Kalsel Expo Resmi Ditutup, Transaksi Tembus Rp20 Miliar
Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin secara resmi menutup rangkaian Kalsel Expo 2026, yang telah berlangsung selama enam hari dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.
Penutupan Kalsel Expo 2026 dilaksanakan di panggung utama kawasan pameran, Senin (17/8) malam.
Kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya salah satu agenda pameran dan promosi terbesar Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tahun ini.
Selama enam hari pelaksanaan, Kalsel Expo 2026 mencatat capaian transaksi lebih dari Rp20 miliar, dengan jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari 1 juta orang.
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Kalsel Expo 2026.
Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung dan nilai transaksi menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

“Momentum Kalsel Expo dapat terus dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi daerah, khususnya produk unggulan pelaku usaha, UMKM, serta berbagai hasil industri dan kreativitas masyarakat Kalimantan Selatan,” ungkap Muhidin, saat menutup Kalsel Expo 2026.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung dan transaksi, tetapi juga dari semakin luasnya promosi produk lokal dan terbukanya peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besar nya kepala SKPD Provinsi, Forkopimda, atas partisipasi nya yang turut memeriahkan Kalsel Expo ini,” tutup Muhidin.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan mengatakan, capaian transaksi selama Kalsel Expo 2026 menjadi salah satu indikator positif terhadap aktivitas perdagangan dan perekonomian daerah.
“Kehadiran ribuan pelaku usaha dan berbagai produk yang ditampilkan selama expo memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus membeli produk lokal Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Bagiawan berharap, transaksi yang tercipta selama pelaksanaan expo, menjadi awal bagi terbentuknya hubungan usaha berkelanjutan antara pelaku UMKM, konsumen, distributor, maupun mitra usaha lainnya.
“Capaian ini tak lupa merupakan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, yang berhadir dan memeriahkan event Kalsel Expo 2026 ini,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan Kalsel Expo penting untuk memperkuat promosi produk daerah, sehingga pelaku usaha tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi memiliki peluang untuk memperluas pemasaran ke wilayah lain.
“Banyak Produk Industri Kecil dan UMKM yang ditampilkan, agar menarik minat para investor, sehingga akan membuat produk – produk Kalsel dikenal masyarakat luar daerah,” lanjutnya.
Dalam acara penutupan, turut diumumkan sejumlah pemenang lomba stand Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Kalimantan Selatan.

Juara pertama stand terbaik diraih Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Bapenda Kalsel). Juara kedua diraih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, sedangkan juara ketiga diraih Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan.
Untuk kategori juara harapan, RSUD Ansari Saleh meraih juara harapan pertama, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan sebagai juara harapan kedua, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai juara harapan ketiga.
Sementara itu, penghargaan stand terfavorit diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.
Selain penghargaan stand, turut diumumkan pemenang lomba memasak antar perangkat daerah. Juara pertama diraih Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Selatan, juara kedua diraih Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, dan juara ketiga diraih Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan capaian transaksi lebih dari Rp20 miliar dan jumlah pengunjung yang menembus lebih dari 1 juta orang, Kalsel Expo 2026 diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat promosi produk lokal, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di Kalimantan Selatan. (MRF/RIW/APR)
