Dispersip Kalsel Gelar Sosialisasi Dan Pencanangan Gerakan Transformasi Penguatan Perlindungan Arsip Vital
Banjarmasin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan Sosialisasi dan Pencanangan Gerakan Transformasi Penguatan dan Perlindungan Arsip Vital, di Aula Dispersip Kalsel, akhir September lalu. Kegiatan dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kalsel Galuh Tantri Narindra.
Galuh Tantri menyampaikan, apresiasi atas digelarnya sosialisasi serta pencanangan, dan berharap, Garda Arsip Kalsel dapat diterapkan secara konsisten di seluruh SKPD.

Sehingga pengelolaan arsip menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan, dan tidak sekadar urusan administratif.
“Kami berharap, Garda Arsip Kalsel dapat diterapkan secara konsisten di seluruh SKPD sehingga pengelolaan arsip menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola pemerintahan,” ungkap Galuh Tantri.
Sehingga, lanjutnya, pengelolaan arsip menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan, dan tidak sekadar urusan administratif.
Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan gerakan transformasi untuk memperkuat pengelolaan dan perlindungan arsip di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kadispersip Kalsel Sri Mawarni mengatakan, sosialisasi diikuti 100 peserta dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel. Dengan narasumber Direktur Kearsipan Daerah I Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Irwanto Eko Saputro.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk implementasi Garda Arsip Kalsel sebagai proyek perubahan transformasi pengelolaan arsip vital.
“Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman perangkat daerah mengenai pentingnya arsip vital mendukung penyelenggaraan pemerintahan,” ungkap Sri Mawarni.
Arsip vital berperan menjamin kelangsungan operasional, akuntabilitas, serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

“Saat ini, program tersebut mulai diimplementasikan melalui tahapan percontohan di sejumlah perangkat daerah. Mengingat, arsip vital memiliki peran penting dalam penyelenggaraan pemerintahan, karena memuat informasi strategis sekaligus menjadi bukti keberlangsungan organisasi,” jelas Sri Mawarni lebih lanjut.
Karena itu, Garda Arsip Kalsel dirancang sebagai langkah perubahan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.
“Saat ini sebagai piloting kita sudah lakukan pada Sekretariat Daerah, BPKAD, mulai dari diidentifikasi arsip – arsip apa yang bernilai strategis, hingga nanti arsip tersebut bisa tertata dan tersedia dengan cepat, tepat, dan lengkap apabila diperlukan, seperti itu harapannya,” ucap Sri Mawarni.
Namun, pengelolaan arsip vital masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari proses identifikasi, penataan, perlindungan, hingga kemudahan dalam mengakses informasi ketika dibutuhkan.
Karena itu, Garda Arsip Kalsel dirancang sebagai langkah perubahan yang dilakukan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Gerakan tersebut mendorong pengelolaan arsip vital secara lebih sistematis, dimulai dari identifikasi dan validasi, kemudian dilanjutkan dengan penataan, perlindungan, hingga digitalisasi arsip.
Sri Mawarni menyebut, Garda Arsip Kalsel menghasilkan sejumlah produk perubahan. Di antaranya pedoman pengelolaan arsip vital, identifikasi dan pemetaan arsip vital, serta penguatan digitalisasi dan akses terhadap informasi arsip.
Implementasi program tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi dilanjutkan di masing-masing unit kerja melalui tahap piloting.
Tim akan mengidentifikasi arsip yang memiliki nilai vital bagi organisasi, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan fungsi dan tingkat kepentingannya. Arsip selanjutnya ditata agar lebih terstruktur dan mudah ditemukan saat dibutuhkan.
“Melalui implementasi Garda Arsip Kalsel, Dispersip juga mendorong peningkatan kemudahan akses terhadap informasi arsip, sekaligus memastikan arsip strategis mendapatkan perlindungan yang memadai,” ucap Sri Mawarni. (SRI/RIW/
