19 April 2026

Kalsel Masih Status Siaga Bencana, Gubernur: Penanganan Banjir Tetap Maksimal

Suasana rapat koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana di Banjarbaru

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hingga kini masih menetapkan status kesiapsiagaan bencana, menyusul sejumlah kejadian banjir yang melanda beberapa wilayah. Meski belum ditetapkan sebagai tanggap darurat, penanganan di lapangan dipastikan tetap berjalan maksimal.

Menurut Gubernur Kalsel Muhidin, penetapan kesiapsiagaan bencana, bukan status tanggap darurat dikarenakan banjir yang terjadi di beberapa daerah masih bersifat sementara dan cepat surut.

Gubernur Kalsel (kiri) saat memimpin rapat.(foto : Adpim)

“Kalau tanggap darurat itu artinya banjirnya ekstrem dan berdampak luas,” ujarnya, usai memimpin Rapat Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, di Banjarbaru, Selasa (6/1) sore.

Ia mencontohkan, kondisi banjir di Kabupaten Balangan yang sempat menggenangi wilayah permukiman, namun air surut dalam waktu singkat.

Gubernur Muhidin juga menyinggung kejadian banjir di wilayah Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Menurutnya, banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang tidak mampu ditampung sungai karena adanya hambatan aliran.

“Air meluap karena sungainya kecil dan ada hambatan. Tapi Alhamdulillah, dalam tiga sampai lima jam air juga sudah habis,”katanya.

Kondisi serupa, lanjut Muhidin, juga terjadi di Martapura yang penanganannya relatif cepat. Ia berharap banjir di wilayah Sungai Tabuk juga segera berangsur surut apabila tidak turun hujan.

“Mudah-mudahan Sungai Tabuk ini, kalau tidak ada hujan, besok airnya sudah mulai menurun,” harapnya.

Meski belum masuk status tanggap darurat, Pemprov Kalsel memastikan seluruh upaya penanganan tetap dilakukan secara optimal. Bantuan logistik dan layanan kepada masyarakat terdampak terus berjalan melalui sinergi lintas instansi.

“Penanganan tetap kita laksanakan. Dapur umum masih ada, bantuan sembako juga masih berjalan. Dari kepolisian ada, dari TNI juga ada,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga telah menginstruksikan seluruh kepala dinas terkait untuk terus memantau kondisi di lapangan.

“Walaupun belum tanggap darurat, kami tetap turun melihat langsung kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.

Muhidin juga membuka ruang kolaborasi seluas – luasnya, termasuk dengan para pelaku usaha dan media, untuk bersama-sama membantu masyarakat jika dampak banjir dinilai cukup besar.

“Kami juga mohon kepada rekan-rekan wartawan, ayo sama-sama kita lihat di mana perlu kita kunjungi. Kalau memang dampaknya luar biasa, tentu kita turun bersama,” katanya.

Menurutnya, masukan dari berbagai pihak sangat penting sebagai bahan pertimbangan pemerintah dalam mengambil langkah lanjutan.

“Kalau memang sudah berdampak besar, tentu penanganannya akan kita tingkatkan,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.