Pastikan Program Bermanfaat Bagi Masyarakat, Dinsos Kalsel Gelar Bimtek SAKIP

BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Bagi Pejabat Eselon III dan IV di Lingkungan Dinsos Kalsel. Kegiatan yang dibuka Plt Kepala Dinsos Kalsel, Muhammadun yang diwakili Sekretaris Dinsos Kalsel, Murjani itu dilaksanakan di salah satu hotel berbintang, Senin (21/10).

Suasana Bimtek SAKIP Bagi Pejabat Eselon III dan IV Dinsos Kalsel

Dalam sambutan Plt Kepala Dinsos Kalsel, Muhammadun yang dibacakan oleh Sekretaris Dinsos Kalsel, Murjani, menyampaikan penerapan SAKIP adalah amanah dari pemerintah untuk memastikan bahwa setiap program dan kegiatan yang dijalankan benar-benar memberikan hasil yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Dalam hal ini, Dinas Sosial memegang peran penting dalam mendukung kesejahteraan sosial dan pembangunan manusia yang berkeadilan. Oleh karena itu, saya berharap melalui bimbingan teknis ini, kita semua dapat meningkatkan pemahaman kita dalam hal perencanaan, pengukuran, evaluasi, dan pelaporan kinerja. kinerja yang baik bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi juga bagaimana kita memastikan bahwa tugas tersebut memberikan dampak yang nyata, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, lanjut Murjani, pihaknya juga ingin mengingatkan bahwa akuntabilitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab moral ASN sebagai aparatur negara. Para ASN dituntut untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, menggunakan anggaran dan sumber daya secara efisien dan efektif, serta memastikan bahwa program-program yang dijalankan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya berharap setelah mengikuti bimbingan teknis ini, kita semua dapat mengimplementasikan SAKIP dengan lebih baik di Dinas Sosial. Mari kita wujudkan pemerintahan yang lebih transparan, lebih akuntabel, dan berorientasi pada hasil (outcome), demi kesejahteraan masyarakat Kalsel yang lebih baik,” ajaknya.

Sementara itu, Kepala Subbag Perencanaan dan Pelaporan Dinsos Kalsel, Hardiasty Eka Wardhani menambahkan ada dua orang narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini yaitu perwakilan Biro Organisasi Setdaprov Kalsel dan Akademisi Politeknik Banjarmasin. (NRH/RDM/RH)

Legislator Kalsel Ingatkan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan

BANJARMASIN – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Permono menggelar kegiatan Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila dengan mengangkat tema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Bermasyarakat,” Sabtu (19/10).

Bambang menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari tugas sebagai anggota DPRD Kalsel yang dinilai penting untuk terus memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya empat pilar kebangsaan. Ia menjelaskan, pilar kebangsaan harus diingat dengan baik oleh masyarakat dan cara paling mudah untuk mengingat pilar kebangsaan dengan menyingkatnya.

“Untuk mudah ingat singkat saja dengan PBNU, Pancasila, Bhineka tunggal ika, NKRI, dan undang-undang,” katanya.

Suasana Sosrev Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Bambang Yanto Permono

Pada kesempatan itu, Bambang Yanto meminta salah satu warga maju ke depan. Ia memilih warga yang berusia muda dan memberikan tantangan berhadiah. Bambang memberikan pertanyaan tentang lima sila dari pencaslla. Warga yang maju menjawab dengan cukup baik.

Ia sengaja memilih anak muda untuk maju ke depan. Menurutnya, saat ini banyak anak muda yang kurang memiliki pengetahuan yang baik tentang pancasila. Padahal, lanjut Bambang, nilai-nilai pancasila adalah bagian yang sangat penting untuk masyarakat, bangsa, dan negara.

“Dalam lima sila itu terdapat seluruh nilai kehidupan, baik kehidupan pribadi ataupun berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini Bambang juga menghadirkan Fahmi Idris Tanjung sebagai narasumber. Kegiatan yang diisi dengan tanya jawab langsung ini dihadiri oleh hampir seratus orang warga Banjarmasin. (NRH/RDM/RH)

Peringati Hari Pangan Sedunia, DPKP Kalsel Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

BANJARBARU – Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke 44, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan mengadakan gerakan pangan murah (GPM) di halaman Kantor Banjarbaru, Jum’at (18/10). Ini diadakan sesuai imbauan dari Badan Pangan Nasional dan dilaksanakan juga di beberapa kabupaten/kota di Kalsel.

Plh. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Imam Subarkah, yang diwakili oleh Kabid Ketahanan Pangan, Saptono menyampaikan, tujuan GPM untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan yang layak, terutama bagi mereka yang tergolong kurang mampu dengan membeli kebutuhan pangan dibawah harga pasar.

“Jadi kegiatan GPM ini sesuai dengan tema Hari Pangan Sedunia ke-44 yaitu hak atas pangan untuk kehidupan dan masa depan yang lebih baik,” ucap Saptono.

Menurut Saptono, tidak hanya ketersediaan pangan yang menjadi isu, tetapi juga distribusi dan pemerataan distribusi yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, Gerakan Pangan Murah ini diadakan untuk memastikan bahwa masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang layak, dengan harga yang terjangkau.

“Ada beberapa komoditas yang dijual pada GPM ini, seperti beras SPHP, minyak goreng, telur, ayam, bawang merah, bawang putih, dan sayuran segar dari beberapa UMKM dan petani yang sudah menjadi mitra,” lanjut Saptono.

Selain itu, antusias masyarakat pada kegiatan GPM ini sangat luar biasa. Karena komoditas pangan yang dijual sangat berkualitas. Ia berharap dengan adanya GPM ini dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk ketersedian pangan yang berkualitas agar gizi mereka dapat tercukupi.

“Masyarakat sangat antusias kalau ada kegiatan GPM ini apalagi harganya sangat murah, kita berharap bahwa Gerakan Pangan Murah dapat terus dilakukan di seluruh Indonesia dan menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan akses pangan yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya Kalsel,” tutup Saptono. (MRF/RDM/RH)

Sosrev Perdana, Ilham Noor Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kesatuan

BANJARMASIN – Anggota DPRD Kalsel, Ilham Noor menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila (Sosrev) bertempat di salah satu cafe di Banjarmasin, pada Kamis (17/10).

Para Peserta Sosrev yang dilaksanakan Anggota DPRD Kalsel

Dalam Sosrev yang digelar perdana tersebut, Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel masa jabatan 2024-2029 itu mengungkapkan, nilai-nilai Ideologi Pancasila perlu diterapkan di kehidupan sehari- hari karena merupakan dasar negara Indonesia dan panduan dalam berperilaku.

“Diharapkan nilai-nilai Pancasila dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari dan keteladanan mereka dapat memotivasi keluarga dan orang lain untuk melakukan hal yang sama,” ucapnya.

Apalagi, lanjut Ilham, menjelang Pilkada 2024, penerapan Ideologi Pancasila menjadi semakin penting untuk menciptakan suasana yang kondusif dan demokratis.

“Terlepas dari perbedaan politik, saya mengajak semua elemen masyarakat untuk mengedepankan semangat persatuan serta berpartisipasi dalam proses demokrasi,” terangnya.

Karena itu, menurut Ilham, Pilkada 2024 diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin yang berkualitas, tetapi juga memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, serta mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Ilham menambahkan kegiatan ini juga sekaligus silaturahmi kepada konstituennya di Banjarmasin yang telah memberikan dukungan di Pileg 2024 lalu.

“Ini juga bagian dari kesempatan ulun (saya) bersilaturahmi dengan masyarakat,” pungkasnya. (NRH/RDM/RH)

Legislator DPRD Banjarmasin Periode 2024-2029 Akan Gelar Reses Perdana

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin Periode mas jabatan 2024-2029, akan menggelar Reses Perdana selama tiga hari.

Suasana Reses DPRD Banjarmasin beberapa waktu lalu

Kepada sejumlah wartawan Sekretaris DPRD Banjarmasin Iwan Ristianto, baru-baru tadi mengatakan, dari hasil Rapat Basan Musyawarah Anggota DPRD Banjarmasin akan melaksanakan reses selama tiga hari mulai 20 – 22 Oktober 2024. Dimana, kegiatan ini para wakil rakyat dapat bertemu langsung dengan konstituen dan menyerap aspirasi sesuai dengan daerah pemilihan masing-masing.

“Reses merupakan hak dewan yang diatur dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2019, tetapi kalau tidak mengambil tidak apa-apa,” ucapnya

Suasana Reses DPRD Banjarmasin beberapa waktu lalu

Disampaikan Iwan, untuk mekanisme Reses ini anggota DPRD kota Banjarmasin akan mengumpulkan sebanyak 300 orang sekaligus, atau bisa juga dibagi 100 orang per hari. Pihaknya tetap memfasilitasi seperti konsumsi, alat tulis kantor dan lain-lain sesuai keperluan dalam pertemuan di masyarakat.

“Kegiatan reses ini dilaksanakan perorangan, sama seperti tahun sebelumnya,” jelas Iwan

Lebih lanjut Iwan menambahkan, anggaran untuk reses DPRD Kota Banjarmasin ini sebesar Rp1,5 miliar. Alokasinya dibagi sebanyak 45 anggota dewan, yakni berkisar sekitar Rp 33 juta rupiah, untuk memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Bagi anggota dewan yang tidak melaksanakan reses, maka tidak menerima anggaran yang sudah dialokasikan,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)

Dinsos Kalsel Gelar Rakor Evaluasi Teknis Pemutakhiran Data Aplikasi DATU SOBAN

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalsel melaksanakan Rapat Koordinasi Evaluasi Teknis Pemutakhiran Data Aplikasi Data Terpadu Sosial Banua (DATU SOBAN) Tahun 2024, selama dua hari yaitu 17-18 Oktober 2024.

Dalam sambutan Plt Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Muhammadun yang dibacakan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Gusnanda Effendi, menyampaikan bahwa pemutakhiran DATU SOBAN tahun 2024 merupakan kegiatan pengumpulan data secara primer yang berfokus pada data tertinggi dan data paling banyak diminta oleh SKPD lain di dalam DATU SOBAN selama periode dari 2021 – 2023.

“Kegiatan pemutakhiran data ini dilakukan dengan metode pendataan ulang yaitu anak terlantar, anak dengan kedisabilitasan, penyandang disabilitas, lanjut usia terlantar, dan perempuan rawan sosial ekonomi,” katanya, Kamis (17/10).

Gusnanda menjelaskan kegiatan pemutakhiran Data DATU SOBAN tahun 2024 dilaksanakan selama tiga bulan dari Juni sampai Agustus 2024 dengan melibatkan dua orang di masing-masing Dinas Sosial di 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalsel, yaitu satu orang sebagai supervisor data dan satu orang sebagai petugas data.

“Kegiatan ini juga melibatkan secara aktif peran Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang ada di 13 Kabupaten/Kota,” terangnya.

Gusnanda menambahkan PSKS yang terlibat antara lain Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) se-Provinsi Kalsel. Selain itu, khusus di Kota Banjarmasin sebagai Petugas Pemutakhiran Data (PPD) adalah Operator Pengelola Data Elektronik pada lima Kecamatan di Kota Banjarmasin.

Diketahui, aplikasi berbasis web yang bernama Data Terpadu Sosial Banua (DATU SOBAN) ini, Dinas Sosial Provinsi Kalsel memanfaatkan suatu sistem digitalisasi/elektronik, tata kelola kelembagaan dan proses pemerintahan secara high-level.

“DATU SOBAN dibangun untuk mendukung pencapaian agenda pembangunan daerah melalui ketersediaan data 26 Jenis PPKS dan 12 Jenis PSKS dalam rangka peningkatan kepuasan publik atas kualitas pelayanan pemerintah,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dinsos Kalsel juga memberikan penghargaan terbaik kegiatan pemutakhiran data DATU SOBAN Tahun 2024 yang diberikan kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota dan Petugas Pemutakhiran Data di Kecamatan di 13 Kabupaten Kota se-Provinsi Kalsel.

Penghargaan Terbaik Dinas Sosial I yaitu Dinas Sosial Kab Tanah Laut, terbaik II Dinas Sosial Kab Hulu Sungai Selatan, dan terbaik III Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

Sementara itu, Penghargaan Terbaik Petugas Pemutakhiran Data I petugas pemutakhiran data Kecamatan Panyipatan Kab Tanah Laut, terbaik II petugas pemutakhiran data Kecamatan Daha Utara Kab Hulu Sungai Utara, dan terbaik III petugas pemutakhiran data Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.

Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan dapat lebih memacu semangat dalam memberikan kinerja dan pelayanan terbaik bagi masyarakat. (NRH/RDM/RH)

Keterbukaan Informasi Publik Meningkat, Kalsel Masuk Kategori Daerah Informatif

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berhasil mencatatkan peningkatan signifikan pada nilai Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) dengan kenaikan sebesar 8,94 poin. Dari sebelumnya 72,27 poin (kategori sedang), kini menjadi 81,21 poin (kategori baik).

Hasil tersebut mengantarkan Provinsi Kalimantan Selatan masuk dalam kategori “Daerah Informatif”, sebuah pencapaian yang meningkat dibandingkan tahun 2023 di mana Pemprov Kalsel masih berada dalam kategori “Menuju Informatif.”

Suasana Peluncuran IKIP 2024

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, Muhamad Muslim, menjelaskan bahwa peningkatan nilai IKIP ini diperoleh melalui hasil pengukuran 10 Informan Ahli dari Komisi Informasi Pusat. Para informan ahli ini terdiri dari berbagai unsur, seperti masyarakat umum, akademisi, dunia usaha, dan dunia pendidikan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim

“Ada tiga dimensi yang dinilai oleh para Informan Ahli, yakni dimensi politik, hukum, dan ekonomi. Alhamdulillah, dari ketiga dimensi tersebut, kami memperoleh penilaian yang positif dan cukup signifikan sehingga nilai IKIP Kalsel naik menjadi kategori baik,” ucap Muslim, Kamis (17/10).

Peningkatan nilai IKIP tersebut sekaligus menandakan bahwa iklim keterbukaan informasi publik di Kalimantan Selatan sudah lebih baik. Menurutnya, pencapaian ini tidak lepas dari peran seluruh perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun Kabupaten/kota.

“Yang cukup menonjol dari peningkatan IKIP ini adalah adanya jaminan keterbukaan informasi publik kepada semua kalangan masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengakses informasi publik tanpa ada intimidasi atau hambatan dari badan publik,” jelasnya.

Diskominfo Provinsi Kalsel, selaku instansi yang bertanggung jawab dalam hal keterbukaan informasi publik, berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan nilai IKIP Provinsi Kalsel. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait cara mengakses informasi publik melalui Badan Publik di Pemerintah Provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota. Langkah ini bertujuan agar semua komponen masyarakat bisa menyebarluaskan informasi demi peningkatan pembangunan di Kalsel.

“Diskominfo Kalsel juga akan terus membangun sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), pers, akademisi, dan komunitas lainnya untuk bersama-sama membangun keterbukaan informasi publik di Banua. Diharapkan dalam penyebarluasan informasi publik, akan ada partisipasi yang lebih luas dari masyarakat,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

Penjualan Non Pangan di Banjarmasin Sepi Pembeli

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengakui adanya penurunan penjualan pada barang non pangan di kawasan Pasar Baru.

Kabid Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan dan Pasar Disperdagin Kota Banjarmasin Ridho Satriya menjelaskan, sudah sejak beberapa waktu lalu, untuk penjualan bukan kebutuhan pokok mengalami penurunan penjualan atau sepi pembeli.

Kabid PSDPP Disperdagin Banjarmasin Ridho Satriya

“Seperti, yang terjadi di kawasan Pasar Baru, Kota Banjarmasin. Pedagang menjual barang non pangan,” ungkap Ridho, kepada sejumlah wartawan, Kamis (17/10).

Sedangkan untuk pasar tradisional menurutnya yang menjual kebutuhan pokok masih ramai dikunjungi pembeli.

Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin mendukung peningkatan penjualan secara online kepada para pedagang, yang ada di kota tersebut.

“Dukungan berupa pelatih pelatih pemasaran secara online kepada pedagang,” ujarnya.

Dengan adanya pelatihan tersebut, Ia mengharapkan para pedagang dapat melakukan penjualan secara online tersebut.

“Sehingga, para pedagang dapat berjualan tidak hanya offline tetapi juga online,” ujar Ridho. (SRI/RDM/RH)

Banggar DPRD Kalsel Bersama TAPD Bahas Evaluasi Raperda Tentang P-APBD 2024

BANJARMASIN – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menindaklanjuti evaluasi Raperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2024, pada Rabu (16/10).

Rapat dipimpin Ketua Banggar sekaligus Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Kalsel yaitu Kartoyo, M. Alpiya Rahman dan Desy Oktavia Sari ini dihadiri Ketua TAPD sekaligus Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rozali Anwar beserta Anggota TAPD.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Sekda Provinsi Kalsel Nomor 900.1/1290/BPKAD/2024 Tanggal 8 Oktober 2024, yang merujuk pada Keputusan Menteri Dalam Negeri RI terkait evaluasi P-APBD Kalsel. Selain itu, dibahas juga Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 900.1.1-4205 Tahun 2024 Tanggal 4 Oktober 2024, yang berisi rekomendasi perbaikan Raperda P-APBD.

Suasana Rapat Banggar DPRD Kalsel

Ketua Banggar DPRD Kalsel, Supian HK menegaskan bahwa evaluasi dari Mendagri harus menjadi pedoman utama dalam penyusunan dan finalisasi P-APBD 2024. Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam pengalokasian anggaran, terutama di sektor-sektor yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami harus memastikan bahwa rekomendasi dari Mendagri diterapkan dengan baik. Perubahan APBD ini tidak hanya formalitas, tetapi harus benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TAPD Kalsel, Roy Rozali Anwar, menyambut baik arahan Ketua DPRD dan menyatakan komitmennya untuk memastikan hasil evaluasi Mendagri diimplementasikan secara maksimal. Ia menilai sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting dalam memastikan keberhasilan P-APBD.

“Kami akan menindaklanjuti setiap rekomendasi dari evaluasi ini dengan cermat. Dengan dukungan penuh dari DPRD, kami yakin P-APBD 2024 akan berjalan dengan optimal dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya

Roy juga berharap dapat mempercepat proses finalisasi APBD 2024 dan memastikan bahwa anggaran tersebut dapat segera disahkan dan digunakan sesuai dengan kebutuhan pembangunan di Kalimantan Selatan. (NRH/RDM/RH)

Kalsel Peringkat 7 Peparnas 2024 di Solo

BANJARMASIN – Kontingen Nasional Paralimpik Committee (NPC) Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan berhasil menduduki posisi ke 7 pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Tahun 2024 di Solo, Jawa Tengah.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan apresiasi atas pencapaian dari atlet NPC Kalsel yang telah mencapai prestasi 7 besar nasional,” ungkap Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Diauddin, kepada sejumlah wartawan, pada saat menyambut kepulangan Kontingen Atlet NPC Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan dari Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) Tahun 2024 di Solo, pada saat tiba di Bandara Syamsuddin Noor, belum lama tadi.

Plt Kadispora Kalsel Diauddin

Diauddin mengatakan, dengan total 126 medali atlet paralimpik Kalsel ini menempati peringkat ketiga dalam jumlah medali, namun berada di peringkat ketujuh dalam klasemen total.

“Para atlet NPC tersebut telah berkompetisi dengan penuh perjuangkan dalam Pekan Paralimpiade Nasional Tahun 2024 di Solo. Tentu, hasil yang diperoleh tersebut membanggakan Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Diauddin.

Tentunya setelah kepulangan para atlet NPC ke Banua, pihaknya meminta kepada mereka agar terus semangat berlatih lebih giat lagi.

“Agar dapat memberikan prestasi terbaik pada kegiatan Olahraga lainnya. Pada tingkat kejurnas maupun pertandingan internasional lainnya,” ucapnya.

Sehingga, tambah Diauddin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tentunya memberikan dukungan terhadap peningkatan prestasi atlet NPC tersebut. (SRI/RDM/RH)

Exit mobile version