Paman Birin Lepas Kontingen Kalsel Untuk Ikuti PON Aceh dan Sumut

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melepas Kontingennya ke Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XXI Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Dilepas langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor, di Gedung Mahligai Pancasila, Rabu (28/8).

Penyerahan bendera kontingen Kalsel oleh Gubernur Kalsel

Dalam sambutannya Gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini berpesan kepada seluruh atlet yang mengikuti PON Aceh dan Sumatera Utara mendatang, agar dapat bertanding dengan maksimal.

“Perjuangan para atlet untuk sampai kepada ajang PON ini, tentunya dengan perjuangan yang sangat berat,” ungkapnya.

Karena itu, menurut Paman Birin, para atlet dapat memanfaatkan momentum ini, untuk meraih prestasi terbaik. Agar dapat meraih medali.

“Para atlet diminta untuk memberikan prestasi terbaiknya, sehingga dapat membawa medali emas ketika pulang kembali di Banua,” ujar Paman Birin.

Gubernur juga memberikan tips kepada para atlet yang akan bertanding tersebut, agar dapat tenang pada saat bertanding, sehingga dapat bertindak cepat, terukur, serta akurat. Sehingga, kemenangan dapat diraih.

“Bertandinglah dengan tenang,” ucap Paman Birin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Hermansyah mengatakan, 400 orang lebih Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan siap meramaikan PON di Aceh dan Sumatera Utara.

“Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan yang diberangkatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan ke PON Aceh dan Sumut sebanyak 482, dengan jumlah atlet sebanyak 393, serta tim pendukung sebanyak 89,”jelas Hermansyah.

Banyak atlet yang dikirim tersebut, tentu berkat dukungan dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

“Sebelumnya atlet yang akan dikirim hanya sekian 100 lebih saja. Namun, berkat Paman Birin maka seluruh atlet yang lolos pada PON ini diberangkatkan semuanya,” ujar Hermansyah.

Sehingga diharapkan, dengan kekuatan penuh ini Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan dapat meraih prestasi terbaik pada PON Aceh dan Sumut mendatang. (SRI/RDM/RH)

RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Bersama FKG ULM dan IPROSI Surabaya, Gelar Baksos

HSS – Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan bersama-sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat dan Ikatan Prostodonsia Indonesia Surabaya menggelar Bakti Sosial di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Selasa (28/8).

Kepada wartawan Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel Teguh Hadianto, di sela kegiatan mengatakan, bakti sosial ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2024, dalam bentuk pemberian topikal aplikasi fluor (TAF) kepada anak – anak serta pemasangan gigi tiruan kepada masyarakat Desa Lok Lahung.
Ia berharap, ke depan RSGM Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan dapat semakin dikenal secara luas.

Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Teguh Hadianto saat memberikan komentarnya

“Beberapa masyarakat melakukan pemasangan gigi tiruan lepasan baik rahang atas dan bawah,” ucapnya

Sementara itu, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat, Wayan Arya menyampaikan, kegiatan bakti sosial ini telah diikuti sebanyak 50 pasien mulai dari anak – anak dan orang dewasa. Mereka diberikan pelayanan dengan berbagai macam diagnosa seperti gigi berlubang, karang gigi dan pencabutan sisa akar.

Dosen FKG ULM Wayan Arya, saat diwancara

“Kita berikan penyuluhan edukasi cara menyikat dan merawat gigi sejak dini,” katanya

Lebih lanjut Wayan menambahkan, gelaran bakti sosial ini merupakan Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) bersinergi dengan RSGM Gusti Hasan Aman untuk menyehatkan masyarakat di Kalimantan Selatan, untuk tema Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2024 tentang “Senyum Sehat Indonesia”. Ia berupaya, dapat semakin memberi manfaat kepada seluruh lapisan masyarakat di Banua.

“Kesehatan gigi dan mulut sangat penting, karena mempengaruhi kesehatan tubuh,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Gubernur Kalsel Tanggapi Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kalsel atas Raperda Perubahan APBD 2024

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Roy Rizali Anwar memberikan tanggapan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kalsel atas rancangan peraturan daerah (Raperda) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024 dalam rangkaian agenda Rapat Paripurna yang dilaksanakan pada Rabu, (28/8).

Suasana Rapur DPRD Kalsel

Pada Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Karmila Muhidin itu, total ada delapan fraksi DPRD Provinsi Kalsel yang menyampaikan pandangan umumnya secara bergantian. Secara umum, isi dari muatan pandangan fraksi mengapresiasi serta memberikan saran-saran yang membangun untuk kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat “Banua”.

Menanggapi hal tersebut, Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel, menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas saran, masukan dan harapan yang disampaikan oleh fraksi-fraksi wakil rakyat “Rumah Banjar”. Paman Birin meyakini, bahwa setiap harapan tersebut merupakan cerminan dari aspirasi masyarakat Kalsel.

“Tentunya setiap pandangan umum yang disampaikan mencerminkan kepedulian yang mendalam terharap kemanuan dan kesejahteraan daerah kita,” katanya.

Secara umum, Paman Birin sependapat dengan pandangan fraksi-fraksi tersebut. Keselarasan ini, menurutnya, menunjukan bahwa eksekutif dan legislatif memiliki kesamaan visi yang sama untuk memajukan Kalsel.

“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Kalsel. Apresiasi juga kami sampaikan atas dedikasi dan komitmen seluruh pihak dalam upaya bersama membangun Kalsel yang semakin baik,” ucapnya.

Paman Birin menambahkan Raperda APBD Perubahan Tahun 2024 ini merupakan komitmen serta tanggung jawab bersama untuk membangun Kalsel.

“Pemprov berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran secara tepat dan efisien sesuai dengan tema pembangunan Kalsel di Tahun 2024 yaitu “Peningkatan Kualitas Daya Saing Daerah Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif,” terangnya. (ADV-NRH/RDM/RH)

Resmi Berganti, Paman Birin Kuatkan Sinergi dan Kolaborasi Bersama Kakanwil Kemenkumham Kalsel

BANJARMASIN – Setelah menjabat selama 5 bulan, terhitung sejak 27 Maret 2024, Taufiqurrahman dipindahtugaskan dari Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Selatan, menjadi Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sulawesi Selatan. Serah terima jabatan dengan pejabat pengganti, Jumadi, dilakukan pada Selasa (27/8) di kantor Kanwil Kementerian Hukum dan Provinsi, di kawasan Kayutangi Banjarmasin. Malamnya, pisah sambut dilakukan di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, atas undangan langsung Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Staf Ahli Pemprov Kalsel menjabat tangan Taufiqurrahman yang bertugas di tempat baru

Hadir pada malam pisah sambut ini, Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Adi Santoso, serta sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Kalsel. Diantaranya Ketua DPRD Provinsi, Supian HK, Danrem 101/Antasari, Ari Aryanto serta Danlanal Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Didik Kusyanto.

Dalam sambutannya didampingi istri, Taufiqurrahman, yang kini menjabat sebagai Kakanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Sulsel itu, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalsel, yang sudah secara khusus membuat acara pisah sambut ini. Meskipun orang nomor satu di Kalsel itu tidak dapat berhadir, karena bertakziah ke rumah sahabatnya, Rusbandi, yang berpulang secara mendadak di hari yang sama.

“Banyak orang mengatakan, sinergi dan kolaborasi itu mudah untuk diucapkan namun sulit untuk diterapkan. Namun hal itu tidak berlaku di Kalsel. Sinergi dan kolaborasi yang ditunjukkan Paman Birin dan juga unsur Forkopimda di Kalsel, sangat luar biasa,” paparnya yang disambut tepuk tangan para tamu dan undangan yang hadir.

Menanggapi hal ini, Jumadi, pejabat pengganti Taufiqurrahman pun memastikan, bahwa dirinya akan melanjutkan sinergi serat kolaborasi yang sudah terjalin dengan sangat baik sampai saat ini.

“Saya akan melanjutkan program kerja yang sudah dijalankan sebelumnya, termasuk sinergi dan kolaborasi bersama unsur Forkopimda Kalsel,” ujar Jumadi saat memberikan sambutan ditemani sang istri.

Sementara itu, dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Provinsi Kalsel, Adi Santoso, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada Taufiqurrahman yang sudah bertugas selama 5 bulan di Kalsel. Paman Birin juga mengucapkan selamat datang kepada Jumadi, sebagai Kakanwil Kementrian Hukum dan HAM yang baru.

“Apresiasi dan penghargaan setinggi- tingginya, saya sampaikan kepada Taufiqurrahman, atas dedikasi dan kerja keras saat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Kakanwil Kementrian Hukum dan HAM,” ujar Paman Birin.

Gubernur meyakini, tidak sedikit terobosan dan inovasi yang sudah diberikan Taufiqurrahman, selama menjabat sebagai Kakanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Kalsel. Dimana diharapkan, hal positif ini dapat dilanjutkan pejabat pengganti, Jumadi.

Pisah sambut Kakanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Kalsel, ditutup dengan penyerahan cenderamata dari Gubernur Kalsel dan Ketua DPRD Provinsi serta Kakanwil Kementrian Hukum dan HAM Provinsi Kalsel, kepada Taufiqurrahman yang akan bertugas di tempat baru. (RIW/RDM/RH)

Buka Pekan Olahraga Korpri Kalsel, Gubernur : Ajang Membangun Sportivitas dan Silaturahmi ASN

BANJARMASIN – Pekan Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024 dengan tema “Korpri Hebat, Indonesia Maju” resmi dibuka oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor diwakili Staf Ahli Bidang ekonomi dan pembangunan, Agus Dyan Nur.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel

Pembukaan yang ditandai dengan penendengan bola ke arah gawang itu digelar di Gedung Olahraga Hasanuddin HM, Banjarmasin, Selasa (27/8).

Pembukaan Secara Simbolis Pekan Olahraga Korpri Provinsi Kalsel Tahun 2024

Dalam sambutannya Gubernur mengatakan selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga merupakan momen yang penting untuk membangun silaturahmi dan kebersamaan serta dapat mengembangkan potensi SDM di bidang olahraga, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Selain itu, dapat membangun semangat sportivitas, disiplin dan kerjasama tim yang sangat dibutuhkan dalam menjalankan tugas dan fungsi kita, sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” katanya.

Ia percaya bahwa melalui kompetisi yang sehat dan berintegritas dapat melahirkan atlet unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik tetapi juga mental yang kuat serta semangat juang.

“Hal ini sejalan dengan nilai-nilai yang selama ini kita junjung tinggi dalam kehidupan sehari-hari sebagai anggota Korpri, bahwa peran olahraga dalam membentuk karakter bangsa sangatlah besar,” ucap Agus membacakan gubernur.

Ia berharap, ajang ini tidak hanya mempersatukan tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda khususnya di Kalsel untuk terus mengembangkan potensi bidang olahraga maupun kehidupan bermasyarakat.

“Kita harus menjadi contoh bagi mereka, bahwa dengan semangat dan kerja keras dapat meraih prestasi serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan negara,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pekan Olahraga Korpri Kalsel, Gusti Yanuar Nor Rifa’i menjelaskan ajang tersebut juga merupakan upaya untuk menjaring atlet daerah untuk dipersiapkan pada Pekan Olahraga Korpri Nasional ke-XVII Tahun 2025 di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan.

“Peserta terdiri dari 600 orang ASN dari instansi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalsel,” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari dari 27-29 Agustus 2024 ini mempertandingkan 6 cabang olahraga diantaranya Futsal yang digelar di GOR Hasanuddin, Bulutangkis yang dilaksanakan di lapangan Zamrud, Tenis Lapangan dilaksanakan di Dharma Praja, Tenis Meja dilaksanakan di Gedung Kompeten, Gateball dilaksanakan di lapangan Kayu Tangi dan Catur dilaksanakan di SKB Mulawarman. (BDR/RDM/RH)

Optimalisasi KCKR, Dispersip Kalsel Sosialisasikan UU Nomor 13/2018

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 yang bertempat di salah satu hotel berbintang, Selasa (27/8).

Sosialisasi UU Nomor 13 Tahun 2018

Kegiatan yang dibuka Kepala Dispersip Kalsel, Nurliani Dardie diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan, Muhammad Hanafi diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari perwakilan Dispersip Tingkat Kabupaten/Kota di Kalsel, partisipan Lomba Film Pendek, Penulis, Penerbit dan lain-lain.

Kabid Pengelolaan Koleksi Bahan Perpustakaan Dispersip Kalsel, Muhammad Hanafi mengatakan bahwa para penerbit dan produsen memiliki kewajiban untuk menyerahkan hasil karyanya, baik berupa karya cetak maupun karya rekam sebagai koleksi perpustakaan nasional dan perpustakaan daerah.

“Penyerahan hasil karya cetak dan karya rekam ini dalam rangka pelestarian ilmu pengetahuan dan hasil budaya bangsa agar tetap dapat dinikmati oleh generasi di masa mendatang,” jelasnya.

Hanafi mengungkapkan sudah banyak Karya Cetak dan Karya Rekam yang diserahkan ke perpustakaan, tidak hanya berupa buku, juga ada karya ilmiah, tulisan, sambutan dan lain-lain.

“Ada 8 lebih kriterianya. Para mahasiswa pun setelah menuliskan karya ilmiahnya, sebenarnya diwajibkan menyerahkan hasil karyanya. Tetapi prosesnya lewat perguruan tinggi masing-masing. Kami menerimanya,” terangnya.

Sosialisasi Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 yang mengangkat tema “Optimalisasi Penciptaan Karya Rekam” menghadirkan dua narasumber yaitu Produser Film Pendek di salah satu televisi, HS Hudang yang memiliki nama lengkap Wirayanto Hadisucipto dan Adi Hidayat.

“Diharapkan para peserta dapat memahami bagaimana membuat karya rekam yang sesuai dengan kaidah,” tuturnya. (NRH/RDM/RH)

Pekan Kreativesia 2024 Digelar di Kalsel

BANJARMASIN – Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia (Kreativesia) Tahun 2024 digelar di Provinsi Kalimantan Selatan.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi menjelaskan, Kreativesia 2024 ini merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Effendi

“Bertujuan untuk memfasilitasi, mempromosikan, dan mendukung inovasi serta kreativitas para pemuda Indonesia di bidang Teknologi, seni, budaya, dan sosial,” ungkap Rokhyatin, saat menjadi Narasumber pada Program TKHI di Radio Abdi Persada FM, Selasa (27/8).

Tentunya, lanjut Rokhyatin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Disporanya mendukung sukses pelaksanaan Pekan kreativitas pemuda Indonesia yang digelar di Kalsel ini.

“Pelaksanaan Pekan kreativitas pemuda Indonesia tahun 2024 dilaksanakan pada tanggal 28 sampai 31 Agustus 2024 di Komplek Kawasan Perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan,” jelasnya lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Rokhyatin mengatakan, sampai saat ini sudah ada 32 Provinsi di Indonesia telah mengkonfirmasi keikutsertaan pada Pekan Kreativitas Pemuda Indonesia Tahun 2024 di Kalsel.

“Sampai saat ini provinsi yang telah menyatakan keikutsertaan pada Pekan Kreativesia sebanyak 32 provinsi,” ucapnya.

Sedangkan, 2 provinsi yang tidak ikut tersebut kemungkinan dengan alasan jauhnya jarak tempuh antara daerah mereka dengan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Saat ini peserta mulai berdatangan di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya. (SRI/RDM/RH)

Pemprov Kalsel Peduli Pelestarian Budaya Jukung Tradisional Masyarakat Pesisir Sungai

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan peduli terhadap pelestarian budaya jukung tradisional masyarakat pesisir sungai di Banua.

Plt Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel Rusdi Hartono pada Sabtu (24/8),
mengatakan, lomba jukung tradisional ini sebagai bentuk perhatian Gubernur Sahbirin Noor serta Ketua TP PKK Kalsel Raudatul Jannah.

Plt Asisten 2 Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprov Kalsel Rusdi Hartono

“Paman Birin dan Acil Odah memberikan keperdulian terhadap pelestarian budaya jukung tradisional tersebut,”Ungkap Rusdi, di sela sela acara Lomba Perahu Tradisional, di Sungai Mantuil, Kota Banjarmasin.

Karena, lanjutmya, jukung tradisional ini sebagai ciri khas warga di Kalimantan Selatan, dan sebagai moda transportasi yang dimiliki sejarah yang cukup tinggi.

“Para pejuang kita dulu juga menggunakan jukung tradisional dalam berjuang,” ucap Rusdi.

Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh masyarakat di Banua untuk menjaga kelestarian jukung tradisional tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Rusdi juga mengajak warga pesisir sungai, untuk tidak membuang sampah di sungai.

“Kami mengajak seluruh masyarakat yang ada di Banua khususnya yang tinggal dikawasan pesisir, untuk tidak membuang sampah di Sungai,” tutur Rusdi.

Masyarakat, tambahnya, jangan membuang sampah sembarangan serta jangan menggunakan racun kimia pada saat mencari ikan di sungai.

“Karena Sungai dan air untuk kehidupan anak, cucu kita selanjutnya,” ujar Rusdi. (SRI/RDM/RH)

804 ASN Pemprov Kalsel Akan Terima SLKS

BANJARBARU – Sebanyak 804 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan menerima Anugerah Satya Lencana Karya Satya (SLKS). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan loyalitas para ASN dalam melaksanakan tugas pengabdian selama 10, 20, dan 30 tahun.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalsel, Dinansyah melalui Kasubbid Penghargaan, Kartika Kumala mengungkapkan penyerahan Anugerah SLKS tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada 29 Agustus 2024 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

Kasubbid Penghargaan, BKD Provinsi Kalsel, Kartika Kumala

“Pada kesempatan tersebut Pemprov Kalsel akan menyerahkan Anugerah SLKS ini kepada 804 ASN dengan rincian pengabdian, 30 tahun sebanyak 147 orang, 20 tahun ada 144 orang dan 10 tahun sebanyak 513 orang,” ungkapnya. Senin (26/8).

Kartika menambahkan penyerahan Anugerah SLKS tahun ini merupakan hasil usulan pada 2023 lalu.

“Mengingat proses SLKS ini cukup panjang harus melalui Kemendagri dan Sekretariat Militer Presiden, sehingga prosesnya itu perlu waktu selama satu tahun lebih,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk mendapatkan anugerah SLKS ini ada sejumlah berkas yang harus disiapkan oleh para ASN.

“Sebelum pengajuan penerima penghargaan tersebut, ASN harus melengkapi berkas diantaranya daftar riwayat hidup, SK CPNS, SK jabatan terakhir, SK pangkat terakhir dan surat keterangan tidak dijatuhi hukuman disiplin,” katanya.

Kartika berharap penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi tetapi juga dapat mendorong semangat para ASN untuk berkontribusi secara positif dalam memberikan pelayanan publik melalui pengabdian dan inovasi dalam bekerja.

“Selain itu juga diharapkan dapat memotivasi ASN lainnya yang belum mendapatkan penghargaan ini,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Ambapers Gelar FGD Transformasi Sungai Barito Jadi Destinasi Wisata Terdepan di Kalsel

BANJARMASIN – PT Ambang Barito Nusapersada (Ambapers) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Transformasi Sungai Barito Menjadi Destinasi Wisata Terdepan di Kalimantan Selatan”, yang dilaksanakan di salah satu hotel berbintang di Banjarmasin, Senin (26/8).

Suasana FGD yang diselenggarakan PT Ambapers

Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur menghadirkan Keynote Speaker Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Ghazali, tiga narasumber yaitu Dosen Pasca Sarjana IPDN, Alma Arif, Staf Ahli Kemenparekraf Him’awan dan Tenaga Ahli Perencana Badan Pengelolaan Geopark Meratus, Resita Rahmitiasari.

Selain itu, hadir juga empat Panelis yaitu Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kalsel, M. Farhanie, Kepala KSOP Kelas 1 Banjarmasin, Samsudin, Direktur PT Ambapers, Marolop Alfred dan Direktur Akademi Maritim Nusantara, Moch Nurdin dengan Moderator Direktur Pasca Sarjana IPDN, Prof. Muhammad Ilham.

Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agus Dyan Nur, mengatakan transformasi sungai Barito menjadi destinasi wisata terdepan adalah sebuah langkah yang sangat tepat dan relevan untuk mengangkat potensi daerah sekaligus memperkuat ekonomi berbasis pariwisata.

“Dalam rangka merealisasikan transformasi ini, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. FGD ini adalah wujud dari komitmen bersama untuk mendengarkan ide, masukan dan strategi dari berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan konsep dan rencana yang matang sehingga pengembangan sungai Barito dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Gubernur Kalsel yang akrab Paman Birin berharap forum ini dapat menghasilkan persamaan persepsi, pemikiran dan juga dapat memperkuat komitmen serta kolaborasi diantara semua pihak demi terwujudnya kemajuan dan kesejahteraan di Banua Kalsel.

Sementara itu, Direktur Utama PT Ambapers, Zulfadli Ghazali selaku Keynote Speaker, mengatakan bahwa FGD yang dilaksanakan sebagai salah satu respon cepat atas perkembangan IKN yang secara paralel akan terus bersolek hingga 2045.

Dirut PT Ambapers, Zulfadli Gazali selaku Keynote Speaker

“Jika kita jeli melihat peluang ini maka Kalsel dapat dibranding sebagai perusahaan terdepan dibidang logistik serta primadona dalam wisata bahari,” terangnya.

Zulfadli menuturkan, industri wisata sungai mengalami kemajuan yang signifikan. Banyak negara menggunakan subjek wisata sungai untuk menarik wisatawan ke negaranya, seperti sungai Chao Phraya di Bangkok, Thailand.

“Hal ini mengingat bahwa pariwisata menjadi salah satu faktor penyumbang devisa terbesar untuk dapat bersaing dengan negara lain, serta mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke negara tersebut,” katanya.

Sungai Barito sendiri, lanjut Zulfadli, merupakan salah satu lokasi wisata yang potensial dan dapat dimanfaatkan dengan berbagai jenis atraksi.

Melihat potensi tersebut, PT Ambapers pun berencana menawarkan paket wisata dengan kapal pesiar menyusuri Sungai Barito.

“Daya tarik wisata yang ditawarkan oleh kapal pesiar sungai ini adalah keindahan alam, budaya, aktivitas masyarakat setempat, serta menikmati hidangan ringan baik makanan maupun minum sampai berfoto. Destinasi wisata lain meliputi Pelabuhan, Jembatan Barito, Pulau Bakut, Taman Wisata Alam Pulau Kembang dan prasarana pendukung lainnya,” jelasnya.

Lebih jauh dalam mengembangkan konsep sungai sebagai daya tarik wisata ini, PT Ambapers pun mengharapkan keterlibatan stakeholder dan pemerintah dalam pengembangannya terutama di muara sungai.

“Apabila sungai yang akan dijadikan sebagai daya tarik wisata dapat dikembangkan secara terpadu dan holistik mulai dari hulu hingga hilir dapat menjadi pengembangan yang maksimal,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Exit mobile version