Disdag Kalsel Apresiasi Banyak Masukan dan Saran di Forum Perangkat Daerah 2025

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Kalsel, menggelar Forum Perangkat Daerah 2025.

Suasana Rapat Forum Perangkat Daerah 2025

Kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan usai acara pada Jumat (14/2) mengatakan, agenda utama dari forum ini membahas dan memberikan masukan terkait penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perdagangan Kalsel tahun 2025 – 2029. Pihaknya mengapresiasi, melalui gelaran ini telah banyak diberikan masukan dan saran oleh Perwakilan SKPD Pemprov Kalsel, Ketua YLK Intan Kalsel, OJK Kalsel serta Dinas Perdagangan Kabupaten dan Kota.

“Dengan banyak saran dan masukan, tentu Dinas Perdagangan Kalsel memiliki perencanaan yang lebih konfrehensif,” ungkapnya

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, saat diwancara (ditengah)

Sulkan menjelaskan, Provinsi Kalsel akan menjadi pintu Gerbang Logistik Kalimantan. Dimana, sebagai pusat distribusi bagi produk-produk utama, seperti bahan pangan dan barang elektronik. Sehingga, dibahas lebih detail rencana pengembangan Infrastruktur distribusi, yang akan menjadi titik fokus penting, dalam strategi perdagangan daerah. Dimana, perlu membangun dan memperkuat pusat-pusat distribusi produk utama.

“Beberapa pasar-pasar induk yang berada di Kabupaten Tabalong, Kotabaru, HST, Banjarmasin, dan Tanah Laut, harus berstandar Nasional,” jelas Sulkan

Lebih lanjut Sulkan menambahkan, dalam pengembangan sistem distribusi, beberapa program terkait, seperti Sistem Resi Gudang (SRG), memerlukan kerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel. Dimana, potensi produk-produk yang berkaitan dengan sektor-sektor tersebut.

“Melalui diperkuat kolaborasi bersama pihak terkait, dapat menjadikan Kalsel sebagai pusat Logistik yang mendukung distribusi barang untuk seluruh wilayah di Kalimantan,” tutupnya

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perdagangan Kalsel, menggelar Forum Perangkat Daerah Penyusunan Rencana Awal (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) SKPD tahun 2025-2029. Dibuka secara resmi Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan, didampingi Sekretaris, Kabid Kasi dan Jajaran Disdag Kalsel. Menghadirkan Narasumber Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Sulkan dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel Ariadi Noor, dihadiri Perwakilan SKPD Pemprov Kalsel diantaranya Dinas Koperasi dan UKM Kalsel dan Dinas Kehutanan Kalsel, bertempat di Aula Disdag Kalsel. (NHF/RDM/RH)

Pemko Banjarmasin Apresiasi Pemprov Kalsel Dukung Pasar Wadai Ramadhan

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, atas dukungan terhadap pelaksanaan Pasar Wadai Ramadhan di Tahun 2025.

“Pemerintah Kota Banjarmasin tentunya berterima kasih atas inisiatif untuk menyantukan Pasar Wadai Pemprov dengan Pasar Wadai Pemko Banjarmasin,” ungkap Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, usai mengikuti rapat bersama persiapan pelaksanaan Pasar Wadai Ramadhan Tahun 2025, di Eks Kantor Gubernur, di Banjarmasin, Kamis (13/2).

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina

Ibnu mengatakan, dengan menjadi satunya Pasar Ramadhan ini, bertujuan untuk kemaslahatan dari pelaku UMKM yang ada di Kota Banjarmasin. Yang tergabung dalam Paguyuban Pasar Ramadhan Kota Banjarmasin.

“Kami berharap dapat lebih meriah, lebih besar serta tertata dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ibnu, Pasar Wadai Ramadhan Tahun ini bisa menjadi ajang silaturahmi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan masakan yang lebih berkualitas dengan harga terjangkau.

“Pasar Wadai Ramadhan tahun ini akan diikuti 145 stand, dengan anggaran sharing antara Pemko Banjarmasin dengan Pemprov Kalsel, melalui CSR Bank Kalsel,” jelas Ibnu.

Ibnu menjelaskan, pada pelaksanaan Pasar Wadai Ramadhan tahun ini, Pemerintah Kota Banjarmasin hanya mengalokasikan anggaran untuk 80 stand.

“Namun, berkat dukungan Gubernur dan CSR dari Bank Kalsel menjadi sebanyak 145 stand yang bisa terakomodasi pada Pasar Ramadhan Tahun 2025,” ucapnya.

Selain itu, Bank Kalsel juga akan menyediakan 50 unit tenda kerucut yang akan disebar pada lokasi Pasar Wadai Ramadhan di kawasan Eks Kantor Gubernur, di Banjarmasin. (SRI/RDM/RH)

Resmi Dimulai 14 Februari, BPIH Embarkasi Banjarmasin Ditetapkan Kisaran 59 Juta Rupiah

BANJARMASIN – Tahap pertama pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) bagi jemaah haji reguler tahun 2025, resmi dibuka mulai Jumat (14/2) hingga 14 Maret 2025 mendatang. Tahapan pelunasan dimulai, setelah Presiden, Prabowo Subianto menandatangani Keppres Nomor 6 tahun 2025, tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) per embarkasi, pada Rabu (12/2) lalu.

“Untuk Embarkasi Banjarmasin, Bipih ditetapkan sebesar 59 juta 331 ribu 751 rupiah. Besaran Bipih jemaah haji ini dipergunakan untuk biaya penerbangan haji, sebagian biaya akomodasi di Makkah, dan sebagian biaya akomodasi di Madinah, serta biaya hidup atau living cost,” ujar Kakanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin, saat dikonfirmasi Abdi Persada FM pada Jumat (14/2).

Jemaah haji yang gagal melunasi tepat waktu, akan masuk dalam daftar tunggu dan tetap memiliki prioritas keberangkatan pada musim haji mendatang, sesuai dengan regulasi yang berlaku.

“Kecuali yang gagal sistem atau belum istitaah akan melunasi ke tahap 2 dari 24 Maret sampai 17 April 2025,” tambah Tambrin.

Tambrin juga memastikan, bahwa pihaknya sudah menerima daftar jemaah haji reguler yang masuk alokasi kuota tahun 1446 Hijriah atau 2025 Masehi. Dimana kriteria jemaah haji dimaksud, diantaranya adalah sudah masuk alokasi kuota keberangkatan pada musim haji tahun berjalan dan berusia minimal 18 tahun, serta prioritas jemaah haji reguler lanjut usia yang ditentukan secara sistem, berdasarkan urutan usia tertua. Selain itu, jemaah haji setidaknya telah terdaftar sebelum 3 Mei 2020.

Kuota embarkasi Banjarmasin tahun ini, menurut Tambrin, masih sama dengan tahun lalu, yakni sebanyak 3.818 jemaah.

“Dengan rincian 3.590 jemaah haji reguler lunas tunda dan sesuai nomor urut, dan jemaah haji lansia 191 orang. Sisanya adalah petugas pembimbing dan petugas haji daerah,” tutupnya. (RIW/RDM/RH)

DPRD Kalsel Monitoring Pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Kebun Raya Banua

BANJARBARU – Rombongan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan kerja spesifik untuk memonitoring pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang terletak di area perkantoran Gubernur Kalsel.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah Monitoring Pembangunan Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah, bersama dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel. Rombongan meninjau langsung perkembangan proyek masjid yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2025 mendatang.

“Pengerjaannya terus berproses, terutama pada sejumlah sarana penunjang. Untuk ruang induk masjid sudah bisa digunakan untuk kegiatan ibadah. Semoga semua proses bisa selesai tepat waktu,” ujar Mustaqimah, kepada wartawan, Kamis (13/2).

Pimpinan dan Anggota Komisi III DPRD Kalsel Berfoto di Masjid Raya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

Setelah meninjau Masjid Raya, rombongan beralih menuju Kebun Raya Banua yang terletak tidak jauh dari lokasi perkantoran Gubernur Kalsel. Kedatangan mereka disambut langsung oleh pihak Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel.

Setelah berkeliling, Mustaqimah mengapresiasi pengelolaan Kebun Raya Banua dan menyarankan kepada masyarakat untuk mengunjungi lokasi tersebut. Ia menilai Kebun Raya Banua tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kunjungan ini menunjukkan komitmen Komisi III DPRD Kalsel dalam memastikan kelancaran proyek pembangunan yang memiliki dampak positif bagi masyarakat, baik dalam aspek ibadah maupun pengembangan ilmu pengetahuan. (NRH/RDM/RH)

Malam Nisfu Syaban, Gubernur, Muhidin Berbaur Dengan Jamaah Masjid Raya Sabilal Muhtadin

BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin didampingi istri Fathul Jannah, bersama ribuan jamaah ikuti ibadah malam Nisfu Sya’ban 1446 Hijriah di Halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Kamis (13/2) malam.

Gubernur Muhidin saat tiba di masjid raya Sabilal Muhtadin

Kegiatan dimulai dari pukul 18.00 WITA dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sholat maghrib berjamaah, sholat hajat dan pembacaan surat Yasin yang dipimpin Ustadz, Ilham Humaidi.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengajak para jamaah yang hadir dan seluruh masyarakat yang menjalankan ibadah di malam nisfu Sya’ban untuk memanjatkan dan memohon do’a kepada Allah SWT.

”Marilah dalam kesempatan yang berbahagia ini, kita selalu memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT. Mudah-mudahan di malam Nisfu Sya’ban ini apa yang kita inginkan pada malam ini Allah akan kabulkan niat kita tersebut,” ucapnya.

Gubernur saat memberikan sambutan

Muhidin juga menyampaikan agar pada saat ingin membaca surat Yasin para jamaah dapat meniatkan dengan meminta dipanjangkan umur, dihindarkan dari segala musibah, wabah penyakit, keluasan rejeki yang halal, diperkaya hati serta diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah.

”Saat membaca Yasin kita niatkan agar dipanjangkan umur dalam beribadah, berdoa untuk keselamatan Kalimantan Selatan dan diri kita masing-masing serta jangan didatangkan bala dan penyakit, minta rezeki yang halal seluas-luasnya, kemudian minta perkaya hati sehingga kita semua Insya Allah husnul khotimah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, melihat jamaah yang hadir begitu banyak, dirinya menuturkan akan memperbaiki dan merenovasi masjid kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan tersebut.

”Ulun mengharapkan dukungan dan doa semuanya, untuk kelancaran dalam merenovasi mesjid raya, berapapun biayanya akan kita laksanakan Insya Allah, tempat ibadah kita perbaiki dengan sebaik-baiknya. Melihat jamaah seperti ini perlu kita benahi masjid kita,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin mengatakan, dalam kegiatan malam Nisfu Sya’ban ini untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT.

”Nisfu sya’ban adalah hari peringatan islam pada pertengahan bulan Sya’ban, dan di malam Nisfu Sya’ban ini diisi dengan amalan-amalan, dan munajat kepada Allah SWT,” katanya.

Ia menuturkan, malam Nisfu Sya’ban bisa disebut dengan Lailatul Maghfirah yaitu malam pengampunan, dan bisa juga disebut Lailatul Do’a yaitu malam berdoa kepada Allah SWT.

“Ibadah malam Nisfu Sya’ban ini tidak hanya dilakukan di Kalimantan Selatan, tetapi juga diseluruh tanah air bahkan diseluruh dunia,” pungkasnya.

Malam Nisfu Syaban ini, turut dihadiri Plh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, jajaran pimpinan SKPD Provinsi Kalimantan Selatan, serta Forkopimda Kalsel. Kegiatan malam Nisfu Sya’ban ditutup dengan Sholat Isya dan sholat Tasbih berjamaah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)

HPN 2025 Jadi Gaung Kalsel Gerbang Logisitk

BANJARMASIN – Hari Pers Nasional 2025 di Provinsi Kalimantan Selatan tak hanya meninggalkan kesan kesuksesan.

HPN 2025 juga menjadi tonggak awal dimulainya visi Pemprov Kalsel menjadikan Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan.

Pemukulan gong bersama menandai Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan yang dilakukan pada puncak HPN 2025, Minggu (9/2), menjadi penanda komitmen Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin tersebut telah go nasional.

Sehari pasca-puncak HPN, Gubernur Kalsel H Muhidin langsung tancap gas dengan mengelar rapat koordinasi (rakor) bersama seluruh jajaran Kepala SKPD di lingkup Pemprov Kalsel, Senin (10/2).

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, M Muslim mengatakan, Gubernur Kalsel Muhidin telah memerintahkan seluruh jajaran dinas dan Kepala SKPD di seluruh lingkup Pemprov Kalsel untuk menyusun program dan agenda yang mendukung visi 2025-2029 itu.

“Beberapa rencana strategis telah disusun, seperti rencana melanjutkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Laut kepulauan (Kotabaru) dengan Batulicin. Kemudian menyiapkan rencana pembangunan pelabuhan internasional di Kotabaru,” jelas Kadis Kominfo Kalsel, Muslim.

Dijelaskannya, pembangunan pelabuhan internasional di Kotabaru dinilai sangat starategis, karena posisi perairan Kalsel yang menjadi jalur perlintasan logistik nasional dan internasional.

Dengan karakter perairan Kotabaru yang cukup dalam, membuat kapal kargo besar bisa sandar di pelabuhan internasional di Kotabaru.

“Pelabuhan ini harus didukung dengan infrastruktur jalan dan jembatan yang bisa menghubungkan seluruh daratan Kalimantan. Itu mengapa Pemprov Kalsel juga menargetkan pembangunan jembatan penghubung Kotabaru dan Batulicin dilanjutkan kembali,” jelasnya.

Sementara Ketua PWI Kalimantan Selatan, Zainal Helmie mengatakan, PWI Kalsel secara kelembagaan telah membangun komitmen yang kuat untuk mengawal visi Kalsel Gerbang Logistik Kalimantan.

Menurutnya, pers berperan penting dalam mengawal visi ini dengan memberitakan semua informasi positif maupun kritik konstruktif sesuai koridor etik jurnalistik.

“Pers dan jurnalis di Kalsel, terutama teman-teman yang tergabung dalam PWI Kalsel, selalu menjadi mitra sejajar bagi Pemrov Kalsel untuk mencapai visi bersama demi kemajuan Kalsel,” tegasnya.

Zainal Helmie juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang setingginya kepada Gubernur Kalsel atas dukungan yang diberikan terhadap PWI Kalsel.

“Sejarah mencatat, siapa pun kepala daerah atau gubernur yang memimpin Kalsel, selalu menjadi mitra sejajar dengan PWI Kalsel dalam mengawal visi dan misi daerah untuk mewujudkan pembangunan di Kalsel,” tegas Zainal Helmie. (ADV/RDM/RH)

2025, DPPPA KB Kalsel Terus Perkuat Program Perlindungan Perempuan dan Anak

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA KB) Kalsel terus mengoptimalkan berbagai program yang mendukung perlindungan serta pemberdayaan perempuan dan anak di tahun 2025.

Kepala DPPPA KB Provinsi Kalsel, Sri Mawarni, menegaskan bahwa program yang dijalankan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui pemberdayaan ekonomi serta meningkatkan kualitas keluarga. Selain itu, pihaknya juga terus mengupayakan perlindungan hak-hak anak agar tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kepala Dinas PPPA KB Kalsel, Sri Mawarni

“Kami juga terus mengedukasi masyarakat dan melakukan sosialisasi terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini termasuk kampanye anti-kekerasan serta pemberian penguatan baik secara mental maupun ekonomi,” ungkap Mawar, belum lama tadi.

Ia menambahkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sejahtera tanpa kehilangan kodratnya. Oleh sebab itu, kesetaraan dalam harkat dan martabat menjadi aspek yang terus diperjuangkan.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota guna memastikan program perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak berjalan efektif di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Mawarni menyebutkan bahwa semakin banyak perempuan di Kalimantan Selatan yang berani melaporkan kasus kekerasan yang dialami. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah laporan yang masuk ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kalsel.

“Tingginya angka pelaporan menunjukkan bahwa kesadaran perempuan untuk melindungi diri semakin meningkat. Kami menyediakan layanan UPTD PPA serta call center SAPA 129 sebagai wadah bagi masyarakat yang ingin melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)

HPN 2025 Gelar Seminar Nasional, Angkat Tema Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045

BANJARMASIN – Peran perempuan dalam Indonesia Emas 2045 sangat penting karena perempuan berperan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa.

Hal ini menjadi topik utama dalam Seminar Nasional Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045 di Indonesia, pada rangkaian HPN 2025 di Hotel Aria Barito Banjarmasin, (7/2).

“Untuk mendukung peran perempuan dalam sebagai pondasi generasi Emas 2045, harus kita siapkan mulai sekarang,” ucap Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel diwakili Ketua II Bidang Pendidikan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga, Ermina.

Dikatakan Ermina tantangan perempuan kedepan, bagaimana kita mampu mencetak anak kita menjadi generasi yang berkarakter, unggul, dan berakhlak baik.

“Ibu sebagai madrasah dalam kehidupan keluarga. Selalu memberikan pembelajaran dan petunjuk untuk anak-anaknya. Seminar ini sangat penting bagi perempuan dalam melahirkan generasi emas,” terangnya.

Sementara itu, Ketua HPN 2025 Raja Parlindungan Pane dalam sambutannya mengatakan, perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam mendukung pembangunan.

Apalagi lanjut Raja Parlindungan Pane, 2045 Indonesia mencita-citakan lahirnya sebuah generasi emas, yang mau tidak mau harus dengan menyiapkan sumber daya yang unggul dan berkualitas.

“Tanpa peran serta perempuan sangat sulit menggapai itu semua,” terangnya.

Pada Seminar Nasional Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045 di Indonesia, diikuti ratusan peremupan dari berbagai organisasi seperti Fathayat NU Kalsel, Muslimat NU Kalsel, IKWI se-Indonesia, TP PKK se Kalsel dan lainnya, menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten dibidangnya seperti Dosen Fakultas Kedokteran UNLAM DR. dr. Hj. Siti Wasilah M.Si, Med, Komisioner Komnas Perempuan T. Sri Endras Iswarini, Kepala Dinas Kominfo Kalsel M. Muslim dan Kepala Pemberitaan RRI Besty Charmin Simatupang. (ADV/RDM/RH)

Siwo PWI Gelar Rakernas dan Hadirkan Atlet Nasional dalam Rangkaian HPN Kalsel 2025

BANJARMASIN – Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Pusat dan Siwo Provinsi Kalimantan Selatan didukung penuh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan berbagai program dalam mensukseskan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) ke-40 di Banjarmasin Kalimantan Selatan 7-9 Februari 2025.

Ketua Umum Siwo PWI Pusat Agus Susanto mengatakan berbagai program telah disiapkan diantaranya penyelenggaraan Rapat Kerja Nasioanl (Rakernas) dan juga Coaching clinic yang menghadirkan dua legenda olahraga Indonesia, masing-masing mantan petenis nasional Suharyadi serta mantan pesepakbola nasional Gendut Doni Christiawan.

“Kita buat spesial di Hari Pers Nasional 2025 ini dengan menggelar Coaching clinic untuk atlet-atlet muda. Kita juga ingin terjun langsung membantu ciptakan pembinaan usia dini di daerah-daerah. Semoga ilmu yang mereka dapatkan bisa menjadi tonggak awal meraih mimpi menjadi atlet profesional, semoga saja bisa juga lahir atlet yang bisa berlaga di Olimpiade dari Kalimantan Selatan” ujar Agus dalam keterangannya di Banjarmasin, Kamis (6/2).

Kehadiran Suharyadi dan Gendut Doni di Banjarmasin akan memberikan pelatihan (coaching clinic) bagi para petenis dan pesepakbola yunior di Kalimantan Selatan.

Suharyadi dijadwalkan akan menggelar coaching clinic di lapangan tenis Darma Praja pada Sabtu (8/2) pukul 08.00 – 10.00 WITA. Pada saat yang bersamaan Gendut Doni akan menggelar coaching clinic di lapangan SKB Mulawarman.

“Saya senang mendapatkan kesempatan ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2025. Semoga coaching clinic yang saya berikan mampu memberikan manfaat bagi petenis-petenis muda di Kalimantan Selatan,” ungkap Suharyadi yang juga suami dari legenda tenis Indonesia, Yayuk Basuki.

Suharyadi yang juga mantan petenis nomor 1 Indonesia era 1990an saat ini juga berstatus sebagai pelatih pribadi petenis tunggal putra andalan Indonesia, Muhamad Rifqi Fitriadi yang berasal dari Kalimantan Selatan.

Gendut Doni juga tak kalah bangga mendapat kehormatan hadir di Banjarmasin. Mantan striker timnas Indonesia era tahun 2000an ini akan menularkan ilmunya bagi sekitar 50 pesepakbola yunior di Kalsel.

“Semoga akan banyak lahir pemain-pemain andal yang kelak menjadi kebanggaan masyarakat Kalsel serta Indonesia,” ujar Gendut Doni yang pernah mencatat sebagai top skorer di ajang AFF Championshiip 2002.

Selain memberikan pelatihan, di sela-sela coaching clinic juga akan dilakukan pertandingan eksibisi tenis serta sepakbola yang akan melibatkan sejumlah tokoh penting di Kalsel.

Sementara itu, Ketua SIWO PWI Kalsel, Irwansyah, telah memastikan tempat kegiatan coaching clinic siap.

“Jadi tinggal pelaksanaannya saja, termasuk peserta sudah kami data. Ada sekitar 60 orang yang akan dapat pelatihan sepakbola,” ucap Irwansyah. (ADV/RDM/RH)

Warga Sari Mulya Harapkan Solusi Drainase dan Pupuk Subsidi, Alpiya Rakhman Siap Tindak Lanjuti

TANAH BUMBU – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Alpiya Rakhman, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses Masa Sidang I Tahun 2025. Kali ini, ia mengunjungi Desa Sari Mulya, Kecamatan Sungai Loban, Kamis (6/2).

Suasana Kegiatan Reses Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Alpiya Rahman di Tanah Bumbu

Reses ini merupakan titik ke-11 dari total 16 titik yang dijadwalkan. Salah satu keluhan utama yang disampaikan warga adalah terkait drainase yang sudah tidak berfungsi maksimal akibat perluasan jalan desa.

Warga mengungkapkan bahwa saat hujan dengan curah tinggi, air kerap meluap karena saluran drainase yang tersumbat dan tidak mampu menampung aliran air dengan baik.

“Kami khawatir setiap musim hujan datang, air sering meluap ke jalan dan permukiman karena drainase yang ada sudah tidak mampu menampung air seperti dulu. Kami berharap ada solusi agar saluran air bisa kembali berfungsi dengan baik,” ujar warga setempat.

Selain itu, warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani karet dan sawit mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Mereka berharap pemerintah dapat memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi agar hasil panen lebih optimal.

Menanggapi hal ini, Alpiya Rakhman berkomitmen untuk segera mengoordinasikan aspirasi warga dengan dinas terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

“Soal drainase, kami akan berkoordinasi dengan Dinas terkait agar dilakukan evaluasi dan perbaikan yang dibutuhkan. Sementara terkait pupuk subsidi bagi petani karet dan sawit, kami akan mengupayakan agar alokasinya lebih tepat sasaran serta memastikan distribusinya tidak terkendala,” jelasnya.

Alpiya juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan permasalahan yang dihadapi agar pemerintah dan DPRD dapat merumuskan kebijakan yang benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan warga.

Reses ini terus berlanjut ke desa selanjutnya guna memastikan seluruh aspirasi masyarakat dapat terserap dan diperjuangkan dengan baik di tingkat provinsi. (ADV-NRH/RDM/RH)

Exit mobile version