28 September 2026

Awal Oktober, Kalsel Siap Luncurkan BRT Listrik

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan siap meluncurkan bus angkutan umum bertenaga listrik pada 1 Oktober 2026 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Kalsel Fitri Hernadi mengatakan, peluncuran layanan bus listrik tersebut, berdasarkan arahan Gubernur Kalsel, untuk membentuk layanan angkutan umum kepada masyarakat.

Ket foto : Kadishub Kalsel Fitri Hernadi

Sebelumnya, bus Tayo khusus penumpang perempuan, Trans Banjarbakula (Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut), disusul peluncuran armada berbahan bakar listrik.

“Bus Banjarbakula dijadwalkan mulai dioperasikan pada 1 Oktober 2026. Dengan 1 unit listrik untuk tahap awal uji coba layanan,” ungkap Fitri, Senin (28/9).

Total yang disiapkan sebanyak tiga unit bus listrik untuk mendukung layanan Trans Banjarbakula tersebut.

“Untuk operasional pertama akan menjadi bahan evaluasi sebelum armada tambahan dijalankan. Evaluasi tersebut mencakup pelaksanaan layanan dan kesesuaian rute yang dilalui bus berukuran lebih besar,” jelas Fitri.

Dalam persiapannya, lanjutnya, Dishub Kalsel melakukan penyesuaian rute yang sebelumnya akan diarahkan melalui sejumlah ruas di dalam kota, termasuk kawasan GOR Hasanuddin HM Banjarmasin.

Namun, rencana tersebut berubah setelah mempertimbangkan kondisi sejumlah jembatan yang akan dilalui, yang dinilai belum memadai untuk dilalui bus berukuran besar. Sehingga, layanan rute hanya di Jalan Ahmad Yani saja, untuk uji coba ini.

“Bus akan bergerak dari kawasan terminal kilometer 6 Banjarmasin melalui Jalan Ahmad Yani menuju arah Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru, selama masa uji coba tersebut,” ucap Fitri.

Kehadiran bus listrik ini untuk menambah kapasitas angkutan umum yang melayani rute Banjarbakula.

“Kehadiran bus listrik ini diharapkan untuk menambah kapasitas angkutan, terutama pada jam dan koridor dengan kepadatan penumpang, yang selama ini pada kondisi tertentu harus menunggu bus sebelum dapat tersangkut,” ucap Fitri.

Sedangkan, untuk tarif bus listrik ini tetap dikenakan tarif Rp5.000, pada tahap awal operasional, selanjutnya Dishub Kalsel menyediakan tarif papadaan yang terdiri dari tarif terintegrasi dan tarif berlangganan.

“Tarif terintegrasi tersebut menghubungkan layanan Trans Kota Banjarmasin, Trans Banjarbaru, dan Trans Banjarbakula, sehingga dalam skema tersebut, penumpang yang berpindah dari Trans Banjarbakula ke Trans Kota Banjarmasin atau sebaliknya cukup membayar satu kali dengan tarif cukup Rp5.000 saja,” jelas Fitri. (SRI/RIW/EPS)

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.