PERINGATAN HARI JADI DAMKAR DI KOTA BANJARMASIN

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengikuti Peringatan Hari Jadi Barisan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan ke 103, secara virtual, di Aula Kayuh Baimbai, Selasa (1/3).

Upacara secara virtual ini diikuti langsung Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, pada peringatan Hari Jadi Barisan Pemadam Kebakaran ini, Pemerintah Kota Banjarmasin mendapat arahan dari Kementerian Dalam Negeri.

“Bahwa Damkar merupakan dinas yang penting, untuk memberikan pertolongan kepada warga yang mendapatkan musibah kebakaran,” ungkap Ibnu.

Damkar memiliki peran tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga di Kota Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

“Pemerintah Kota Banjarmasin telah menjalankan arahan dari Kementerian Dalam Negeri, untuk membentuk Dinas Pemadam Kebakaran tersendiri,” ucap Ibnu.

Disampaikan Ibnu pula, Kota Banjarmasin telah terbentuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan sesuai dengan Kemendagri tersebut.

“Saat ini sudah ada 105 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di tanah air, salah satu di Kota Banjarmasin,” ucapnya.

Dinas Damkar inilah yang akan melakukan pembinaan pembinaan kepada Relawan Pemadam Kebakaran yang tersebar di Kota Banjarmasin.

“Dinas Damkar ini yang melakukan pembinaan terhadap relawan pemadam kebakaran yang tersebar di Kota Banjarmasin, seperti balakar, serta lainnya,” ujar Ibnu.

Untuk diketahui, pada kesempatan ini pula Pemerintah Pusat juga melaunching aplikasi Relawan Pemadam Kebakaran. (SRI/RDM/APR)

Bank Kalsel Gelar RUPS Tahunan 2021, Dan RUPS Luar Biasa 2022

Banjarmasin – Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kinerja selama tahun 2021 lalu, Bank Kalsel gelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk Tahun Buku 2021
dan RUPS Luar Biasa (LB) Tahun 2022, akhir pekan lalu. Kegiatan yang dilaksanakan disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin tersebut, dihadiri seluruh Pemegang Saham Bank Kalsel. Baik Gubernur Kalimantan Selatan, Wali Kota dan Bupati maupun Perwakilan dari 13 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kalimantan
Selatan.

Pada helatan ini, seluruh Pemegang Saham sepakat menerima Laporan Pengawasan yang telah disampaikan Dewan Komisaris, Laporan Pertanggungjawaban Direksi. Sementara untuk RUPS LB, seluruh Pemegang Saham juga sepakat menerima Laporan Permodalan dan Pembagian Laba/Hasil Usaha, termasuk dividen, yang disampaikan Dewan Komisaris dan Direksi Bank Kalsel.

Berdasarkan Laporan Pertanggungjawaban Direksi tahun buku 2021, Direktur Utama Bank Kalsel Hanawijaya mengatakan, walau banyak dipengaruhi keadaan ekonomi yang tidak menentu, akibat pandemi COVID-19, tetapi kondisi kinerja keuangan Bank Kalsel tahun 2021 tetap mampu bertumbuh positif dan memperoleh hasil yang cukup bagus.

“Ini bisa dilihat, pertama dari sisi aset, jika di tahun 2020 lalu kita mampu membukukan Rp14,85
trilyun, maka pada tahun 2021 ini naik menjadi Rp16,53 trilyun. Jika dipersentasekan ada kenaikan hingga mencapai 11,33 persen per Desember 2021,” terang Hana.

Kemudian dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) kinerja pertumbuhannya juga mengalami kenaikan hingga 11,69%. Jika tahun 2020 lalu DPK hanya mencapai Rp12,01 trilyun, maka di tahun 2021 naik menjadi Rp13,42 trilyun.
Untuk Kredit dan Pembiayaan pada tahun 2021 mencapai Rp11,11 trilyun, dengan komposisi seperti
Modal Kerja Rp1,63 trilyun, kredit Investasi Rp3,37 trilyun, Kredit Konsumtif sebesar Rp6,11 trilyun.

Pertumbuhan positif ditunjukkan pada kinerja laba bersih (setelah pajak), yang dalam hal ini menunjukkan hasil yang cukup baik dibanding tahun sebelumnya. Untuk kinerja Laba Bersih (setelah pajak), nilai yang berhasil dibukukan adalah Rp219,25 miliar pada tahun 2021
ini. Pencapaian tersebut tumbuh 11,58 persen dibanding realisasi tahun 2020 lalu yang hanya mencapai
Rp196,50 miliar.

Terkait kebijakan bisnis di tahun 2022, Bank Kalsel hadir dengan komitmen setia melayani dan tekad untuk senantiasa tumbuh dan berkembang melaju bersama Masyarakat Kalimantan Selatan. Hal ini ditunjukkan dengan 2 (dua) fokus strategi, yakni Digitalisasi dan Sumber Daya Manusia.

“Transformasi Digital Bank Kalsel telah dilakukan per tanggal 15 November 2021 lalu, yang akan menjadikan proses layanan menjadi lebih Cepat, Mudah, Aman dan Nyaman. Adapun 8 Langkah
strategis yang dilakukan antara lain optimalisasi pendapatan, meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas kredit, meningkatkan digital capability dalam bisnis, meningkatkan market share bank, perbaikan kualitas dan kompetensi SDM, meningkatkan tata kelola perusahaan dengan baik, meningkatkan permodalan bank. Dari 8 langkah strategis tersebut, 2 (dua) fokus utama di tahun 2022
adalah dengan pemutakhiran fitur-fitur digital baru Bank Kalsel, sehingga semua akses layanan perbankan berada dalam genggaman. Kemudian fokus kedua yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dengan lingkungan digital yang sekarang ini menjadi keharusan untuk kami respon dengan sebaik-baiknya, sekaligus juga bisa memberikan layanan digital sesuai dengan kebutuhan
masyarakat Kalimantan Selatan”, beber Hana.

Menyangkut kewajiban Bank Kalsel untuk memenuhi kewajiban atas ketentuan regulator yakni Modal Inti Minimum (MIM) sebesar Rp3 trilyun, per Desember 2021 Bank Kalsel berhasil mencatatkan modal inti sebesar Rp1,99 trilyun. Nilai ini meningkat 6,86 persen dibandingtahun 2020
sebesar Rp1,86 trilyun.
Atas hal ini Hanawijaya optimis Bank kalsel mampu memenuhi kewajiban dimaksud sesuai tenggat waktu pada Desember tahun 2024.

Plt. Komisaris Utama Bank Kalsel, Hatmansyah menyampaikan rasa optimis dan dukungan terhadap manajemen Bank Kalsel dalam menatap tahun 2022.

“Jika dilihat tantangan di tahun 2022 kali ini tentu tidak mudah bagi Bank Kalsel untuk mencapai
target yang telah ditetapkan. Apalagi di tahun ini, sektor perekonomian masih dihadapkan dengan
kondisi pandemi COVID-19 yang masih mencekam. Tapi dengan konsistensi dan kerjasama antar lini
untuk terus berbenah dan fokus dalam bekerja, apalagi dengan digitalisasi yang dilakukan Bank
Kalsel dalam memberikan kontribusi untuk memudahkan transaksi secara non-tunai, kami juga
meyakini target dengan hal tersebut bisa diwujudkan secara maksimal,” tegas Hatmansyah.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor menambahkan, Bank Kalsel sebagai salah satu Badan Usaha milik Pemerintah Daerah diharapkan terus bertransformasi, mampu meningkatkan skala kinerja dan bisnisnya, lebih mampu berdaya saing dan berkontribusi bagi perekonomian daerah, serta mampu memenuhi ekspektasi seluruh stakeholders.

“Kondisi saat ini dihadapkan pada situasi masih pandemi COVID-19, juga diharapkan dalam
persaingan dengan kompetitor tentu semakin berat dan tidak bisa dihindarkan. Tapi saya meyakini Bank Kalsel selalu berinovasi dalam upaya digitalisasi pelayanan perbankan dan manajemen pengelolaan sumber daya manusia. Dua hal ini sangat menentukan efektivitas proses bisnis yang
diterapkan, dimana Bank Kalsel memegang peran sentral dan strategis dalam mendorong
pertumbuhan perekonomian, serta akselerasi pembangunan daerah di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-RIW/RDM/APR)

Paman Birin Minta Korban Keracunan Makanan Dilayani Maksimal

Banjarmasin –  Setelah mendapat informasi puluhan warga mengalami keracunan makanan, respon cepat ditunjukkan Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor, dengan mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anshari Saleh , Sabtu (27/2) pukul 04.15 WITA.

“Jelang  subuh tadi saya menerima informasi ada puluhan warga Kecamatan Alalak Batola dirawat di sejumlah rumah sakit. Penyebabnya diduga keracunan makanan,’ terang Paman Birin,– panggilan akrabnya.

Gubernur Kalsel meminta pihak rumah sakit yang memberikan pelayanan.medis kepada pasien yang masih dirawat di rumah sakit untuk memberikan pelayanan maksimal.

Saat mengunjungi RSUD Anshari Saleh, Paman Birin terlihat berbincang akrab dengan pasien beserta keluarga,  memberikan semangat dan doa.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Sukamto saat mendampingi Gubernur Kalsel di RSUD Anshari Saleh menjelaskan, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan makanan sekitar 90 orang, dan dominan anak – anak.

Mereka dirawat di sejumlah rumah sakit,  antara lain RSUD Ulin, RS Islam dan Rumah Sakit  TPT Jl Soeroyo S serta RSUD Ansari Saleh

“Sebagian besar  mereka sudah diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya sudah pulih” terangnya .

Dijelaskan pejabat senior Dinkes Kalsel ini, berdasarkan informasi, kronologis dirawatnya 90 warga di rumah sakit berawal dari makan soto atau nasi sop di salah satu rumah warga yang menggelar  acara keagamaan.

Warga sendiri tidak menduga jika makanan yang mereka konsumsi setelah beberapa waktu menimbulkan gejala  seperti pusing, mual hingga muntah- muntah

Pasalnya, makanan yang disajikan menurut pasien yang dirawat cukup lezat dengan standar makanan seperti biasa .

Sementara itu Qomariyah dan Ma”ruf orang tua dari Ahmad Noor Syafi’i, korban  keracunan makanan, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Paman Birin

“Alhamdulillah kami bersyukur dan berterima kasih sudah dikunjungi  Gubernur Paman Birin, terlebih beliau datang secara khusus untuk melihat kondisi dan memberikan motivasi,’ ucapnya. (BIROADPIM-RIW/RDM/APR)

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN MENGGELAR GERAKAN BANGGA BUATAN INDONESIA DI KALSEL

BANJARMASIN – Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menggelar Gerakan Nasional Bangga Terhadap Produk Buatan Indonesia di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Kota Banjarmasin.

Plt Direktur Pemasaran Kementerian Kelautan dan Perikanan Erwin Dwiyana mengatakan, Gerakan Bangga Terhadap Buatan Indonesia ini, sebenarnya sudah dilaunching oleh Presiden RI pada 14 Mei 2020 lalu.

“Akibat adanya Pandemi COVID-19 selama dua tahun ini, maka saat ini para pelaku UMKM mampu bangkit kembali,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan, di Kota Banjarmasin.

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan adanya Gerakan Nasional Bangga Terhadap Buatan Indonesia ini dapat memperkuat kapasitas dan kemampuan usaha darj UMKM, yang didukung pemerintah dalam memasarkan produk UMKM tersebut.

“Masyarakat dapat membeli produk dari UMKM tersebut, dengan adanya jual beli maka perekonomian UMKM dapat berjalan kembali,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan memberikan dukungan terhadap kegiatan Gerakan Nasional Bangga Terhadap Buatan Indonesia, yang akan dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Provinsi Kalimantan Selata, tepatnya di Kota Banjarmasin.

Kabag Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan DKP Kalsel Wahdah

Seperti yang disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono melalui Kepala Bidang Budidaya Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Wahdah.

“Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan dukungan terhadap Gerakan Bangga Terhadap Buatan Indonesia yang dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan tersebut,” ungkap Wahdah.

Dan, lanjutnya, kegiatan Gerakan Bangga Terhadap Buatan Indonesia tersebut akan dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya di Kota Banjarmasin.

“Tentunya dengan adanya Gerakan tersebut, maka memberikan kesempatan kepada UMKM di Provinsi Kalimantan Selatan, untuk dapat meningkatkan produk mereka tersebut,” ucapnya.

Wahdah berharap, pelaku UMKM produk Ikan ini dapat meningkatkan usaha mereka bahkan sampai melakukan ekspor keluar negeri. (SRI/RDM/APR)

Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Gubernur Kalsel Minta Pejabat Sukseskan Penyelenggaraan Pemerintahan

Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor melantik pejabat struktural dan pejabat fungsional setingkat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel di gedung Mahligai Pancasila, Jum’at (25/2).

Pelantikan disaksikan oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Sekretaris Daerah Kalsel Roy Rizali Anwar, Sekretaris DPRD Kalsel A.M Rozaniansyah dan sejumlah Kepala serta pejabat SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor menegaskan bahwa pengisian jabatan, baik karena mutasi, promosi maupun mengisi kekosongan sebagai sebuah proses yang biasa-biasa saja. Menurutnya, hal ini kelaziman yang berulang-ulang terjadi dalam organisasi pemerintahan, baik karena penyegaran, prestasi maupun evaluasi yang telah dijalankan secara proporsional termasuk meningkatkan kinerja SKPD dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Apapun latar belakangnya, setiap pelantikan pejabat pada posisi apapun, saya ingin agar keberadaan pejabat-pejabat yang baru mampu bekerja lebih baik, lebih cepat dan lebih tanggap terhadap dinamika yang berkembang, khususnya berkaitan dengan tugas dan fungsi yang melekat di SKPD yang Saudara pimpin,” katanya.

Selain itu, Sahbirin juga meminta pejabat yang baru dilantik bisa menjadi “kunci-kunci” untuk membuka “pintu-pintu” yang menampakkan kemajuan Banua. Pasalnya, lanjut Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, keberadaan pejabat pimpinan tinggi Pratama yang kompeten dan profesional menjadi salah satu kunci dalam menyukseskan penyelenggaraan pemerintahan serta mewujudkan Kalsel maju sebagai gerbang ibu kota negara.

“Sebagai provinsi yang menyatakan diri menjadi gerbang ibu kota negara sekaligus sebagai penyangga IKN maka Pemprov harus bergerak cepat bahwa Kalsel layak dan pantas menyandang predikat tersebut,” tegasnya.

Karenanya, menurut Paman Birin, para pejabat harus segera meningkatkan kinerja SKPD, khususnya dengan membangun budaya kerja yang baik di lingkungan SKPD yang dipimpin. Ia juga akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja pejabat SKPD Lingkungan Pemprov Kalsel dan tidak segan-segan untuk mengganti pejabat di posisi manapun jika kinerjanya tidak sesuai harapan.

Adapun nama-nama pejabat yang dilantik sebagai berikut :
(1) Kepala Bappeda Kalsel, Nurul Fajar Desira dilantik sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kalsel.
(2) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel, Siswansyah dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel.
(3) Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kalsel Sulkan dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kalsel.
(4) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Suparno dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kalsel.
(5) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel Husnul Hatimah dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kalsel
(6) Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Kalsel Irfan Sayuti dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel.
(7) Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Kalsel, Adi Santoso dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kalsel.
(8) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Kalsel, Fathurrahman dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kalsel.
(9) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel, Zulkifli dilantik sebagai Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan KB Kalsel.
(10) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Informatika Kalsel, Faried Fakhmansyah dilantik sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel.
(11) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifa’i dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kalsel.
(12) Direktur RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh, dr Izaak Zoelkarnain Akbar dilantik sebagai Direktur RSUD Ulin Banjarmasin.
(13) Kepala Badan Keuangan Daerah Kalsel, Agus Dyan Nur dilantik sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Ulin Banjarmasin.
(14) Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr Muhammad Muslim dilantik sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalsel.
(15) Kepala Biro Perekonomian Sekdaprov Kalsel, Ina Yuliani dilantik sebagai Kepala Bidang Ketransmigrasian pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel. (NRH/RDM/APR)

Reses Legislator Kalsel, Ini Harapan Warga Karang Intan

Banjarmasin – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel, Syarifah Rugayah melaksanakan kegiatan reses di Daerah Pemilihannya di Kabupaten Banjar pada 13-20 Februari 2022 lalu.

Syarifah mengungkapkan banyak aspirasi yang disampaikan oleh warga dalam resesnya, antara lain rehabilitasi fasilitas umum (fasum) seperti langgar, masjid, sekolah hingga infrastruktur jalan.

“Di Desa Penyambaran Kecamatan Karang Intan misalnya, warga meminta perbaikan tempat ibadah seperti langgar karena kapasitasnya yang sudah tak mampu lagi menampung warga, serta kondisi bangunan yang dinilai sudah memerlukan rehabilitasi,” katanya kepada wartawan, Kamis (24/2).

Begitu juga di Desa Kiram Kecamatan Karang Intan, lanjut Syarifah, warga di RT 03 meminta perbaikan mesjid, jalan, madrasah, termasuk penambahan tiang listrik.

Legislator yang duduk di Komisi IV DPRD Kalsel ini memastikan akan menindaklanjutinya berdasarkan tanggung jawab dan kewenangannya.

“Ada beberapa aspirasi yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Banjar, adapula yang menjadi kewenangan Pemprov Kalsel. Kami akan sampaikan sesuai kewenangannya untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (NRH/RDM/APR)

PEMPROV KALSEL TARGETKAN KAFILAH KALSEL JUARA UMUM FASI XI PALEMBANG

BANJARMASIN – Mendapatkan target kembali untuk menjadi juara umum pada Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang. Maka, BKPRMI Provinsi Kalsel menggelar Pembinaan Tahsin Pemuda dan Training Center (TC) peserta FASI Kontingen Kalsel.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Hermansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan BKPRMI Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Pembinaan Tahsin Pemuda serta TC Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mengikuti Festival Anak Soleh di Palembang, mendatang.

“Kegiatan ini dilaksanakan, untuk melihat kesiapan Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan untuk menghadapi FASI tingkat nasional ke 11 di Palembang, Sumatera Selatan tersebut,” ungkapnya.

Pada kejuaraan FASI tingkat nasional Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan anggaran untuk keberangkatan para kafilah tersebut.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel Hermansyah

Selain itu, lanjut Hermansyah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menargetkan untuk Kafilah Provinsi Kalimantan Selatan dapat menjadi juara umum pada FASI Tingkat Nasional ke XI di Palembang, Sumatera Selatan mendatang.

“Target tersebut sesuai dengan keberhasilan Kontingen Kalimantan Selatan pada FASI sebelumnya di Bandung, dan di Kota Banjarmasin. Kontingen Kalimantan Selatan telah berhasil berturut turut keluar sebagai juara umum,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Harian BKPMRI Provinsi Kalimantan Selatan Fahrurazi mengatakan, pada FASI ke XI di Palembang, kontingen Kalimantan Selatan diperkuat 41 peserta yang siap bertanding mengikuti semua nomor yang dipertandingkan.

“Secara umum persiapa peserta sendiri sudah matang dan siap bertanding, untuk kembali merebut juara umum pada FASI tingkat nasional di Sumatera Selatan mendatang,” ucap Fahrurazi. (SRI/RDM/APR)

Musrenbang di Banjarmasin Timur LEBIH Banyak Usulkan Infrastruktur

BANJARMASIN – Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di
Kecamatan Banjarmasin Timur, usulannya lebih banyak mengarah pada infrastruktur.

Kepada sejumlah wartawan Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Awan Subarkah, pada Jumat (25/2) mengatakan, dari hasil kegiatan Musrenbang di Kecamatan Banjarmasin Timur baru baru tadi, warga menyampaikan usulan perbaikan jalan lingkungan dan drainase, karena dampak banjir rob pada bulan Januari 2022 lalu, yang menyebabkan terjadi genangan.

“Kita sebagai wakil rakyat akan memperjuangkan usulan ini hingga di musrenbang tingkat kota,” katanya

Disampaikan Awan, langkah pihaknya saat ini akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kota, untuk melakukan pemetaan titik-titik yang perlu diperhatian.

Ia berharap semua usulan warga di masing-masing Kelurahan dapat terakomodir.

“Kita ingin setiap pekerjaan itu terencana dengan matang,” ucapnya.

Lebih lanjut politisi PKS ini menambahkan, selain usulan infrastruktur, warga juga menyampaikan terhadap pemerintah kota untuk terus memperhatikan kondisi ekonomi mereka. Mengingat dampak pandemi COVID-19, masih banyak yang belum mendapatkan lapangan pekerjaan.

“”Pemerintah bisa terus menstimulan bantuan permodalan melalui UMKM, supaya terus bangkit dan berkembang,” tutupnya. (NHF/RDM/APR)

2022, RSGM GUSTI HASAN AMAN KALSEL SIAPKAN BERBAGAI INOVASI

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Provinsi Kalimantan Selatan, tahun 2022 ini telah mempersiapkan berbagai inovasi.

Kepada Abdi Persada FM, Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman, Provinsi Kalimantan Selatan Sapta Rianta Hutasoit, melalui sambungan telepon pada Kamis (24/2) mengatakan, ditahun 2022 ini pihaknya memiliki berbagai inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi semua lapisan masyarakat, dengan cara berupaya menjadikan sebagai Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD, kemudian naik tingkat menjadi rumah sakit tipe A, dan membuat pelayanan semakin meningkat yaitu RSGM sebagai pusat pelayanan gigi di Kalsel.

“Saya mengupayakan, setelah lulus pasca sarjana dari Fakultas Kedokteran, Magister Kesehatan Jurusan Analisis Kebijakan Kesehatan ini, dapat semakin meningkatkan setiap kebijakan dengan kemampuan manager yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Disampaikan Sapta, selama menempuh masa study satu tahun lima bulan, di masa masih pandemi COVID-19 tentulah menghadapi berbagai macam tantangan, namun semuanya mampu dilalui berkat dukungan penuh dari suami, tiga buah hatinya, keluarga besar serta jajaran di RSGM. Untuk judul tesis yang digarap pada bulan Desember 2021 tadi, tentang hubungan penggunaan APD level 3 dan ruangan bertekanan negatif terhadap keselamatan tenaga kesehatan pada tindakan aerosol, dan telah mengantarkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 4,00.

“Memang tingkat kesibukan yang tinggi, mulai Direktur RSGM, kuliah S2 dan punya praktek, dan semua bisa terakomodir, yakni ia mengagendakan setiap kegiatan di google kalender dibantu asisten,” katanya.

Wanita kelahiran Medan 24 September 1971 ini menambahkan, selama ini di RSGM Gusti Hasan Aman dalam memberikan pelayanan bagi pasien di ruangan bertekanan negatif,
yaitu sebuah ruangan yang disaring dengan Hepafilter, sehingga udara yang dikeluarkan sudah sangat aman, dan tidak akan terkontaminasi COVID-19. Sebelumnya dimiliki ruang enam ruangan, sekarang ini ditambah enam, sehingga ada sebanyak 12 buah ruangan.

“Dengan maksimalnya kami melayani, masyarakat diminta tidak perlu takut untuk berobat, saat mengalami sakit terutama di bagian gigi dan mulut,” tutup Sapta.

Seperti diketahui, Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman adalah rumah sakit daerah yang memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, menggunaan teknologi modern. Sehingga pelayanan kesehatan gigi yang diberikan kepada masyarakat selalu berkembang, seiring kemajuan ilmu pengetahuan. (NHF/RDM/APR)

Ormas di Tanah Laut Diharapkan Implementasikan Pancasila Dalam Berorganisasi

Banjarmasin – Organisasi Masyarakat (Ormas) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), khususnya di Kabupaten Tanah Laut (Tala) diharapkan dapat mengimplementasikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dalam berorganisasi.

Harapan itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Syarifah Rugayah kepada wartawan, Kamis (24/2).

Menurutnya dua elemen itu sangat penting untuk ditanamkan pada seluruh pengurus maupun anggota dalam menjalankan roda organisasi. Pasalnya, dalam sebuah organisasi, tentu banyak hal yang berpotensi menimbulkan perpecahan, tak sedikit karena perbedaan pendapat.

“Kan di dalam organisasi itu banyak orang banyak kepala, kita tidak bisa memaksa mereka untuk menyamakan pendapat satu sama lain. Toleransi salah satu hal yang mencegah adanya perselisihan karena perbedaan persepsi itu,” kata Srikandi Dewan dari Fraksi Golkar ini.

Untuk diketahui, Anggota DPRD Kalsel Syarifah Rugayah melaksanakan sosialisasi
Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di salah satu rumah makan di Desa Ambungan Kabupaten Tanah Laut, Selasa (22/2).

Kegiatan itu yang dihadiri para perempuan dari berbagai Ormas di Tala, mulai dari PMi, Karang Taruna, Perwari, dan Fatayat NU Tanah laut, termasuk juga penyuluh agama dan guru TPA di Pelaihari yang menghadirkan Widyaiswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pemprov Kalsel Ratna Rosana sebagai narasumber. (NRH/RDM/APR)

Exit mobile version