Imbas Kemarau Panjang, Harga Komoditas Pangan Naik
Sekdako Banjarmasin Ichroom Muftezar saat meninjau
Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bergerak memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok masyarakat di sejumlah titik pasar. Monitoring dipimpin Sekretaris Daerah Kota – Ichrom Muftezar, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin, Kamis (15/10).
Monitoring kali ini menyasar Pasar Sentra Antasari dan ritel modern Lotte Mart untuk memastikan keterjangkauan harga, kelancaran pasokan, hingga meninjau keberadaan produk UMKM lokal.
Dari hasil temuan di lapangan, diungkapkan Sekdako, terpantau komoditas sayur-mayur mengalami lonjakan harga cukup tajam.
“Memang ada komoditas pangan yang harganya turun, tapi ada juga yang naik. Khusus sayuran, kenaikannya cukup tajam, bahkan ada yang sampai 3 hingga 4 kali lipat seperti terong, kacang panjang, dan sawi hijau,” ungkap Ichrom Muftezar.

Menurutnya, akar masalah melambungnya harga, dipicu dua faktor utama. Yakni musim kemarau serta gangguan jalur distribusi.
“Pasokan sayur kita kan gabungan, ada yang lokal dan ada yang dikirim dari Pulau Jawa. Untuk pasokan lokal terkendala dampak kemarau dan karhutla, sementara pengiriman dari luar daerah juga menghadapi beberapa hambatan teknis di perjalanan,” jelasnya.
Di sisi lain, harga bawang merah dipastikan relatif stabil.
“Di Pasar Antasari, bawang merah utuh dibanderol sekitar Rp28 ribu per kilogram, sedangkan yang sudah dikupas berkisar Rp30 ribu – Rp31 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Lima, harganya relatif normal di kisaran Rp22 per kilogram,” bebernya lagi.

Adapun untuk komoditas daging ayam ras mengalami kenaikan harga di kisaran 28-30 ribu per kilogramnya.
Selain harga pangan, jajaran TPID dan BPOM juga mewanti-wanti warga saat berbelanja produk olahan makanan di toko modern.
Masyarakat diimbau lebih teliti dan menghindari membeli kemasan kaleng yang rusak, penyok, atau berkarat untuk mengantisipasi cemaran bakteri berbahaya bagi tubuh.
Di sisi lain, Sekdako juga menyoroti aspek kebersihan dan ketertiban pasar tradisional. Ia meminta pihak pengelola Pasar Sentra Antasari terus mengedukasi para pedagang agar lebih peduli lingkungan.
“Aturan yang dibuat pengelola pasar itu bukan untuk membatasi rezeki pedagang, tapi demi menata pasar agar lebih bersih, rapi, dan nyaman. Kalau pasarnya nyaman, pembeli makin ramai, pedagang juga yang untung. Tanpa ketertiban, pasar terbesar kebanggan kita ini bisa kacau,” tukasnya. (PEMKOBJM-SRI/RIW/APR)
