Gandeng Taman Budaya BKOW Kalsel Berdayakan Perempuan Lestarikan Budaya
Ketua BKOW Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi, belajar Gamelan Banjar, memainkan alat musik Sarun
Banjarmasin – Upaya pelestarian seni budaya lokal sekaligus pemberdayaan perempuan lanjut usia, terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga. Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan, menggandeng Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Kalimantan Selatan, untuk memberdayakan perempuan, khususnya yang telah memasuki usia lanjut, agar tetap aktif, produktif, dan berdaya melalui kegiatan seni tradisional.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan Ketua BKOW Kalsel, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, beserta jajaran ke UPTD Taman Budaya Kalsel, Kamis siang (29/1).

Dimana ini menjadi langkah awal penjajakan kerjasama berkelanjutan di bidang seni dan budaya, yang difokuskan pada pelibatan perempuan lansia, dalam kegiatan pelestarian kesenian khas Banua.
Ketua BKOW Kalsel, Ellyana Trisya Hasnuryadi menyampaikan, kunjungan ini bertujuan memperluas cakupan program pemberdayaan perempuan yang selama ini telah dijalankan BKOW.
Menurutnya, seni budaya memiliki potensi besar sebagai media pemberdayaan yang tidak hanya menjaga produktivitas, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan mental perempuan lanjut usia.
“Melalui kerja sama dengan Taman Budaya Kalsel, kami ingin membuka ruang bagi ibu-ibu BKOW, khususnya yang sudah memasuki usia lansia, agar tetap aktif dan produktif. Seni budaya, seperti gamelan Banjar, menjadi pilihan karena sarat nilai, kebersamaan, dan kearifan lokal,” katanya.

Ellyana menjelaskan, ke depan BKOW Kalsel bersama Taman Budaya Kalsel akan menyelenggarakan program pelatihan seni secara rutin. Pelatihan tersebut difokuskan pada pengenalan dan latihan gamelan khas Banjar yang direncanakan dilaksanakan secara berkala sebagai agenda berkelanjutan.
“Ini adalah langkah awal kolaborasi di bidang seni dan budaya. Insyaallah ke depan akan ada latihan rutin yang tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga memberikan ruang aktualisasi diri bagi perempuan,” ungkap Ellyana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, diwakili Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, menyatakan dukungan penuh terhadap program BKOW Kalsel tersebut.
Ia menilai, kerja sama ini sejalan dengan visi dan misi Taman Budaya Kalsel sebagai pusat pelestarian dan pengembangan seni budaya Banua.
“Taman Budaya Kalsel sangat mendukung program BKOW ini. Kami merasa bangga bisa menjadi bagian dari upaya pemberdayaan perempuan, khususnya yang berusia lanjut, melalui seni budaya. Ini juga menjadi bukti nyata kepedulian Ketua BKOW Kalsel terhadap perkembangan seni budaya di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Suharyanti menambahkan, latihan gamelan Banjar bersama anggota BKOW Kalsel nantinya akan dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan pelatih dari Taman Budaya.
Selain sebagai sarana pemberdayaan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi media transfer pengetahuan dan kecintaan terhadap seni budaya lokal kepada generasi berikutnya.
Melalui kegiatan ini, perempuan lanjut usia tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga pelaku aktif dalam pelestarian budaya Banua. Seni budaya dapat menjadi sarana menjaga produktivitas, memperkuat kebersamaan, sekaligus menjaga kesehatan mental di usia lanjut.
“Dengan terjalinnya kolaborasi antara BKOW Kalsel dan Taman Budaya Kalsel, diharapkan lahir program-program inovatif yang mampu memperkuat peran perempuan dalam pelestarian seni budaya lokal, sekaligus menghadirkan ruang yang inklusif dan bermakna bagi perempuan lanjut usia di Kalimantan Selatan,” tutup Yanti. (NHF/RIW/EPS)
