GPM Kembali Digelar di Banjarbaru, Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan di Bulan Maulid
Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (19/8) hingga Kamis (20/8), bertempat di area perkantoran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru.
Gerakan Pangan Murah dilaksanakan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Maulid Nabi Muhammad tahun 2026.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah komoditas kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Diantaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, serta berbagai jenis sayur-sayuran.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman mengatakan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah pemerintah daerah menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
“Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan di pasar,” ucap Syamsir.
Syamsir menjelaskan, stabilitas harga pangan menjadi salah satu hal yang terus menjadi perhatian pemerintah.
Ketersediaan pasokan yang cukup dan distribusi yang lancar dinilai penting untuk mencegah terjadinya kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar harga yang berlaku di pasaran.

“Kegiatan ini kita laksanakan sebagai bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan. Masyarakat bisa mendapatkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” lanjut Syamsir.
Ia menambahkan, komoditas yang disediakan dalam kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, di antaranya beras, telur ayam ras, ayam potong, dan sayur-sayuran.
Menurut Syamsir, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah memberikan akses pangan yang lebih mudah kepada masyarakat.
“Selain membantu masyarakat dari sisi harga, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung pengendalian inflasi daerah, khususnya melalui penyediaan bahan pangan dengan harga yang terjangkau,” sahutnya.
Syamsir berharap masyarakat dapat memanfaatkan Gerakan Pangan Murah dengan sebaik-baiknya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan di Kalimantan Selatan.
“Stabilitas pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak agar pasokan tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, dan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat,” tutup Syamsir. (MRF/RIW/APR)
