Malam Nisfu Syaban, Momen Tingkatkan Amal Ibadah

Banjarmasin – Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan peribadatan Malam Nisfu Syaban 1447 Hijriah, yang digelar di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Senin (2/2) malam. Ribuan jamaah memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian ibadah, meski hujan telah turun sejak sore hari.

Peribadatan malam Nisfu Syaban tersebut dipimpin Ustadz Ilham Humaidi dan turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.

Hujan yang mengguyur kawasan Banjarmasin sejak sore hari, membuat seluruh rangkaian ibadah terpusat di dalam area Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Kendati demikian, jamaah tetap mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Rangkaian ibadah diawali dengan salat Magrib berjamaah, dilanjutkan salat taubat, salat hajat, serta pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali. Kegiatan kemudian diteruskan dengan salat Isya berjamaah dan salat sunah tasbih.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Malam Nisfu Syaban sebagai sarana memperkuat amal ibadah sekaligus mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Ia menyampaikan rasa syukur, karena masyarakat kembali dipertemukan dengan bulan Syaban yang memiliki keutamaan dalam ajaran Islam.

“Kita bersyukur karena kembali dipertemukan dengan bulan Syaban, salah satu bulan yang memiliki kemuliaan dan keutamaan. Momentum Nisfu Syaban ini juga menjadi pengingat bahwa dalam waktu dua pekan ke depan, kita akan memasuki bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Sekda menekankan, bahwa bulan Syaban merupakan waktu yang tepat untuk melatih diri dan meningkatkan kesiapan spiritual sebelum menjalankan ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh, termasuk pelaksanaan salat tarawih dan ibadah lainnya.

“Pelaksanaan ibadah di bulan Ramadan memerlukan kesiapan dan latihan. Oleh karena itu, di bulan Syaban ini kita dianjurkan untuk mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal ibadah dan amal saleh,” lanjutnya.

Selain itu, Sekda juga mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa agar seluruh ibadah yang dilaksanakan, khususnya pada Malam Nisfu Syaban, dapat diterima sebagai amal kebajikan oleh Allah SWT.

“Mudah-mudahan peribadatan yang kita kerjakan pada malam ini menjadi amal kebajikan yang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.

Tak lupa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut mendoakan agar daerah Kalimantan Selatan senantiasa berada dalam lindungan, keberkahan, dan rahmat Allah SWT.

“Kita juga berdoa semoga Banua kita tercinta senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin menyampaikan, bahwa pelaksanaan peribadatan Malam Nisfu Syaban berjalan dengan lancar meskipun terdapat penyesuaian akibat kondisi cuaca.

“Alhamdulillah, dengan dukungan para alim ulama dan jamaah yang tertib, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan maksimal,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Komisi III, Kawal Ketat Program Strategis Infrastruktur Kalsel Tahun 2026

Banjarmasin – Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menunjukkan komitmennya mengawal pembangunan infrastruktur daerah, dengan menggelar rapat kerja rencana program bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan, di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kalsel, Lantai IV Gedung A, pada Senin (2/2) sore.

Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustakimah, membahas secara komprehensif rencana program kerja Dinas PUPR Tahun 2026. Forum ini sekaligus menjadi momentum penguatan fungsi pengawasan DPRD terhadap perencanaan, pelaksanaan, serta efektivitas penggunaan anggaran pembangunan infrastruktur daerah.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, saat memimpin rapat

Mustakimah menegaskan pentingnya perencanaan yang matang, penganggaran yang realistis, serta pelaksanaan proyek berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap program strategis harus disertai target kinerja yang terukur, skema pendanaan yang transparan, serta mitigasi risiko keterlambatan pekerjaan dan potensi pembengkakan biaya.

Dalam rapat tersebut Dinas PUPR memaparkan secara rinci timeline pelaksanaan proyek, peta lokasi kegiatan, serta indikator capaian fisik dan keuangan secara berkala.

“Data ini dinilai penting sebagai bahan evaluasi dan pengawasan bersama, agar pelaksanaan program berjalan sesuai rencana,” ucapnya.

Disampaikan Mustakimah, fokus pengawasan DPRD diarahkan pada proyek – proyek bernilai strategis dan berdampak luas, khususnya yang mendukung konektivitas wilayah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan ketahanan pangan daerah.

“Kami mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memprioritaskan proyek strategis yang memberikan dampak langsung terhadap konektivitas logistik, aksesibilitas masyarakat, dan produktivitas ekonomi,” pintanya.

Lebih lanjut Mustaqkimah menambahkan, sinergi lintas perangkat daerah dinilai krusial, untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program. Dimana Komisi III DPRD juga merekomendasikan penguatan sistem pengendalian internal, peningkatan intensitas pengawasan lapangan. Keterbukaan informasi progres pekerjaan kepada publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan akuntabilitas pelaksanaan anggaran Tahun 2026.

“Kita ingin seluruh program kerja Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 dapat dilaksanakan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Sehingga manfaat pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan, M. Yasin Toyib, memaparkan sejumlah program prioritas Tahun 2026 yang masuk dalam proyek strategis daerah.

Program tersebut antara lain pembangunan Jembatan Pulau Laut, peningkatan jalan lintas Banjarbaru–Batulicin, pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih, pembangunan stadion bertaraf internasional, serta penguatan ketahanan pangan melalui rehabilitasi daerah irigasi dan rawa kewenangan provinsi.

“Selain infrastruktur dasar, Dinas PUPR juga merencanakan pengembangan ekonomi kreatif melalui pembangunan siring, yang diharapkan dapat menjadi ruang publik produktif sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Hadiri Rakornas 2026, DPRD Kalsel Dorong Sinergi Nyata Percepatan Program Presiden.

Jawa Barat – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Senin (2/2).

Kehadiran Ketua DPRD Kalsel Supian HK, bersama Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin dan jajaran Forkopimda Kalsel, menegaskan komitmen daerah, dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, untuk memastikan program prioritas Presiden berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ketua DPRD Kalsel Supian HK

Rakornas dibuka langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, serta dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” dan diikuti sekitar 4.487 peserta dari unsur kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pimpinan DPRD, serta Forkopimda seluruh Indonesia.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK menilai, Rakornas menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi lintas sektor antara pusat dan daerah. Tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks.

“Sinergi tidak cukup hanya di tataran kebijakan, tetapi harus diwujudkan dalam implementasi nyata di lapangan,” tegasnya.

Sumber humas DPRD Kalsel

Menurut Supian HK, DPRD memiliki peran penting dalam memastikan program prioritas nasional yang dilaksanakan di daerah benar-benar berpihak kepada masyarakat, melalui perencanaan yang matang, penganggaran yang tepat, serta pengawasan yang ketat.

“Pentingnya kesiapan daerah dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045, khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pembangunan infrastruktur, stabilitas sosial, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” jelasnya

Lebih lanjut Supian HK menambahkan,
Rakornas harus mampu memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan, sebagai kunci keberhasilan program prioritas Presiden.

Partisipasi aktif DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dalam Rakornas ini menegaskan komitmen kuat, untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah demi percepatan pembangunan yang merata, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta terwujudnya Indonesia Emas 2045.

“Daerah harus menjadi mitra strategis pemerintah pusat, bukan sekadar pelaksana. Kebijakan nasional harus selaras dengan kebutuhan dan karakteristik daerah,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Dana Pendamping, Wujud Komitmen RSUD Moch. Ansari Saleh Komitmen Hadirkan Layanan Kesehatan Inklusif

Banjarmasin – RSUD dr. H. Mochamad Ansari Saleh Provinsi Kalimantan Selatan, terus menunjukkan komitmennya, memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program dana pendamping bagi pasien yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan namun membutuhkan layanan medis.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Moch. Ansari Saleh, dr. M. Syarif Hidayat

Direktur RSUD dr. H. Mochamad Ansari Saleh Kalsel, dr. Tabiun Huda, melalui Wakil Direktur Pelayanan, dr. Muhammad Syarif Hidayat menyampaikan, bahwa program dana pendamping telah berjalan selama beberapa tahun terakhir dan terbukti sangat membantu masyarakat kurang mampu, memperoleh layanan kesehatan.

“Bagi pasien yang tidak tercover BPJS Kesehatan, kami telah menyiapkan program dana pendamping. Program ini memang dirancang khusus untuk mengakomodasi pasien – pasien yang membutuhkan pelayanan medis,” ujar dr. Syarif.

Ia menjelaskan, dana pendamping tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan. Pada tahun 2026, RSUD Ansari Saleh kembali memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar, jumlah yang relatif sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Dana pendamping ini dianggarkan melalui APBD. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, atas perhatian dan dukungan yang diberikan, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu,” katanya.

Program dana pendamping ini diperuntukkan bagi warga Kalimantan Selatan yang tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan, dengan ketentuan memiliki KTP Kalimantan Selatan serta termasuk dalam kategori masyarakat tidak mampu.

Penilaian kelayakan penerima manfaat dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Dinas Sosial setempat.

“Selama memenuhi persyaratan dan dinyatakan layak, pasien akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis dengan memanfaatkan dana pendamping tersebut,” jelasnya.

Menurut dr. Syarif, keberadaan dana pendamping memiliki peran yang sangat penting karena sebagian besar pasien yang dilayani benar-benar membutuhkan pertolongan medis, namun terkendala kondisi ekonomi.

“Pasien-pasien ini pada umumnya sangat membutuhkan layanan kesehatan, dan Alhamdulillah dapat terlayani dengan baik melalui program dana pendamping,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan, bahwa pada prinsipnya rumah sakit tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan, apapun latar belakang dan status pembiayaannya.

“Secara sederhana, rumah sakit tidak boleh menolak siapa pun yang membutuhkan pelayanan kesehatan, baik pasien tidak mampu, peserta BPJS, maupun pasien umum. Kami memberikan pelayanan seluas – luasnya, tentu dengan tetap mengikuti ketentuan dan analisis yang berlaku,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Posbankum, Tingkatkan Kesadaran Hukum Warga Kota Banjarmasin

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin, mendukung pemberian bantuan hukum untuk warga kota nya, dengan adanya Pos Bantuan Hukum (Posbankum).

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda menyampaikan, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen menghadirkan akses keadilan bagi seluruh masyarakat.

Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda

“Pemerintah kota juga memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan layanan bantuan hukum di daerah, khususnya di Kota Banjarmasin,” ungkap Ananda, belum lama tadi.

Pemerintah Kota Banjarmasin juga berkomitmen, menghadirkan akses keadilan bagi seluruh masyarakat.

“Pos Bantuan Hukum ini merupakan akses keadilan yang hadir hingga tingkat yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu kelurahan,” ucap Ananda.

Ia menjelaskan, Kota Banjarmasin telah membentuk Posbankum di seluruh 52 kelurahan, sehingga menjadi salah satu daerah yang 100 persen kelurahannya memiliki layanan Pos Bantuan Hukum.

Salah satunya Posbankum Kelurahan Telaga Biru, memiliki capaian yang membanggakan, termasuk diraihnya Peacemaker Justice Award 2025 serta sertifikat Kelurahan Sadar Hukum (Anubhawa Sasana Jagaddhita).

Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa pendekatan non-litigasi dan penyelesaian masalah secara damai, dapat berjalan efektif di tingkat kelurahan.

“Kami berharap layanan Pos Bantuan Hukum di Kota Banjarmasin semakin berkualitas, berkelanjutan, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Ananda.

Sementara itu, salah seorang warga Kota Banjarmasin, Yayuk Purwaningsih, yang merupakan Ketua RT 23 Kelurahan Telaga Biru ini menyampaikan, bahwa kehadiran Posbankum sangat membantu warga, menyelesaikan berbagai persoalan hukum dan sosial di lingkungan mereka.

“Warga merespon positif layanan tersebut karena setiap permasalahan dapat dimediasi, dan ditangani secara cepat dan terkoordinasi,” ucapnya.

Diharapkan dengan begitu, kesadaran warga mengalami peningkatan, terbukti saat ada permasalahan, warga langsung melaporkannya ke Posbankum di kelurahan.

“Kami berharap sosialisasi terkait Posbankum dapat terus ditingkatkan agar semakin banyak warga yang memahami dan memanfaatkan layanan tersebut,” ujarnya.

Yayuk menambahkan, sejauh ini tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan layanan, meski terdapat beberapa kasus seperti kekerasan dalam rumah tangga dan kenakalan remaja yang sebagian besar melibatkan warga pendatang. (SRI/RIW/EPS)

Rayakan Milad ke-5, BSI Gelar “Langkah Emas” Serentak di Seluruh Indonesia

Banjarmasin – Pagi masih muda ketika halaman KC Banjarmasin Lambung Mangkurat mulai dipenuhi peserta, dimana yang terlihat pertama bukan spanduk besar atau panggung megah, melainkan kekompakan yang sederhana: kaos hitam, sepatu lari, dan kerudung putih bagi peserta perempuan.

Di antara obrolan ringan dan cek torsi tali sepatu, semangat Milad ke-5 BSI terasa hidup, hangat, dekat, dan penuh energi.
Tepat pukul 05.30 WITA, rangkaian Fun Run “Langkah Emas untuk Generasi Emas” dimulai.

Pesertanya datang dari berbagai unit, mulai dari pegawai organik, TAD, peserta magang in office RO, RFO, FC, RCR, RFR, RCB Banjarmasin, area Banjarmasin, cabang – cabang dalam Kota Banjarmasin, hingga BSI Maslahat. Semuanya membaur dalam satu irama yang sama: merayakan lima tahun perjalanan BSI dengan cara yang sehat dan menyenangkan, pada Minggu (1/2).

Usai pemanasan, langkah-langkah kecil berubah menjadi lari yang ringan. Ada yang mengejar target pribadi, ada yang memilih pace santai sambil berbagi cerita. Namun semuanya punya satu tujuan yang sama, menikmati perayaan Milad yang tak hanya seremonial, tapi juga memberi ruang kebersamaan.

Kemeriahan tak berhenti di lintasan. Di area kegiatan, peserta dan pengunjung disambut bazar, games, serta cek kesehatan gratis.

Suasana semakin ramai saat peserta bergantian memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan, lalu kembali berkumpul untuk foto bersama, memperlihatkan wajah-wajah bahagia di balik peluh pagi.

RCEO BSI Regional IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat menegaskan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda internal, melainkan simbol gerak bersama yang lebih luas.

“Pada Milad ke-5 BSI, kami mengajak seluruh insan BSI di Banjarmasin untuk merayakan ‘Langkah Emas untuk Generasi Emas’ lewat Fun Run. Kami menyiapkan rangkaian bazar, games, dan cek kesehatan gratis agar perayaan ini menjadi ruang kebersamaan yang sehat dan bermakna,” ujarnya.

Semangat yang sama juga digelar serentak di seluruh Indonesia, mengikuti atmosfer perayaan Milad BSI yang berlangsung di berbagai wilayah. Di setiap titik, temanya tetap satu, membangun gaya hidup yang sehat sekaligus menguatkan literasi dan solusi finansial yang lebih relevan bagi masyarakat.

Dalam momentum Milad ke-5 ini, BSI juga menghadirkan beragam promo spesial sebagai bagian dari perayaan lima tahun perjalanan.

Promo tersebut melengkapi semangat “Langkah Emas”, bahwa setelah tubuh sehat dibangun lewat olahraga, kebutuhan finansial dan rencana masa depan pun bisa dipersiapkan lewat berbagai solusi layanan BSI.

Melalui perayaan Milad ke-5 ini, BSI mengajak masyarakat menikmati kemudahan dalam ekosistem layanan yang mudah, aman, dan sesuai prinsip Syariah. Dari gaya hidup sehat, kebersamaan, hingga solusi finansial untuk rencana yang lebih panjang. (RIW/EPS)

Bank Kalsel Siapkan AKSELerasi Pembayaran Pajak Daerah Berbasis Digital

Banjarmasin —Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalsel terus menunjukkan komitmennya, mendukung penguatan pengelolaan keuangan serta peningkatan pendapatan daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi aktif bersama pemerintah daerah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan dalam mendorong implementasi sistem pembayaran yang aman, mudah, dan terintegrasi.

Direktur Utama Bank Kalsel saat menyampaikan paparannya

Sejalan dengan upaya tersebut, Forum Komunikasi Pengelola Pendapatan Daerah (FKPPD) Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan menggelar kegiatan gathering dengan mengusung tema “Sinergi Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah melalui Implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI), Optimalisasi Pemungutan Opsen PKB, BBNKB, dan MBLB serta Penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD)”.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (30/1) di Banjarmasin ini, merupakan wujud koordinasi dan kolaborasi Bank Kalsel dengan lintas pemerintah daerah, dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan serta optimalisasi pendapatan daerah berbasis digital.

Turut berhadir, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Bapenda Kalsel), Subhan Nor Yaumil, Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, Ketua FKPPD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan yang merupakan Ketua BPKAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Ahmad Fauzi Noor dan seluruh Kepala Dinas ataupun yang mewakili dari Kabupaten Kota se Kalsel.

Dalam sambutannya, Ketua FKPPD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, Edy Wibowo menyampaikan, bahwa transformasi digital pengelolaan pendapatan daerah membutuhkan dukungan infrastruktur dan sistem perbankan yang andal. Dalam hal ini, peran Bank Kalsel dinilai sangat strategis, dalam menyediakan layanan dan ekosistem pembayaran digital yang terintegrasi.

FKPPD memandang Bank Kalsel sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong digitalisasi sistem pembayaran pendapatan daerah. Dukungan Bank Kalsel melalui penguatan ETPD, implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI), serta pengembangan kanal pembayaran digital telah menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.

“Melalui forum ini, kami mendorong adanya kesamaan langkah dan komitmen antar pemerintah daerah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan agar pemanfaatan sistem yang telah disiapkan Bank Kalsel dapat dioptimalkan secara berkelanjutan,” ujar Edy.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, dalam hal ini diwakili Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, mendukung percepatan digitalisasi sistem pembayaran daerah.

Ia menilai sinergi antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan Bank Kalsel merupakan kunci utama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh percepatan digitalisasi sistem pembayaran daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan yang transparan, efisien, dan akuntabel.

“Sehingga, sinergi antara Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan Bank Kalsel diharapkan mampu mempercepat implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), mendukung optimalisasi pendapatan daerah, serta meningkatkan kualitas layanan publik kepada masyarakat,” ucap Miftahul.

Pada sesi pemaparan utama, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan komitmen Bank Kalsel, mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui penguatan ekosistem pembayaran digital daerah.

Bank Kalsel melihat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki komitmen yang kuat dalam mendorong transformasi digital pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah.

“Yakni melalui implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI), optimalisasi pemungutan opsen PKB dan BBNKB, serta penguatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), kolaborasi ini diharapkan mampu menjadi AKSELerasi strategis bagi pemerintah daerah secara berkelanjutan,” ungkap Fachrudin.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan sharing session, yang menghadirkan Kepala Bapenda Kalsel, Subhan Yaumil serta Perwakilan dari Divisi Komersial dan Korporat Bank Kalsel, Fajri.

Diskusi ini, membahas praktik terbaik, tantangan implementasi, serta peluang optimalisasi pendapatan daerah melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital.

Melalui forum ini, FKPPD Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan berharap, sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Kalsel dapat semakin diperkuat, sehingga pengelolaan keuangan dan pendapatan daerah dapat berjalan lebih optimal, transparan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/EPS)

Dua Atlet Dayung Kalsel, Ikuti Seleksi Pelatnas Asian Games 2026 Nagoya

Banjarmasin – Dua atlet dayung Kalimantan Selatan, atas nama Nadya Hafizah dan Abdul Hamid, mendapatkan panggilan dari PB PODSI untuk mengikuti seleksi pelatnas Asian Games di Nagoya, Jepang.

Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalsel Donny Achdiat Sugian menyampaikan, kedua atlet tersebut sebelumnya berhasil meraih medali emas dan perak pada ajang Sea Games di Thailand. Sehingga mereka mendapatkan panggilan seleksi ke Asian Games tahun 2026 di Nagoya Jepang.

Atlet Dayung Kalsel Nadya Hafizah mendapatkan panggilan seleksi (Net)

“PODSI Kalsel mengapresiasi serta memberikan dukungan kepada kedua atlet dayung tersebut,” ungkap Donny, kepada sejumlah wartawan, Jumat (30/1).

Donny berharap, Nadya dan Abdul Hamid mampu menjaga konsistensi performa mereka, saat seleksi mendatang.

Mengingat, lanjutnya, selama menjalani Pelatnas, para atlet akan mengikuti serangkaian evaluasi ketat. Mulai dari tes fisik, teknik, hingga mental bertanding. Dengan evaluasi berjalan secara berkala setiap bulan.

“Hasil evaluasi tersebut, sebagai bahan bagi pengurus cabang olahraga di daerah masing masing atlet, sebagai bahan pemantauan dan pembinaan lanjutan,” ucapnya.

Ketua PODSI Kalsel Donny Achdiat Sugian

Meski begitu, Ketua PODSI Kalsel ini memiliki keyakinan, kedua atlet Kalsel tersebut dapat berhasil pada ajang seleksi tersebut. Mengingat keduanya sudah memiliki prestasi yang membanggakan.

“Untuk Nadya sendiri, hasil tesnya sangat menonjol, dia masuk jajaran top one, bahkan berapa di atas atlet lainnya, mereka turun di nomor dragon boat dan kayak. Nomor ini menjadi modal besar untuk bersaing di level Asia,” tutur Donny.

Selain akan turun pada ajang Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, kedua atlet Kalsel ini memiliki peluang untuk meraih tiket Olimpiade 2028 di Los Angeles, melalui jalur wild card. Asalkan, Nadya dan Abdul Hamid mampu menembus babak final pada Asian Games mendatang.

Dalam kesempatan tersebut Donny juga mengungkapkan, PODSI Provinsi Kalimantan Selatan, terus melakukan pembinaan atlet usia dini yang tergabung pada SPOBNAS dan SPOBDA. Harapannya, agar cabang olahraga Dayung Kalsel tidak kekurangan atlet.

“Saat ini PODSI Kalsel sudah memiliki lapis 5 untuk atlet atlet usia dini yang sudah menjadi binaan,” ucapnya.

Sehingga, dengan begitu pembinaan dan regenerasi atlet dayung terus berjalan di Provinsi Kalimantan Selatan ini.

“Untuk atlet pelajar yang tergabung di Pengprov Dayung tercatat 70 orang, yang berarti sudah 5 lapis, dari SD, SMP, serta kelompok umur. Sehingga Cabor Dayung tidak akan kehabisan atlet,” ujar Donny. (SRI/RIW/EPS)

Gandeng Taman Budaya BKOW Kalsel Berdayakan Perempuan Lestarikan Budaya

Banjarmasin – Upaya pelestarian seni budaya lokal sekaligus pemberdayaan perempuan lanjut usia, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan, menggandeng Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalimantan Selatan, untuk memberdayakan perempuan, khususnya yang telah memasuki usia lanjut, agar tetap aktif, produktif, dan berdaya melalui kegiatan seni tradisional.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan Ketua BKOW Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, beserta jajaran ke UPTD Taman Budaya Kalsel, Kamis siang (29/1).

Ketua BKOW Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi, saat di wancara

Dimana ini menjadi langkah awal penjajakan kerjasama berkelanjutan di bidang seni dan budaya, yang difokuskan pada pelibatan perempuan lansia, dalam kegiatan pelestarian kesenian khas Banua.

Ketua BKOW Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi menyampaikan, kunjungan ini bertujuan memperluas cakupan program pemberdayaan perempuan yang selama ini telah dijalankan BKOW.

Menurutnya, seni budaya memiliki potensi besar sebagai media pemberdayaan yang tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan mental perempuan lanjut usia.

“Melalui kerja sama dengan Taman Budaya Kalsel, kami ingin membuka ruang bagi ibu-ibu BKOW, khususnya yang sudah memasuki usia lansia, agar tetap aktif dan produktif. Seni budaya, seperti gamelan Banjar, menjadi pilihan karena sarat nilai, kebersamaan, dan kearifan lokal,” katanya.

Ellyana menjelaskan, ke depan BKOW Kalsel bersama Taman Budaya Kalsel akan menyelenggarakan program pelatihan seni secara rutin. Pelatihan tersebut difokuskan pada pengenalan dan latihan gamelan khas Banjar yang direncanakan dilaksanakan secara berkala sebagai agenda berkelanjutan.

“Ini adalah langkah awal kolaborasi di bidang seni dan budaya. Insyaallah ke depan akan ada latihan rutin yang tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga memberikan ruang aktualisasi diri bagi perempuan,” ungkap Ellyana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, diwakili Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, menyatakan dukungan penuh terhadap program BKOW Kalsel tersebut.

Ia menilai, kerja sama ini sejalan dengan visi dan misi Taman Budaya Kalsel sebagai pusat pelestarian dan pengembangan seni budaya Banua.

“Taman Budaya Kalsel sangat mendukung program BKOW ini. Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan, khususnya yang berusia lanjut, melalui seni budaya. Ini juga menjadi bukti nyata kepedulian Ketua BKOW Kalsel terhadap perkembangan seni budaya di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Suharyanti menambahkan, latihan gamelan Banjar bersama anggota BKOW Kalsel nantinya akan dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan pelatih dari Taman Budaya.

Selain sebagai sarana pemberdayaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi media transfer pengetahuan dan kecintaan terhadap seni budaya lokal kepada generasi berikutnya.

Melalui kegiatan ini, perempuan lanjut usia tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga pelaku aktif dalam pelestarian budaya Banua. Seni budaya dapat menjadi sarana menjaga produktivitas, memperkuat kebersamaan, sekaligus menjaga kesehatan mental di usia lanjut.

“Dengan terjalinnya kolaborasi antara BKOW Kalsel dan Taman Budaya Kalsel, diharapkan lahir program-program inovatif yang mampu memperkuat peran perempuan dalam pelestarian seni budaya lokal, sekaligus menghadirkan ruang yang inklusif dan bermakna bagi perempuan lanjut usia di Kalimantan Selatan,” tutup Yanti. (NHF/RIW/EPS)

Korem 101/Antasari, Serahkan Ribuan Sepatu untuk Siswa di Banjarmasin

Banjarmasin – Korem 101/Antasari menyerahkan bantuan 2.500 pasang sepatu, kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Banjarmasin. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis Komandan Korem 101 Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, di Gedung Sultan Suriansyah, Kamis (29/1).

“Program ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Danrem 101/Antasari, kepada sejumlah wartawan.

Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus saat menyerahkan bantuan

Dengan adanya bantuan ini, Ilham Yunus berharap, dapat menambah semangat anak anak untuk terus bersekolah dan meraih cita cita. Sebagai generasi penerus bangsa, pihaknya menginginkan anak – anak tetap bersemangat hingga mampu mendukung terwujudnya Indonesia Emas mendatangkan.

“Selain itu, ini juga sebagai bagian dari bakti TNI kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan generasi muda,” ucapnya.

Dengan adanya bantuan sepatu ini, anak-anak semakin termotivasi untuk bersekolah, belajar dengan lebih nyaman, dan menjadi generasi cerdas yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

“Terima kasih kepada pemerintah kota serta seluruh pihak terkait yang telah berkolaborasi sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Komandan Kodim 1007/Banjarmasin Letkol (CZI) Slamet Riyadi saat menyerahkan bantuan sepatu

Sebanyak 2.500 pasang sepatu telah disalurkan kepada para siswa penerima manfaat. Brigjen TNI Ilham Yunus berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di masa mendatang dengan jangkauan yang lebih luas.

“Mudah-mudahan ke depan kita bisa melaksanakan kegiatan seperti ini dalam skala yang lebih besar lagi,” ucapnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota, Ananda, menyampaikan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan Korem 101/Antasari serta berharap program serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang dengan cakupan yang lebih luas.

“Program ini luar biasa karena dilaksanakan oleh Korem 101 dan menjangkau berbagai lokasi di Kota Banjarmasin dengan melibatkan banyak pihak. Terima kasih kepada Bapak atas penjelasannya. Mudah – mudahan ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan bahkan ditingkatkan pada tahun berikutnya dengan jumlah penerima yang lebih banyak lagi,” ujar Ananda.

Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin siap mendukung berbagai kegiatan kolaboratif yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.

“Harapannya, program ini benar-benar dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin. Pendidikan adalah salah satu kunci utama, dan melalui bantuan yang diberikan ini kita berharap anak-anak semakin semangat dalam mengejar cita-citanya,” ucapnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Letkol Slamet Riyadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Korem 101/Antasari kepada Kota Banjarmasin. Ia menilai kolaborasi tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat

“Ke depan kegiatan seperti ini dapat berlanjut, bahkan ditambah dengan bantuan tas dan alat tulis bagi siswa,” tutupnya. (SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version