Salip Kompetitor, Bank Kalsel Melesat ke Posisi Runner Up dalam Survei BSEM

BANJARMASIN – Persaingan antar Bank Pembangunan Daerah (BPD) dalam memberikan layanan terbaik kepada nasabah terus menunjukkan dinamika yang menarik. Dalam survei Bank Service Excellence Monitor (BSEM) tahun 2025 yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI), terjadi perubahan signifikan dalam posisi tiga besar.

Bank Jateng berhasil menempati posisi teratas, diikuti Bank Kalsel yang melesat dari peringkat keempat ke posisi kedua. Sementara itu, Bank Sumsel Babel menempati posisi ketiga.

Bank Kalsel menunjukkan performa yang impresif dengan meraih skor keseluruhan sebesar 83,85%, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 81,43%.

Meski tidak mendominasi di semua aspek penilaian, kualitas layanan Bank Kalsel dinilai konsisten dan solid di hampir seluruh indikator.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengungkapkan, bahwa peningkatan skor yang merata mencerminkan kualitas layanan yang terjaga secara menyeluruh.

“Skor yang merata ini menunjukkan bahwa Bank Kalsel mampu memberikan layanan yang konsisten di semua lini. Kami bersyukur dan bangga bisa menempati posisi runner-up tahun ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perbaikan dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi skor maupun peringkat di berbagai kategori. Beberapa aspek yang mengantarkan Bank Kalsel meraih posisi tiga besar dalam survei BSEM 2025 antara lain, Peringkat 1 Best Performa ATM, Peringkat 2 Best Overall Pelayanan Prima, Best Customer Service, Best Teller, Best Overall Walk in Channel, Best Mobile Banking, Best Social Media, Best SMS Banking, Peringkat 3 Best Satpam, Best Kenyamanan Kantor Cabang.

“Capaian ini adalah hasil kontribusi kolektif dari seluruh kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan unit kerja terkait. Kita patut berbangga, namun jangan pernah lengah. Di tengah industri perbankan yang semakin kompetitif, penting bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas diri, terus belajar, dan aktif mengikuti perkembangan,” tegasnya.

Untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian di BSEM tahun-tahun mendatang, Bank Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah strategis, di antaranya, Menyelenggarakan pelatihan intensif bagi para petugas frontliner, Melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai persiapan menuju BSEM 2025–2026, Mengundang para ahli di industri perbankan guna memberikan wawasan terbaru terkait tren dan inovasi layanan perbankan.

“Dengan semangat transformasi dan pelayanan prima, Bank Kalsel terus berkomitmen menjadi bank pembangunan daerah yang terpercaya dan unggul dalam memberikan layanan kepada Masyarakat”, pungkasnya. (ADV-RIW/RH)

96 Peserta Jalani Pelatihan Tahap I APBD 2025 di BLK Kalsel

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kalsel kembali menyelenggarakan program pelatihan keterampilan berbasis kompetensi institusional bagi para pencari kerja.

Pelatihan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan di Aula BLK Kalsel, Banjarbaru, Selasa (6/5).

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel, Irfan Sayuti mengungkapkan, bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing masyarakat di dunia kerja.

“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi peserta yang mengikuti pelatihan di BLK Kalsel, karena banyak masyarakat yang bersaing untuk bisa belajar di sini,” ujarnya.

Irfan menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan formal yang diberikan Unit Pelaksana Teknis Dinas Tenaga Kerja.

“Harapannya, pelatihan ini bisa menjadi bekal bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja, baik sebagai pekerja formal maupun sebagai wirausahawan. Ini adalah harapan utama kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BLK Provinsi Kalimantan Selatan, Sayyid M. Yusfiansyah Al Azhmatkhan menyampaikan, bahwa pada tahap pertama ini dibuka enam program pelatihan, yaitu Tata Rias Kecantikan, Menjahit Pakaian Sesuai Style, Instalasi Listrik Bangunan Sederhana, Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Operator Track Excavator, dan Plate Welder SMAW 3G-UP PF.

“Total peserta pelatihan kali ini sebanyak 96 orang, dengan masing-masing program diikuti 16 peserta. Jam pelajaran berkisar antara 260 hingga 340 jam pelajaran,” jelasnya.

Kepala BLK Kalsel, Sayyid M. Yusfiansyah Al Zhamatkhan, saat menyematkan tanda peserta pelatihan

Usai mengikuti pelatihan teori dan praktik di BLK selama satu bulan, peserta akan melanjutkan program magang selama dua bulan di perusahaan mitra kerja untuk menerapkan ilmu yang diperoleh.

“Pesannya, para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu yang didapat bisa diterapkan secara maksimal,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Buka Musda XII DPD REI Kalsel 2025, Ini Harapan Wagub Hasnuryadi Sulaiman

BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman, membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI Kalsel ke-12 tahun 2025, disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Selasa (6/5).

Ketua DPD REI Kalsel, Ahyat Sarbini, menyerahkan plakat Rumah

Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan, dengan tema REI Bekerja Bersama Merangkul Semua Mewujudkan Tiga Juta Rumah, tentunya sangat tepat mencerminkan semangat, sinergitas, kolaborasi, inklusivitas dan komitmen nyata untuk mendukung program prioritas Nasional. Terutama untuk menjawab keperluan dasar masyarakat yaitu rumah layak huni.

Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman

“Pemprov Kalsel mendukung percepatan program 3 juta rumah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Targetnya, untuk di Kalsel dapat terbangun sebanyak 10.000 unit rumah subsidi,” ucapnya.

Hasnur meminta, para pengembang perumahan memperluas cakupan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dan mempercepat realisasi program nasional tersebut. Dimana, rumah bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi tempat membina keluarga. Penyediaan rumah yang terjangkau dan berkualitas menjadi tanggung jawab bersama.

“Para pengembang memperkuat kemitraan dengan pemda dan mitra kerja, agar menciptakan perumahan yang hijau dan berkelanjutan,” pintanya

Sementara itu, Ketua DPD REI Kalsel, Ahyat Sarbini menyampaikan, pihaknya akan
mendukung sepenuhnya kebijakan Pemprov Kalsel dalam mengembangkan sektor perumahan yang inklusif dan berkelanjutan.

Musda kali ini langkah strategis untuk semakin memperkuat sinergi antar pengembang. Oleh karena itu, program 3 Juta Rumah digagas sebagai upaya menekan angka kemiskinan, memperbaiki kualitas hidup masyarakat, dan mengurangi ketimpangan sosial, terutama melalui akses terhadap hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Para pengembang harus tetap menjaga kualitas, agar tidak menimbulkan kekecewaan,” tutupnya.

Musyawarah Daerah (Musda) DPD REI Kalsel ke-12 tahun 2025, dihadiri Sekjen DPD REI Raymon Arisandi, Bupati dan Walikota, beberapa Ketua DPD REI sejumlah Provinsi. (NHF/RIW/RH)

RSUD Ulin Peringati Hari Cuci Tangan Sedunia 2025

BANJARMASIN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia, di Halaman Gedung IPSRS, Selasa (6/5). Peringatan dipimpin langsung Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin, didampingi Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi RSUD Ulin Banjarmasin Munawarah.

“Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia ini untuk mengkampanyekan mengenai manfaat dari mencuci tangan untuk, mencegah infeksi dari bakteri melalui tangan,” ungkap Diauddin, kepada sejumlah wartawan.

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Diauddin

Menurut Diauddin, aktivitas mencuci tangan harus terus diingatkan. Meski mencuci tangan merupakan hal yang kecil tetapi manfaatnya, untuk keselamatan dan kesehatan cukup besar. Baik bagi petugas maupun pasien di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Mencuci tangan juga dapat menghindarkan atau mencegah terjadinya infeksi dari pasien maupun petugas. Karena itu mencuci tangan terus diingatkan agar tidak mengalami penurunan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Diauddin juga mengimbau, masyarakat Kalimantan Selatan, untuk terus membudayakan cuci tangan, agar terhindar dari penyakit.

“Aktivitas mencuci tangan tidak hanya dilakukan oleh petugas rumah sakit, tetapi dilaksanakan juga oleh masyarakat Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Mencuci tangan, terutama dilakukan saat hendak makan, setelah Buang Air Besar, serta aktivitas lainnya yang dapat mengotori tangan.

“Dengan mencuci tangan dapat mencegah masuknya bakteri ke dalam tubuh, sehingga kesehatan tetap terjaga,” pungkas Diauddin. (SRI/RIW/RH)

Gelar Bimtek Penyusunan Prognosa Neraca Pangan, Upaya DPKP Penuhi Kebutuhan Pangan Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, menggelar bimbingan teknis penyusunan prognosa neraca pangan wilayah Kalsel tahun 2025.

Kegiatan yang bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, pada Selasa (6/5) ini, bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam menyediakan data proyeksi ketersediaan dan kebutuhan pangan.

Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman menyampaikan, bimbingan teknis ini diikuti seluruh kabupaten kecuali Kabupaten Kotabaru, sehingga masing – masing kabupaten akan mengkompilasi data ke Provinsi Kalsel terkait dengan ketersedian pangan di masing – masing wilayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman

“Penyusunan prognosa neraca pangan ini sangat penting karena digunakan sebagai salah satu sumber bahan pengambilan keputusan perumusan kebijakan dalam rangka stabilisasi dan pasokan harga pangan nasional,” ungkap Syamsir.

Prognosa neraca pangan akan sangat berdampak dalam memenuhi kebutuhan pangan 4,3 juta jiwa masyarakat Banua yang tersebar diseluruh wilayah ini, sehingga kebutuhan pangan bagi daerah yang kekurangan akan dapat terkoordinasi dan terbantu dengan daerah yang memiliki kelebihan kebutuhan pangan.

“Arahan bapak presiden agar setiap minggu para menteri dan Kepala Badan rapat bersama untuk membahas setiap komoditas pangan secara mendetail. Oleh karena itu data yang akurat sangat dibutuhkan untuk menghasilkan keputusan yang tepat,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/RH)

Hadiri Musrenbang 2025, Supian HK Tegaskan Dukungan Penuh DPRD untuk Program Gubernur

BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadiri pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2025 dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalsel Tahun Rencana 2025 – 2029 bertempat di Gedung Auditorium KH. Idhan Chalid, Kawasan Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (5/5).

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK Menandatangani Berita Acara Musrenbang 2025

Ditemui usai mengikuti rangkaian acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK sangat bersyukur karena Musrenbang kali ini dihadiri Kementerian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).

“Alhamdulillah hari ini kita menyaksikan ada kementerian Bappenas, ada Kementerian Dalam Negeri untuk menyampaikan (pembangunan) untuk lima tahun ke depan,” tuturnya.

Gubernur Kalsel, Muhidin Bersama Peserta Musrenbang Tahun 2025

Supian HK menegaskan, DPRD juga menyambut baik kegiatan musrenbang yang pada intinya adalah untuk menyusun rencana pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan upaya pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Nasional.

“DPRD menyambut sangat baik. Ini adalah pembangunan berkelanjutan tetapi memang harapan jangan hanya seremonial. Jangan hanya di atas kertas saja. Nanti bagaimana pelaksanaan eksekusinya itu yang kita giring nanti bersama – sama,” pintanya.

Selain itu, Supian HK juga menyatakan komitmennya dalam mendukung program kegiatan yang diusulkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel untuk kepentingan masyarakat Kalsel.

“Kita di tahun jamak kita siap aja menganggarkan. Begitu juga apa usulannya Pak Gubernur untuk kepentingan masyarakat orang banyak. Kita mendukung seratus persen asal tidak menyalahi aturan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, Muhammad Alpiya Rakhman menambahkan sekaligus mengingatkan, adanya penekanan yang disampaikan Kemendagri terkait penyelarasan data antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah di 13 kabupaten/kota yang ada di Kalsel.

“Kalau tidak selaras, program-program (yang disusun dalam musrenbang) ini pasti akan susah dan itulah tadi juga pak Gubernur menekankan kepada Bupati agar turun ke lapangan mendata semua. Mungkin inilah maksud dari kementerian dalam negeri untuk sinkronisasi data baik kabupaten/kota maupun provinsi,” ungkapnya.

Alpiya mengimbau kepada seluruh Kepala Daerah Kabupaten/Kota se Kalsel agar memberikan data daerah yang benar-benar valid sehingga sama dan sesuai dengan data yang ada di provinsi maupun pusat. Alpiya berharap, tidak ada lagi kebocoran data, dimana yang tidak berhak justru menerima bantuan.

“Ini (data) benar-benar di cross check. Apa yang dilaporkan oleh desa benar-benar di cek kembali. Benar ngga ini masyarakat yang benar-benar menerima. Kerja dua kali lah, jangan sampai menerima laporan dari bawahan sekian tapi tanpa cross check yang lebih maksimal,” pungkasnya

Musrenbang Tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Gubernur, Muhidin dan Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman diikuti Forkopimda Provinsi Kalsel, DPD RI, serta Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota se Kalsel.

Hadir secara langsung, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik, Direktur Regional II Kementerian PPN/Bappenas, Mohammad Roudo, Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon Kementerian Lingkungan Hidup, Ary Sudijanto, selaku narasumber.

Sedangkan via zoom, dikuti Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Novie Riyanto Raharjo, Deputi Bidang Layanan Kepemudaan Kementerian Pemuda Dan Olahraga, Yohan, dan Analis Kebijakan Ahli Muda pada Kementerian Pariwisata, Rayendi Nur Salam. (ADV-NHF/RIW/RH)

Sambangi BPBAT Mandiangin, Gubernur Muhidin Tinjau Budidaya Haruan

BANJAR – Gubernur Kalsel, Muhidin meninjau budi daya Ikan Haruan (Gabus) serta produksi Albumin di Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin, di kabupaten Banjar, serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan.

Kunjungan Gubernur dilakukan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, pada kegiatan gowes dengan melibatkan satuan kerja perangkat daerah, dan pemangku kepentingan lainnya, Minggu (4/5).

Kedatangan rombongan disambut pelaksana tugas Kepala BPBAT, Syamsul Bahri beserta jajarannya.

Gubernur mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung budidaya ikan Haruan serta albumin.

“Produksi ikan Haruan di BPBAT Mandiangin mencapai 600 ribu ekor pertahun, sedangkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel di kisaran 20 ribu per tahun, serta Universitas Lambung Mangkurat sekitar 100 ribu,” ungkapnya.

Dengan produksi tersebut, lanjutnya, tidak mencukupi kebutuhan di Provinsi Kalimantan Selatan, karena kebutuhannya banyak.

“Kita berupaya memproduksi Haruan lebih banyak lagi selain dari alam, sehingga pada saat produksi Haruan melimpah akan diproduksi albumin,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mencoba albumin produksi dari BPBAT Mandiangin.

“Kami sudah beberapa kali mencoba albumin dan rasanya anyir, tapi kalau disini ada rasa lemon dan leci, ini luar biasa,” ujarnya.

Gubernur mengingatkan, untuk melakukan uji coba lebih lanjut terhadap produksi albumin tersebut, sehingga dapat dijelaskan manfaatnya kepada masyarakat.

“Kami berharap albumin ini dapat diproduksi lebih banyak lagi, karena memiliki potensi pasar yang luas serta permintaan banyak,” ucap Muhidin.

Sementara itu, Kepala BPBAT Mandiangin Syamsul Bahri menyampaikan, pihaknya siap mendukung program Gubernur, dengan saat ini sedang dalam tahap pengembangan untuk memproduksi ekstrak albumin dari Haruan.

“Kami masih dalam proses uji coba dan belum memiliki izin dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan. Namun kami siap mengikuti arahan Gubernur untuk segera melakukan pengujian di laboratorium agar produksi ini layak diperjualbelikan di pasaran,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan, Rusdi Hartono mengatakan, pihaknya telah membuat skenario peningkatan produksi Haruan, mulai dari pembenihan hingga pembesaran melalui program Haruan Estate di Unit Pelaksana Teknis Balai Perikanan Budi Daya di Bincau, Karang Intan.

“Kebutuhan ikan Haruan di Kalsel saat ini mencapai 14 ribu ton per tahun dan baru terpenuhi sekitar 10 ribu ton lebih per tahun,” ucap Rusdi. (DKP.KALSEL-SRI/RIW/RH)

Gowes Singgah di Pembibitan Ikan Haruan, Gubernur Muhidin Rasakan Minum Albumin GaHar

BANJAR – Dengan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda ) Kalimantan Selatan, Gubernur Kalsel, Muhidin bersama sang isteri, Fathul Jannah, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel itu, melakukan gowes hingga finish di kawasan Bukit Manjai Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada Minggu (4/5) pagi.

Suasana saat Gubernur dan rombongan Gowes Bersama Forkopimda singgah BPBAT. (Sumber foto: Biro Adpim)

Pimpinan Forkopimda yang turut mendampingi diantaranya Kapolda Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, Kabinda Kalsel Brigjen Pol. Nurrullah, Danrem 101/Antasari Brigjen Inf Ilham Yunus dan sebagainya.

Di awali start di Polda Kalsel, Gubernur, Muhidin beserta istri, Fathul Jannah mengawali gowes di depan yang diikuti sejumlah jajaran SKPD dan personil kepolisian daerah. Rute perjalanan gowes ini, rombongan memasuki Jalan Banua Praja Utara, kemudian arah kanan Jalan SMA 3 banjarbaru, Jalan Mistar Cokrokusumo (Cempaka).

Mengenakan seragam biru dan memakai helm sepeda, serta kacamata hitam. Gubernur, Muhidin bersama rombongan pun membelokan stang ke arah kanan ke Jalan Gunung Kupang, kemudian istirahat sejenak di pitstop pertama di Alaska Park. Lanjut ke Jalan P. Suryanata Kiram, Jalan Sultan Adam hingga mampir ke BPBAT Kementrian Perikanan dan Kelautan.

Tiba Pukul 9.30 WITA di Bukit Manjai Mandiangin, Kabupaten Banjar. Gubernur, Muhidin bersama Kapolda, Kabinda, Danrem hingga jajaran lainnya langsung beristirahat sembari berdialog santai di lokasi finish.

“Hari ini kami bersama Forkopimda Kalsel, ada Pak Kapolda, Danrem, Kabinda dan Pak Sekda, lainnya tadi lebih dulu ke tempat finish. Kami mampir ke BPBAT Mandi Angin melihat ada produksi bibit haruan, papuyu dan sebagainya,” sampai Gubernur selepas peninjauan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menjelaskan bahwa jenis ikan Haruan ini dapat dijadikan Albumin GaHar (Gabus Haruan) yang dapat diproduksi sekitar 1 liter per harinya. Dengan porsi segitu, pihaknya dapat memiliki 50 botol Albumin.

Gubernur, Muhidin menekankan, produk Albumin ini mampu meningkatkan kesehatan untuk dikonsumsi masyarakat. Lalu, BPBAT Mandi Angin menyediakan 50 botol yang diberikan langsung kepada Gubernur, Muhidin, kemudian dibagikan kepada jajaran Forkopimda Kalsel.

‘Tadi kami ingin membeli 50 botol yang tersedia, ternyata diberikan saja. Kita coba dulu dikasihkan ke jajaran forkopimda, tadi sudah mencoba Pak Kapolda, Kabinda, Danrem dan semuanya di sini,” terang Gubernur.

Disambut hangat Plt. Kepala BPBAT Mandiangin, Samsul Bahrawi di kantornya, Gubernur, Muhidin bersama jajaran Pimpinan Forkopimda Kalsel meninjau tempat di Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ditjen Perikanan Budi Daya, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin. Ditiap kolam, satu per satu dilihat dan mengecek kondisi proses pembibitan.

Lalu, Gubernur, Muhidin meninjau Kantor Divisi Pakan Ikan dan Probiotik, sebuah tempat produksi Albumin yang menyehatkan tubuh jika dikonsumsi masyarakat nantinya.

“Dan kita tadi sudah merasakannya bersama tuk mencicipi Albumin, adapun cita rasanya tadi ada seperti ganyir gitu. Ada rasa original, lemon dan leci, sehingga ini luar biasa,” ungkap Gubernur.

Gubernur, Muhidin menyatakan bahwa ini nanti akan diuji terlebih dahulu, kemudian melakukan spesifikasi jenisnya untuk apa saja agar diketahui masyarakat di Banua.

Gubernur berharap, adanya Albumin, sebuah obat yang mengandung banyak protein tersebut dapat diproduksi lebih meningkat lagi. Dan membawa dampak kesehatan bagi masyarakat sekitarnya.

“Ke depannya, seseorang nanti ada yang ingin memproduksi lebih besar dan banyak lagi terkait Albumin tersebut. Namun, BPBAT Mandiangin ini mampu menyediakan cuma 500-600 Ribu Ton per tahunnya,” bebernya.

Sedangkan di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel cuma 20 ribu ton dan Fakultas di ULM sekitar 100-200 ribu ton. Dengan kisaran segitu, Gubernur, Muhidin mengaku belum terpenuhi jumlah yang dibutuhkan masyarakat dalam pengolahan Albumin tersebut.

Gubernur ingin memproduksi Albumin lebih banyak lagi dari berbagai sektor yang mendukungnya. Sementara ini, pihaknya memanfaatkan yang ada terlebih dahulu dalam menyebarkan produk Albumin tersebut.

“Jadi itu tidak mencukupi kebutuhan Kalimantan Selatan. Bisakah kita meningkatkan produksi lebih banyak lagi, terlepas nanti bahannya dari alam dulu sebelum dibuat pembibitan yang lebih banyak. Dan nanti dicek dulu ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga saya minta secepatnya ya,” tutupnya.

Sekadar informasi bahwa Albumin merupakan protein yang dibuat oleh hati, yang salah satu fungsinya adalah menjaga agar cairan tidak bocor keluar dari pembuluh darah ke jaringan lain. Tanpa adanya albumin yang cukup, maka cairan bisa keluar dari darah dan menumpuk di paru-paru, perut, kaki, atau bagian lain dari tubuh. (Biroadpim-RIW/RH)

Solusi Atasi Sampah di Banjarmasin, Gubernur Muhidin Gagas Pilah Sampah Dapat Sembako

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, menggelar Pilah Sampah Dapat Sembako, di halaman eks kantor Gubernur di Banjarmasin.

Suasana penimbangan sampah kardus

Kegiatan dibuka langsung Gubernur Kalsel, Muhidin, didampingi Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman, dan Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin, pada Sabtu (3/5).

Gubernur Kalsel (di tengah) didampingi Wakil Gubernur, dan Walikota Banjarmasin, saat membuka Program “Pilah Sampah Dapat Sembako”

Kepada sejumlah wartawan, Gubernur Muhidin menyampaikan, kegiatan ini merupakan solusi nyata pemerintah provinsi menangani darurat sampah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah yang bernilai ekonomis.

Dimana warga Kota Banjarmasin khususnya, dapat melakukan penukaran berbagai jenis sampah. Mulai dari botol plastik, minyak jelantah, kertas, buku, koran bekas, kaleng kemasan makanan dan minuman, kardus bekas, galon bekas, kemasan mika bekas, tembaga, kuningan, besi dan alat masak dan makan bekas.

“Sampah bisa menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan benar, kami ingin membangun budaya baru,” ucap Gubernur.

Disampaikan Muhidin, kegiatan ini merupakan langkah yang sangat luar biasa, untuk mengatasi persoalan darurat sampah khususnya di Kota Banjarmasin. Dimana, kegiatan ini juga menjadi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), seperti PT Adaro dan Bank Kalsel yang mendukung penuh Pilah Sampah Dapat Sembako.

Saat ini, sampah warga Kota Banjarmasin yang diantar ke TPA Banjarbakula, sudah mulai berkurang, seiring dengan semakin sadarnya warga melakukan pemilahan sampah. Biasanya dalam sehari, sampah yang diantar ke TPA Banjarbakula mencapai 600 ton per hari, namun saat ini sudah mulai berkurang menjadi 400 hingga 300 ton.

“Kita berharap dapat ditekan lagi hingga di bawah 200 ton per hari,” pinta Gubernur.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin mengaku sangat terbantu dengan adanya program Pilah Sampah Dapat Sembako, yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Pihaknya berupaya, dapat terus melanjutkan jalinan komunikasi bersama pemerintah provinsi untuk menjalankan program ini, maupun melalui program CSR.

“Kami berkoordinasi dulu dengan beberapa perusahaan untuk bisa mendukung pendanaan,” tutup Yamin.

Kegiatan Pilah Sampah Dapat Sembako, turut dihadiri Ketua TP PKK Kalsel, Fathul Jannah, Wakil Ketua TP PKK Kalsel Ellyana Trisya, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Fathimatuzzahra, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Muhamad Muslim, serta Jajaran Forkopimda Provinsi, Direktur Bank Sampah Induk Baiman Faturrahman serta Bank Kalsel dan PT Adaro. (NHF/RIW/RH)

Pemprov Kalsel Libatkan Empat Kementerian Teknis Pada Musrenbang 2025

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Senin (5/5), di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru. Forum ini menjadi bagian penting dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lima tahun ke depan.

Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, menjelaskan, pada Musrenbang kali ini, Pemprov Kalsel mengundang enam kementerian, yakni Bappenas, Kemendagri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Kementerian Lingkungan Hidup.

Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor

Dari keenam kementerian tersebut, empat di antaranya merupakan kementerian teknis yang dinilai memiliki relevansi kuat dengan prioritas pembangunan di Banua.

“Empat kementerian teknis itu adalah Perhubungan, Pariwisata, Lingkungan Hidup, serta Pemuda dan Olahraga. Kita akan membangun pelabuhan internasional, stadion bertaraf internasional, mendorong pengembangan Geopark Meratus, dan penanganan lingkungan hidup secara menyeluruh,” ungkapnya, baru-baru tadi.

Ariadi menambahkan, Musrenbang ini juga menjadi forum penting untuk menyelaraskan RPJMD Kalsel dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Ia menegaskan, RPJMD Kalsel ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan, lebih cepat dari ketentuan enam bulan yang diatur dalam regulasi.

“Percepatan ini penting karena RPJMD harus sudah menjadi perda, sebagai syarat untuk pelaksanaan program multi years atau tahun jamak pembangunan di Kalsel,” tegasnya.

Pemprov Kalsel juga menginginkan adanya keseriusan dari pemerintah kabupaten/kota. Ariadi menyampaikan harapan Gubernur Kalsel agar para bupati dan wali kota hadir langsung dalam Musrenbang.

“Harapan Pak Gubernur sangat jelas, kalau RPJMD provinsi tidak sejalan dengan kabupaten/kota, maka akan sia-sia. Karenanya, keterlibatan kepala daerah sangat diharapkan agar arah pembangunan bisa sejalan dan saling mendukung,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Exit mobile version