DLH Kalsel dan Banua Pers Community Gelar Green Action 2026, Tanam 600 Pohon di Kabupaten Banjar

Banjarbaru – Aksi pelestarian lingkungan akan digelar di Kabupaten Banjar melalui kegiatan Green Action 2026 yang diinisiasi Banua Pers Community (BPC) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan, pada Minggu (9/8).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan itu dipusatkan di tiga desa, yakni Sungai Rangas Ulu, Sungai Rangas Tengah, dan Sungai Rangas Hambuku, Kecamatan Martapura Barat.

Sejumlah kegiatan telah disiapkan, mulai dari penanaman pohon, aksi bersih-bersih lingkungan, hingga edukasi pengelolaan sampah melalui program penukaran sampah dengan sembako.

Pada kegiatan tersebut, panitia menyiapkan 600 bibit pohon berbunga, yang terdiri atas tabebuya, spathodea, serta sejumlah jenis pohon berbuah.

Pohon-pohon tersebut dipilih karena selain berfungsi menambah ruang terbuka hijau, juga diharapkan mempercantik kawasan dengan bunga yang mekar saat memasuki musim berbunga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan penanaman pohon berbunga merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus memiliki nilai estetika.

“Jenis pohon yang dipilih didominasi pohon berbunga. Harapannya, ketika tumbuh besar nanti dapat memberikan keteduhan sekaligus memperindah kawasan yang dilalui masyarakat,” ujarnya, Rabu (5/8).

Selain penanaman pohon, Green Action 2026 juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah melalui program penukaran sampah dengan sembako.

“Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran bahwa sampah yang dipilah memiliki nilai ekonomi dan dapat mengurangi timbunan sampah di lingkungan,” tutupnya.

Koordinator Green Action 2026, Sutrisno mengatakan, keberhasilan menjaga lingkungan memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, hingga masyarakat.

Menurutnya, Green Action 2026 menjadi momentum untuk membangun kepedulian bersama terhadap penghijauan dan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada seremoni penanaman pohon, tetapi juga mendorong masyarakat ikut merawat pohon yang ditanam serta membiasakan pengelolaan sampah yang lebih baik,” katanya.

Pelaksanaan Green Action 2026 mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan di Kalimantan Selatan, di antaranya PT Toudano Mandiri Abadi (TMA), PT Antang Gunung Meratus (AGM), PT Arutmin Indonesia, Pertamina, PT Borneo Indobara (BIB), PT Adaro Indonesia, PT Tunas Inti Abadi (TIA), PT Sinar Bintang Albar (SBA), PT Guthrie International Pulau Laut Refinery, dan PT Borneo Energi Nusantara. (MRF/RIW/EPS)

91 Pejabat Pemko Banjarbaru Dilantik, Wali Kota Erna Lisa Halaby Tekankan Profesionalisme

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan terhadap 91 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru. Pelantikan berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, Selasa (4/8).

Sebanyak 91 pejabat yang dilantik terdiri atas 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 17 pejabat administrator, dan 67 pejabat pengawas. Prosesi pelantikan turut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Banjarbaru serta kepala perangkat daerah.

Wali Kota, Erna Lisa Halaby menegaskan, bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar mengisi jabatan yang kosong, melainkan bagian dari langkah strategis memperkuat kinerja organisasi pemerintahan.

“Pelantikan yang kita laksanakan hari ini bukanlah sekadar untuk mengisi jabatan yang kosong, melainkan langkah strategis untuk memastikan roda organisasi berjalan secara optimal melalui penempatan aparatur yang tepat pada posisi yang tepat,” ujarnya.

Wali Kota Erna Lisa Halaby saat melantik pejabat Pemkot Banjarbaru

Menurutnya, seluruh proses pengisian jabatan telah dilaksanakan berdasarkan prinsip transparansi, profesionalisme, serta mengacu pada rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui penerapan merit system dan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ia menjelaskan, penerapan sistem tersebut bertujuan menciptakan birokrasi yang adaptif, profesional, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

“Langkah ini penting agar sistem yang telah dibangun benar-benar mampu menciptakan birokrasi yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan pembangunan daerah. Saudara-saudara merupakan bagian dari talenta terbaik yang telah melalui proses sesuai mekanisme yang berlaku. Oleh karena itu, kepercayaan ini hendaknya dijawab dengan dedikasi, integritas, kompetensi, serta kinerja terbaik,” lanjutnya.

Di akhir arahannya, Wali Kota mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing.

Ia menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang produktif, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Erna Lisa berharap amanah jabatan yang diemban dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk berkarya, menghadirkan solusi atas berbagai persoalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Banjarbaru.

Adapun 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik, yakni Sri Lailana sebagai Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah, Marhain Rahman sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kemas Akhmad Rudi Indrajaya sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik, dan Abdussamad sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Pembangunan, dan Kemasyarakatan.

Selanjutnya Muhammad Mirhansyah sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Keuangan, Kanafi sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Bambang Supriyatno sebagai Asisten Administrasi Umum Kota Banjarbaru. (BDR/RIW/APR)

Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, DP3AKB Kembangkan RBI dan Relawan SAPA

Banjarbaru – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Sosialisasi Pengembangan Ruang Bersama Indonesia (RBI), dan Peningkatan Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA), sebagai upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak berbasis masyarakat.

Sosialisasi dilaksanakan di Ruang Rapat H. Maksid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, pada Selasa (4/8) dan diikuti perwakilan perangkat daerah, organisasi masyarakat, serta relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Hatimah mengatakan pengembangan Ruang Bersama Indonesia menjadi salah satu langkah strategis, menghadirkan ruang yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak di berbagai wilayah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Husnul Khatimah

Menurutnya, keberadaan Relawan SAPA juga memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah mengedukasi, pendampingan, serta memperkuat upaya pencegahan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami konsep pengembangan Ruang Bersama Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas para relawan SAPA agar mampu menjalankan perannya secara optimal di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Selain memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung pemenuhan hak-hak perempuan serta anak di Kalimantan Selatan.

“Pembangunan yang inklusif dan berkeadilan tidak dapat tercapai tanpa memperhatikan peran serta perempuan dan perlindungan terhadap anak,” lanjutnya.

Desa/Kelurahan sebagai unit pemerintahan paling dekat dengan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung bagi perempuan dan anak.

Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (D/KRPPA) merupakan sebuah pendekatan pembangunan berbasis gender dan hak anak yang bertujuan menciptakan ruang hidup setara, bebas dari kekerasan, serta mendukung tumbuh kembang dan partisipasi anak dan perempuan secara optimal.

“Adapun pihak-pihak yang terlibat tidak hanya pemerintah tetapi juga tenaga pendidik dan Kesehatan, dunia usaha, forum anak, pendamping dan relawan SAPA, Lembaga swadaya Masyarakat, organisasi Perempuan, tokoh agama, adat dan Masyarakat desa serta media,” tutupnya. (MRF/RIW/APR)

Diskominfo Perkuat Kualitas Data melalui Workshop Metadata dan Rekomendasi Statistik

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Workshop Metadata dan Rekomendasi Statistik Tahun 2026, di Aula Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Selasa (4/8).

Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat penyelenggaraan statistik sektoral sekaligus mendukung implementasi Satu Data Indonesia di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Workshop yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti perwakilan SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel. Kegiatan dibuka Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, diwakili Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik, Efrin Riyadi, didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik, Muhammad Hidayatullah.

Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik Diskominfo Kalsel, Muhammad Hidayatullah mengatakan, workshop diselenggarakan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di seluruh perangkat daerah.

“Melalui workshop ini kami ingin membangun pemahaman yang sama mengenai pentingnya penyusunan metadata yang lengkap dan benar, serta pentingnya memperoleh Rekomendasi Statistik dari Badan Pusat Statistik sebelum melaksanakan kegiatan statistik sektoral. Dengan demikian, data yang dihasilkan akan lebih berkualitas, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyusunan metadata yang baik tidak hanya mendukung dokumentasi data, tetapi juga mampu mencegah terjadinya duplikasi pengumpulan data antarperangkat daerah.

Selain itu, metadata menjadi elemen penting dalam menghasilkan statistik yang akurat, mutakhir, terpadu, dan mudah dibagipakaikan sesuai amanat Satu Data Indonesia.

Menurutnya, workshop ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah daerah menerapkan proses bisnis statistik sesuai standar nasional, memperkuat koordinasi antara Produsen Data, Walidata, dan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai Pembina Data Statistik, serta mendorong peningkatan tata kelola data di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Harapannya, kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas data pembangunan daerah, mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy, meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik melalui Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral, sekaligus memperkuat implementasi Satu Data Indonesia sebagai fondasi pembangunan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalimantan Selatan, Diyang Gita Cendekia menegaskan, bahwa metadata dan rekomendasi statistik merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola data yang berkualitas.

“Metadata bukan sekadar pelengkap, melainkan identitas dari sebuah data. Melalui metadata yang baik, pengguna dapat metode, hingga kualitas data yang digunakan. Sementara Rekomendasi Statistik menjadi instrumen penting untuk memastikan kegiatan statistik sektoral berjalan sesuai standar dan tidak terjadi duplikasi antarinstansi,” jelasnya.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat menerapkan materi yang diperoleh selama workshop dalam setiap penyelenggaraan statistik sektoral sehingga kualitas data pemerintah daerah semakin meningkat.

“Kami berharap sinergi antara BPS, Diskominfo sebagai Walidata, dan seluruh perangkat daerah terus diperkuat agar data yang dihasilkan semakin berkualitas, terintegrasi, dan mampu menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Gagalkan Peredaran 172,4 Kg Sabu dan 556 Butir Ekstasi, Gubernur Muhidin Apresiasi Polda Kalsel Ungkap Jaringan Narkotika

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan kembali mencatat keberhasilan besar dalam pemberantasan peredaran gelap narkotika. Sebanyak 172,4 kilogram sabu dan 556 butir ekstasi berhasil diamankan dari pengungkapan 26 kasus tindak pidana narkotika selama periode 24 Mei hingga 21 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti di Lobi Mapolda Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (4/8).

Pemusnahan barang bukti dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Rusyanto Yudha Hermawan, Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsyi, serta Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Supian HK.

Barang bukti yang dimusnahkan diperkirakan bernilai sekitar Rp311 miliar dan merupakan hasil pengungkapan sejumlah jaringan peredaran narkotika, baik jaringan internasional maupun jaringan lintas provinsi.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Rusyanto Yudha Hermawan mengatakan, dari pengungkapan tersebut pihaknya mengamankan 39 tersangka yang terdiri atas 35 laki-laki dan empat perempuan.

“Selama periode pengungkapan, kami berhasil mengungkap 26 kasus tindak pidana narkotika di wilayah Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar dengan total 39 orang tersangka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu pengungkapan terbesar terjadi pada 17 Juli 2026 saat Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalsel menangkap dua tersangka berinisial KA dan RN di halaman parkir salah satu hotel di Banjarmasin.

Dari tangan keduanya, polisi menyita sabu seberat 31.995,84 gram atau hampir 32 kilogram yang disamarkan dalam kemasan teh asal Tiongkok dan dimasukkan ke dalam tas.

Menurut Kapolda, kedua tersangka merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional Fredy Pratama yang selama ini menjadi target aparat penegak hukum.

Selain itu, penyelidikan juga mengungkap adanya jaringan peredaran narkotika lintas provinsi yang melibatkan wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Kalimantan Selatan.

“Jaringan yang berhasil kami ungkap di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar merupakan bagian dari jaringan antarprovinsi. Kami akan terus melakukan pengembangan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke tingkat pemasok,” tegasnya.

Kapolda menegaskan, Polda Kalimantan Selatan akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika tanpa kompromi.

“Hari ini kami kembali menegaskan komitmen Polda Kalimantan Selatan untuk terus memberantas peredaran narkoba hingga ke akar – akarnya. Upaya ini tidak akan berhenti karena narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin menyampaikan apresiasi atas keberhasilan jajaran Polda Kalimantan Selatan mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu menjadi bukti nyata keseriusan aparat melindungi masyarakat dari ancaman narkoba.

Muhidin mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan, jalur distribusi narkotika tersebut diduga berasal dari Kalimantan Barat, melintasi Kalimantan Tengah, kemudian masuk ke Kalimantan Selatan dengan sasaran utama wilayah peredaran di provinsi ini.

“Dari hasil pengungkapan sementara, barang ini diduga akan diedarkan di kawasan pertambangan. Keterangan para tersangka mengindikasikan bahwa aktivitas di wilayah tambang menjadi salah satu sasaran pemasaran narkotika. Temuan ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat turut berperan aktif dalam upaya pemberantasan narkoba dengan segera melaporkan kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, pengungkapan ini membuktikan bahwa jajaran kepolisian di Kalimantan Selatan bekerja secara serius dalam memerangi narkoba. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya peredaran narkotika, sehingga semakin banyak jaringan yang dapat diungkap dan diberantas,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Pemprov Kalsel Rutin Ikuti Rakor Mingguan Kemendagri

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Mingguan yang diselenggarakan secara daring Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Command Center Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (4/8), yang diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, bersama jajaran perangkat daerah terkait sebagai upaya memperkuat koordinasi menjaga stabilitas inflasi di Kalimantan Selatan.

Rapat koordinasi membahas perkembangan inflasi nasional dan daerah, evaluasi langkah – langkah pengendalian yang telah dilakukan pemerintah daerah, serta strategi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok di tengah dinamika kondisi ekonomi.

Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan arahan kepada seluruh pemerintah daerah, agar memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan pemantauan harga komoditas strategis, serta mengantisipasi potensi gejolak harga melalui berbagai langkah pengendalian yang tepat.

Kepada Abdi Persada FM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen menjalankan berbagai langkah pengendalian inflasi bersama pemerintah kabupaten kota serta instansi terkait.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor

Menurutnya, koordinasi rutin yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri menjadi sarana penting untuk mengevaluasi perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus menyusun langkah antisipasi apabila terjadi potensi kenaikan harga di daerah.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh kabupaten dan kota agar masyarakat tidak terdampak oleh gejolak harga,” ujar Ariadi.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mendukung berbagai kebijakan pengendalian inflasi melalui pemantauan harga di lapangan, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian daerah.

“Pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, distributor, dan masyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menjaga stabilitas pasokan, memperlancar distribusi barang, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus mendukung berbagai kebijakan pengendalian inflasi melalui pemantauan harga di lapangan, pelaksanaan operasi pasar apabila diperlukan, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Ariadi. (MRF/RIW/APR)

BAPINTAR Resmi Dikembangkan, Senjata Baru Pemko Banjarbaru Membaca Opini Publik Secara Real Time

Banjarbaru – Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak dalam hitungan detik, Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat kapasitas pemerintahannya agar mampu membaca dinamika publik secara cepat dan akurat.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), lahirlah BAPINTAR (Banjarbaru Pemetaan Informasi dan Analisis Opini Terintegrasi), sebuah inovasi digital yang mengintegrasikan pemberitaan media, media sosial, analisis sentimen, hingga pengaduan masyarakat ke dalam satu sistem terpadu sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data.

Kehadiran BAPINTAR menjadi bukti bahwa transformasi digital di Kota Banjarbaru tidak berhenti pada digitalisasi layanan, tetapi telah berkembang menjadi penguatan sistem pengambilan keputusan yang lebih cerdas, adaptif, dan responsif terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Aplikasi ini merupakan implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) yang dikembangkan di lingkungan Diskominfo Kota Banjarbaru sebagai jawaban atas kebutuhan pemerintah akan informasi yang cepat, valid, dan terintegrasi.

Dengan satu dashboard, pimpinan daerah dapat memantau perkembangan isu strategis secara real time tanpa harus menghimpun informasi dari berbagai platform secara terpisah.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, BAPINTAR akan memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan karena setiap kebijakan dapat disusun berdasarkan informasi yang lebih komprehensif.

“Informasi yang tersaji secara cepat dan terintegrasi sangat membantu dalam penyusunan kebijakan serta pengambilan keputusan yang lebih tepat dan responsif,” ujarnya.

Pengembangan aplikasi ini telah dipaparkan Kepala Bidang Komunikasi bersama pejabat pelaksana Aksi Perubahan dan Tim Efektif kepada Kepala Diskominfo serta Sekretaris Daerah sebagai bagian dari koordinasi sekaligus memperoleh dukungan dalam penyempurnaan sistem.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru, Muhammad Agus Adrian menilai, BAPINTAR merupakan langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Melalui dashboard yang terintegrasi, monitoring media dan analisis opini publik dapat dilakukan lebih cepat, akurat, serta menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Keunggulan BAPINTAR terletak pada kemampuannya menyajikan data secara komprehensif melalui berbagai fitur analisis. Dashboard Monitoring menampilkan ringkasan perkembangan informasi dalam bentuk visual yang mudah dipahami.

Menu Semua Berita memungkinkan pengguna memantau seluruh pemberitaan media lengkap dengan klasifikasi sentimen positif, netral, maupun negatif, disertai fasilitas pencarian, filter berdasarkan periode, media, kategori berita, hingga ekspor data untuk kebutuhan pelaporan.

Aplikasi ini juga menghadirkan Tren Sentimen sebagai instrumen membaca kecenderungan opini publik terhadap isu tertentu. Melalui analisis tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini sekaligus menyusun langkah komunikasi yang lebih efektif.

Tidak hanya memetakan persepsi publik, BAPINTAR juga dilengkapi Peta Sebaran Keluhan dan Isu per Kecamatan yang memvisualisasikan persebaran keluhan masyarakat berdasarkan wilayah.

Data spasial ini menjadi referensi penting bagi perangkat daerah dalam menentukan prioritas penanganan secara lebih tepat sasaran.

Fitur Trend Top 5 Keyword/Isu Berita turut memperkuat kemampuan pemerintah dalam memonitor isu yang paling banyak diperbincangkan pada periode tertentu. Dengan demikian, pimpinan daerah dapat mengetahui perkembangan isu strategis secara cepat dan mengambil langkah yang diperlukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Sebagai sistem yang terintegrasi, BAPINTAR juga menghubungkan pengelolaan media, data perangkat daerah melalui Master SKPD, serta layanan pengaduan masyarakat SP4N LAPOR! ke dalam satu dashboard.

Integrasi ini menjadikan proses monitoring informasi publik lebih efisien sekaligus mempercepat koordinasi antarperangkat daerah.

Hadirnya BAPINTAR menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun tata kelola pemerintahan modern yang tidak hanya mengandalkan kecepatan layanan, tetapi juga kemampuan membaca data, menganalisis opini publik, dan merumuskan kebijakan berdasarkan informasi yang akurat.

Melalui inovasi ini, Banjarbaru kembali menunjukkan langkah nyata menuju pemerintahan digital yang semakin efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (MedCenBJB-RIW/APR)

Masuk 25 Besar Nasional, Pelayanan MPP Banjarbaru Tuai Apresiasi Masyarakat

Banjarbaru – Capaian Pemerintah Kota Banjarbaru di bidang pelayanan publik tidak hanya diakui melalui penghargaan tingkat nasional, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, Mal Pelayanan Publik (MPP) Banjarbaru terus menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, ramah, dan profesional.

Ket : Pelayanan satu pintu Pemerintah Kota Banjarbaru

Komitmen tersebut dibuktikan dengan raihan predikat “Sangat Baik” yang diterima Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Kinerja Percepatan Pelaksanaan Berusaha Pemerintah Daerah Tahun 2026.

Prestasi itu mengantarkan Kota Banjarbaru masuk dalam 25 besar nasional sebagai salah satu daerah dengan kinerja pelayanan perizinan terbaik di Indonesia.

Pengakuan dari pemerintah pusat tersebut sejalan dengan pengalaman masyarakat yang memanfaatkan berbagai layanan di MPP Banjarbaru.

Sejumlah warga mengaku merasakan pelayanan yang semakin berkualitas, mulai dari proses yang cepat, informasi yang jelas, hingga sikap petugas yang ramah dan responsif.

Salah satunya disampaikan Siti Eska dari PT Adaro Indonesia. Ia mengaku baru pertama kali mengurus administrasi di MPP Banjarbaru dan merasa puas dengan pelayanan yang diterimanya.

“Pelayanannya ramah, cepat, dan saya sangat puas. Informasi yang diberikan juga jelas sehingga prosesnya mudah dipahami. Semoga ke depan pelayanan yang diberikan Pemerintah Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Ibu Wali Kota semakin meningkat dan semakin berkualitas,” ujarnya, Senin (3/8).

Apresiasi serupa disampaikan Kardisih, warga RT 03 RW 01 Kelurahan Landasan Ulin Timur, yang sedang mengurus administrasi perpindahan alamat.

Menurutnya, pelayanan di MPP Banjarbaru berlangsung cepat, efisien, dan sangat membantu masyarakat, terutama bagi kalangan lanjut usia.

“Pelayanannya sangat baik, prosesnya cepat, efisien, dan tidak perlu mengantre lama karena langsung ditangani petugas. Banjarbaru masuk 25 besar nasional memang sesuai dengan kenyataan pelayanan yang saya rasakan. Semoga kualitas pelayanan ini terus dipertahankan,” ungkapnya.

Sementara itu, Norbayah, pensiunan guru sekolah dasar yang berdomisili di Kelurahan Sungai Ulin, juga mengaku puas setelah mengurus layanan Taspen, pengambilan gaji pensiun, sekaligus administrasi STNK di MPP Banjarbaru.

“Pelayanannya sangat baik, lancar, dan semua urusan selesai tanpa kendala. Saya berharap pelayanan di MPP Banjarbaru semakin maju dan terus berkembang. Semoga Ibu Wali Kota selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan amanah serta terus menghadirkan inovasi agar Kota Banjarbaru semakin maju,” katanya.

Kepuasan masyarakat menjadi bukti bahwa transformasi pelayanan publik yang terus dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru tidak hanya menghasilkan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi warga.

Melalui pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan humanis, MPP Banjarbaru terus memperkuat posisinya sebagai pusat pelayanan publik modern yang mampu menghadirkan kepastian, kenyamanan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (MediaCenterBjb-BDR/RIW/EPS)

Pimpin Rakor Agustus, Wali Kota Erna Lisa Tekankan Kinerja Transparan dan Responsif

Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah Bulan Agustus 2026 di Aula Gawi Sabarataan, Balai Kota Banjarbaru, Senin (3/8). Rapat dipimpin langsung Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni.

Rapat koordinasi dihadiri para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, dan lurah se-Kota Banjarbaru sebagai forum evaluasi sekaligus penguatan sinergi pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ket : Walikota Erna Lisa Halaby saat memimpin Rakor Kepala Perangkat Daerah bulan Agustus

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan tiga fokus utama yang menjadi perhatian pada bulan Agustus. Yakni percepatan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, penanganan berbagai isu strategis daerah, serta pemantapan persiapan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Erna Lisa Halaby meminta seluruh perangkat daerah yang terkait segera menuntaskan berbagai administrasi sebagai tindak lanjut atas rekomendasi BPK RI.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru atas dedikasi dan loyalitas yang telah ditunjukkan dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, berbagai penghargaan yang berhasil diraih pemerintah daerah merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh perangkat daerah.

“Penghargaan dan keberhasilan yang kita raih saat ini adalah buah dari komitmen bersama. Mari kita jadikan capaian Pemko Banjarbaru sebagai pemicu semangat untuk terus mempertahankan kinerja yang transparan dan akuntabel demi kemajuan daerah,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk terus meningkatkan etos kerja, memperkuat inovasi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menekankan pentingnya percepatan penyelesaian target program yang masih berjalan selama Agustus agar seluruh agenda pembangunan dapat tercapai sesuai rencana.

“Mari kita jadikan capaian Pemko Banjarbaru sebagai pemicu semangat. Pertahankan kinerja yang transparan dan akuntabel demi kemajuan daerah,” tambahnya.

Tak hanya itu, Erna Lisa Halaby juga mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

Ia meminta seluruh SKPD memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap persoalan sosial, ekonomi, maupun infrastruktur dapat ditangani secara cepat dan tepat tanpa mengganggu kualitas pelayanan publik.

Rapat koordinasi ditutup dengan komitmen bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Banjarbaru untuk mempertahankan capaian kinerja, memperkuat sinergi antarperangkat daerah, serta menyukseskan rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat kebersamaan dan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. (BDR/RIW/EPS)

OMC Dihentikan Sementara, BPBD Kalsel Pastikan Dukungan Pemerintah Pusat Berlanjut Untuk Penanganan Karhutla

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan memastikan dukungan pemerintah pusat pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus berlanjut selama musim kemarau.

Dukungan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari penyediaan armada udara, bantuan logistik, hingga koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat upaya pencegahan maupun penanggulangan karhutla di daerah.

Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra mengatakan, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk mempercepat penanganan karhutla, terutama ketika kebakaran terjadi di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menurutnya, dukungan armada udara dan logistik dari pemerintah pusat memberikan kontribusi besar, meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur yang tergabung dalam satuan tugas penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.

“Pemerintah pusat terus memberikan dukungan kepada Kalimantan Selatan, baik melalui penyediaan armada udara maupun bantuan logistik,” ujar Ronny, baru-baru ini.

Ia menjelaskan, kolaborasi yang terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, serta berbagai instansi terkait menjadi modal utama menghadapi ancaman karhutla yang meningkat selama musim kemarau.

Selain dukungan tersebut, BPBD Kalsel juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca sebagai dasar pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Pelaksanaan OMC yang sebelumnya berlangsung pada 15 hingga 21 Juli 2026 untuk sementara dihentikan berdasarkan rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” lanjutnya.

Penghentian sementara dilakukan karena potensi awan yang dapat disemai mulai berkurang sehingga pelaksanaan operasi dinilai belum efektif apabila tetap dilanjutkan.

Meski demikian, Ronny menegaskan penghentian tersebut hanya bersifat sementara, dan pemerintah daerah bersama BMKG terus melakukan pemantauan kondisi atmosfer secara berkala.

“Apabila kembali tersedia potensi awan yang memenuhi persyaratan, Operasi Modifikasi Cuaca akan segera dilaksanakan kembali sebagai salah satu upaya meningkatkan peluang hujan di kawasan rawan karhutla,” sahutnya.

Ronny berharap sinergi yang terus terjalin antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, BMKG, BNPB, serta seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Dengan dukungan tersebut, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan diharapkan semakin cepat, tepat, dan mampu meminimalkan dampak kebakaran terhadap masyarakat, lingkungan, maupun aktivitas perekonomian di daerah.

“Jika kondisi kembali memungkinkan dan terdapat potensi awan yang bisa disemai, maka Operasi Modifikasi Cuaca akan kembali dilakukan sebagai bagian dari strategi pencegahan dan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (MRF/RIW/EPS)

Exit mobile version