Tingkatkan Kualitas Adminduk, Disdukcapil Kalsel Gelar Forum Perangkat Daerah

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menginginkan adanya keselarasan antara Pemprov Kalsel dan Pemkab/Pemko dalam penyusunan rencana strategis (renstra) khususnya di bidang kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil).

Keinginan tersebut menyusul penetapan Kepala Daerah secara serentak di Indonesia tahun 2025 pada akhir Februari nanti, yang mengharuskan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terutama bidang dukcapil harus segera terlaksana.

“Turunan dari RPJMD itu adalah renstra dari masing-masing daerah sesuai dengan bidang kewenangannya untuk 2025-2029,” ujar Plt Kepala Disdukcapil Kalsel, Galuh Tantri Narindra, di sela Forum Perangkat Daerah di ruang Aberani Sulaiman Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (10/2).

Forum tersebut melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari perangkat daerah, Disdukcapil se-Kalsel, LSM, akademisi, sektor swasta hingga media massa.

Plt Kepala Disdukcapil Kalsel Galuh Tantri Narindra (kiri) saat membuka forum

Tujuannya untuk mendiskusikan, mencari akar permasalahan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil. Terutama mengenai peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan (adminduk) seperti perekaman KTP, akta perceraian, akta kematian, KIA dan sebagainya.

“Dari kondisi yang kita elaboriasi sebelumnya, akan dijadikan sebagai indikator kinerja utama, untuk dirincikan menjadi program prioritas. Sehingga target pemerintah pusat, Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto, RPJMD Kalsel, renstra Disdukcapil Kalsel juga selaras dengan renstra Disdukcapil Kabupaten-Kota,” jelasnya.

Galuh Tantri mengakui sejauh ini masih ada beberapa daerah yang mengalami permasalahan dalam pencapaian perekaman KTP.

Hal itu menurutnya, dikarenakan ketidakhadiran yang bersangkutan saat proses perekaman.

Di sisi lain, kondisi geografis dan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya data kependudukan, menjadi penyebab sulitnya perekaman KTP.

“Ini yang kita jadi kebingungan apakah sudah pindah, orangnya sudah meninggal atau apa, jadi perlu ada pembaharuan dalam layanan kependudukan di Kalsel,” tuturnya.

Galuh Tantri berujar, Disdukcapil Kalsel selama ini sudah menyiasati permasalahan tersebut melalui inovasi jemput bola.

Di beberapa kabupaten/kota sudah dilaksanakan oleh Disdukcapil setempat, sembari terus di dorong dan di monitor langsung oleh Disdukcapil Kalsel.

“Dan disitulah kita intervensi beberapa inovasi agar target nasional maupun provinsi bisa dicapai,” pungkasnya. (SYA/RDM/APR)

Pelaku UKM di Kalsel Mengaku Terbantu dengan Pameran Hasil Kerajinan Dilaksanakan Pemprov Kalsel

BANJARBARU – Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Provinsi Kalimantan Selatan mengaku terbantu dengan, adanya pameran hasil kerajinan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

PJ Bupati Tabalong Hamida Munawarah menyampaikan, harapan agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus dapat membantu Pemerintah Daerah dalam pemasaran produk UKM.

“Untuk produk Kopi khas Kabupaten Tabalong saat ini pemasarannya sudah sampai luar negeri,” ungkapnya, pada saat kunjungan ke Pameran UKM HPN 2025 di Kalsel, dikawasan Perkantoran Setdaprov Kalsel, Minggu (9/2).

Pj Bupati Tabalong Hamida Munawarah

Hamida mengatakan, pada pameran ini pihaknya menampilkan produk unggulan, seperti kopi khas Tabalong, yang saat ini untuk pemasaran sudah sampai keluar negeri.

Karena itu, pihaknya terus melakukan pembinaan kepada para pelaku UKM di Kabupaten mereka. Agar dapat terus meningkat.

“Kami berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan turut membantu dalam pemasaran produk UKM yang ada di Kabupaten Tabalong,” ucap Hamida.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) Provinsi Kalimantan Selatan Wahidah Onie mengatakan, pihaknya bersyukur dengan adanya Pameran UKM HPN ini, produk UKM anggotanya dapat diperkenalkan kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasinya, yang telah menfasilitasi keikutsertaan pada Pameran ini,” ungkap Wahidah.

Sehingga, lanjutnya, pengunjung pameran UKM ini dapat lebih mengenal lagi keberadaan produk produk mereka. Yang merupakan hasil kerajinan kuliner lokal.

“Produk lokal yang dihasilkan oleh anggota Perwira Kalsel ini, merupakan kearifan lokal yang ada di Banua,” ucapnya.

Wahidah berharap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan memperbanyak kegiatan pameran, sebagai upaya pemasaran produk lokal hasil kerajinan UKM yang ada di Banua.

“Tentunya kami berharap kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” ucapnya. (SRI/RDM/APR)

Menbud RI Akui Museum Lambung Mangkurat Kalsel Miliki Koleksi Benda Sangat Bagus, Museum Standar A

BANJARBARU – Ribuan benda koleksi di Museum Lambung Mangkurat (Muslam) provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mendapat perhatian khusus dari Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon.

Saat berkunjung ke Museum Lambung Mangkurat Kalsel, bersama rombongan dari Kementerian Kebudayaan, Fadli Zon menilai museum di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel itu mempunyai koleksi yang sangat bagus dan menceritakan berbagai perjalanan peradaban Kalsel.

Hanya saja, menurutnya harus ada sedikit sentuhan agar lebih menarik pengunjung.

“Saya melihat potensi untuk menjadi tempat yang menjadi daya tarik sangat besar. Tinggal mungkin ada revitalisasi terkait dengan tata pamer, dan juga perbaikan di dalam desain untuk pameran, story line (alur cerita),” katanya, Sabtu (8/2).

Sebagaimana museum di daerah lainnya, Menbud berharap kedepannya Muslam Kalsel menjadi pusat budaya sekaligus pusat untuk mengenali sejarah perjalanan peradaban.

Melalui dukungan dari Pemprov, Kepala Dinas dan seluruh jajaran, Fadli Zon menginginkan agar museum, taman budaya dan ruang seni (art space) bisa diaktivasi, sehingga menjadi sentra berkumpulnya para seniman dan budayawan.

“Juga dikunjungi oleh siswa lebih banyak lagi,” tuturnya.

Kepala Muslam Kalsel Muhammad Taufik Akbar (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan

Di samping itu, Fadli Zon menyarankan adanya sentuhan teknologi dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi.

Misalnya penggunaan barcode dan Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan sebagai alat untuk menampilkan tulisan, arsip, dan sejarah lisan. Sehingga akan menyedot minat generasi milenial, gen Z dan gen Alpha untuk datang ke museum.

“Jadi museum ini bukan hanya tempat penyimpanan artefak lama, tetapi justru menjadi jembatan antara masa lalu, masa kini dan masa depan,” jelasnya.

Lewat seluruh upaya tersebut, menurutnya akan menjadikan museum sebagai tujuan pertama wisatawan saat berkunjung ke Kalsel, sebelum mengeksplorasi berbagai tempat sejarah dan wisata.

“Saya kira penting. Karena kalau di berbagai negara yang memiliki peradaban sudah maju, yang menjadi etalase terdepan mereka adalah museum, perpustakaan dan taman budaya,” pungkasnya.

Koleksi Muslam Kalsel mencapai 12.149 jenis benda

Sementara itu, Kepala Muslam Kalsel Muhammad Taufik Akbar mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat pengunjung.

Setiap tahunnya, Muslam Kalsel diakuinya memiliki berbagai program yang bernilai sejarah dan budaya. Termasuk mendatangi langsung ke sekolah-sekolah untuk mengajak kerjasama, sekaligus mendatangkan benda koleksi museum sebagai bahan materi pembelajaran sejarah dan budaya di sekolah.

“Kita juga sudah menggunakan sistem kode barkode untuk registrasi pengunjung,” ungkapnya.

Muslam Kalsel sendiri sudah memiliki standar A dari Kementerian Kebudayaan RI.

Sejak diresmikan pada tahun 1979, Muslam Kalsel hingga saat ini memiliki 12.149 benda koleksi berupa geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, koleksi seni rupa, filologima, hingga keramologika. (SYA/RDM/APR)

Inilah Pesan Presiden Prabowo untuk Peserta HPN 2025 di Kalimantan Selatan

Banjarbaru – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberi pesan penting bagi insan pers nasional dalam memperingati Hari Pers Nasional 2025 yang digelar di Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (9/2). Presiden Prabowo mengingatkan agar pers Indonesia harus selalu mengutamakan kepentingan bangsa.
Prabowo juga meminta pers nasional harus waspada terhadap usaha untuk mengendalikan pemikiran dan memengaruhi opini rakyat dengan menggunakan modal yang besar.

“Walau kita menjunjung tinggi kebebesan pers, tapi kita harus selalu waspada dengan penyebaran informasi yang tak benar, penyebaran kebencian, penyebaran ketidakpercayaan terhadap sesama warga negara dan upaya memecah belah bangsa. Ini harus selalu kita waspadai,” ucap Presiden Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (9/2) 2025.

Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa pers Indonesia pada ujungnya akan selalu setiap pada cita-cita pendiri bangsa Indonesia. Ia meminta insan pers untuk menjadi pers Pancasila, yaitu pers yang terlibat dalam pembangunan bangsa. “Pers harus komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pesan Prabowo.

Pesan penting dari Presiden Prabowo ini sejalan dengan amanatnya yang disampaikan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Minggu (9/2).

Fadli Zon mengatakan, pers berperan sangat penting dalam kehidupan bangsa, karena pers penjaga memori kolektif bangsa. Ia menyebutkan pers yang baik adalah pers yang mengajar dan mendidik, bukan hanya mengabarkan.
Menteri Fadli Zon juga mengajak insan pers merenungkan kembali peran pers dalam menjaga kedaulatan bangsa dan penjaga ketahanan sosial. “Pers punya peran strategis dalam menjaga kedaulatan pangan. Bukan hanya mengabarkan, tapi mengawal kebijakan, dan mengawasi transparansi dalam sektor vital dan pangan. Tanpa jurnalisme berbasis data, masyarakat bisa terjebak dalam disinformasi,” ujar Fadli Zon.

Setelah memberi sambutan, Menteri Fadli Zon menerima buku Bumi Lambung Mangkurat yang diserahkan oleh Plh Sekdaprov Kalsel. Menteri Fadli Zon pun memberikan buku tentang Pewayangan kepada tuan rumah HPN 2025.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan, PWI ingin kembali ke jati diri untuk aktif menjaga kedaulatan bangsa. “PWI merah putih dan NKRI harga mati. Pers harus menjaga kedaulatan bangsa merupakan warisan yang diturunkan para pendahulu berdasarkan keputusan Kongres PWI Pertama, 9 Februari 1946 di Solo,” kata Hendry dalam sambutannya dalam acara puncak HPN 2025.
Salah satunya adalah mendukung Program Ketahanan Pangan yang menjadi visi utama Presiden Prabowo Subianto. Dukungan ini, lanjut Hendry Ch Bangun bukan berarti mengekor. “Kita tidak mengekor, tapi melayangkan kritik dengan memberi solusi untuk mencari kebaikan,” ujar Hendry Ch Bangun.

Hendry juga mengatakan jurnalis lahir bukan hanya bicara jurnalistik di atas meja. Akan tetapi menjaga kedaulatan bangsa yang ujungnya kemandirian, khususnya dari impor pangan. “Kami juga terus memperbaiki internal dengan meningkatkan kualitas wartawan, salah satunya uji kompetensi,” ujarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plh Sekda Muhammad Syarifuddin mengatakan, Pemprov Kalimantan Selatan berkomitmen mendukung pers bertanggung jawab dan kegiatan seperti HPN dan Porwarnas. Provinsi Kalsel telah menjadi tuan rumah HPN dan Porwanas masing-masing dua kali. “Kami siap kerja bersama dan merangkul semua,” ujar Muhammad Syarifuddin.
Hadir dalam acara tersebut Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha; Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan; Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Roy Rizal Anwar, Ketua Dewan Penasehat PWI Pusat, Anton Charlian, Ketua PWI Kalsel Zainal Helmie. Selain itu, hadir juga Ketua PWI Provinsi, Kabupaten/Kota dari ujung barat Aceh sampai Papua Selatan. (ADV/RDM/APR)

Refleksi HPN 2025: Ikhtiar Bersama Mengawal Kemerdekaan Pers

Oleh: Zainal Helmie, Ketua PWI Kalimantan Selatan

Pers dan kepemimpinan bangsa adalah dua aspek yang tak bisa dipisahkan dalam perjalanan demokrasi bangsa. Sejarah juga membuktikan bahwa pers menjadi bagian dalam perjuangan anak bangsa untuk meraih kemerdekaan.

Melekatnya pers dengan nilai-nilai perjuangan membuktikan bahwa insan pers adalah pejuang tangguh yang setia mengawal visi besar bangsa. Dalam setiap lintasan sejarah bangsa, dari zaman perjuangan, kemerdekaan awal, hingga kuasa Orde Baru sampai Reformasi, pers memberi warna yang tak pernah lepas dengan kepemimpinan bangsa.
Saya sangat bersyukur, sebagai insan pers yang saat ini memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan, hubungan pers daerah dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sangat harmonis. Siapa pun kepala daerah atau gubernur yang memimpin Kalsel, selalu terjalin hubungan kemitraan yang sejajar dan setara.

Sebagai organisasi profesi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia, PWI Kalsel selalu menjadi mitra strategis bagi Pemprov Kalsel dalam mengawal visi dan misi kepala daerah. Hubungan dan relasi yang harmonis ini membuktikan bahwa kemerdekaan pers sesungguhnya adalah hak rakyat, bukan hanya hak sekelompok orang atau institusi.

Pers memiliki peran vital dalam memberikan informasi yang jujur dan objektif, menjadi pengawas jalannya pemerintahan, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan pendapat dan memperjuangkan hak-hak mereka.

Pada Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang baru saja kami rayakan di Kalimantan Selatan, kita dapat melihat betapa kemerdekaan pers di daerah ini telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan HPN di Kalimantan Selatan berjalan lancar dan sukses berkat kolaborasi yang solid antara berbagai elemen, mulai dari pemerintah daerah, pers, hingga masyarakat.

Acara ini bukan hanya menjadi ajang untuk merayakan kebebasan pers, tetapi juga untuk menegaskan komitmen kita terhadap kemerdekaan media sebagai bagian dari pilar demokrasi. Tahun ini, kita patut berbangga, karena Kalimantan Selatan berhasil meraih nilai tertinggi dalam Indeks Kemerdekaan Pers.

Pencapaian ini tentu bukan kebetulan, melainkan bukti dari hubungan yang harmonis antara pers dan pemerintah provinsi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendukung kebebasan pers dengan memberikan ruang bagi media untuk melaksanakan tugasnya secara independen.

Tidak hanya itu, adanya saling pengertian antara pemerintah dan pers membuat proses penyampaian informasi kepada publik berjalan efektif dan tidak terhambat oleh tekanan-tekanan politik atau ekonomi.
Kemerdekaan pers yang terjamin ini juga tercermin dalam keberhasilan media di Kalimantan Selatan dalam memberikan informasi yang berimbang dan berkualitas kepada masyarakat. Pers yang bebas dapat berfungsi sebagai kontrol sosial yang kuat, memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah, serta memberi solusi terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

Dalam situasi ini, pers bukan hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sebagai pendorong perubahan positif bagi pembangunan daerah. Tentu saja, kemerdekaan pers tidak hanya ditentukan oleh sejauh mana media dapat mengekspresikan diri mereka, tetapi juga oleh sejauh mana pemerintah memberikan kebebasan itu tanpa takut diintervensi.

Hal ini menjadikan Kalimantan Selatan sebagai contoh nyata bahwa ketika pers dan pemerintah bekerja bersama dalam suasana saling percaya dan mendukung, kemerdekaan pers yang sejati dapat tercapai dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat.
Dengan nilai tertinggi dalam Indeks Kemerdekaan Pers, kita menyadari bahwa kebebasan yang kita nikmati sekarang ini adalah hasil dari kerja keras bersama. Oleh karena itu, mari kita jaga dan teruskan hubungan harmonis ini.

Kemerdekaan pers adalah milik rakyat, dan ini adalah tanggung jawab kita semua untuk memastikan bahwa kebebasan tersebut terus terjaga, agar media dapat terus menjalankan fungsinya untuk kepentingan rakyat, mendorong kemajuan daerah, dan mendukung demokrasi yang sehat.

Pada Hari Pers Nasional 2025 ini, mari kita rayakan bukan hanya sebagai peringatan, tetapi sebagai momentum untuk terus memperkuat kemerdekaan pers di Kalimantan Selatan dan di seluruh Indonesia. Pers adalah kekuatan rakyat, dan kemerdekaan pers adalah pilar utama dalam menjaga kebebasan, keadilan, dan demokrasi kita. (ADV/RDM/APR)

Kapolres Banjarbaru Gelar Coffe Morning dengan Awak Media

BANJARBARU – Polres Banjarbaru menggelar silaturahmi dan coffee morning bersama awak media, yang bertempat di Aula Joglo Polres Banjarbaru, Jum’at (17/1).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, didampingi para PJU dan Kapolsek jajaran, serta para awak media di Kota Banjarbaru.

“Setelah seminggu resmi menjabat, Alhamdulillah Kapolres Banjarbaru mengajak kami beramah tamah. Kami awak media sangat senang dengan silaturahmi ini, semoga kerjasama dan koordinasi antar awak media dan Polres Banjarbaru dapat berlangsung baik,” ucap salah satu awak media yang kerap disapa Rini.

“Harapan kami semoga kedepannnya Kapolres Banjarbaru dapat merespon cepat terkait informasi yang diinginkan awak media. Baik terkait kamtibmas serta hal-hal lain yang merupakan kewenangan Kepolisian di kota ini,” ujar wartawan LPPL Abdi Persada FM ini.

Sementara itu, Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh awak media yang dapat berhadir pada undangan kami dalam rangka silaturahmi dan tatap muka hari ini.

“Tentunya dalam momentum ini kita dapat saling kenal sehingga ke depannya kita dapat mudah menjalin komunikasi untuk bertukar informasi, dan mudah – mudahan kegiatan silaturahmi ini ke depan dapat dilakukan secara kontinyu, baik secara formal maupun informal,” tutupnya.

Diharapkan melalui kegiatan ini kemitraan yang dalam hal ini Polres Banjarbaru dan para awak media di Kota Banjarbaru dapat terjalin dengan baik dalam menyajikan informasi kepada masyarakat. (POLRES.BJB/RDM/RH)

Laka Beruntun di Jalan Jurusan Pelaihari, Pasangan Suami Istri Meninggal di TKP

BANJARBARU – Unit Laka Lantas Polres Banjarbaru melakukan olah TKP dalam penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jl. A. Yani Jurusan Pelaihari Kel. Landasan Ulin Timur Kec. Liang Anggang Kota Banjarbaru pada hari Senin (13/1) sekira pukul 16.30 WITA.

Kecelakaan lalu lintas ini melibatkan 1 (satu) unit truck (dalam penyelidikan), 1 (satu) unit mobil avanza warna hitam dengan Nopol DA 1442 LL dan 1 (satu) unit kendaraan roda 2 dengan Nopol DA 6205 AHY.

Kronologis berawal saat 1 ( Satu ) Unit Truck melintas di Jl. A. Yani Jurusan Pelaihari yang datang dari arah Bati-bati menuju ke arah Simpang 4 LIK, kemudian berusaha hendak mendahului atau menyalip namun tertabrak 1 ( Satu ) Unit Mobil Toyota Avanza Warna Hitam yang terdorong kedepan sehingga dan hilang kendali kemudian tertabrak 1 ( Satu ) Unit Sepeda Motor Honda Beat yang dikendarai oleh pasangan suami istri yang posisinya satu arah menuju ke arah Simpang 4 LIK Banjarbaru.

Akibat dorongan tersebut dua orang yang berada di sepeda motor jatuh terseret hingga tercebur ke aliran sungai dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara untuk pengemudi mobil avanza tidak mengalami luka – luka namun untuk truk yang menyenggol mobil avanza sebelumnya langsung kabur.

Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, melalui Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi menuturkan bahwa pemilik mobil avanza dan honda beat merupakan korban dari truk yang kabur usai menabrak terlebih dahulu.

“Untuk identitas kendaraan bermotor dan pengemudi truk tersebut saat ini masih dalam penyelidikan dan pengejaran Unit Laka Lantas Polres Banjarbaru,” jelas Ipda Kardi.

“Untuk korban laki – laki berinisial YU dan perempuan berinisial JA kemudian dibawa ke RSD Idaman Banjarbaru yang mana kedua korban telah dinyatakan meninggal dunia dengan kondisi memar di bagian dada dan luka pada bagian kaki akibat benturan dan diperkirakan pingsan saat hingga tidak bisa bernafas saat berada di dalam aliran sungai”, tambahnya. (POLRES.BJB/RDM/RH)

Rehabilitasi Kolam Renang di Banjarbaru Diharapkan Tingkatkan Daya Tarik Wisata dan Ekonomi Masyarakat

BANJARBARU – Kota Banjarbaru kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sektor pariwisata dan olahraga dengan diresmikannya rehabilitasi kolam renang yang diharapkan dapat menjadi daya tarik wisatawan lokal, khususnya dari Kalimantan Selatan.

Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin menjelaskan kolam renang yang telah diperbarui ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana olahraga, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Banjarbaru.

“Melalui fasilitas baru ini, prestasi olahraga terutama di bidang aquatic dapat meningkat. Selain itu, kolam renang yang kini telah diperbaiki diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan, baik yang datang untuk berolahraga maupun untuk bersantai menikmati fasilitas rekreasi yang disediakan,” jelasnya usai meresmikan renovasi kolam renang Idaman Minggu (12/1).

Menurutnya dengan meningkatnya jumlah wisatawan, diharapkan akan terjadi perputaran ekonomi yang signifikan di sekitar kawasan tersebut.

Ia juga berharap berbagai usaha lokal, mulai dari pedagang makanan hingga penginapan, akan merasakan dampak positif dari kedatangan wisatawan, ini diyakini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat serta memperkuat ekonomi kota Banjarbaru.

“Proyek rehabilitasi ini belum selesai sepenuhnya. Tahap pertama telah rampung, namun tahap kedua yang mencakup pembangunan kolam renang untuk perempuan, renovasi loker, fasilitas ganti baju, dan kantin, direncanakan akan dilanjutkan dalam waktu dekat. Diharapkan, perbaikan fasilitas ini akan membuat pengunjung semakin nyaman dan aman saat menikmati fasilitas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Eka Yuliesda mengatakan renovasi tersebut dengan konsep bagunan Hindia Belanda yang diinisiasi oleh Wali Kota Banjarbaru.

“Konsep dari renovasi ini tentunya mengedepankan kenyamanan dan juga menjadi ruang publik baik untuk pertemuan masyarakat,” jelasnya.

Eka juga menekankan pentingnya kerjasama antara petugas pengelola dan masyarakat untuk menjaga kebersihan serta merawat fasilitas ini.

“Keamanan dan kenyamanan pengunjung akan terus dijaga, dengan pengawasan medis serta fasilitas yang memadai untuk memastikan pengalaman yang aman dan menyenangkan. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan kolam renang ini bisa menjadi salah satu ikon pariwisata dan olahraga di Banjarbaru yang turut mendukung kemajuan ekonomi lokal,” pungkasnya. (RDM/RH)

Tongkat Kepemimpinan Kapolres Banjarbaru Resmi Dipegang AKBP Pius X Febry Aceng Loda

BANJARBARU – Serah Terima jabatan telah dilaksanakan di auditorium Polda Kalimantan Selatan pada Jum’at (10/1) yang dipimpin langsung oleh Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Kapolres Banjarbaru yang sebelumnya dijabat AKBP Dody Harza Kusumah, kini telah resmi dijabat AKBP Pius X Febry Aceng Loda, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Hulu Sungai Tengah.

Selama 2 Tahun 6 bulan AKBP Dody Harza Kusumah, menjabat sebagai Kapolres Banjarbaru kini mendapat amanah untuk menduduki jabatan sebagai Wadir Resnarkoba Polda Kalimantan Selatan.

Selain Kapolres Banjarbaru dan Kapolres Hulu Sungai Selatan sertijab pada hari ini juga dilaksanakan oleh 3 pejabat di Polda Kalimantan Selatan diantaranya Karo SDM, Dir Lantas dan Dir Intelkam Polda Kalsel.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengucapkan Selamat dan berpesan agar amanah dalam mengemban jabatan yang baru kepada para pejabat baru Karo SDM, Dir Lantas, Dir Intelkam Polda Kalsel, Kapolres Banjarbaru dan Kapolres Hulu Sungai Tengah.

“Untuk para pejabat lama saya ucapkan Terimakasih atas dedikasi dan loyalitasnya selama menjabat, semoga dengan jabatan yang baru bisa semakin sukses dalam karir serta senantiasa diberikan kesehatan,” tutupnya. (POLRES.BJB/RDM/RH)

Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Pemprov Kalsel Bentuk Brigade Swasembada Pangan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah berupaya meningkatkan produktivitas pertanian dengan membentuk Brigade Swasembada Pangan. Saat ini, telah terbentuk 162 brigade dari target 209 brigade.

Plh Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Imam Subarkah, menyampaikan bahwa meskipun jumlah brigade yang terbentuk sudah signifikan, masih ada 47 brigade yang perlu dibentuk dan terdaftar dalam aplikasi SIMLUHTAN agar dapat menerima bantuan dari pemerintah.

“Jadi kita sudah lakukan sosialiasi dan rapat koordinasi dengan kabupaten/kota dan dibantu dengan BSIP Kalsel agar mempercepat pembentukan Brigade Pangan,” ungkap Imam, baru – baru tadi.

Plh Kepala Dinas PKP Kalsel Imam Subarkah

Menurutnya, Brigade Pangan sebagai inisiatif baru dari Kementerian Pertanian dengan tujuan untuk memfasilitasi mekanisme pertanian dan melibatkan para milenial, serta lulusan pertanian yang berkompeten. Konsep ini tidak hanya tentang pembentukan lembaga baru, tapi juga tentang internalisasi nilai-nilai kolaboratif dalam kelompok tani dan Gapoktan.

“Dengan target masing-masing brigade menangani satu hektar lahan, Brigade Pangan diharapkan mampu menjalankan kegiatan bisnis pertanian dengan efisien, termasuk pemanfaatan peralatan pertanian modern seperti traktor dan pompa air. Melalui program ini, diharapkan optimalisasi lahan pertanian dapat tercapai,” lanjut Imam.

Oleh karena itu, Dinas Pertanian berkomitmen untuk menyelesaikan pembentukan brigade yang belum terdaftar, agar semua brigade dapat menerima bantuan untuk optimalisasi lahan.

“Dengan adanya kunjungan Menteri Pertanian, diharapkan program ini dapat semakin dikenal dan diimplementasikan dengan baik, khususnya dalam menarik perhatian milenial untuk terlibat dalam sektor pertanian,” tutup Imam. (MRF/RDM/APR)

Exit mobile version