Dorong Pelestarian Warisan Budaya Banua, Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Anyaman Purun kepada Masyarakat

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi seni dan budaya melalui kegiatan Belajar Bersama III bertema “Dari Rawa Menjadi Karya”, yang mengangkat kerajinan anyaman purun khas Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Selasa (30/6).

Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan menganyam purun yang dipandu langsung narasumber berpengalaman.

Foto bersama saat pembukaan kegiatan Belajar Bersama III Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Banua sekaligus mempraktikkan teknik dasar mengolah purun menjadi produk kerajinan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, pemilihan purun sebagai tema kegiatan merupakan bagian dari upaya museum menjalankan fungsi edukasi sekaligus melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Purun sebelumnya memang sudah mulai tersisih dalam kehidupan masyarakat modern. Karena itu kami ingin mengangkat kembali kerajinan ini agar dikenal generasi muda dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut Ady, selain sebagai media pelestarian budaya, kerajinan purun juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pemantik tumbuhnya minat masyarakat untuk kembali mengembangkan kerajinan purun, dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Hasilnya diharapkan bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui produk-produk kerajinan purun,” katanya.

Setiap peserta diperbolehkan membawa pulang hasil anyaman yang dibuat selama pelatihan. Museum juga akan menampilkan karya-karya peserta melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi terhadap kerajinan tradisional Banua.

Ady menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan edukasi museum kini menggunakan sistem pendaftaran secara daring sebagai bagian dari upaya mewujudkan museum yang lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tersebut mendapat respons positif. Seluruh kuota peserta pada beberapa kegiatan Belajar Bersama selalu terpenuhi, bahkan diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Tadi ada peserta yang datang dari Tanah Bumbu. Ini menunjukkan minat masyarakat cukup tinggi terhadap kegiatan edukasi di museum,” ujarnya.

Ke depan, Ady mengaku Museum Lambung Mangkurat akan terus memperluas jangkauan promosi sehingga masyarakat dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan memiliki kesempatan lebih besar mengikuti program edukasi yang mengangkat kekayaan seni dan budaya daerah. (SYA/RIW/EPS)

Wali Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Pengelolaan APBD Transparan dan Akuntabel

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarbaru dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah, tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, sekaligus Jawaban Wali Kota Banjarbaru terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, yang digelar di Ruang Graha Paripurna Lantai 3, Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (30/6).

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta pengelolaan keuangan daerah.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Banjarbaru mengapresiasi pandangan, saran, serta masukan yang disampaikan seluruh fraksi DPRD.

Menurutnya, berbagai masukan tersebut merupakan bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menanggapi berbagai pandangan fraksi, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah melalui penguatan sektor ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta optimalisasi program – program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut juga didukung dengan evaluasi pembangunan secara berkelanjutan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan kualitas produk, legalitas dan sertifikasi, pemanfaatan teknologi digital, perluasan jaringan pemasaran, hingga peningkatan akses permodalan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Banjarbaru hingga pasar nasional.

Wali Kota juga berharap seluruh proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga menghasilkan kebijakan yang semakin berkualitas, akuntabel, serta mampu mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kota Banjarbaru. (MCBanjarbaru-RIW/EPS)

Berhasil Ungkap 153 Kasus 3C dan Premanisme, Polda Kalsel Amankan 211 Tersangka

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya memberantas tindak kriminal yang meresahkan masyarakat. Selama enam bulan pertama tahun 2026, ratusan kasus kejahatan berhasil diungkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Frido Situmorang mengungkapkan, selama periode Januari hingga Juni 2026 pihaknya bersama Polres jajaran berhasil mengungkap 153 laporan polisi terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta aksi premanisme. Dari pengungkapan tersebut, polisi menetapkan 211 orang sebagai tersangka.

Ket : Suasana konferensi pers Pengungkapan Kasus 3C dan Premanisme Ditreskrimum Polda Kalsel

“Kasus yang melibatkan para tersangka beragam, mulai dari pencurian, pembunuhan, begal hingga tindak pidana lainnya. Polda Kalsel berkomitmen terus melakukan penindakan terhadap kasus-kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat,” ujar Frido saat konferensi pers di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Senin (29/6).

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, uang tunai, senjata tajam, serta berbagai barang bukti lainnya yang digunakan maupun hasil dari tindak kejahatan.

Frido menjelaskan, sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap di antaranya pembunuhan berencana terhadap Ustazah Hasanah di Banjarbaru, kasus pembunuhan yang disertai pencurian dengan kekerasan, hingga aksi premanisme berupa pemerasan terhadap sopir truk di SPBU.

“Dari seluruh kasus yang berhasil diungkap, kami akan terus melakukan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Kalimantan Selatan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

Frido juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menjadi korban tindak kejahatan ataupun menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengalami atau menemukan hal-hal yang mencurigakan. Jangan ragu untuk melapor, karena partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Aparatur Damkar Kalsel Diperkuat, 7 Hari In House Training Cetak Personel Profesional Hadapi Musim Kemarau

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kapasitas aparatur pemadam kebakaran melalui In House Training Pemadam Kebakaran Kualifikasi Pemadam I Angkatan VII Tahun 2026. Pelatihan yang diikuti personel pemadam kebakaran se-Kalimantan Selatan itu resmi ditutup di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (29/6).

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Maulana Fatahillah mengatakan, pelatihan telah berlangsung sejak 23 hingga 29 Juni 2026, dengan porsi praktik lapangan yang lebih dominan untuk memperkuat kemampuan teknis peserta.

Kabid Linmas dan Damkar Satpol-PP dan Damkar Kalsel saat memimpin upacara penutupan

“Pelatihan ini berlangsung selama tujuh hari. Sebanyak 70 persen materinya berupa praktik di lapangan, meliputi pengenalan sarana dan prasarana, teknik pemadaman, hingga teknik penyelamatan yang menjadi kompetensi dasar aparatur pemadam kebakaran. Sedangkan 30 persen lainnya berupa teori dan pembinaan disiplin,” ujarnya.

Menurut Maulana, penguatan kompetensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme aparatur damkar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik pada aspek pencegahan maupun penanganan kebakaran dan penyelamatan.

Ia menambahkan, sejalan dengan pesan Gubernur Kalimantan Selatan saat penutupan pelatihan, seluruh peserta diharapkan menjadi sumber daya manusia yang semakin kompeten dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan aparatur pemadam kebakaran semakin profesional, kompeten, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dalam pencegahan, penanggulangan kebakaran, maupun penyelamatan,” katanya.

Penyerahan sertifikat kepada peserta In House Training Diklat Damkar Kalsel

Maulana juga menegaskan kesiapsiagaan personel menjadi semakin penting mengingat Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satpol PP dan Damkar Kalsel akan memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.

“Kami siap bersinergi dengan BMKG, BPBD, dan seluruh instansi terkait. Aparatur damkar, baik yang baru menyelesaikan pelatihan maupun personel di seluruh kabupaten dan kota, siap membantu upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Penambahan Penerbangan Internasional, Bandara Syamsudin Noor Perkuat Konektivitas Kalsel ke Malaysia

Banjarbaru – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor menyambut beroperasinya penerbangan perdana (inaugural flight) Lion Air rute internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur, pada Senin (29/6) bertempat di Ruang Tunggu Keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Penambahan penerbangan ini menjadi tonggak penting memperkuat konektivitas internasional Kalsel, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga hubungan sosial masyarakat.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana
menyampaikan, bahwa pembukaan rute internasional ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah, regulator, operator bandara, maskapai penerbangan, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Atas nama manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, kami menyambut baik adanya penambahan rute internasional Lion Air rute Banjarmasin–Kuala Lumpur. Ini menambah pilihan daripada masyarakat dan menambah peluang pertumbuhan ekonomi Ini dan merupakan momentum yang sangat membanggakan bagi masyarakat Kalimantan Selatan karena semakin memperluas akses konektivitas internasional dari Bandara Syamsudin Noor,” ungkap Milyas.

Menurutnya, kehadiran rute ini menjadi bukti bahwa Bandara Internasional Syamsudin Noor terus berkembang sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Selatan yang mampu melayani kebutuhan mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi internasional.

“Kami berharap kehadiran rute ini tidak hanya memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan arus wisatawan mancanegara, memperkuat hubungan bisnis, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Milyas.

Bandara merupakan penghubung berbagai aktivitas ekonomi dan sosial, sehingga setiap pembukaan rute baru akan memberikan multiplier effect yang sangat positif, dan saat ini Lion Air telah memiliki jaringan koneksi ke berbagai negara sehingga masyarakat Kalsel memiliki pilihan untuk bepergian ke berbagai kota di mancanegara.

Lion Air melayani rute Banjarmasin–Kuala Lumpur mulai 29 Juni 2026 dengan frekuensi penerbangan dua kali setiap minggu, yakni setiap Senin dan Kamis. Rute ini juga membuka akses konektivitas lanjutan menuju berbagai kota di Malaysia, Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, Australia, serta berbagai destinasi internasional lainnya melalui Kuala Lumpur.

Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dengan memastikan kesiapan fasilitas, keamanan, keselamatan, serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menghadirkan pelayanan bandar udara yang berstandar internasional. Harapan kami, ke depan semakin banyak rute internasional yang dapat dibuka dari Bandara Syamsudin Noor sehingga konektivitas Kalimantan Selatan semakin kuat dan daya saing daerah semakin meningkat,” jelas Milyas.

Acara inaugural flight ditandai dengan seremoni pelepasan penumpang perdana yang dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi regulator, TNI/Polri, komunitas kebandarudaraan, mitra kerja, serta manajemen Lion Air dan PT Angkasa Pura Indonesia.

Melalui pembukaan rute internasional ini, Bandara Internasional Syamsudin Noor semakin mempertegas perannya sebagai gerbang udara strategis Kalimantan Selatan yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas Indonesia dengan kawasan regional maupun global. (APSyamsudinNoor-RIW/EPS)

Lulus Program Rehabilitasi, 81 Klien Angkatan IX PRSTS BCB Kalsel Dibekali Keterampilan dan Modal Usaha

Banjarbaru – Sebanyak 81 penerima manfaat menyelesaikan Program Rehabilitasi Sosial Angkatan IX Tahun 2026 di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari (PRSTS BCB) Provinsi Kalimantan Selatan.

Para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga bantuan peralatan usaha sebagai bekal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala PRSTS BCB Kalsel saat menyampaikan sambutan

Penutupan program berlangsung di PRSTS BCB Kalimantan Selatan, Senin (29/6), dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Wildan Akhyar serta jajaran panti.

Dalam sambutan Kepala Dinas Sosial Kalsel, yang dibacakan Sekretaris Dinas Sosial Wildan Akhyar, pemerintah berharap seluruh penerima manfaat mampu memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Program rehabilitasi tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan vokasional, tetapi juga bimbingan fisik, mental, sosial, dan spiritual selama enam bulan.

“Harapannya, para penerima manfaat mampu mengembangkan diri, membuka usaha ataupun menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Wildan.

Ia juga berpesan agar para lulusan terus menjaga etika, mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki, serta memanfaatkan bantuan peralatan usaha yang diberikan sesuai bidang keterampilan masing – masing.

Menurutnya, keberhasilan program rehabilitasi tidak hanya diukur dari selesainya masa pembinaan, tetapi juga dari kemampuan para lulusan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan taraf hidup mereka di masyarakat.

Sementara itu, Kepala PRSTS BCB Kalimantan Selatan Noor Yanti mengatakan, sebanyak 81 klien mengikuti penutupan program tahun ini, terdiri atas 55 perempuan dan 26 laki – laki.

Selama mengikuti pembinaan, para peserta memperoleh pelatihan pada lima bidang keterampilan, yakni tata boga, tata rias, tata busana, bengkel motor, dan barbershop.

“Kami berharap mereka bisa mengembangkan apa yang telah dipelajari selama di sini sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Harganas ke-33, Pemprov Kalsel Tekankan Peran Ayah Membangun Keluarga Berkualitas

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, melalui upacara yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (29/6). Upacara dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin.

Peringatan Harganas tahun ini mengangkat pentingnya penguatan peran keluarga, khususnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sebagai fondasi membangun generasi yang berkualitas.

Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Syarifuddin, memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33

Sekdaprov Kalsel, Muhammad Syarifuddin mengatakan pesan utama yang disampaikan pemerintah melalui peringatan Harganas adalah memperkuat fungsi keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak.

Menurutnya, rumah merupakan tempat terbaik untuk membentuk karakter anak, sehingga orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan.

“Rumah adalah tempat pendidikan terbaik. Harapan kita, orang tua benar-benar memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak. Menurutnya, sosok ayah tidak hanya berfungsi sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir mendampingi anak agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif.

“Semoga melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ini, semua orang tua dapat memberikan yang terbaik bagi anak – anaknya sehingga mereka tidak terjerumus ke hal-hal yang kurang baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Selatan, Lisna Prihantini, mengatakan Harganas ke-33 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara ayah dan ibu, membangun keluarga yang tangguh.

Ia menjelaskan, tema tahun ini menekankan pentingnya kehadiran ayah, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional dan psikologis dalam kehidupan anak.

“Peran ayah wajib hadir. Kehadiran itu bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis. Keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa sehingga penguatan peran kedua orang tua menjadi sangat penting,” ujarnya.

Lisna menambahkan, melalui momentum Harganas, BKKBN juga mengampanyekan gerakan ayah meluangkan waktu sedikitnya 15 menit setiap hari untuk berinteraksi dan membangun kedekatan dengan anak sebagai bagian dari penguatan ketahanan keluarga.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting berupa bantuan pembangunan fasilitas sanitasi dan paket nutrisi.

Menurut Lisna, bantuan tersebut merupakan salah satu strategi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung keluarga berisiko stunting sehingga anak – anak dapat tumbuh lebih sehat dan angka stunting terus menurun,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Padukan Edukasi Sejarah dan Seni, Museum Lambung Mangkurat Gelar Belajar Melukis Bersama

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan kembali menghadirkan ruang belajar kreatif melalui Belajar Bersama II Melukis Bersama di Museum bertema “Membingkai Inspirasi Lewat Kanvas”, di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Minggu (28/6).

Kegiatan yang diikuti sekitar 75 peserta yang mayoritas anak-anak ini, menggabungkan edukasi sejarah dan seni. Sebelum mulai melukis, peserta diajak berkeliling museum untuk mengenal berbagai koleksi benda bersejarah sebagai sumber inspirasi.

Foto bersama saat pembukaan Belajar Bersama II di Museum Lambung Mangkurat

Selanjutnya, mereka menuangkan hasil pengamatan tersebut ke media tote bag yang telah disediakan panitia.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Suwarto mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan museum kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, melukis tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga menjadi media bagi peserta untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan imajinasi.

“Melalui tema ini kami ingin mengajak peserta memahami bahwa setiap pengalaman, pengetahuan, dan imajinasi dapat diwujudkan menjadi karya yang bermakna. Melalui proses berkarya, mereka juga belajar menghargai kreativitas serta semakin peka terhadap lingkungan dan budaya di sekitarnya,” ujar Eddy, saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan museum saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, melainkan juga menjadi ruang belajar, berkarya, dan berinovasi bagi masyarakat.

Karena itu, Disdikbud Kalsel terus mendukung berbagai kegiatan kreatif yang mampu menghubungkan seni, pendidikan, dan pelestarian budaya dalam satu wadah yang inspiratif.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias, berani bereksplorasi dengan warna dan bentuk, serta menjadikannya sebagai pengalaman berharga untuk mengembangkan kreativitas dan bakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya menjelaskan, kegiatan Belajar Bersama Melukis di Museum bertujuan mengembangkan kreativitas, keterampilan seni, sekaligus kemampuan berekspresi peserta melalui media lukis.

Menurutnya, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teknik dasar melukis, tetapi juga diajak menuangkan ide dan inspirasi yang diperoleh dari koleksi museum ke dalam karya seni yang mereka buat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasi peserta, meningkatkan kemampuan dasar melukis, menumbuhkan rasa percaya diri dalam mengekspresikan ide, serta mempererat interaksi antar peserta,” ujarnya.

Ady menambahkan, kegiatan yang berlangsung di ruang terbuka Museum Lambung Mangkurat tersebut dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun 2026 dan menghadirkan narasumber yang membimbing peserta mengenal alat, bahan, serta teknik dasar melukis.

“Semoga pengalaman belajar di museum menjadi lebih menyenangkan sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sejarah, budaya, dan warisan daerah Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Wali Kota Lisa Tegaskan: RSD Idaman Harus Jadi Rumah Sakit Pilihan Masyarakat

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, memberikan arahan dan pembinaan kepada seluruh pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru dalam rangka meningkatkan disiplin, integritas, dan mutu pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 4 RSD Idaman Kota Banjarbaru, Jumat (26/6).

Dalam arahannya, Wali Kota Lisa menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga jajaran administrasi yang telah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, rumah sakit merupakan wajah pelayanan publik pemerintah daerah di bidang kesehatan sehingga profesionalisme dan dedikasi seluruh pegawai menjadi kunci utama membangun kepercayaan masyarakat.

Wali Kota Lisa menegaskan bahwa status BLUD yang dimiliki RSD Idaman memberikan fleksibilitas pengelolaan rumah sakit, namun harus diimbangi dengan tanggung jawab, akuntabilitas, dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Ia menekankan empat hal utama yang harus menjadi pedoman seluruh pegawai, yakni integritas dan disiplin, pelayanan yang mengedepankan keramahan (hospitality), kerja sama tim, serta peningkatan kompetensi secara berkelanjutan.

Secara khusus, Wali Kota Lisa mengingatkan bahwa setiap pasien berhak memperoleh pelayanan yang sama tanpa memandang latar belakang maupun kondisi sosial ekonomi.

Ia meminta seluruh jajaran RSD Idaman, melayani setiap pasien dengan ramah, penuh empati, dan tanpa diskriminasi.

“Orang yang datang ke rumah sakit adalah orang yang sedang sakit atau keluarganya yang sedang cemas. Sembuhkan mereka tidak hanya dengan obat, tetapi juga dengan senyuman, tutur kata yang santun, dan empati. Layani masyarakat tanpa memandang status sosial,” tegasnya.

Pemerintah Kota Banjarbaru juga menegaskan komitmennya terus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui perhatian terhadap kesejahteraan pegawai BLUD sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (MedCenBJB-RIW/EPS)

Bappeda Kotabaru Konsultasi ke Diskominfo Kalsel, Perkuat Kesiapan Hadapi Penilaian Indeks SDI

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menerima konsultasi dan koordinasi dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kotabaru, terkait penyelenggaraan Satu Data Indonesia (SDI), di Aula Diskominfo Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Kamis (25/6).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pemerintah daerah mengenai mekanisme, tahapan, serta pemenuhan indikator dalam penilaian Indeks SDI yang menjadi salah satu tolok ukur tata kelola data pemerintah.

Ket : Suasana Koordinasi dan konsultasi Bappeda Kota Banjarbaru dan Diskominfo Kalsel

Melalui konsultasi ini, Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan memberikan pendampingan mengenai tata cara pembuatan akun INDAH milik Badan Pusat Statistik (BPS), dan akun Satu Data Indonesia sebagai bagian dari penyelenggaraan statistik sektoral.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai 27 indikator penilaian Indeks SDI beserta bukti dukung yang harus dipenuhi pemerintah daerah agar mampu memperoleh nilai optimal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik, Muhammad Hidayatullah mengatakan, bahwa penerapan Satu Data Indonesia menjadi fondasi penting mewujudkan kebijakan pembangunan berbasis data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Melalui konsultasi ini kami ingin memastikan pemerintah daerah memahami setiap tahapan pemenuhan Indeks Satu Data Indonesia sehingga implementasinya dapat berjalan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Satu Data Indonesia tidak dapat dilakukan satu instansi saja, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh unsur penyelenggara.

“Sinergi antara Bappeda, Diskominfo, dan BPS di daerah menjadi kunci agar proses pengelolaan data berjalan lebih terintegrasi dan menghasilkan data yang berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan,” katanya.

Ket : Suasana Koordinasi dan konsultasi Bappeda Kota Banjarbaru dan Diskominfo Kalsel

Dalam pertemuan tersebut, Bappeda Kabupaten Kotabaru menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya belum mengikuti penilaian Indeks SDI.

Kondisi itu berdampak pada proses perencanaan pembangunan daerah, termasuk penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), serta berpengaruh terhadap dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

Hidayatullah juga mendorong agar Bappeda Kabupaten Kotabaru melibatkan Diskominfo dan BPS Kotabaru dalam setiap tahapan pemenuhan indikator Indeks SDI sehingga tercipta pemahaman yang sama dan tindak lanjut yang lebih efektif.

“Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan juga membuka ruang konsultasi lanjutan bagi pemerintah kabupaten/kota yang membutuhkan pendampingan penyelenggaraan Satu Data Indonesia, sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola data di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (BDR/RIW/EPS)

Exit mobile version