Dispar Kalsel Perkuat Promosi Wisata Lewat Konten Digital Kreatif

Banjarmasin – Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan berupaya memperkuat promosi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan media digital. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop Content Creator dan Copywriting bertema “Penguatan Promosi Pariwisata melalui Media Digital” yang digelar, Rabu (13/5).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady mengatakan, promosi digital kini menjadi kebutuhan penting, untuk mengenalkan potensi wisata Banua kepada masyarakat luas.

Kadispar Kalsel, Iwan Fitriady, didampingi Kabid Pemasaran Pariwisata, Ahmadin, dan Kasi Data dan Penyebaran Informasi Pariwisata, Rezeki Emelia

Dimana ini, menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah, untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan, sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat.

Menurutnya, promosi pariwisata tidak lagi hanya dilakukan secara konvensional, melainkan harus memanfaatkan berbagai platform digital dengan konsep yang kreatif, menarik, dan mengikuti perkembangan tren masyarakat.

“Perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut promosi yang lebih kreatif dan mampu menjangkau masyarakat luas melalui media digital. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang promosi menjadi sangat penting,” katanya.

Workshop diikuti peserta dari kalangan pegiat pariwisata, komunitas kreatif, hingga perwakilan generasi muda yang aktif di media sosial. Mereka mendapatkan pembekalan terkait strategi pembuatan konten kreatif, teknik copywriting, hingga optimalisasi media sosial sebagai sarana promosi wisata daerah.

Selain meningkatkan kemampuan teknis peserta, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan kreator – kreator digital yang dapat membantu mempromosikan destinasi wisata dan ekonomi kreatif Kalimantan Selatan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Salah satu peserta saat memberikan pertanyaan

“Melalui penguatan promosi digital, pihaknya optimis potensi wisata akan semakin dikenal masyarakat, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional, agar mampu mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutupnya.

Workshop Content Creator dan Copywriting, dibuka secara resmi Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady, sekaligus menjadi narasumber, didampingi Kabid Pemasaran Pariwisata, Ahmadin, dan Kasi Data dan Penyebaran Informasi Pariwisata, Rezeki Emelia.

Selanjutnya narasumber kedua dari Creative Director Kahfi R.a Dude. Diikuti sejumlah asosiasi pariwisata diantaranya, Himpunan Pramuwisata Indonesia, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, ASPPI, ASPPERWI, ASTINDO, dan ASPI, serta perwakilan Anjungan Putra Putri Pariwisata dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. (NHF/RIW/EPS)

DPRD Pastikan Pendidikan Jadi Prioritas, Aspirasi Mahasiswa Jadi Penguat Evaluasi

Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya, mendukung kemajuan dunia pendidikan di Banua, mulai dari pemenuhan anggaran pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, hingga perbaikan sarana dan prasarana sekolah.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, usai menerima aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Kalsel, pada aksi penyampaian pendapat memperingati Hari Pendidikan Nasional di Kantor DPRD Kalsel, Selasa (12/5) sore.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Gusti lskandar Sukma Alamsyah

Menurutnya, DPRD Kalsel selama ini terus menjaga alokasi mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen sebagaimana amanat undang-undang.

Anggaran tersebut dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Selatan.

“Di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kita terus menjaga mandatory spending pendidikan 20 persen tetap terpenuhi,” ujarnya.

Selain penguatan anggaran, perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik juga terus dilakukan melalui penyesuaian honor guru sesuai standar Upah Minimum Provinsi (UMP).

Gusti Iskandar menjelaskan, pemerintah provinsi secara bertahap juga terus memenuhi fasilitas pendidikan berdasarkan standar pelayanan minimal, terutama pada jenjang SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Saat ini terdapat lebih dari 200 SMA dan SMK di Kalimantan Selatan, ditambah puluhan SLB yang membutuhkan perhatian pemenuhan sarana pendidikan maupun kebutuhan tenaga pendidik.

“Kami terus mendorong pemerintah pusat agar memberikan dukungan tambahan bagi sektor pendidikan di Banua, khususnya terkait kekurangan tenaga guru yang masih terjadi di sejumlah sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gusti Iskandar menambahkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel saat ini juga tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memperjuangkan tambahan formasi guru, serta dukungan fasilitas pendidikan lainnya bagi Kalimantan Selatan.

“Aspirasi mahasiswa menjadi bagian penting dalam evaluasi dan penguatan kebijakan pendidikan daerah, agar kualitas pendidikan di Banua terus meningkat dan semakin merata,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Bantu Penuhi Kebutuhan Bapok, Pasmur Banjarmasin Sasar Pemukiman

Banjarmasin – Antrean panjang terlihat sejak pagi di halaman Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh, Rabu (13/5). Ratusan warga datang membawa tas belanja dan harapan yang sama, yakni mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di tengah naiknya harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.

Kegiatan Bazar Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kota Banjarmasin ini, menjadi langkah konkret pemerintah menjaga daya beli masyarakat yang mulai tertekan, akibat kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Terutama cabai, beras, minyak goreng, dan gula pasir.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin saat melakukan pemantauan

Terlebih, di tengah inflasi daerah yang mencapai 3,62% pada April 2026.

Wali Kota, Muhammad Yamin mengatakan, pasar murah sengaja diperluas hingga menjangkau lima kecamatan dan 52 kelurahan bekerja sama dengan Perum Bulog, agar masyarakat dapat merasakan langsung dampaknya.

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup hanya lewat rapat dan data statistik, tetapi harus diwujudkan melalui intervensi nyata di lapangan.

“Ketika harga mulai naik menjelang hari besar keagamaan, masyarakat kecil menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Karena itu pemerintah harus hadir melalui pasar murah bersubsidi agar kebutuhan pokok tetap bisa dijangkau,” ujar Yamin, saat membuka kegiatan.

Di sela kegiatan, Ia juga menghampiri warga yang rela mengantre sejak pagi. Ia bertanya satu per satu mengenai manfaat pasar murah.

Sejumlah warga mengaku terbantu dan berharap kegiatan serupa lebih sering dilaksanakan. Respons masyarakat itu dinilai menjadi gambaran bahwa program pemerintah menyentuh kebutuhan riil warga.

Karena itu, Wali Kota meminta seluruh perangkat daerah terkait agar memperkuat pengawasan distribusi pangan, pemantauan harga pasar, hingga koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha agar pasokan tetap aman.

Tidak hanya fokus pada solusi jangka pendek, Pemkot juga mulai mendorong langkah pencegahan jangka panjang.

Yamin, mengungkapkan pemerintah berencana membagikan bibit cabai kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap harga pasar yang fluktuatif.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga punya solusi jangka panjang. Karena cabai sering mengalami kenaikan harga, nanti akan kami bagikan bibit cabai agar warga bisa menanam sendiri di rumah,” katanya lagi.

Kegiatan itu turut dihadiri unsur pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, distributor bahan pangan, pelaku usaha, pihak Perum Bulog, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Banjarmasin. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Jadi Tuan Rumah POPDA 2026, Banjarmasin Targetkan Juara Umum

Banjarmasin – Kontingen Kota Banjarmasin menargetkan juara umum pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Target tersebut disampaikan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, saat melepas kontingen atlet yang akan berlaga pada ajang tersebut.

Pelepasan ini menjadi momentum krusial bagi para atlet muda kota seribu sungai, sebelum bertolak menuju arena pertandingan yang direncanakan berlangsung pada 18 hingga 24 Mei 2026, di Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar.

Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kontingen secara simbolis oleh Wali Kota kepada perwakilan atlet.

Dalam arahannya, Yamin menaruh harapan besar kepada para atlet yang terpilih, agar dapat membawa harum nama kota Banjarmasin di pentas tersebut.

Yamin menekankan, bahwa medali emas memang menjadi target, namun semangat integritas, kebanggaan dan sportivitas dalam bertanding tetap menjadi kunci utama.

Ia juga berpesan kepada para atlet agar dapat menjaga kebugaran menjelang kompetisi.

“Hari ini kita lepas kontingen yang akan berlaga di POPDA, kita harap mereka bisa menjaga kebugarannya sebelum bertanding, tetap junjung tinggi nilai-nilai sportivitas, tetap hormati lawan dan wasit serta jaga nama baik kota Banjarmasin di ajang tersebut,” ungkapnya.

Yamin juga meminta para official dan pelatih agar terus memantau anak asuhnya, hingga kompetisi tiba apabila didapati di antara mereka yang kondisinya dinilai kurang prima.

“Kami yakin dan percaya mereka bisa menampilkan kemampuan terbaik. Namun saya harap apabila sedang tidak fit kondisinya janganlah dipaksakan untuk tanding,” pesan Wali Kota.

Di sisi lain, Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil menjelaskan lebih rinci, kontingen Kota Banjarmasin yang akan turun dan mematangkan kesiapan di ajang POPDA tahun ini.

“Total ada 77 atlet dan 22 pelatih hingga official di empat cabang olahraga yang dipertandingkan. Bola basket sebanyak 24 atlet dan 5 pelatih. Lalu bola voli 23 atlet dan 5 pelatih, sepakbola ada 18 atlet putra dan 7 pelatih serta sepak takraw 12 atlet dan 5 pelatih,” jelasnya.

Pihaknya pun memasang target minimal kontingen atlet membawa pulang empat medali emas dan mempertahankan tradisi juara.

Senada, Ia juga mengajak para atlet agar mampu membawa harum nama daerah di ajang tersebut.

“Kita berharap besar Banjarmasin bisa menjadi juara umum,” lugasnya.

Dengan persiapan matang selama berbulan-bulan, target Banjarmasin untuk meraih prestasi terbaik di ajang POPDA Kalsel 2026 diharapkan dapat terwujud. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Puluhan Ribu Penonton Telah Mendengar Loncengnya, Kini The Bell: Panggilan untuk Mati Hadir di Banjarmasin!

Banjarmasin – Setelah sukses menggelar rangkaian special screening hingga roadshow di beberapa kota, film horor The Bell: Panggilan untuk Mati, melanjutkan perjalanannya melalui cinema visit di Banjarmasin pada Selasa (12/5).

Kehadiran para cast dan filmmaker menjadi kesempatan spesial bagi penonton untuk bertemu langsung, sekaligus merasakan lebih dekat dengan atmosfer film yang tengah ramai diperbincangkan ini.

Sejak resmi tayang di bioskop, The Bell: Panggilan untuk Mati telah berhasil menarik lebih dari 84.000 penonton, dan menjadi salah satu film horor Indonesia yang ramai diperbincangkan.

Antusiasme tersebut terlihat dari tingginya respons publik selama rangkaian special screening, roadshow, hingga penayangan reguler di seluruh bioskop Indonesia.

Cinema visit The Bell: Panggilan untuk Mati di Banjarmasin, dihadiri Bhisma Mulia, Sita Permatasari, serta Executive Producer Avesina Soebli.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari perjalanan film ini untuk menyapa penonton di Banjarmasin, sekaligus mengenalkan Penebok, sosok horor baru yang lahir dari folklore lokal Indonesia, dan mulai menarik perhatian banyak penonton sejak penayangannya di bioskop.

Sejak resmi tayang, The Bell: Panggilan untuk Mati menjadi salah satu film horor yang banyak dibicarakan, karena menghadirkan pengalaman yang berbeda.

Tidak hanya menawarkan ketegangan, film ini juga membawa nuansa budaya lokal yang kuat dan terasa dekat dengan kehidupan generasi saat ini.

Ceritanya berangkat dari rasa penasaran dan obsesi terhadap viralitas, sesuatu yang akrab dengan kehidupan digital anak muda masa kini, lalu berkembang menjadi pengalaman yang perlahan membangun rasa tidak nyaman dan membuat penonton terus tenggelam dalam atmosfer filmnya.

Selain ceritanya yang relevan, pendekatan visual yang digunakan juga menjadi daya tarik tersendiri.

Sutradara Jay Sukmo menghadirkan tiga aspek rasio gambar yang berbeda untuk membedakan tiap periode waktu dalam cerita, menciptakan pengalaman menonton yang lebih imersif dan jarang ditemui di film horor Indonesia.

Pendekatan ini membuat The Bell tidak hanya menghadirkan rasa takut, tetapi juga pengalaman sinematik yang terasa lebih intens dilayar lebar.

Bhisma Mulia mengungkapkan, bahwa respons penonton selama rangkaian promosi menjadi salah satu hal yang paling berkesan baginya.

“Banyak yang bilang mereka datang karena penasaran, tapi setelah nonton justru kebawa sama atmosfer filmnya. Itu yang menurut saya menarik dari The Bell, karena rasa takutnya bukan cuma dari apa yang muncul di layar, tapi juga dari situasi yang terasa dekat dengan kehidupan sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Sita Permatasari mengaku antusias dapat hadir langsung menyapa penonton di Banjarmasin.

Menurutnya, pengalaman menonton The Bell: Panggilan untuk Mati akan terasa berbeda ketika disaksikan langsung di bioskop.

“Film ini punya atmosfer yang kuat dan perlahan bikin penonton masuk ke dalam ceritanya. Menurut saya, sensasi itu akan lebih terasa kalau ditonton langsung di layar lebar bersama teman, sodara dan orang yang kalian sayang,” ungkapnya.

Executive Producer Avesina Soebli berharap, rangkaian cinema visit ini dapat membuat semakin banyak penonton semakin tertarik untuk menyaksikan The Bell: Panggilan untuk Mati di bioskop.

“Kami ingin penonton merasakan pengalaman horor yang bukan hanya menegangkan, tetapi juga memiliki cerita dan atmosfer yang kuat. The Bell menghadirkan folklore lokal yang dekat dengan budaya kita sendiri, sehingga pengalaman menontonnya terasa lebih dekat, intens, dan berbeda,” pungkasnya. (TheBell-RIW/EPS)

Tingkatkan Awreness K3, Pelindo Regional 3 Sosialisasikan Risiko Blind Spot dan Mobilisasi Kendaraan

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan, terus memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan operasional pelabuhan melalui kegiatan sosialisasi bertema “Penguatan Implementasi K3 Berkenaan dengan Risiko Blind-Spot dan Pergerakan Alat/Kendaraan”.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya preventif, meningkatkan kesadaran seluruh pekerja, cleaning service, dan vendor terhadap potensi bahaya yang muncul dari aktivitas pergerakan alat berat dan kendaraan operasional.

Sosialisasi disampaikan Yoga Arya Kuswanto, selaku Junior Manager HSSE PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan kepada cleaning service dan vendor yang beraktivitas di area pelabuhan.

Dalam pemaparannya, disampaikan berbagai langkah antisipatif untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja akibat blind-spot, interaksi manusia dengan alat berat, serta pergerakan kendaraan operasional di area kerja.

Kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya penerapan budaya keselamatan melalui prinsip “Patuhi – Peduli – Intervensi” sebagai bagian dari komitmen perusahaan, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas fatality.

Materi yang diberikan mencakup penerapan Stop Work Authority (SWA), penentuan zona aman (safe zone), penggunaan alat peringatan dini pada alat berat, hingga penguatan disiplin penggunaan sabuk keselamatan (seat belt).

Dalam paparannya, Yoga Arya Kuswanto menegaskan, bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara disiplin seluruh pihak tanpa terkecuali.

“Risiko blind-spot dan pergerakan alat berat merupakan salah satu potensi bahaya terbesar di area operasional pelabuhan. Oleh karena itu, seluruh pekerja, cleaning service, dan vendor wajib meningkatkan kepedulian dan disiplin terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan,” ujar Yoga Arya Kuswanto.

Ia juga menambahkan, bahwa penerapan K3 bukan hanya sekadar memenuhi aturan perusahaan, namun merupakan langkah nyata dalam melindungi keselamatan jiwa pekerja dan menjaga kelancaran operasional pelabuhan.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk berani melakukan intervensi apabila menemukan kondisi tidak aman serta selalu memastikan berada di zona aman saat alat bergerak,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan berharap seluruh cleaning service dan vendor dapat semakin memahami pentingnya pengendalian risiko di area operasional, khususnya terkait blind-spot dan mobilisasi alat/kendaraan.

Penguatan implementasi K3 secara konsisten diharapkan mampu menekan angka kecelakaan kerja serta mendukung terciptanya budaya keselamatan yang berkelanjutan.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan berusaha untuk terus meningkatkan pengawasan, sosialisasi, dan edukasi HSSE guna memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai standar keselamatan kerja yang berlaku.

Semangat “Stop Fatality” dan “Zero Tolerance for Equipment/Vehicle Movement Risk” menjadi landasan utama perusahaan, menjaga keselamatan seluruh insan pelabuhan. (Pelindo-RIW/EPS)

Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah, Ini Harapan Wali Kota Yamin

Banjarmasin – Suasana penuh senyum dan antusias tampak sejak pagi, ketika para siswa menerima bingkisan perlengkapan sekolah dari program Pegadaian Peduli melalui Gold Generation, pada Selasa (12/5).

Bantuan tersebut tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak, tetapi juga menjadi bukti sinergi antara Pemerintah Kota Banjarmasin dan PT Pegadaian, mendukung pendidikan serta meringankan kebutuhan sekolah masyarakat.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin saat menyerahkan bantuan

Kegiatan ini turut dihadiri jajaran PT Pegadaian, kepala sekolah, dewan guru, orang tua siswa, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kota Banjarmasin.

Di tengah tantangan ekonomi masyarakat dan persoalan pendidikan yang terus berkembang, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dinilai menjadi kekuatan besar untuk membantu menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan.

Dalam sambutannya Yamin menyampaikan, bahwa pembangunan kualitas generasi muda harus dimulai dari perhatian kecil yang dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Pendidikan tidak hanya soal nilai akademik. Anak-anak harus dibentuk menjadi generasi yang disiplin, tangguh, kreatif, dan peduli lingkungan. Persoalan sampah hari ini harus menjadi edukasi bersama, mulai dari memilah sampah, membuat kompos, hingga memanfaatkan ecobrick menjadi karya kreatif yang bernilai,” ungkap Yamin.

Ia menilai, program sosial seperti ini menjadi kekuatan penting, untuk membantu pemerintah mempercepat pembangunan sumber daya manusia.

Kepedulian perusahaan terhadap sekolah membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas pendidikan, terutama membantu siswa yang membutuhkan perlengkapan belajar.

Namun di sisi lain, masih terdapat tantangan berupa rendahnya kesadaran lingkungan sejak usia dini dan belum meratanya dukungan sosial terhadap sekolah – sekolah di Kota Banjarmasin.

“Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong agar program tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu mengubah perilaku masyarakat,” ujar Yamin.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin saat menyerahkan bantuan

Salah satu solusi yang disampaikan, adalah memperkuat edukasi lingkungan di sekolah melalui praktik langsung, seperti pemilahan sampah, pengolahan kompos, hingga pemanfaatan ecobrick dari botol plastik menjadi prakarya kreatif bernilai ekonomi.

Yamin berharap, langkah PT Pegadaian menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk ikut membantu dunia pendidikan di Kota Banjarmasin.

Menurutnya, ketika pemerintah, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha bergerak bersama, maka peluang menciptakan generasi emas yang cerdas, tangguh, dan peduli lingkungan akan semakin besar.

“Kalau kepedulian seperti ini terus bergerak bersama, maka sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan dan mampu membawa perubahan bagi Kota Banjarmasin,” ucap Yamin.

Kebahagiaan para siswa terlihat jelas usai menerima bantuan tersebut. Salah satunya disampaikan Dafa, siswa SD Negeri Kuin Cerucuk 1, yang mengaku senang mendapatkan perlengkapan sekolah baru dari program Pegadaian Peduli.

“Saya senang sekali dapat hadiah ini. Jadi tambah semangat dan mau lebih rajin lagi belajar serta sekolah supaya bisa membanggakan orang tua,” ucap Dafa dengan wajah penuh senyum. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Komisi IV Terima Aspirasi BEM ULM, Soroti Pendidikan dan Persoalan Sosial

Banjarmasin – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (BEM ULM) Tahun 2026, di ruang rapat Komisi IV DPRD Kalsel, baru-baru tadi.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifa mengapresiasi kehadiran puluhan mahasiswa, yang aktif menyuarakan kondisi riil di masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan dan sosial.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifa

Menurutnya, berbagai masukan dari mahasiswa menjadi bahan penting bagi DPRD, untuk menjalankan fungsi pengawasan dan penyusunan kebijakan daerah.

“Dalam diskusi tersebut, salah satu isu yang menjadi perhatian yakni tingginya angka Anak Putus Sekolah atau APS serta Anak Tidak Sekolah atau ATS di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Jihan menilai, kondisi di Kalsel memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lain.

Banyak anak yang tercatat tidak sekolah, namun sebenarnya sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren, karena belum terdata dalam sistem EMIS atau Education Management Information System milik Kementerian Agama Republik Indonesia.

Karena itu, Komisi IV DPRD Kalsel menilai diperlukan sinkronisasi data.

Foto bersama sumber Humas DPRD Kalsel

“Koordinasi lintas sektor dimaksudkan agar kondisi pendidikan di daerah dapat tergambar secara lebih akurat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua BEM ULM 2026, Ahmad Zidan Satrio Utomo berharap, DPRD Kalsel terus memerhatikan aspirasi masyarakat kecil, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial.

Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa dan DPRD penting untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.

“Melalui audiensi ini, kami berharap sinergi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua,” tutup Jihan. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Jelang POPDA Kalsel 2026, Kontingen Kabupaten/Kota Jalani Pemeriksaan Keabsahan

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (DISPORA) Provinsi Kalimantan Selatan, memeriksa Keabsahan Kontingen Peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Tahun 2026, di Banjarmasin, Senin (11/5).

Kepala Dispora Kalsel Pebriadin Hapiz, diwakili Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2026, dengan memeriksa dokumen atau keabsahan kontingen peserta POPDA 13 kabupaten kota di Provinsi Kalimantan Selatan.

Ket foto : Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Susmianto

“Jelang pelaksanaan POPDA Tingkat Provinsi Kalsel ini, sudah memasuki tahap keabsahan dokumen peserta,” ungkap Heru, kepada sejumlah wartawan.

Pemeriksaan, lanjutnya, dilaksanakan selama 3 hari, mulai 11 – 13 Mei 2026.

“Tiga hari kita melaksanakan proses pemeriksaan dokumen peserta, Dispora memeriksa kelengkapan fisik, yang sebelumnya sudah di upload pada saat pendaftaran,” jelas Heru.

Pada proses pengabsahan tersebut, Dispora melakukan pengecekan dengan melihat langsung dokumen asli dari peserta.

“Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya kecurangan umur dari peserta POPDA Tingkat Provinsi Tahun 2026,” ujar Heru.

Heru juga meminta kepada peserta POPDA, untuk disiplin melengkapi administrasi persyaratan kepesertaan.

“Kami berusaha disiplin agar peserta mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan,” ucap Heru.

Pada proses keabsahan yang digelar saat ini, Dispora Kalsel bertindak tegas terkait kelengkapan administrasi setiap peserta.

“Kami mengimbau kepada seluruh peserta untuk melengkapi berkas yang disyaratkan pada POPDA Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026,” ujar Heru.

Dengan adanya ketentuan tersebut, maka pada pelaksanaan POPDA tidak ada lagi kendala di lapangan mengenai keabsahan peserta.

Kontingen yang diperiksa keabsahannya, mencapai 970 atlet, 167 pelatih, serta 83 orang official, dengan total peserta sebanyak 1.166 orang. (SRI/RIW/EPS)

Bank Kalsel Mengajar, Ajak Pelajar Melek Finansial Sejak Dini

Banjarmasin – Dalam rangka memeringati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 sekaligus mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar, Bank Kalsel melaksanakan program “Bank Kalsel Mengajar” yang digelar serentak 18 Kantor Cabang Bank Kalsel.

Program yang sudah terlaksana ini, berlangsung pada 4 hingga 13 Mei 2026 dengan menyasar sekolah tingkat SD, SMP, SMA/SMK sederajat di wilayah kerja masing – masing cabang.

Melalui kegiatan tersebut, pimpinan cabang Bank Kalsel akan hadir langsung ke sekolah – sekolah untuk memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan sejak dini, pentingnya budaya menabung, serta pengenalan layanan perbankan secara edukatif dan interaktif

Kegiatan “Bank Kalsel Mengajar” merupakan komitmen Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya berfokus pada layanan keuangan, namun juga berperan aktif mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan literasi keuangan masyarakat sejak usia dini.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan, bahwa program ini menjadi salah satu langkah nyata Bank Kalsel, membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus meningkatkan pemahaman keuangan di lingkungan pelajar.

“Melalui program ini, Bank Kalsel ingin hadir lebih dekat dengan dunia pendidikan serta memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk budaya menabung dan meningkatkan literasi keuangan pelajar secara berkelanjutan,” ujar Fachrudin.

Adapun bentuk kegiatan yang dilaksanakan antara lain, edukasi literasi keuangan, pengenalan produk dan layanan perbankan, seperti tabungan pelajar dan digital banking, sesi tanya jawab interaktif, games edukatif, hingga pembagian souvenir edukatif kepada peserta.

Diharapkan, melalui program “Bank Kalsel Mengajar” kedepannya, dapat mendukung program inklusi keuangan nasional, meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya layanan keuangan formal, serta memperkuat citra perusahaan sebagai bank daerah yang peduli terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda. (ADV-RIW/EPS)

Exit mobile version