Paman Yani : Sektor Perkebunan Salah Satu Prioritas Pemprov Kalsel

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, menginginkan perkebunan di Kalsel khususnya Tanah Bumbu terus berkelanjutan dan berdampak positif terhadap perekonomian pekebun.

Saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, di Aula TP-PKK Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (19/1), wakil rakyat yang akrab disapa Paman Yani menyebut, persoalan tentang keinginan masyarakat mengubah pola perkebunan dari karet menjadi sawit memang sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

Sebabnya, regulasi perda tentang Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan, menurut Paman Yani perlu disampaikan kepada pekebun.

“Supaya ketika mereka melakukan perubahan karet ke sawit itu tidak membuat mereka terjerat hukum,” kata Paman Yani.

Terlebih, dalam Perda No 4 Tahun 2023 itu disebutkan bahwa pembangunan perkebunan merupakan salah satu prioritas kebijakan dan program pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di bidang pembangunan ekonomi hijau berbasis kerakyatan, sumber daya lokal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Ini harus kita pahami. Bagaimanapun pemerintah kita mendukung tentang perkembangan perkebunan di Kalsel. Tetapi kelestarian lingkungan harus diperhatikan seperti peremajaan dan lainnya,” tutur Paman Yani.

Agar tidak terjadi kesalahpahaman tentang aturan perkebunan, Sosper bahkan menghadirkan narasumber dari Pemprov Kalsel dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel.

Kepala Disbunnak Kalsel Suparmi, melalui Sekretarisnya Lisa Suryati, mengaku Pemprov Kalsel sangat terbuka terhadap pengembangan perkebunan. Termasuk investasi dalam sektor tersebut.

“Semua itu dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah,” ujarnya.

Fungsi pembangunan Perkebunan sendiri dijelaskannya, meliputi aspek ekonomi yakni peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, aspek ekologi meliputi peningkatan konservasi tanah dan air, serta penyangga kawasan lindung.

“Dengan begitu aturan yang dibuat bukan untuk mengekang, melainkan agar lingkungan terjaga demi anak cucu nanti,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

Awali Tahun 2024, Paman Yani Serap Aspirasi Fordayak

TANAH BUMBU – Mengawali tahun 2024, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi (Paman Yani) menggelar kegiatan reses atau menyerap aspirasi masyarakat di Desa Sepunggur, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (21/1).

Di titik pertama itu, Paman Yani bertemu dengan penduduk asli Kalimantan yang tergabung dalam DPD Forum Komunikasi Pemuda Dayak (Fordayak) Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Banyak hal yang disampaikan Fordayak, diantaranya meminta pengakuan dari pemerintah melalui kesetaraan ekonomi dan pendidikan.

Menanggapi itu, Paman Yani menilai aspirasi mereka sangat layak diperjuangkan. Khususnya kebutuhan mendasar suku dayak kelestarian hutan, adat budaya hingga pengakuan pemerintah terhadap suku dayak itu sendiri.

“Sehingga kemudian hari, suku dayak ini bukan hanya tinggal cerita tetapi harus terus tumbuh di masyarakat dalam kehidupan bernegara,” kata Paman Yani.

Menurut legislator Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru itu, semua keinginan Fordayak merupakan tanggung jawab semua pihak.

“Termasuk saya disini bertanggung jawab sebagai jembatan penghubung antar kepentingan masyarakat dengan pemerintah. Pemerintah juga jangan menutup diri, coba lebih terbuka dan lihat bahwa ada komunitas asli penduduk Kalimantan,” tutur Paman Yani.

Disamping itu, lanjut Paman Yani, pemerintah juga harus memperhatikan keberadaan suku dayak sebagai penduduk asli Kalimantan. Sehingga tidak tergeser oleh pendatang.

“Jangan hanya menjadikan Kalimantan sebagai lokasi IKN. Tetapi masyarakat disini harus diperhatikan kesejahteraannya. Adat istiadatnya juga jangan sampai dilupakan,” tegas Paman Yani.

Paman Yani berharap komunikasi seperti ini jangan sampai tersumbat. Supaya aspirasi masyarakat khususnya suku dayak benar-benar bisa sampai ke pemerintah.

“Saya ingin masyarakat dayak harus dilibatkan dalam setiap pembangunan,” pinta Paman Yani.

Senada, Ketua DPD Fordayak Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru Imper Sona, menginginkan perpindahan IKN ke Kalimantan tidak membuat masyarakat Dayak menjadi semakin terisolir.

“Semoga pemerintah lebih memperhatikan kami,” harap Imper Sona.

Melalui organisasi yang dikelolanya, Imper Sona bahkan memastikan kualitas anggota mereka bisa bersaing dengan pendatang.

“Pelan-pelan kami juga terus mengasah kemampuan anggota kami agar tidak kalah dengan suku lain,” pungkas Imper Sona. (SYA/RDM/RH)

Gelar Aksi Bersih-Bersih, DLH Kumpulkan 225 Kantong Sampah di Jalan Ahmad Yani

BANJAR – Jalan Ahmad Yani dikenal sebagai jalan protokol, yang melewati hampir seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan. Termasuk kota Banjarmasin, kabupaten Banjar dan ibukota provinsi Kalsel, Banjarbaru. Sebagai jalan protokol yang menjadi etalase menuju pusat pemerintahan provinsi, jalan ini menjadi pusat perhatian. Sayangnya, di beberapa titik jalan ini, masih saja ditemui sampah – sampah plastik, buangan para pengguna jalan.

Aksi bersih bersih di jalan Ahmad Yani kawasan kota Banjarmasin

Melihat kondisi ini, maka Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, menggandeng seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup pemerintah provinsi Kalsel, menggelar aksi bersih – bersih pada Jumat (19/1). SKPD ini dibagi dalam 15 kelompok, yang melakukan aksi di 15 titik jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas LH provinsi Kalsel

“Aksi bersih – bersih ini dilakukan mulai jalan Ahmad Yani kilometer 4 Banjarmasin sampai kilometer 17 kabupaten Banjar,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, saat ditemui Abdi Persada FM di kawasan kilometer 17 pada Jumat (19/1) pagi.

Setiap titik lokasi, setidaknya ada 4 hingga 6 SKPD yang bertanggung jawab membersihkan sampah plastik. Dimana setiap SKPD menerjunkan 25 hingga 30 ASN nya, selama kegiatan berlangsung.

Hanifah memaparkan, aksi bersih – bersih ini merupakan bagian dari program merdeka sampah jalan protokol, yang melibatkan seluruh SKPD lingkup pemerintah provinsi Kalsel.

“Aksi ini sebagai trigger untuk kabupaten kota, agar dapat menggelar kegiatan yang sama. Sekaligus juga membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya,” tambah Hanifah.

Kurang lebih 2 jam pelaksanaan aksi, setidaknya sebanyak 225 kantong sampah atau total 4,39 ton sampah, berhasil dikumpulkan. Sampah yang didominasi plastik tersebut, dikirim ke TPA Regional Banjarbakula, TPA Cahaya Kencana kabupaten Banjar, dan TPA Basirih Banjarmasin.

“Kita juga bekerjasama dengan pemko Banjarmasin, dan pemkab Banjar untuk pengangkutan sampah diwilayahnya masing – masing,” tutup Hanifah.

Selain ratusan ASN lingkup pemerintah provinsi Kalsel, aksi bersih – bersih ini juga melibatkan para petugas kebersihan kota Banjarmasin dan kabupaten Banjar, serta unsur TNI. Termasuk masyarakat sekitar, yang ikut tergerak membantu kegiatan bersih – bersih ini. (RIW/RDM/RH)

Jumat Curhat Bersama Kapolda Kalsel Digelar di Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin

BANJARMASIN – Pada pelaksanaan Jumat Curhat bersama Kapolda Kalsel, di kawasan Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin, Jumat (19/1). Warga diajak untuk menjaga suasana kondusifitas pada Pemilu 2024.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Winarto diwakili Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana A Martosumito mengatakan, sesuai dengan tema Jumat Curhat kali ini adalah, Ciptakan Kamtibmas yang kondusif jelang Pemilu 2024.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sabana A Martosumito

“Maka, warga kami ajak untuk dapat menjaga suasana yang nyaman dan aman menjelang, saat, dan sesudah Pemilu 2024 ini,” ungkap Sabana.

Menurut Sabana, pilihan boleh berbeda tetapi jangan sampai menimbulkan perpecahan.

Hal, tersebut tidak boleh terjadi. Karenanya, pada Jumat Curhat bersama Kapolda ini, masyarakat yang berada di wilayah Hukum Polsek Banjarmasin Timur, diajak bersama sama mengucapkan iklar Pemilu Damai, yang dibacakan oleh Perwakilan KPU, yang diikuti oleh seluruh peserta yang hadir.

Pada Jumat Curhat tersebut, warga menyampaikan keluhan mereka, seperti kawasan tempat tinggal yang tidak pernah dilewati oleh petugas patroli jaga dari Kepolisian, serta lainnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin Ihwanul Muslimin mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi dan dukungan atas digelarnya Jumat Curhat bersama Kapolda Kalsel di Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin.

Kepala UPTD Terminal Tipe B Kilometer 6 Banjarmasin Ihwanul Muslimin

“Kegiatan seperti ini merupakan sinergitas antara Pemerintah, Kepolisian, TNI, serta lainnya, untuk bersama sama menciptakan suasana kondusif jelang Pemilu 2024,” ucap Ihwanul. (SRI/RDM/RH)

2024, Dispar Kalsel Akan Terus Gelar Event Pariwisata Unggulan

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Pariwisata Kalsel, tahun 2024 ini akan terus menggelar Event unggulan. Hal itu disampaikan, Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, kepada wartawan, ditemui di ruang kerjanya baru-baru tadi.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin

Syarifuddin menjelaskan, guna memajukan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Banua, tahun 2024 ini mulai melakukan persiapan Event pariwisata unggulan seperti Festival Tour de Loksado, Festival Budaya Pasar Terapung, dan Festival Budaya Internasional.

“Suksesnya digelar secara perdana tahun 2023 lalu, Festival Budaya Internasional dalam rangkaian memeriahkan HUT Provinsi Kalsel, tahun 2024 akan kembali dilaksanakan,” ucapnya

Disampaikan Syarifuddin, Festival Budaya Internasional tahun 2023 lalu, pihaknya mampu menghadirkan empat Negara Delegasi diantaranya, Korea Selatan, Romania, Turki, dan Taiwan. Sedangkan untuk tahun 2024 direncanakan mengundang 10 Negara, dan masih dilakukan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri RI, serta stakeholder terkait lainnya.

“Negara yang akan kita datangkan, diantaranya dari Asia Tenggara, Asia Timur, Asia Barat, Eropa, dan Amerika,” jelas Syarifuddin, yang juga kini menjabat Pj Bupati Tapin

Lebih lanjut ia menambahkan, dengan digelarnya Event unggulan juga dapat semakin memperkenalkan Geopark Meratus, yaitu Kalimantan Selatan memiliki keindahan alam pegunungan. Selain potensi lain seperti
beragam tempat wisata, budaya, dan kuliner yang tersebar di tiga belas Kabupaten dan Kota.

“Event unggulan digelar sebagai ajang promosi, bahwa keindahan wisata di Kalsel, tidak kalah dengan daerah lain di Indonesia,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

UPPD Samsat Banjarmasin 2 Berhasil Kumpulkan 5,6 M Pembayaran Tunggakan PKB

BANJARMASIN – Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Samsat Banjarmasin 2, berhasil mengumpulkan 5,6 M pada program Relaksasi Pajak oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2023.

Kantor UPPD Samsat Banjarmasin 2

“Pada pemberian program insentif dan relaksasi pajak kendaraan bermotor serta beabalik kendaraan bermotor tersebut, UPPD Samsat Banjarmasin 2 telah berhasil mengumpulkan tunggakan sebesar 5,6 M,” ungkap Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 2 Muhammad Mirza Lutfillah, kepada Abdi Persada FM, baru baru tadi.

Kepala UPPD Samsat Banjarmasin 2 Muhammad Mirza Lutfillah

Pendapatan tersebut, lanjutnya, dikumpulkan dari Juli – November 2023, selama lima bulan tersebut, berhasil meningkatkan pendapatan di UPPD Samsat Banjarmasin 2.

Mirza berharap, kedepannya para wajib pajak di Kota Banjarmasin sekitar dapat lebih taat lagi, dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor mereka tersebut.

“Kami berharap kesadaran warga membayar pajak dapat lebih meningkatkan lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza juga mengungkapkan, pada 2024 ini UPPD Samsat Banjarmasin 2 akan menjalin kerjasama dengan Polda Kalsel, untuk penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor.

“Tunggakan kendaraan bermotor di wilayah UPPD Samsat Banjarmasin 2 cukup banyak,” ucapnya.

Oleh karena itu, tambah Mirza, pada tahun ini akan dilakukan penagihan kepada wajib pajak, yang tidak melaksanakan kewajibannya tersebut.

“Dalam upaya penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor tersebut, pihaknya bekerjasama dengan Dirlantas Polda Kalsel,” ujar Mirza. (SRI/RDM/RH)

Tekankan Komitmen, Dispersip Kalsel Gelar Penandatanganan MP, Pakta Integritas dan PK

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Penandatangan Maklumat Pelayanan (MP), Pakta Integritas dan Perjanjian Kinerja (PK), di aula kantor Dispersip Kalsel, Jum’at (19/1).

Suasana Penandatanganan MP, Pakta Integritas dan PK di Dispersip Kalsel

Penandatanganan tersebut langsung dipimpin oleh Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie bersama Sekretaris Dispersip Kalsel, Endang Camsudin beserta seluruh jajarannya.

Kepala Dispersip Kalsel yang akrab disapa Bunda Nunung mengatakan penandatanganan Maklumat Pelayanan tersebut menegaskan komitmen Dispersip Kalsel untuk melaksanakan tugas sebagai penyelenggara layanan dengan baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Adapun Perjanjian Kinerja sebagai wujud nyata komitmen dari staf kepada Kepala Dispersip Kalsel untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur, menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur, dasar penilaian keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran sebagai dasar Kepala Dinas untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan atau kemajuan kinerja staf,” jelasnya.

Bunda Nunung menerangkan Pakta Integritas adalah untuk memperkuat komitmen Dispersip Kalsel dalam menjaga kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar RI 1945, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, komitmen dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi, komitmen menumbuhkembangkan keterbukaan dan kejujuran, serta memperlancar pelaksanaan tugas yang berkualitas, efektif, efisien dan akuntabel.

“Ada 92 orang ASN dan 2 orang PPPK Dispersip Kalsel yang serempak menandatangani Perjanjian Kinerja. Kemudian juga 94 orang tenaga kontrak yang menandatangani Kontrak Kerja untuk tahun 2024 ini,” ungkapnya.

Diawali penandatanganan tersebut, Bunda Nunung berharap dan berkeyakinan bahwa kinerja dan pelayanan Dispersip Kalsel akan lebih baik. Meskipun, lanjutnya, beberapa indikator kinerja Dispersip Kalsel diantaranya Tingkat Kegemaran Membaca, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat dan Pengelolaan Kearsipan telah melebihi capaian rata-rata nasional, Dispersip Kalsel akan terus berupaya meningkatkannya.

“Prinsip tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin, kami pegang dan komitmen untuk mencapainya,” tutupnya. (NRH/RDM/RH)

Rencana Perjalanan Haji 1445 H Terbit, Kloter Pertama Berangkat 12 Mei 2024

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1445 H / 2024 M. Jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Arab Saudi, mulai Minggu , 12 Mei 2024 mendatang. RPH 1445 H ini, ditandatangani Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief pada 3 Januari 2024.

Suasana saat keberangkatan jemaah haji tahun 2023

Secara umum, pemberangkatan jemaah haji Indonesia akan dibagi dalam dua gelombang. Jemaah haji gelombang pertama akan diberangkatkan dari tanah air menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) di Madinah mulai 12-23 Mei 2024.

Sementara jemaah haji gelombang kedua akan diberangkatkan dari tanah air menuju King Abdul Azis International Airport (KAAIA) di Jeddah mulai 21 Mei – 1 Juni 2024.

Berdasarkan rilis yang diterima Abdi Persada FM pada Jumat (19/1), tahun ini Indonesia rencananya akan memberangkatkan 241 ribu jemaah haji. Seperti tahun-tahun sebelumnya, calon jemaah haji akan masuk ke asrama sehari sebelum jadwal pemberangkatan dilaksanakan.

Berikut rincian Rencana Perjalanan Haji 1445 H/2024 M:

  1. 03 Dzulqa’idah 1445 / 11 Mei 2024, Jemaah Haji masuk Asrama Haji
  2. 04-15 Dzulqa’idah 1445 / 12-23 Mei 2024, Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang I dari Indonesia ke Madinah
  3. 13-24 Dzulqa’idah 1445 / 21 Mei-01 Juni 2024, Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang I dari Madinah ke Makkah
  4. 16 Dzulqa’idah-04 Dzulhijjah 1445/24 Mei-10 Juni 2024, Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang II dari Indonesia ke Jeddah
  5. 04 Dzulhijjah 1445 / 10 Juni 2024, Closing Date
  6. 08 Dzulhijjah 1445 / 14 Juni 2024, Pemberangkatan Jemaah Haji dari Makkah ke Arafah
  7. 09 Dzulhijjah 1445 / 15 Juni 2024, Wukuf di Arafah
  8. 10 Dzulhijjah 1445 / 16 Juni 2024, Idul Adha
  9. 11-13 Dzulhijjah 1445 / 17-19 Juni 2024, Hari Tasyrik I, Tasyrik II (Nafar Awal), Tasyrik III (Nafar Tsani)
  10. 16-27 Dzulhijjah 1445 / 22 Juni-03 Juli 2024, Pemulangan Jemaah Haji Gelombang I dari Jeddah ke Indonesia
  11. 16 Dzulhijjah 1445 / 22 Juni 2024, Awal Kedatangan Jemaah Haji Gelombang I di Indonesia
  12. 20 Dzulhijjah 1445-07 Muharram 1446 / 26 Juni-13 Juli 2024, Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang II dari Makkah ke Madinah
  13. 28 Dzulhijjah 1445-15 Muharram 1446 / 04-21 Juli 2024, Pemulangan Jemaah Haji Gelombang II dari Madinah ke Indonesia
  14. 16 Muharram 1446 / 22 Juli 2024, akhir kedatangan Jemaah Haji Gelombang II di Indonesia (KEMENAG-RIW/RDM/RH)

DPRD Banjarmasin Dorong Pemko Tangani Sampah Lebih Baik

BANJARMASIN – Kalangan Legislatif mendorong penanganan sampah di kota ini, agar lebih baik lagi. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, kepada sejumlah wartawan, baru-baru tadi.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Muhammad Yamin, saat diwancara media massa

Yamin mengatakan, guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, pihaknya akan terus mendorong penanganan sampah yang lebih bagus lagi. Salah satunya memiliki alat berat untuk memudahkan proses pengangkutan sampah, di tempat-tempat penampungan sementara, karena masih terbatas, kalau mengandalkan sumber daya manusia.

“Alat berat untuk mempercepat angkutan sampah, agar tidak meluber ke jalanan dan proses waktunya tidak kesiangan, karena harus menuju ke tempat pembuangan akhir di wilayah Basirih,” pintanya

Disampaikan Yamin, pihaknya mengapresiasi adanya rumah kompos, yaitu sampah dipilah menjadi organik dan diolah pupuk kompos. Langkah ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah di kota seribu sungai. Ia berharap, dapat terus dikembangkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Daerah Banjarmasin.

“Rumah kompos ini, sebagai salah satu untuk antisipasi volume sampah,” jelas Yamin

Lebih lanjut Yamin berharap, persoalan sampah harus ditangani lebih maksimal lagi. Mengingat sekarang mulai memasuki musim penghujan, dengan cara saling terintegrasi di lapangan antara Lurah, Camat dan Ketua RT setempat.

“Komunikasi dan koordinasi intens, agar tercipta lingkungan bersih, bebas dari tumpukan sampah dan menyehatkan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Komisi II DPRD Kalsel Terima Kunjungan Komisi B DPRD Jatim Terkait Sharing Potensi Pariwisata

BANJARMASIN – Komisi II Dewan Perawakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan menerima kunjungan kerja (kunker) dari Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur, terkait Pembinaan, Pengawasan dan Safety Destinasi Wisata, bertempat di ruang rapat Ismail Abdullah Lantai 4 Gedung B DPRD Provinsi Kalsel, Kamis (18/1).

Rombongan Komisi B DPRD Jatim yang dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD Jatim, Alyadi Mustofa diterima oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi beserta anggota Komisi II DPRD Kalsel, antara lain Habib Musa Assegaf dan Iskandar Zulkarnain.

Suasana Pertemuan Komisi II DPRD Kalsel dan Komisi B DPRD Jatim

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel yang diwakili Kepala Bidang Destinasi Wisata, Muhammad Noor beserta jajarannya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengatakan bersyukur atas kehadiran wakil rakyat dari Jatim ke DPRD Kalsel karena ini merupakan salah satu wujud kolaborasi antara Pemprov Kalsel dan Jatim harus terus dieratkan. Hal ini mengingat banyak hal bisa dikerjasamakan, terutama di bidang ekonomi, pariwisata, dan sebagainya.

“Kita tahu Jatim juga sudah cukup maju di bidang pariwisata, ini kita bisa sharing, kawan-kawan di Jatim juga bisa melihat bagaimana perkembangan kita terakhir selama Gubernur Kalsel Paman Birin menjabat, banyak pariwisata yang diangkat dam diperkenalkan ke khalayak, terutama Geopark Meratus,” tutur Wakil Rakyat yang akrab disapa Paman Yani ini.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jatim, Alyadi Mustofa. Menurutnya, Jatim dan Kalsel adalah dua daerah yang memerlukan kolaborasi yang cukup baik dari berbagai sektor termasuk sektor pariwisata. Mengingat, anggota Dewan sebagai bagian dari penyelenggara negara yang berkewajiban untuk mengedukasi dan mengadvokasi masyarakat dalam rangka meningkatkan ekonomi. Salah satunya, melalui pembentukan peraturan daerah dimana saat ini di Jatim sudah memiliki Peraturan Daerah Pemberdayaan Desa Wisata.

“Saya pikir kalau itu dianggap penting, silakan, peraturan-peraturan daerah tersebut segera dibentuk, karena kewenangannya beliau, tujuannya adalah bagaimana kita bisa mengangkat desa-desa yang punya potensi wisata itu bisa kita advokasi, pemerintah dalam hal ini pemprov, tentu lebih intensif lagi untuk hadir memberikan pendampingan termasuk infrastruktur yang diperlukan, perda itulah yang jadi landasan,” tuturnya.

Pada kesempatan ini, Alyadi juga menyampaikan kekagumannya atas terselenggaranya acara Haul Guru Sekumpul dengan tertib dan lancar yang didatangi jutaan orang, yang turut memberikan efek positif bagi pariwisata hingga ekonomi di Provinsi Kalsel. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version