperingati Hari Jadi ke-499, Kota Banjarmasin kembali melaksanakan Bamara Fair 2025, yang menampilkan produk lokal hasil kerajinan pelaku UMKM serta Pasar Murah. Kegiatan ini resmi dibuka Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, diwakili Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Rahim, didampingi Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, di kawasan eks Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Sabtu (27/9).

Bamara Fair 2025 resmi digelar ditandai pemukulan gong

Abdul Rahim menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memberikan apresiasi, terhadap kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin tersebut.

“Dimana pameran ini juga menghadirkan pasar murah, untuk pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok warga Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Abdul Rahim, pameran ini juga untuk mendukung pasar produk UMKM di Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, bahwa Bamara Fair bukan sekadar pameran, melainkan wadah promosi, edukasi, sekaligus hiburan bagi masyarakat.

Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari pameran produk IKM dan UMKM unggulan seperti kain sasirangan, kriya, dan olahan pangan lokal, hingga pojok pelayanan publik, pasar murah, fashion show, talkshow, serta hiburan rakyat.

“Yang lebih membanggakan, kegiatan ini melibatkan kolaborasi pentahelix. Ada pemerintah, BUMD, perbankan, pelaku usaha, komunitas, hingga Dekranasda se Kalimantan Selatan, bahkan Dekranasda dari Kalimantan Tengah juga ikut hadir,” ungkapnya.

Hal ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan adalah kunci pembangunan, sejalan dengan tema hari jadi tahun ini, Gawi Sabumi Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa tujuan utama Bamara Fair adalah mendorong peningkatan transaksi perdagangan, memperluas pasar, dan menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok melalui program pasar murah.

“Program ini diharapkan mampu mendukung pengendalian inflasi serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan itu juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendorong tumbuhnya investasi, memperkuat penggunaan produk dalam negeri, serta mengangkat UMKM Banjarmasin agar semakin kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Wali Kota Yamin berpesan, agar seluruh pihak menjaga ketertiban, keamanan, serta kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Terima kasih juga saya ucapkan kepada seluruh bupati, wali kota, serta Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dan Kabupaten Seruyan yang telah mendukung penuh terselenggaranya Bamara Fair 2025,” ucap Yamin.

Sementara itu, Kepala Disperdagin Kota Banjarmasin, Icrom Muftezar mengatakan, kegiatan Bamara Fair tidak hanya menghadirkan stand Dekranasda, tetapi juga ada hiburan bagi pengunjung selama kegiatan tersebut berlangsung.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari, dari 27 hingga 30 September. Ada sekitar 130 IKM dan UMKM yang ikut serta, termasuk Dekranasda kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan serta Kabupaten Seruyan dari Kalimantan Tengah. Tak lupa juga hiburan sore hari kita hadirkan,” ungkapnya.

Selain pameran produk unggulan, Bamara Fair juga menghadirkan program tebus murah sembako.

“Setiap hari disediakan 1.500 paket sembako, totalnya 6.000 paket selama kegiatan berlangsung. Antusias masyarakat luar biasa, sejak pukul 08.30 WITA mereka sudah hadir di lokasi,” jelas Icrom.

Kegiatan pembukaan pada Sabtu (27/9), juga diisi penyerahan 25 sertifikat hak cipta motif sasirangan dari Kementerian Hukum kepada Wali Kota Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Resmi, RSUD Ulin Laksanakan Tindakan Coiling Perdana

BANJARMASIN – RSUD Ulin Banjarmasin bersinergi dengan RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, melaksanakan tindakan Coiling Perdana melalui Program Pengampuan Layanan Prioritas Stroke, di RSUD Ulin Banjarmasin, Jumat (26/9). Kegiatan ini dibuka Direktur Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI Obrin Parulian.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta, Al Rasyid menjelaskan, pelaksanaan coiling perdana ini sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan lalu.

Ketua Tim Pengampuan Stroke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta Al Rasyid (Batik) bersama Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

“Kami bersama RSUD Ulin Banjarmasin telah mempersiapkan pelaksanaan tindakan coiling ini, beberapa bulan lalu. Dan, hari ini bisa terlaksana,” ungkap Al Rasyid.

Pihaknya melihat semangat kerja dari RSUD Ulin Banjarmasin, dalam pelaksanaan tindakan coiling perdana ini, yang juga menandai langkah maju RSUD Ulin, meningkatkan layanan kesehatan. Khususnya penanganan stroke dan penyakit serebrovaskular, dari tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo Jakarta.

“Dengan adanya sinergi ini, diharapkan RSUD Ulin Banjarmasin mampu memperkuat layanan prioritas stroke di Kalimantan Selatan, serta mendekatkan pelayanan kesehatan unggulan kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Rumah Sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ini, juga menjadi rumah sakit rujukan, bagi Rumah Sakit di Kalimantan Tengah, serta Timur.

Dalam kesempatan ini, Al Rasyid berpesan kepada masyarakat di Kalsel, apabila menemukan gejala stroke, maka segera bawa ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Gejala awal dari stroke dapat dilihat dari bentuk senyum yang miring sebelah, kesulitan bicara atau artikulasi tidak jelas, sakit kepala, serta penglihatan menjadi buram atau kabur,” ungkapnya.

Mengingat, lanjut Al Rasyid, penanganan penyakit stroke ini berkejaran dengan waktu. Maka, sesegera mungkin untuk mendapatkan pertolongan medis apabila mendapatkan serangan, ataupun gejala awal tersebut.

“Jangan menunda nunda untuk mendapatkan pertolongan dari penanganan gejala stroke tersebut,” ucapnya.

Begitu juga, tambahnya, jika mendapatkan serangan di malam hari, jangan menunda besok hari ke rumah sakit.

“Segera bawa secepat mungkin meski malam hari untuk mendapatkan pertolongan di rumah sakit,” pesannya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin mengatakan, RSUD Ulin Banjarmasin resmi memberikan layanan tindakan coiling, sebagai salah satu penanganan penyakit stroke.

“Dengan didukung RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo, RSUD Ulin Banjarmasin telah siap memberikan layanan Coiling bagi pasien stroke di Kalsel,” ungkapnya.

Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan penanganan yang dilakukan langsung tim dokter RSUD Ulin Banjarmasin, pada tindakan perdana, yang didampingi tim ahli RSUPN Dokter Cipto Mangunkusumo.

“Diharapkan, dengan semakin seringnya tindakan coiling di RSUD Ulin Banjarmasin, pasien dapat segera ditindaklanjuti, dan tingkat kesembuhan semakin tinggi, serta angka kecacatan semakin rendah,” jelas Diauddin.

Selain itu, menurut Diauddin, dengan layanan ini, maka pasien dari Kalimantan Selatan dan sekitarnya, tidak perlu lagi pergi keluar daerah atau luar negeri, untuk mendapatkan penanganan tersebut, dan cukup dilakukan di RSUD Ulin Banjarmasin.

Untuk diketahui, coiling adalah sebuah prosedur medis minimal invasif, untuk menangani aneurisma otak, yaitu pembengkakan pada pembuluh darah otak, dengan cara memasukkan kumparan logam (Coil) melalui kateter ke dalam aneurisma untuk menutupnya dan mencegah pendarahan atau pecah.

Prosedur ini bertujuan memblokir aliran darah ke aneurisma sehingga mengurangi risiko terjadinya stroke hemoragik, kerusakan otak, dan komplikasi serius lainnya. (SRI/RIW/RH)

Masuki Usia 499 Tahun, Pemko Banjarmasin Ziarah ke Makam Sultan Suriansyah

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin, dipimpin Wali Kota Muhammad Yamin, pada Peringatan Hari Jadi Ke 499 Kota Banjarmasin, berziarah ke makam Sultan Suriansyah, Raja Pertama Kesultanan Banjar, di Kelurahan Kuin Utara, Rabu (24/9).

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengatakan, bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat akar sejarah lahirnya kota, yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai.

Wali Kota Banjarmasin ziarah ke Makam Sultan Suriansyah

“Alhamdulillah, hari ini Banjarmasin genap berusia 499 tahun. Tanggal 24 September adalah hari bersejarah karena di sinilah Sultan Suriansyah dinobatkan sebagai raja, dan mulai memeluk agama Islam. Sejarah ini menjadi sakral bagi kita semua, sebab berdirinya Banjarmasin tidak bisa dilepaskan dari peran Kerajaan Banjar,” ungkap Yamin.

Menurutnya, ziarah ini memiliki dua pesan penting. Pertama, meneguhkan identitas masyarakat Banjar yang menjunjung nilai sejarah dan spiritual. Kedua, menegaskan tanggung jawab bersama dalam menjaga situs budaya seperti makam dari Sultan Kerajaan Banjar pertama.

“Kondisi komplek makam ini harus menjadi perhatian. Selain nilai sejarah, makam ini juga memiliki potensi wisata budaya,” ucap Yamin.

Namun, lanjutnya, hingga kini masih ada polemik status pengelolaan yang belum sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah kota.

“Ke depan, kami ingin memastikan tempat ini dirawat secara serius karena ini simbol kerajaan dan cikal bakal Banjarmasin,” ujar Yamin.

Prosesi ziarah tahun ini juga dilakukan dengan cara yang khas, yaitu rombongan Wali Kota dan pejabat menggunakan speed boat menyusuri sungai menuju lokasi.

Langkah ini, menurut Yamin, merupakan simbol penguatan identitas Banjarmasin sebagai kota sungai.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sungai adalah identitas kita. Dengan naik Speedboat, kita ingin mengingatkan warga bahwa sungai harus dirawat, dijaga, sekaligus dimanfaatkan sebagai pusat budaya dan destinasi wisata. Kota seribu sungai ini harus tetap indah dan nyaman,” tambahnya.

Tak hanya diwarnai doa dan tabur bunga, acara ziarah juga berlangsung meriah dengan partisipasi warga sekitar. Usai prosesi, masyarakat diajak makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan syukur. Pemerintah kota pun menyerahkan tali asih secara simbolis.

Bagi masyarakat, acara ini diharapkan tidak hanya memperkuat kecintaan terhadap sejarah, tetapi juga menjadi dorongan agar situs bersejarah dijaga bersama-sama sebagai bagian dari identitas kota.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Ananda, Ketua TP PKK Neli Listriani, pimpinan SKPD, dan jajaran Forkopimda Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

Sambut Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, DPRD Gelar Sidang Paripurna Istimewa

BANJARMASIN – DPRD Kota Banjarmasin menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka puncak Peringatan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin Tahun 2025, Rabu (24/9).

Rapat paripurna Istimewa dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, didampingi Wakilnya Harry Wijaya, Mathari, Muhammad Isnaini dan Sekretaris DPRD Iwan Ristianto. Dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Wakilnya Ananda, Gatriwara kota Banjarmasin, jajaran Forkopimda, pimpinan media, pimpinan partai politik, dan tokoh masyarakat.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri mengatakan, agenda rutin tahunan ini menjadi momentum penting, untuk mengenang sejarah berdirinya Kota Seribu Sungai, sekaligus memperkuat komitmen pembangunan ke depan.

Dimana pada hari jadi tahun ini, mengangkat tema “Gawi Sabumi, Menuju Banjarmasin Maju Sejahtera”. Tema ini dinilai sangat tepat, mencerminkan semangat kebersamaan. gotong royong, untuk membangun kota seribu sungai, agar semakin maju dan sejahtera.

Ketua DPRD Banjarmasin Rikval Fachruri, saat diwancara

“Tema ini syarat makna seperti ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ucapnya saat diwancara awak media

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyampaikan, peringatan hari jadi tidak bersifat seremonial semata tetapi menjadi refleksi untuk kemajuan bersama. Dengan mewujudkan kebersamaan, kerja nyata, serta dukungan semua pihak.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, saat memberikan komentarnya

“Kami optimis Banjarmasin mampu berkembang menjadi kota yang lebih modern tanpa meninggalkan kearifan lokal,” jelasnya

Lebih lanjut Yamin menambahkan, masyarakat juga harus terus menjaga persatuan, meningkatkan partisipasi dalam pembangunan dan menjadi motivasi untuk meningkatkan pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat identitas budaya Banjar yang telah mengakar sejak ratusan tahun lalu.

“Menuju Banjarmasin maju dan sejahtera bukan hanya slogan, tetapi kerja nyata, yang bukan hanya Pemko, DPRD, SKPD serta masyarakat sebagai penentu utamanya,” tutup Yamin.

Dalam dengan agenda Rapat Paripurna Istimewa, juga disampaikan cerita pendek sejarah tentang terbentuknya Kota Banjarmasin, pada 24 September 1526, yang dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Muhammad Isnaini. (NHF/RIW/RH)

Peduli Nelayan, Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

BANJARMASIN – UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Selatan, melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan, nelayan, serta pelaku usaha setempat, di Aula Kantor UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Rabu (24/9). Pemeriksaan kesehatan gratis, dibuka Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Ahmad Jaki.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin Achmad Jaki saat mengikuti pemeriksaan kesehatan

Jaki mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinkes Kalsel, untuk mengetahui sejak dini kondisi kesehatan para karyawan, nelayan, serta pelaku usaha di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin.

“Kami bersyukur sekali dan berterima kasih kepada UPTD Pelayanan Krisis dan Epidemi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, yang bersama kami telah melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Jaki.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan ini, lanjutnya, kesehatan karyawan, nelayan, dan pelaku usaha di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dapat terkontrol dengan baik.

“Dengan kondisi kesehatan yang diketahui sejak dini, maka mereka dapat berjaga jaga, terhadap kesehatan diri sendiri,” ucap Jaki.

Jaki berharap, dengan tubuh yang sehat maka aktivitas dan pekerjaan dapat dilakukan dengan maksimal, mengingat tugas nelayan yang cukup berat. Dimana aktivitas fisik ini , memerlukan kondisi tubuh prima.

Dikatakan Jaki, tercatat lebih dari 70 karyawan serta karyawan magang di UPTD Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, menjalani pemeriksaan kesehatan kali ini.

“Pada pemeriksaan kesehatan gratis ini kami tidak memasang target, karena itu bagi nelayan serta ABK Kapal nelayan yang sedang sandar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, dipersilakan juga untuk dapat memeriksakan kesehatannya,” tutur Jaki.

Sementara itu, Koordinator Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Rusman mengatakan, layanan pemeriksaan kesehatan kepada para nelayan dan karyawan, di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin ini, untuk mendeteksi keluhan penyakit yang dirasakan.

“Pemeriksaan kesehatan sejak dini ini sangat penting, untuk mengetahui penyakit yang dialami, sehingga pengobatan cepat dilakukan,” ucapnya.

Pada pemeriksaan ini, lanjut Rusman, dilakukan pemeriksaan pada tekanan darah, gula darah, asam urat, serta kolesterol.

Dalam kesempatan tersebut Rusman berpesan, kepada para nelayan serta ABK kapal nelayan, agar dapat menjaga kesehatannya, dengan memperbanyak asupan makanan bergizi serta perbanyak minum air putih.

“Pada saat menjaga kesehatan tubuh apalagi di tengah laut, untuk dapat makan yang bergizi serta minum air putih,” ucapnya. (SRI/RIW/RH)

BSEF Harjad ke-499 Kota Banjarmasin, Kompetisi Bahasa Inggris Pelajar Terbesar di Banua

BANJARMASIN – Masih dalam semarak Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin berkolaborasi dengan LearningRoom, menggelar Banjarmasin Student English Fest (BSEF) 2025. Babak akhir BSEF 2025 ini, berlangsung disalah satu hotel,l berbintang, Selasa (23/9).

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menutup langsung rangkaian kegiatan, sekaligus membuka ajang Grand Final yang turut dihadiri Direktur PT 8 Elements, Joerg Tente, Head of Business Operations LearningRoom, Avinda Akil, Plt Kepala Disdik Banjarmasin, Ryan Utama, beserta guru-guru pendamping dari sekolah se-kota Banjarmasin.

Wali Kota Yamin, menyambut baik penyelenggaran BESF 2025 sebagai kompetisi Bahasa Inggris pelajar terbesar se-Kalimantan Selatan, yang menguji kemampuan siswa-siswi Banjarmasin berbahasa Inggris, dari berbagai jenjang pendidikan.

Hal ini, ujarnya, sejalan dengan visi Banjarmasin Maju Sejahtera yang menginginkan terciptanya generasi penerus yang handal, sehat, cerdas dan berkarakter.

“Saya yakin dan percaya anak-anak kita ini mampu untuk berkembang dalam kemampuan bahasa asing dan pengetahuannya. Kita ingin mereka ini siap untuk mempromosikan budaya lokal melalui bahasa Inggris,” ucap Yamin.

Yang lebih menariknya lagi, disampaikan bahwa, kompetisi yang melibatkan setidaknya sekitar 5 ribu pelajar SD hingga SMA di Kota Banjarmasin tersebut, tidak menggunakan sepeserpun dana APBD Kota Banjarmasin.

“Jadi saya kira antusiasmenya sangat luar biasa. Kita sangat mengapresiasi, inilah harapan kita dengan menggalakkan program bahasa asing atau bahasa Inggris di kalangan pelajar,” ungkap Yamin.

Apresiasi setinggi-tingginya, lanjutnya, kepada guru-guru dan para mitra yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Sehingga semua berjalan lancar, murni tanpa dana APBD yang dikucurkan.

“Yang pasti semua ini kita lakukan agar sektor pendidikan di kota Banjarmasin itu dapat berkemajuan,” jelas Yamin.

Sementara itu, Plt Kadisdik Banjarmasin Ryan Utama mengatakan, bahwa event ini merupakan wujud dari Gawi Sabumi menuju Banjarmasin Maju Sejahtera, yang menyentuh seluruh aspek tak terkecuali di sektor pendidikan.

Ia menyebut, seluruh pelaksanaan kompetisi Banjarmasin English Student disokong penuh melalui berbagai skema kolaborasi dari beberapa lembaga, institusi hingga komunitas terkait yang membuat semangat Gawi Sabumi benar-benar hadir di tengah masyarakat.

“Sebagai bagian dari efisiensi sebagaimana arahan pusat dan juga arahan Pak Wali Kota Banjarmasin, pembiayaan untuk kegiatan ini melalui APBD itu nol rupiah. Adapun seluruhnya didukung penuh berbagai pihak, mulai dari LearningRoom by PT 8 Elements, Bank Indonesia perwakilan Kalsel, kemitraan GoJek Indonesia Banjarmasin dan partnership lainnya,” ungkap Ryan Utama.

Dirinya menuturkan, terdapat tiga kategori lomba yang dipertandingkan meliputi Cerdas Cermat, Karya Kreatif serta English Debate Competition. Melalui kompetisi ini, Kadisdik berharap, kreativitas pelajar dan kemajuan pendidikan di Kota Banjarmasin itu benar-benar dapat terwujud.

“Semoga student english fest ini bisa jadi simbol harapan bagi anak muda kita di Banjarmasin,” tutup Ryan.

Disisi lain, sebagai sponsor dan mitra utama kegiatan, Direktur PT 8 Elements, Joerg Tente dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Wali Kota Banjarmasin beserta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaran BSEF 2025, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.

“Pertama saya sangat tersanjung dengan sambutan yang luar biasa, khususnya ketika lagu kebangsaan bergema. Ini jadi momen berharga bagi pelajar yang ingin sekolah – sekolah di sini bisa naik kelas,” ucap Joerg Tente.

Di momen spesial HUT Kota Banjarmasin, begitu banyak partisipan yang ikut, ada sebanyak 5.000 pelajar.

“Ini harus kita rayakan dan kita apresiasi,” ucapnya.

Pihaknya berharap ini dapat meningkatkan semangat dan kemampuan anak-anak di Banjarmasin dalam berbahasa inggris.

Pada kesempatan yang sama, juga dilaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan LearningRoom by PT 8 Elements, berkaitan dengan kerja sama transformasi pendidikan untuk mendukung penub keberlanjutan program bahasa Inggris bagi sekolah-sekolah di Banjarmasin. (ADV-SRI/RIW/RH)

SMKN 5 Banjarmasin, Ciptakan Mesin Pengolah Sampah Plastik Jadi Batako

BANJARMASIN – Dalam rangka mendukung penanganan sampah di Kota Banjarmasin, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Banjarmasin, berhasil menciptakan mesin pengolah sampah plastik menjadi batako.

Mesin pengolah sampah plastik menjadi batako karya SMKN 5 Banjarmasin

Kepala SMKN 5 Banjarmasin Syahrir Sultan menjelaskan, mesin pengolah sampah plastik tersebut, merupakan hasil karya para siswa dan guru SMKN 5 Banjarmasin.

“Mesin ini merupakan 100 persen karya siswa serta guru di sini,” ungkap Syahrir, kepada sejumlah wartawan, usai menerima kunjungan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, pada Senin (22/9).

Diceritakan Syahrir, dibuatnya mesin pengolah sampah plastik ini, bertujuan untuk membantu permasalahan persampahan yang ada di Kota Banjarmasin.

“Pada awal Wali Kota Banjarmasin menjabat sampah menjadi permasalahan, yang dihadapi,” ucapnya.

Karena itu, lanjut Syahrir, pihaknya berdiskusi untuk membuat atau menciptakan mesin pengolah sampah, yang bisa menjadi alat untuk turut menyelesaikan masalah persampahan di Kota Banjarmasin.

“Alhamdulillah mesin pengolah sampah plastik menjadi batako telah selesai, dan siap untuk digunakan,” ujarnya.

Dikatakan Syahrir, mesin pengolah sampah plastik ini, telah mendapatkan perhatian dari Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, yang telah melihat langsung bagaimana cara kerja dari mesin tersebut.

“Kedepannya kerjasama antara SMK Negeri 5 dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dapat berjalan lancar, untuk penggunaan mesin pengolah sampah plastik,” ucap Syahrir.

Ia menambahkan, ada sejumlah mesin pengolah sampah plastik yang berhasil dibuat SMKN 5 Banjarmasin. Yakni, mesin pengolah sampah plastik menjadi batako, mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar, serta mesin pencacah sampah plastik.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin memberikan apresiasi, terhadap mesin pengolah sampah plastik produksi sekolah binaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, SMKN 5 Banjarmasin.

“Tujuan kunjungan ke SMKN 5 ini, untuk melihat langsung mesin produksi dari para siswa serta guru tersebut,” ungkap Yamin.

Dikatakan Yamin, di bengkel produksi mesin tersebut, Ia tertarik pada mesin pengolah sampah plastik menjadi batako, mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar, serta mesin pencacah sampah plastik.

Dengan melihat cara kerja mesin mesin tersebut, maka lanjutnya, Pemko Banjarmasin akan menawarkan kerjasama dengan sekolah yang berada di bawah binaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut, untuk penggunaan mesin pengolah sampah plastik tersebut.

“Kami berharap kerjasama yang ditawarkan tersebut, merupakan bentuk dukungan dari pemerintah terhadap hasil karya dari anak anak serta guru SMKN 5 Banjarmasin, agar dapat terus menghasilkan karya untuk mendukung pembangunan di Kota Banjarmasin,” ucap Yamin.

Untuk diketahui, mesin pengolah sampah plastik menjadi batako bekerja dengan cara mencacah, mencairkan, dan mencetak sampah plastik menjadi balok padat yang dapat digunakan sebagai bahan bangunan, seperti batako atau paving blok, sehingga mengurangi limbah plastik di lingkungan dan menawarkan alternatif bahan bangunan yang terjangkau. (SRI/RIW/RH)

Kolaborasi Lintas Sektor di Harjad Banjarmasin, Gelorakan Gerakan Bersih Sungai

BANJARMASIN – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin serta HUT ke-80 TNI dan TNI Angkatan Laut, Pemerintah Kota Banjarmasin bersama TNI dan Polri, melaksanakan kegiatan bersih-bersih sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani, dari kilometer 1 hingga kilometer 6, pada Senin (22/9). Kegiatan ini juga diikuti SKPD lingkup Pemerintah Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi menjaga kebersihan sungai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Yang pertama, hari ini adalah awal dari kegiatan bersih bersih sungai di sepanjang Ahmad Yani dari Pal 1 sampai Pal 6. Ini bersama TNI–Polri dalam rangka Hari Jadi Kota Banjarmasin dan HUT ke-80 TNI serta TNI AL,” ujarnya.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin

Wali Kota Yamin menekankan kondisi sungai yang masih dangkal di banyak titik, serta adanya pencemaran di sepanjang aliran. Ia meminta upaya yang lebih maksimal dalam pengerukan dan pengangkatan lumpur, serta perbaikan sanitasi di bantaran sungai.

Selain itu, Yamin menyoroti keberadaan jembatan yang mempersempit aliran sungai. Dinas terkait diminta melakukan peneguran agar struktur jembatan dapat disesuaikan dan tidak menghambat aliran, khususnya di koridor Jalan Ahmad Yani kilometer 1 hingga kilometer 6.

“Nanti saya minta dinas terkait berdialog dengan pemilik lahan yang berada di pinggir sungai sepanjang Ahmad Yani agar memperbaiki jembatannya. Jangan sampai mempersempit sungai kita, karena aliran air akan terganggu jika semakin sempit,” tutur Yamin.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, Polresta Banjarmasin, serta jajaran SKPD Pemko Banjarmasin. Ia juga mengajak warga serta pelaku usaha di sepanjang Jalan Ahmad Yani untuk terus berpartisipasi aktif.

“Ke depan, kami berharap masyarakat dan para pengusaha di pinggir sungai bisa ikut serta, misalnya dengan menurunkan karyawan dalam setiap kegiatan bersih bersih, agar lingkungan di Pal 1 sampai Pal 6 semakin bersih dan sehat,” ucap Yamin.

Sementara itu, Lanal Banjarmasin mengajak seluruh warga kota seribu sungai, untuk ikut menjaga keberadaan sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani.

Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut Ahmad Ahsan mengatakan, sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani merupakan beranda depan dari sungai sungai yang ada di Kota Banjarmasin.

“Dengan kata lain, sungai ini menjadi hal pertama yang dilihat dari pendatang saat berkunjung ke Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Karena itu, lanjutnya, seluruh warga Kota Banjarmasin diminta untuk dapat bersama sama menjaga kebersihan, serta keberadaan sungai di sepanjang Jalan Ahmad Yani tersebut.

“Dukungan dari warga Kota Banjarmasin diperlukan, dalam menjaga keberadaan sungai di Kota ini,” ucap Ahmad Ahsan. (ADV-SRI/RIW/RH)

Resmi Ditutup, Banjarmasin Job Fair 2025 Terima 407 Lamaran

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin resmi menutup rangkaian kegiatan Bursa Kerja (Job Fair) 2025, yang berlangsung sejak 17 hingga 19 September 2025, di halaman Balai Kota Banjarmasin, Jumat (19/9). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-499 Kota Banjarmasin.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam menjembatani dunia usaha dengan masyarakat pencari kerja.

Sekdako Banjarmasin Ikhsan Budiman didampingi Kadis Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Banjarmasin Isa Anshari

“Job Fair ini bukan sekadar ajang perekrutan, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring, menambah wawasan, dan memotivasi generasi muda agar mengasah keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja,” ungkap Ikhsan.

Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen untuk terus memperluas kesempatan kerja, sebagai upaya menekan angka pengangguran.

“Jangan berhenti berusaha dan belajar, rezeki sudah diatur, tetapi ikhtiar, doa, dan semangat pantang menyerah adalah kunci masa depan yang lebih baik,” ucap Ikhsan.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin Isa Anshari menyampaikan, antusiasme masyarakat cukup tinggi mengikuti Job Fair kali ini.

“Tercatat sebanyak 768 pengunjung menghadiri pameran, dengan 407 pelamar kerja yang mendaftarkan diri ke 28 perusahaan peserta,” ungkap Isa.

Meski, tambahnya, ditargetkan 500 lowongan kerja belum dapat terpenuhi, karena jumlah pelamar masih di bawah target.

“Kami berharap sebanyak mungkin dari 407 pencari kerja ini bisa terserap oleh perusahaan yang membuka kesempatan,” ujarnya.

Penutupan Banjarmasin Job Fair ini, lanjut Isa, juga menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin lebih fokus pada program keberlanjutan ketenagakerjaan.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata dan membuka jalan bagi Banjarmasin yang lebih maju serta sejahtera,” ucap Isa.

Seperti diketahui, Banjarmasin Job Fair 2025 menghadirkan beragam peluang dari sektor perdagangan, perbankan, kuliner, hingga jasa teknologi.

Kehadiran kegiatan ini diharapkan, mampu mengurangi beban masyarakat dalam mencari pekerjaan sekaligus memperkuat citra Banjarmasin sebagai kota yang mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version