Gubernur Kalsel Pimpin Peninjauan PSU di Banjarbaru, Partisipasi Pemilih Rata-Rata 50 Persen

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhidin, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) provinsi dan Kota Banjarbaru, meninjau langsung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Sabtu (19/4).

Foto bersama jajaran Forkopimda Kalsel, Ketua KPU RI, Ketua Komisi II DPR RI, serta KPU, Bawaslu Kalsel dan Forkopimda Banjarbaru

Peninjauan dilakukan di dua lokasi, yaitu TPS 07 Kelurahan Landasan Ulin Tengah dan TPS 06 Kelurahan Syamsudin Noor. Berdasarkan pantauan hingga pukul 11.00 WITA, tingkat partisipasi pemilih di kedua TPS tersebut mencapai rata-rata 50 persen.

“Mudah-mudahan sampai jam 12 nanti bisa lebih dari 60 persen. Kalau bisa di atas 70 persen tentu lebih bagus lagi,” ujar Gubernur Muhidin.

Ketua Komisi II DPR RI, Rifkinizamy Karsayuda, yang turut serta dalam peninjauan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Pemprov Kalsel dan Pemko Banjarbaru.

Menurutnya, kesuksesan PSU di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan itu tidak terlepas dari dukungan dana yang dikeluarkan oleh Gubernur Kalsel dan Wali Kota Banjarbaru.

“Karena itu saya berharap partisipasinya bukan hanya tinggi, tetapi kita bisa memastikan adanya kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang baru,” tegasnya.

Rifkinizamy juga menyampaikan pelaksanaan PSU di Banjarbaru patut dicontoh. Ia menyebut hanya ada satu laporan yang masuk ke Bawaslu, sebagai bukti bahwa masyarakat turut menjaga kondusifitas dan integritas proses demokrasi.

“Penetapan kepala daerah itu harusnya dilakukan sesegera mungkin agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU RI, Mochamad Afifuddin, juga memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan PSU di Banjarbaru.

Menurutnya, tingkat partisipasi masyarakat cukup tinggi, dan seluruh petugas KPU telah bekerja maksimal dalam menyiapkan berbagai aspek teknis.

“Insyaallah semua jajaran sudah bekerja maksimal. Kami berharap PSU di Banjarbaru berjalan sukses, aman, dan lancar, sehingga hasilnya bisa sesuai harapan,” jelasnya.

Ia menambahkan, peninjauan ke Banjarbaru merupakan bagian dari pembagian tugas di internal KPU RI, mengingat ada delapan titik pelaksanaan PSU di Indonesia yang harus dipantau langsung oleh tujuh komisioner.

PSU di Kota Banjarbaru sendiri mencakup seluruh wilayah administratif, meliputi lima kecamatan dan 20 kelurahan, dengan total 403 TPS dan 195.819 daftar pemilih tetap (DPT). (SYA/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Resmi Lantik Pj Wali Kota Banjarbaru, Muhidin Ajak Jaga Kondusifitas Jelang PSU

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin secara resmi melantik Subhan Noor Yaumil sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Banjarbaru, yang dilaksanakan di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, pada Kamis (27/3) sore.

Pelantikan ini juga dirangkai dengan serah terima jabatan dari Wali Kota Banjarbaru periode 2021-2025, Aditya Mufti Ariffin kepada Pj Wali Kota Banjarbaru, Subhan Noor Yaumil. Selain itu, turut dilakukan pelantikan Pj Ketua TP PKK Kota Banjarbaru sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Banjarbaru oleh Ketua TP PKK Kalsel, Fathul Jannah.

Foto bersama usai Pelantikan Pj. Walikota Banjarbaru

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin mengucapkan selamat kepada Subhan Noor Yaumil atas amanah yang diberikan dan menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Semoga amanah ini dapat dijalankan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya, sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang melekat dalam jabatan sebagai Penjabat Wali Kota,” ujar Muhidin.

Ia juga berharap agar roda pemerintahan di Kota Banjarbaru tetap berjalan dengan baik serta pelayanan publik tetap optimal demi kesejahteraan masyarakat.

“Dengan dilantiknya Pj Wali Kota, diharapkan roda pemerintahan di Kota Banjarbaru dapat berjalan dengan baik dan lancar. Pelayanan publik tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.

Muhidin juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, kerja sama yang baik akan mempercepat penyelesaian tugas-tugas pemerintahan.

“Tetap jaga sinergi dan kolaborasi. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin tugas-tugas pemerintahan dapat terselesaikan dengan lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Selain itu, menjelang Pemilihan Suara Ulang (PSU) yang akan digelar di Kota Banjarbaru pada April mendatang, Muhidin menekankan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah.

“Saya berharap kita dapat menjaga wilayah kita agar tetap kondusif. Hal ini penting, terutama untuk Kota Banjarbaru yang akan menghadapi pemilihan suara ulang,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Wali Kota Banjarbaru, Subhan Noor Yaumil, menyatakan komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Banjarbaru.

“Saya siap menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab dan memberikan yang terbaik untuk Kota Banjarbaru,” ujarnya.

Terkait PSU yang akan dilaksanakan, ia mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemilihan serta menjaga keamanan dan ketertiban selama proses berlangsung.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Banjarbaru untuk menggunakan hak pilihnya dan bersama-sama menjaga kondusivitas agar PSU berjalan dengan aman dan damai,” tutupnya.

Diketahui, Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman didampingi Wakil Ketua TP PKK Kalsel, drg. Ellyana Trisya, jajaran Forkopimda , serta sejumlah kepala SKPD Pemprov Kalsel dan Kota Banjarbaru. (BDR/RDM/RH)

Bioskop Bisik Volume 3, Hadirkan Pengalaman Menonton yang Lebih Inklusif

BANJARBARU – Forum Sineas Banua kembali menghadirkan Bioskop Bisik yang merupakan bagian dari program Layar Film Banjar Inklusif, yang digelar di ruang audio visual Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru, pada Jumat (21/3).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai komunitas disabilitas, seperti DPC Gerkatin Banjarbaru, Pertuni, Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik Fajar Harapan, serta murid-murid dari Sekolah Luar Biasa di Banjarbaru dan Martapura.

Suasana Bioskop Bisik Volume 3

Memasuki volume ketiga, acara ini menawarkan pengalaman menonton yang lebih dekat dan eksklusif, dengan jumlah peserta yang lebih terbatas, yaitu tidak lebih dari 50 orang.

Konsep ini berbeda dari volume sebelumnya yang berlangsung di Wetland Square Banjarmasin, yang diikuti lebih dari 160 peserta. Dengan skala yang lebih kecil, suasana kali ini terasa lebih hangat dan memungkinkan interaksi lebih mendalam antara penonton, film, dan para sineas.

Inisiator Bioskop Bisik Layar Film Banjar Inklusif, Ridha Rezeqi Rahman, menyebutkan bahwa pelaksanaan volume ketiga ini dapat memberikan nuansa reflektif yang lebih kuat.

“Dengan jumlah peserta yang lebih sedikit, suasana kali ini lebih reflektif dan memberikan pengalaman yang lebih dekat antara penonton dan film,” ucap Edo (sapaan akrabnya).

Ia juga optimis bahwa para pembuat film lokal semakin menyadari pentingnya aksesibilitas dalam karya-karya mereka, sehingga semakin banyak film yang dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“Banyak filmmaker setuju bahwa bagaimana buhan pian himung manonton film kami, kami jua himung film kami ditonton buhan pian,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Pada kesempatan ini, Bioskop Bisik menayangkan dua film lokal, yaitu Kasumbi (LK3 Banjarmasin, 2020) dan Ajak Tukup (TVRI Kalimantan Selatan, 2023). Kedua film ini tidak hanya menyajikan cerita yang menarik, tetapi juga membawa nilai budaya serta pengalaman hidup yang dekat dengan masyarakat Banua.

Salah satu pemeran Film Kasumbi, Novita Nuarbijk, yang turut hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangganya atas semakin luasnya akses terhadap film-film lokal.

“Mengetahui bahwa film-film lokal bisa dinikmati lebih banyak orang menjadi bahan bakar bagi kami para pelaku seni untuk terus berkarya,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, perwakilan DPC Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kabupaten Banjar, Muhammad Fajri memberikan apresiasi terhadap Film Ajak Tukup yang menurutnya memiliki kedekatan emosional dengan pengalaman masa kecilnya.

“Saya senang dengan film Ajak Tukup dan Kasumbi. Saya berharap akan ada lebih banyak program inklusif untuk karya seni,” ujarnya dengan bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh Adelia Ananda, Juru Bahasa Isyarat dalam acara tersebut.

Sebagai informasi, Pemutaran film inklusif pada program Bioskop Bisik akan kembali dilaksanakan dalam edisi keempat pada April 2025. (ADV-BDR/RDM/RH)

Rehab Tahap Dua Kolam Renang Idaman, Penuhi Standar Atlet Renang

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru kembali akan melanjutkan Rehabilitasi Kolam Renang Idaman pada Tahun 2025.

Pelaksanaan rehab kolam renang Idaman Kota Banjarbaru tahap dua direncanakan sekitar bulan Mei atau Juni 2025 dan akan mengikuti metode sebelumnya ada area kolam yang dibuka dan ditutup secara bergantian

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Eka Yuliesda.

“Pekerjaan rehab tahap dua akan berlangsung selama kurang lebih enam bulan dan direncanakan berakhir dibulan November atau Desember 2025,” jelas Kepala Dinas PUPR, Eka Yuliesda.

Eka mengatakan, rehab tetap dengan gaya arsitektural tropikal Hindia Belanda abad ke-19 (indische).

“Dimana gaya ini adalah gaya arsitektural lama di Kota Banjarbaru, sejak didesain oleh Van der Piejl. Ini merupakan rehab lanjutan, setelah sebelumnya Dinas PUPR menyelesaikan rehab tahap satu ditahun 2024, dan telah diresmikan oleh Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin beberapa waktu yang lalu,” jelasnya.

Eka menambahkan, rehab tahap dua kolam renang Idaman Kota Banjarbaru direncanakan akan menggunakan dana APBD dengan pagu sebesar Rp6,5 milyar rupiah.

“Adapun beberapa item pekerjaan yang akan dilaksanakan pada tahap dua ini antara lain, pembangunan kolam perempuan dan area ganti khusus (yang berfungsi juga sebagai kolam latihan atlet), rehab ruangan bawah tribun, rehab kantin, pembangunan gate timur, rehab beberapa area lantai kolam, pembangunan area UMKM, rehab atap mushola, serta pemasangan kanopi tempat duduk,” ucapnya.

“Dimana keseluruhan rehab akan dibagi melalui beberapa zoning plan sebagaimana yang telah dilaksanakan pada rehab tahap satu lalu,” tambahnya.

Menurutnya, Dinas PUPR juga merencanakan akan membangun kolam anak-anak tambahan sebagai tindak lanjut dari hasil kunjungan lapangan bersama Komisi II DPRD, Disporabudpar dan Dinas PUPR Kota Banjarbaru beberapa waktu yang lalu sebagai langkah strategis untuk meningkatkan PAD Kota Banjarbaru melalui sektor aquatik.

“Sebenarnya Pemerintah Kota Banjarbaru telah melakukan beberapa kali rehabilitasi ringan dan sedang, sejak dibangunnya kolam renang ini pada tahun 1990. Sejak awal, kolam renang Idaman memiliki tema Sportainment, dimana pembinaan atlet olah raga renang sejalan dengan penyediaan tempat rekreasi air bagi warga Kota Banjarbaru,” tambahnya.

Menurutnya konsep tersebut kemudian dimodernisasi melalui rehab tahap satu dan dua, selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru juga berharap dapat menyelenggarakan pelaksanaan kompetisi renang antar klub ataupun pertandingan dalam dan antar daerah.

“Untuk itu, beberapa area yang direhab mengacu kepada standarisasi yang tercantum pada Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga Nomor 636 Tahun 2014 tentang Standar Prasarana Olah Raga Berupa Bangunan Kolam Renang. Berdasarkan aturan ini tipologi kompetisi renang yang sesuai untuk kolam renang Idaman adalah Tipe C, dimana untuk menuju standar tipe C perlu dibangun satu kolam utama, satu kolam pemanasan dan satu kolam latihan, serta fasilitas pendukung lainnya seperti untuk ofisial, pengelolaan pertandingan, dan penonton,” tandasnya. (RDM/RH)

2.464 Peserta Lolos Seleksi Administrasi PPPK Tahap II di Lingkup Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II.

Sebanyak 2.464 peserta dinyatakan lulus administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Dinansyah melalui Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian, Mashudi, mengungkapkan bahwa dari 2.910 pelamar, sebanyak 556 peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi.

“Peserta yang dinyatakan lolos telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi sesuai ketentuan. Mereka selanjutnya akan mengikuti SKD sebagai tahap penentuan kelulusan akhir, pada 17 April hingga 16 Mei 2025 jika tidak ada perubahan,” ujar Mashudi, Kamis (13/2).

Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan informasi kepegawaian, BKD Kalsel, Mashudi saat diwawancara

Mashudi merinci bahwa jumlah peserta yang lolos terbagi dalam beberapa formasi, yaitu sebanyak 2.086 tenaga teknis, 53 tenaga kesehatan, dan 215 tenaga guru.

Peserta yang tidak lolos seleksi administrasi masih memiliki kesempatan untuk mengajukan sanggahan terhadap hasil seleksi. Masa sanggah dibuka mulai 19-21 Februari 2025 melalui akun masing-masing peserta pada portal resmi seleksi.

“Peserta yang merasa ada kekeliruan dalam hasil seleksi administrasi dapat mengajukan sanggahan. Tim seleksi akan meninjau kembali dokumen yang disanggah sebelum hasil final diumumkan,” jelas Mashudi.

Dalam seleksi PPPK tahap II ini, peserta yang memenuhi syarat adalah tenaga non-ASN yang saat ini aktif bekerja di instansi pemerintah serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk formasi guru.

“PPPK tahap II ini juga merupakan kesempatan bagi tenaga honorer yang belum ikut serta dalam seleksi tahap I. Dengan demikian, mereka memiliki peluang untuk memperoleh status sebagai PPPK sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Mashudi.

Mashudi mengingatkan para peserta yang lolos untuk segera mempersiapkan diri menghadapi SKD, karena tahap ini akan menjadi penentu utama dalam kelulusan.

“Seleksi Kompetensi Dasar akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) guna menjamin transparansi dan akurasi dalam proses seleksi. Kami mengimbau peserta untuk belajar dan memahami materi ujian agar dapat memperoleh hasil terbaik,” pungkasnya.

Diketahui, Formasi PPPK Pemprov Kalsel yang dibuka pada tahap ke II ini merupakan Formasi yang sama pada tahap I yakni sebanyak 1.493 Formasi. (BDR/RDM/APR)

Desa Mandiri, Dinas PMD Kalsel Gelar Rapat Koordiansi dan Forum Perangkat Daerah

BANJARBARU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan Rapat Koordinasi dan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 di Banjarbaru, Kamis (13/2).

Dalam pertemuan ini, dibahas strategi untuk meningkatkan kemandirian dan kemajuan desa guna mendukung visi Presiden dan Gubernur Kalsel. Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada Kabupaten dengan penyaluran dana desa tercepat yaitu yaitu Kabupaten HSU, Banjar dan Batola.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah menyampaikan, penting untuk memperbanyak desa yang mandiri, mengingat status desa terbagi menjadi lima kategori yaitu tertinggal, sangat tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri.

Rapat Koordinasi dan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026 Dinas PMD Kalsel

“Saat ini, dari total 1.871 desa yang ada di Kalsel, 808 desa telah mencapai status mandiri, sementara 844 desa berstatus maju, dan sisanya masih dalam kategori berkembang. Dengan pencapaian 88 persen desa mandiri dan maju, fokus ke depan adalah mengangkat desa-desa yang masih berkembang,” ungkap Faried, usai acara.

Ia menekankan pentingnya ketahanan pangan, dengan alokasi minimal 20 persen dari dana desa untuk mendukung program tersebut.

“Kalsel diharapkan dapat berkontribusi dalam swasembada pangan nasional,” lanjut Faried.

Menurutnya perlu adanya pemantauan dan penyelesaian kendala yang ada di lapangan agar setiap desa dapat melaksanakan amanah yang diberikan dengan baik. Dinas PMD Kalsel berkomitmen akan memberikan pendanaan untuk membantu pengembangan desa serta mempercepat pembangunan fisik dan ketahanan bencana melalui Bidang pengembangan kawasan perdesaan.

“Dengan pendekatan ini, diharapkan status desa dapat meningkat secara akumulatif, baik dari aspek ekonomi maupun lingkungan,” tutup Faried. (MRF/RDM/APR)

Lahirkan Tenaga Kerja Kompeten, Pemprov Kalsel Gelar Sosialisasi PDN 2025

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Provinsi Kalimantan Selatan menyelenggarakan sosialisasi Pemagangan Dalam Negeri (PDN) Tahun 2025 dalam rangka melahirkan tenaga kerja yang terampil dan kompeten.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti menuturkan program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah terhadap upaya percepatan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Melalui kegiatan ini, para peserta PDN memiliki daya saing dan dapat lebih mudah terserap di dunia kerja yang sesungguhnya.

“Kali ini kami mengundang jajaran stakeholder baik dari pemeintah daerah di Kabupaten/Kota maupun juga dari mitra kita yaitu perusahaan yang akan nantinya menarik peserta untuk dapat melakukan pemagangan di tempat mereka,” ucapnya, usai membuka acara di aula BLK Kalsel, Kamis (13/2).

Irfan menerangkan, selama dua tahun berturut-turut penyerapan peserta di tempat kerja maupun wirausaha pada program pemagangan dalam negeri di Kalimantan Selatan terus mengalami peningkatan, dari tahun 2023 sebanyak 63,89 persen dan di tahun 2024 lebih dari 70 persen.

“Jumlah tersebut tidak terlepas dari dukungan penyerapan perusahaan-perusahaan yang terlibat,” jelasnya.

Irfan mengungkapkan hal ini membuktikan bahwa kegiatan ini mampu menyerap tenaga kerja dengan mencocokan para tenaga kerja dengan mitra perusahaan sesuai keterampilan mereka masing – masing.

“Oleh karena itu, kami menekankan untuk peran serta pemerintah kabupaten/kota bisa mengintervensi kegiatan ini, sehingga mereka bisa mengkoordinir perusahaan yang nantinya bakal menjadi penempatan para peserta magang dan setelahnya bisa langsung bekerja di perusahaan tersebut,” terangnya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan Penempatan Produktivitas Tenaga Kerja (P4TK) Disnakertrans Kalsel, Indah Fajarwati menambahkan dalam sosialisasi ini, pihaknya mengajak perusahaan-perusahaan yang akan bergabung dari 13 kabupaten/kota untuk bekerja sama melahirkan tenaga kerja.

“Untuk tahun ini, Pemprov Kalsel kembali dipercaya oleh Pemerintah Pusat untuk melaksanakan pemagangan dalam negeri dengan total peserta 96 dari dana APBN,” ungkapnya

Dalam pelaksanaannya program pemagangan dalam negeri akan diberikan pembelajaran dengan langsung diterjunkan ke dunia kerja selama 5 (lima) bulan. Untuk tahap pertama, para peserta akan diberikan pembekalan berapa teori di dalam kelas selama satu bulan dan empat bulan berikutnya melaksanakan praktik langsung atau On the Job Training (OJT).

“Diharapkan dari hasil sosialisasi ini banyak perusahaan dari berbagai sektor mau bekerjasama untuk menurukan tingkat pengangguran terbuka di Kalimantan Selatan,” harapnya. (DisnakertransKalsel-NRH/RDM/APR)

2025, BLK Kalsel Buka 17 Program Pelatihan Berbasis Kompetensi

Banjarbaru – Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan kembali menjalankan program pelatihan berbasis kompetensi di tahun 2025. Sebanyak 17 paket program pelatihan dibuka untuk masyarakat guna meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja di daerah.

Kepala BLK Provinsi Kalimantan Selatan, Sayyid M. Yusfiansyah Al Azhmatkhan mengungkapkan, bahwa program tersebut terdiri dari 11 paket pelatihan yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 serta 6 paket lainnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

“Tahun ini, kami membuka empat tahapan pelatihan untuk masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebelum mereka terjun ke dunia kerja,” katanya, saat ditemui Abdi Persada FM pada Selasa (11/2).

Kepala BLK Kalsel, Sayyid M. Yusfiansyah Al Azhmatkhan

Ia juga mengungkapkan, bahwa pihaknya menyediakan berbagai jenis pelatihan yang mencakup keterampilan administratif, teknik, hingga kewirausahaan. Semua peserta akan mendapatkan pembelajaran dari tingkat dasar sehingga tidak perlu khawatir dalam menyesuaikan diri dengan materi yang diajarkan.

Adapun pelatihan yang tersedia antara lain yakni, Pengelola Administrasi Perkantoran, Computer Operator Assistant, Desainer Grafis Muda, Instalasi Listrik, Operator Track Excavator (Alat Berat), Plate Welder SMAW 3G-UP PF, Service Sepeda Motor Injeksi, Tata Rias Kecantikan, Menjahit Pakaian Sesuai Style, Menjahit Pakaian Wanita.

Lebih lanjut, Ia menambahkan, bahwa tahun ini BLK Kalsel juga menghadirkan beberapa jurusan baru seperti pelatihan Barista, Barber, serta Pembuatan Roti dan Kue.

“Pelatihan baru ini hadir sebagai respons terhadap tingginya minat masyarakat. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri,” jelasnya.

Dengan adanya program pelatihan ini, diharapkan dapat mencetak tenaga kerja yang kompeten serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan keterampilan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggara Diklat, Muhammad Zainal Abidin menegaskan, bahwa seluruh program pelatihan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat Kalimantan Selatan.

“Peserta cukup mendaftar melalui informasi yang kami sediakan di media sosial atau datang langsung ke kantor BLK. Proses seleksi meliputi tes tertulis dan wawancara. Jika lolos, peserta bisa langsung mengikuti pelatihan dengan durasi antara 18 hingga 43 hari, tergantung program yang dipilih,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Jelang Bulan Ramadhan, Inflasi di Kalsel Masih Terkendali

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalsel mengikuti rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi secara virtual, yang dilaksanakan serentak se – Indonesia, Senin (10/2). Pada rakor tersebut, meskipun Kalsel mengalami deflasi, namun Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel Sutikno, menyampaikan bahwa kondisi Inflasi di Kalsel masih terkendali menjelang Ramadhan atau bulan puasa.

Sutikno menyampaikan, Pemerintah Provinsi Kalsel telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Harga beberapa komoditas sudah mulai mengalami kenaikan di atas Indeks Harga yang diterima (IT) atau indeks harga produsen (IHP), baik untuk harga acuan penjualan maupun harga acuan tertinggi.

“Mengawali tahun 2025 ini inflasi di Kalimantan Selatan tetap cukup terkendali, dimana harga-harga kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya masih dalam batas normal meskipun mengalami kenaikan,” ungkap Sutikno, di Command Center Setdaprov Kalsel.

Pada Januari lalu, meurutnya kondisi ekonomi Kalsel cukup baik, dengan hampir semua daerah mengalami deflasi. Selama ini, Kalsel selalu berada di posisi tertinggi dalam hal deflasi. Untuk year-on-year, Kalsel berada di angka -0,76 persen. Namun, jika melihat month-to-month, deflasi kita mencapai -0,76 persen.

“Kenaikan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri adalah sesuatu yang wajar,” tutup Sutikno. (MRF/RDM/APR)

Gubernur Muhidin Resmi Kukuhkan Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin secara resmi mengukuhkan 259 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, bertempat di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Senin (10/2).

Pada kesempatan tersebut, pengukuhan juga disaksikan dan dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin dan Kepala SKPD di lingkup Pemprov Kalsel.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari penataan kelembagaan perangkat daerah yang bertujuan untuk meningkatkan tertib administrasi dan mendukung kepentingan dinas.

Gubernur Kalsel, Muhidin saat memberikan sambutan

“Dengan adanya penataan kelembagaan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, maka perlu dilakukan penyesuaian demi tertib administrasi dan kepentingan dinas. Pemenuhan kedudukan kelembagaan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) ini dilakukan melalui proses formal, yakni pengukuhan,” ujarnya

Muhidin juga mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dikukuhkan, serta memberikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja mereka selama ini. Menurutnya, penguatan organisasi pemerintahan bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, yang menjadi prioritas utama Pemprov Kalsel.

“Penyusunan dan penguatan organisasi pemerintahan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kita berharap ini mampu memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Muhidin pun berpesan kepada seluruh pejabat yang baru dikukuhkan untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergi antar unit kerja. Mengingat tantangan yang semakin kompleks, kolaborasi yang kuat sangat diperlukan guna mencapai target kinerja yang telah ditetapkan.

“Semoga amanah yang saudara-saudara emban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi. Mari kita wujudkan komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel, Dinansyah, menjelaskan bahwa pengukuhan ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 012 Tahun 2023 tentang Penataan Kelembagaan Perangkat Daerah.

“Sehubungan dengan adanya penataan kelembagaan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, serta diterbitkannya beberapa peraturan gubernur tahun 2024 tentang pembentukan, organisasi, dan tata kerja UPTD, maka dalam rangka tertib administrasi dan kepentingan dinas perlu dilakukan pengukuhan,” jelasnya.

Foto bersama usai pengukuhan Pejabat Administrator dan Pengawas di lingkup Pemprov Kalsel

Dinansyah juga menyebutkan pada pengukuhan ini, tercatat sebanyak 18 pejabat Administrator dan 241 pejabat Pengawas yang dikukuhkan, dengan total keseluruhan sebanyak 259 pejabat.

“Diharapkan, dengan penyesuaian ini, kinerja pemerintah daerah semakin optimal dalam melayani masyarakat dan mendorong pembangunan di Kalimantan Selatan,” pukasnya.

Untuk diketahui, adapun beberapa penyesuaian kelembagaan yang dilakukan antara lain Perubahan SKPD Induk yakni, Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) yang sebelumnya berada di bawah Badan Keuangan Daerah, kini berada di bawah Badan Pendapatan Daerah, UPTD Kebun Raya Banua yang sebelumnya di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, kini berada di bawah Badan Riset dan Inovasi Daerah, Kemudian UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak yang sebelumnya di bawah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kini menjadi bagian dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana.

Dan juga Seluruh UPTD di bawah Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang sebelumnya berada di bawah Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Serta perubahan nama UPTD TPA Sampah Regional Banjarbakula berubah menjadi UPTD Pengelolaan TPA Sampah dan Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) Banjarbakula, kemudian UPTD Terminal Tipe B berubah nama menjadi UPTD Terminal Tipe B dan Trans Perkotaan.

Serta Jabatan Kepala Tenaga Administrasi Sekolah kini berubah menjadi Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sekolah. (BDR/RDM/APR)

Exit mobile version