Pemko Sambut Pejabat Baru Kejari Banjarmasin

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar malam ramah tamah, untuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarmasin yang baru, Muchsin, di Aula Kayuh Baimbai, belum lama tadi.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemko Banjarmasin.

Pemko Banjarmasin melalui Bagian Umum Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Banjarmasin turut mengambil peran, dengan memfasilitasi sajian makan malam bagi para tamu undangan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin Ahmad Zazuli mengatakan, pihaknya memastikan seluruh kebutuhan pelayanan dan fasilitas dalam agenda perkenalan Kajari Banjarmasin yang baru berjalan baik.

“Sesuai arahan Wali Kota Muhammad Yamin, Bagian Umum Setdako Banjarmasin memfasilitasi sajian makan malam, sebagai bagian dari pelayanan dalam kegiatan perkenalan Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin yang baru,” ujarnya.

Menurut Ahmad Zazuli, jamuan makan malam tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian acara, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antara jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin, Forkopimda, dan Kajari yang baru.

Kehadiran Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin didampingi Ketua TP PKK Neli Listriani bersama unsur Forkopimda dan Kepala SKPD, menambah suasana kebersamaan dalam penyambutan Kajari Banjarmasin yang baru.

“Kami berupa memberikan pelayanan terbaik, tujuannya agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, nyaman, dan penuh keakraban,” ucap Ahmad Zazuli.

Bagian umum, tambahnya, akan terus menjalankan fungsi pelayanan dan fasilitas dalam setiap agenda resmi Pemerintah Daerah.

“Ini merupakan bagian dari tugas kami mendukung kegiatan pimpinan daerah, selain itu untuk memperkuat koordinasi serta sinergi dengan seluruh unsur yang ada di Kota Banjarmasin. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/EPS)

Dispora Siap Dukung Cabor Ikuti Kejurnas 2026

Banjarmasin – Pemerintah provinsi melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, memberikan dukungan pada cabang olahraga yang mengikuti Kejuaraan Nasional di beberapa daerah tahun ini.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel Pebriadin Hapiz melalui Kasi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan Rijal Hamid menjelaskan, sepanjang tahun 2026 ini, Dispora Kalsel telah memberikan bantuan kepada 33 cabor untuk mengikuti Kejurnas.

“Alhamdulillah dari Pemerintah Provinsi Kalsel, dalam hal ini Dispora telah membantu cabor untuk mengikuti Kejurnas, yang mulai dilaksanakan sejak Januari hingga Agustus ini,” ungkap Rijal, kepada sejumlah wartawan, Kamis (20/8).

Hingga Agustus, lanjutnya, sebanyak 33 cabor, telah mengajukan proposal permintaan bantuan kepada Dispora Kalsel.

“Bantuan diberikan, dengan syarat cabor mampu mendulang medali pada setiap Kejurnas yang diikuti,” ujar Rijal.

Dikatakan Rijal, meskipun mengalami efisiensi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap memberikan bantuan tersebut.

“Jika tahun sebelumnya bantuan mencapai 1.500 orang, karena efesiensi tahun ini hanya 200 orang saja,” ujar Rijal.

Untuk pemberian bantuan, Dispora Kalsel memberlakukan skala prioritas, yakni kepada cabor yang berangkat ke Kejurnas, wajib menghasilkan medali.

“Alhamdulillah sampai saat ini cabor yang telah mengikuti Kejurnas telah memberikan sebanyak 66 medali, terdiri emas, perak, serta perunggu, kepada Bidang Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel,” tutur Rijal lebih lanjut.

Sedangkan, target yang telah ditetapkan pada indikator kinerja utama, sebanyak 180 medali, yang digabungkan dari Bidang Peningkatan Prestasi serta Bidang Pembudayaan Olahraga.

Dengan anggaran yang minim ini, pihaknya memaksimalkan untuk memberangkatkan atlet yang mampu meraih medali.

“Kami akan menyeleksi agar atlet tidak asal berangkat, tetapi yang bisa mendapatkan prestasi, sehingga bantuan yang berikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan benar benar bermanfaat, kedepannya, diharapkan, cabor cabor tersebut dapat mandiri,” ujar Rijal. (SRI/RIW/EPS)

Salat Istisqa, Ikhtiar Bersama Jaga Banua Dari Kekeringan dan Kabut Asap

Banjarbaru – Kekeringan dan ancaman kabut asap menjadi perhatian bersama di Kalimantan Selatan. Di tengah kondisi tersebut, doa dan ikhtiar dilakukan secara bersamaan. Salah satunya melalui pelaksanaan Salat Istisqa yang digelar Polda Kalimantan Selatan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel di Lapangan Satbrimob Polda Kalsel, Rabu (19/8).

Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, yang turut hadir dalam kegiatan mengatakan, Salat Istisqa menjadi momentum spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT, agar Banua segera mendapatkan hujan yang membawa manfaat sekaligus terhindar dari dampak kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta kabut asap.

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK (kiri)

Kondisi alam yang dihadapi Kalsel tidak cukup hanya disikapi dengan doa. Ikhtiar nyata dari pemerintah, aparat, masyarakat, hingga seluruh pemangku kepentingan juga harus berjalan beriringan.

“Salat Istisqa ini adalah bentuk ikhtiar kita bersama. Selain ikhtiar lahir, kita juga memohon pertolongan kepada Allah agar Banua kita dijaga, diberikan hujan yang bermanfaat, dan terhindar dari bencana,” katanya.

Supian HK mengapresiasi langkah Polda Kalsel yang menginisiasi Salat Istisqa. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Sinergi antara ulama, pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menghadapi kondisi cuaca serta ancaman bencana yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

“DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendukung penuh langkah-langkah aktif yang dilakukan pemerintah dan aparat. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan terus berdoa untuk keselamatan Kalimantan Selatan,” tegasnya.

Suasana Shalat Istisqo

Lebih lanjut Supian HK menambahkan, Salat Istisqa pun menjadi pesan penting bahwa menghadapi ancaman kekeringan dan kabut asap membutuhkan lebih dari sekadar menunggu hujan.

Doa harus disertai kepedulian, sementara ikhtiar harus diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga lingkungan. Dengan demikian, hujan bukan hanya dinantikan untuk mengurangi panas dan kekeringan.

Bagi masyarakat Kalsel, turunnya hujan juga berkaitan erat dengan keberlangsungan pertanian, perkebunan, ketersediaan air, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, berharap doa yang dipanjatkan dalam Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar kondisi Banua segera membaik.

“Mudah-mudahan Allah mengabulkan doa kita. Banua kita aman, masyarakatnya sejahtera, dan pembangunan terus berjalan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Kemarau Panjang, Polda Kalsel Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama

Banjarbaru – Polda Kalimantan Selatan bersama jajaran Forkopimda, alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat menggelar Salat Istisqa serta doa bersama, di Lapangan Mako Brimob Polda Kalsel, Banjarbaru, Rabu (19/8).

Kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan, di tengah kondisi kemarau panjang dan kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kondisi kemarau yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

“Tujuan dari kegiatan pada pagi hari ini, sebagaimana kita ketahui, sudah satu bulan lebih kita di Kalimantan Selatan ini tidak turun hujan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi kemarau juga mulai memicu munculnya sejumlah titik api yang berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

“Kita juga sudah mulai merasakan ada beberapa titik api, yang asapnya mulai mengganggu masyarakat dan kegiatan-kegiatan masyarakat,” katanya.

Selain berdampak terhadap lingkungan, kemarau panjang turut memengaruhi berbagai sektor kehidupan masyarakat, terutama pertanian, peternakan, hingga aktivitas perekonomian.

“Dampak dari kemarau yang panjang ini juga berpengaruh kepada peternakan, pertanian, dan roda perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat petani,” ungkap Kapolda.

Melalui Salat Istisqa dan doa bersama, Kapolda berharap permohonan hujan sekaligus ampunan yang dipanjatkan dapat dikabulkan Allah SWT.

“Kita memohon hujan, kita memohon kepada Allah ampunan dosa-dosa kita, dan mudah-mudahan pagi hari ini semua dikabulkan Allah SWT,” tuturnya.

Kapolda juga meminta seluruh jajaran Polres di Kalimantan Selatan turut mengagendakan dan melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi kemarau.

Di sisi lain, Polda Kalsel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran di lingkungan sekitar.

“Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh masyarakat, terlebih kondisi kemarau membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar,” tutupnya. (BDR/RIW/APR)

Jelang HUT ke-500, Pemko Banjarmasin Gelar Salat Hajat, Doa Bersama dan Haul Jamak

Banjarmasin — Menjelang momentum bersejarah lima abad Kota Banjarmasin, pemerintah kota menggelar salat hajat, doa bersama, dan haul jamak di halaman balaikota Banjarmasin, belum lama tadi.

Bagian Umum Setdako Banjarmasin menfasilitasi kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pendahulu serta memperkuat semangat pemerintah dan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota.

Kegiatan tersebut diikuti langsung Wali Kota, Muhammad Yamin bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin. Suasana berlangsung khidmat, menjadi ruang bagi seluruh jajaran untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi kemajuan dan keberkahan Kota Banjarmasin.

Memasuki usia 500 tahun, perjalanan Banjarmasin tentu tidak lepas dari berbagai tantangan dan dinamika pembangunan.

Bagi Wali Kota Yamin, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni. Doa bersama menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus harapan agar Banjarmasin ke depan semakin maju, aman, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

“Ini menjadi bagian dalam menyambut Harjad Kota Banjarmasin, kami memanjatkan doa doa untuk Banjarmasin yang maju dan sejahtera,” ucap Yamin.

Menurutnya, doa bersama memiliki makna sangat penting. Apalagi Banjarmasin segera memasuki usia 500 tahun.

Yamin berharap, momentum bersejarah ini menjadi energi positif. Hal tersebut berguna untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota.

“Semoga doa kita membawa keberkahan bagi Kota Banjarmasin dan seluruh masyarakat, kita harus melanjutkan pembangunan dengan semangat kebersamaan,” ucap Yamin.

Pemko Banjarmasin berharap, semangat kebersamaan, rasa syukur, dan keperdulian terhadap kota ini semakin tumbuh subur. Hari Jadi ke 500 harus menjadi momentum untuk untuk menatap masa depan.

Pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang semakin maju serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Lima abad bukan perjalanan yang singkat ini menjadi momentum bagi kita untuk bersyukur. Oleh karena itu, mari mendoakan agar Banjarmasin ke depan semakin maju, aman dan sejahtera,” ucap Yamin.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan haul jamak sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama, tokoh, dan pendahulu yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan panjang Kota Banjarmasin. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/APR)

Pemko Banjarmasin Suguhkan Masakan Banjar Untuk Tamu Disetiap Acara Penting

Banjarmasin – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balai Kota Banjarmasin, tidak hanya berlangsung khidmat di lapangan, tetapi juga menghadirkan nuansa kearifan lokal.

Usai upacara pengibaran bendera, para tamu yang hadir disambut sajian beragam masakan khas Banjar di Aula Kayuh Baimbai, Senin (17/8).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setdako) Banjarmasin, Ahmad Zazuli mengatakan, penyelenggaraan upacara hingga rangkaian penyambutan tamu berjalan lancar.

Menurutnya, penyediaan hidangan khas Banjar tersebut merupakan bagian dari arahan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, untuk memberikan pengalaman berbeda sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada para tamu.

“Alhamdulillah semua proses berjalan lancar, semua atas arahan Pak Wali Kota,” ucap Zazuli.

Ia menyebut, sajian masakan Banjar sengaja disiapkan di Aula Kayuh Baimbai setelah pelaksanaan upacara.

Para tamu dari berbagai unsur, termasuk jajaran Forkopimda, ASN, veteran, anggota DPRD, pelajar, tokoh masyarakat dan undangan lainnya, dapat menikmati hidangan tersebut dalam suasana kebersamaan.

Penyajian masakan Banjar sekaligus menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan dapat dikemas dengan menghadirkan kekayaan tradisi daerah, tanpa mengurangi kekhidmatan agenda utama.

Ia menegaskan, kelancaran seluruh rangkaian kegiatan tidak lepas dari koordinasi dan arahan pimpinan.

“Alhamdulillah semua proses berjalan lancar, semua atas arahan Pak Wali Kota,” katanya.

Ia menambahkan dengan sajian kuliner khas Banjar setelah upacara, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Kota Banjarmasin pun tidak berhenti pada pengibaran Sang Merah Putih, tetapi berlanjut dalam suasana kebersamaan dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para tamu yang hadir. (PEMKOBJMUMUM-SRI/RIW/APR)

Karhutla Terus Bermunculan, Wamenko Pangan Minta Kalsel Perkuat “Pagar Betis”

Banjarbaru – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus bermunculan di Kalimantan Selatan membutuhkan pengerahan kekuatan secara menyeluruh.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai, penanganannya tidak dapat hanya mengandalkan satu atau dua instansi.

Hanif meminta Pemprov Kalsel memperkuat penanganan dengan melibatkan masyarakat, dunia usaha hingga aparatur pemerintah.

“Ini enggak bisa parsial penanganannya, enggak bisa sektoral. Ini harus semesta, harus semuanya bergerak membagi titik dengan pagar betis,” katanya usai turun langsung membantu pemadaman karhutla di kawasan Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, Selasa (18/8).

Menurutnya, karakter wilayah yang rawan membuat pola penanganan harus diperkuat. Setiap unsur perlu berbagi peran dan wilayah pengawasan.

Hanif menilai upaya yang selama ini dilakukan Pemprov Kalsel perlu diakselerasi. Terutama dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, terjun langsung membantu pemadaman api karhutla di Banjarbaru

Masyarakat, termasuk kelompok Barisan Pemadam Kebakaran (BPK), dinilai dapat menjadi kekuatan di lapangan. Begitu pula unit usaha yang beroperasi di daerah.

ASN di lingkungan pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota juga dinilai dapat dilibatkan sesuai kebutuhan.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan perlu mengakselerasi upayanya yang telah dilakukan selama ini, mengombinasikan semua sisi yang paling mungkin,” ujarnya.

Hanif mengingatkan karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan ringan. Api masih terus muncul di sejumlah kawasan.

Ia menyebut, berdasarkan dokumen akademik BMKG, kondisi yang mendukung penurunan risiko kebakaran diperkirakan baru terjadi pada November.

*Ini enggak bisa dianggap remeh. Apinya terus terjadi dan sesuai dengan dokumen akademik BMKG, ini baru akan turun di bulan November,” katanya.

Hanif juga melihat langsung kondisi vegetasi di lokasi kebakaran. Kawasan tersebut banyak ditumbuhi galam serta alang-alang yang lebat.

Vegetasi itu menjadi bahan bakar yang membuat api mudah muncul dan menjalar.

“Galam-galaman, hutan yang pernah lebat, dipotong dan tumbuh, itu menjadi salah satu penyumbang bahan bakar terbesar,” jelasnya.

Alang-alang yang tumbuh rapat juga memiliki tingkat kerawanan tinggi ketika memasuki kondisi kering.

“Alang-alang yang cukup lebat itu sangat mudah terbakar,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

GPM Kembali Digelar di Banjarbaru, Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan di Bulan Maulid

Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (19/8) hingga Kamis (20/8), bertempat di area perkantoran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.

Gerakan Pangan Murah dilaksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad tahun 2026.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah komoditas kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Diantaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, serta berbagai jenis sayur-sayuran.

Antusiasme masyarakat berbelanja di gerakan pangan murah, Dinas PKP Provinsi Kalsel

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

“Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan di pasar,” ucap Syamsir.

Syamsir menjelaskan, stabilitas harga pangan menjadi salah satu hal yang terus menjadi perhatian pemerintah.

Ketersediaan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar dinilai penting untuk mencegah terjadinya kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar harga yang berlaku di pasaran.

“Kegiatan ini kita laksanakan sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” lanjut Syamsir.

Ia menambahkan, komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, dan sayur-sayuran.

Menurut Syamsir, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah memberikan akses pangan yang lebih mudah kepada masyarakat.

“Selain membantu masyarakat dari sisi harga, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” sahutnya.

Syamsir berharap masyarakat dapat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dengan sebaik-baiknya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.

“Stabilitas pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/APR)

Tegaskan Semangat Kemerdekaan, Dari Khidmat Upacara Menuju Karya Nyata untuk Banua

Banjarbaru – Semangat kemerdekaan tidak berhenti pada pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat untuk terus merawat persatuan sekaligus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Pesan tersebut tercermin dalam kehadiran Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo, pada Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih di halaman Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (17/8) sore.

Mengenakan pakaian resmi upacara, Kartoyo bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan unsur pemerintah daerah mengikuti seluruh rangkaian prosesi dengan penuh khidmat.

Kehadirannya menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus simbol kuatnya sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam membangun Banua.

Wakil Ketua DPRD Kalsel, Kartoyo mengatakan, peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda tahunan. Di balik prosesi yang berlangsung khidmat, terdapat pesan besar agar generasi saat ini mampu meneruskan perjuangan dengan cara yang relevan dengan tantangan zaman.

“Ulun, mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia. Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. Merdeka!” tuturnya.

Kartoyo menilai, nilai-nilai perjuangan para pendahulu bangsa harus diterjemahkan dalam bentuk kerja dan pengabdian. Semangat kemerdekaan, menurutnya, dapat diwujudkan melalui kolaborasi, menjaga persatuan, serta menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.Karena itu, peringatan HUT ke-81 RI diharapkan tidak hanya membangkitkan rasa nasionalisme.

“Mari kita memperkuat komitmen seluruh elemen daerah untuk bergerak bersama menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Paskibraka Tuntaskan Tugas,” tutupnya.

Prosesi penurunan bendera berlangsung lancar dan penuh penghormatan. Upacara dipimpin Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, selaku Inspektur Upacara.

Sang Merah Putih kemudian diserahkan kembali kepada Inspektur Upacara oleh anggota Paskibraka Kalsel sebagai bagian dari rangkaian penutupan tugas pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (ADV-NHF/RIW/APR)

Sukses Digelar, Lomba Bakisah Bahasa Banjar Diskominfo Meriahkan Hari Jadi dan Kalsel Expo 2026

Banjarbaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan sukses menggelar Lomba Bakisah Bahasa Banjar dalam rangkaian Hari Jadi ke-76 Provinsi dan Kalsel Expo 2026, di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Senin (17/8).

Lomba ini menjadi salah satu upaya mengenalkan sekaligus melestarikan Bahasa Banjar kepada generasi muda sejak dini.

Kegiatan diikuti siswa sekolah dasar yang terbagi dalam dua kategori, yakni kelas 1-3 dan kelas 4-6. Para peserta menampilkan kemampuan bakisah menggunakan Bahasa Banjar dan dinilai oleh juri berkompeten.

Kepala Diskominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik dan Media, Heni Setiawati menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan antusias.

“Alhamdulillah, kegiatan ini telah sukses dilaksanakan. Kami atas nama Diskominfo mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dengan antusias,” ujar Heni.

Ia mengatakan, seluruh peserta telah menunjukkan keseriusan dan kemampuan terbaik membawakan cerita menggunakan Bahasa Banjar.

“Kami juga mengapresiasi para pemenang dan seluruh peserta yang telah mengikuti lomba dengan serius. Mereka mampu menampilkan bakat yang luar biasa dalam bakisah Bahasa Banjar,” katanya.

Menurut Heni, pelestarian Bahasa Banjar penting dilakukan sejak dini karena bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan budaya masyarakat Kalimantan Selatan.

“Harapannya, anak-anak semakin memahami Bahasa Banjar karena bahasa ini merupakan bagian dari identitas mereka. Jangan sampai tergerus perkembangan zaman dan modernisasi,” tuturnya.

Heni menambahkan, kegiatan seperti Lomba Bakisah Bahasa Banjar dapat menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan budaya daerah kepada anak-anak.

“Pelestarian bahasa Banjar harus dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai sejak dini. Anak-anak juga memiliki hak untuk mengenal budaya dan bahasa daerahnya,” pungkasnya. (BDR/RIW/APR)

Exit mobile version