16 Oktober 2026

Perluas Pemasaran dan Produksi, BUMDes Didorong Tembus Pasar Ekspor

Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Novita Purnamasari

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) terus mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat kemitraan agar produk unggulan desa mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk membuka peluang menembus pasar ekspor.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemasaran Produk BUMDesa, dengan melibatkan 37 BUMDesa.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah memperkuat kemampuan pengelola BUMDesa dalam mengembangkan usaha, membaca peluang pasar, serta meningkatkan daya saing produk desa.

Kepala Seksi Pengembangan dan Pemberdayaan Lembaga Ekonomi Desa Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan, Indah Novita Purnamasari menjelaskan, bahwa pemasaran merupakan salah satu aspek penting pengembangan usaha BUMDesa.

“Produk yang memiliki kualitas baik perlu didukung strategi pemasaran yang tepat agar dapat menjangkau konsumen lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat desa,” ungkap Indah.

Menurut Indah, pengelola BUMDesa perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi peluang pasar, membangun jaringan pemasaran, serta menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.

“Pemanfaatan teknologi digital, termasuk media sosial, juga perlu dioptimalkan untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan penjualan,” lanjutnya.

Digitalisasi pemasaran menjadi salah satu peluang bagi BUMDesa untuk mempromosikan produk tanpa terbatas wilayah.

Melalui media sosial, pengelola dapat menampilkan keunggulan produk, memberikan informasi kepada calon konsumen, serta membangun komunikasi yang lebih efektif dengan pasar.

Selain memperkuat pemasaran, BUMDesa juga didorong meningkatkan kapasitas produksi sebagai bagian dari persiapan memperluas jangkauan usaha hingga pasar ekspor.

Indah menjelaskan, pasar ekspor membutuhkan kemampuan produksi yang memadai, baik dari sisi jumlah maupun kontinuitas pasokan.

“Karena itu, BUMDesa perlu memastikan produk dapat diproduksi secara berkelanjutan untuk memenuhi permintaan pasar,” sahutnya.

Secara umum, BUMDesa di Kalimantan Selatan telah menunjukkan perkembangan dalam memasarkan produk.

Namun, sebagian besar masih mengandalkan pasar lokal dan wilayah masing-masing. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi BUMDesa untuk meningkatkan skala usaha dan memperluas jaringan distribusi.

Indah menekankan, peningkatan kapasitas produksi perlu berjalan seiring dengan penguatan manajemen usaha dan pemasaran.

Produk yang mampu memenuhi standar kualitas, diproduksi secara konsisten, serta didukung strategi pemasaran yang efektif akan memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar regional, nasional, hingga internasional.

“Selain itu, kemitraan dengan pelaku usaha dan pihak lain yang relevan juga penting untuk mendukung pengembangan BUMDesa,” tutup Indah. (MRF/RIW/APR)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.