FGD Transformasi APIP, Gubernur Muhidin: Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sistem pengawasan internal untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Transformasi APIP Menuju Pengawasan yang Adaptif, Terintegrasi, dan Berdampak yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (22/5).

Ket : Gubernur Kalsel Muhidin, saat memberikan sambutan

FGD tersebut dibuka langsung Gubernur Kalsel, Muhidin dan turut dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Mahendra Jaya, serta kepala SKPD Pemprov Kalsel.

Gubernur Muhidin menegaskan, forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota terkait pengawasan pemerintahan dan pengelolaan anggaran daerah.

Menurutnya, pemahaman yang sama terhadap regulasi dan kebijakan terbaru sangat diperlukan agar pelaksanaan program pemerintahan berjalan optimal serta terhindar dari kesalahan administrasi.

“Melalui FGD ini, kami berharap pelaksanaan pemerintahan di seluruh perangkat daerah semakin baik, terutama dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan program pembangunan,” ujar Muhidin.

Ia menambahkan, penguatan pengawasan tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi juga akan dilanjutkan melalui pendampingan langsung ke kantor maupun dinas-dinas di lingkungan pemerintah daerah.

“Pendampingan akan terus dilakukan agar seluruh perangkat daerah dapat menjalankan tugas sesuai aturan dan meminimalisasi potensi kesalahan dalam tata kelola pemerintahan,” tambahnya.

Muhidin juga berharap penguatan fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) mampu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan publik di Kalimantan Selatan.

Ket : Suasana pembukaan FGD Transformasi APIP

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Mahendra Jaya mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Inspektorat Daerah yang menginisiasi FGD transformasi pengawasan APIP tersebut.

Menurutnya, peran APIP saat ini telah berkembang menjadi mitra strategis kepala daerah dan organisasi perangkat daerah dalam mendeteksi persoalan sejak dini, bukan lagi sekadar aparat pemeriksa.

“APIP bukan untuk ditakuti. APIP hadir untuk membantu kepala daerah dan OPD dalam mendeteksi persoalan, memberikan peringatan, serta bersama-sama mencari solusi agar masalah yang sama tidak kembali terjadi,” katanya.

Ia menilai transformasi pengawasan menjadi kebutuhan penting agar tata kelola pemerintahan semakin kuat dan seluruh program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya mengapresiasi kepedulian Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan agar seluruh program dapat berjalan efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Regulasi Pengelolaan Limbah dan Sampah, Jadi Prioritas DPRD Banjarmasin Tahun Ini

Banjarmasin – DPRD Kota Banjarmasin mendorong Perda prioritas 2026, untuk memperkuat sistem sanitasi dan pengelolaan sampah di Kota Seribu Sungai. Kedua aturan tersebut dinilai penting, agar penanganan lingkungan di Banjarmasin memiliki dasar hukum yang jelas dan terintegrasi.

Anggota Badan Musyawarah DPRD Banjarmasin, Hendra menjelaskan, selama ini pengelolaan limbah domestik maupun persampahan belum berjalan maksimal, karena tidak adanya regulasi kuat yang mengatur kerja sama lintas instansi.

Menurutnya, perda pertama yang menjadi prioritas adalah Perda tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik. Regulasi tersebut menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah, menjalankan sistem sanitasi yang lebih terstruktur dan legal.

“Pengelolaan air limbah domestik dimaksudkan penanganan sanitasi, lebih terstruktur dan legal,” ujarnya kepada wartawan baru-baru tadi.

Hendra menjelaskan, penanganan limbah domestik membutuhkan kolaborasi sejumlah dinas terkait, diantaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Banjarmasin.

Dengan adanya perda tersebut, koordinasi lintas sektor diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

“Kami juga memprioritaskan Perda Pengelolaan Persampahan. Regulasi ini harus mampu mengubah paradigma pengelolaan sampah di Banjarmasin, agar tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan lingkungan semata,” jelasnya.

Hendra menilai, sampah seharusnya dapat dikelola menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan memberi manfaat bagi masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih, pengelolaan sampah yang baik dapat membuka peluang tambahan pemasukan bagi warga.

“Kedua Perda tersebut menjadi landasan hukum yang kuat bagi pemerintah kota, meningkatkan kualitas sanitasi serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (NHF/RIW/EPS)

Masuki Babak Semifinal, Ini Grup Yang Berlaga di Cabor Sepak Bola POPDA Kalsel

Banjarmasin – Pertandingan sepak bola Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalsel Tahun 2026, di Kota Banjarmasin, kini memasuki penghujung fase grup.

Masing-masing kontestan terus bersaing memperebutkan tiket menuju babak semifinal dalam pertandingan yang berlangsung di Lapangan Green Yakin Soccer Field (GYSF), Kabupaten Banjar, Kamis (21/5).

Persaingan di seluruh grup berlangsung ketat. Sejumlah tim masih memiliki peluang lolos ke semifinal, terutama di Grup B dan D yang persaingannya masih terbuka hingga pertandingan terakhir.

Rilis Dispora Kalsel, Kamis (21/5) menyebutkan, pada pertandingan hari pertama, Balangan sukses mengalahkan Banjarmasin dengan skor tipis 1-0. Tabalong juga tampil impresif usai menundukkan Hulu Sungai Selatan (HSS) 2-0.

Di Grup A, Banjarbaru membuka peluang lolos setelah menang 2-0 atas Hulu Sungai Utara (HSU), sementara Tapin bermain imbang 1-1 melawan Hulu Sungai Tengah (HST). Adapun Tala berhasil mengatasi Kotabaru 2-0.

Memasuki hari kedua, HST kembali bermain imbang 1-1 kontra Barito Kuala (Batola). Tanah Bumbu (Tanbu) meraih kemenangan penting 1-0 atas HSU. Sedangkan Kotabaru bangkit usai mengalahkan Banjar 2-0.

Di Grup D, Balangan dan HSS bermain tanpa gol, sementara Banjarmasin menjaga asa lolos setelah menaklukkan Tabalong dengan skor 2-1.

Sementara itu, laga hari ketiga sudah mulai berlangsung dengan hasil imbang 1-1 antara Banjar melawan Tala di Grup C. Pertandingan lainnya masih akan menentukan siapa yang berhak melangkah ke semifinal.

Di Grup A, Banjarbaru dan Tanbu sama-sama mengoleksi tiga poin dan akan saling berhadapan pada laga penentuan. Grup B juga masih terbuka dengan HST memimpin klasemen sementara dengan dua poin, diikuti Batola dan Tapin yang sama-sama mengantongi satu poin.

Persaingan paling sengit terjadi di Grup D. Tabalong, Balangan, dan Banjarmasin sama – sama mengoleksi tiga poin, sedangkan HSS masih memiliki peluang dengan dua poin.

“Seluruh tim dipastikan tampil maksimal demi mengamankan posisi terbaik dan melaju ke babak semifinal Popda Kalsel 2026,” ucap referee assesor, Baktiansyah dalam siaran persnya.(DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EPS)

Youth Bootcamp 2026, Ajang Diskusi Pemuda Hadapi Tantangan Dunia Digital

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Youth Bootcamp, di Banjarmasin, Kamis (21/5). Kegiatan yang dibuka Kadispora Kalsel Pebriandin Hapiz didampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Budiono ini, berlangsung dari 21 – 24 Mei 2026, dan diikuti 50 pemuda dari perwakilan organisasi kemahasiswaan serta kepemudaan.

Pebriandin menyampaikan, forum Youth Bootcamp menjadi ajang diskusi bersama menyikapi dinamika yang terjadi di Kalimantan Selatan.

Ket foto : Kadispora Kalsel Pebriandin Hapiz

“Di tengah interupsi informasi yang sedemikian rupa, maka forum ini menjadi ruang diskusi pengetahuan, untuk saling berbagi bersama narasumber, menyikapi keadaan saat ini,” ungkap Pebriandin, usai pembukaan pada Kamis (21/5).

Mengingat, lanjutnya, pemuda saat ini hidup di era yang penuh tantangan sekaligus peluang. Perkembangan teknologi dan media digital telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi dan menyampaikan pendapat.

“Dalam kondisi seperti ini, pemuda dituntut bukan hanya mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan yang menghadirkan gagasan positif bagi masyarakat,” ucapnya.

Karena itu, tambahnya, kegiatan Youth Bootcamp ini menjadi sangat relevan dan penting. Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi sebuah proses pembentukan kapasitas generasi muda agar memiliki kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi publik yang baik, serta keterampilan memproduksi konten yang berkualitas dan bertanggung jawab.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, sangat mendukung lahirnya pemuda-pemuda kreatif, inovatif, dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

“Kami ingin pemuda Kalsel tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga mampu menghadirkan narasi yang mencerdaskan, menginspirasi, dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya,” tutur Pebriandin.

Dispora Kalsel juga mengapresiasi kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan ini, terutama dengan insan media, praktisi kreatif, dan para narasumber yang memiliki pengalaman di bidangnya masing – masing.

Kolaborasi seperti inilah yang perlu terus diperkuat agar pembinaan kepemudaan
semakin adaptif dengan perkembangan zaman.

“Kepada seluruh peserta, ikutilah kegiatan ini dengan semangat, disiplin, dan penuh antusiasme. Jangan ragu untuk berdiskusi, bertanya, dan menggali pengalaman dari para narasumber. Saya percaya, dari ruangan ini akan lahir pemuda – pemuda hebat yang mampu menjadi wajah positif Kalimantan Selatan di ruang digital maupun di tengah masyarakat,” ucap Pebriandin.

Sementara itu, Toto Fachrudin, selaku narasumber pelatihan Youth Bootcamp, menjelaskan, pemuda saat ini hidup dalam lanskap digital yang sangat dinamis, ditandai dengan masifnya arus informasi, perkembangan kecerdasan buatan, serta dominasi media sosial sebagai ruang utama pembentukan opini publik.

“Di tengah kondisi ini, maka pemuda diharapkan mampu menjadi narator pembangunan yang membawa pesan pesan positif di ruang publik digital,” ucap Toto.

Toto berharap, para pemuda tidak langsung percaya dengan narasi yang ada di media digital begitu saja, tetapi perlu disaring dengan cermat. (SRI /RIW/EPS)

Jelang HUT ke-500, Banjarmasin Gelar LDMS Best Of The Best

Banjarmasin – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, menggelar Lomba Desain Motif Sasirangan (LDMS) Best Of The Best Tahun 2026, Rabu (20/5). Lomba dibuka Wali Kota Muhammad Yamin, didampingi Ketua Dekranasda Banjarmasin Neli Listriani.

Neli menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, yang menjadi momentum bersejarah dan refleksi perjalanan panjang Kota Seribu Sungai menjaga budaya, membangun kreativitas, serta memperkuat identitas daerah.

“Lomba kali ini mengangkat tema Simfoni 5 Abad Estetika Lokal Sasirangan Identitas Banua,” ungkap Neli.

Tema ini, lanjutnya, menggambarkan harmonisasi perjalanan budaya Banjar selama lima abad, yang diwujudkan melalui keindahan motif Sasirangan sebagai identitas lokal yang terus hidup, berkembang, dan relevan di setiap zaman.

“Pelaksanaan LDMS selama sembilan tahun ini merupakan bukti nyata, bahwa kreativitas masyarakat Kota Banjarmasin terus tumbuh dan
berkembang,” ujarnya.

Berbagai motif yang lahir dari para peserta tidak hanya menunjukkan nilai estetika, tetapi juga menggambarkan kekayaan filosofi, kearifan lokal, dan karakter budaya Banjar.

“Sebagai Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, saya merasa bangga dan
bersyukur karena kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata bahwa tujuan dan fungsi Dekranasda dapat diwujudkan dengan baik,” ucap Neli.

Dekranasda, sebagai organisasi yang menghimpun para pencinta dan peminat seni untuk memayungi, membina, dan mengembangkan produk kerajinan daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha para pelaku industri kecil dan menengah agar semakin maju dan berdaya saing.

“Kami percaya bahwa Sasirangan bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga aset budaya dan ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk mengangkat nama Kota Banjarmasin di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Neli.

Melalui LDMS Best of The Best ini, tidak hanya memberikan penghargaan kepada karya terbaik, tetapi juga mengapresiasi semangat para pengrajin, desainer, dan pelaku industri kreatif yang terus berinovasi menjaga eksistensi Sasirangan di tengah perkembangan zaman.

“Saya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin,
dewan juri, seluruh panitia, serta semua pihak yang telah mendukung
terselenggaranya kegiatan ini dengan baik,” ucapnya lagi.

Kepada seluruh peserta, baik yang menjadi pemenang maupun yang belum memperoleh kesempatan terbaik pada tahun ini, pihaknya berharap agar terus
berkarya, terus berinovasi, dan terus mencintai budaya daerah.

Karena setiap motif yang diciptakan adalah bagian dari sejarah dan identitas Banua yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.

“Semoga melalui kegiatan ini, Sasirangan semakin dikenal, semakin dicintai, dan semakin menjadi kebanggaan masyarakat Kota Banjarmasin,” ujar Neli.

Sementara itu, Tim Juri Lomba Desain Motif Sasirangan Kota Banjarmasin, mengakui kreativitas para peserta semakin meningkat.

Salah satu Juri LDMS Catherine Ambar Sari menyampaikan, pada tahap penjurian, pihaknya menilai pada dua kategori, yaitu reguler, serta best of the best.

Dikatakan Catherine, pada kategori Best of the best, diikuti para juara 1 dari lomba desain motif Sasirangan sebelumnya. Sehingga karya yang dihasilkan merupakan standar juara.

“Hasil karya peserta lomba kategori best of the best ini, semuanya bagus, rapi, serta mengagumkan,” ucap Catherine. (SRI/RIW/EPS)

Hadirkan Program “Pelita Warna”, Pelindo Sub Regional Kalimantan Tingkatkan Kemandirian Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin

Banjarmasin – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, kembali menunjukkan komitmennya mendukung pembangunan sosial berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelita Warna.

Program ini diwujudkan melalui bantuan pendampingan pelatihan serta sarana dan prasarana penunjang bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin, sebagai upaya peningkatan keterampilan dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan seremonial penyaluran bantuan dilaksanakan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin dan dihadiri Wali Kota Banjarmasin M. Yamin, Subregional Head Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Sugiono, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Heriansyah, Kepala BNN Kota Banjarmasin Wuryantono, Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin yang diwakili AKP Siswadi, selaku Kasat Sabhara Polres Banjarmasin, serta Amrullah, selaku Camat Banjarmasin Barat.

Melalui Program Pelita Warna, Pelindo memberikan bantuan berupa pelatihan keterampilan sekaligus dukungan sarana dan prasarana penunjang kegiatan. Program ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada warga binaan agar mampu lebih mandiri dan produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Adapun pelatihan yang diberikan meliputi pelatihan bordir dan jahit sasirangan, sablon kaos metode sublimasi heat press, pemanfaatan sampah organik, serta kerajinan batok kelapa.

Masing-masing pelatihan diikuti 30 peserta sehingga total penerima manfaat dalam program ini mencapai 120 warga binaan.

Seluruh pelaksanaan program turut didampingi Ekosistem Berdaya Lestari Indonesia sebagai mitra pelaksana dan pendamping program.

Dalam sambutannya, Subregional Head Kalimantan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Sugiono menyampaikan, bahwa Pelindo sebagai bagian dari ekosistem Danantara memiliki komitmen untuk terus menghadirkan program – program sosial yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting untuk menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui Program Pelita Warna ini, kami berharap para warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, semangat kewirausahaan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk mendukung kemandirian dan membuka peluang usaha setelah kembali ke masyarakat,” ujar Sugiono.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengapresiasi sinergi antara Pelindo, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait, menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya warga binaan.

Menurutnya, program seperti ini menjadi bentuk nyata kolaborasi dalam mendukung pembinaan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing.

Pelindo berharap Program Pelita Warna dapat menjadi langkah awal terciptanya kolaborasi berkelanjutan dalam mendorong pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ke depan, Pelindo akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat serta mendukung terciptanya pembangunan yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan. (RIW/EPS)

Bank Kalsel Masuk Peringkat 2 BPD dengan Pengalaman Nasabah Terbaik Versi BankCX Tracker 2026

Banjarmasin — Bank Kalsel kembali mencatatkan capaian positif pada aspek pelayanan dan pengalaman nasabah. Berdasarkan publikasi BankCX Tracker: The Best Bank in Customer Experience 2026, yang diterbitkan Infobank bersama Marketing Research Indonesia (MRI), Bank Kalsel berhasil menempati peringkat ke-2 dalam kategori 10 BPD dengan Pengalaman Nasabah Terbaik Tahun 2025–2026.

Dalam pemeringkatan tersebut, Bank Kalsel mencatatkan skor 83,28%, sekaligus menunjukkan konsistensi kualitas layanan di tengah persaingan antar-bank pembangunan daerah yang semakin kompetitif.

Capaian ini menjadi bukti bahwa Bank Kalsel terus memperkuat kualitas pelayanan, baik melalui jaringan kantor, frontliner, maupun berbagai kanal digital yang semakin dekat dengan kebutuhan nasabah.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh insan Bank Kalsel, menjaga kualitas layanan dan membangun pengalaman nasabah yang lebih baik.

“Kami bersyukur atas capaian Bank Kalsel yang kembali mendapatkan pengakuan dalam BankCX Tracker 2026. Bagi kami, pelayanan bukan hanya tentang kecepatan dan keramahan, tetapi juga bagaimana nasabah mendapatkan pengalaman yang mudah, aman, nyaman, dan konsisten di setiap titik layanan Bank Kalsel,” ujar Fachrudin.

BankCX Tracker 2026 menilai pergeseran fokus industri perbankan dari sekadar service excellence menuju customer experience yang lebih menyeluruh.

Pengukuran dilakukan dengan melihat pengalaman nasabah lintas kanal, mulai dari layanan di kantor cabang, ATM, call center, website, media sosial, mobile banking, email, live chat, hingga layanan digital lainnya.

Dalam publikasi tersebut, Bank Kalsel juga tercatat masuk dalam jajaran terbaik pada sejumlah aspek layanan BPD.

Diantaranya Peringkat 1 Performa Terbaik Website BPD, Peringkat 2 Performa Terbaik Layanan Electronic Mail BPD, Peringkat 2 Performa Terbaik Layanan Live Chat BPD, Peringkat 2 Performa Terbaik Layanan SMS Banking BPD, Peringkat 2 Performa Terbaik Call Center BPD, Peringkat 2 Performa Terbaik Kenyamanan ATM BPD, Peringkat 2 Performa Terbaik Satpam BPD, Peringkat 3 Performa Terbaik Mobile Banking BPD, Peringkat 3 Performa Terbaik Social Media BPD, dan Peringkat 3 Performa Terbaik Customer Service BPD.

Menurut Fachrudin, capaian ini menjadi dorongan bagi Bank Kalsel untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, khususnya menghadirkan layanan yang relevan dengan perubahan perilaku nasabah.

“Perilaku nasabah saat ini semakin dinamis. Nasabah tidak hanya menilai pelayanan dari satu kanal, tetapi dari keseluruhan pengalaman ketika berinteraksi dengan bank. Karena itu, Bank Kalsel terus memperkuat layanan berbasis digital, meningkatkan kompetensi frontliner, serta menjaga kenyamanan dan keamanan transaksi nasabah,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini juga menjadi bagian dari komitmen Bank Kalsel, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan daerah.

“Bank Kalsel akan terus menjaga kualitas layanan secara menyeluruh, baik di kantor cabang maupun kanal digital. Pengalaman nasabah menjadi perhatian penting karena berkaitan langsung dengan kepercayaan, loyalitas, dan citra Bank Kalsel sebagai bank daerah yang terus tumbuh dan beradaptasi,” pungkasnya.

Ke depan, Bank Kalsel berkomitmen meningkatkan kualitas layanan melalui inovasi digital, penguatan sumber daya manusia, penyempurnaan proses layanan, serta pengembangan kanal komunikasi yang semakin responsif terhadap kebutuhan nasabah.

Dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel akan terus hadir sebagai mitra keuangan terpercaya bagi masyarakat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh nasabah di Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/EPS)

Ratusan Atlet Pelajar Siap Raih Prestasi Terbaik POPDA Kalsel 2026

Banjarmasin – ratusan pelajar dari 13 kabupaten/kota se Provinsi Kalimantan Selatan, adu kebolehan di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) tingkat Provinsi tahun 2026 yang diselenggarakan pada 18–24 Mei 2026 di Kota Banjarmasin.

Kompetisi olahraga antar-pelajar ini dibuka Gubernur Kalsel, Muhidin melalui Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Dinansyah, pada Senin (18/5), di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Ket foto : Peresmian digelar POPDA Tingkat Provinsi Kalsel

Pada kesempatan itu, disampaikan Dinansyah pesan-pesan dan harapan Gubernur Muhidin kepada peserta POPDA.

“Namun diingatkan, ajang ini tidakhanya mencari juara, tapi sebagai wahana menanamkan kebersamaan dan sikap sportivitas,” ungkapnya.

Diingatkan lagi, bahwa POPDA merupakan seleksi awal atlet pelajar yang nantinya menjadi wakil daerah ajang di tingkat nasional, yaitu Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).

“Oleh karena itu, event POPDA Kalsel 2026 ini harus dilaksanakan secara profesional dan sportif, serta menjadi wadah seleksi yang obyektif, transaparan, dan menjunjung tinggi mutu pembinaan,” ujarnya.

Melalui POPDA ini, juga, diharapkan lahirnya atlet pelajar Banua yang unggul dan memiliki daya saing. Karena atlet sejati bukan hanya hebat di arena, tapi juga di luar arena.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana merangkap Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel, Pebriadin Hapiz menyebutkan, kompetisi olahraga antar-pelajar ini mempertandingkan empat cabang olahraga beregu yakni sepak bola, bola basket, bola voli, dan sepak takraw.

POPDA tingkat Provinsi Tahun 2026 diikuti 997 peserta dari unsur pelajar, pelatih dan official, terbagi dalam 13 kontingen. Prosesi opening ceremony ditandai dengan penekanan LCD atau layar touchscreen. Dimana POPDA tahun ini mengangkat tema “Sportif, Tangguh, Raih Prestasi untuk Banua”. (Biroadpim-SRI/RIW/EPS)

Jadi Kota Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial, Ini Target Kota Banjarmasin

Banjarmasin – Pemanfaatan teknologi digital pada integrasi data sosial masyarakat, mulai digalakkan Pemerintah Kota Banjarmasin. Untuk itu, Dinas Sosial (Dinsos) bersama komite percepatan transformasi digital RI, menggelar sosialisasi dalam rangka perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial melalui Digital Public Infrastructure (DPI) tahun 2026, yang menyasar agen perlindungan sosial (perlinsos) lintas sektor, Senin (18/05).

Kegiatan dibuka langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, dan dihadiri Kepala Pusdatin Kesos Kementerian Sosial sekaligus Ketua Korwil 5 Komite Percepatan Transformasi Digitalisasi Pemerintah, Joko Widiarto, unsur Forkopimda, mitra lembaga, Plt. Kepala Dinas Sosial Banjarmasin Jefrie Fransyah, seluruh pimpinan SKPD hingga elemen pendamping sosial di tingkat kecamatan maupun kelurahan.

Ket foto : Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin saat memberi sambutan

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin dalam sambutannya menilai, hal ini sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan pelayanan publik, khususnya yang menyangkut hak-hak dasar masyarakat seperti jaminan bantuan sosial agar lebih transparan dan tepat sasaran.

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional.

“Pada prinsipnya kita ingin mendorong penguatan ekosistem digital dengan pelibatan lintas sektor agar pelayanan publik menjadi lebih efektif dan efisien,” katanya.

Lebih lanjut, Yamin juga mengingatkan kepada seluruh stakeholder perlinsos agar tidak bekerja secara ego sektoral.

Menurutnya, secanggih apa pun integrasi teknologi yang digunakan, tetap akan menjadi sia-sia apabila tidak dibarengi dengan komitmen penuh dari para agen untuk saling bekerja sama secara terbuka.

“Ini penting untuk memastikan kemaslahatan warga itu dapat terdata secara cepat dan tepat sasaran. Kita tentu berharap digitalisasi perlindungan sosial ini bisa mendorong upaya yang lebih maksimal dalam menanggulangi kemiskinan di kota Banjarmasin,” bebernya lagi.

Banjarmasin sendiri terpilih menjadi salah satu dari 41 kabupaten/kota di Indonesia untuk implementasi program tersebut.

Sementara itu, Plt Kadinsos Banjarmasin, Jefri Fransyah mengakui, selama ini sistem pengelolaan dan jaminan perlindungan sosial memang masih berjalan secara konvensional dan cenderung memiliki celah dan risiko yang besar untuk disalahgunakan.

“Selama ini semua berjalan manual yang berakibat banyaknya celah mulai dari potensi tumpang tindih penerima manfaat, proses verifikasi yang terkesan lamban, penundaan penyaluran bantuan, hingga tidak adanya pengawasan secara real-time,” jelas Jefrie.

Oleh karena itu, pihaknya berupaya memutus rantai ini melalui sistem Digital Public Infrastructure, seluruh data bantuan sosial seperti PKH, BSU, bantuan Pangan, hingga Bantuan Sosial Tunai akan diintegrasikan secara ketat agar lebih presisi.

Melalui integrasi data berbasis digital ini, diharapkan ke depannya peta kemiskinan hinga penyaluran bantuan sosial di Kota Banjarmasin dapat jauh lebih transparan, akurat, dan berkeadilan langsung menyentuh masyarakat yang benar – benar membutuhkan. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

Tumbuh Solid, BSI RO IX Kalimantan Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Sedekah Serentak

Banjarmasin – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Regional Office IX Kalimantan, menggelar kegiatan sedekah serentak dan santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus doa bersama untuk kelancaran bisnis BSI di wilayah Kalimantan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dengan memanfaatkan layanan QRIS sebagai kanal sedekah digital. Melalui mekanisme tersebut, insan BSI dapat berpartisipasi dengan mudah, cepat, dan transparan, sejalan dengan semangat digitalisasi layanan keuangan syariah.

Dalam kegiatan tersebut, total santunan yang disalurkan BSI RO IX Kalimantan mencapai Rp50 juta untuk anak yatim di wilayah Kalimantan. Seluruh rangkaian kegiatan ditargetkan dapat terlaksana maksimal pada Jumat (15/5).

Regional CEO BSI RO IX Kalimantan, Sefudin Suria Hidayat menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BSI untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui layanan keuangan syariah, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang nyata.

“BSI RO IX Kalimantan ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami capai juga membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat. Sedekah serentak dan santunan anak yatim ini adalah wujud syukur sekaligus ikhtiar kami untuk memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan BSI,” ujar Sefudin.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini memiliki makna penting karena menghubungkan kinerja bisnis dengan nilai-nilai spiritual dan kebermanfaatan.

Terlebih, BSI sebagai bank syariah memiliki tanggung jawab moral untuk terus mendorong ekosistem keuangan yang tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga membawa nilai kebaikan bagi lingkungan sekitar.

“Sebagai bank syariah, kami percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak bisa dilepaskan dari keberkahan, doa, dan kepedulian kepada sesama. Karena itu, BSI akan terus mendorong budaya berbagi, baik di internal perusahaan maupun dalam hubungan kami dengan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan kinerja BSI secara nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Dalam paparan kinerja Triwulan I 2026, BSI mencatat pertumbuhan tabungan tertinggi di industri, didorong tingginya minat masyarakat terhadap produk tabungan, khususnya Tabungan Haji.

Jumlah nasabah BSI pada tiga bulan pertama 2026 bertambah 0,5 juta menjadi 23,7 juta nasabah.

Selain itu, Dana Pihak Ketiga atau DPK BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara tahunan menjadi Rp376,8 triliun. Segmen tabungan juga tumbuh 20,18 persen menjadi Rp164,5 triliun.

Sementara total dana murah atau CASA tumbuh 21,36 persen menjadi Rp236,2 triliun.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah terus meningkat.

Di tingkat regional, BSI RO IX Kalimantan turut memperkuat peran tersebut melalui layanan perbankan syariah, literasi keuangan, digitalisasi transaksi, serta program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.

Sefudin menegaskan, BSI RO IX Kalimantan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelayanan kepada nasabah, dan kontribusi sosial.

“Pertumbuhan BSI harus dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat. Kami ingin BSI hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif, modern, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (ADVRIW/EPS)

Exit mobile version