Bank Kalsel Borong 10 Penghargaan Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026

Jakarta – Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih 10 penghargaan dalam ajang 23rd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026 yang diselenggarakan Infobank Media Group bekerja sama dengan Marketing Research Indonesia (MRI).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Mid-Year Economic Outlook 2026 bertajuk “The New Rules of Survival in Uncertain Times: Kapan Ketidakpastian Berlalu?” yang berlangsung di Jakarta, Jumat (26/6).

Pada kesempatan tersebut, penghargaan mewakili Bank Kalsel diterima Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti.

Penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian independen yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI) terhadap kualitas pelayanan perbankan melalui berbagai kanal layanan, baik layanan tatap muka (walk-in channel) maupun layanan digital (digital channel).

Penilaian dilakukan komprehensif terhadap pengalaman nasabah pada berbagai titik interaksi layanan, mulai dari kantor cabang, ATM, call center, website, email, live chat, SMS Banking, hingga kanal digital lainnya.

Pada ajang tersebut, Bank Kalsel berhasil meraih penghargaan The Best Region Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2021–2025) – Golden Award• The 2nd Best Region Bank in Service Excellence 2026 – Overall Walk In Channel and Digital Channel• The Best Region Bank in Excellence Website• The 2nd Best Region Bank in Excellence Satpam• The 2nd Best Region Bank in Excellence Convenient Branch Experience• The 2nd Best Region Bank in Excellence ATM• The 2nd Best Region Bank in Excellence Email• The 2nd Best Region Bank in Excellence Live Chat• The 2nd Best Region Bank in Excellence Call Center• The 2nd Best Region Bank in Excellence SMS Banking.

Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas komitmen seluruh insan Bank Kalsel menghadirkan layanan berkualitas serta berorientasi pada kebutuhan nasabah.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh insan Bank Kalsel dalam menjaga kualitas pelayanan kepada nasabah. Bagi kami, pelayanan prima bukan sekadar memenuhi standar, tetapi bagaimana membangun kepercayaan melalui pengalaman layanan yang mudah, aman, nyaman, dan konsisten di setiap titik layanan Bank Kalsel,” ujar Mitra.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan Golden Award sebagai The Best Region Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2021–2025) menjadi bukti konsistensi Bank Kalsel melakukan perbaikan berkelanjutan ditengah perkembangan teknologi dan perubahan ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya service excellence, mengembangkan inovasi digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh nasabah,” tambahnya.

Mitra menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari pencapaian, melainkan menjadi penyemangat bagi Bank Kalsel untuk terus menghadirkan layanan yang semakin responsif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel akan terus berkomitmen memperkuat transformasi layanan, baik melalui peningkatan kualitas frontliner maupun pengembangan berbagai kanal digital, sehingga mampu memberikan pengalaman perbankan yang semakin baik serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/EPS)

Dorong Pelestarian Warisan Budaya Banua, Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Anyaman Purun kepada Masyarakat

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi seni dan budaya melalui kegiatan Belajar Bersama III bertema “Dari Rawa Menjadi Karya”, yang mengangkat kerajinan anyaman purun khas Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Selasa (30/6).

Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan menganyam purun yang dipandu langsung narasumber berpengalaman.

Foto bersama saat pembukaan kegiatan Belajar Bersama III Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Banua sekaligus mempraktikkan teknik dasar mengolah purun menjadi produk kerajinan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, pemilihan purun sebagai tema kegiatan merupakan bagian dari upaya museum menjalankan fungsi edukasi sekaligus melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Purun sebelumnya memang sudah mulai tersisih dalam kehidupan masyarakat modern. Karena itu kami ingin mengangkat kembali kerajinan ini agar dikenal generasi muda dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut Ady, selain sebagai media pelestarian budaya, kerajinan purun juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pemantik tumbuhnya minat masyarakat untuk kembali mengembangkan kerajinan purun, dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Hasilnya diharapkan bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui produk-produk kerajinan purun,” katanya.

Setiap peserta diperbolehkan membawa pulang hasil anyaman yang dibuat selama pelatihan. Museum juga akan menampilkan karya-karya peserta melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi terhadap kerajinan tradisional Banua.

Ady menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan edukasi museum kini menggunakan sistem pendaftaran secara daring sebagai bagian dari upaya mewujudkan museum yang lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tersebut mendapat respons positif. Seluruh kuota peserta pada beberapa kegiatan Belajar Bersama selalu terpenuhi, bahkan diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Tadi ada peserta yang datang dari Tanah Bumbu. Ini menunjukkan minat masyarakat cukup tinggi terhadap kegiatan edukasi di museum,” ujarnya.

Ke depan, Ady mengaku Museum Lambung Mangkurat akan terus memperluas jangkauan promosi sehingga masyarakat dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan memiliki kesempatan lebih besar mengikuti program edukasi yang mengangkat kekayaan seni dan budaya daerah. (SYA/RIW/EPS)

Wali Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Pengelolaan APBD Transparan dan Akuntabel

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarbaru dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah, tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, sekaligus Jawaban Wali Kota Banjarbaru terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, yang digelar di Ruang Graha Paripurna Lantai 3, Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (30/6).

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta pengelolaan keuangan daerah.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Banjarbaru mengapresiasi pandangan, saran, serta masukan yang disampaikan seluruh fraksi DPRD.

Menurutnya, berbagai masukan tersebut merupakan bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menanggapi berbagai pandangan fraksi, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah melalui penguatan sektor ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta optimalisasi program – program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut juga didukung dengan evaluasi pembangunan secara berkelanjutan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan kualitas produk, legalitas dan sertifikasi, pemanfaatan teknologi digital, perluasan jaringan pemasaran, hingga peningkatan akses permodalan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Banjarbaru hingga pasar nasional.

Wali Kota juga berharap seluruh proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga menghasilkan kebijakan yang semakin berkualitas, akuntabel, serta mampu mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kota Banjarbaru. (MCBanjarbaru-RIW/EPS)

Jadikan Tanah Laut Sentra Jagung, Muhidin: Perkuat Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

Tanah Laut – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian melalui pencanangan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi jagung, tetapi juga menjaga stabilitas harga di tingkat petani serta memperkuat ketahanan pangan dan industri peternakan di daerah.

Gubernur Kalsel, Muhidin

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, penetapan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung merupakan langkah strategis mengingat jagung memiliki peran penting, baik sebagai komoditas pangan maupun bahan baku utama industri pakan ternak yang berkontribusi besar terhadap stabilitas sektor peternakan dan industri pangan.

Menurutnya, pengembangan kawasan sentra jagung juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan tata niaga yang lebih sehat.

Dengan rantai pasok yang tertata baik, harga jagung di tingkat petani diharapkan lebih stabil dan tidak lagi dipengaruhi praktik permainan harga yang merugikan petani.

“Kita pastikan rantai pasok teratur sehingga harga tidak lagi diatur pihak tertentu. Dengan demikian, petani dapat menikmati harga jual yang lebih menguntungkan dan memperoleh kepastian dalam memasarkan hasil panennya,” ujar Muhidin, usai menghadiri pencanangan sentra jagung di lahan panen raya jagung, Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (29/6) siang.

Selain menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga berkomitmen mempercepat pengembangan kawasan jagung melalui optimalisasi berbagai potensi lahan yang tersedia.

Pemanfaatan lahan perkebunan, lahan tidur, hingga penerapan pola tanam tumpang sari akan terus didorong untuk meningkatkan luas tanam dan produksi jagung di Banua.

“Lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif apabila didukung penerapan teknologi budidaya yang tepat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” lanjutnya.

Ia optimis, langkah tersebut akan meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung kebutuhan industri pakan ternak yang terus berkembang.

Lebih lanjut, Muhidin menegaskan bahwa kesejahteraan petani menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait akan terus diperkuat agar pengembangan sektor jagung mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Dengan meningkatnya produksi, stabilitas harga yang terjaga, dan dukungan terhadap petani, kami berharap Kalimantan Selatan mampu menjadi salah satu daerah penghasil jagung yang kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/EPS)

Dorong Peningkatan Produksi Jagung, Polda Kalsel Dukung Alat dan Sarana Pertanian

Tanah Laut – Polda Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya mendukung penguatan sektor pertanian melalui pencanangan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kesejahteraan petani di daerah.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan

Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, saat menghadiri pencanangan sentra jagung di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (29/6) siang.

Yudha mengatakan, saat ini produksi jagung di Kalimantan Selatan masih berada pada kisaran 25 persen dari target yang telah ditetapkan. Karena itu, diperlukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas sehingga kebutuhan jagung di daerah dapat dipenuhi secara optimal.

Menurutnya, apabila produksi jagung di Kalimantan Selatan mampu mencapai surplus, hasil panen tidak hanya akan memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam daerah, tetapi juga berpeluang dipasarkan ke provinsi lain hingga menembus pasar ekspor.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan produksi jagung. Harapannya, Kalimantan Selatan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga menjadi daerah pemasok jagung bagi wilayah lain bahkan pasar internasional,” ujarnya.

Untuk mendukung peningkatan hasil produksi, Polda Kalimantan Selatan turut menyerahkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada para petani.

“Bantuan tersebut meliputi empat unit mesin combine harvester, lima unit traktor pertanian, serta paket pupuk dan benih unggul berkualitas,” lanjutnya.

Yudha menjelaskan, dukungan tersebut diharapkan dapat mempermudah proses budidaya hingga panen, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani sehingga produktivitas jagung terus mengalami peningkatan.

Selain penyediaan sarana pertanian, pihaknya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan para petani dalam mewujudkan swasembada jagung di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci pengembangan sentra jagung di Kabupaten Tanah Laut berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta kesejahteraan masyarakat.

“Dengan meningkatnya produksi dan produktivitas pertanian, sektor jagung diharapkan mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani,” tutup Yudha. (MRF/RIW/EPS)

Dinsos Banjarmasin Salurkan Bantuan Santunan Kematian Kemensos RI

Banjarmasin – Dinas Sosial Kota Banjarmasin menyalurkan bantuan santunan kematian dari Kementerian Sosial, kepada ahli waris 4 warga Kampung Gedang, serta Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, di Aula Kantor Dinsos Banjarmasin, Selasa (30/6).

Bantuan sosial ini diserahkan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin diwakili Sekda Kota Banjarmasin Ichroom Muftezar, Kadinsos Banjarmasin Jefri Fransyah, serta Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Dinsos Kalsel Yopie.

“Pemerintah Kota Banjarmasin mengapresiasi atas dukungan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan, sehingga Kementerian Sosial memberikan bantuan santunan kematian bencana sosial ini kepada warga Kota Banjarmasin,” ungkap Sekdako Banjarmasin Ichroom Muftezar.

Pemko Banjarmasin, lanjutnya, mendoakan kepada almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan.

“Adapun bantuan yang diserahkan ini sebagai wujud kepedulian serta perhatian pemerintah, kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ucap Tezar.

Meskipun, lanjutnya, bantuan yang diberikan ini tidak dapat mengantikan rasa kehilangan. Namun diharapkan dapat meringankan beban keluarga atas kehilangan tersebut.

“Kami berharap, bantuan santunan kematian ini dapat membantu para ahli waris, selain juga sebagai bentuk perhatian dari hadirnya pemerintah ditengah masyarakat yang mendapatkan musibah,” tutur Tezar.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banjarmasin juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu.

“Kami berterimakasih kepada Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memberikan perhatiannya sehingga bantuan dapat diberikan,” ujar Tezar.

Sementara itu Plt Kadinsos Kota Banjarmasin Jefri Fransyah menyampaikan, bantuan yang diserahkan ini untuk ahli waris kejadian kebakaran yang menyebabkan korban jiwa tahun 2025 lalu.

“Bantuan yang disalurkan, berupa santunan kematian sebesar 15 juta rupiah per jiwa, dengan total bantuan sebesar 60 juta,” ucapnya.

Sedangkan, Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Dinsos Kalsel Yopie mengatakan, pada saat Dinsos Kota Banjarmasin meminta bantuan santunan kematian bencana sosial tahun 2025 lalu, saat itu anggaran Dinsos Provinsi Kalsel untuk bantuan santunan kematian bencana sosial telah habis digunakan.

“Kami membantu untuk menyalurkan atau meminta bantuan kepada Kementerian Sosial,” ujarnya.

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan bersyukur bantuan yang diminta tersebut disetujui Kementerian Sosial RI, untuk warga Kota Banjarmasin.

“Dinsos Kalsel mengapresiasi kesabaran para ahli waris, yang mau menunggu hingga bantuan tersebut disalurkan saat ini,” ucap Yopie. (SRI/RIW/EPS)

Berhasil Ungkap 153 Kasus 3C dan Premanisme, Polda Kalsel Amankan 211 Tersangka

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya memberantas tindak kriminal yang meresahkan masyarakat. Selama enam bulan pertama tahun 2026, ratusan kasus kejahatan berhasil diungkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Frido Situmorang mengungkapkan, selama periode Januari hingga Juni 2026 pihaknya bersama Polres jajaran berhasil mengungkap 153 laporan polisi terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta aksi premanisme. Dari pengungkapan tersebut, polisi menetapkan 211 orang sebagai tersangka.

Ket : Suasana konferensi pers Pengungkapan Kasus 3C dan Premanisme Ditreskrimum Polda Kalsel

“Kasus yang melibatkan para tersangka beragam, mulai dari pencurian, pembunuhan, begal hingga tindak pidana lainnya. Polda Kalsel berkomitmen terus melakukan penindakan terhadap kasus-kasus kejahatan yang meresahkan masyarakat,” ujar Frido saat konferensi pers di Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Senin (29/6).

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa sepeda motor, uang tunai, senjata tajam, serta berbagai barang bukti lainnya yang digunakan maupun hasil dari tindak kejahatan.

Frido menjelaskan, sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap di antaranya pembunuhan berencana terhadap Ustazah Hasanah di Banjarbaru, kasus pembunuhan yang disertai pencurian dengan kekerasan, hingga aksi premanisme berupa pemerasan terhadap sopir truk di SPBU.

“Dari seluruh kasus yang berhasil diungkap, kami akan terus melakukan penindakan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya Polda Kalimantan Selatan menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

Frido juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menjadi korban tindak kejahatan ataupun menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengalami atau menemukan hal-hal yang mencurigakan. Jangan ragu untuk melapor, karena partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan bersama,” pungkasnya. (BDR/RIW/EPS)

Aparatur Damkar Kalsel Diperkuat, 7 Hari In House Training Cetak Personel Profesional Hadapi Musim Kemarau

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kapasitas aparatur pemadam kebakaran melalui In House Training Pemadam Kebakaran Kualifikasi Pemadam I Angkatan VII Tahun 2026. Pelatihan yang diikuti personel pemadam kebakaran se-Kalimantan Selatan itu resmi ditutup di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (29/6).

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Maulana Fatahillah mengatakan, pelatihan telah berlangsung sejak 23 hingga 29 Juni 2026, dengan porsi praktik lapangan yang lebih dominan untuk memperkuat kemampuan teknis peserta.

Kabid Linmas dan Damkar Satpol-PP dan Damkar Kalsel saat memimpin upacara penutupan

“Pelatihan ini berlangsung selama tujuh hari. Sebanyak 70 persen materinya berupa praktik di lapangan, meliputi pengenalan sarana dan prasarana, teknik pemadaman, hingga teknik penyelamatan yang menjadi kompetensi dasar aparatur pemadam kebakaran. Sedangkan 30 persen lainnya berupa teori dan pembinaan disiplin,” ujarnya.

Menurut Maulana, penguatan kompetensi tersebut diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme aparatur damkar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik pada aspek pencegahan maupun penanganan kebakaran dan penyelamatan.

Ia menambahkan, sejalan dengan pesan Gubernur Kalimantan Selatan saat penutupan pelatihan, seluruh peserta diharapkan menjadi sumber daya manusia yang semakin kompeten dan siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan aparatur pemadam kebakaran semakin profesional, kompeten, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dalam pencegahan, penanggulangan kebakaran, maupun penyelamatan,” katanya.

Penyerahan sertifikat kepada peserta In House Training Diklat Damkar Kalsel

Maulana juga menegaskan kesiapsiagaan personel menjadi semakin penting mengingat Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satpol PP dan Damkar Kalsel akan memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla.

“Kami siap bersinergi dengan BMKG, BPBD, dan seluruh instansi terkait. Aparatur damkar, baik yang baru menyelesaikan pelatihan maupun personel di seluruh kabupaten dan kota, siap membantu upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (SYA/RIW/EPS)

Penambahan Penerbangan Internasional, Bandara Syamsudin Noor Perkuat Konektivitas Kalsel ke Malaysia

Banjarbaru – PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor menyambut beroperasinya penerbangan perdana (inaugural flight) Lion Air rute internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur, pada Senin (29/6) bertempat di Ruang Tunggu Keberangkatan Bandara Internasional Syamsudin Noor.

Penambahan penerbangan ini menjadi tonggak penting memperkuat konektivitas internasional Kalsel, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga hubungan sosial masyarakat.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, Stephanus Millyas Wardana
menyampaikan, bahwa pembukaan rute internasional ini merupakan hasil sinergi yang baik antara pemerintah, regulator, operator bandara, maskapai penerbangan, serta seluruh pemangku kepentingan.

“Atas nama manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Syamsudin Noor, kami menyambut baik adanya penambahan rute internasional Lion Air rute Banjarmasin–Kuala Lumpur. Ini menambah pilihan daripada masyarakat dan menambah peluang pertumbuhan ekonomi Ini dan merupakan momentum yang sangat membanggakan bagi masyarakat Kalimantan Selatan karena semakin memperluas akses konektivitas internasional dari Bandara Syamsudin Noor,” ungkap Milyas.

Menurutnya, kehadiran rute ini menjadi bukti bahwa Bandara Internasional Syamsudin Noor terus berkembang sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Selatan yang mampu melayani kebutuhan mobilitas masyarakat menuju berbagai destinasi internasional.

“Kami berharap kehadiran rute ini tidak hanya memberikan kemudahan perjalanan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan arus wisatawan mancanegara, memperkuat hubungan bisnis, membuka peluang investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Milyas.

Bandara merupakan penghubung berbagai aktivitas ekonomi dan sosial, sehingga setiap pembukaan rute baru akan memberikan multiplier effect yang sangat positif, dan saat ini Lion Air telah memiliki jaringan koneksi ke berbagai negara sehingga masyarakat Kalsel memiliki pilihan untuk bepergian ke berbagai kota di mancanegara.

Lion Air melayani rute Banjarmasin–Kuala Lumpur mulai 29 Juni 2026 dengan frekuensi penerbangan dua kali setiap minggu, yakni setiap Senin dan Kamis. Rute ini juga membuka akses konektivitas lanjutan menuju berbagai kota di Malaysia, Asia Tenggara, Asia Timur, Timur Tengah, Australia, serta berbagai destinasi internasional lainnya melalui Kuala Lumpur.

Sebagai pengelola bandara, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dengan memastikan kesiapan fasilitas, keamanan, keselamatan, serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk menghadirkan pelayanan bandar udara yang berstandar internasional. Harapan kami, ke depan semakin banyak rute internasional yang dapat dibuka dari Bandara Syamsudin Noor sehingga konektivitas Kalimantan Selatan semakin kuat dan daya saing daerah semakin meningkat,” jelas Milyas.

Acara inaugural flight ditandai dengan seremoni pelepasan penumpang perdana yang dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi regulator, TNI/Polri, komunitas kebandarudaraan, mitra kerja, serta manajemen Lion Air dan PT Angkasa Pura Indonesia.

Melalui pembukaan rute internasional ini, Bandara Internasional Syamsudin Noor semakin mempertegas perannya sebagai gerbang udara strategis Kalimantan Selatan yang mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas Indonesia dengan kawasan regional maupun global. (APSyamsudinNoor-RIW/EPS)

Lulus Program Rehabilitasi, 81 Klien Angkatan IX PRSTS BCB Kalsel Dibekali Keterampilan dan Modal Usaha

Banjarbaru – Sebanyak 81 penerima manfaat menyelesaikan Program Rehabilitasi Sosial Angkatan IX Tahun 2026 di Panti Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial Barakat Cangkal Bacari (PRSTS BCB) Provinsi Kalimantan Selatan.

Para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga bantuan peralatan usaha sebagai bekal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah kembali ke tengah masyarakat.

Kepala PRSTS BCB Kalsel saat menyampaikan sambutan

Penutupan program berlangsung di PRSTS BCB Kalimantan Selatan, Senin (29/6), dihadiri Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Wildan Akhyar serta jajaran panti.

Dalam sambutan Kepala Dinas Sosial Kalsel, yang dibacakan Sekretaris Dinas Sosial Wildan Akhyar, pemerintah berharap seluruh penerima manfaat mampu memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.

Program rehabilitasi tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan vokasional, tetapi juga bimbingan fisik, mental, sosial, dan spiritual selama enam bulan.

“Harapannya, para penerima manfaat mampu mengembangkan diri, membuka usaha ataupun menciptakan lapangan pekerjaan sehingga dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera,” ujar Wildan.

Ia juga berpesan agar para lulusan terus menjaga etika, mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki, serta memanfaatkan bantuan peralatan usaha yang diberikan sesuai bidang keterampilan masing – masing.

Menurutnya, keberhasilan program rehabilitasi tidak hanya diukur dari selesainya masa pembinaan, tetapi juga dari kemampuan para lulusan menerapkan ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan taraf hidup mereka di masyarakat.

Sementara itu, Kepala PRSTS BCB Kalimantan Selatan Noor Yanti mengatakan, sebanyak 81 klien mengikuti penutupan program tahun ini, terdiri atas 55 perempuan dan 26 laki – laki.

Selama mengikuti pembinaan, para peserta memperoleh pelatihan pada lima bidang keterampilan, yakni tata boga, tata rias, tata busana, bengkel motor, dan barbershop.

“Kami berharap mereka bisa mengembangkan apa yang telah dipelajari selama di sini sehingga bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat,” katanya. (SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version