23 Oktober 2026

Salurkan Air Curah Gratis, BPAM Banjarbakula Bantu Warga Terdampak Kekeringan

Penyaluran air bersih BPAM Banjarbakula untuk wilayah kekeringan

Banjarbaru – BPAM Banjarbakula terus mendukung penanganan kekeringan di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru melalui penyediaan air curah secara gratis bagi masyarakat terdampak.

Program yang telah berlangsung sejak Juli 2026 ini dilaksanakan bersama BPBD Kabupaten Banjar, BPBPK Provinsi Kalimantan Selatan, Balai Wilayah Sungai (BWS), dan instansi terkait lainnya.

Armada tangki dari BPBD Banjar mengisi air di BPAM Banjarbakula

Kepala BPAM Banjarbakula, Siddiq Wahyu Pamungkas, mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi, membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan.

“Penyediaan air curah gratis merupakan bentuk dukungan BPAM Banjarbakula untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan,” ujarnya, Jumat (23/10).

Selain membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, BPAM Banjarbakula turut mendukung penyediaan air bagi posko penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dukungan ini menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi dampak musim kering di Kalimantan Selatan.

Di sisi lain, BPAM Banjarbakula memastikan ketersediaan air baku untuk mendukung operasional pengolahan dan penyaluran air.

Perbaikan pipa transmisi utama air baku telah selesai, sehingga suplai untuk kebutuhan Instalasi Pengolahan Air (IPA/WTP) berangsur kembali normal.

“Perbaikan pipa transmisi utama telah selesai dan suplai air baku berangsur kembali normal. Pemantauan tetap kami lakukan secara berkala untuk memastikan operasional berjalan dengan baik,” jelasnya.

Pemantauan juga dilakukan terhadap tinggi muka air (TMA) di Intake Mandikapau. Berdasarkan hasil pemantauan terkini, TMA di bak penangkap air baku tercatat sekitar 4,2 meter, meningkat dibandingkan sebelumnya yang berada pada kisaran 3,5 meter.

Sementara itu, TMA Bendung Karang Intan berada di kisaran 9,65 meter dan masih dalam status normal.

Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator untuk memantau ketersediaan air baku bagi keberlangsungan pengolahan dan penyaluran air curah kepada para offtaker atau pihak penerima pasokan. (SYA/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.